Chapter 1 : Buruk sekali.

Kematian adalah saat-saat paling menakutkan dalam kehidupan seseorang, hal itu juga yang tengah kualami sekarang, dengan tubuh gemuk ku ini mengambang ditengah sungai, sungguh apa yang kulakukan sampai aku bisa menjadi seperti ini? Mari kita ulang.

Nama ku adalah Uzumaki Naruto, seorang pahlawan perang dunia ninja keempat dan sekaligus Hokage ketujuh dari desa Konoha, aku sudah bekerja sangat keras sebagai seorang Hokage bahkan dalam menekan jumlah penyerangan ke desa setelah perang dunia ninja keempat selesai, itu benar-benar bukan tugas yang mudah.

Aku memiliki seorang istri yang benar-benar manis, dia Bernama Hyuga Hinata, seseorang yang senyumannya seperti matahari dan memiliki rambut berwarna serupa dengan langit malam, benar-benar indah, membayangkannya merupakan perpaduan antara siang dan malam, kehangatan siang hari dan keanggunan malam hari terpancar ketika melihat rupanya.

Dikaruniai dua orang anak yang kuberi nama Boruto dan juga Himawari, meski agak bandel Boruto merupakan ninja yang cerdas seperti ibunya dan kuat seperti aku ayahnya, begitu pula Himawari mewarisi sifat lembut ibunya dan juga memiliki sifat ceria milikku, menghabiskan waktu dengan mereka berdua merupakan hal yang menyenangkan, namun itu sangat jarang terjadi karena tugas sebagai Hokage benar-benar menumpuk.

Selain itu aku mengangkat seorang putra, Bernama Kawaki, dia adalah Ninja yang hebat dia dan Boruto mirip seperti ku dan Sasuke, mereka Rival namun mereka adalah sahabat dan juga saudara.

Kematian ku sebagai Shinobi terjadi ketika aku menggunakan semua Chakra ku dalam satu gempuran besar dari Otsusuki sehingga kematian ku pun tak terelakkan, kehancuran desa terjadi, para Otsusuki menduduki desa sampai situlah yang ku tahu.

Setelah kematian aku kira aku akan langsung berada di surga menemui ibu dan ayah ku yang sudah lebih dulu berada di keabadian itu, namun rupanya pikiran ku salah, mmm dibilang salah juga tidak, aku melihat ibu dan ayah ku tersenyum dan terlihat begitu besar.

Tunggu kenapa mereka terlihat sangat besar, aku mencoba menggapai wajah mereka dan satu hal yang ku ketahui ketika aku melihat tangan ku yang mungil, ya mungil, aku telah dihidupkan kembali, dan kembali menjadi anak yang baru lahir, kali ini tidak sendirian melainkan bersama dengan keluarga ku.

Waktu semakin berlalu dan ku semakin menyadari dunia ini adalah dunia yang berbeda, di dunia ini aku sama sekali tidak bisa menggunakan Chakra, aku benar-benar bukan lagi seorang Shinobi melainkan hanyalah rakyat biasa disini.

Selain itu disini cukup banyak yang aku kenal sedikit bertentangan dari yang ku tahu, dimana Ero-sannin atau Jiraiiya merupakan anak sekolahan yang sepantaran dengan ku, kemudian ada Tsunade-Baa-chan ah atau lebih tepatnya ku sebut Tsunade-chan karena dia disini masilah anak taman kanak-kanak.

Kemudian melihat Shikamaru yang sudah menjadi tua, atau Sakura yang ternyata laki-laki, dan juga Kurenai-sensei yang menjadi kakek-kakek.

Ini cukup menyenangkan namun semua kesenangan itu sedikit terusik setelah aku melihat Hinata, istri ku di masa lalu, kini menjadi Artis papan atas dan sudah menikah dengan maniak Anjing AKA Kiba, ia terlihat cantik dengan menggendong satu orang anak laki-laki.

Benar-benar menyakitkan, tidak sampai disitu, lambat laun aku menjadi dewasa kembali, ayah dan ibu ku telah tiada dan seluruh harta yang mereka wariskan untukku habis dikarenakan karyawan-karyawan ayah, sampai pada akhirnya aku menjadi seorang Hikikomori.

