Dia yang pernah menjadi cahaya kini menjadi kegelapan, didalam kegelapan dia akan menjadi kuat, Naruto kini mendapat tantangan baru, setelah ditinggal Taiga kini ia memiliki kekuatan baru dan kekuatan lamanya kembali bagaimanakah dia bisa untuk terus hidup santai di dunia yang seperti ini?

Prologue End, Welcome to ARC 1

ARC 1 : Rias Marriage

Chapter 6 : Bau badan

*Naruto pov*

Mentari terbit dari ufuk timur, cahaya yang menghangatkan masuk melalui kaca jendela, serta burung-burung berkicau menandakan bahwa pagi telah tiba, aku membuka mata ku, dan kulihat langit-langit yang berwarna putih, aku mencoba mendudukkan tubuh ku, namun tubuh ku begitu sakit.

"ughh aku tidak tahu aku bisa merasakan efek menggunakan Chakra secara berlebihan." Gumam ku sembari mencoba melemaskan otot-otot yang terasa cukup kaku, mungkin aku tidur dalam posisi yang tidak baik sehingga otot-otot ku kaku begini.

"kau sudah bangun yah." Aku lihat Rias memasuki kamar ku dengan santainya, dan duduk di samping Kasur ku dengan santainya.

"ya begitulah." Jawabku santai.

"sebenarnya aku ingin sekali memarahi mu atas kejadian Kaijuu di Shibuya, tetapi sebelum itu aku harus memuji kemampuan bertarung mu." Ujar Rias dengan nada santai sambil menghela nafas.

"tehnik dan kemampuan itu, tehnik menggandakan diri, kemudian tehnik bola spiral itu, benar-benar cukup kuat, aku yakin kekuatan mu sudah setara dengan iblis kelas atas, mungkin setara dengan ku atau lebih." Ujar Rias dengan nada serius.

"mungkin Latihan dari Taiga benar-benar membantu mu, Cuma yah, lainkali cari topeng yang lebih bagus kalau menyamar, kau benar-benar mudah dikenali dengan topeng kertas itu." Ujar Rias dengan nada Lelah.

"kau tahu, hampir seluruh jepang harus kami ubah ingatannya karena ulah mu." Ujar Rias Lelah mengingat dirinya dan Sona mau tidak mau bekerja sangat keras untuk mengubah ingatan serta bekerja sama dengan iblis setempat untuk memperbaiki Shibuya.

*Naruto pov end*

"hehe maaf Ttebayo." Ujar Naruto sambil mengeluarkan cengiran mataharinya yang sangat khas ketika berada di dunia ninja.

"ttebayo? Apa itu?" tanya Rias dengan nada heran, sementara itu Naruto yang sadar hanya nyengir aja.

"hanya kebiasaan lama yang kembali Ttebayo." Ujar Naruto dengan nada santai.

"begitukah, baiklah, aku punya satu tugas untuk mu Naruto." Ujar Rias sambil memberikan sebuah kertas kepada Naruto.

Naruto melihat kertas itu dan ia melihat data dari seseorang murid bermasalah.

"hooo Hyodou Issei kah, ada apa dengan dia?" tanya Naruto dengan nada heran.

"aku merasakan dia memiliki aura yang kuat, mungkin ia memiliki Sacred Gear, aku ingin kamu mengawasinya." Ujar Rias dengan nada santai.

"begitukah, baiklah mungkin aku akan memberikan kertas kontrak kepadanya." Ujar Naruto dengan nada santai sembari menghela nafas.

"sudah, ayo segera ganti baju mu, kita harus ke sekolah." Ujar Rias dengan nada santai, Naruto mencoba bangun dan segera mengganti pakaiannya.

Rias dan Naruto tidak memiliki waktu untuk menyiapkan makanan jadi mereka membuat cup ramen saja.

"seperti yang diduga Ramen Cup memang enak." Ujar Naruto dengan nada santai.

