XoXo-XoXo-XoXo

Ethereal Space © Kiriya Arecia

XoXo-XoXo-XoXo

.

.

.

V

Hajime menduga-duga alasan tentang gagalnya perjodohan dengan omega dari keluarga Shimotsuki, tapi ia tidak mengerti jelas permasalahannya. Karena penolakan adalah sesuatu yang nyaris tidak berlaku untuknya. Hajime selalu dibanggakan di manapun ia berada. Ia memiliki status tinggi, berbakat, paras tampan dan feromon yang mampu membuat omega bertekuk lutut. Ia kriteria idaman banyak para keluarga bangsawan. Perjodohan ini seharusnya tidak mengancam atau berbahaya bagi hubungan antar kedua koloni. Segala hal diperhitungkan secara sempurna, kecuali penolakan tak terduga.

Jadi kenapa?

Waktu berjalan diiringi misi level tinggi tanpa jeda, membuat pikiran dan tenaga terkuras. Hingga moment menikmati romansa kehidupan pribadi terabaikan. Kemudian ia mendengar omega itu terdaftar dalam misi perburuan ratu.

Shimotsuki Shun.

Hanya anggota keluarga utama mengetahui tentang rencana perjodohan. Berita ini sama sekali belum diketahui, tidak terungkap pada orang terdekat atau luar, bahkan Haru dan Kai. Jadi situasi awkward di antara Black King dan Moon Prince, hanya dua tokoh utama ini saja yang paham.

"Ah, Black King. Kau tidak tahu betapa aku sangat bahagia mendapat berita bahwa keluarga Mutsuki berkunjung ke kediamanku. Aku menyukaimu itu memang fakta. Tapi kehidupan indah yang bisa dijalani bersama Hajime tidak bisa menjadi kenyataan jika Ratu lahir. Aku tidak bisa berpikiran untuk menikah saat Moon dan Bumi terancam. Terutama saat tahu bahwa sejauh ini hanya aku yang memiliki kemampuan untuk menemukan ratu."

Ia menjadi korban selamat dalam tragedi Mars dari sejumlah orang yang tewas tanpa sempat melarikan diri. Shun turut menghadang para antropoda raksasa bersayap dengan kekuatan spiritualnya. Saat itu ia berpikir, apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba ada serangan di tempat mereka berada. Ternyata, ia lah penyebab utamanya.

Ratu sangat istimewa, ia zerg pengendali kekuatan spiritual terhebat sejauh yang mereka ketahui. Untuk seorang manusia bisa memiliki frekuensi sama seperti alien pengendali terkuat, kesempatan ini tidak akan dilepaskan oleh umat manusia. Untuk memusnahkan sang ratu, menciptakan kedamaian selagi mencari cara alternatif lainnya.

Pengorbanan ini diperlukan.

"Sama seperti kau ingin melindungi tempat tinggalmu, aku juga ingin menjaga kediamanku dengan kekuatan milikku sekalipun sebagai omega. Bagaimanapun, aku adalah keluarga royal Moon."

Sejarah bisa mengingatnya sebagai salah satu omega yang berjuang di garis depan misi terbesar tiga koloni, walaupun idealnya Shun ingin dikenal sebagai pasangan hidup sang Black King.

Keduanya adalah hal yang luar biasa.

Namun, keduanya tidak bisa dimiliki secara bersamaan.

Setidaknya untuk saat ini.

"Tapi aku tidak menduga akan ditempatkan dalam tim-mu. Aku pikir akan di tempatkan dalam tim Shu, karena ia keluarga kerajaan, memiliki darah yang segaris denganku. Namun, bisa berada dekat dengan Hajime adalah keberuntungan tidak terduga."

Shun mengungkapkan banyak hal yang tak sempat ia sampaikan di waktu-waktu mereka bertukar pandang. Penjelasan seperti ini, haruskah ia mengatakannya sedari awal? Secara langsung saat pertama mereka bertatap mata.

