Dia adalah pria yang pernah menjadi pahlawan dan kini ia menjadi sampah namun pada saat yang sama ia harus kembali menjadi pahlawan itulah dia Uzumaki Naruto!

Chapter 3 : Retry

Sudah beberapa hari kami pindah ke Kuoh, sebuah kota yang cukup besar dan cukup terkenal di kalangan masyarakat, dan sudah berhari-hari kami melakukan yang Namanya "OLAHRAGA" ya berterima kasihlah kepada Taiga yang benar-benar membuat ku berlari terus menerus sampai kaki ku hampir tidak bisa ku rasakan lagi.

"Taiga apa segini sudah?" ku tanyakan kepada Taiga apa sudah cukup untuk berlari hari ini, sejujurnya ini benar-benar melelahkan, beberapa detik ku tunggu responnya, tentu aku tidak bisa berhenti bila dia belum merespon, jadi yang harus kulakukan adalah terus berlari.

"Taiga?" aku memanggilnya kembali sembari terus berlari, ini benar-benar melelahkan, aku tidak terbiasa dengan ini, namun sejujurnya menu Latihan ini sedikit menakuti ku, berat badan ku yang mungkin sudah melebihi Chouji sekarang sudah terlihat sangat turun, bagaimana tidak seluruh tubuh ku selalu dipaksa, ketika ada yang rusak Taiga akan otomatis menyembuhkannya.

Bahkan saking turunnya aku bisa merasakan kalau tubuh ku sudah kembali ke berat badan ideal yang sempurna, tidak ada lagi buncitan, kulit juga semakin kencang karena berbagai Latihan, dan itu benar-benar tidak bisa dipercaya, hanya dalam beberapa hari tubuh ku berubah se drastis ini, sebenarnya aku tidak paham kenapa Taiga dengan percaya diri mengatakan beri aku waktu 1 minggu, ternyata dia sudah memperkirakannya.

"Taiga? Woi Taiga kau tuli kah?" aku kembali memanggil Taiga, kali ini dengan suara lebih keras, entah kenapa akhir-akhir ini Taiga seakan-akan suka melamun, entah apa yang ada didalam pikirannya, tapi yah masa bodo, ini bukan urusan ku.

"eh iya ada apa Naruto?" tanya Taiga dengan nada sedikit tidak konsentrasi, memang agak aneh untuk seseorang seperti dirinya bisa kehilangan konsentrasi, apa lagi hanya hal sepele seperti berlari terus-terusan.

"jadi apa aku masih harus lanjut?" tanya ku lagi kepada Taiga, aku mulai menghormati Taiga, dia benar-benar hebat tubuh ku saja bisa sampai kembali seperti ini, mungkin dia harus menjadi seorang guru di GYM untuk membantu seseorang mendapatkan tubuh ideal mereka, tentu itu berlaku juga untuk Sona.

"ah kau bisa berhenti dari 10 lap yang lalu." Ujar Taiga dengan nada santai,

"haaah akhi- tunggu sebentar 10 lap?"

"ya 10 lap, apa kau tidak hitung minimal kau harus berlari 100 putaran dan ini sudah 110 putaran?" ujar Taiga tanpa nada bersalah.

"hei aku tidak tahu tentang itu!" ujar ku kesal, ya bagaimana aku bisa tahu, Taiga selalu yang mengkomando ku untuk berlari atau berhenti berlari jadi bagaimana aku bisa tahu kalau minimal berlari adalah 100 putaran, dia benar-benar masih sialan.

"naa Taiga."

Ku panggil lagi Taiga dalam perjalanan pulang, aku ingin bertanya, apakah kita yang sekarang sudah bisa mengalahkan Eleking atau belum, sembari berlatih aku kadang melihat ke tv, Tokyo benar-benar hancur, unit SDF yang dikerahkan masih belum bisa berbuat apa-apa selain mengurungnya di kota Tokyo.

Banyak berita yang menampilkan apakah dunia akan hancur, atau kenapa Ultraman tidak muncul lagi, itu yang biasa terlihat di TV sebagai bahan pembicaraan, bahkan di internet khususnya chanel banyak yang membahas itu, teori-teori liar seperti Ultraman lah yang membawa monster kesini dan sebagainya benar-benar panas di dunia maya.

