Dia yang pernah menjadi cahaya kini menjadi kegelapan, didalam kegelapan dia akan menjadi kuat, Naruto kini mendapat tantangan baru, setelah ditinggal Taiga kini ia memiliki kekuatan baru dan kekuatan lamanya kembali bagaimanakah dia bisa untuk terus hidup santai di dunia yang seperti ini?
Prologue End, Welcome to ARC 1
ARC 1 : Rias Marriage
Chapter 7 : Rias Proposal (Part2)
Malam sudah tiba, malam dimana banyak hal yang akan terjadi suara deru dari kendaraan banyak berlalu Lalang dijalanan.
Terlihat seorang pria dengan memakai setelan kerja dengan membaca sebuah buku besar didalam mobilnya yang sedang dikendarai oleh supir pribadinya.
"Kitahara-sama bukankah rencana anda terlalu ambisius?" tanya sang supir yang sudah memahami apa yang terjadi dan menanyakan rencana pria dengan setelan kerja itu.
"semua itu demi dunia ini, jika manusia terlalu bergantung pada Kitsune, ataupun dua manusia raksasa yang pernah datang maka Manusia tidak akan bisa melindungi diri mereka sendiri." Ujar Kitahara sambil terus membaca.
"begitukah, memang benar jika kita tidak secepatnya membuat Gerakan maka manusia tidak akan bisa melindungi diri mereka sendiri." Ujar supirnya.
"tapi mau bagaimana pun rencana anda terlalu ambisius, dengan membuat unit doll yang melawan kaiju." Ujar supir nya lagi.
"tentu tidak, aku memanfaatkan unggulnya jumlah Wanita di dunia untuk melakukan ini, setidaknya dengan ini bisa menyeimbangkan populasi Wanita dan pria, dan bisa membuat manusia tidak bergantung pada kitsune maupun dua manusia raksasa seperti melempar sekali dua burung jatuh." Ujar Kitahara sambil menutup buku besarnya yang bertuliskan Artery Plan.
*kantor polisi*
"jadi apa kau yakin Gigalomaniac bisa kita gunakan untuk membuat umat manusia berdiri sendiri tanpa bantuan mahluk asing seperti dua raksasa itu?" tanya seorang Wanita dengan jas lab.
"tentu saja bisa, Kitsune adalah salah satu contohnya, dia adalah seorang gigalomaniac." Ujar Hinae dengan nada santai sambil menghela nafas.
"begitukah? Kita harus mengambil tindakan dengan mengumpulkan para Gigalomaniac." Ujar seorang polisi dengan setelan jas putihnya.
"kau pikir mudah mengumpulkan orang-orang yang punya keanehan seperti itu? Menangkap satu seperti dia saja sudah susah." Ujar Wanita dengan jas lab sambil menunjuk Hinae dengan nada kesal.
"bukankah kita sudah punya Gigalomaniac, jadi kita bisa mendeteksinya kan?" ujar polisi itu sambil melihat kearah Hinae.
"maa selama aku dibayar bagus, aku akan membantu tapi jangan terlalu berharap banyak, orang yang sudah paham dengan kemampuan Gigalomaniac mereka , mereka bisa menutupi diri mereka jadi akan sangat sulit ditemukan." Ujar Hinae dengan nada serius.
"yaah tidak masalah, tapi kita harus bergerak cepat, jika kita bergerak terlalu lambat maka rencana Artery milik Kitahara akan dijalankan, dan itu sangat berbahaya." Ujar polisi itu dengan nada serius.
"memangnya apa salahnya, aku berpikir rencana itu rencana yang bagus." Ujar Hinae dengan nada santai.
"hei apa kau ingin melihat banyak Wanita yang gugur di medan perang karena dijadikan Unit Artery?" tanya polisi itu dengan nada serius.
"mau bagaimana pun rencana Artery tidak boleh sampai terjadi." Ujar Polisi itu dengan nada serius.
