XoXo-XoXo-XoXo

Ethereal Space © Kiriya Arecia

XoXo-XoXo-XoXo

IV

.

.

.

Kejadian tadi pagi menyebar begitu saja, ada video berisi setengah pertandingan dengan kesan mode mute dari dua tokoh utama yang direkam secara amatir oleh seorang kadet. Hanya keributan dari suara kadet-kadet muda di dalam video. Karena tentunya suara di ruang latihan tak akan terdengar keluar.

Banyak pembicaraan tentang latih tanding; Hajime yang menang, Hajime berlutut di hadapan omega. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi. Namun mereka hanya bisa berspekulasi karena tidak melihat semuanya sejak awal.

Sementara itu, Shun tidak terlihat sepanjang hari. Semua orang berpikir ia pasti istirahat di kamarnya setelah latihan. Hajime jelas sibuk mengerjakan laporan. Haru sendiri juga tidak ingin mengambil resiko bertanya tentang pembahasan ini pada Hajime, walau terdengar menarik.

"Kupikir semua ini karenamu, Kai." Haru mengeluarkan isi pikirannya.

"Eh? Aku?" kegiatan Kai menuang kecap pada makan siangnya tertunda, "Tentang apa maksudmu?"

"Latih tanding antara Hajime dan Shun tadi pagi."

"Ohh ..." Kai mengangguk, "Hajime bicara langsung padaku tentang mengetes kemampuan Shun, jadi kenapa aku harus menolaknya? Lagi pula, kau sendiri sudah tahu kalau Shun mengagumi Hajime, bukan? Ia pasti senang sekali bisa berhadapan dengan Hajime."

"Ya, aku sudah mendengar itu langsung dari Shun ..." Haru menghela napas.

'Tapi tentunya yang dimaksud Shun bukan bertarung kan? Setidaknya jika dengan orang yang disukai, hal yang diidamkan lebih seperti makan malam berdua, nge-date, jalan-jalan ... begitu? bukannya saling mengarahkan pedang satu sama lain ...'

'Oh, tapi yang kita bicarakan adalah Shun.'

Haru merasa harus menarik kembali pemikiran khawatirnya barusan.

"Tapi dari sikapnya sendiri, sepertinya ia menjaga jarak dengan Hajime?"

"Benarkah begitu?" Kai mengelus dagunya, memberikan kesan bahwa ia bukan orang yang peka pada hal semacam ini.

"Setahuku Shun sudah mengagumi Hajime semenjak ia masih di akademi. Shun menyukai hal-hal dari bumi, termasuk Hajime yang merupakan salah satu alpha paling hebat di Earth. Dia juga terlihat menyukaimu, 'kan."

"Ya, dia selalu mengajakku mengobrol tentang bumi sih, tentang Hajime juga. Selain itu juga tentang film-film dari bumi. Kemarin kami menonton film Titanic."

"Titanic?"

"Itu film romance tentang kapal tenggelam di lautan es."

"Oh ..."

Haru menduga kalau sang pemuda tidak tahu sama sekali tentang film ini. Sepertinya ia perlu mengajaknya untuk menonton!

Tapi mungkin ia bukan tipe orang yang suka menonton dan akan tertidur setelah film berjalan 30 menit. Ini akan buang-buang waktu saja.

Okay, Haru mengambil kesimpulan secara sepihak.

"Sejauh ini kau salah satu orang yang paling cocok mengobrol dengannya, selain Yoru. Kuharap dia tidak terlalu bosan dengan situasi pasukan militer ini. Hidupnya selama ini selalu dimanjakan."

"Kai perhatian sekali."

"Hehh, mau bagaimana lagi. Aku ini sudah seperti knight-nya Shun, atau bisa dibilang big brother-nya. Jadi melindunginya adalah tugasku. Mungkin sampai nanti ketika ia menikah dengan mate-nya?"

"Oh?"

Haru ingin bertanya, 'Apa kau tidak ingin menjadi mate Shun?'

Namun Kai terlalu asyik membicarakan bagaimana ia menghadapi kelakuan merepotkan Shun di masa lalu.