"apa kita yang sekarang sudah bisa melawan Eleking?" tanya ku dengan nada bingung kepada Taiga, sejujurnya aku sudah berlatih dengan sangat keras sampai seperti ini, akan sangat menyakitkan kalau ternyata hasilnnya masih kita tidak bisa mengalahkan Eleking.

Selain itu aku ingin mengetahui pendapat Taiga tentang kita, apakah kita bisa mengalahkan Eleking atau mungkin kita harus berusaha sedikit lebih keras lagi untuk dapat mengalahkan Eleking, tentu kitab isa membuat ini semakin mudah untuk dapat mengalahkan Eleking.

"yah seharusnya kita sudah bisa mengalahkan kaiju mana pun yang muncul, dengan tubuh mu yang sudah sehat kita bisa berubah lebih lama, dan itu memperbesar keuntungan kita untuk bertarung melawan Kaiju yang lebih kuat." Ujar Taiga memberikan pendapatnya, mendengar itu membuat ku sedikit tenang, karena dengan ini kita bisa mengalahkan Eleking yang sedang menguasai Tokyo.

Rias datang bersama Sona, dapat dilihat mereka baru saja pulang dari sekolah, Kuoh Gakuen, ya sejujurnya pakaiannya benar-benar cocok untuk Rias dan Sona, mereka berdua berbincang-bincang mungkin saja tentang Eleking, dan sejujurnya asset seperti itu benar-benar tidak adil, aku kasian sama Sona.

"Baik Uzumaki-san, rencananya akan kita mulai satu jam lagi sebelum itu ayo kita briefing dulu." Ujar Sona sembari membawa beberapa file dokumen yang ia buat, tentu dibantu oleh Rias.

"berdasarkan data dari Peerage ku, Eleking setidaknya bisa mengeluarkan listrik dengan daya lebih dari 100 juta Megawat, benar-benar daya yang besar." Ujar Rias dengan nada serius.

"Peerage?" ini adalah perkataan yang baru kudengar, apa itu Peerage, apa itu sejenis ucapan baru untuk teman atau bawahan?

"ah." Rias terlihat menutup mulutnya, sementara itu Sona hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

"jangan mengalihkan topik, dan juga, bisa Taiga berbicara?" Sona mengatakan itu dengan nada sedikit dingin, hei itu benar-benar membuat ku sakit hati, aku tahu Taiga lah yang akan bertarung tapi, tidak bisakah dia menghargai ku sebagai pemilik tubuh?

Aku memejam kan mata ku, dan saat itu aku bertukar dengan Taiga, terlihat Taiga menatap mereka dengan serius.

"daya sebesar itu, aku sudah tau dia memang bisa menggunakan daya sebesar itu, apa lagi pada saat beberapa Ultra lain yang pernah melawannya, tapi ini benar-benar akan sulit." Ujar Taiga dengan nada serius.

"begitukah, apa kau tidak memiliki kekuatan untuk mengantisipasinya kah?" tanya Sona dengan nada serius, Rias pun ikut menatap Taiga dengan serius, dan kini aku kembali menjadi penonton, haah setidaknya aku harus tenang saja, tidak selamanya Taiga akan berada disini, setelah semuanya selesai, aku akan kembali untuk hidup biasa lagi, memulai dengan sebuah pekerjaan mungkin akan bagus.

"bila ada rekan ku disini seperti Fuuma atau Titas mungkin aku akan bisa mengalahkannya, tapi untuk sekarang ini akan menjadi pertarungan yang sulit, ditambah lagi dia lebih kuat dari yang lalu, setelah mendengar pernyataan mu." Ujar Taiga dengan nada serius, sementara itu Rias dan Sona kembali termenung, tidak ada gunanya kita bertarung melawan Eleking bila hasilnya tetap sama.

Taiga melihat kearah Load Brace yang sudah muncul, namun Taiga menghela nafas.

"maa akan aku pikirkan saat bertarung, tapi pertarungan ini mungkin akan berefek pada daerah diluar Tokyo juga." Ujar Taiga dengan nada serius.