*kuoh gakuen*

Sembari menatap langit yang biru, angin dengan lembut menerpa pipi, suasana kedamaian yang biasa dirasakan oleh orang-orang, andaikan memang selalu sedamai ini sedari dulu, pertarungan melawan Kaijuu kemarin memang masih menyebabkan rasa sakit pada tubuhnya, menggerakkan anggota badan adalah yang terbaik agar tubuhnya tidak menjadi kaku.

*Naruto pov*

Rasanya seolah kembali menjadi ninja, Naruto sendiri jika ia tidak masuk pada mode Sage dia tidak bisa merasakan Chakra, namun ia bisa merasakan beberapa energi aneh yang berada di tubuhnya, mungkin saja itu energi iblis karena ia telah bangkit menjadi iblis, intinya aku harus mencoba menguasai sihir jika tidak ingin terlalu bergantung pada load bracer ini.

Apakah penerapannya sama dengan Chakra yah? Pantas untuk di coba, kucoba melakukan pose yang sangat biasa kulakukan ketika menjadi ninja.

"Bunshin No Jutsu."

Ujar ku dengan santai, aku merasa sedikit kekuatan ku tertarik keluar dan membentuk diriku yang lain, meski dengan beberapa kecacatan, aku sesegera mengakhiri bunshin ku agar tidak terlihat oleh orang lain, bisa gawat bila tehnik ini ketahuan oleh orang lain.

"hoo abis jadi dua lalu balik jadi satu, trik apa yang kamu lakukan Namikaze-san?" perasaan ku langsung membatu mendengar seseorang berkata, bagaimana ini apa yang harus aku katakan?
apa aku harus mengatakan ini sihir! Tentu saja tidak bisa-bisa aku kena omel Rias lagi..

Aku berbalik dan melihat seorang gadis dengan rambut berwarna hitam dan iris mata yang berwarna Cerulean.

"haaah Nagase kah? Sedang apa kamu disini?" yaa dengan mengalihkan pertanyaan tentu diharapkan bisa mengubah arah jalan pembicaraan, selain itu apa yang dilakukan siswa diluar jam segini?

"aku terlambat hehe, jadi aku berencana masuk di jam kedua." Ujar Nagase, setelah kulihat-lihat dia memang masih membawa tas, haduh anak muda jaman sekarang Sukanya datang terlambat.

"apa yang kamu lakukan? Kamu begadang kah?" tanya ku dengan nada heran kepada Nagase.

"yaa mau bagaimana lagi, training kemarin sampai malam." Ujar Nagase dengan nada yang dibuat Lelah.

"yaa mau bagaimana lagi, kamu bekerja sebagai idol, jadi kamu harus kuat Nagase Mana." Ujar ku memberi semangat kepada anak murid yang memiliki dua profesi yaitu sebagai pelajar dan idol, meski sebenarnya tidak disarankan seseorang memiliki dua job di waktu bersamaan, tapi tidak dilarang juga.

"hehehe terima kasih Namikaze-san." Ujar Mana dengan nada sedikit terhibur.

"ngomong-ngomong yang tadi itu apa?"

"hmm yang tadi?"

"itu yang kamu jadi dua lhoo."

Ah sial ternyata dia masih penasaran dengan itu,

"ettto... bagaimana harus ku jawab ya.."

Aaaa, berpikirlah otak ku, berpikirlah cara menyangkalnya, trik trik apa yang harus kujawab…

Aaaah siapapun, tolong datang dan bawa gadis ini pergi….

"bagaimana itu Namikaze-san?" tanya Mana lagi.

"memangnya kalau kamu tahu, kamu mau buat apa?" tanya ku lagi, tentu demi mendapatkan alasan menolak permintaan Mana.

"tentu demi penampilan panggung, bukankah bagus jika aku ada banyak." Ujar Mana dengan nada semangat.

"bukannya itu bisa diatur dengan tim editing dan tim it untuk membuat hologram mu?" tanya ku dengan nada heran.

"heee, meski begitu bukankah akan menarik kalau aku tiba-tiba membuat kejutan?" ujar Mana lagi.