"Kau tahu, Shun pernah mencoba kabur dari rumah, tetapi dia malah terjebak di lift, lalu jatuh dari lantai 20—"

Bukan hal yang buruk untuk mendengarkan suara Kai.

XoXo-XoXo-XoXo

[Ethereal Space]

XoXo-XoXo-XoXo

Bulan ke-1. (Berdasar Kalender Masehi)

Karena terakhir kali mengenai informasi yang di dapat adalah kehadiran calon ratu terdeteksi berada di Mars. Maka disanalah tempat tujuan pasukan pemburu ratu sebagai destinasi awal pencarian. Semakin cepat mereka menemukan ratu, semakin bagus. Karena menurut dugaan, dalam waktu kurang lebih setengah tahun ini sang ratu akan lahir. Jika sang pemimpin berhasil lahir dan berkembang biak, Zerg akan tumbuh dengan pesat dibawah kendali sang ratu. Maka keberadaan manusia jelas terancam.

Saat ini, tiga kapal induk luar angkasa sudah memulai perjalanan menuju orbit Mars.

"Aku tidak melihat Shun-san sejak latih tandingnya kemarin. Padahal kami berencana ingin menonton Heartbreak Red bersama." Arata menunjukkan dvd berkover pahlawan berkostum merah.

Hari inipun, Yoru dengan semangat membawakan cemilan bagi para teman penghuni ruang santai lantai atas kapal induk utama yang akan menjadi teman seperjuangan dalam misi kurang dari setengah tahun ini. Beberapa wajah sudah familiar di benaknya, terutama dengan Arata dan Aoi. Hobinya juga tersalurkan.

"Eh, kau tidak tahu? Shun sedang heat. Jadi setidaknya selama seminggu ini kalian tidak akan bisa bertemu dengannya." Yoru menjelaskan.

"Hehhh ... jadi omega ternyata memang merepotkan ya? Bagaimana bisa kau melewati masa-masa seperti itu, Yoru?!"

Wajah Yoru langsung memerah tentang ucapan frontal itu.

"Itu privasi omega, jangan menanyakan yang aneh-aneh begitu." Aoi menyenggol bahu Arata.

"Aku kan hanya penasaran. Mungkin sama seperti rut alpha ya, hanya saja lebih merepotkan! Aku ... tidak ingin membayangkannya." Arata bergidik.

"J-jangan membayangkan hal seperti itu!" Yoru berseru.

XoXo-XoXo-XoXo

"Yoru ... ini menyakitkan."

Yoru menoleh pada sosok yang tersembunyi dibalik selimut. Shun mengucapkan banyak keluhan. Ia memahami dengan baik bagaimana perasaan terjebak dalam heat. Rasanya yang begitu bercampur baur diantara sakit dan panas.

"Kau sudah meminum suppresant. Rasa itu akan segera berkurang. Apalagi ini khusus dibuatkan oleh Tsukishiro-san."

"Biasanya tidak sesulit ini bagiku..."

Heat-nya bahkan datang lebih cepat dari seharusnya.

Yoru duduk di samping kasurnya. Ingin melihat keadaan Shun, tapi sepertinya Shun menolak untuk menunjukkan wajah yang terkesan memalukan baginya. Bahkan ia masih bertingkah seperti tuan muda disaat seperti ini.

Suhu ruangan ini begitu dingin bagi Yoru, hingga tampaknya ia bisa melihat hembusan napasnya. "Mungkin itu ada hubungannya denganmu yang berlatih dengan Hajime-san?"

"..."

"Kau menyukainya, berada di dekat Hajime-san dalam waktu yang lama, dan kudengar kau juga menggunakan serangan spiritual padanya. Ia balas menyerangmu dengan kekuatan spiritual, bukan? Kamu pasti mendapat pengaruh dari feromon-nya juga."

"Dia memang kuat sekali. Aku sangat mengagumi bakatnya itu. Tapi, berada didekat orang yang disukai tidak selalu menjadi hal membahagiakan ya, Yoru?"

