Fanfic Naruto X One Piece

Disclaimer : I don't own anything.

WARNING : RATED M FOR MURDER, BRUTALITY, SUICIDE, HARD LEMON, AND SEXUAL CONTENT

THIS STORY IS 18+

-O-

VINI-VIDI-VICI

( I Came, I Saw, I Conquer )

CHAPTER 7 : I'm not Strong Enough

"GARP-SAN! KUZAN-SAN! Lapor! Kapal yang sedang pergi menjauhi kita diduga sebagai kapal milik dari Namikaze D Naruto! Salah satu prajurit sedang mengamati kapal tersebut dan ia melihat 2 orang yang terlihat seperti Namikaze D Naruto dan si Bulan Sabit Kokushibou!"

Mendengar hal tersebut, pria berambut afro yang adalah Kuzan atau admiral Aokiji pria tua yang adalah Garp sedikit terkejut. Namun, Garp terlihat langsung menyeringai.

"Hoo! Bocah yang mengalahkan Borsalino kah?" Ucap Garp sambil menyeringai.

"Merepotkan. Kenapa mereka harus muncul saat jam tidur?" Tanya Kuzan.

"L-Lalu apa yang harus kita lakukan, Garp-San, Kuzan-San?" Tanya seorang prajurit angkatan laut tersebut.

Garp sedikit memjiat lehernya dan meregangkan jari-jarinya dan ia menyeringai. "KEJAR KAPAL ITU DAN JANGAN BIARKAN MEREKA LOLOS!"

"OOUUUUHHHH!"

"Oi, bukankah ini hari liburmu?" Tanya Aokiji kepada Garp.

"Persetan dengan itu! Buahahahah! Saat melihat bajak laut dihadapanku, jiwaku seakan langsung terpanggil untuk membasmi mereka!" Ucap Garp sambil menyeringai.

"Huh? Aku tidak ingin terlibat dengan pertarungan ini. Bocah itu bisa mengalahkan Borsalino dan aku tidak mau terluka di hari liburku." Ucap Aokiji.

"Memang siapa yang meminta bantuanmu amatir? Kau bisa duduk manis disini sambil melihatku menghabis bocah itu. Buahahahaha!" Ucap Garp sambil tertawa.

SRING!

Setelah mengatakan hal tersebut, Garp pun langsung melompar dari kapalnya dan bergerak menuju kapal Naruto. Seluruh angkatan laut yang melihat tingkah laku Garp pun hanya berkeringat jatuh dan mereka tidak pernah mengerti kenapa Garp sangat membenci bajak laut.

"A-Aokiji-San, apa yang sebaiknya kita lakukan?" Tanya salah satu prajurit tersebut.

Aokiji pun langsung berdiri dan melepas jubah keadilannya. "Benar-benar merepotkan. Meskipun aku yakin Garp-San akan menang tapi, entah kenapa aku mempunyai firasat buruk. Kalau begitu, tetap ikuti kapal itu dan tunggu instruksiku. Apapun yang terjadi jangan remehkan musuh kita saat ini. Dia cukup kuat untuk membunuh kita semua."

"LAKSANAKAN!" Teriak seluruh prajurit angkatan laut tersebut.

-0-

(Kapal Naruto)

Disisi lain, Naruto dan Kokushibou pun sedang sibuk mencari cara untuk kabur dari situasi ini. Naruto sendiri pun tahu bahwa kondisi saat ini sangat tidak menguntungkan baginya dan apapun yang terjadi dia harus menghindari pertarungan.

Monkey D Garp, seorang prajurit angkatan laut yang namanya sudah pasti dikenal diseluruh dunia dan meskipun Naruto belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, Naruto bisa memastikan bahwa level Garp pasti ada di atasnya dan hanya orang bodoh yang mau bertarung satu lawan satu dengan Garp.

"Oy, Kokushibou! Apa yang kau lihat!? Apa mereka masih mengejar kita!?" Teriak Naruto.

Dengan menggunakan enam matanya, Kokushibou terus melihat ke belakang dan terus mengamati pergerakan dari kapal angkatan laut tersebut. Namun, ia terkejut saat melihat ada seseorang yang melayang di udara dan datang menghampiri mereka.

"NARUTO! DIA DATANG!" Teriak Kokushibou.

"HAH!? SIAPA YANG DAT-" Naruto menghentikan perkataannya saat ia melihat seorang pria tua yang sedang terbang dan menyeringai kepadanya. "S-Sial! Bagaimana bisa dia bergerak secepat itu!?"

"OOOOOOYY! NAMIKAZE D NARUTO! AKU DATANG UNTUK MENGAKHIRI KARIRMU DAN MENJEMPUT AJALMU!" Teriak Garp.

Mendengar perkataan Garp Naruto pun semakin panic dan ia langsung membanting stir kapal ke ke kiri guna menjauhkan dirinya dari Garp.

"Naruto! Tidak ada pilihan lain! Kita harus bertarung dengannya!" Teriak Kokusibou.