"tidak ada yang baik dari membuat tim mu terkejut, kau bisa mengacaukan kerjasama tim, lebih baik kamu minta dari tim editing kamu saja untuk membuatnya." Ujar ku dengan nada santai.

"muuuuuu." Dapat kulihat Mana mengembungkan pipinya, tentu bagi idol yang terkenal ini benar-benar imut, tapi tentu aku juga tidak bisa membeberkan rahasia ku juga kan?

"lagipula apa kau bisa bersantai disini, ini sudah hampir masuk jam kedua loh." Ujar ku mencoba mengalihkan perhatian Mana kepada sesuatu yang lain.

"ah iya juga." Mana langsung bergegas masuk kedalam, aku hanya bisa menghembuskan nafas lega.

Setelah kejadian itu aku mulai melakukan patroli, tentu belakang klub karate menjadi tempat yang paling baik untuk melakukan patrol, dikarenakan trio mesum itu pasti berniat memasang kamera lagi.

Sesampainya aku disana seperti dugaan aku melihat Issei sedang mencoba memasang kamera.

"ehem.."

Issei dengan kaget langsung mencoba menyembunyikan kameranya, aku yang melihat itu hanya menghela nafas.

"apa yang kau lakukan disini Hyodo?" tanya ku.

"eeeem…"

"cepat kembali kekelas!"

" 'I" jawabnya gagap, tentu dengan kecepatan tinggi aku segera menaruh kertas kontrak kedalam saku Issei, dengan ini tugas dari Rias telah selesai ku laksanakan.

Sekembalinya aku kesana, aku melihat Rias dan Sona belari tergesa-gesa kearah ku.

"Naruto, misi untuk mu di daerah pesisir Izu, segera kesana!" ujar Rias dengan cepat dan nada yang terengah-engah.

"dan juga ini." Sona memberiku sebuah topeng Kitsune, hmm itu terlihat lebih baik dibanding aku harus menggunakan topeng kertas itu.

"dan juga ini." Sona memberiku sebuah kertas.

"sobek itu dan kau akan segera kesana." Berarti kertas ini adalah kertas teleport, benar-benar perhatian sekali, aku jadi tidak perlu berlari kesana.

"oke aku akan kesana."

"baiklah kami menunggu hasil baik." Ujar Rias dengan nada serius, aku hanya bisa mengangguk.

Setelah kusobek kertas itu, aku langsung muncul di pantai Izu, aku mendengar dari belakang ku banyak kerusuhan kemungkinan mereka orang-orang yang lari karena melihat Kaijuu.

Namun aku tidak butuh waktu lama untuk langsung menutup hidung, Kaijuu kali ini benar-benar berbeda dengan kaiju yang lain, bau tubuh dari kaiju ini benar-beanr membuat ku ingin muntah.

LOAD START

SAGE MODE ON

Tentu aku menggunakan mode Sennin untuk melawan Monster ini, aku merasa berlebihan bila aku langsung menggunakan mode kurama.

Yang kulihat dari Mode Sennin, Kaijuu ini penuh dengan energi alam, berbeda dengan kajuu sebelumnya dimana lebih banyak energi asingnya.

"Tajuu Kagebunshin No Jutsu."

Tentu demi membutakan Kaijuu aku membuat diriku menjadi banyak dan membuat para bayangan ku menjadi prajurit yang tidak takut mati.

Tentu inilah salah satu kegunaan dari Kagebunshin adalah untuk membuat pasukan berani mati seperti itu.

"saaa mari kita mulai dengan CHO ODAMA RASENTARENGAN!"

Dengan menghujani Kaijuu itu dengan rasengan super besar aku berharap bisa mengakhiri ini dengan cepat dan sesegera mungkin kembali ke Kuoh, ditempat ini aku tidak tahan, bau badan dari Kaijuu ini benar-benar busuk, rasanya aku sedang melawan jamban mampet yang tidak dibersihkan selama bertahun-tahun.

Setelah kepulan asap yang memiliki bau tidak sedap menghilang, aku dapat melihat kaiju itu sepertinya masih bisa berdiri, tentu saja, jika Kaijuu itu langsung mati maka seharusnya Rias tidak perlu repot-repot atau bahkan manusia dengan hujan misil saja sudah cukup.

