Dia adalah pria yang pernah menjadi pahlawan dan kini ia menjadi sampah namun pada saat yang sama ia harus kembali menjadi pahlawan itulah dia Uzumaki Naruto!
Chapter 2 : Secret Organization.
"hoaam." Aku benar-benar menguap berat, tubuh ku terasa berat, sialan Taiga dia benar-benar mengambil badan ku dan berlari tak ingat waktu.
*Flashback*
"sekarang keluar!" aku menegaskan kalau aku sudah tidak mau menjadi pahlawan lagi, apa yang bisa diharapkan dari orang yang sudah menjadi sampah seperti ku? Aku lebih suka berbaring dirumah dan bermain game online seharian.
"Haaah kau benar-benar tidak bisa diharapkan yah." Tubuh ku merasakan sensasi aneh kemudian aku terasa kembali keruangan penuh warna-warni yang aneh di layar aku melihat tubuh ku sendiri.
"hoo kali ini kau mengambil alih badannya yah Taiga?" Rias mulai bersuara, ah aku benar-benar tidak bisa menahan diriku, dada Rias benar-benar mantap, aku dapat merasakan dada dari Taiga berdegup.
"kenapa, kenapa ini berdegup?" aku dapat mendengar suara hati Taiga, hoo kurasa dia juga mesum sampai memandangi dada Rias begitu.
"aku tidak menyangka kau juga mesum." Ujar Rias dengan nada menohok, dan Strike aku dapat merasakan dadanya terasa tertusuk-tusuk.
"ini semua salah si bajingan gendut ini, dia benar-benar orang mesum membuat diriku menjadi seperti ini." Ujar Taiga mulai menyalahkan ku.
"hei kenapa aku yang salah, kau sendiri bukan yang doki doki melihat dada Rias, kenapa aku kau salahkan?!" ujar ku dengan nada kesal kepada Taiga.
"hoo jadi raksasa juga menyukai dada besar, aku kecewa." Kini masuklah seorang gadis dengan dada yah tidak terlalu rata namun tidak papan juga, dengan tatapan kecewa dan jijik, ah aku dapat merasakan Taiga shock, ini perasaan pertama ku untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain.
"tidak bukan begitu." Taiga masih mencoba untuk berkelit.
"ah ya, ini karena tubuh si bajingan ini mesum makanya tubuhnya langsung merespon." Ujar Taiga lagi, hei dia kembali menyalahkan ku, anak sialan kau Taiga!
"lagian Sona, untuk apa kau kesini?" tanya Rias kepada Sona dengan nada bingung.
"ya teman macam apa aku yang tidak datang ketika mendengar teman masa kecilnya membawa Porsche kencang-kencang sehingga menabrak pria gemuk mesum sampai terlempar ke sungai." Ujar Sona dengan nada pedas kepada Rias dan Naruto.
"aku tahu aku gendut tolong jangan diperjelas itu menyakiti hatiku." Ujar ku merana.
"dia bilang dia paham dia gendut tapi jangan diperjelas katanya." Ujar Taiga menirukan ku, ONORE TAIGA!
"kalau begitu kenapa dia tidak berolahraga untuk menurunkan berat badan?" tanya Rias kepada Taiga.
"Never!"
Aku sontak menjawab pertanyaan itu, tentu kenapa aku harus melakukan itu? Lebih mengenakan makan main dan tidur, untuk apa aku repot-repot berolahraga.
"aah ide bagus, tubuh gemuk, bersiaplah untuk jadi kurus!" oi oi Taiga kenapa kau mengatakan sesuatu yang absurd kenapa aku harus melakukan olahraga?
"selain itu, jika tubuh mu lebih sehat mungkin kita bisa lebih lama berubah." Ujar Taiga sambil tersenyum, tolong jangan katakan itu sambil tersenyum!
ONORE TAIGA!
*Flashback off*
Haah haah haaah, Taiga sialan, apa kau tidak tahu betapa malunya aku mendengar suara orang-orang yang mengatakan orang gendut berlari, lebih mirip dengan bola yang menggelinding?
