Dia yang pernah menjadi cahaya kini menjadi kegelapan, didalam kegelapan dia akan menjadi kuat, Naruto kini mendapat tantangan baru, setelah ditinggal Taiga kini ia memiliki kekuatan baru dan kekuatan lamanya kembali bagaimanakah dia bisa untuk terus hidup santai di dunia yang seperti ini?
Chapter 5 : Keanehan pada malam part 2
"sepertinya itu malam yang buruk." Ujar seorang laki-laki kepada Hinae dengan nada serius melihat keadaan Hinae yang kini duduk dengan mendekapkan wajahnya kepahanya.
Hinae tidak membalas perkataannya itu kenangan malam itu benar-benar mengerikan, seolah-olah ia dikelilingi oleh banyak sticker sumo yang menatap tajam kearahnya.
Tubuhnya masih gemetar, perasaan takut tidak hilang dalam semalam, dengan banyaknya keringat yang muncul, bahkan kini ia berusaha untuk tidak kencing di celana karena ketakutannya itu terhadap sticker sumo.
"hmm melihat dari reaksi mu, benar Gigalomaniac benar-benar terpengaruh dengan Sticker Sumo." Ujar pria itu lagi sambil melihat kearah dinding-dinding dimana ada setidaknya satu sticker sumo terpasang pada bangunan.
"haaah aku akan menugaskan beberapa tukang kebersihan untuk mencabuti Sticker sumo, dan semoga saja Kaijuu tidak menyerang hari ini." Gumamnya sembari melihat ke langit.
*Kuoh gakuen*
*Naruto Pov*
Benar-benar kejadian yang menyebalkan, Sticker sumo itu benar-benar memandangi ku seolah-olah aku ini makanannya, aku hanya bisa menghela nafas dan menatap ke langit luas, berharap kejadian semacam itu tidak akan terulang kembali, dia tau betul bagaimana keadaan tidak berdayanya dia saat itu.
Ketika seseorang tidak berdaya maka orang itu tidak akan bisa melakukan apapun.
"aah Namikaze-san Ohayou." Sapa dari siswi disini, aku yang mendengarkan hanya tersenyum kemudian mengangguk, memandangi surga yang penuh dengan Wanita ini, benar-benar sangat menyenangkan bagus juga Rias meminta ku menjadi satpam sekolah ini.
Namun entah kenapa para siswi disini sering kali keluar masuk-keluar masuk gerbang entah ada yang ingin dibeli atau mengantar temannya sakit, dan alasan sebagainya dan tiap kali mereka keluar mereka selalu menatap ku, hmm apa wajah ku semenyeramkan itu yah sampai tiap kali keluar masuk aku ditatap terus.
Tentu selain murid perempuan, murid laki-laki juga menatapku dengan tatapan waspada, apalagi itu yang Bernama Hyodou Issei, dia benar-benar terlihat kesal ketika melihat ku, aku dengar-dengar dia mendapat julukan Trio mesum bersama dengan dua teman lainnya, yaaa aku harus ekstra hati-hati dengan mereka bertiga kalau begitu, aturan harus tetap di tegakkan.
Ketika jam pelajaran pertama berbunyi, aku pergi dari pos ku dan berjalan mengelilingi sekolah, melihat banyak kelas sudah terisi, pembelajaran sudah dimulai, banyak anak-anak keluar masuk perpus, ah tentu itu hanya anak perempuan, anak laki-laki sangat jarang masuk kedalam perpustakaan, paling-paling hanya Yuuto Kiba saja.
Ketika aku berjalan dan sampai di belakang tempat Eskul Kendo, aku melihat Matsuda salah satu dari Trio mesum sepertinya tengah memasang sesuatu dibelakangnya, gerak-geriknya mencurigakan, dengan langkah pelan seperti Shinobi terlatih aku berjalan kebelakangnya dan kulihat dia sedang mengatur sebuah kamera kecil.
"ehem!"
Aku langsung berdehem, dan dapat kulihat dia langsung melompat terkejut karena deheman ku.
"yang melanggar aturan, ayo ikut aku!"
"tunggu-tunggu!"
Terlihat Matsuda dengan panik meminta ku untuk menunggu, dan dapat kulihat sepertinya dia ingin memulai negosiasi.