"Jangan bodoh! Aku pengguna buah iblis dan jika bertarung di lautan seperti ini, aku yang akan mati! Di tambah lagi, aku harus bertarung dengan manusia paling kuat di angkatan laut! Lebih baik kau amati sekitar dan cari daratan terdekat! Gunakan 6 mata mu itu dengan baik dasar iblis sialan!" Teriak Naruto kepada Kokushibou.

Kokushibou pun hanya mengerenyitkan dahinya mendengar teriakan dari Naruto. Ia lalu kembali mengarahkan pandangannya kepada Garp yang semakin lama semakin mendekati kapal mereka. Kokushibou pun terlihat mulai menarik dan mengatur nafasnya dengan teratur. Tangan kanannya bergerak dengan perlahan dan mencabut pedangnya dari sarungnya.

"Tsuki No Kokyu, Ichi no Kata : Yamidzuki-Yoi No Miya!"

Kokushibou mengeluarkan teknik pernapasannya dan menebas Garp dengan tekniknya. Terlihat tebasan hitam tajam yang berbentuk bulan sabit menyerang Garp sehingga membuat Garp menyelingkan kedua tangannya untuk melindungi dirinya.

"Hehehehe! Tidak buruk, samurai! Pantas saja Borsalino cukup kerepotanmu melawanmu!" Ucap Garp sambil menyeringai.

Garp lalu menggerakan lengannya keatas dan melempar tebasan hitam Kokushibou itu ke langit. Ia pun bersiap untuk menyerang Kokushibou namun perhatianya sedikit teralihkan ketika melihat Naruto yang berlari dan berdiri di ujung kapal.

"Mokujoheki!"

Seketika muncul beberapa batang kayu yang berbentuk melengkung dari kapal Naruto dan batang-batang kayu tersebut membentuk sebuah kubah dan menutup seluruh bagian kapal dari Naruto sehingga Garp tidak dapat melihat keberadaan mereka lagi. Ditambah lagi, kubah kayu tersebut perlahan berubah warna menjadi hitam.

"Bocah pintar. Menggunakan haki untuk melapisi kubah pelindung yang ia buat." Gumam Garp.

Disisi lain, Naruto dan Kokushibou sedikit bisa menarik nafas lega karena mereka aman dari Garp untuk sementara waktu ini. Namun, mereka harus berpikir cepat karena cepat atau lambat, kubah kayu ini pasti akan dihancurkan oleh Garp.

"Apa rencanamu?" Tanya Kokushibou.

"Tidak ada rencana spesifik. Kita tidak menyangka akan bertemu dengan Garp disini dan pilihan yang kita punya adalah bertarung atau kabur. Namun masalahnya tidak mudah kabur dari Garp dan tidak mudah bertarung dengan Garp, intinya kita sedang terpojok." Ucap Naruto.

Brak!

Seketika, pintu kapal terbuka dengan keras dan terlihat Robin yang terbangun dari tidurnya karena mendengar suara dentuman keras berulang kali. "Apa kita diserang!?"

"Kemarilah, cepat!" Titah Naruto kepada Robin.

Robin menganggukan kepalanya dan ia pun berlari kearah Naruto. Mereka bertiga kini duduk berdekatan dan mulai menyusun rencana mereka.

"Dengar, kita akan tinggalkan kapal ini. Kalian berdua carilah daratan atau pulau terdekat dan bersembunyilah disana." Ucap Naruto.

"Bagaimana denganmu!?" Tanya Robin yang khawatir.

"Jangan khawatir, aku bukan orang ambisius yang bodoh yang mempunyai tekad untuk melawan Garp. Aku akan mencoba melawannya semampuku dan jika aku sudah mencapai batasku, aku sudah punya rencana untuk kabur." Ucap Naruto.

"Baiklah kalau begitu, aku akan percaya padamu." Ucap Kokushibou.

"Kokushibou, apapun yang terjadi jangan sampai angkatan laut itu menangkapmu, terutama Robin. Lindungi Robin apapun yang terjadi dan jika memang harus, bunuhlah semua musuhmu." Ucap Naruto.

"Hn." Kokushibou menganggukan kepalanya.

Boom! Booom!

Crack!

Booom!

Kubah kayu buatan Naruto terus digempur oleh Garp dan hasilnya kubah itu hancur dan Garp pun menginjakan kakinya di dek kapal Naruto.

"Buahahaha! Menyerahlah bajak laut! Tidak ada jalan kabur untukmu!" Ucap Garp sambil menyeringai.

Naruto pun ikut menyeringai dan berjalan mendekati Garp. "Jadi, kau bisa menghancurkan kubah kayu ku huh? Tidak buruk untuk seorang pria tua!"

"Jangan bercanda bocah! Tinjuku ini bahkan bisa membelah gunung dan menghancurkan pulau, jika kau berpikir kayu-kayu seperti itu akan menghambatku maka kau bodoh!" Ucap Garp.

Naruto berhenti menyeringai dan sedikit melirik ke Kokushibou dan Robin. Kokushibou pun menganggukan kepalanya dan Naruto pun tersenyum.

"Kalau begitu sayang sekali, aku tidak ingin bertarung denganmu, Garp!" Ucap Naruto.