Ia takut akan lebih memilih kebahagiaannya sendiri di atas kehidupan damai untuk rakyatnya.

Kenapa ia yang omega harus maju ke baris depan untuk menjadi umpan mangsa utama sang monster penjajah?

Kenapa ia mendapatkan kemampuan ini?

Dirinya yang mengagumi keindahan bumi, jatuh hati pada alpha dari bumi. Ia bisa saja memilikinya andai berkata 'iya'. Cukup satu kata itu. Menikah, memiliki anak dan saling mencintai.

Namun ini tidak semudah berkata; 'oke mari kita menikah, pergi bersama ke medan perang dan mengalahkan musuh dengan kekuatan cinta.'

Tidak bisa seperti itu, dear.

Sebelum namanya masuk dalam list anggota teratas misi Atalanta-01, ia tidak bisa pulang ke Moon. Ia tinggal di Mars tanpa diketahui khalayak ramai. Keseharian, bahkan pendidikan yang tidak ada hubungan pada hal semacam ini, berubah dalam sekejap mata.

Bersama Wakatsuki dan Matsuri, ia harus menghadapi berbagai analisa dan percobaan mengenai kekuatan Ratu. Ia bangun lebih awal, lalu berada di laboratorium hingga larut malam. Menjadi subjek penelitian. Tetapi waktu mereka tidak banyak.

Matanya penuh kelembutan, "Aku pernah membayangkan memiliki kehidupan bahagia bersamamu."

XoXo-XoXo-XoXo

"Apa yang terjadi di antara kalian?" Haru bertanya dengan nada mengiterogasi saat ia menyerahkan berkas laporan pada Hajime. Hajime sibuk membaca laporan, ia hanya melirik Haru sekilas, lalu kembali fokus, seakan laporan lebih menarik untuk diperhatikan dibanding raut wajah Haru yang tampak tidak santai seperti biasa. Tenang mendominasi keadaan.

"Kalian?"

Hajime menghapus keheningan.

Haru melipat tangan, "Kau dan Shun."

"Tidak ada."

"Bagaimana mungkin tidak ada yang terjadi, saat aku merasakan aura tak terdefinisikan terjadi di depan mataku. Kalian terlihat lebih dekat."

Haru meyakini sesuatu telah terjadi di belakangnya. Tentu saja urusan seperti perasaan pribadi bukan hal yang bisa seenaknya diganggu. Namun bagaimanapun juga, mereka berada dalam situasi yang cukup rentan karena kehadiran Shun. Sedikit kesalahan dapat memicu kekacauan antara hubungan koloni.

"Tidak ada yang terjadi, Haru. Sejak awal aku dan dia memang seperti ini."

"Sejak awal? Hajime ... kamu tidak bercanda, bukan? Aku ingat dulu kau terlihat tidak ramah, menatapnya tajam, kadang terlihat kesal pada Shun."

"Benarkah?" Hajime menghentikan pekerjaannya. "Aku bertingkah seperti itu?"

"Sesuatu pasti terjadi pada kepalamu. Apa kau terkena racun antropoda saat penjelajahan kemarin?"

"Kepalaku baik-baik saja, dan aku tidak terkena racun apapun."

"Ada beberapa perubahan pada dirimu. Kau yakin spiritualmu tidak dikacaukan oleh zerg?"

Akhirnya Hajime mengela napas, "Tidak, Haru. Hanya sedikit kesalahpahaman di antara kami telah diselesaikan."

"Oh?" alis Haru naik sebelah. "Kesalahpahaman tentang apa?"

"Tentang alasannya dulu membatalkan perjodohan kami."

"Ahh ... begitu ..."

Wait—perjodohan?

Dulu?!

Tanpa sadar Haru menggebrak meja kerja Hajime, "Hah?!"

What the hell bro?!

XoXo-XoXo-XoXo

Mereka ternyata sudah saling mengenal, bahkan nyaris bertunangan.

