Selamat Membaca.


Chapter 3

Naruto disclaimer Pak. Masashi Kishimoto

Date a Live/デート・ア・ライブdisclaimer Pak. TachibanaKōshi

Berawal dari pengorbanan diri untuk kedamaian dan mati karena taktik musuhnya, hingga berakhir terlahir kembali di dunia yang menurutnya merepotkan.

Naruto : Kehidupan yang merepotkan.

Pair :Naruto x ….?

Genre :Slice of Life, Romance, Action,Humor garing, Absurd, Akward, Ngaco, Ngajelas.

Warning :Typo, OC, OOCNaru, Alur berantakan seperti hidupku, OverpowerNaru,DLL

Rate : M

" Halo " Berbicara

' Halo ' Batin

[ Halo ]Jutsu/Sihir


Tubuhku mulai bergerak dengan malasnya dari tempat yang telah menemaniku dalam malam yang begitu indah, wajahku hanya bisa bermurung ria saat mulai meninggalkan dia (kasur), namun karena ada tugas dari Raja Iblis mengharuskanku untuk pergi berangkat menuju wilayahnya dalam sebuah panggilan, dan aku tahu itu adalah tugas yang begitu keji bagiku.

Wajah murung semakin terlihat, dengan langkah gontai tak terarah, keringat bercampur debu jala... nan!.

Langkah kakiku terhenti di depan pintu saat mengingat hal yang familiar di atas... ataukah itu hanya sebuah halusinasi pagi?.

Aku hanya mengangkat bahu tak peduli, hanya bisa menyimpulkan bahwa itu adalah efek dari bangun dengan keadaan yang menyebalkan, nahh siapa yang tahu.

''Bukan karena kelucuan adikmu yang lucu itu? ''.

Wajahku mulai menunjukkan berseri-seri saat mengingat wajah Imotou-chanku yang begitu lucu.

''Apa yang salah dengan itu, Kotori adalah sebuah kelucuan yang harus aku jaga dengan nyawaku''.

Wohh.. ada apa dengan debaran jantung ini, apa, apakah ini adalah sebuah Gairah masa muda?! apakah begini rasanya menjadi muda kembali?!.

''Kau tahu, sebaiknya kau periksa kembali otakmu itu ke sebuah bengkel serba ada''.

''Bengkel?, kenapa aku harus pergi ke bengkel, bukannya ke Rumah Sakit adalah tujuan yang tepat? ''.

Kaki ku mulai melangkah turun lewat tangga menuju ke ruang tamu, berniat untuk meyiapkan segala macam persenjataan untuk bersiap-siap dalam berperang (sekolah) .

''Rumah Sakit hanya akan membuatnya seakan tak berguna bagimu, bengkel lebih tepat untukmu berobat agar sehat kembali''.

Mataku hanya bisa mengerjapkan kebingungan atas saran darinya.

''Dan bagaimana bisa begitu? ''.

Aku mulai bisa membayangkan sebuah wajah datar di dalam imajinasi ku.

''Karena otakmu memiliki beberapa skrup yang agak longgar, atau dalam kasus khususnya kau tidak memilikinya sama sekali''.

Langkahku hampir tersandung di tangga terakhir saat mendengar hal tersebut, Mataku hanya bisa berkedut kesal atas jawaban yang begitu menyebalkan itu.

''Diamlah, aku hanya memberikan perlakuan khusus itu pada Imotou-chan ku ''.

''Dan disini aku berharap bahwa aku bisa terjebak bersama orang yang agak waras''.

Apa yang salah sih, aku hanya mencocokkan diriku dengan rakyat biasa pada umumnya, setidaknya mencari suasana yang baru tidak ada salahnya untuk di coba.

''Oi.. kau tau, kata-kata mu bisa membuat hatiku kecil ku tersakiti ''.

''Kata orang yang telah membantai makhluk yang tak terhitung jumlahnya''.

''Apaan sih!, daripada terus menerus membuat kesal diriku, lebih baik beri perkenalan sana sama para Reader diluar, dari Chapter kemarin banyak yang menyangka bahwa aku berbicara dengan Author ''.

Perasaan ku saja atau memang aku merasakan sebuah tatapan tercela darinya.

''Hahh terserahlah ... Aku adalah Kyuubi no Yokou, sang penjelmaan dari Iblis sejati yang telah meluluh-lantahkan Surga dan Neraka, Namaku bergema dengan hormat dalam setiap penjuru dunia.. Aku lah Kurama sang pembawa kehancuran, takutlah padaku... Rawwrrrrr!! ''.

Yahh itu raungan yang agak lucu.. namun itu perkenalan yang agak intens.. ..bagi mereka yang memiliki skrup longgar diotaknya tentu saja.

''Perkenalan yang lumayan mengesankan darimu kawan, tapi sayangnya ini akhir pembicaraan ''.

Memutuskan Link pikiran dua arah dengan patner ku, aku mulai mencoba untuk fokus pada tujuan utamaku.

Namun pemandangan yang tidak biasanya aku lihat sedang menyambutku.

Lihatlah Meja kayu yang ada di tengah ruang tamu, yang seharusnya berada pada posisi yang tepat untuk sebuah meja, kini malah dimiringkan ke arahku seperti sebuah tembok dengan basis pertahanan yang sempurna, di balik meja tersebut terlihat sebuah kepala merah muda dengan model rambut twintail sedang gemetaran..,sejak kapan bahkan rambut bisa bergetar ketakutan?.. Nahh apa yang bisa normal disekitarku.