Selain itu track suit ini benar-benar bau, aku tidak tahan dengan bau keringat yang benar-benar banyak ini, mau tidak mau aku memasukkan baju itu ke mesin cuci dan segera mandi untuk membasuh tubuh.
"kau beruntung gendut, besok kau akan lari dari pagi!" dapat kudengar suaranya lagi, ah kumohon jangan, meski dia yang lari, namun aku yang melihatnya saja sudah benar-benar Lelah, apalagi setelah dia berlari dia langsung memberikan kendali tubuhnya kepada ku, bukannya rasa lelahnya hilang namun rasa lelahnya benar-benar ada, ah badan ku benar-benar pegal.
Selesai mandi kuambil Track suit ku yang lain dari lemari dan langsung menidurkan diri di Kasur, mungkin saat ini aku akan tidur sampai besok.
Mata ku berat, tubuh ku Lelah, mungkin ini saatnya aku diet, aku bahkan tidak bisa merasakan kelaparan ku lagi.
Aku tenggelam pada tidur ku.
Aku bermimpi aku tinggal disebuah gunung bersama dengan Hinata dan kedua anakku Himawari dan Boruto,keluarga sederhana yang memiliki ladang dan sinar mataharinya benar-benar menghangatkan dunia,
Dunia yang benar-benar indah dan sebuah dunia yang ironi, aku bermimpi mempunyai dunia seperti ini namun aku tidak sama sekali bergerak dari langkah awal ku.
Setidaknya biarlah aku Bahagia walau hanya didalam mimpi.
"oi gendut bangun!"
"eeeem."
Sialan Taiga, dia benar-benar membangunkan ku, apa ini sudah pagi atau belum? Kenapa dia sudah membangunkan ku?
*Groarrrr*
Aaah erangan monster itu pasti alasan kenapa Taiga membangunkan ku.
"ah kau sudah bangun." Sebuah lingkaran sihir berwarna merah muncul dan juga lingkaran lain juga muncul, dapat kulihat Rias dan Sona sudah datang ketempat ku.
Tapi untuk apa dia datang ke tempat ku?
"sekarang cepat berubah, kau tidak ingin monster itu menghancurkan kota kan?" ujar Rias kepada ku, hah apa peduli ku tentang itu?
"tidak-tidak, aku tidak peduli tentang itu, aku mau tidur lagi, selain itu kalian muncul dari mana?" ujar ku dengan nada bingung.
"kami akan menjawab mu bila kau mengalahkan monster itu, bukankah itu pertukaran setara?" ujar Sona mencoba melakukan negosiasi dengan ku, ini menarik, cukup menarik hingga aku mau melakukannya, bukankah keren bila kita bisa melakukan teleport dengan lambang keren begitu?
"haah dasar gendut." Aku benar-benar kesal mendengarnya.
Aku mengambil kartu yang muncul dari tubuh ku dan segera memasukkannya ke slot yang muncul di tangan kanan ku
*LOAD START*
*ULTRAMAN TAIGA*
"henshin!"
Sebelum tubuh ku dikelilingi cahaya aku sempat membuat pose toku, aah aku benar-benar keren, kan sangat tidak bagus bila kita punya kekuatan tapi tidak berpose sebelum berubah?
"hoo sudah lebih bagus." Ujar Taiga melihat Color timer di dadanya masih biru dan belum berkedip.
10 detik kemudian.
*pikong pikong pikong pikong*
"ONORE GENDUT, kau Cuma bisa bertahan 1 menit 10 detik saja, dasar!"
Hahaha mau bagaimana lagi bukannya ada efek instan setelah Latihan,
Selain itu lagi-lagi tidak ada pop corn atau cola disini, bukankah tidak enak bila tidak ada pop corn atau cola disini, menonton tokusatsu menjadi membosankan.
"Taiga! Segera buat monster itu menyingkir ke daerah kosong, jika kalian terus bertarung di kota, kota akan hancur!" aku dapat mendengar suara dari Rias meminta Taiga untuk tidak bertarung di kota.
"aaah aku sudah tidak memiliki kekuatan, bila aku mendorong dia ke daerah lapang tenaga ku akan habis duluan." Ujar Taiga kepada Rias.