Haru tidak percaya dengan cerita yang disampaikan Hajime secara singkat. Namun jika dipikirkan, mana mungkin Hajime berbohong kepadanya, apalagi tentang hal seperti ini.

Ia menenangkan hati, berucap dengan nada tidak sabar, "Oh oke, bukankah bagus sekarang? Kalian satu divisi, ternyata ia menolakmu bukan karena memiliki alpha lain yang lebih hebat di dalam hatinya. Jadi kau sebenarnya tertarik padanya?"

Hajime menatap Haru dengan serius, seakan mempertanyakan apakah ada alpha lain yang begitu mengagumkan untuk ditantang adu kekuatan. Ia kemudian berdeham, "Ia omega yang menarik walau sedikit eksentrik."

Rasanya Haru ingin segera berlari pada Shun.

Omg Shun, apa kau tahu kalau Hajime sebenarnya juga cukup tertarik padamu?

Kenapa selama dalam misi ini hubungan kalian begitu kacau?

Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?

Aku punya banyak saran yang kudapat dari hasil membaca buku perpustakaan akademi di bumi!

Haru ingin ber-facepalm.

Oh, dia telah melakukannya beberapa kali.

Hajime kemudian menumpu dagunya, "Haru."

"Ya?"

"Jika ini tentang sebuah hadiah kecil pada seorang omega, menurutmu benda apa yang bagus untuk diberikan?"

Cincin lamaran?

Kata-kata itu tidak keluar dari mulut Haru, ini tentu tentang kejadian waktu itu, 'kan?

"Hm... hadiah kecil, ya? Kau bisa memberikan aksesoris, bunga, yeah ... biasanya benda-benda seperti itu."

"Terdengar biasa-biasa sekali."

Haru menghela napas.

Apa yang bisa terdengar luar biasa bagi Hajime?

Memberikannya saran untuk memberikan rumah sebagai hadiah?

Membelikan mobil terbang model terbaru atau saham?

"Kau bisa memberikan apa saja pada Shun, bahkan jika kau hanya memberikannya selembar tisu, dia pasti senang."

"Aku tidak akan memberinya benda seperti itu ..."

XoXo-XoXo-XoXo

"Kita hanya memiliki hari ini untuk bersantai, mari menikmatinya dengan berjalan-jalan." Haru mengutarakan ide.

"Hee ... baru kali ini aku mendengar Haru mengeluarkan saran." Kai menatapnya dengan dahi berkerut.

"Yeah, karena baru kali pertama aku memiliki waktu libur saat berada di sini. Saat bekerja, aku tidak bisa memikirkan hal seperti ini, dan juga ... adikku minta oleh-oleh khas dari Mars."

"Ah ... ditagih oleh-oleh. Perasaan seperti itu, aku memahaminya." Kai mengangguk-angguk.

"Kalau begitu, kali ini aku bisa menunjukkan tempat-tempat menarik di kota." Shun berkomentar. "Aku cukup hapal tempat-tempat bagus di sini."

"Sekedar mengkonfirmasi, tempat menarik yang kamu maksud bukan arboretum 'kan? Karena aku perlu pergi ke tempat yang menjual oleh-oleh khas koloni Mars."

"Ehh~"

"Adikku akan ngambek kalau aku memberinya oleh-oleh herbarium."

"Adikku tidak pernah meminta oleh-oleh apapun padaku." Hajime mengingat Yuki.

"Yuki bukan tipe adik yang akan bersikap cute sih," Haru memahaminya. "Memang berbeda dengan Hina yang dari sudut manapun pastinya terlihat cute."

Shun menghela napas pelan disertai pout kecil, "Haruskah aku meminta ayah dan ibuku memberikan adik juga ..."

"Kau sudah legal untuk membuat anak sendiri, Shun." Kai bermaksud bercanda.

Tapi ia justru mengheningkan suasana.