Yoru termenung sejenak. Shun selalu mengatakan ia mengagumi Hajime dengan nada begitu ringan, hingga Yoru tahu Shun menyukai Hajime. Tentu saja, siapa yang tidak mengagumi Black King, banyak omega dan beta memujanya. Namun sepertinya Shun jauh lebih serius tentang perasaannya, lebih dari perkiraan Yoru.

"Tentu saja tidak, Shun-san. Tidak hanya ada perasaan bahagia. Akan ada rasa sakit, sedih, cemburu, kasih dan sayang. Tapi pada akhirnya kamu akan tetap merasa bahagia karena pernah berada di sisinya."

Hanya ada suhu dingin yang seakan membekukan disertai suasana hening.

Tidak ada jawaban dari balik selimut. Mungkin ia tidak mendengarnya.

Sepertinya efek suppresant dari Tsukishiro membuat ia tidur untuk waktu yang lama.

XoXo-XoXo-XoXo

Mereka seperti diam diantara kilauan selaksa bintang di angkasa. Tanpa arah, jauh dan kecil. Berada di kegelapan semesta, seperti masa depan tak terlihat yang dituju. Mereka mengembara di jagat raya.

"Halo, lama tidak bertemu." Shun melontarkan sapaan terlebih dahulu.

"Oh, hai Shun. Kau terlihat segar hari ini." Haru memikirkan kata-kata yang tepat untuk di ucapkan. Akhirnya mereka bertemu di ruang santai hari ini. Shun terlihat bersikap seperti ia biasanya. Duduk elegan sambil menikmati minum teh.

Flashback pada beberapa waktu yang lalu, Haru lah yang pertama kali menghampiri Shun terhuyung di koridor divisi mereka. Sementara Hajime mundur beberapa langkah dari tempat kejadian sambil menutup wajahnya. Haru dapat segera mengetahui apa yang sedang terjadi. Untungnya, dengan cepat Haru menghubungi Yoru, sehingga Yoru segera membawa inhibitor untuk pengamanan.

"Maafkan aku atas kejadian tidak terduga beberapa hari yang lalu. Itu terjadi cukup mendadak, sehingga aku sendiri tidak menyadarinya. Maaf telah merepotkan."

"Wow—aku tidak terbiasa mendengarkan ucapan formalmu seperti ini, Shun."

"Aku mengucapkannya dengan tulus lho, Haru."

Haru tertawa kecil, lalu mengambil tempat di kursi kosong, "Aku tahu kok. Kamu tidak perlu menjelaskannya."

"Teh?" Shun memberikan penawaran.

"Terima kasih," Haru menerimanya, entah kenapa rasanya cukup sepi tanpa Shun setelah terbiasa dengan kemunculannya. Jadi dapat bertemu pandang pada hari ini membuat mood Haru lebih baik.

"Ngomong-ngomong, sebentar lagi kita akan tiba di Mars."

"Oh ya? Yang terlihat di luar hanya bintang-bintang kecil bersama kegelapan. Rasanya terlalu sepi."

"Apakah menurutmu ratu masih ada di Mars?"

"Aku tidak yakin dia masih ada disana. Tapi kita memang harus memulai dari bagian timur Tharsis."

"Pasukan kita harus berpencar dalam pencarian ini, namun kau akan tetap jadi pemandu utama, Shun." Suara berat yang tiba-tiba terdengar membuat Haru dan Shun menoleh pada Hajime.

"Tentu aku akan mempersiapkan diri untuk hal itu." Shun menuangkan teh pada cangkir yang kosong, "Teh? Black king?"

Tanpa kata, Hajime duduk di kursi bersebrangan dengan Haru. Sementara Shun menyodorkan cangkir teh untuknya. Haru meminum teh nya dalam diam. Memikirkan obrolan apa yang bisa mereka bahas bersama.

"Shun-san, ketemu." Arata melongok dari pintu yang terbuka.

"Halo Arata."

"Wah, ternyata juga ada Hajime-san dan Haru-san."

