'Friendzone'.

Satu kata yang sepertinya cukup untuk menggambarkan kisah cintanya selama ini. Yeah, seorang Oikawa Tooru tengah terjebak dalam hubungan friendzone dengan teman masa kecilnya sendiri, yaitu Iwaizumi Hajime.

Oikawa sudah cukup lama menyukai Iwaizumi, bahkan ia sering memberikan kode-kode agar Iwaizumi segera menyadari perasaannya. Namun, entah Iwaizumi yang tidak peka, atau ia hanya menganggap kode dari Oikawa hanya untuk bercanda saja, yang jelas sampai saat ini sepertinya Iwaizumi sama sekali tidak membalas perasaan Oikawa dan justru terlihat semakin membencinya.

Sebagai contoh, Iwaizumi sangat suka melempar bola volly kepada Oikawa. Tidak hanya itu, ia bahkan sering memukuli Oikawa tanpa sebab, berkata kasar padanya, atau bahkan marah-marah dengan alasan yang tidak jelas.

Sebut saja Oikawa adalah seorang masokis ataupun penderita Stockholm Syndrome karena justru mencintai Iwaizumi yang sering menyakitinya. Namun jika sudah jatuh cinta mau bagaimana lagi? Cinta memang sering membutakan orang.

Tapi terkadang Oikawa juga kesal sendiri dengan sikap Iwaizumi. Ia sangat berharap Iwaizumi segera 'peka' dengan perasaannya. Bahkan ia juga selalu menyelipkan nama Iwaizumi dalam setiap do'a-nya (:v) , dan berharap agar cintanya segera terbalaskan.

Namun tak jarang juga ia khilaf dan hampir menggunakan jasa guna-guna milik Mang Ukai yang katanya sangat ampuh.

Ok kita kembali lagi dengan keadaan Oikawa. Saat ini Oikawa sedang duduk di meja kantin dikelilingi oleh teman-teman /s̶e̶p̶e̶r̶j̶a̶m̶e̶t̶ /seperjuangannya sejak SMP. Siapa lagi kalau bukan para primadona sekolah yang dulunya masing-masing pernah menjabat sebagai kapten klub volly semasa SMP.

Ada Sawamura Daichi yang bersifat tegas dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua Osis, Bokuto Koutaro yang selalu diragukan kedewasaannya dan selalu saja bermanja-manja dengan sang kekasih, Kuroo Tetsurou si jamet siluman kucing garong, Ushijima Wakatoshi si 'tampang sangar hati Hello Kitty', Daishou Suguru si jamet yang katanya sudah pensiun, Terushima Yuuji si preman pasar, Atsumu Miya jamet yang entah kenapa mewarnai rambutnya dengan warna tai (Walaupun ia sebenarnya bukanlah kapten), dan juga Kita Shinsuke si ketua Osis murid kesayangan para guru yang entah kenapa bisa nyasar ke perkumpulan aneh itu.

Ok, mari sudahi perkenalan absurd itu. Untuk kali ini Oikawa memutuskan meminta bantuan teman-temannya agar bisa mendapatkan hati Iwaizumi dengan mudah. Walaupun sebenarnya ia sedikit ragu dan tidak yakin bahwa ide teman-temannya tidak akan sepenuhnya membantu.

"Bro, gue capek nih. Kapan ya si Iwa-chan bakal peka sama perasaan gue ke dia selama ini?" gerutu Oikawa memulai sesi curhatnya sambil menenggelamkan kepalanya di lipatan tangannya.

"Kode lu kurang keliatan kalik" sahut Kuroo sambil meminum es teh hangat miliknya.

Oikawa mendecakkan lidahnya sebal lalu menatap Kuroo dengan tatapan tajam setajam pisaunya.

"Kurang jelas gimana? Pliss deh segala cara udah gue lakuin, tapi tetep aja belum berhasil. Bahkan Bokuto aja udah ngeduluin gue"

Bokuto menyemburkan minumannya kearah Kita yang kebetulan duduk dihadapannya karena mendengar Oikawa menyebut namanya, beruntung Atsumu bisa melindungi sang uke dari semburan air Bokuto.

"Mungkin lu bukan seleranya si Iwaizumi" celetuk asal Bokuto.

"Heh! Apa sih yang kurang dari gue!? Udah ganteng, pinter, kaya, humoris, atletis, bikin nyaman, apa lagi sih yang kurang dari gue?"

"Cuma satu, kurang waras" jawab Daichi enteng dan ditanggapi anggukan pertanda setuju oleh perkumpulan jamet itu, tak terkecuali Kita Shinsuke.

"Kenapa malah pada hujat gue sih!? Udah lah, gue cuma mau minta saran aja dari kalian, kira-kira apa yang harus gue lakuin biar Iwa-chan jadi suka sama gue!"

"Berdo'a" –Kita

"Selalu ini mah"

"Nyatain di tengah lapangan" –Bokuto

"Malu, Bok"

"Ajakin kencan" –Daichi

"Kemana?"

"Culik dan paksa dia buat nerima lu" –Kuroo

"Heehhhh!?"

"Pakai guna-guna" –Terushima

"Matamu :') "

"Ajakin dinner nyanyiin lagu" –Atsumu

"Boleh juga nih"

"Minta restu langsung ke ortunya" –Ushijima

"Ini mah harus siapin mental dulu"

"Pasrah dengan keadaan" -Daishou

Ok, Oikawa mendadak speechless mendengar jawaban aneh dari teman-temannya (walaupun tidak semuanya aneh sih). Ia refleks menggebrak meja dan menatap semua temannya satu-persatu.

"Yang bener aja, kenapa idenya aneh semua!? Terus kenapa cuma si Kita, Daichi, dan Atsumu doang yang idenya masuk akal!?"

"Yee elu mah, udah mending dibantuin" cerocos Terushima sambil memutar kedua bola matanya malas.

"Udahlah Oik, nggak ada salahnya kan nyobain semuanya satu-satu?"

Oikawa hanya diam menanggapi pertanyaan Daishou, mau tidak mau ia memang harus mencoba ide dari teman-temannya ini. Pasalnya ia sudah lelah terjebak dalam sebuah hubungan friendzone dan merasa sebal karena dari semua teman-temannya hanya Oikawa saja yang belum memiliki pasangan.

Akhirnya dengan ragu ia mengangguk. "Baiklah"

To be continue...