Selamat Membaca.


Chapter 4

Naruto disclaimer Pak. Masashi Kishimoto

Date a Live/デート・ア・ライブdisclaimer Pak. TachibanaKōshi

Berawal dari pengorbanan diri untuk kedamaian dan mati karena taktik musuhnya, hingga berakhir terlahir kembali di dunia yang menurutnya merepotkan.

Naruto : Kehidupan yang merepotkan.

Pair :Naruto x ….?

Genre :Slice of Life, Romance, Action,Humor garing, Absurd, Akward, Ngaco, Ngajelas.

Warning :Typo, OC, OOCNaru, Alur berantakan seperti hidupku, OverpowerNaru,DLL

Rate : M

" Halo " Berbicara

' Halo ' Batin

[ Halo ]Jutsu/Sihir


Spacequake sialan, bisakah setidaknya kalian tidak pernah datang saja kedalam kehidupanku yang sudah tenang ini, aku hanya ingin menghabiskan masa-masa ku bersama Imotou-chan yang imut ini.

Terlalu merepotkan jika aku harus mulai mengurus masalah yang akan datang nanti, sudah cukup bahwa aku harus bersekolah kembali ditambah dengan ocehan mulut cantik dari patnerku yang berbulu.

Permintaanku tidak terlalu muluk-muluk pada kalian para Dewa diatas sana kan?.

''Bisakah setidaknya jangan anggap aku semacam parasit sialan! , kalaupun aku ini semacam parasit, lebih baik jika disebut parasit simbiosisme''.

Uwahhh... Lihat mulut cantiknya itu kini mulai mengeluarkan aromanya yang berbau khas, dengan baunya itu dia bisa membunuh seseorang. Aku yakin itu mungkin saja akan terjadi jika itu darinya.

''Nahh.. Aku tidak berpikir kau itu semacam parasit kawan''.

''Lalu aku ini apa? ''.

''Semacam kotembe mungkin''.

''SIALAN KAU TOPING RAMEN, BERA-... ''.

Ups.. Maaf sobat, aku matikan dulu Linknya untuk sementara waktu, Setidaknya aku sudah memberikan jawaban yang membuat patnerku sedang berpikir untuk membuatku jadi mainan kunyahnya nanti. Bah, semacan aku akan meringkuk ketakutan saja.

Acara TV masih terus menemani pagi kami. dan masih terus menjelaskan seputar Spacequake.

''Bukannya dulu sempat berhenti terjadi, Kenapa malah ada lagi sih?" tanya ku

"Aku juga Gak tau Onii-chan..." ucap Kotori dengan lucunya.

Ahh.. Imotou-chan ku memang mengemaskan.

Hmm... Kalau dipikirkan lagi, Setelah kejadian Spacequake di dibagian selatan Beberapa waktu yang lalu, Spacequake sempat tidak terdeteksi oleh satelit dalam waktu yang lumayan lama.

Tapi yang aku tahu, dalam beberapa tahun yang lalu, bermula dari pinggiran Kota Tenguu yang baru saja dibangun ulang saat kehancurannya, Spacequake ini malah kembali bermunculan di mana-mana dalam rentang waktu yang singkat.

Poin tambahannya ,Spacequake ini kebanyakannya terjadi di Jepang, terlebih lagi dalam kehidupanku, sial memang.

Kenapa ohh kenapa begitu sulit ingin hidup normal.

Tapi yahh, manusia tidak akan berdiam diri saja tanpa melakukan apapun untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Setelah seringnya kejadian Spacequake ini, Manusia mulai membuat shelterbawah tanah yang sanggup menahan Spacequake, dan setelah itu shelter pun telah tersebar dimana-mana.

''Aku masih salut tentang bagaimana kalian para manusia bertahan ''.

Pertanyaan yang bagus sebenarnya, keinginan untuk bertahan hidup manusia memang begitu mencengangkan.

''Karena kegoisan mereka tentu saja, plus dengan keserakahan yang mereka miliki''.

Para pemerintah mulai meninjau dan lantas membuat alat dengan kemampuan untuk mengamati pertanda akan terjadinya Spacequake, lantas tim yang bertugas untuk meninjau kembali Spacequake mulai terbentuk.

Tugas utama mereka adalah untuk meninjau ke daerah-daerah yang telah terdampak bencana Spacequake ini dan membangun kembali fasilitas umum yang telah hancur karenanya.

Anehnya, mereka dapat memulihkan keadaan dalam waktu yang singkat.

"Perasaanku saja atau di daerah sekitar sini memang terlalu sering terjadinya Spacequake?." tanyaku entah pada siapa yang mau menjawab.

''Lebih tepatnya karena kesialan yang selalu mengikutimu''.

Oii.. jangan menganggap ku semacam parasit suatu tempat sialan,...

... walaupun ada benarnya juga sih kata patner berbuluku itu.

''Serius, sepertinya Dewi keberuntungan begitu membenci mu''.

''Kurasa memang begitu, saat hari kelahiran ku saja sulitnya minta ampun, lain kali kalau aku bertemu Dewi keberuntungan, mungkin aku akan mengoreng kepalanya''.

''Kau hanya akan mempersulit kehidupanmu kalau begitu ''.

''Kehidupanmu juga Patner''.

''...''

''...''

''Mungkin lebih baik aku Bijuudama saja''.

''Sepakat''.

Uwaahhh... sejak kapan kami jadi membuat rencana pembunuhan itu.

