Fanfic Naruto X One Piece

Hello guys luoiskellner disini dan gw pendatang baru di fanfiction ini. Sebenarnya udah punya akun fanfic dari lama cuman akhirnya memutuskan untuk menulis cerita sendiri. Cerita yang bakal gw tulis ini rata-rata terinspirasi dari ceritanya Kevinchrisz-Senpai yang berjudul The Most Strongest Supernova.

Waktu baca cerita-cerita dari Kevinchrisz-Senpai, gw sebenarnya terpukau karena ia menulis cerita yang sedikit berbeda dari rata-rata fic One Piece x Naruto pada umumnya. Contohnya dia yang ambil sebuah plot dimana Naruto adalah anaknya Oden di The Most Strongest Supernova, Lalu dia menjadikan Sasuke sebagai karakter utama di cerita Demon Eyes Uchiha Sasuke, dan juga dia buat fic inggris yang ehm….. sebenarnya gw kurang ngerti karena bahasa inggris gw ga bagus-bagus amat ( wkwkwk ) tapi gw baca di cerita Rocks Legacy dan tokoh utamanya ini jahat dan cerita ini yang akan gw tulis ini mempunyai tema yang sama dengan Rocks Legacy.

Yang gw suka dari ceritanya Kevinchrisz senpai adalah dia menambahkan bumbu lime dan lemon untuk menghibur para pembaca.

Jadi, sebelum gw nulis cerita ini, gw mau bilang terima kasih kepada Kevinchrisz-Senpai karena dengan cerita-ceritanya telah menginspirasi author baru ini untuk menulis cerita pertamanya!

Disclaimer : I don't own anything.

WARNING : RATED M FOR MURDER, BRUTALITY, SUICIDE, HARD LEMON, AND SEXUAL CONTENT

THIS STORY IS 18+

-O-

VINI-VIDI-VICI

( I Came, I Saw, I Conquer )

CHAPTER 1 : MY NAME IS NAMIKAZE D NARUTO

Kebebasan,… adalah sebuah kata yang tentunya sangat diindamkan oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. Setiap manusia berpikir, berjuang, bertarung, dan bahkan berpetualang untuk mencari kebebasan mereka dan juga untuk mencari jati diri mereka sendiri. Tidak perduli seberbahaya apa ancaman yang ada di luar sana, mereka sudah membulatkan tekad mereka untuk pergi dari rumah mereka dan memulai sesuatu yang mereka sebut sebagai…. Petualangan.

Mereka membuat atau membeli sebuah kapal untuk berlayar dan dengan kapal tersebut, mereka mengelilingi dunia ini dan seiiring berjalannya waktu mereka tidak hanya menjadi seorang petualang, namun karena keserakahan mereka, mereka mendatangi setiap pulau dan menjarah penduduk setempat di pulau tersebut.

Mereka datang dengan terror dan tanpa rasa belas kasih, mereka merampas harta para penduduk setempat, melakukan pembunuhan, melakukan pembantaian, memperkosa para wanita, dan memperbudak para penduduk setempat demi kepuasaan hati mereka.

Sebuah perbuatan yang sangat kejam dan sangat tidak manusiawai namun, tidak bisa disangkal bahwa dalam dirinya, manusia memiliki sifat keji tersebut. Mereka mempunyai hasrat untuk berkuasa, mereka mempunyai rasa iri, dengki, dan benci, dan mereka pun mempunyai hasrat sexual yang harus mereka salurkan. Namun, ada orang-orang tertentu yang sangat serakah dan tidak bisa menahan semua hasrat mereka itu dan orang-orang memanggil mereka dengan sebuatan,

Bajak Laut.

Beberapa orang membenci bajak laut dan beberapa orang ingin menjadi bajak laut. Para pembenci bajak laut berpikir dan terus bertanya-tanya mengapa masih ada yang orang yang ingin menjadi manusia terhina seperti bajak laut, sedangkan bagi orang-orang yang ingin menjadi bajak laut mentertawakan pertanyaan tersebut karena menganggap orang-orang yang mengajukan pertanyaan seperti itu hanyalah orang-orang pecundang yang tidak mempunyai tujuan dan hanya berlindung di bawah raja mereka dan pemerintahan dunia.

