Dia yang pernah menjadi cahaya kini menjadi kegelapan, didalam kegelapan dia akan menjadi kuat, Naruto kini mendapat tantangan baru, setelah ditinggal Taiga kini ia memiliki kekuatan baru dan kekuatan lamanya kembali bagaimanakah dia bisa untuk terus hidup santai di dunia yang seperti ini?
Chapter 5 : Keanehan pada malam part 1
Malam hari adalah sebuah saat dimana banyak kejahatan yang mungkin terjadi pembunuhan, pencurian, pembantaian, dan semua jenis kejahatan hampir selalu dilakukan pada saat malam hari. Waspada suasana mengerikan hampir selalu terjadi pada saat malam hari, waspada agar selalu aman, dan waspada merupakan kata yang tepat untuk memperlihatkan bagaimana gadis berambut pirang ini sedang berbicara dengan seseorang.
"dari yang kulihat kau benar-benar berbeda saat disekolah yah…" ujar seorang pria dengan setelan kerja sambil menuangkan susu pada kopinya.
"jadi apa yang ingin kau ketahui? Bukankah aku sudah memberitahukan semuanya kepada kalian." Ujar gadis berambut pirang itu dengan nada datar.
"Arimura Hinae, umur 16 tahun, kelas 2-2, mendaftar di sekolah menengah atas Hekihou Kuoh pada 17 juni 20XX, tidak ada catatan penangkapan polisi." Ujar pria itu sambil membuka buku catatan kecil dari sakunya.
"pada akhirnya kau mengitrogasi ku kah?" Hinae hanya menghela nafas melihat lawan bicaranya.
"haah mohon beritahu kami, kami dari kepolisian masih mencari penyebab kejadian ini." Ujar pria didepannya itu.
"kamu pikir aku akan percaya itu?" ujar Hinae dengan nada kesal kepada pria didepannya.
"aaa, baiklah mari melangkah, apa hubungan mu dengan Asaka Shin?" tanya pria didepannya itu.
"kami hanya rekan." Ujar Hinae.
"rekan?"
"ya, Rekan kami saling membagikan informasi mengenai kasus-kasus ini." Ujar Hinae.
"jadi kekuatan…"
Sebelum melanjutkan perkataannya pria itu mendapat telfon kemudian mengangkat telfon nya.
*Kuoh*
Matahari telah terlihat di ufuk timur, Naruto kini telah siap dengan seragam kerjanya, dengan tubuh yang berotot berkat Latihan dengan Taiga dia memandang kearah cermin, ia seperti melihat dirinya saat masih menjadi hokage.
"saatnya membuka lembaran baru." Ujar Naruto sambil turun kebawah, menuju ruang makan.
"ah kau sudah bangun." Rias terlihat menyambut turunnya Naruto, membuat Naruto menghela nafas, Rias Nampak seperti Ojou-sama sambil menunggu Naruto.
"tentu aku sudah bangun, jadi sedang apa kau disini?" tanya Naruto dengan nada santai kepada Rias.
"tentu untuk mengantar mu ke tempat kerja mu kan, seragam satpam itu cukup cocok dengan mu." Ujar Rias dengan nada sedikit menyindir.
"apa sebegitu cocoknya kah aku menjadi satpam? Aku merasa sedikit terhina, begini-begini aku ini mantan CEO loh." Ujar Naruto dengan nada sedikit tersindir.
"yaaa mau bagaimana lagi, kau kan sudah bangkrut." Ujar Rias dengan nada menyindir.
Naruto tidak bisa mengeluarkan sanggahan lagi, mereka berdua makan dengan televisi menyala.
"kasus pembunuhan meningkat ****"
Televisi berbunyi seperti itu Naruto hanya menghela nafas.
"kasus seperti ini sudah sering terjadi," ujar Naruto miris.
"kemungkinan ini kasus dari iblis liar." Ujar Rias tanpa melihat kearah tv.
"hmm iblis liar?" Naruto membayangkan seperti iblis yang kabur dari kurungan penjaga taman safari.
" ya iblis yang menghianati tuannya dan melakukan hal-hal jahat." Ujar Rias dengan nada santai.
"jahat? Bukannya iblis itu jahat yah?" tanya Naruto dengan nada heran.
"haaah itu prespektif iblis jaman dulu, jika iblis jahat kenapa kita mau repot-repot melawan Kaiju yang datang?" tanya Rias dengan nada heran .
"benar juga." Ujar Naruto santai, setelah selesai makan mereka bersiap kemudian pergi ke akademi Kuoh.
Tak perlu waktu lama mereka berdua telah sampai ke Kuoh Gakuen.