"bagaimana dengan 1000 Yen?" tanya Matsuda dengan nada serius.
"tidak!"
"kalau begitu 3000 Yen?"
"tidak!"
"tolonglah, ini tawaran terakhir ku, 5000 Yen." Ujar Matsuda dengan nada memelas.
"jika kamu memberiku 50.000 Yen sekarang aku akan melepas mu." Ujar ku dengan nada santai mencoba menghancurkan semangatnya, dan tentu wajahnya terlihat tidak percaya.
"kalau begitu ikut aku!"
Dengan santai aku mengambil kamera kecilnya dan juga menyeret Matsuda untuk masuk kedalam ruang osis, tentu seharusnya masuk kedalam ruang bk tapi sekolah ini menerapkan beberapa aturan aneh dimana osis bisa mengambil alih untuk mendisiplinkan murid-murid disini.
"Hmm Namikaze-san dan juga Matsuda-san apa yang kalian lakukan disini?"
Tanya Sona dengan nada heran, namun ketika ia melihat kamera kecil di tangan ku, matanya tiba-tiba gelap, sepertinya dia sudah paham apa yang terjadi.
"kerja bagus Namikaze-san, kamu bisa kembali ke pos mu." Ujar Sona dengan nada santai, tentu tanpa membuang waktu aku beranjak dari sana dan menyerahkan Matsuda kepada yang berwenang.
Waktu-waktu berlalu dengan cepat tanpa terasa hari sudah sore lagi, dapat kulihat anak laki-laki seperti mengutuk ku dengan tatapan tidak suka mereka pulang dari sekolah, aku dapat memahami itu, mengingat Ero-Sennin tidak suka diganggu saat ia mengintip pemandian.
Tentu ini masih terlalu cepat untuk pulang, aku kembali berjalan di koridor mengunci semua kelas sembari melihat beberapa informasi di handphone ku.
"hoo Moneychaser Disunited kalah lagi yah, yaa sudah kuduga mereka sekarang hanya menjadi sekumpulan badut yang suka dengan kekalahan." Ujar ku sambil menutup beberapa pintu kelas lagi.
Setelah selesai aku masuk ke ruang guru dan memberikan semua kunci kelas, kemudian beranjak untuk segera pulang.
Sembari berjalan aku memainkan ponsel ku untuk melihat apakah ada informasi terbaru yaaa entah kenapa aku dapat menyimpulkan diri ku terkena FOMO dimana aku sangat takut bila ketinggalan sesuatu, itu aku derita sejak aku menjadi Hikikomori, bila kita ketinggalan sedikit saja maka kita tidak akan tahu berapa harga jual akun nya atau item nya.
Di media baru saja terlihat sebuah Kaijuu muncul di Shibuya, benar-benar merepotkan, sembari memunculkan brace, aku bergerak kearah toilet umum, tentu aku tidak bisa menampilkan diri ku berubah tiba-tiba kan?
Aku tidak tahu apakah aku masih bisa berubah dengan tidak adanya Taiga di tubuh ku lagi, tapi harus di coba bukan?, aku melihat kotak kartu ku dan kulihat yang tersisa hanya beberapa mode diri ku di masa lalu.
*Load START*
*SAGE MODE ON*
Kini aku dapat merasakan kembali chakra ku, tentu langsung masuk kedalam mode sensor karena Sage Mode merupakan mode yang sangat peka bahkan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sekitarnya, tapi aku merasa tidak banyak berubah, kulihat di cermin ini sama dengan diriku yang masuk kedalam Mode Sennin di masa lalu,
"tch tau begini aku harus membeli topeng lagi." Ujar Naruto sambil mengambil beberapa kertas, setelah merobek beberapa kertas Naruto membentuknya menjadi sebuah topeng, sebuah mainan khas anak-anak.
Dengan kecepatan tinggi aku berlari menuju Shibuya, mungkin kalian tidak percaya tentang seseorang yang mau berlari menuju Shibuya, tetapi aku belum belajar teleport jadi mau tidak mau aku harus berlari menuju Shibuya.
Tubuh ku merasa begitu ringan, berkat dari Sage Mode benar-benar bagus, jika seperti ini mungkin saja aku bisa kembali ke diri ku di masa lalu.