Namun karena percakapan itu, terlihat Taiga tidak fokus dan monster berwarna kuning yang memiliki kekuatan listrik mengenai Taiga, melilit Taiga dengan tangan tentacle nya.
"Ughhhh."
*Gyaaaaa*
"GYAAAAAA*
Sialan aku juga ikut merasakan setruman itu, hei Taiga kenapa aku juga ikut merasakan setruman itu hah?
*Blarrr*
"Gwaaaaaa."
Aku dapat merasakan Taiga meledak dan seketika aku pingsan, aaah Hospital I'm coming.
…
Aku terbangun dan aku mendapati diriku masih berada di ruangan yang penuh dengan warna-warni, ini adalah tempat dimana aku bertukar dengan Taiga.
"ini benar-benar menyebalkan, hanya sekelas Eleking mampu membuat ku sampai takluk begini?!" hoo aku rasa dia benar-benar kesal akibat kekalahannya melawan Eleking, selain itu mereka dimana?
"maa mau bagaimana lagi, tubuh itu masih membebani mu." Ujar Rias kepada Taiga, hei kenapa dia lembut kepada Taiga? Sementara dia terlihat jijik kepada ku?
"tapi kita harus membuat sebuah langkah, kota Tokyo hancur lebur, sampai kita harus mengungsi ke Kuoh." Ujar Sona dengan nada serius.
Tunggu Tokyo hancur? Jangan bilang apertement ku hancur?
"ya kita bisa menyiapkan sebuah apertement yang baru, dan penuh dengan alat olahraga serta koki yang bisa membuat tubuh yang kau tempati lebih sehat sehingga perubahan mu bisa lebih lama." Ujar Rias dengan nada santai kepada Taiga.
"selain itu aku ingin bertanya, kalian bilang kalian iblis kan? Apa kalian tidak bisa melakukan sesuatu terhadap eleking?" tanya Taiga kepada Rias dan Sona, tunggu sebentar ini adalah sesuatu yang baru ku dengar, Rias dan Sona adalah iblis?
Heh heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Aku tercengang, tapi itu menjelaskan bagaimana ia bisa mendapatkan tubuh yang sempurna, tapi untuk Sona aku tidak yakin.
"kami tidak tahu, tapi monster yang datang memiliki kekuatan anti Mana, sehingga sihir tidak bisa melukainya." Ujar Rias dengan nada serius.
"begitukah, baiklah kalau begitu." Ujar Taiga dengan nada serius.
"ya kalau begitu mari kita buat sebuah organisasi rahasia, khusus kita bertiga saja, aku tidak akan melibatkan Peerage ku kedalam ini, bagaimana dengan kau Rias?" tanya Sona dengan nada serius.
"ya kau bilang hanya bertiga, berarti aku juga tidak akan membawa Peerage ku juga, dan juga ini bagus untuk mencari Peerage yang baru sejak raksasa ini benar-benar menolak Pion ku." Ujar Rias dengan nada kesal.
"aah benda itu yah, memang itu tidak bisa masuk, kekuatan cahaya ku menangkal itu." Ujar Taiga dengan nada santai.
Tunggu sebentar apa yang mereka bicarakan? Aku sama sekali tidak paham dengan apa yang sedang mereka bertiga katakan?
"kalau begitu apertement tempat tinggal mu yang baru akan menjadi markas kita, sudah ditentukan." Ujar Rias dengan nada seenaknya, tunggu sebentar kenapa dia asal menentukan itu, bukan berarti aku mau, aku tidak mau jika mereka berkumpul dirumah ku.
"kalau begitu akan ku siapkan komputer yang bisa mendeteksi panas, karena aku rasa kemungkinan monster-monster itu memiliki panas dengan suhu yang tinggi." Ujar Sona serius, haah sepertinya ini akan menjadi rame, selain itu tubuh ku rasanya sakit semua.
Efek setruman dari Eleking dan efek ledakan itu benar-benar membuat badan ku sakit, aah aku harap aku tidak harus bertarung dengan monster itu.
"aku butuh seminggu." Taiga mulai bersuara, tunggu sebentar seminggu apa maksudnya dengan seminggu?