"Mode Ningendou : Kuchiyose!"

Naruto mengeluarkan sebuah binatang yang menyerupai burung yang sangat besar. Naruto, Kokushibou, dan Robin pun segera menaiki burung tersebut dan burung itu pun mengepakan sayap besarnya sehingga menimbulkan angin yang cukup besar dan membawa terbang mereka bertiga.

"Selamat tinggal Pak Tua! Ambil kapalku sebagai kenang-kenangan!" Ucap Naruto sambil melambaikan tangannya kepada Garp.

Timbul perempatan di dahi Garp dan nampaknya ia mulai kesal dengan Naruto. "Bocah yang menyebalkan!"

Garp pun menoleh kebelakang dan melihat kapal angkatan laut sudah mendekatinya dan ia mengangkat tangannya dan memberi kode kepada para anak buahnya.

"OIII! BERI AKU MERIAM!" Teriak Garp.

"BAIK GARP-SAN!"

Para angkatan laut tersebut pun mengumpulkan beberapa bola meriam dan mereka melemparkannya kepada Garp. Garp menerima bola meriam itu dengan mudah dan bersiap untuk melemparkannya kepada Naruto.

"Genkotsu Meteor!"

Garp melemparkan sebuah bola meriam kearah burung yang ditunggangi Naruto dan kawan-kawan sehingga membuat Naruto terkejut karena kecepatan bola meriam tersebut yang sangat luar biasa.

SRENG!

Namun, Kokushibou dengan sigap mengeluarkan pedangnya dan membelah bola meriam itu dan menyebabkan bola meriam itu meledak di atas mereka.

"Gi-Gila! Lemaparannya jauh lebih kuat daripada meriam!" Gumam Naruto.

"Naruto! Aku melihat pulau di depan!" Teriak Robin tiba-tiba.

"Baguslah! Kalian berdua, pergilah ke pulau itu dan aku akan menahannya disini!" Ucap Naruto.

"Genkotsu Meteor!"

BOOM!

Garp kembali melemparkan bola meriam kepada mereka namun mereka dapat menghindarinya dengan mudah. Naruto lalu mengarahkan telapak tangannya kearah Garp dan terlihat beberap ranting pohon muncul dari telapak tangannya.

"Mokuton : Sashiki!"

Dari telapak tangan Naruto muncul ratusan ranting yang bergerak kearah Garp dan menghujani Garp. Disisi lain, Garp hanya menyilangkan kedua tangannya dan mengaktifkan bushosoku hakinya guna melindungi dirinya dari serangan Naruto.

"Ice Age!"

Seketika, udara pun menjadi sangat dingin dan Naruto semakin terkejut ketika melihat lautan yang berubah menjadi es.

"OI KUZAN! Apa yang kau lakukan!? Kau bilang kau tidak akan ikut campur!?" Teriak Garp.

"Lanjutkan saja pertarunganmu Garp-San! Targetku adalah Nico Robin." Ucap Aokiji.

Mendengar hal itu, Naruto pun menyipitkan matanya dan mengarahkan pandangannya kepada Robin. Naruto membelalakan matanya saat melihat Robin yang berkeringat dingin dan seluruh tubuhnya gemetar.

"Oi! Kau kenapa!?" Teriak Naruto.

"A-A-A-Aokiji….." Gumam Robin yang ketakutan.

"Sepertinya kalian mempunyai masa lalu yang tidak mengenakan! Kokushibou, aku serahkan Robin dan Admiral es itu padamu!" Ucap Naruto.

"Baik." Ucap Kokushibou.

Naruto mengarahkan pandanganya kembali ke Garp dan ia pun langsung melompar dari burung yang ia tunggangi. Ia bergerak kea rah Garp dan sambil mengayunkan tinjunya, berusaha untuk menyerang Garp.

Kabooom!

Akhirnya, Naruto dan Garp saling beradu tinju dan membuat sebuah gelombang kejut yang cukup besar, cukup besar membuat air kapal disekitarnya retak.

"K-Kuso! Kuat sekali kau pak tua!" Gumam Naruto yang mencoba menahan kekuatan Garp.

"Hehehe! Kau masih terlalu muda untuk mengalahkanku bocah!" Teriak Garp.

Buagh!

Garp mendorong tinjunya lebih kuat lagi sehingga membuat tangan Naruto kesakitan dan membuat Naruto terpelanting kebelakang. Naruto menabarak tiang kapal dan membuat tiang kapal tersebut rubuh.

"ORAAAAA!"

Naruto membelakakan matanya saat melihat Garp yang sudah melompat dan berada di atasnya dan sudah bersiap untuk meninjunya. Naruto pun segera menghindar karena ia tahu jika ia terkena pukulan itu akan berakibat fatal.

"Cih! Sabarlah sedikit!" Teriak Naruto.

"Buahahaha! Kau lamban bocah!" Ucap Garp sambil menyeringai.