XoXo-XoXo-XoXo

Mereka bertemu Aoi dan anggota lain di area perbelanjaan. Terlihat seperti rombongan orang-orang tampan berstatus idol populer di galaksi dengan mata penuh minat ketertarikan yang tertuju pada mereka. Beberapa tentu langsung mengenali Shun, dan para leader. Takaaki melambaikan tangan, diikuti Ouka di belakangnya, ia mengajukan diri menjadi pemandu para tamu tersebut. Bahkan Ouka sudah mereservasi tempat makan untuk tim.

"Pelayanan terbaik dari tuan rumah, eh?" Shun mengerling pada Takaaki. Semua anggota tim tampak menyenangi tur singkat ini.

Takaaki melipat tangannya, disertai anggukan, "Tentu saja. Kuharap perlakuan ini lebih baik dari sebelumnya?"

"Baru bersikap seperti ini sekarang? Harusnya dulu juga memperlakukanku seperti ini~" Shun mengucapkan dengan santai, namun fakta bahwa sebelumnya ia diperlakukan tidak cukup baik saat tinggal beberapa waktu di Mars berbekas baginya. Wakatsuki dan Matsuri yang membuatnya sanggup bertahan di tempat seperti ini.

Tidak terbayangkan jika seandainya ia bukan anggota kerajaan, tapi rakyat biasa. Ia mungkin sudah mengalami hal yang lebih mengerikan sebagai subjek penelitian.

"Selama ini telah membuat Shun-sama merasa tidak nyaman, saya selaku perwakilan dari Mars meminta maaf yang sebesar-besarnya."

Ia bertemu dengan Takaaki saat misi telah ditetapkan, sejujurnya pemuda ini memperlakukannya lebih baik dibanding para professor sebelumnya. Lalu juga Ouka, walau terkesan serius saat bekerja, ia cukup menyenangkan saat diajak berbicara waktu istirahat, setidaknya bagi Shun.

Ia mengerti semua perlakuan itu memang karena situasi memaksa mereka. Para engineer di tempat ini begitu serius dalam bekerja, hingga kehidupan mereka tampak monoton. Persaingan kerja dalam menciptakan teknologi dan inovasi sangat tinggi. Shun terbiasa hidup nyaman, santai dan tenang. Ia tidak bisa menyalahkan satu pihak saja. Hanya saja, pola hidupnya tidak begitu cocok dengan para Martian ini.

"Yaah, kita harus menikmati tur ini dengan hati riang." Shun lalu meraih lengan Ouka yang berjalan jauh di depan mereka seraya menjelaskan setiap hal tentang Mars yang dirasa penting. Sebagian merasa ini seperti studi tur.

"Ouka, tunjukkan tempat yang paling tinggi di sini. Aku ingin tahu." Shun tersenyum padanya. Meski pernah tinggal di sini, waktu itu ia bahkan tidak memiliki banyak waktu istirahat, apalagi untuk menikmati berjalan-jalan di kota buatan ini.

Ouka berdeham, segera menyiapkan banyak kata-kata untuk disampaikan pada Shun, "Oke, sebelumnya kau harus tahu bahwa tempat ini dibangun—"

XoXo-XoXo-XoXo

Maven, bangunan tertinggi buatan manusia di tanah tandus mars. Seperti menara pengawas yang mampu melihat ancaman dari manapun datang. Namun hanya ada hamparan tanah kosong luas, dan langit membentang tanpa batas. Tidak secantik bumi, tapi tetap berkesan untuk dipandang.

"Tentunya ada alasan tertentu bagi Shun-san untuk datang kemari?"

"Hmm ..." Shun mengiyakan. "Aku ingin mencoba sesuatu."

"Sudah kuduga." Yoru menghela napas. Ia tidak tahu apa rencana Shun, walau setidaknya tentu bukan hal yang membuat nyawa mereka terancam. "Boleh aku mengetahuinya?"

"Mencoba gelombang frekuensi lebih besar di tingkat berbeda."