"aku akan melatih tubuh ini siang dan malam, agar aku bisa berubah lebih lama lagi, Eleking tidak bisa dibiarkan terlalu lama di bumi, energi listrik dibumi akan diserapnya habis." Ujar Taiga dengan nada serius.
Ya aku tahu itu masalah serius, tapi aku tidak mau berlatih lagi, tubuh ku sakit dan masih banyak keluhan yang lainnya, kenapa aku harus melakukan ini?
"kalau begitu akan ku siapkan beberapa tukang pijat untuk menyembuhkan pegal mu setelah Latihan, agar kau bisa Latihan lebih efektif." Ujar Rias dengan nada serius.
"tapi apa tidak apa-apa rasanya aku merepotkan kalian begitu banyak." Ujar Taiga kepada Rias dan Sona.
"tidak masalah, lagipula monster itu akan menjadi masalah bagi kita juga, mengeluarkan uang sedikit lebih banyak adalah harga yang lebih murah." Ujar Rias dengan nada santai,
"ya selain itu saya bayarnya gentian sama Sona." Ujar Rias dengan nada riang, sementara itu Sona hanya sweetdrop mendengarnya.
"aku ingin bertanya misalnya semua ini selesai apa yang akan terjadi dengan pemilik tubuh ini?" tanya Taiga kepada Rias dan Sona.
"kenapa kau bertanya seperti itu, bukankah keadaan tubuh mu kau sendiri yang tahu?" ujar Sona dengan nada santai.
"bukan seperti itu, maksudnya fasilitas yang kalian berikan, apa kalian akan menariknya kembali atau akan meminta ganti rugi kepada pemilik tubuh ini?" tanya Taiga dengan nada serius.
Ternyata dia peduli dengan ku, terima kasih.
"aku tidak mau kalian tiba-tiba minta ganti rugi dan dia akan merutuki ku dikemudian hari." Ujar Taiga dengan nada santai.
"tenang saja, mungkin untuk fasilitas tukang pijat akan dihentikan, fasilitas untuk apertement juga akan langsung dibebankan kembali ke pemilik tubuh, dan sudah hanya itu saja." Ujar Rias santai.
"berarti dia hanya kembali ke kehidupan awalnya lagi, oke oke tawaran yang tidak buruk, maa mungkin saja dia bisa bekerja ditempat lain karena mungkin tubuhnya sudah berubah akibat Latihan itu." Ujar Taiga santai, sementara itu Naruto hanya merunduk,
Dia memikirkan itu sejak organisasi rahasia itu dibuat, mungkin saja ia bisa mendapatkan sesuatu yang berharga dan juga bisa setidaknya tidak kembali menjadi sampah masyarakat, putusannya sudah berada ditangannya, dia bisa kembali menjadi sampah masyarakat atau dia bisa bekerja di sebuah perusahaan dan menjadi masyarakat normal.
Yah mungkin dia tidak perlu memikirkan hal itu sekarang karena dia baru berada di awal, dan mungkin akan banyak kejadian-kejadian lain lagi yang akan mengubah apa yang seharusnya dia lakukan di kemudian hari, jadi merencanakannya sekarang itu percuma saja dan hanya buang-buang waktu .
"Yosh aku akan mulai menambah pemberat pada tubuh ini." Ujar Taiga dengan nada santai.
Tunggu pemberat? Haaah hari-hari ku akan semakin berat saja apakah aku sanggup menghadapi hari-hari seperti ini? Kumohon beri dukungan pada ku Amen.
TBC
Author Corner : Hola balik lagi bareng saya, ya saya minta maaf karena tiba-tiba menghapus seluruh chapter ini dan membuat remake, sejujurnya ketika saya baca ulang ceritanya yang dulu saya tulis, saya rasa menyelamatkan ceritanya itu sangat sulit, jadi saya putuskan untuk meremake ceritanya.
dan ya Naruto disini adalah Host dari Taiga, semoga saja mereka bisa akur terus seperti ini.
Taiga & Naruto : Matamu THOR!
Selain itu fanfic yang lain di update kok kalo Author punya ide lagi, oke sekian dan ADIOS