"tidak masalah, untuk masalah itu anggap sebagai bentuk pengorbanan kecil untuk menyelamatkan bumi." Ujar Rias dengan nada serius, Sona terlihat tidak ingin setuju tapi dia tidak punya pilihan, ya tentu saja pilihannya hanya untuk bertarung, apabila menarik Eleking ke suatu tempat tidak ada jaminan kalau dia akan mengikuti, jadi langkah terbaik adalah pertarungan.

"Baiklah kalau begitu, apa kau siap Naruto?!"

Hah Taiga menanyakan pertanyaan yang tidak diperlukan, kenapa aku harus siap, sementara kamu yang bertarung? Benar-benar aneh Taiga ini.

*LOAD START*

*ULTRAMAN TAIGA*

Tentu pertarungan akan berlangsung, dan sekali lagi benar-benar disayangkan karena tidak adanya Pop Corn dan Soda, tapi yah semoga pertarungan kali ini menghibur Taiga!

Dapat kulihat Taiga bergerak lebih baik, ia terlihat lebih bugar, apa memang sebegitu parahnya keadaan tubuh ku sampai beberapa waktu lalu ia hanya bertahan semenit?

*Swut Swut Swut*

Ah sial keren sekali, bagaimana dia menghindari tangan lembek itu? Gaya-gaya menghindarnya benar-benar keren, sassuga seorang ultraman, aaah ini seperti aku menonton film aksi, benar-benar keren,

*BAG BAG BAG BAG BAG*

Dapat kulihat Taiga melakukan Renzoku Punch kepada Eleking, wah benar-benar keren seperti film aksi China, dimana banyak Renzoku Punch di filmnya, mungkin aku akan pergi menyewa beberapa film China dan nonton lagi.

*BLARRR*

Aku dapat melihat Taiga melakukan Rider Kick kepada Eleking, sejujurnya aku sudah sering melihat itu, bagaimana Rider kick dapat menyelesaikan berbagai masalah Bravo untuk Rider Kick, dan Eleking meledak, tepat bertepatan Color Timer Taiga mulai berkedip, tunggu sebentar, bukankah ini terlalu mudah?

Belum lagi aku sama sekali belum melihat Eleking menyulitkan Taiga.

*BLARRRR*

Dugaan ku benar, Eleking langsung bangkit kembali namun dengan seluruh tubuh berwarna biru muda, cukup aneh namun mengerikan.

"Taiga!"

"ya tidak usah berteriak." Ujar Taiga, sepertinya Taiga paham apa maksudku, ini kelihatan sangat berbahaya.

*Sreet*

Tangan lembeknya berhasil melilit leher Taiga,

"Taiga!" aku berteriak, melihat Taiga seperti itu, dan hei aku lupa kalau rasa sakitnya juga tersalurkan kepadaku.

"o ow." Melihat setruman sepertinya mulai dan, arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.

Setruman itu benar-benar mengerikan, aku tidak bisa merasakan leher ku lagi.

"apa kau tidak apa-apa Naruto?" tanya Taiga dengan nada serius.

Kelihatannya dia bisa melepaskan dirinya.

"tidak usah ribut, cepat selesaikan ini dan segera pulang, aku ingin makan ramen." Ujar ku dengan nada serius, tentu itu adalah kata-kata penyemangat agar dia bisa cepat menyelesaikan hal ini.

"oooo!" Taiga terlihat tambah semangat, tapi tentu bagaimana caranya untuk mengalahkan Eleking?

*blarr*

Sebuah cahaya merah kehitaman mengenai Eleking, aku mencari dari mana asalnya dan aku tidak menemukan apa-apa, dan kenapa aku merasa tangan ku seperti menggenggam sesuatu?

Aku melihat tangan ku dan kulihat sebuah kartu yang menampilkan sebuah lambang aneh yang bahkan aku tidak pernah lihat, lebih mirip seperti lambang-lambang penyihir fantasy.

"Taiga aku akan mencoba sesuatu, mungkin saja kita bisa mengalahkan mereka dengan ini." Ujar ku dengan nada serius, dan terlihat Taiga hanya menghela nafas.

"baiklah, jangan mengacaukannya Naruto." Ujar Taiga dengan nada semangat, bisa kurasakan dia benar-benar percaya kepadaku, jika sampai seperti itu, bagaimana mungkin aku bisa mengkhianati Ekspektasinya?!