Frekuensi yang biasanya ia gunakan dapat melacak ratu, namun juga mengundang para alien serangga lain, seperti magnet menarik besi. Membuat keberadaan dirinya diketahui dan terancam. Dengan asumsi bahwa Ratu tidak ada lagi disini, sementara sebagian besar Mars telah di jelajahi. Ia akan mencoba meningkatkan konsentrasinya untuk mencapai tingkat spiritual lebih tinggi dibanding Zerg biasa. Dengan begitu, Zerg biasa tingkat rendah tidak akan terpengaruh dengan gelombang yang dijangkaunya.

"Aku telah membuat alat yang bisa membantu agar area jangkauan lebih luas dan terkonsentrasi lebih stabil." Matsuri yang turut serta menunjukkan benda yang ada di tangannya. Seperti headphone, tapi Yoru dengan jelas mengetahui itu bukan alat untuk mendengarkan musik.

"Hm, cukup efisien."

"Terima kasih. Sebelumnya adalah versi 2.5 beta berbentuk helm. Aku mampu membuatnya lebih kecil." Matsuri mengangguk antusias. "Lalu mengenai pakaian penjelajah yang tidak fashionable, kami akan segera membuat versi lebih baik. Tunggu saja." Matsuri menatap Yoru dengan mata berbinar, sedikit tidak cocok dengan nada bicara yang cukup datar seperti AI.

"A—ah, aku mengerti ..."

You, kau sudah membuat pekerjaan para engineer ini menjadi lebih banyak!

Anak ini bahkan masih remaja di mata Yoru, hanya beberapa tahun lebih tua dibanding Akane, begitu muda untuk terlibat pekerjaan orang dewasa. Apa yang bisa dikata, situasi Mars berbeda cukup jauh dengan dua tempat lainnya.

"Matsuri-chan, jika ada makanan yang kau inginkan, aku akan membuatkannya untukmu." Yoru tersenyum padanya.

Matsuri menatapnya dalam diam sebelum berkata, "Robot pembawa makanan selalu menyiapkan makanan menyehatkan untuk kami, kok."

"O—oh, begitu ..."

Yoru menyahut disertai nada sedih.

Shun menyentuh bahu gadis itu pelan, menciptakan pertukaran pandang di antara mereka berdua. Mata Matsuri berkedip beberapa kali. Remaja itu kemudian menyentuh dagunya, "Tapi aku dengar kare buatan orang bumi rasanya enak sekali. Yoru-san bisa membuatnya?"

"Aku akan membuatkannya untukmu! Bagaimana dengan puding, apa kau suka?"

"Suka."

"Aku juga akan membuatkannya untukmu! Rasa apa yang kamu sukai?"

Aura yang hangat sekali. Bagaikan memberikan kesan perasaan sayang orang tua pada anaknya. Shun memperhatikan moment itu. Suatu hari nanti, jika dunia damai untuk waktu yang lama ... Bisakah ia menjadi seseorang yang hangat, penuh kasih sayang seperti Yoru?

Shun memakai alat yang dibuat Matsuri, pandangannya tertuju pada luasnya tanah tandus kemerahan. Tanpa banyak pergerakan, ia menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mencoba ke tingkat lebih sulit dikendalikan.

Ia percaya diri, karena ia bukan tipe orang yang akan gagal saat pertama mencoba. Semuanya sudah diperhitungkan dengan baik, maka hanya ada keberhasilan yang harus dicapai. Jika gagal, tentunya para Zerg level menengah ke bawah akan kembali menyerbu pangkalan ini. Bagaimana ia mempertanggungjawabkan hal seberbahaya itu?

Lebih fokus, konsentrasi, menyebar, menjangkau area lebih luas.

Ia melihat tanah luas yang tandus.

Langit tanpa warna.

Ngarai yang tinggi.

Bebatuan yang terjal.

Ia mencari sisa jejak sang ratu.