Dengan adanya dua perbedaan pandangan ini, peperangan terjadi dan semakin lama semakin membesar. Para bajak laut terus bertumbuh dan terror yang mereka tebarkan semakin menakutkan. Sebaliknya, orang-orang yang sangat membenci bajak laut hanya bisa bergantung kepada angkatan laut dan mereka membayar pajak kepada pemerintah dunia, dan uang yang mereka bayarkan itu dipergunakan untuk keperluan angkatan laut agar mereka pun bertumbuh menjadi kuat dan dapat melenyapkan keberadaan bajak laut.

Salah satu pencapaian terbesar angkatan laut ialah ketika mereka berhasil menangkap sang Raja Bajak Laut, Gold Roger dan mengeksekusinya di publik. Bagi angkatan laut, mereka percaya bahwa dengan eksekusi sang raja bajak laut, maka akan menurunkan semangat dari bajak laut yang lain.

Namun, realita berbicara hal sebaliknya. Sebelum kematiannya, Gold Roger memberikan pidato kecilnya dan perkataanya itu malah membangkit semangat orang-orang untuk menjadi bajak laut dan pada akhirnya, kematian dari sang raja bajak laut malah membuat sebuah era yang dimanakan Dai Kaizoku-Jidai!

Jumlah bajak laut mengalami peningkatan yang sangat signifkan era bajak laut pun telah dimulai. Mereka semua pergi dengan semangat dari perkataan Gold Roger dan ingin menemukan sebuah harta karun paling besar yang pernah ada di dunia ini,

One Piece.

Semangat itu pun merasuki jiwa dari seorang anak muda yang bernama Namikaze D Naruto.

Seorang anak muda berusia 17 tahun, dengan rambut pirang panjang dan mata biru yang cerah, wajah yang tampan, dan tinggi badan sekitar 200 cm. Ia lahir di kota Louge Town di East Blue tanpa mengetahui siapa orang tuanya. Masa kecilnya ia habiskan dengan bertahan hidup, mencuri, bertarung, dan membunuh. Itu semua ia lakukan demi keberlangsungan hidupnya karena jika ia tidak melakukan semua itu, maka ialah yang akan mati.

Dengan penderitaan yang ia alami selama 17 tahun masa hidupnya, Naruto mengerti bahwa dunia ini tidak lebih dan tidak kurang hanyalah arena berdarah yang digunakan manusia untuk bertarung. Pemikirannya terus berkembang dan ia pun terus melatih kekuatannya. Ie mencuri setiap buku dari perpustakaan guna menambah wawasannya akan dunia ini dan ia pun mencuri buku-buku yang mengajarkan tentang ilmu bela diri.

Karena dari itu, tidak heran di usianya yang masih 17 tahun ini Naruto sudah menjadi pria yang kuat dan karena sudah cukup percaya diri dengan kemampuannya, Naruto memutuskan untuk pergi dari Louge Town dan memulai perjalannya sendiri, sebagai seorang bajak laut.

Ia kini berdiri di pelabuhan Louge Town dan melihat langit malam yang sangat cerah dengan bulan purnama yang besar dan itu membuatnya berpikir bahwa langit pun mendukungnya untuk pergi hari ini.

"Akhirnya! Aku akan pergi dari kota ini dan aku akan memulai petualanganku!" Gumam Naruto sambil tersenyum.

Ia lalu merapatkan kedua telapaktangannya dan memejamkan matanya. "MOKUTON : FUNE!"

Tanah yang dipijak Naruto bergetar dan dari tanah tersebut muncul rarusan balok kayu yang bergerak dan dengan sendirinya membentuk sebuah kapal yang cukup besar. Kapal tersebut memiliki kepala elang di depannya dan tiang layar yang sangat tinggi dan warna dari keseluruhan kapal itu adalah coklat, mengingat tidak ada material lain yang digunakan selain kayu.

Naruto tersenyum dan langsung memnaiki kapal tersebut. Ia membawa sebuah kain besar dan ia gunakan kain tersebut untuk menjadi layar dari kapal tersebut. Setelah memasangkan layar, angin pun berhembus kencang dan kapal Naruto pun perlahan mulai berlayar,

Dengan senyuman, Naruto pun pergi meninggalkan Louge Town dan hari ini, ia mulai perjalanannya sebagai seorang bajak laut.