"ini post nya, kau harus berjaga untuk melihat apakah ada murid yang bolos atau tidak." Ujar Rias dengan nada santai.
"hooo sepertinya cukup mudah." Ujar Naruto dengan nada santai.
"yaa, jika ada ketahuan yang bolos maka gaji mu akan dipotong, 100 yen tiap siswa yang bolos." Ujar Rias dengan nada santai, sementara itu Naruto Sweatdrop mendengarnya.
Waktu berjalan cukup lama, Naruto saat ini tengah berjalan-jalan memutari sekolah tentu selain untuk mengenal lingkungan sekolah ini, dia juga perlu mengetahui semua tempat yang riskan bagi para murid yang suka bolos.
Hembusan angin semilir membawa pandang Naruto kearah sebuah dinding didalam sekolah, dinding itu ia melihat sebuah Stiker, entah kenapa ketika ia melihat kearah stiker itu membuat kepalanya pusing, seakan-akan mau pecah.
Naruto langsung menghindari melihat Sticker itu dan segera kembali ke postnya, bila seseorang melihatnya tidak tahan dan kesakitan ketika melihat Sticker sumo, bisa bisa kelemahannya digunakan untuk bolos dan jika itu terjadi gaji nya bisa dipotong.
Cukup lama waktu berlalu, kini langit telah berubah menjadi merah, tanda sudah mulai sore, sembari menghela nafas Naruto berjalan pulang, sebenarnya Rias ingin memperkenalkannya dengan Peerage yang lain namun kini Rias katanya ada urusannya dengan tunangan ayam bakarnya jadi dia tidak bisa memperkenalkan Naruto sekarang, sekaligus membuat Naruto menjadi senjata rahasia nya.
Naruto tidak langsung pulang, ia singgah ke taman sembari melihat langit menunggu Langit menjadi gelap, suasana sore benar-benar indah cukup indah untuk diabadikan kedalam sebuah lukisan.
Namun ketika malam datang suasana menjadi menyeramkan, bunyi jangkrik memekak, hawa dingin yang berhembus mengenai kulit membuat perasaan dingin, perasaan ini cukup mengerikan membuat seseorang dalam keadaan waspada selalu.
Naruto terkejut ketika ia melihat sekelilingnya penuh Sticker Sumo, dengan mata ketiga menatap kearahnya, suasana mencekam itu benar-benar tidak mengenakkan, Naruto berusaha berjalan, orang-orang akan merasa bahwa Naruto tengah mabuk karena kini Naruto berjalan seperti orang mabuk.
Benar-benar suasana yang tidak menyenangkan, Naruto terus berjalan mencoba mencapai rumahnya yang kini berada di kuoh, ia benar-benar merasa bahwa kamarnya sekarang merupakan tempat yang aman untuknya sekarang, karena sejauh apapun mata memandang dia tidak akan melihat Sticker Sumo itu.
Ingin rasanya ia menghanguskan semuanya, namun bila ia melakukan itu akan timbul bencana yang sangat berbahaya, karena itu Naruto mencoba terus berjalan, sembari orang-orang menghindarinya karena mengira ia mabuk, ada saat tiba-tiba sepi dengan ratusan Sticker sumo di mana-mana membuatnya sangat pusing.
Dengan langkah yang berat Naruto berhasil sampai rumah dan baru saja ia membuka pintu Naruto langsung tumbang ketika ia baru saja masuk kedalam rumahnya.
*pagi harinya*
Keesokan Naruto membuka matanya dan melihat bahwa kini ia sudah tertidur ditempat tidur, sinar Mentari masuk membawa sinar kedalam ruangan ini.
Naruto membangunkan dirinya dan langsung menuju ke kamar mandi tentu untuk menyegarkan dirinya, ia tidak ingin mengingat kejadian tadi malam, kejadian tadi malam benar-benar membuatnya sangat kacau, ia luntang lantung seperti pemabuk karena saking cemasnya.
Saat Naruto sudah selesai berpakaian, ia turun dan ia mendapati Rias kini dengan posisi yang sama dengan kemarin duduk.
"jadi apa yang terjadi kepada mu, sampai kau tidur di teras?" tanya Rias dengan nada santai.
"maa tidak ada apa-apa." Ujar Naruto dengan nada santai sembari berjalan menuju meja makan dan makan makanan yang sudah ada di depan, sepertinya ia berhutang kepada Rias untuk makanannya.
TBC
Saya bikin per part aja, map ga sempet update, kesibukan yang memaksa untuk mendahulukan yang lain, terima kasih masih setia dengan fic ini, okeh