"Hai Arata, ada apa kamu datang kemari?"

"Itu adalah tentang menonton film bersama Shun-san." Cover film yang familiar terlihat oleh Haru.

"Heartbreak Red Movie?"

"Hm~ tapi kalau kalian sibuk membahas strategi. Kita bisa mengatur ulang jadwal nonton ini."

"Aku tidak sedang sibuk! Bagaimana kalau menonton di kamarku?" Shun beranjak dari kursinya.

"Oke..." Arata nyaris mengiyakan.

"Di sini saja." Hajime bersuara.

"Ya?" pergerakan dua orang segera terhenti.

"Aaah, maksud Hajime nonton filmnya disini saja. Kami juga ingin menonton film ini!" Haru segera menambahkan.

"Oh? Aku tidak menduga kalian juga menyukai film ini!" Arata berseru, "Baiklah kalau begitu! Bersiaplah untuk menonton selama tiga jam film terbaik ini!"

Tiga jam?!

Haru diam-diam melirik Hajime. Sejak kapan Hajime tertarik pada film seperti ini?

Kesimpulan akhir Haru; ternyata ini film yang menarik.

XoXo-XoXo-XoXo

Saat-saat damai seperti nonton film bumi bersama, latihan santai sepuluh menit dan menikmati minum teh di waktu senggang dibatasi. Mereka telah mendarat di Mars, sementara dua kapal lainnya berada di titik koordinat berbeda untuk menunggu komando selanjutnya. Jauh dari pangkalan penelitian Mars dan tempat tinggal koloni membuat mereka harus tetap siaga. Pakaian keselamatan yang mereka pakai memakai teknologi terbaru buatan Mars. Membuat pergerakan menjadi lebih leluasa, hanya saja—

"Modelnya terlalu biasa." Keluh You. "Tidak fashionable."

"Mana yang lebih penting, fashionable atau langsung mati karena tidak bisa menghirup oksigen." Arata berkomentar.

"Bagaimana dengan terlihat fashionable dan mampu beradaptasi dengan lingkungan?" You berkacak pinggang, "Semua model pakaian pelindung ini sama, sampai-sampai aku tidak mengenali siapa dia."

You menunjuk seseorang yang berada tidak jauh darinya.

"Aaa, Mamoru! Aku Mamoru!" sosok yang ditunjuk melambaikan tangan.

XoXo-XoXo-XoXo

"Bagaimana situasi di tempat ini?" Kai menoleh pada Shun.

Mereka menjelajah beberapa tempat dan melewati tanah bebatuan berwarna merah. Shun mengiringi langkah tim-nya menuju Valles Marineris, karena disanalah terakhir kali keberadaan Ratu dirasakannya.

Namun kali ini, meskipun ia mencoba kekuatan spiritual dengan frekuensi yang sama seperti beberapa waktu lalu, ia tidak merasakan apapun.

Shun menggeleng, "Tidak ada sejauh beberapa ratus kilometer."

Berarti bahwa kemungkinan besarnya, Ratu telah dibawa pergi dari Mars.

Satu bulan pertama dalam misi, mereka kehilangan jejak ratu.

XoXo-XoXo-XoXo

Bulan ke-2.

Berhadapan dengan ras serangga benar-benar menguji adrenalin. Berpikir bahwa dulunya makhluk-makhluk antropoda sekecil ibu jari tidak dapat dibayangkan oleh Yoru. Sekarang wujud mereka terlalu fantastis. Bertransformasi bahkan lebih besar dibanding mobil terbang model terbaru. Belum lagi suara dengungan menakutkan dan semburan racun yang beberapa diantaranya membuat melepuh. Meskipun menghadapi monster itu secara langsung bersama Shun yang sama-sama omega sepertinya, ia tidak bisa berhenti mengagumi Shun. Walau memiliki status omega, Shun menunjukkan kemampuan hebat saat menebas para monster yang mereka temui dalam setiap penjelajahan. Walau ya—kadang Shun lebih memilih untuk membiarkan anggota setim-nya mengurus pembantaian itu.