Aku memasukkan kartu itu di slot sebelah slot aku memasukkan kartu Taiga.

*Added Start*

*Bael Ability*

*Ultraman Taiga Ruin*

Dapat kulihat Taiga kini penuh dengan warna merah dan juga corak-corak merah gelap pada bagian dadanya (coraknya bentuk Taiga Tristorium tapi corak dadanya warna merah hitam dan bagian kepalanya tetap seperti biasa)

"Hoo kekuatan ini benar-benar bagus Naruto, aku yang sekarang tidak merasa akan kalah!" ujar Taiga dengan nada semangat, dapat kulihat aura-aura merah hitam itu keluar keluar dan dapat kulihat menghancurkan daerah sekitar, ah semoga saja aku tidak disuruh membuat surat permintaan maaf untuk ini.

*Blar*

Ada sesuatu yang benar-benar tidak bisa dipercaya, ya ini benar-benar tidak bisa dipercaya, kekuatan pukulan itu, pukulan yang Taiga berikan pada Eleking yang sudah berevolusi itu benar-benar tidak bisa dipercaya, aku seperti menolak percaya tentang apa yang terjadi didepan ku ini.

Bagaimana mungkin hanya dengan satu pukulan, dapat langsung menghancurkan Eleking menjadi debu?

Itu mustahil, berdasarkan pertarungan sebelum menggunakan kartu yang dikatakan sebagai Bael Ability, Taiga masih harus memukul berkali-kali untuk mengalahkan Eleking biasa, namun ini hanya dengan satu pukulan bisa dengan mudah menghancurkan Eleking? Benar-benar mencengangkan.

*Gek*

Arggghhhh, ini menyakitkan kenapa ini terjadi? Dapat kulihat aura gelap mengelilingi Taiga, dan juga ini menimbulkan rasa sakit kepada ku, apa yang terjadi? Apakah ini efek dari kartu itu? Ini menyakitkan tubuh ku terasa terbakar, dan juga jantung ku terasa diremas dengan kekuatan penuh sehingga terasa ingin pecah.

Arghhhh,

Dapat kulihat Taiga sepertinya menahan rasa sakit yang sama, apa mungkin kartu itu, adalah kartu terlarang? Seharusnya aku mengetahui itu, dengan besarnya kekuatan itu tentu akan datang dengan rasa sakit yang benar-benar besar, tch.

Setelah beberapa menit, rasa sakit itu menghilang, aku benar-benar merasa sangat Lelah, melihat Eleking sudah mati, Taiga pun terbang keangkasa untuk mencari radius yang tepat untuk berubah kembali menjadi diriku, haaah ini merupakan pengalaman baru lagi dalam merasakan rasa sakit, semoga saja jika masih ada kaiju, aku tidak perlu menggunakan kartu itu, kartu itu menyakitkan aku tidak mau menggunakannya lagi.

Ku buka mata ku, dan kulihat Rias dan Sona sepertinya menatap ku dengan tatapan tidak percaya,

"hei tatapan macam apa itu? Apa jangan-jangan kalian naksir sama aku yah?" ujar ku mencoba melakukan guyonan, ah ayolah siapa yang tidak akan tertawa mendengar guyonan itu.

"kau ini beneran Uzumaki-san kan?" tanya Sona dengan nada tidak percaya, hmm kenapa begitu?

"tidak aku bukan Uzumaki, tentu saja aku Uzumaki lah." Ujar ku denngan nada santai kepada Sona, lagian kenapa dia memandangi ku begitu seakan-akan aku ini adalah orang lain yang menakutkan baginya.

"haah Uzumaki-san, bisa kau lihat ke cermin?" ujar Rias dengan nada sedikit ragu.

"hei ada apa dengan kalian, apa ada yang aneh dengan….. kenapa bisa begini!"

TBC

Author Corner : haha halo ketemu lagi sama saya, hayo apa yang terjadi dengan Naruto? Apa dia berubah menjadi wajah kodok seperti dompetnya?

Sekali lagi terima kasih atas dukungan serta kritik dan sarannya, dan terima kasih masih membaca fanfic ini, saya akan berusaha untuk kedepannya lagi jadi sekali lagi terima kasih atas dukungannya, saya pamit dulu Adios!