*BRUUUUUUUH*

aku cukup terkejut kaiju itu melepaskan gas dari seluruh tubuhnya, gas ini benar-benar berbau busuk, saking bau nya aku benar-benar akan teler jika aku tidak menguatkan mental ku untuk melawannya,

aku dapat melihat para bunshin menyerah dihadapan bau tersebut.

Aku dapat merasakan perasaan yang dirasakan oleh semua bunshin ku, dan itu benar-benar membuat ku mual dan ingin muntah, bau yang sangat luar bias aini benar-benar sulit dikalahkan, aku yakin bahkan iblis kelas tinggi tidak akan bisa melawan kaiju dengan kekuatan seperti ini.

Tapi ini tidak seperti aku akan kalah atau bagaimana, ini lebih seperti menyerang secara psikologis membuat lawan menyerah dengan bau yang teramat sangat, sebuah kemampuan yang mengerikan.

" SENPOU : FUUTON RASEN SHURIKEN!"

Aku membuat Rasen shuriken dan memaksanya berputar lebih keras agar udara yang dihasilkan lebih banyak dibanding dengan gas dari tubuh kaiju itu.

*Sriiiiiiiiing DUARRRR*

Dengan sigap aku langsung melempar Rasen Shuriken ku dan mengenai Kaijuu itu dengan telak, Kaijuu itu benar-benar menyebalkan, aku lebih memilih melawan dua atau tiga kaiju seperti kemarin dibanding melawan Kaiju ini, benar-benar menyebalkan.

"Enchant : ARMS." Aku mendengar sebuah suara gadis kecil, namun aku tidak menemukan dimanakah gadis kecil itu, namun bukan Cuma itu yang menjadi keterkejutan ku, tangan ku tiba-tiba merasa sangat kuat, seperti ada yang merapalkan sihir buff kepada ku.

"tidak perlu mencari ku, aku menyuport mu dari sini, jadi kalahkan monster itu agar aku bisa mandi!"

Suara gadis kecil itu terdengar, sepertinya dia benar-benar kesal karena Kaijuu ini, ngomong-ngomong soal mandir, sepertinya air yang tercemar olehnya masuk kedalam mata-mata air sehingga air menjadi bau.

"baiklah kalau begitu! SENPOU CHO ODAMA RASEN SHURIKEN!"

Dengan rasen shuriken yang besar langsung melempar Rasen Shuriken super besar itu kearah Kaijuu itu.

*DUARRRR*

Ledakan terjadi yang menghasilkan Shockwave skala besar terjadi, suara rumah-rumah hancur, benar-benar menyebalkan kenapa Kaijuu yang mati selalu menyebabkan ledakan dan Shockwave yang berlebihan?

Setelah Shockwave itu berhenti, aku sudah mencium bau, namun tidak sebusuk tadi, aku merasakan diriku harus mandi karena bau dari Kaijuu itu sepertinya membuat badan ku benar-benar busuk,

Tapi…

Bagaimana caranya pulang?

Sial aku lupa minta satu kertas teleport lagi agar aku bisa langsung pulang, kalau begini mau tidak mau aku harus sesegera mungkin berlari.

Berlari dengan jarak yang sangat jauh, ini adalah kali kedua di dunia ini aku berlari lagi seperti ini.

Meski hal ini sudah biasa kulakukan di dunia ninja, namun sekarang sudah berbeda, ini bukan dunia ninja.

Yang pasti aku harus pulang dan mandi.

TBC

Hola balik lagi sama Author, selama masih punya ide saya usahain jalan kok tenang aja, ga usah panik kalo discontinue, selain itu saya sangat berterima kasih karena masih mau mengikuti fic ini, mungkin masih banyak kekurangan yang terlihat saya minta maaf untuk itu, selain itu terima kasih telah mengingatkan lagi di chapter 5 sempat ada error sehingga bisa langsung di perbaiki, mungkin hanya ini sekian dan sampai jumpa di chapter depan ADIOS.