Kira kira aku berlari sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi kejadian, dan kulihat Lokasinya sudah parah, jika ada Taiga mungkin kita akan sampai dalam 1 menit bahkan kurang.
"Tajuu Kage Bunshin No Jutsu!"
Aku menggandakan diriku menjadi banyak tentu ini cukup fatal bagi orang yang tidak memiliki chakra banyak namun aku sedang dalam Sage Mode tentu hal seperti ini merupakan hal receh bagi ku,
Melihat Kaijuu jenis Dinosaurus, yaa membuatku menghela nafas, kebanyakan kaiju adalah jenis Dinosaurus, apa tidak ada jenis lain kah?
Dengan sekali kibasan ekor Kaijuu itu banyak sekali Bunshin ku hilang.
"saaa bagaimana dengan ini, Tajuu Rasenngan!"
Ujar ku dengan nada semangat sembari bayangan yang tersisa membentuk Rasenngan di tangan mereka, kemudian melompat untuk mengenakan dengan telak kaiju itu.
*BLARR BLARRR BLARRR*
*BGM The Raising Fighting Spirit*
Dapat kulihat Kaijuu masih bisa bertahan dengan serangan seperti itu, tentu aku mengetahui aku harus segera mengakhiri ini namun kalau aku asal-asalan maka akan besar dampaknya bagi lingkungan sekitar, apalagi lingkungan nya sekarang sudah benar-benar parah, jika aku tambah merusaknya maka akan terjadi hal yang mungkin membahayakan lebih dari ini.
*BLAR BLAR BLAR BLAR*
*GROOARRRRRRRRH*
Tentu yang kini bisa kulakukan adalah menghujani Kaijuu ini dengan Rasenngan, Kaiju itu mengerang aku rasa memang Rasennga cukup berefek pada Kaijuu tapi aku tidak tahu sampai batas mana kekuatan kaiju ini, seandainya ada Taiga maka hal ini jadi lebih mudah dengan sekali Storium Blaster maka selesailah.
*BLAR BLARR BLARR BLARR BLARR*
Dapat kulihat kini bayangan ku makin lama makin menipis, berterima kasihlah kepada monster itu yang terus menghancurkan bayangan-bayangan ku, selain itu aku harus cepat mungkin saja ada batas waktu bagi mode sage ini, jika waktunya habis maka aku tidak bisa melawan Monster ini,
Kaiju itu berteriak dengan kencang dan segera dengan langkah kaki besarnya mencoba menginjak ku, ini merepotkan, melawan sesuatu yang ukurannya lebih besar dari mu benar-benar merepotkan.
"Tajuu Kage Bunshin No Jutsuu!"
Ketika bayangan ku habis, aku akan langsung mengeluarkan kembali bayangan ku, meski ini benar-benar membebani kepala ku, karena ingatan kematian dari Bunshin akan langsung tersalurkan kedalam kepala ku, tapi ini harus ku lakukan, karena tidak mungkin orang lain yang melakukannya.
Ketika para Bunshin mencoba melawannya, aku memfokuskan chakra pada tangan ku mencoba membuat Cho Oodama Rasengan.
*poft poft poft poft*
Banyaknya bunshin yang terbunuh ketika melakukan pengalihan itu,
'tunggu sebentar, setidaknya sebentar lagi.'
Pikir ku sembari melihat para Bunshin yang berhamburan menjadi asap karena tekanan kekuatan dari Kaijuu itu cukup luar biasa.
*Pofft*
'oke sudah suap!'
Pikirku sembari melihat kematian bunshin terakhir milik ku, Gotcha kali ini akan kupastikan untuk mengirim mu kealambaka Si*lan.
Dengan melompat setinggi-tingginya dengan Cho Odama Rasengan berada ditangan kanan ku, aku harus bisa memastikan kali ini Monster ini dapat mati dengan satu serangan berskala besar ini.
"CHO ODAMA RASENGAN!"
Dengan teriak ku aku langsung menghujamkan punggung Kaijuu itu dengan Cho Odama Rasengan, berharap kali ini bisa membawa Kaijuu itu menuju tidur abadinya.