Pria gemuk berusia 27 tahun yang tidak bekerja, yang kegiatannya hanya sekedar bermain game online dan menjual beberapa item dari gamenya untuk terus menyambung hidup, dengan kata lain seorang sampah masyarakat.

Aku memang yang terburuk, jika aku yang dulu akan maju paling depan untuk berperang jika ada seseorang yang terluka maka sekarang aku adalah yang paling belakang bahkan yang paling penakut.

Dengan tidak adanya kekuatan ku, dengan diriku yang merupakan seorang NEET apa yang bisa aku lakukan?

Yang bisa kulakukan hanyalah bermain game online seharian, menonton anime seharian dan berkhayal seharian seperti seorang sampah di masyarakat.

"stok ramen cup ku habis."

Dengan ogah-ogahan ku langkahkan kaki ku keluar menuju supermarket untuk sekedar membeli ramen cup dan beberapa makanan ringan, serta mengisi cash pada game online yang ku mainkan.

Langit benar-benar terasa panas, kaki ku melangkah lunglai dan dapat kurasakan keringat mengalir dari dahi ku, aah aku benar-benar tidak suka ini, aku lebih suka diam dirumah dan menonton anime.

Sesampainya aku di supermarket aku dapat mendengar suara sambutan dari karyawan disana, haah tempat ini cukup menyenangkan setidaknya ada AC disini sehingga aku tidak kepanasan.

"dia menyelingkuhi ku."

"begitu yah, yang sabar laki-laki itu memang banyak yang seperti itu."

Aku dapat melihat di monitor super besar di supermarket ini sebuah acara yang membahas tentang kehidupan Artis, mereka sedang membahas kehidupan Hinata bersama Kiba, dimana Kiba ketahuan selingkuh.

Ya masa bodohlah dengan semua itu, mereka sudah tidak ada lagi hubungannya dengan ku, yang harus aku lakukan adalah mengambil cup ramen, mengambil makanan ringan, dan jangan lupa Cola ditambah mengisi cash game ku, kehidupan ku sudah sempurna.

"Totalnya menjadi 15.000 Yen."

Dengan mengambil kartu ATM milik ku aku membayar semua yang sudah kuambil dan segera menuju kerumah lagi.

"Haaah jika saja stock ramen cup ku tidak habis aku tidak bakal mau pergi kesini." Ujar ku mengeluh.

Lampu lalulintas menunjukkan kalau pejalan kaki belum boleh berjalan, karena itu aku berdiri di trotoar.

Namun aku melihat seorang anak perempuan sedang mengejar balon yang lepas, aku awalnya ingin membiarkannya, namun seseorang yang menaiki mobil mewah kira-kira jenis Porsche itu melaju dengan kencang.

Entah kenapa tubuh ku bergerak, ini ini tidak benar kenapa aku bergerak, tubuh ku bergerak mendorong anak perempuan itu hingga akhirnya tubuh ku lah yang terpental karena tabrakan dengan mobil Porsche yang memiliki kecepatan tinggi.

Aku dapat merasakan tubuh ku terbang sampai ke sungai, apakah aku akan mati? Dapat aku rasakan air sungai, sensasi tenggelam pun dapat kurasakan, sampai akhirnya aku kehilangan kesadaran.

….

"Uwaaa." Aku terkejut dan terbangun, yang pertama kulihat adalah atap putih dengan bau obat yang benar-benar menyengat, dapat aku simpulkan ini dirumah sakit, haah pada akhirnya aku tidak mati.

"kamu sudah sadar yah, tunggu akan kupanggil dokter." Seorang perawat yang baru saja menaruh buah-buahan di samping tempat tidur ku, langsung keluar dari sini untuk memanggil seorang dokter, namun dapat kulihat dia terlihat jijik dengan ku.

Ya tentu, siapa yang tidak jijik melihat pria berusia 27 tahun dengan rambut kuning acak-acakan ditambah janggut dan kumis selain itu gemuk dan berpakaian track suit SMA? Tentu itu adalah kombinasi NEET dan siapa yang tidak jijik melihat NEET, aku sudah terbiasa dengan tatapan itu.