-O-

6 Jam Kemudian

6 jam telah berlalu setelah Naruto meninggalkan Louge Town dan kini ia sedang berada di tengah lautan. Waktu menunjukan pukul 3 dini hari dan ia masih harus tetap terjaga karena saat ini ia sedang menuju Grandline.

Ia pun hanya berdiri di ujung kapal dan menikmati pemandangan laut yang indah Namun, Naruto tiba-tiba melihat adanya sebuah kapal besar yang sedang melaju berlawanan arah dengannya. Kapal tersebut sangat besar dan sepertinya itu adalah kapal dari bajak laut karena Naruto melihat adanya sebuah lambang tengkorak di layar kapal tersebut dengan 3 garis di mata seperti luka.

"Bajak laut? Apa yang mereka sedang lakukan di tempat seperti ini?" Gumam Naruto sambil terus melihat kapal tersebut.

Namun, Naruto tidak mengambil tindakan apapun dan membiarkan kapal tersebut mendekati kapalnya. Akhirnya, kapal Naruto dan kapal tersebut saling berpapasan dan Naruto melihat segerombolan orang yang sedang bernyanyi ria dan nampaknya mereka sedang berpesta.

Tidak berhenti sampai disitu, Naruto dikejutkan saat ia melihat ada seseorang yang melompat dari kapal tersebut dan mendarat di kapalnya.

Naruto pun langsung memasang kuda-kuda bertarung dan menatap pria tersebut dengan tajam. Seorang pria yang sedikit lebih pendek darinya namun Naruto yakin ia lebih tua daripadanya. Seorang pria dengan rambut merah dan 3 luka garis di matanya, mengenakan kemeja putih, jubah hitam, celana coklat bermotif bunga, dan sandal.

"Bajak laut kah? Jika kau pikir bisa merampok sesuatu dariku maka lupakan saja. Aku pun berniat merampokmu karena aku tidak memiliki apapun di kapal ini." Ucap Naruto.

Pria itu malah tersenyum dan berjalan mendekati Naruto. "Oh! Santai saja! Meskipun kami bajak laut, tapi kami tidak merampok dari orang yang miskin. Terutama nelayan sepertimu."

"Ne-Nelayan!?" Gumam Naruto yang nampaknya tersinggung.

"Hm. Kau nelayan kan?" Tanya Pria itu.

"SIAPA YANG KAU SEBUT NELAYAN DASAR RAMBUT TOMAT!" Naruto pun berteriak kepada pria itu.

"Hahahahahahaha! Jangan marah seperti itu! Jika kau memang bukan nelayan, maka kau tidak perlu tersinggung kan?" Ucap pria itu dengan ramah.

Naruto pun hanya memasang wajah kesal dan ia melipat tangannya di depan dadanya. "Siapa kau? Jika memang kau tidak berniat untuk merampok, kenapa kau langsung melompat ke kapalku seperti ini?"

"Namaku Shanks dan aku ingin mengajakmu untuk ikut berpesta bersama kami. Kami baru saja mengalahkan salah satu agen pemerintah dunia dan kami mendapatkan banyak uang dari mereka." Ucap Shanks sambil tersenyum.

Mata Naruto seketika membelalak saat ia mendengar Shanks memperkenalkan dirinya karena nama Shanks bukanlah nama yang asing di telinganya.

"Shanks!? Kau Akagami no Shanks!?" Teriak Naruto.

"Yo! Salam kenal anak muda!" Ucap Shanks sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Su-Sugoi! Aku tidak menyangka akan bertemu bajak laut hebat sepertimu disini! Tapi, apa yang sedang kau lakukan disini? Maksudku, bukankah aneh melihat bajak lautmu sekelas dan sehebat dirimu berada di East Blue?" Tanya Naruto.

"Banyak sekali pertanyaanmu. Tapi aku akan menjawab semua pertanyaanmu itu jika kau bersedia ikut berpesta bersama kami. Ayo! Ikut aku ke kapalku!" Shank tersenyum dan ia pun langsung kembali ke kapalnya.

Naruto yang penasaran pun akhirnya memilih untuk menuruti perkataan Shanks dan ia pun mengikuti Shanks ke kapalnya.