Pada dasarnya, kenapa omega seperti Yoru dapat turut serta dalam misi ini selain kepandaiannya adalah juga karena ia memungkinkan untuk menjadi 'teman' untuk Shun. Awalnya ia berpikir akan melelahkan mengurus tuan muda omega yang terbiasa hidup di istana. Akan risih sebab sering mendengar ucapan tentang ingin pulang karena pekerjaan yang berat ini. Namun tidak, Shun bukan orang seperti itu. Meskipun memang ia bertingkah seperti tuan muda, ia juga melakukan tugasnya dengan baik.

Melihat seorang omega menguras tenaga, menggunakan kekuatan spiritual berkali-kali dalam waktu yang berdekatan membuat Yoru menghela napas. Apakah ini tidak memaksakan diri?

Bahkan para alpha yang berlatih tidak menggunakan kekuatan spiritual mereka terlalu sering. Mereka lebih fokus pada kekuatan fisik. Karena mengendalikan kekuatan spiritual tidaklah mudah.

"Berarti kita akan meninggalkan Mars dalam waktu dekat ini?" Yoru menuangkan teh untuk Shun. Kebiasaan Shun yang tidak pernah berubah untuk selalu memiliki waktu santai menikmati minum teh telah dimaklumi semua anggota tim divisi satu.

"Ya. Ratu jelas sudah tidak ada di sini." Shun mengangguk. Misi mereka tidak mudah, dan waktu mereka makin berkurang.

Setiap tim masing-masing telah menyebar wahana antariksa untuk memastikan sekaligus mengawasi setiap wilayah planet yang ditugaskan untuk mereka. Beberapa wantariksa penjelajah, pengorbit dan pendarat telah beroperasi untuk memperlancar jalannya misi. Tim yang mendapatkan wilayah misi terjauh adalah tim dari kapal induk ketiga. Tempat Shiki dan Shu berada.

"Kita perlu mengevaluasi ulang tempat yang mungkin akan ditinggali Ratu."

"Kupikir jaraknya tidak akan begitu jauh dari Mars?" ucap Aoi, "Mereka pastinya hanya menyembunyikan Ratu untuk sementara, kemudian membawanya lagi ke tempat yang lebih jauh dan aman."

"Ya, dalam waktu sesingkat ini, tidak mungkin mereka bisa menghilang begitu saja seperti ditelan black hole." Kouki menambahkan.

"Peralatan kita saat ini tidak bisa mendeteksi frekuensi milik sang ratu. Memiliki Shun yang bisa merasakan hawa keberadaan ratu memang sangat menguntungkan. Tapi aku harap Shun-san tidak terlalu memaksakan diri." Yoru berucap serius dihadapan para rekannya.

"Eh~ aku baik-baik saja, Yoru."

"Tapi aku merasa tidak baik-baik saja Shun-san. Aku tahu Shun-san memiliki kekuatan spiritual yang tinggi, tapi sekuat apapun fisikmu, kita adalah omega."

Mereka telah berkeliling di daratan Mars. Mencoba menemukan keberadaan ratu, dengan Shun sebagai kartu andalan. Bahkan para alpha lelah dengan misi ini. Bagaimana mungkin Shun baik-baik saja saat ia yang paling banyak mengeluarkan kekuatan spiritual dalam pencarian.

Pembicaraan ini sampai ke telinga Hajime. Mendengar obrolan tidak formal tentang hal yang berkesan mengekploitasi seorang omega sungguh tidak bagus untuk didengar. Mereka terlalu fokus untuk menyelesaikan misi, melupakan fakta bahwa ada omega dan beta yang lelah. Terbiasa dengan anggota didominasi alpha, mereka selalu berusaha melampaui batas kekuatan mereka. Namun hal itu tidak berlaku untuk beta dan omega.

"Kita akan ke pangkalan Mars. Kita memerlukan tambahan sumber energi dan logistik." Lalu ia menambahkan, "Juga waktu istirahat untuk para perwira."