"ah apa kau sudah bangun?" aku dapat mendengar sebuah suara, aku memalingkan wajah ku untuk mencari darimana asal suara itu berasal, dan aku tidak menemukannya sama sekali.

Jangan-jangan hantu? Tunggu-tunggu tidak mungkin hantu itu ada, lagian jika ada seharusnya dia tidak ada di siang hari bukan? Mungkin itu hanya perasaan ku aku yakin itu.

"Oi jangan mengabaikan ku?!" suara itu makin keras, makin merindinglah aku, ada suara namun tidak ada wujudnya, jangan-jangan hantu?!

"KYAAAAAAA."

Aku berteriak sekencang-kencangnya, ada hantu diruangan ini, ini ruangan yang buruk aku tidak mau berada disini.

"ada apa Uzumaki-san?" dapat kudengar dokter datang langsung menenangkan ku.

"disini ada hantu." Ujar ku dengan nada takut-takut.

"tenang saja disini tidak ada hantu." Ujar dokter itu kepada ku.

"tapi tadi ada suaranya." Ujar ku lagi.

"mungkin kamu terlalu kelelahan, sudah-sudah istirahatlah dulu, biar aku cek keadaan mu." Ujar dokter itu menenangkan ku, aku berbaring kembali.

Dapat kulihat perawat itu berbisik-bisik satu sama lain, aku yakin mereka sedang membicarakan aku, seorang pria tua yang takut kepada hantu, aah itu benar-benar akan menjadi topik gossip dirumah sakit ini, aku yakin itu.

"baik tubuh mu cukup baik, pemulihan mu benar-benar cepat lebih cepat dibanding orang lain, seharusnya besok kamu bisa pulang." Ujar dokter itu, haah semoga saja benar, aku tidak mau berada lama dirumah sakit menyeramkan ini, bisa-bisa aku tidak bisa tidur lagi.

Dokter dan perawat sudah keluar, keadaan menjadi hening kedamaian berada ditempat ini sekali lagi, mungkin itu benar-benar halusinasi ku saja.

Namun di sore hari benar-benar seperti mimpi, sosok raksasa muncul di kota ini, ayolah ini bukan film tokusatsu dan sejenisnya kenapa bisa ada raksasa disini?

Raksasa itu seperti burung namun memiliki dua kantung pada mulutnya, benar-benar buruk rupa, aku harus menyelamatkan diri ku, aku bisa mati jika ia kesini.

"oi." Suara itu kembali muncul, perasaan ku tiba-tiba tidak enak dan aku merasa merinding.

"Fokus kepada tangan kanan mu!" perintah suara itu, dalam kejadian seperti ini mana bisa seseorang fokus, seharusnya aku fokus melarikan diri dari sini.

"cepatlah atau aku akan gentayangi kamu!" perintah suara itu benar-benar mengerikan, mau tidak mau aku fokus pada tangan kanan ku.

Dan kulihat sebuah brace ada pada tangan ku, terlihat Brace itu memiliki dua slot kartu.

"ini?" aku benar-benar bingung melihat brace yang udah tau-tau nempel ditangan ku, kejadian sihir macam apa ini?

Namun tidak sampai disitu, tubuhku bercahaya dan mengeluarkan sebuah kartu dari dalamnya.

"ini?" aku bingung kenapa ada kartu duel disini, ditambah lagi ini kartu tokusatsu, benar-benar memalukan, apakah ini semua khayalan ku? Tolonglah aku tidak mau menjadi Chuuni tokusatsu.

"masukkan kartu itu kedalam slot!" aku pun menuruti perintahnya, aku tidak mau ia gentayangan terus menghantui ku.

*Load Start*

*ULTRAMAN TAIGA*

"tekan Trigger pada tengah-tengah slot!"

Aku mematuhi perkataan suara itu dan menekan trigger yang berada ditengah Slot, tiba-tiba seluruh tubuh ku bercahaya dan dalam sekejap aku berada diruangan aneh yang berwarna-warni dengan sebuah tampilan layar dimana ada seorang raksasa cahaya yang akan bertarung dengan monster.