Naruto pun sedikit menarik nafas dalam untuk menenangkan dirinya. 'Dia mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Sekali pukulan darinya bisa membuat 10 tulangku patah. Apapun yang terjadi, aku tidak bisa terkena serangan darinya, lagipula jika aku berhasil mengalahkan salah satu admiral, seharusnya aku bisa memberikannya perlawanan. Aku tahu Garp dan admiral memiliki perbedaan level tapi perbedaan itu tidak mungkin terlalu jauh.' Gumam Naruto dalam hatinya.

"OI BOCAH! Apa yang kau tunggu hah!? Jika kau tidak menyerang, maka aku yang menyerang!" Ucap Garp.

Naruto perlahan bangkit berdiri dan memasang kuda-kuda bertarungnya. Tatapannya sangat fokus dan matanya pun berubah menjadi warna ungu. Hal tersebut tentunya menarik perhatian Garp karena untuk pertama kalinya ia berhadapan dengan musuh yang mempunyai kekuatan mengubah matanya.

"Matamu cukup unik bocah, apa kau pengguna buah iblis?" Tanya Garp.

"Ah. Entah buah iblis apa yang aku makan tapi aku yakin buah iblisku sangat kuat." Ucap Naruto.

"Hehehehe, kau salah. Tidak perduli sekuat apa buah iblismu, jika haki mu lemah maka hasilnya akan sama saja. Akan aku tunjukan padamu!" Ucap Garp.

Garp langsung melesat kearah Naruto dan mencoba meninju Naruto. Tinju tersebut berhasil ditahan oleh Naruto namun Naruto meringis kesakitan karena tinju Garp yang sangat kuat sekali. Naruto pun mencoba menggunakan kakinya untuk menendang Garp namun Naruto kembali membelalakan matanya karena tendangannya sama sekali tidak berefek.

"Cih! Keras sekali!" Gumam Naruto.

Buagh!

Garp langsung meninju Naruto dengan keras di bagian perutnya dan membuat Naruto memuntahkan darah yang cukup banyak dan terpental cukup jauh.

Beruntung, lautan ini sudah dibekukan oleh Aokiji sehingga Naruto tidak tenggelam ke dasar laut. Naruto masih meringis kesakitan dan memegangi bagian perutnya. Ia mendongakan wajahnya dan melihat Garp yang berjalan mendekatinya.

Naruto lalu mengalihkan pandangannya ke kiri dan melihat para angkatan laut yang dipimpin oleh Aokiji sedang bergerak dan sepertinya mereka sedang mengejar Robin dan Kokushibou.

'Sialnya nasibku! Aku baru berlayar dan sudah bertemu monster-monster seperti ini!' Gumam Naruto dalam hatinya.

"OI! Bocah! Kau menyerah? Jika iya maka ikutlah denganku dan ajak dua kawanmu itu!" Ucap Garp.

Naruto perlahan bangkit berdiri dan menatap Garp dengan sangat tajam. 'Aku tidak bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku disini. Dataran es yang kuinjak ini sewaktu-waktu bisa mencair dan jika aku menggunakan Mokuton maka dataran es akan hancur dan aku akan tenggelam. Praktis aku hanya bisa menggunakan sebagian kekuatanku dan sebisa mungkin tidak menimbulkan efek hancur yang berlebihan. Cih! Aku benci bertarungan seperti ini ditambah lagi lawanku kali ini tidak bisa diremehkan!'

"OI! Kenapa kau diam saja? Apa pukulanku terlalu keras sehingga membuatmu bisu? Buahahaha!" Ucap Garp sambil tertawa.

"Diam kau pak tua. Kau beruntung karena kita berada di tengah lautan es seperti ini. Jika kita berada di daratan, habislah kau." Ucap Naruto dengan dingin.

"Buahahaha! Orang yang terpojok selalu membuat alasan. Tapi, sudahi basa-basimu dan mari kita selesaikan ini. Anak-anak nakal itu sudah menunggu kedatanganku dan aku tidak sabar bertemu dengan mereka." Ucap Garp.

Wusssh!

Lagi-lagi, Garp langsung berlari dengan kencang dan melesat kearah Naruto. Namun, kali ini Naruto terlihat siap dengan serangan yang akan datang dan membuka telapak tangannya dan ia arahkan kepada Garp.

"Shinra Tensei!"

Garp membelalakan matanya saat merasa ada sebuah gelombang kejut yang cukup dahsyat dan membuatnya terpental cukup jauh. Namun, Garp tidak terjatuh dan mendarat dengan sempurna.

"Apa itu tadi huh?" Gumam Garp yang masih kebingungan.

Sring!

Garp sedikit terkejut ketika melihat Naruto yang sudah berada di belakangnya dan bersiap untuk menyerangnya. Namun, Garp berhasil menghindari serangan Naruto dan mencoba membalas dengan meninju Naruto. Tapi, serangan Garp tersebut pun berhasil dihindari Naruto dan Naruto menyentuh bagian dada Garp dengan telapak tangannya.

"Shinra Tensei!"

Serangan Naruto kini berhasil mengenai Garp dan membuat Garp sedikit meringis kesakitan dan kembali terpental cukup jauh.

"Shurado!"