"... nnn, Sepertinya begitu, huh. Mungkin aku harus mulai meninjaunya..."

Ucapa kotori tadi membuatku tersadar dari lamunan.

"Meninjau apa lebih tepatnya ?" pertanyaanku malah membuat Kotori kelabakan, hoo... Sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan.

''Mnnn... Apa Onii-chan mengatakan sesuatu? " Jawab Kotori sambil memiringkan kepalanya,.. dan apakah itu kerlipan bunga dibelakangnya!!.. ughh, a-ada apa dengan damage ini.

''Dasar Siscon akut''.

Ucapan datar dari Kurama tidak aku hiraukan, aku sudah terlalu terhipnotis oleh kelucuan Imotou-chan ku.

''Onii-chan, apa makanannya sudap siap?''.

Oh sial, aku hampir lupa tentang makanan, aku mulai membawa Ramen yang telah siap ke meja yang telah terdapat Kotori di sana.

''Silahkan dimakan Ramennya Imotou-chan''.

''Yeyy... ''.

Saat kami mulai sarapannya, suatu hal terlintas dalam pikiranku. Pandanganku mengarah pada Kotori yang dengan semangatnya makan Ramen, hingga beberapa kotoran tercipta di sudut bibirnya.

"Oh iyah Imotou-chan, kalau tidak salah ingatan atau aku sedang Amnesia, upacara pembukaan Sekolahmu dimulai hari ini yah?"

Ucapku sambil membersihkan sisa-sisa makanan di sudut bibir Kotori, lalu memasukannya kedalam mulutku sendiri.

Aku mulai mengalihkan fokusku pada Kotori yang kini di pipinya memerah.

Uwohhh... Punya adik itu memang sungguh kebahagiaan.

"Y-yups Onii-chan''.

''Jadi kapan jam pulangnya?''.

''Hmmm.. sepertinya bertepatan dengan makan siang''.

''Ok, jadi Kotori, apa ada permintaan untuk makan siang nanti apa?".

Aku bisa melihat Kotori mulai berpikir, dengan beberapa saat kemudian kedua kucirnya mulai menari!?, lalu dengan semangatnya dia berdiri dengan bintang dimatanya.

"RAMEN SUPER DUPER SPESIAL!"

Setitik air mata lolos dariku, saat mendengar Kotori mengucapkan makanan para Dewa itu dengan semangatnya.

''Kuyakin dalam beberapa tahun kedepan, dia akan menjadi dirimu semasa kecil, karena terlalu sering makan hal tak sehat itu''.

''Memangnya apa yang salah?''.

''OTAKMU ITU YANG BERMASALAH!! ''.

Hei.. Jangan pernah menghina makanan para Dewa... diberkatilah jiwa yang malang itu.

Aku seharusnya tahu Kurama adalah jiwa yang ternodai karena berani menghina Ramen, tapi Imotou-chan ku adalah pemuja setia!!.. Imotou-chan Banzai!!.

''Tentu saja dengan senang hati Imotou-chan''.

"Uwahhh! Benarkah!?"

"Ya. Kalau begitu, kita bertemu di taman yang biasa kita kunjungi."

Saat Aku telah setuju pada permintaannya, kedua kincir rambut Kotori bergoyang dengan bersemangat.

Serius, bagaimana dia melakukan itu.

"Janji! Kamu harus berada disana meskipun ada hujan api atau perampokan atau banjir atau Tsunami atau bahkan terjadiSpacequake!''.

Aku hanya bisa sweatdrop saat mendengar ucapan Kotori, lagipula darimana semua pikiran menyimpang itu.

''Selamat!!... Adikmu telah mengucapkan kata terlarang, bersiaplah akan kebenarannya''.

''Sialan kalau begitu ''.

Ugh.. Imotou-chan, kenapa kamu harus mengucapkan kata-kata terlarang itu.

"Hahh... Kalau ada bencana semacam itu, yang ada aku sudah berada di taman akhirat Kotori, bukanya berada di taman yang biasa kita kunjungi untuk makan." Ucap Aku

"Pokoknya kamu harus janji ada di sana apapun yang terjadi! !" rengekan Kotori malah membuat ku tak bisa berkutik.

"Iya, iya, aku janji." Ucap aku dengan lemas.

Yahh... Semoga itu hanya perasaan yang tidak enak saja.

''Omong kosong! seharusnya kau tau jelas itu adalah kebenaran!, hadapilah dengan langkah berani''.

''Persetan dengan takdir, dan persetan denganmu juga Kurama!! ''.

Mendengar bahwa aku telah berjanji, Kotori dengan cerianya mengoyang-goyangkan kedua kucirnya sambil berteriak.

"Wuhuuu~ Onii-chan adalah yang terbaik"

Aku bahkan tidak lagi peduli soal kesialan, jika melihat Kotori begitu bahagia, maka aku sudah sangat bahagia.

"Hahhh..."

Aku sedikit meregangkan badanku karena lelah, aku mulai berjalan dan membuka jendela rumah.

Langit begitu cerahnya. Sepertinya hari ini akan jadi hari yang menyenangkan untuk memulai kemalangan yang akan segera terjadi.

Ahh... Aku sangat membencimu Kurama.

''Kenapa jadi bawa-bawa namaku oi!! ''.

T. B. C...

Semoga para Reader sekalian menyukai nya, dan silahkan tinggalkan jejak kalian di kolom review.

Jaa~...Nee~...