Sesampainya di kapal Shanks, Naruto dapat melihat pemandangan yang lebih jelas betapa cerianya seluruh kru Shanks dan ia pun merasakan energy positif yang besar di kapal ini. TIdak hanya itu, ia pun dapat melihat beberapa orang terkenal di kapal ini seperti Yassop dan Ben Beckman.

"Kau benar-benar Akagami no Shanks!" Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Nah, sekarang duduklah! Makanlah sesukamu dan nikmati pesta ini." Ucap Shank sambil tersenyum.

Naruto menganggukan kepalanya dan ia pun langsung mengambil beberapa daging dan sake yang berada di hadapannya dan langsung memakan dan meminumnya.

"Terima kasih kalau begitu!" Ucap Naruto sambil melahap daging.

"Ah! Makanlah sesukamu!" Shanks tersenyum.

"Aku jadi penasaran siapa musuh yang kau kalahkan sehingga mendapatkan rampasan sebanyak ini?" Tanya Naruto.

"Aku baru saja berhadapan dengan salah satu agen pemerintah dunia dan aku mengambil sesuatu yang cukup berharga bagi mereka. Aku mengambil sebuah buah ibils dan menghancurkan kapal mereka hahahaha!" Shanks tertawa.

"Buah iblis?" Tanya Naruto.

"Ah! Gomu-Gomu no Mi. Kenapa? Apa kau tertarik dengan buah iblis itu?" Shanks menyeringai.

"Eh? Tidak. Aku pun sudah memakan buah iblis jadi tidak ada gunanya aku mencuri buah iblis itu darimu." Naruto menjawab.

"Benarkah? Buah iblis apa memang yang kau makan?" Tanya Shanks yang penasaran.

"Mitologi Zoan. Biju-Biju no Mi : Model Juubi." Jawab Naruto sembari tersenyum.

Shanks pun terlihat kebingungan dan memiringkan kepalanya sedikit. "Hah? Buah macam apa itu? Aku baru dengar."

"Hufffft! Aku pun tidak tahu. Aku hanya memakannya karena orang-orang bilang buah itu bisa membuat manusia mendapatkan kekuatan super. Aku memakannya saat aku masih berusia 6 tahun." Ucap Naruto.

"Ehhh? Begitukah? Sepertinya masa lalu kecilmu kurang menyenangkan?" Tanya Shanks sambil tersenyum.

"Hn. Berlari terus dan selalu melihat kebelakang untuk memastikan orang yang mengejarmu telah menghilang merupakan kegiatan yang sangat melelalahkan." Naruto tersenyum.

Shanks pun membelasa senyuman itu dan ia kembali menuangkan sake ke gelas Naruto. "Tidak ada waktu untuk mengingat masa lalu. Sekarang waktunya untuk berpesta!"

"Terima kasih. Ngomong-ngomong, kenapa kau berada di East Blue?" Tanya Naruto.

"Kehidupan di Grandline membuatku sedikit merasa bosan dan aku ingin berlibur di tempat yang damai. Aku rasa, East Blue ada tempat yang tepat untuk berlibur." Ucap Shanks.

"Benarkah? Aku tidak menyangka bajak laut sepertimu adalah orang yang santai. Aku kira kau maniak dengan pertarungan." Ucap Naruto.

"Eh? Hahahahaha! Jangan bercanda, aku hanya bertarung jika memang harus bertarung. Bukankah lebih baik berdamai daripada harus berperang?" Tanya Shanks sambil tersenyum.

"Yaaaahh.. Aku tidak bisa menyangkal itu. Tapi, sepertinya angkatan laut sudah mulai memperhitungkanmu sebagai 4 bajak laut terkuat di dunia atau mereka menyebutnya dengan….. Youkai? Yonku? Yon..dai?" Tanya Naruto sambil mencoba mengingat-ingat istilah tersebut.

"Yonkou?" Tanya Shanks.

"AH! ITU DIA! YONKOU!" Teriak Naruto sambil tersenyum.

"Hahahahaha! Yah mungkin itu hanya julukan saja. Lagipula, menjadi kaisar lautan bukanlah hal yang aku inginkan, hanya saja mereka terus menyorotku dan membuatku seolah menjadi actor utama dalam drama yang mereka buat." Ucap Shanks.

