Dia adalah pria yang pernah menjadi pahlawan dan kini ia menjadi sampah namun pada saat yang sama ia harus kembali menjadi pahlawan itulah dia Uzumaki Naruto!
Chapter 4 : Iblis? Haaah? Haaah?!
Sejujurnya aku cukup tercengang dengan kejadian seperti ini, rambut ku berubah menjadi warna putih, kumis kucing yang biasa menjadi ciri khas ku menghilang, selain itu mata ku yang berwarna biru langit berubah menjadi merah ruby, benar-benar mencengangkan.
"beneran Uzumaki-san?" tanya Sona dengan nada bingung kepada ku.
"iya." Ujar ku juga kaget.
"tidak usah kaget begitu, karena kekuatan besar dari Ruin Form sehingga mempengaruhi tubuh mu menjadi seperti itu, tunggu saja kamu akan kembali ke wujud mu yang biasa." Ujar Taiga santai dari dalam kepala ku.
Ini cukup menyeramkan kekuatan itu terlalu besar bahkan sampai membuat tubuh ku benar-benar merasa sangat kesakitan ketika menggunakannya.
"maa mungkin itu juga, tapi Ruin Form itu tidak cocok dengan ku." Ujar Taiga dengan nada serius, mendengar itu membuat ku sedikit paham kekuatan itu mempunyai aura gelap dan sangat bertentangan dengan Taiga yang adalah cahaya jadi bisa dimaklumi bila kekuatannya tidak saling cocok.
"tapi yah, ada yang harus kuberitahukan pada mu Naruto." Ujar Taiga serius, tentu aku mendengarkan dengan seksama semenjak Taiga menjadi serius mungkin saja ini akan menjadi hal yang penting.
"mungkin aku harus segera meninggalkan bumi." Ujar Taiga dengan nada serius kepada ku, sungguh ini adalah suatu kejutan yang sangat membuatku terkaget dan tercengang, dia mau meninggalkan bumi? Apa mungkin aku harus ikut dengan dia? Aku males banget.
"memangnya ada apa sampai kau harus meninggalkan bumi." Ujar ku dengan nada serius, sementara itu Taiga hanya menghela nafas.
"banyak energi yang aneh di dunia ini, dan itu mempengaruhi gelombang cahaya yang menjadi kekuatan ku, karena itu semakin lama kekuatan ku akan habis lalu aku akan mati." Ujar Taiga dengan nada serius, tentu aku tidak ingin Taiga pergi namun aku juga tidak ingin Taiga mati, tapi yah jika dia pergi siapa yang akan menjaga bumi?
"karena itu Naruto mau kah kau menjadi pengganti ku untuk melawan Monster di bumi?" tanya Taiga dengan nada serius, sebuah petanyaan yang mengejutkan muncul, aku? Melawan Monster? Enggak-enggak-enggak bagaimana caranya aku melawan monster, meski tubuh ku sudah bagus tapi aku tidak memiliki cara untuk melawan monster, lain ceritanya jika aku masih memiliki Chakra ku mungkin aku bisa melawan Monster tapi untuk sekarang ini mustahil.
"sepertinya kau sedang bimbang Naruto, tapi yah kalau begitu, selamat tidur Naruto."
Heh? Sebuah pernyataan aneh keluar dari Taiga, namun itu tidak aneh setelah aku merasakan mata ku terasa berat dan seakan-akan aku akan tertidur.
*kurang lebih sekitar 1 jam*
aku membuka mata ku dan kulihat langit-langit yang tidak asing, mata ku melebar melihat Hinata sedang bermain dengan boruto dan Himawari saat masih kecil, aku sepertinya sangat merindukan kehadirannya, mungkin aku ingin kejadian ini terjadi, namun Hinata dan Kiba sudah menikah sejak aku remaja dan aku yakin Hinata telah menjadi seorang nenek tua saat ini.
Lalu pandangan ku mengabur dan aku kembali kedalam apartement ku, tertidur di sofa dan aku mendengar suara dari arah dapur seakan sedang melakukan sesuatu di dapur, aku membangunkan diri ku.
"ah kau sudah bangun Naruto." Sebuah suara yang ku kenal, ya dia adalah Rias Gremory Wanita berambut merah yang memiliki asset yang sangat besar itu berjalan sambil membawakan sebuah makanan yang sepertinya itu adalah bubur untuk ku.
"yaa seperti yang terlihat." Ujar ku santai kepada Rias sambil mendudukan diri ku. Tapi yah ini cukup aneh Taiga belum terdengar dari tadi.
"mungkin kamu merasa bingung kenapa tidak mendengar suara Taiga, itu karena Taiga sudah tidak ada lagi didalam tubuh mu." Ujar Rias dengan nada serius kepada ku.
Tidak ada lagi? Aku merasa kaku, si keparat itu dia benar-benar meninggalkan ku, namun kulihat Load Brace masih ada ditangan ku.