"ini dimana?"

"ya ampun, cobalah berolahraga gendut! Masa aku baru muncul sudah kehabisan tenaga!" suara itu terdengar sangat keras, kini aku tahu, aku berada didalam tubuh ultraman, hoo jadi begini perasaan menjadi Host Ultraman, ini mirip seperti naik mobil dimana kita sekarang menjadi penumpang dan Ultraman yang bertarung didepan.

Selain itu perkataannya benar-benar membuat ku kesal, maaf saja jika aku gendut yah, meski ini kesalahan ku karena aku gendut tapi tidak seharusnya juga dia bicara seperti itu kan?

Aku menonton pertarungan itu dengan santai, ini mirip seperti menonton film tokusatsu, coba aku sudah memasak Cup ramen ini mungkin akan semakin seru, tapi yah disini benar-benar tidak ada apa-apa selain ruangan warna-warni benar-benar membosankan.

*STORIUM BLASTER!*

Hooo Teknik andalan Ultraman, baru pertama kali aku melihat yang sungguhan seperti ini, ternyata cukup alay juga posenya, apa mereka tidak malu untuk berpose dulu sebelum mengeluarkan jurus andalan?

Jika itu aku, aku benar-benar malu, mengingat diriku pas masih muda di dunia ninja benar-benar membuat ku malu, aaah pose pose sok keren seperti itu membuat ku ingin menjedotkan kepala ku ke dinding dan menghapus ingatan ku tentang itu.

Namun setelah itu selesai aku melihat ledakan Monsternya benar-benar menghancurkan kota membuat masalah di daerah ini, aku yakin perlu uang milyaran untuk mengganti rugi itu semua, dan tentu selama tidak ada yang tahu tidak ada kewajiban ku untuk menggantinya.

Perlahan ruangan cahaya itu semakin silau dan tau-tau aku sudah berada kembali diruangan pasien, huuft.

"jadi kau Ultraman yah?" tanya ku entah kepada siapa, tapi aku yakin dia akan menjawab.

"ya benar, Ultraman Taiga lebih tepatnya." Ujar suara itu kepada ku, sementara itu aku hanya mengangguk-angguk saja.

"tapi tolonglah olahraga lah sedikit, aku hanya bisa berubah semenit karena mu!" ujar suara itu kesal.

"lagian kenapa kau memilih ku sih, sudah tau aku ini sampah masyarakat, kau bisa melihatnya dari penampilan ku kan?" ujar ku dengan nada santai.

"itu karena kau menyelamatkan anak perempuan di trotoar, aku terkesan pada mu jadi aku menyelamatkan mu, namun ternyata aaaah aku membuat kesalahan." Ujar Taiga merana.

Oi itu cukup menyakitkan bahkan untuk orang seperti ku.

"jadi Ultraman Taiga yah." Sebuah suara dari belakang ku terdengar, sontak aku langsung mengalihkan pandangan ku kebelakang dan kulihat seorang gadis rambut merah dengan dada besar sedang menyenderkan dirinya ke dinding sambil melipat tangan layaknya bos.

"kamu?!" yaah sejujurnya aku terkejut namun yang lebih parah aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku dari ehem asset yang besar miliknya itu aaah sial kenapa pada saat seperti ini.

Tunggu lagian bukannya ini tidak harus dirahasiakan bukan?

"iya itu benar." Jawab ku santai.

"tunggu apa yang kau katakan!" Taiga berteriak kepada ku, dia nampaknya tidak suka dengan keputusan ku ini.

"hoo kau benar-benar pede saat mengatakan itu, lalu apa kau masih seperti itu setelah melihat ini?" gadis itu menunjukkan tabletnya dimana ada berita tentang Ultraman adalah musuh manusia dan Ultraman diminta membayar uang ratusan juta yen karena kerusakan yang benar-benar besar di kota.

Ah sial.

Heroes From Another World Remake

Summary : pria yang mantan pahlawan yang kini menjadi sampah kini harus menjadi pahlawan, Uzumaki Naruto terjebak pada kisah supranatural yang gila, bertahanlah wahai pejuang Cahaya