Tidak berhenti sampai disitu, Naruto kembali menyerang Garp dengan jurusnya dan kini terlihat pergelangan tangan Naruto yang terbuka dan mengeluarkan beberapa rudal dan rudal-rudal itu bergerak mengejar Garp.

Garp membelalakan matanya dan mencoba menghindari rudal-rudal itu namun, ternyata rudal-rudal itu terus mengejarnya kemanapun ia pergi dan mau tidak mau ia harus menghancurkan rudal-rudal tersebut.

Selagi disibukan dengan rudal-rudal itu, Naruto mengambil kesempatan ini untuk menyerang Garp. Ia berlari mendekati Garp dan terlihat ia sudah memegang sebuah batang kayu yang tajam dan siap untuk membunuh Garp.

Sring!

"Mati kau, pahlawan angkatan laut!" Naruto tiba-tiba muncul di belakang Garp dan ia siap untuk menusuk Garp.

Sret! Sret!

Akhirnya, Naruto berhasil menusukan batang kayu itu ketubuh Garp dan batang kayu tersebut tumbuh bercabang di dalam tubuh Garp sehingga membuat Garp terlihat parah.

"Hah….hah….hah…. bagaimana huh? Apa kau masih bisa tertawa sekarang?" Tanya Naruto.

Namun, Naruto terkejut bukan main ketika melihat Garp yang masih sanggup bergerak dan mengayunkan lengannya untuk meninju Naruto. Namun, Naruto segera melompat kebelakang guna menghindari tinju Garp tersebut.

"Buahahaha! Kau pikir serangan seperti ini bisa membunuhku hah? Memang terasa sakit namun tidak cukup untuk mengalahkanku!" Ucap Garp sambil menyeringai.

Siung!

BUAGH!

Setelah mengatakan hal tersebut, Garp kembali bergerak cepat dan langsung meninju Naruto. Naruto pun kembali memuntahkan darah yang cukup banyak dan ia kembali terpental. Namun, Garp tidak berhenti disitu, ia terus mengejar Naruto dan meninju Naruto berulang kali dan sama sekali tidak memberikan Naruto kesempatan untuk menyerang.

Disisi lain, Naruto hanya bisa menyilangkan kedua tangannya dan menerima serangan Garp yang bertubi-tubi sambil berharap mempunyai kesempatan untuk menyerang balik.

"Shinra-"

"Heh! Tidak akan kubiarkan kau melakuannya lagi!" Ucap Garp yang memegang tangan Naruto dan menghentikan Naruto sebelum berhasil menyerangnya.

Garp lalu mengepalkan tinjunya dengan sangat keras dan terlihat petir hitam disekitar tinjunya dan sebagian lengannya pun berubah warna menjadi hitam.

BUAAAAAAAAGH!

Dengan menggunakan Haoshoku Haki dan Bushosoku Haki, Garp memukul wajah Naruto dengan sangat keras sehingga membuat tulang wajah dan rahang Naruto retak dan Naruto pun terhempas kebawah dan menabrak dataran es.

Melihat Naruto yang terkapar, Garp pun tersenyum dan ia mendarat disebelah Naruto. Melihat wajah Naruto yang setengah hancur dan tubuhnya yang berlumuran darah, Garp sedikit tidak tega karena meskipun seorang bajak laut, Naruto hanyalah anak muda yang baru saja memulai karirnya.

"Ghhhhhh, bocah malang. Takdir kurang berpihak padamu. Jika saja kau tidak bertemu denganku maka aku yakin kau akan terus berkembang." Gumam Garp.

Garp pun lalu mencoba untuk mengambil tubuh Naruto dan berusaha untuk membawanya ke kapal angkatan laut, namun sesaat sebelum ia menyentuh Naruto, Garp terkejut ketika melihat mata Naruto yang tiba-tiba terbuka lebar dan bersinar terang.

Kaboooom!

Sebuah ledakan besar terjadi dan Garp pun ikut terhempas oleh ledakan tersebut.

"Cih! Ternayat dia masih sanggup bergerak!" Ucap Garp.

Disisi lain, Naruto pun langsung bangkit berdiri dan ia memegangi wajahnya yang patah sambil meringis kesakitan. "Jika aku tidak memakan buah iblis, aku pasti mati. Ah, pasti mati. 100% mati dan tidak ada harapan untuk hidup."

"OI BOCAH! Kau masih bisa bergerak!? Aku kira kau sudah mati huh!?" Teriak Garp kepada Naruto.

"Ah! Aku beruntung buah iblisku menyelamatkanku!" Ucap Naruto sambil tersenyum.

Garp pun memperhatikan Naruto dan terlihat luka-lukanya yang bergenerasi secara perlahan. "Dia mempunyai kekuatan yang unik."

Disisi lain, Naruto menarik nafas dalam dan kembali memasang kuda-kuda bertarungnya. Tatapannya ia arahkan kepada Garp dan tatapannya tersebut sangat fokus.

Angin pun berhembus lebih kencang dari biasanya dan langit malam pun seolah semakin gelap. Hal ini membuat Garp sedikit kebingungan namun ia langsung waspada karena ia curiga bahwa ini adalah kekuatan Naruto.