"Aku tidak bisa menyalahkan mereka. Kau masih sangat muda dan kau mampu mengimbangi monster-monster seperti Big Mom, Shirohige, Taka no Me, dan para laksmana angkatan laut itu. Sudah pasti media akan terus menyorotmu. Kau adalah bajak laut rookie yang paling hebat saat ini." Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Benarkah? Hahahahah kau benar-benar pandai dalam memuji orang. Lalu bagaimana denganmu? Siapa namamu dan apa yang kau lakukan di tengah laut seperti ini?" Tanya Shanks.

"Namaku Namikaze D Naruto dan hari ini adalah hari pertamaku menjadi bajak laut. Aku akan pergi ke Grandline dan aku akan menjadi raja bajak laut serta menemukan One Piece!" Teriak Naruto.

Perkataan Naruto tersebut benar-benar membuat Shanks terkejut. Shanks bahkan sedikit membulatkan matanya dan ia terdiam sejenak saat mendengar jawaban Naruto dan melihat reaksi Shanks tersebut, Naruto kebingungan.

"K-Kau baik-baik saja? Apa aku mengatakan hal yang salah?" Tanya Naruto.

"Pfft! Buahahahahahahahahaha!" Shanks tertawa terbahak-bahak.

Tentu saja tawa Shanks itu membuat Naruto kesal karena ia mengira bahwa impiannya itu sedang di olok-olok oleh Shanks. "Kenapa kau tertawa dasar bodoh!? Apa salah jika aku ingin menjadi raja bajak laut!?"

"Hahahahaha! Tidak-tidak! Hanya saja aku tidak pernah mendengar perkataan itu lagi selama belasan tahun. Ngomong-ngomong, kau bilang namamu Namikaze D Naruto kan?" Tanya Shanks.

"Ah! Kenapa?" Tanya Naruto.

"Kalau begitu sampai bertemu lagi nanti di dunia baru. Aku menunggumu sampai kau menjadi bajak laut hebat dan bila kita bertemu lagi, kita akan membuktikan apakah kau layak untuk menjadi raja bajak laut atau tidak." Ucap Shanks sambil tersenyum.

"Shishishi! Baiklah kalau begitu. Aku pun akan menjadi bajak laut hebat dan mengumpulkan kruku sendiri! Setelah itu, aku akan menemukan One Piece dan menjadi raja bajak laut!" Ucap Naruto.

"Hahahaha! Kalau begitu berjuanglah! Aku hanya ingin memberitahu bahwa orang-orang di luar East Blue sangat menakutkan. Kau tidak akan bisa mengalahkan mereka dengan mudah." Ucap Shanks.

Naruto menganggukan kepalanya dan ia pun bangkit berdiri. "Aku tahu. Karena itu aku sudah menghabiskan masa kecilku dengan berlatih, belajar dan bertarung. Aku percaya dengan kemampuanku dan aku pasti akan menggapai semua impianku."

Shanks pun ikut berdiri dan ia pun menglurukan tangannya. "Kalau begitu, sampai jumpa lagi, Naruto."

Naruto mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Shanks. "Ah! Terima kasih atas makanannya, Shanks!"

Setelah itu, Naruto pun langsung melompat ke udara dan meninggalkan kapal Shanks. Sontak hal itu membuat seluruh anak buah Shanks mengarahkan padangan mereka kepada Naruto dan mereka melihat Naruto yang sudah kembali ke kapalnya dan kapal Naruto yang secara perlahan mulai bergerak dan meninggalkan mereka.

"Jadi, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Benn Beckman.

"Tidak banyak Seorang bocah dengan tekad D dan buah iblis yang sangat menyeramkan." Ucap Shanks sambil tersenyum.

"Buah iblis apa yang ia gunakan, Okashira?" Tanya Lucky Roux.

"Biju-Biju no Mi : Model Juubi." Ucap Shanks.

""BRUSSSSSSSSSSSSHHHH!""

Mendengar jawaban dari Shanks, Lucky Roux dan Yassop menyemburkan Sake yang ada di mulut dan bahkan Benn Beckman pun terkejut, meskipun tidak bereaksi berlebihan seperti kedua kawannya itu.

"D-Dia pengguna buah terkutuk itu!?" Teriak Yassop.

"P-Padahal aku berencana menjual Gomu-Gomu no Mi kepadanya. Tapi apa benar memakan buah itu!?" Teriak Lucky Roux.