Langkahku mulai berjalan kearah Imotou-chan ku secara diam-diam, aku mulai mendekati bagian sisi meja, dan disana aku melihat Kotori sedang duduk di situ memeluk lututnya dengan gemetaran, mata besarnya terlihat kosong dengan air mata lucu mengalir dari sana.

Aku menyeringai saat sebuah pemikiran jahil mulai terlintas dalam otak ku, aku mulai melangkah tanpa suara menuju adik ku, dan..

"Rawwwrrrr!".

"Kyaa! Kyaaaaaaa!".

Saat Aku memegangi bahunya tanpa terlalu keras, Kotori mulai meneriakkan pekikan putus-asa bersamaan dengan tubuhnya yang memberontak mencoba melepaskan diri dari cengkeraman tanganku.

ugh.. aku malah merasa bersalah.

"Tenang, tenang! Ini kakakmu yang tampan." ucapku

"kyaaaa! kyaa... ah? O-onii-chan?" pekik Kotori

Air mata lucu masih mengalir di matanya yang besar itu lengkap dengan getarannya..Ughh.. kenapa aku merasa bersalah, sial.

"Yups Imotou-chan, ini adalah Onii-chan mu." Ujarku disertai anggukan antusias.

"Kamu... Gak marah sama Kotori kan Onii-chan?" tanya Kotori dengan mata besarnya yang berharap.

"Sudah tidak apa-apa sekarang, aku tadi hanya sedikit kesal''.

Tanganku mulai mengambil tangan Kotori sambil menuntunya untuk bangun dari duduknya.

"Oh, ohhhhhh." Gumam Kotori.

Setelah Aku berbicara dengan nada mode Onii-chanku ,wajah tegang dan ketakutan Kotori perlahan-lahan mulai rileks kembali seperti biasanya.

"Gomen, Aku akan membuat sarapan sekarang, apa pesanan kamu Imotou-chan?."

''RAMENNNN!!!! ''.

Senyuman kecil mulai tercipta di bibirku, saat melihat Kotori yang kini sedang duduk di kursi sambil nonton TV, melihatnya membuatku mengingat kembali saat-saat masa kecilku yang begitu suram untuk diingat.

Memutuskan ingatan tersebut, aku mulai melangkahkan kakiku menuju dapur terbuka di belakang tak jauh dari sana untuk mulai membuat ramen.

Pada saat-saat seperti inilah, Aku selalu bertugas untuk menyiapkan makanan bagi kami berdua, jadi aku sudah terlalu biasa, beruntung aku hanya bisa memasak ramen saja sesuai kesukaan kami.

Aku mulai mengambil mie untuk di rebus dari kulkas, dan aku mendengar suara TV di belakang sana menyala, sepertinya Kotori sudah menyalakan TV untuk menghilangkan kejenuhan saat menunggu masakan siap.

Kalau dipikirkan lagi, sepertinya Kotori punya kebiasaan saat di pagi hari, mengganggu Onii-chan nya saat tidur, menunggu makanan siap sambil nonton TV dengan lolipop di sela mulutnya, .

Setelah Kotori memeriksa seluruh channel yang tersedia, Kotori mulai berhenti di salah satu acara berita dan menonton sesuatu yang aku anggap terlalu membosankan untuk di dengar.

Seriusan, acara sekarang kebanyakan banyak yang tidak berguna bagi wawasan bagi masyarakat.

Atau mungkin tidak semuanya.

[ Pagi hari ini, telah terjadi suatu kejadian di pinggiran Tenguu city ]

"Mmn?"

Secara tidak sengaja aku mendengar isi acara berita yang biasanya tak berguna untuk Kuperhatikan, dari dulu aku memang kurang tertarik pada berita yang masih simpang siur ,walaupun begitu aku tetap mengikuti keadaan sekitar agar tidak ketinggalan info, dan sepertinya aku mendengar nama jalan yang tidak begitu asing di berita yang sedang siaran itu.

"Hoo~.. seingatku, tempat itu tidak terlalu jauh dari sini, Ada kejadian apa gerangan ?"

Mencondongkan badan dari balikbahu Kotori, aku sedikit menyipitkan mata dan menatap TV yang masih menyiarkan berita tadi, di layar TV itu sedang tampil sebuah gambar jalan yang hancur lebur.

Perasaanku kenapa malah jadi tidak enak begini.

Haruskah aku merasa takut akan prediksi ku sendiri yang jarang salah.

Disana terpampang gedung-gedung dan jalanan yang telah hancur yang hanya menyisakan puing-puing saja, kurasa kehancuran itu menyaingi kehancuran meteor kecil buatan Uchiha tertentu.

Aku hanya bisa mengernyitkan alis saja, dan melepas nafas lelah yang aku tahan sejak lama.

"Ahhhh sial...Selamat datang masalah."

Seakan sudah terlalu jengah mendengarnya, aku hanya menengadah kan kepala ku.

'' Persetan dengan kalian para Dewa ''.

T. B. C...

Semoga para Reader sekalian menyukai nya, dan silahkan tinggalkan jejak kalian di kolom review.

Jaa~...Nee~...