Disclaimer: Haikyuu (c) Haruichi Furudate

Warning: Typo, OOC, AU, Idol!AU, BL, Sho-ai, slow update, dll

.

.

.

.

Untuk entah yang keberapa kalinya, Iwaizumi menghela napas lelah. Mereka memilki hari libur latihan akhir pekan ini, dan Iwaizumi berniat untuk istirahat dan tidak menyentuh bola voli selama dua hari sehingga saat Oikawa mengajaknya hang out, ia langsung mengiyakan. Lagipula, jarang-jarang si gila latihan Oikawa itu yang mengajaknya untuk melakukan aktivitas lain, selalunya Iwaizumi yang harus menyeret pemuda itu keluar gym dan melakukan kegiatan lain di hari libur.

Namun, kini Iwaizumi mulai menyesali keputusannya. Oikawa sedang masuk mode fanboynya dan menyeret Iwaizumi untuk menemaninya membeli photobook terbaru SHINE, yang harus mereka beli pagi-pagi sekali dan menunggu dalam antrian panjang. Tidak cukup hanya photobook, Oikawa juga memutuskan untuk menambah koleksi merchandise SHINE yang padahal sudah menggunung di kamarnya.

Untungnya saat memasuki jam makan siang, Oikawa menurut pada protes keras Iwaizumi untuk istirahat. Kini mereka berada di sebuah kafe dan memesan makanan dan minuman.

"Lihat, lihat, Iwa-chan! Suga-chan kawaii banget makai sweater warna pastel begini kan?!" serunya menunjukkan salah satu halaman photobook tersebut dengan begitu antusias dan mata berbinar.

Iwaizumi hanya mendengungkan persetujuan. Tahu kalau kawannya hanya akan sibuk pada foto-foto idol favoritnya daripada tanggapan tak bergairah Iwaizumi.

"Oya? Siapa yang kita jumpai ini?"

Iwaizumi dan Oikawa serentak menoleh begitu mendengar suara yang familiar. Mereka mendapati seorang pemuda berambut hitam berantakan tengah menyeringai jahil dan disebelahnya ada pemuda berambut abu-abu mencuat dengan garis-garis hitam yang tersenyum lebar ceria.

"Kuroo, Bokuto!"

Kedua pemuda itu tanpa permisi mendudukkan diri di dua kursi kosong yang tersedia. Saling sapa singkat, Oikawa dan Iwaizumi sama-sama menanyakan kabar teman mereka yang merupakan anggota voli dari universitas lain yang cukup sering berlatih tanding dengan universitas mereka.

"Kalian habis belanja?" tanya Kuroo heran melihat dua kantong kertas belanjaan yang diletakkan di dekat kursi Oikawa.

"Oh, apa ini?" Bokuto, seperti biasanya yang selalu penasaran dan tidak bisa basi-basi, tangannya sudah membuka satu kantung kertas dan kemudian punggung tangannya dipukul oleh Oikawa yang melotot sebal.

"Ouch, sorry 'Kawa!" seru Bokuto tersenyum bersalah mengelus punggung tangannya.

"Photobook SHINE?" ujar Kuroo heran meraih buku yang terbuka di meja.

"Yep! Baru dirilis hari ini!" seru Oikawa dengan wajah bangga.

"Kau fans SHINE?" tanya Bokuto dan Kuroo bersamaan.

Iwaizumi mengangkat alis. "Bagaimana kalian tidak sadar? Phonecase anak itu ada logo SHINE dan wallpaper ponselnya adalah foto Sugawara?"

"Ah… kalau kuingat-ingat lagi, Oikawa selalu memutar lagu SHINE di mobil," ucap Kuroo mengangguk.

"Oh iya, aku tidak sadar kalau layar ponselmu fotonya Suga," seru Bokuto melirik ponsel Oikawa.

"Kalian seharusnya lihat kelakuan anak ini kemarin saat jumpa penggemar," celetuk Iwaizumi yang dibalas dengan raut penasaran oleh Kuroo dan Bokuto namun wajah cemberut oleh Oikawa.

"Dia seenaknya saja mencium tangan Sugawara sampai membuat kehebohan kecil di sosial media untuk beberapa waktu."

Kuroo dan Bokuto dengan lepasnya terbahak. Tawa mereka memancing raut bingung pengunjung yang lain sehingga Oikawa menginjak keras-keras kaki keduanya dan mendelik pada Iwaizumi, sang penyebar aib, yang hanya mengangkat bahu santai dengan seringai.

"Pasti Suga kaget," sahut Bokuto yang tawanya mulai reda.

"Kenapa Yaku tidak cerita padaku sih?" ujar Kuroo. Ucapannya membuat Oikawa dan Iwaizumi mengedipkan mata beberapa kali.

"Yaku?"