Garp pun mengarahkan pandangannya kepada Naruto dan melihat tubuh Naruto yang perlahan mulai berubah. Rambut panjang kuning Naruto berubah warna menjadi putih dan kulit Naruto pun berubah warna menjadi putih. Lalu muncul sebuah bola-bola hitam yang melayang di belakang punggung Naruto dan muncul sebuah tongkat hitam di sebelah Naruto.

"Hoooo, jadi kau berubah huh?" Tanya Garp sambil tersenyum.

"Ah, untuk pertama kalinya aku menggunakan mode ini dalam pertarungan dan aku tidak tahu berapa lama aku bisa berada dalam mode ini dan aku pun tidak tahu apa efek sampingnya. Tapi, satu hal yang pasti adalah, aku jauh lebih kuat dalam mode ini." Ucap Naruto.

"Benarkah? Kalau begitu tunjukan padaku seberapa kuat dirimu!" Ucap Garp.

Garp kembali berlari dan mendekati Naruto. Ia mencoba kembali untuk memukul Naruto dengan tinjunya namun, bola-bola hitam yang berada di punggung Naruto menyatu dan membuat sebuah kubah kecil untuk melindungi Naruto.

Garp tidak perduli dengan hal itu dan ia pikir bahwa kubah tersebut tidak cukup kuat untuk melindungi Naruto dari tinjunya.

Booom!

Garp pun meninju kubah hitam tersebut namun, ternyata kubah hitam itu berhasil meredam pukulannya dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun.

"Hehehehe! Sepertinya kau belajar banyak dari pertarungan kita hari ini! Tapi, masih-" Garp menghentikan perkataannya karena ia merasa ada sesuatu yang aneh.

Garp membelalakan matanya saat melihat kulit tangannya yang perlahan melepuh saat menyentuh bola hitam tersebut. Dengan sigap Garp langsung melepaskan tangannya dari kubah hitam itu dan melompat kebelakang untuk menjaga jarak.

'Ta-tanganku melepuh? Bukan, jika melepuh maka aku akan merasakan panas. Tanganku berubah menjadi debu. Benda hitam itu sepertinya bisa merubah manusia menjadi debu.' Gumam Garp dalam hatinya.

Kubah hitam tersebut pun terbuka dan menampakan Naruto yang sedang tersenyum. "Hehehehe, kali ini aku yang tertawa! Kau terkenal dengan tinjumu yang sangat keras sampai kau dijuluki si tinju tulang, tapi apa jadinya jika kau tidak mempunyai tangan huh?"

"Dasar bocah sialan! Kali ini aku tahu kenapa Borsalino bisa kalah darimu. Tapi ini bagus! Sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti ini semenjak Roger mati! Majulah, Namikaze D Naruto!" Ucap Garp yang bersemangat.

'Kuso! Kuso! Bukannya gentar dia malah merasa tertantang! Ibarat bermain game, aku langsung dihadapakan dengan raja terakhir dan lagi, aku masih belum punya pengalaman bertarung! Aku tidak tahu kapan aku bisa bertahan di mode ini dan jika mode ini berakhir, maka tamatlah riwayatku!' Gumam Naruto dalam hatinya.

"Saaa! Ikuzo-"

Pereperepereperep!

Sesaat sebelum Garp menyerang Naruto, tiba-tiba den-den mushinya berdering dan memaksanya untuk berhenti sejenak.

"Cih! Siapa yang menelepon tengah malam seperti ini!" Ucap Garp sambil mengambil denden mushinya dari sakunya.

Gotcha!

"Siapapun kau, aku tidak punya waktu bicara denganmu! Apa kau tidak lihat aku sedang bertarung hah!?" Teriak Garp.

"Sengoku." Ucap Sengoku dari den-den mushi.

"A-A-Ahahahahaha! Oh Sengoku kah? TUTUP MULUTMU! Aku sedang bertarung dengan Namikaze sekarang!" Teriak Garp.

"Karena itu aku menelepon. Hentikan pertarunganmu dengan Namikaze. Dia sekutu kita dan tarik semua pasukanmu. Jika tidak, aku akan membuat laporan bahwa aku bolos di hari kerjamu." Sengoku.

"HAAAAAHHH!? Jangan bercanda dasar sialan! Sejak kapan ada bajak laut yang menjadi sekutu kita!?" Teriak Garp.

"TUTUP MULUTMU DAN LAKSANAKAN SAJA PERINTAHKU! Bukankah tujuanmu sekarang pergi ke East Blue untuk mengunjungi cucu-cucu mu!?" Teriak Sengoku yang marah.

"Grrrrr! Baik! Baik! Kau masih berhutang penjelasan padaku, Sengoku!" Teriak Garp.

"Cepat selesaikan urusanmu di East Blue. Ada beberapa hal yang perlu aku diskusikan denganmu Garp. Dan katakan pada Namikaze aku menyetujui tawarannya untuk merekrut Boa Hancock sebagai Shicibukai." Ucap Sengoku.

Gotcha!