XoXo-XoXo-XoXo

"Hal yang perlu dikhawatirkan, di sekitar cekungan Borealis ada zerg tipe pengunyah, ordo Hymenoptera level A. Itu yang Shun-san katakan."

Hymenoptera, kebanyakan zerg tipe ini terdiri atas sejenis tawon dan lebah. Karena ukuran mereka besar dan gerak yang cepat. Mereka cukup sulit untuk dikalahkan.

Yoru menyampaikan hasil percobaan mereka pada Wakatsuki dan timnya tanpa Shun. Kemampuan yang digunakan saat itu meraih hasil mengejutkan, bisa menemukan keberadaan beberapa zerg level atas tanpa diketahui oleh antropoda yang berada di level bawah. Daya jangkau lebih luas juga dapat dicapai, namun alat versi 2.6 rusak setelah digunakan.

Matsuri harus membuat versi terbaru dalam waktu cepat.

"Aku membuatnya dengan bahan yang sangat kuat serta hati-hati ..."

Benda itu tidak lagi berfungsi karena alat pengukur error kelebihan muatan.

Matsuri menatap pemilik ribuan helai keperakan.

Begitu kuat.

Ia bisa saja merusak seluruh sinyal penghubung di pangkalan Mars dengan kemampuannya. Sanggup membuat Mars terancam tunduk pada pemerintahan Moon. Bahkan kekuatan spiritualnya masih bisa lebih besar dibanding tadi. Tapi tubuhnya jelas tidak akan bertahan lama jika tekanan yang digunakan terlalu besar. Karena ia manusia. Selain itu, ia berfisik omega.

Yoru harus meminta bantuan Kai untuk kembali ke kapal mereka, karena efek penggunaan kekuatan membuat Shun lelah. Kai menggendongnya di belakang punggung disertai teguran kenapa tidak mengajaknya sedari awal. Shun hanya menyahut dengan alasan; ia tidak sengaja menggunakan kekuatannya secara berlebihan. Sementara Haru yang turut serta karena sejak awal kebetulan bersama Kai hanya bisa menatap mereka berdua dalam diam.

Sesaat Haru menangkap ekspresi wajah Shun seakan menahan rasa sakit. Lalu tersembunyi dibalik punggung lebar itu. Tapi apa yang bisa ia katakan?

3 x 24 jam berlalu, waktu libur berakhir mereka kembali melakukan perjalanan keluar angkasa dengan tujuan kordinat baru. Shun tidak keluar sama sekali dari kamarnya. Membuahkan pertanyaan dari anggota lain, apakah efeknya begitu buruk. Yoru hanya bisa berkata kalau Shun beristirahat. Kecemasan dengan berbagai alasan melintasi pemikiran para perwira. Selain itu mereka akan pergi lebih jauh dari orbit Mars, menuju tempat yang menjadi kandidat persembunyian ratu.

Shun memejamkan matanya. Kadang terdengar suara yang kacau dan berdengung, membuat kepalanya terasa sakit.

Kadang seperti terasa dekat. Seperti ia bisa melihat dari mata sang ratu.

Tapi itu tempat yang jauh, tidak tahu ada di mana.

Di pertengahan bulan ke-2 ekspedisi kapal induk nomor 1.

Shun duduk di sofa sambil melambaikan tangan. Senyumnya selalu penuh makna.

"Halo, ingin menikmati teh bersamaku?"

Hajime jarang mengumbar senyum, tapi ia memperlihatkannya hari ini.

"Tuangkan untukku."

XoXo-XoXo-XoXo

[tbc]

XoXo-XoXo-XoXo

a/n: Waow, lama, ya. Sebenarnya tidak mengerti banyak bagaimana frekuensi berfungsi secara realistis. Seperti frekuensi wifi atau radio. Aku berusaha membuatnya dapat dipahami dengan imajinasi. Jadi yaa, mari kita berimajinasi, hehe.

Beberapa setting tempat juga terlupakan. ;_;

21/12/2021

-Kirea-