"Seorang bocah penyandang nama D dan pengguna buah iblis terkuat. Apakah dia tahu seberbahaya apa kekuatan yang ia miliki?" Tanya Benn Beckman.

"Kurasa tidak. Aku berbohong padanya dan mengatakan padanya bahwa aku tidak tahu apapun mengenai buah iblisnya. Biarkan takdir yang menjawab. Tapi, aku mempunyai firasat buruk dengan bocah itu." Ucap Shanks dengan serius.

-O-

2 Jam Kemudian

Setelah pertemuannya dengan Shanks, Naruto kembali melanjutkan perjalannya dan kali ini ia sudah sampai di gerbang untuk menuju ke Grandline. Dihadapannya kali ini, ia melihat sebuah tembok raksasa berwarna merah dan ada sebuah gerbang kecil yang ia percaya merupakan jalur yang akan digunakan untuk melewati tembok tersebut.

Naruto memejamkan matanya dan ia mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu bahwa tidak banyak bajak laut yang bisa berhasil melewati jalur ini dan buruknya, rata-rata bajak laut gagal melewati gerbang ini dan mereka semua langsung meninggal.

Namun, tentunya Naruto tidak ingin mati ditempat seperti ini dan ia percaya kalau dia pasti bisa melewati gerbang tersebut.

"Aku pasti bisa. Yah… Aku akan melewatinya." Setelah mengatakan hal tersebut, Naruto pun menggerakan stir kapalnya dan membawa kapalnya menuju ke gerbang tersebut.

Memanfaatkan arus air laut yang sangat cepat, kapal Naruto bergerak sangat cepat menuju gerbang tersebut dan bahkan Naruto kesulitan mengendalikan kapalnya. Keadaan semakin buruk ketika angin berhembuh semakin kencang dan hujan turun semakin deras.

"Sial! Disaat seperti ini kenapa harus ada badai!?" Teriak Naruto.

Naruto terus menahan stir kapalnya agar pergerakan kapal tersebut stabil dan tidak keluar jalur. Beberapa menit berselang, akhirnya kapal Naruto sudah memasuki gerbang reverse mountain dan kapalnya mulai mendaki arus dari gerbang tersebut.

Naruto pun mengehela nafas panjang dan langsung terduduk, Ia tersenyum saat melihat kapalnya mulai mendaki arus dan sebentar lagi dia akan memasuki Grandline.

"Sebentar lagi! Sebentar lagi aku akan sampai ke Grandline!" Teriak Naruto.

Kapal Naruto pun terus mendaki mengikuti arus dan akhirnya, ia sampai di puncak dari gerbang tersebut dan membuat Naruto melebarkan matanya saat melihat pemandangan laut dari puncak tembok red line.

"Indahnya! Jadi, inikah Grandline!?" Ucap Naruto yang tersenyum lebar.

Meskipun hanya lautan biru yang ia lihat, namun persaannya sangat senang karena laut yang terbentang dihadapannya ini bukan sekedar laut melainkan sebuah lautan dimana orang-orang kuat berkumpul dan mengadu nasib mereka.

Lautan dimana para pria meninggalkan keluarga dan rumah mereka untuk mendapatkan kekayaan dan kejayaan dan lautan dimana para bajak laut kuat berkumpul. Naruto pun tidak bisa menghentikan senyuman diwajahnya sampai ia mengetahui bahwa kapalnya saat ini akan menuruni bukit tersebut dan jalur yang ia akan lalui sangatlah curam.

BRUSSSH!

Kapal Naruto bergerak dengan sangat cepat dan menukik kebawah hingga membuat Naruto terlempar. Untungnya, Naruto memegang erat tiang kapal agar dirinya tidak terlempar dari kapalnya.

"SIAAAAL! CURAM SEKALI!" Teriak Naruto yang mulai panik.

Sebenarnya, hal yang paling Naruto khawatirkan adalah jika ia terlempar dari kapalnya dan ia telempar ke laut. Naruto adalah pengguna buah iblis dan jika ia telempar ke laut, maka sudah dipastikan bahwa ia tidak akan selamat dan tenggelam sampai ke dasar laut.

BRUUSH!

Beberapa menit kemudian, kapal Naruto akhirnya sampai diperairan Grandline dan Naruto berhasil selamat dari curamnya gerbang reverse mountain.