"tunggu jika tidak ada lagi, lalu apa ini? Bukankah ini alat untuk berubah menjadi Taiga? Dan aku masih punya kartunya." Ujarku memperlihatkan Load Brace dan juga kartu bergambar Taiga, Rias hanya menghela nafas.
"dari penjelasan Taiga kepada ku, itu adalah kekuatan mu sendiri, dan juga mungkin saja sebuah Sacred Gear meski aku tidak tau Sacred Gear tipe apa itu karena itu baru terlihat." Ujar Rias kepada ku.
"Sacred Gear?" sebuah kata-kata baru muncul lagi, apa itu Sacred Gear kenapa benda itu terdengar seperti kekuatan yang sangat berbahaya.
"baiklah aku mungkin akan menjelaskannya."
"sacred Gear adalah sebuah benda yang memiliki kekuatan luar biasa yang berada didalam tubuh manusia, Sacred Gear memiliki dua jenis yang pertama adalah jenis Longinus dimana dikatakan penggunanya dapat membunuh dewa jika bisa memaksimalkan penggunaannya, yang kedua adalah tipe biasa dimana kekuatannya memiliki jarak yang cukup jauh dari longinus." Ujar Rias sembari menjelasakan.
"jadi Taiga pikir ini Sacred Gear yah." Ujar ku menunjukkan load Brace dan kartu bergambar Taiga, aku mengambil semua kartu ku lagi, tapia da yang sedikit mengejutkan ku, ada beberapa kartu baru yang membuat mata ku melebar.
Sage Mode dan Nine Tails Fox Mode, dua mode ini adalah kekuatan utama ku dulu sewaktu aku menjadi ninja, dan juga aku heran kenapa bisa ada kekuatan Kurama juga sementara tubuh ku sudah tidak memiliki kurama?
Tch Taiga sialan, kalau begini aku tidak bisa membantah perkataanya, aku harus melawan monster yang muncul disini, sialan dia benar-benar memperalat ku.
"ah selain itu kamu juga sudah menjadi iblis." Ujar Rias dengan nada santai sambil tersenyum.
"hah?"
Reaksi normal untuk sebuah omong kosong, benar siapa yang percaya kalau aku ini iblis, aku ini manusia dan bukan iblis.
"maa sebagai contoh kau bisa fokus ke punggung mu dan itu akan memunculkan sayap mu." Ujar Rias dengan santai, aku melakukan itu dan ada dua pasang sayap yang muncul dibelakang ku, cukup mengejutkan dua pasang sayap iblis hal ini membuat ku tercengang.
"ho kau sudah sekuat itu ternyata." Ujar Rias yang memunculkan sayapnya dan terlihat dia hanya memiliki satu sayap.
"baiklah aku paham sekarang aku adalah iblis, jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya ku dengan nada malas sembari menghela nafas.
"tugas mu itu hanya melawan monster itu saja," ujar Rias dengan nada santai, hal itu membuat ku sedikit sweetdrop,
"hei bukankah ada sesuatu yang lebih keren seperti menghasut orang menjadi jahat atau membuat orang saling membunuh bukankah seharusnya begitu?" tanya ku dengan nada sedikit keras lagian jika hanya melawan monster itu sama dengan membantu manusia bukan?
"hei kau pikir iblis itu mahluk jahat yang kerjanya hanya menggoda manusia berbuat salah saja kah?" ujar Rias dengan nada tak habis pikir kepadaku, hei itu tentu saja karena image iblis seperti itu.
"iya." Jawabku santai, sementara itu Rias hanya menepuk jidatnya kelihatan dia sedikit kesal.
"haah tugas iblis hanya membantu apa yang manusia ingin kan, baik dan buruk semuanya manusia yang menentukan, biasanya tugas iblis yang masih menjadi bawahan mirip seperti mu itu menyebarkan paper kontrak ini dan membuat kontrak dengan manusia serta bantu dia melakukan apa yang dia mau tentu bayarannya harus sesuai dengan seberapa besar keinginan mereka." Ujar Rias dengan nada malas.
"tapi yah untuk kasus mu, melawan monster itu sudah setara dengan menjalankan 100 kontrak, jadi jangan kecewakan aku sebagai king mu." Ujar Rias dengan nada santai kepada ku.
"King?" tentu aku tahu King itu raja jadi apa Rias adalah raja iblis?
"jangan-jangan kamu adalah raja iblis?" ujar ku dengan nada serius kepada Rias, sementara itu Rias hanya menatap ku heran tak percaya.
"haa?"
"habisnya mau bagaimana lagi, kau bilang kau King ku kan, dan aku adalah iblis jadi wajar bukan kalau kau raja iblis?" ujar ku dengan nada santai, bukankah itu wajar.