Kuroo mengangguk. Menyandarkan punggungnya dengan sikap santai. "Yaku Morisuke."

"HAH?!"

Oikawa berdiri dengan tergesa, kursinya menghasilkan bunyi berdecit, tangannya memukul meja. Matanya melebar, begitupun dengan mulutnya yang menganga.

Untuk kedua kalinya, pengunjung kafe memperhatikan mereka dengan keheranan. Tapi kali ini Oikawa tidak mempedulikan, ia terfokus pada Kuroo yang menyeringai lebar dan matanya berkilat geli.

"Maksudmu Yaku Morisuke yang merupakan leadernya SHINE?!" jerit Oikawa.

"Oi, KusoKawa, duduk dan tenanglah sedikit," gerutu Iwaizumi sembari menarik sahabatnya turun.

Kemudian pemuda berambut hitam pendek itu melempar Kuroo dengan ekspresi penasaran.

"Kau sungguhan kenal dengan Yaku dari SHINE?"

Kuroo mengangguk, Bokuto ikut mengangguk dan itu semakin membuat Oikawa terperangah.

"Aku dan Yaku adalah teman SMA, kami cukup dekat dan sampai sekarangpun kami sering mengobrol," jelas Kuroo mengeluarkan ponsel dan membuka kontak ponselnya. Nama Yaku Morisuke tertera jelas pada layarnya, dengan tambahan (Oni Yakkun) di samping nama tersebut.

Iwaizumi melirik sahabatnya yang sepertinya masih mencerna informasi barusan.

"Kenapa kau tidak pernah bilang?!" teriak Oikawa, sekali lagi menggebrak meja.

"Aku baru tahu kalau kau fansnya SHINE beberapa menit yang lalu," sahut Kuroo membela diri.

"Kau juga kenal dengan Yaku, Bokuto?" tanya Iwaizumi pada Bokuto.

"Yep, aku bertemu dengannya pada saat SMA, kalian kan tahu aku sudah berteman dengan Kuroo sejak itu," jawab pemuda yang ditanya.

Oikawa menghempaskan punggung pada sandaran kursi dan mengerang. "Selama ini aku punya seseorang yang bisa mengenalkan ku pada salah satu anggota SHINE tapi aku sama sekali tidak sadar?!"

"Bukan hanya salah satu anggota, tapi seluruh anggota SHINE," celetuk Kuroo.

Oikawa menyipitkan pandangan, pemuda itu jelas-jelas iri. Itu artinya Kuroo sudah sering bertemu dengan anggota SHINE dan Oikawa baru pernah bertemu secara langsung sekali dan itupun dalam waktu yang sebentar.

"Kau berteman dengan anggota SHINE yang lain?" gerutunya tidak menyembunyikan kekesalan dalam suaranya.

"Yep. Aku diperkenalkan Yaku."

"Akaashi adalah manajernya SHINE!" seru Bokuto bersemangat. "Jadi aku cukup kenal dengan anggota SHINE."

"Akaashi?" sahut Iwaizumi bingung.

"Pacarnya," jawab Kuroo.

"Maksudmu Akaashi Keiji?" seru Oikawa tak percaya.

"Yap!" sahut Bokuto bangga.

"Kenma dekat dengan Hinata, mereka bersahabat jadi aku sering bertemu dengan SHINE karena Kenma suka mengunjungi Hinata," sahut Kuroo.

"Kenma?"

"Kozume Kenma, komposer dan penulis lagu," Kuroo menambahi informasi.

"Bukannya dia komposer yang terkenal itu?" Iwaizumi mengerutkan dahi.

Oikawa mengangguk, membenarkan ucapan sahabatnya. Kuroo tersenyum lebar.

"Dan pacarnya Kuroo!" seru Bokuto merangkul Kuroo.

Oikawa kembali mengerang panjang, "Apa semua orang di sekitarku kenal dengan SHINE tanpa ku ketahui?!"

"Yep," celetuk Kuroo. Oikawa mendelik kesal pada orang yang memulai semua kekagetannya hari ini.

"Ingat juniormu, Kageyama Tobio?" Oikawa mengangguk bingung. Kenapa kouhai semasa sekolahnya itu disebut-sebut?

"Dia adalah pacarnya Hinata," dan seolah belum cukup, Kuroo menambahi bom kejut untuk Oikawa.

.

Tbc

.

.

A/N:

When i said a slow update, i mean it.

Disini udah mulai masuk side pairnya ya... masih ada pair lain yang akan muncul. Pair yang muncul di chap ini cuman akan jadi latar belakang doang, aku gak ada ide atau niat yang bikin mereka untuk jadi fokus cerita.

Sampai sini dulu deh, mohon tunggu dengan sabar chap selanjutnya :)

best regards

Ai19