Naruto pun langsung membaringkan dirinya di lantai kapal dan ia kembali tersenyum dengan lebar. Ia melihat langit diatasnya dan terlihat langit pun sudah mulai sedikit terang dan itu artinya pagi akan segera tiba.

"Hah…hah…hah… Benar-benar menyusahkan… Tapi, aku berhasil melewatinya." Ucap Naruto dengan nafas yang tersenggal-senggal.

Namun, ia merasakan tubuhnya luar biasa lelah dan matanya pun sangat berat. Wajar saja karena hari ini ia belum tidur sama sekali dan menghabiskan sepanjang malam untuk berlayar. Perlahan, mata Naruto mulai tertutup dan ia pun larut dalam tidurnya.

-O-

Naruto mulai terbangun dari tidurnya dan dengan perlahan ia membuka matanya. Saat ia membuak matanya, ia menutupi matanya dengan tangannya karena sinar matahari yang sangat terang membuat matanya sedikit sakit. Namun, Naruto dapat menyimpulkan bahwa ini sudah siang hari dan ia pun merasakan terik dari panas matahari yang sangat menyengat.

Naruto pun membelakan matanya saat ia sadar bahwa kapalnya tidak bergerak sama sekali dan ia pun langsung bangkit berdiri dan memastikan apa yang sebenarnya tejadi. Saat ia berdiri, Naruto melihat bahwa kapalnya terdampar di sebuah pantai. Nampaknya, saat ia tertidur, kapalnya ini terus begerak hingga sampai di pulau ini.

Naruto pun melihat kesekitarnya dan ia melihat bahwa pulau ini sepertinya bukanlah pulau yang dihuni oleh manusia karena Naruto hanya melihat pepohonan tinggi dan tanaman-tanaman liar.

"Pulau terpencil kah?" Gumam Naruto.

Karena rasa penasarannya, Naruto memutuskan untuk meninggalkan kapalnya sebentar dan mencoba untuk berkeliling di pulau ini. Naruto berpikir bahwa ia mungkin bisa mendapatkan bahan makanan di pulau ini atau beberapa hewan liar yang bisa ia buru.

Naruto pun akhirnya turun dari kapalnya dan berjalan memasuki hutan tersebut. Saat memasuki hutan tersebut, Naruto tidak sedikit pun menurunkan kewaspadaanya karena bisa saja ada sebuah suku terpencil yang hidup di pulau ini dan mungkin saja mereka sedang mengawasinya dari kejauhan.

SREK! SREK!

Dan benar saja. Baru saja Naruto berpikir seperti itu, ia mendengar suara aneh disekitarnya dan suara tersebut seperti suara langkah dari seseorang.

Namun, Naruto tetap berjalan dengan santai dan tidak menunjukan reaksi yang mencurigakan dan ia berpura-pura untuk tidak tahu dan menunggu apa yang akan orang tersebut lakukan selanjutnya.

SREK! SREK!

Suara tersebut semakin terdengar jelas sehingga membuat Naruto terus menggerakan kedua bola matanya dan berusaha mencari sumber suara tersebut.

Brush!

"HIYAAAAAA!"

BUAGH!"

Seketika, dari semak-semak, muncul seseorang dan orang itu langsung melompat kearah Naruto dan langsung menendanganya. Namun, Naruto menyilangkan kedua lengannya di depan wajahnya menahan tendangan orang tersebut.

"Heh! Akhirnya kau keluar juga!" Ucap Naruto sambil menyeringai.

Orang tersebut pun membelalakan matanya dan dengan cepat ia melompat kebelakang dan menjaga jarak dari Naruto.

Naruto lalu mengarahkan pandangannya kepada orang tersebut dan betapa terkejutnya saat ia tahu bahwa orang tersebut adalah wanita. Seorang wanita yang bisa dibilang memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjang, payudara yang sangat besar namun, wajah dan seluruh tubuhnya benar-benar kotor. Wanita tersebut hanya menggunakan beberapa daun besar untuk menutupi area dadanya dan bagian vitalnya.

"Aku tidak berniat untuk menyakitimu. Aku terdampar di pulau ini dan aku hanya ingin berburu saja." Ucap Naruto.

Namun, Naruto sedikit tidak nyaman dengan pandangan yang wanita itu berikan kepadannya. Wanita itu menatap Naruto dengan penuh amarah dan kebencian dan juga terlihat tubuh wanita itu bergetar dan ia menggertakan giginya dengan sangat keras layaknya seperti seseorang yang benar-benar kesal.