"hahaha haaah baiklah sebenarnya iblis mengadopsi sistem catur dan juga sistem kasta, iblis kelas atas bisa menjadi seseorang menjadi iblis menggunakan sistem catur, nah iblis kelas atas menjadi king dalam bidak-bidak mereka masing-masing sementara yang direinkarnasikan itu menjadi bawahannya seperti Rook,Bishop,Queen,Knight, dan pawn."ujar Rias dengan nada santai, hmm aku paham sekarang mengadopsi sistem catur, lalu bidak apakah aku?
"haah aku tahu kau pasti ingin bertanya bidak apakah dirimu, mungkin kau akan sedikit senang, kau adalah bidak Rook milikku, jadi Naruto jangan buat nama ku jatuh." Ujar Rias memerintah seperti seorang raja memerintah kepada seorang kesatrianya untuk tidak membuat dirinya malu dan berperang seperti seorang pahlawan.
"sesuai dengan perintah mu." Ujar ku berlaga seperti seorang ksatria.
Lalu aku pun mencoba bubur buatan Rias.
"ini sudah dingin." Ujar ku dengan nada malas, sementara itu Rias menghela nafas.
"itu karena kau tidak langsung memakannya tadi."
"hei jadi itu salah ku?"
"tentu itu salah mu!"
"Haah aku akan membuat ramen."
"Makan itu jika tidak…."
"jika tidak?"
"kau akan menerima 1000 tamparan tepat dipantat."
Ujar Rias sembari mengeluarkan sebuah lingkaran sihir berwarna merah, tentu aku sontak duduk dan langsung memakan bubur dingin yang dibuatkan oleh Rias.
"tunggu sebentar Rias-sama, lingkaran sihir mu mirip dengan ini." Ujar ku mengeluarkan sebuah kartu yang bergambar lingkaran sihir Rias dan dinamakan sebagai Bael Abbility.
"yah itu karena kekuatan mu mungkin menyalin kekuatan yang sudah kamu lihat, dan memperkuatnya, itulah kesimpulan ku setelah melihat Taiga masuk di mode baru yang terdengar sangat menyakitkan itu, dan -sama?"
"aah itu karena kau atasan ku bukan? Selain itu bukankah wajar seorang bawahan memanggil atasan dengan sebutan -sama?"
Ujar ku dengan nada santai kepada Rias.
Terlihat Rias agak malu-malu,hoho aku sadar Rias itu jarang dipanggil -sama oleh bidak-bidaknya yang lain.
Melihat Rias yang seperti itu membuat ku benar-benar ingin mencoba untuk menggodanya terus menerus.
"kalau begitu cukup katakan saja apa yang anda inginkan, aku akan melakukannya demi Rias-sama." Ujar ku mencoba menggoda Rias, sementara itu Rias makin memerah dan ditangannya muncul lingkaran sihir lagi.
"peerage ku yang menggoda ku harus dihukum!"
Oo ini sangat buruk, kabur!
Dan kami bermain kejar-kejaran dan tentu Rias terlihat memerah ketika mengejar ku, dan juga ini menyenangkan melihat seseorang memerah karena malu itu benar-benar menyenangkan, membayangkan kembali melihat wajahnya yang memerah sempurna benar-benar membuat ku tak kuasa untuk terus tertawa.
TBC
Author Corner :
Naruto : oi kok pendek banget sih, dan juga cepet banget ceritanya, bukankah seharusnya aku melawan Barossa Seijin dulu bersama Taiga baru Taiga pergi?
Author : ya mau gimana lagi, saya lagi bosen sama Taiga jadi langsung ilangin aja.
Taiga : (Shock) kamu jahat.
Rias : Kok saya kayak Wanita pemalu terus gitu, padahal aku ini seorang yang pd tahu.
Author : hmm biar ada kesan imut?
Rias : kok malah balik tanya?
Naruto : ah gabener ini Author dah lah dah lah kalo dah gini minggu depan ganti Summary sono.
Author : lah Kok ngatur.
Taiga : II Be Back(gaya suara kesel)
Author : ga usah sono pergi sono
Ultra yang lain : katanya kita mau dapet peran?
Author : ya suka-suka saya lah.
Sona : kok saya ga muncul?
Rias : ya mungkin Author menyukai yang besar.
Sona : haa mentang-mentang aku kecil jadi ga muncul yah? Sialan
Author : ah itu…..
Naruto : bakal balik kealur dxd lagi ini.
Rias : eeeeh haaaah ngga ngga ngga Author kasih beda yah, aku ga mau sama si ayam bakar.
Author : hehehehe
Sona & Rias : Menjijikkan.
Autrhor: (pundung)
Karena Author pundung jadi terima kasih telah membaca dan Adios sampai jumpa di Chapter berikutnya
New Summary
Dia yang pernah menjadi cahaya kini menjadi kegelapan, didalam kegelapan dia akan menjadi kuat, Naruto kini mendapat tantangan baru, setelah ditinggal Taiga kini ia memiliki kekuatan baru dan kekuatan lamanya kembali bagaimanakah dia bisa untuk terus hidup santai di dunia yang seperti ini?