*BLARRRRRRR*
*Naruto Pov End*
Sebuah ledakan super besar terjadi di pusat kota Shibuya, beberapa rekaman menunjukkan seseorang pria dengan topeng kertas mencoba melawan monster, pria itu menjadi banyak dan melawan monster itu, meskipun bayangan pria itu banyak menghilang pria itu tetap tidak kenal Lelah.
Rias yang melihat kejadian itu dari tv hanya bisa menggenggam erat gelasnya, dia tidak menyangka penyamaran Naruto benar-benar payah, bagaimana mungkin ia berpikir bisa mengelabui orang-orang dengan topeng kertas bodoh itu?
"haaah mungkin aku harus minta tolong kepada Sona untuk menghipnotis banyak orang dan merubah setidaknya pikiran orang-orang sejepang agar mereka tidak mengetahui Naruto yang melawan Monster itu.
"lain kali beli lah topeng yang lebih bagus dari itu." Gumam Rias, sembari mulai menelfon Sona menggunakan handphonenya.
*Naruto Pov Start*
Setelah banyaknya asap akibat ledakan tadi, aku melihat Kaijuu itu masih bisa bergerak, benar-benar monster, bagaimana caranya mengalahkan monster ini, tapi dapat dilihat kaiju itu sepertinya menerima luka berat dari Cho Odama Rasengan milikku, mungkin ini sedikit berlebihan tetapi aku mungkin harus melakukannya.
"Tajuu Kage Bunshin No Jutsu!"
Seolah mengerti apa yang akan ku lakukan, mereka semua masuk mencoba membuat Rasengan, tentu sepertinya mereka paham seberapa besar chakra yang akan digunakan dan ini mungkin hanya bisa digunakan sekali setelah banyaknya Chakra yang dihambur-hamburkan demi Tajuu kagebunshin no jutsu.
"SAAA kali ini benar-benar kamu akan ku kirim kealam baka!"
Ujar Naruto dengan nada serius, sembari semua bunshin Naruto melompat bersamaan dengan Naruto.
"saa minna, kita akan membuat hujan Rasen Shuriken kepada Kaiju itu!"
"OUUUUU!"
Dengan kecepatan tinggi kami semua sudah bersiap untuk melemparkan Rasen Shuriken milik kami.
"Terimalah Ini Tajuu Rasen Shuriken!"
Dapat terlihat hujan Rasen Shuriken terjadi dalam sesaat.
*BLARRRRR BLARRR BLARRR BLARRR BLARRR DUARRRRRRRRRRRRRR*
Ledakan super besar terjadi, ledakan itu sebagai akhir pertarungan yang mengakhiri pertarungan Naruto melawan Kaiju itu.
*WUUUUUSH*
*brakk*
Naruto sampai terpental karena besarnya Shock wave yang muncul dari ledakan itu, dan dengan ini benar-benar membuat Shibuya rata dengan tanah, yaaa semoga saja dia tidak dituntut untuk kehancuran super besar ini, dia bisa dipaksa bekerja berates-ratus tahun bila ia diminta untuk mengganti semua kerugian ini.
Dalam mode sage aku langsung berlari melesat meninggalkan tempat itu menuju kembali ke Kuoh secepat mungkin, tidak mungkin aku harus tetap disana, setidaknya ini mungkin menjadi permintaan pertama dan juga yang ke 100 kepada ku, karena Rias berkata kalau mengalahkan satu kaiju sama dengan 100 permintaan.
Sembari terus berlari tiba-tiba aku merasakan pening yang amat sangat, tiba-tiba mode sage ku terlepas, tepat sebelum aku masuk kedalam rumah, kartu nya juga melompat keluar dari brace ku, aku menghela nafas, mungkin aku terlalu berlebihan dalam menggunakan kartu ini, diriku yang dulu bahkan tidak bisa menahan sage mode selama satu jam lebih, sekarang bahkan aku menggunakannya lebih dari satu jam.
Dan sepertinya aku akan pingsan lagi di teras.
TBC
Hola balik lagi ma Author, sorry yang lalu itu ada sedikit error dari fanfic, gak tau kenapa tiba-tiba langsung code-code aneh begitu, jadi sebagai permintaan maaf saya langsung post part 2 chapter 5 nya, dan juga terima kasih atas kritikan dan saran saya harap, saya bisa menamatkan cerita ini,
Sekian dan Adios
Bye bye