Kedua kapal induk lainnya mendapatkan intruksi yang sama merasa gembira. Pangkalan Mars, sama seperti bulan, sebuah kota dibuat di daratan merah ini, namun dengan ukuran yang kecil. Mereka memiliki teknologi mengagumkan sama seperti Moon. Bagian mengesankan lainnya adalah selain sebagai tempat penelitian, kota itu di setting dengan Arsitektur Art Deco yang mengesankan.

Mereka bisa rehat sejenak dari misi berburu ratu.

XoXo-XoXo-XoXo

Meskipun awalnya bertujuan agar mendapatkan waktu istirahat, tim divisi satu segera menuju ke tempat penelitian yang dulunya diserang oleh para ras serangga. Perbaikan jelas diutamakan, karena tidak ada kerusakan atau cacat terlihat saat mereka tiba di sana. Seakan serangan yang memakan korban beberapa waktu lalu hanyalah berita omong kosong.

Sementara Hajime dan Kai melapor di pangkalan, Shun dan Yoru pergi ke ruang pemeriksaan kesehatan. Dengan setengah paksaan dari Yoru.

"Aku tidak merasa sakit, Yoru~"

"Ini hanya pemeriksaan, Shun-san." Yoru menggandeng lengan Shun.

Sosok yang biasanya lemah lembut ini bertransformasi menjadi seseorang yang cerewet ketika berhubungan dengan kesehatan dan makanan. Shun sedikit tidak menduganya.

"Hm, sudah berapa lama kita tidak bertemu, Shun?"

Begitu memasuki ruangan, terlihat seorang berjas putih yang duduk sambil menulis sesuatu. Pandangan mereka bertemu, membuat Yoru menyadari betapa rupawan para pekerja di pangkalan ini.

"Kupikir belum dua bulan, Wakatsuki-san."

Wakatsuki meletakkan pulpennya, ia berdiri dan mengisyaratkan agar mereka mengikutinya. Ada banyak alat pemeriksaan, namun Shun diperintahkan menggunakan sebuah helm yang terhubung dengan berbagai macam kabel.

"Aku sebenarnya berharap kau akan memilih tinggal di sini, sehingga itu memungkinkan kita melakukan penelitian membuat alat untuk menemukan frekuensi Ratu berdasarkan gelombang kekuatan spiritualmu."

"Waktu kita tidak banyak, sayangnya. Juga ... tempat ini tidak cocok untukku." Shun duduk di ranjang pasien sambil memegang helm di kepalanya, "Lagipula, kau sendiri memiliki penelitian yang harus diselesaikan, Wakatsuki-san." Shun melirik Yoru, "Alpha-nya tidak menyukai desain pakaian pelindung buatanmu."

"Eh? Benarkah? Itu adalah model yang paling efisien!"

"Ah? Anda yang membuatnya? Maafkan You tentang hal itu!" Yoru segera menunduk.

Wakatsuki mengibaskan tangan, "Itu masukan yang bagus. Aku akan meminta Matsuri untuk menyumbangkan ide perbaikan nantinya."

Ia kemudian mengaktifkan sebuah komputer besar, lalu berkata, "Sekarang mari kita coba lihat kondisi tuan muda kita."

XoXo-XoXo-XoXo

Kebun botani pangkalan dirawat dengan baik, rasanya seperti berada di bumi. Luas, penuh pemandangan hijau dan kicauan burung. Tempat yang nyaman untuk sekadar menenangkan diri. Mereka secara tidak sengaja bertemu di koridor, Shun berkata ia ingin berjalan-jalan di kebun botani dan Hajime ternyata mengikutinya. Seperti memiliki hal yang ingin dibicarakan. Namun pada akhirnya, Shun yang membuka pembicaraan.

"Kita berada dalam misi dan tim yang sama, tapi sepertinya baru kali ini kita memiliki waktu bicara seperti ini, Black King."

"Ya, ada banyak hal yang harus diurus."

"Jadi pimpinan tim pasti merepotkan sekali. Apalagi jumlah pasukan militer dalam misi ini memang cukup fantastis. Membaca laporan dari setiap tim pasti membutuhkan banyak waktu."