Setelah mengatakan hal tersebut, Sengoku pun menutup denden mushinya dan meninggalkan Naruto dan Garp yang nampak kebingungan.

"Boa Hancock?" Tanya Garp.

"Shicibukai?" Tanya Naruto.

Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan menaikan kedua bahu mereka menandakan bahwa mereka tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sengoku. Namun, Garp langsung memasukan kembali denden mushinya kedalam sakunya dan menatap tajam Naruto.

"Bocah, kau beruntung kali ini. Aku tidak tahu persetujuan apa yang telah kau buat dengan Sengoku tapi, jika aku bertemu lagi denganmu, maka aku akan menghabisimu." Ucap Garp.

"Kau salah pak tua. Hari dimana kita bertemu lagi adalah hari dimana kau terakhir kali melihat dunia ini." Ucap Naruto.

"Buahahahaha! Anak burung sepertimu berbicara layaknya seekor elang yang sudah terbang melintasi ratusan langit. Kau mungkin bisa menang melawan juniorku tapi, levelmu masih jauh dibawah aku ataupun Sengoku. Jangan terlalu percaya diri, anak muda. Tetaplah putus asa dan ratapi nasibmu sebagai bajak laut." Ucap Garp.

Setelah mengatakan hal tersebut, Garp berjalan meninggalkan Naruto dan menyusul rekan-rekannya yang sepertinya masih mengejar Kokushibou dan Nico Robin, atau mereka kini sudah ada di kapal dan menunggu kedatangan Garp karena mereka sudah mendapatkan panggilan dari Sengoku lebih awal.

Melihat kepergian Garp, Naruto menghembuskan nafas panjang dan ia pun tertuduk. Ia mengelap keringat diwajahnya dan akhirnya ia bisa bersantai karena pertarungannya dengan Garp sudah berakhir.

"Uaaaaaaahhhhhh! Tadi itu benar-benar menegangkan! Aku pun tidak menyangka diriku bisa menahan monster sepertinya! Hahahahaha!" Ucap Naruto sambil tertawa.

Naruto lalu mengeluarkan sebuah kertas kecil yang dimana kertas tersebut adalah vivre card dari Kokushibou dan nampaknya kertas tersebut baik-baik saja dan menandakan bahwa Kokushibou pun baik-baik saja.

"Aku harus cepat menyusul mereka!" Ucap Naruto.

"Kuchiyose!"

Naruto kembali mengeluarkan seekor burung besar dan ia menaiki burung tersebut untuk menyusul kedua rekannya.

-0-

( Kapal Angkatan Laut )

Garp, Aokiji dan para angkatan laut sudah kembali ke kapal mereka dan kini mereka sedang menuju ke East Blue. Tidak ada korban jiwa dalam pertarungan ini namun bisa dilihat dari raut wajah Garp dan Aokiji, bahwa mereka tidak baik-baik saja.

"Garp-San, bagaimana pertarunganmu? Maksudku, Namikaze. Apakah dia benar-benar kuat?" Tanya Aokiji.

"Ah. Meskipun aku masih bisa menang melawannya, tapi jika bocah itu terus dibiarkan maka ia akan menjadi ancaman besar nantinya." Ucap Garp dengan serius.

Garp pun melirik kearah Aokiji yang sedang membalut lengannya dengan perban dan terlihat ada sebuah luka tebasan di lengannya.

"Sepertinya si iblis itu sedikit membuatmu kerepotan huh?" Tanya Garp sambil tersenyum mengejek.

"Benar-benar merepotkan. Dia bahkan tidak membiarkanku berbicara dengan Nico Robin." Gumam Aokiji.

"Ah, wanita itu kah? Aku rasa, kali ini dia mendapatkan perlindungan yang tepat. Namikaze dan Kokushibou cukup kuat untuk membunuh orang-orang yang mengincar wanita itu." Ucap Garp.

"Wanita itu menghabiskan hidupnya untuk mencari tempat perlindungan dan mengkhianati rekanya untuk bertahan hidup. Tapi, rekannya karena ini berbeda dan aku yakin, bahkan Nico Robin tidak tahu betapa berbahaya situasinya sekarang." Ucap Aokiji.

"Buahahahaha! Lupakan tentang itu. Bocah pirang itu sepertinya tipikal orang yang sangat menghormati pertemanan dan aku yakin dia tidak akan mengkhianati Nico Robin. Ngomong-ngomong, berikan aku perbanmu. Aku harus menutup beberapa luka ditubuhku." Uca Garp.

Aokiji pun melemparkan satu gulung perban kepada Garp dan Garp pun mulai menutup luka-lukanya dengan perban tersebut.

"Aku penasaran apa yang sedang mereka lakukan?" Gumam Garp.

"Apa lagi? Mereka masih bocah dan aku yakin mereka hanya berburu capung dan membuat repot pengasuhnya." Ucap Aokiji.

"Buahahaha! Ace memang sulit di atur tapi dia adalah anak yang baik. Sedangan Luffy adalah bocah nakal yang bodoh. Sudah saatnya untuk mengenalkan mereka berdua satu sama lain dan aku akan melatih mereka menjadi angkatan laut yang tangguh!" Ucap Garp sambil tersenyum.