'Ada apa dengan wanita ini?' Ucap Naruto dalam hatinya dan ia pun bertanya-tanya apa yang membuat wanita itu begitu marah.

Naruto mencoba untuk berjalan mendekatinya namun, dengan cepat wanita itu mengambil batu yang berada disekitarnya dan melemparkannya kepada Naruto.

"JANGAN MENDEKAT!" Teriak wanita itu dengan sangat keras.

Naruto pun kembali berjalan mundur kembali. "Te-tenanglah! Aku kan sudah bilang tidak akan menyakitimu! Jika kau memang membenciku, maka aku akan pergi dari sini secepatnya tapi setidaknya biarkan aku mencari bahan makanan terlebih dahulu!"

Wanita tersebut nampaknya masih tidak percaya kepada Naruto dan ia mengarahkan kedua tangannya kepada Naruto.

"MERO-MERO ; MELLOW!"

Dari kedua tangan wanita tersebut muncul sebuah gelombang sonar berwarna pink dan gelombang itu diarahkan kepada Naruto.

Sesaat Naruto terkena gelombang itu, seketika seluruh tubuh Naruto pun berubah menjadi batu. Melihat Naruto yang sudah menjadi batu, nampaknya wanita itu sedikit merasa lega dan ia pun berjalan mendekati Naruto.

"Semua pria sama saja. Pikiran mereka hanya dipenuhi oleh nafsu dan mereka layak untuk mati." Ucap Wanita tersebut.

BUAAAGH!

Wanita tersebut menendang tubuh Naruto yang sudah menjadi batu dan membuat tubuh Naruto hancur berkeping-keping.

"Sepertinya kau sangat membenci pria."

Wanita tersebut membelalakan matanya saat merasakan adanya sensai dingin di lehernya dan ia melihat bahwa ada sebuah pisau yang sudah menyentuh lehernya. Ia pun melirik kebelakang dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Naruto yang ada dibelakangnya.

"K-Kau? Bagaimana bisa…" Gumam wanita itu yang masih terkejut.

Naruto pun tidak menjawab pertanyaan wanita tersebut dan ia langsung menjatuhkan wanita itu ke tanah dan menindihi wanita tersebut.

"LEPASKAN AKU! LEPASKAN AKU DASAR BAJINGAN!" Teriak wanita tersebut yang terus memberontak.

"Jika kau tidak diam maka aku akan membunuhmu." Ucap Naruto dengan sangat dingin.

Perkataan Naruto tersebut pun membuat wanita itu sedikit ketakutan dan ia tidak punya pilihan lain selain menuruti perkataan Naruto.

Naruto pun sedikit menghela nafas saat ia melihat wanita itu sudah diam dan akhirnya ia bisa membuka percakapan dengan wanita tersebut. Namun, mata Naruto sedikit terganggu dengan sebuah tanda yang berada di punggung wanita tersebut. Merasa penasaran, Naruto sedikit menggeser rambut dari wanita tersebut dan ia membelalakan matanya.

Ia melihat sebuah lambang di punggung wanita tersebut. Sebuah lambang yang ia tahu percis dan sebuah lambang yang mungkin menjadi mimpi buruk bagi setiap orang.

"K-Kau! Kau budak dari Tenryuubito!"

TBC

Halo guys and welcome to my story!

Seperti yang udah disebutkan di atas bahwa ini fic pertama gw dan mohon maaf jika ceritanya agak sedikit membosankan :v

Untuk sekedar info aja kalo cerita ini mengambil waktu 11 tahun sebelum cannon dimulai dan itu artinya usia Luffy di sini masih 6 tahun sedangkan Naruto sudah 17 tahun.

Artinya, Shanks belum bertemu Luffy, Luffy belum bertemu Ace, Luffy belum makan buah gomu-gomu dan Shanks pun belum jadi Yonkou.

Nah, cerita ini juga nantinya akan mengandung unsur-unsur yang sangat dewasa jadi, bagi para pembaca yang memang tidak menyukai adegan-adegan dewasa bisa langsung skip aja ke scene selanjutnya.

Oke, sekian dulu dan terima kasih! Hope you enjoy this story!