Hajime mengiyakan, mengatakan bahwa Shiki dan Shu juga mengalami hal yang sama. Obrolan basa-basi ini berlalu beberapa lama.

"Lalu bagaimana dengan hasil pemeriksaan medismu?"

"Baik-baik saja. Kenapa sepertinya semua orang begitu mencemaskanku?" Shun tertawa kecil, "Apa kalian lebih menyukai aku yang senang bersantai dan bermalas-malasan?"

"Tidak begitu," Hajime menyanggah, lalu berdeham, "Hanya sedikit tidak terbiasa dengan kau yang tidak banyak mengeluh seperti biasanya."

"Walaupun seorang omega, sebenarnya aku cukup tertarik dengan dunia militer, ini pengalaman yang tidak akan terlupakan. Kesempatan seperti ini sangat langka. Aku pasti akan masuk dalam list; salah satu omega yang pernah turut serta dalam misi militer."

Pandangan Shun yang cemerlang tertuju pada Hajime.

'Aku jadi tahu, oh, seperti ini dunia yang dipijak Hajime.'

Hajime mendengus pelan, namun tanpa kesan meremehkan. "Semuanya tidak akan mudah, tapi kau harus terbiasa."

Shun mengangkat jari telunjuknya dengan elegan, "Tentu~"

Walaupun faktanya, Shun masih cukup dimanjakan.

Lantaran ia adalah anggota royal kerajaan, seorang omega, terlebih lagi pemandu jalan. Mereka memperlakukannya dengan sangat baik. Karena itulah, Shun juga melakukan hal terbaik untuk menyelesaikan misi ini. Tapi rupanya, bertingkah sedikit berbeda dari dirinya yang biasa malah membuat orang-orang mencemaskannya.

Bukankah Shun yang bersemangat dan bekerja keras seperti ini patut di apresiasi?!

Berjalan-jalan dalam hening, Hajime menghentikan langkah kakinya, "Tentang permintaan kecilmu, apa kau sudah memutuskannya?"

Shun menoleh, senyumnya terlihat lebih lebar, "Ternyata Black King mengingatnya!"

"Kupikir kau akan segera memintanya."

Namun bahkan setelah lewat masa heat dan beberapa lama misi berjalan, Shun tidak mengucapkan apapun tentang pertaruhan kecil ini sama sekali.

Shun menyentuh pipinya, "Aku tidak tahu seperti apa ukuran permintaan kecil menurut Hajime, jadi... tidak masalah kau memberi apapun padaku, bahkan jika itu adalah selembar tisu!"

"Aku tidak akan memberikan hal aneh seperti itu," alis Hajime berkerut. Bagaimana bisa latih tanding tempo lalu hanya seharga selembar tisu.

"Apapun itu, jika dari Hajime, aku akan menyukainya!"

"Aku tidak mengerti seperti apa rasa suka yang kau miliki padaku, Shun." Hajime berujar serius, sementara ekspresi Shun menjadi lebih tenang.

"Jika memang kamu menyukaiku, kenapa dua bulan lalu kau menolak perjodohan kita?"

XoXo-XoXo-XoXo

[tbc]

XoXo-XoXo-XoXo

- Ekstra -

Mamoru menyentuh daun Pachira sambil berjongkok. Nyaris memiliki kesan meringkuk dan bersembunyi dari sesuatu. Ia sedang berada di kebun botani Mars sekarang.

Ada dua orang yang sedang berbicara, tidak jauh darinya. Hajime dan Shun.

'Ahh ... sepertinya ini bukan sesuatu yang harus aku dengar. Aku harus bagaimana?!'

Ia berada di sana selama 3 jam.

XoXo-XoXo-XoXo

a/n:

(membuka draft cerita, membaca plot cerita; mereka berada di xxx pada waktu xxx)

me: Apa xxx ini? Dimana mereka? Cerita tentang apa ini kemarin?!

me: oh iya benar, mereka nyaris dijodohin.

08/12/2019

-Kirea-