"Membuat anak dari raja bajak laut dan anak dari pimpinan pasukan revolusioner menjadi angkatan laut huh?" Ucap Aokiji.

"Menarik bukan? Buhahahahahahaha!" Ucap Garp sambil tertawa.

"Haaaaaahh, terserahlah." Ucap Aokiji yang setelah itu kembali membaringkan tubuhnya di dek kapal dan melanjutkan tidurnya.

( Pulau Kecil )

Naruto dengan menunggangi burungnya akhirnya sampai di pulau kecil dimana kedua rekannya berada. Beberapa menit mencari, akhirnya ia menemukan Kokushibou dan Robin yang sedang duduk di bawah sebuah pohon.

Naruto tersenyum dan ia langsung melompat ke bawah untuk menyapa mereka berdua.

Boooom!

"KEJUTAAAAAAAAANNNN!" Teriak Naruto dihadapan mereka berdua.

Robin sedikit terkejut melihat kedatangan Naruto sedangkan Kokushibou hanya menatap Naruto dengan sangat datar.

"Kau selamat?" Tanya Kokushibou.

"Oi, tidak bisakah kau menyambut kedatangan kaptenmu? Maksudku, melompatlah dan menarilah sedikit." Ucap Naruto.

"Aku bukan anak kecil." Ucap Kokushibou.

Naruto tersenyum melihat reaksi wakil kaptennya itu dan kini ia mengarahkan kepada Robin yang masih menatapnya dengan heran dan tidak percaya.

"Oi, kau melihat hantu? Dimana?" Tanya Naruto kepada Robin.

"Ka-Kau menang?" Tanya Robin.

"Ehh? Jangan bodoh. Dia hampir saja meremukan wajahku dengan tinjunya tapi kau tahu? Aku bisa bertahan bertarung dengannya! Aku pun tidak percaya aku bisa melakukannya dan aku rasa sekarang aku bisa menjadi raja bajak laut! Hahahahahaha!" Ucap Naruto sambil tertawa.

Melihat Naruto yang tertawa, tanpa disadari Robin ikut tersenyum dan ia merasa bahagia untuk pertama kalinya setelah insiden Ohara. Meskipun Naruto adalah orang kejam dan bengis, namun Naruto tetap melindunginya dan bahkan ia bertarung dengan Garp dan menyuruh Kokushibou melindunginya meskipun lawannya adalah Aokiji.

"Fufufufufu, aku percaya kau bisa menjadi raja bajak laut." Ucap Robin sambil tersenyum.

"Ah! Itu dia! Aku membutuhkan itu! Aku butuh orang yang mendukungku dan mengatakan bahwa aku bisa menjadi raja bajak laut! Terima kasih, Robin!" Ucap Naruto yang langsung memeluk Robin.

Robin pun hanya tersenyum dan membalas pelukan Naruto. "Aku yang seharusnya berterima kasih, kapten."

"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Kokushibou.

"Geeezzzz! Menganggu saja." Ucap Naruto yang menggerutu dan ia langsung melepaskan pelukannya dari Robin. "Tapi benar juga, kita sekarang terdampar di pulau ini dan kapal kita sudah rusak total."

"Kita bisa bermalam dulu disini dan menunngu sampai pagi. Lagipula, ini adalah pulau yang tidak berpenghuni dan kita tidak perlu khawatir akan ancaman." Ucap Robin.

"Yaaahhh, kau benar. Tapi, sejujurnya aku tidak terlalu nyaman berada di pulau ini. Aku ingin cepat-cepat berlayar dan sampai di pulau selanjutnya." Ucap Naruto.

Naruto lalu bangkit berdiri dan ia berjalan menuju pantai yang tidak jauh dari lokasinya sebelumnya.

"Mokuton : Fune!"

Naruto kembali membuat kapal yang dengan kekuatannya namun, kapal yang kali ini ia buat lebih kecil dari sebelumnya.

"Tada! Kita sudah punya kapal baru sekarang! Saatnya berlayar!" Ucap Naruto.

Kokushibou pun langsung bangkit berdiri dan ia pun berjalan ke kapal yang baru saja di buat oleh Naruto. Robin pun mengikuti Kokushibou dan langsung naik ke kapal Naruto.

"Kalau begitu, kita bisa berlayar sekarang." Ucap Kokushibou.

"Ouhhh! Kalau begitu, ayo berlayar!" Teriak Naruto.

To be continued!

Hallo guys I'm back with another chapter!

Untuk chapter kali ini terlihat ada pertarungan antara Garp dan Naruto dan hanya mengingatkan bahwa cerita ini di ambil 10 tahun sebelum Cannon jadi usia Garp dicerita ini sekitar 66 atau 68 tahun yang dimana dia masih fit untuk bertarung.

Dan untuk usia karakter lainnya :

Naruto : 17 tahun

Robin : 17 tahun

Kokushibou : 20 tahun

Aokiji : 36 tahun

Oke sekian yang bisa author sampaikan, see you next chapter dan terima kasih untuk para readers dan reviewers!