"kalau begitu mau bagaimana lagi, kita harus mencoba menghubungi Kitsune." Ujar Wanita berjas lab itu dengan nada santai.
"menghubunginya, apa kau yakin bisa?" tanya Hinae dengan nada serius.
"tentu, kau pikir apa guna mu disini?" ujar Wanita berjas lab itu.
"kau mau aku jadi umpan dengan datang ke tempat Kaijuu itu dan bertemu dengan Kitsune setelah dia selesai dengan Kaijuu begitu?" tanya Hinae dengan nada kaget.
"tentu, kau Gigalomaniac bukan, tentu kau bisa menghadangnya." Ujar Wanita dengan jas lab santai.
"ya ya tentu aku bisa, tapi ini sangat beresiko buat ku, jadi aku ingin bayaran ku di naikkan." Ujar Arimura lagi.
"maa tentu saja." Ujar Wanita berjas lab itu sambil melihat kearah polisi itu.
"haah oke oke naik 2x lipat." Ujar polisi itu mengalah.
"6x." Hinae menaikkan jumlah gaji dengan kenaikan yang gak ngotak.
"hei apa itu gak ketinggian?" ujar polisi itu dia tidak ingin terlalu banyak keluar uang.
"jika kau tidak mau maka ini batal." Ujar Hinae dengan nada santai.
"tch bagaimana 3x?" tawar si polisi lagi, dia harus terus menawar, karena jika dia memberikan 6x maka gajinya sebulan akan langsung habis karena gadis Gigalomaniac ini.
"tidak, tetap 6x." ujar Hinae kekeh pada pendiriannya yang tetap ingin segitu.
"4x ?" pak polisi kembali memberikan tawaran lagi.
"tidak." Dan sekali lagi ditolak oleh Hinae, sepertinya Hinae cukup kejam kepada si polisi ini
"5x, aku tidak bisa memberi mu lebih." Ujar Polisi berharap Hinae mau dengan 5x karena dia sudah tidak bisa menaikkan lebih tinggi lagi.
"baiklah 5x." melihat reaksi seperti itu entah kenapa ada perasaan kasihan jadi Hinae setuju menurunkkannya menjadi 5x lipat saja.
"baiklah kalau begitu, Kanzaki tolong segera analisis kemungkinan terbesar munculnnya Kaijuu." Ujar Polisi itu dengan nada serius kepada Wanita ber jas lab itu.
"maa sebelum kau minta aku sudah melakukannya." Ujar Kanzaki sambil menyerahkan document itu.
"hoo kali ini akan muncul di kota Kuoh, oke Arimura bersiaplah kita akan segera kesana." Ujar polisi itu.
"apa kepala mu terbentur, kita ini ada di kuoh." Ujar Arimura bingung.
"ah benar juga yah."
*bersama Rias dan Naruto*
"tunggu-tunggu aku tidak memahami kemana arah pembicaraan ini." Ujar Naruto dengan nada serius, terlihat dia tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba dia diminta menjadi kartu truf.
"selain itu jelaskan apa itu rating game?" tanya Naruto lagi.
Rias sedikit menghela nafas, ini adalah kesalahannya karena tidak menjelaskan tentang Rating Game kepada Naruto, sehingga Naruto jelas kebingungan seperti ini.
"baiklah aku akan menjelaskannya."
Ujar Rias menghela nafas.
"Rating game merupakan sebuah pertandingan yang dilakukan para iblis muda yang mencapai tingkat Highclass Devil, hal ini selain dilakukan untuk menguji kekuatan para iblis muda, dan menguji seberapa pandai iblis muda bisa memaksimalkan kekuatan bidak mereka, ini juga dipakai untuk menjadi ajang pertaruhan, judi antar para petinggi pun biasa terjadi." Ujar Rias menjelaskan apa itu rating game kepada Naruto.
"hooo, sebuah pertandingan yang cukup menarik, dan kamu meminta ku menjadi kartu andalan yang tersembunyi, ini cukup menarik, selain itu kenapa kamu mengatakan mau menunda kenaikan ku, padahal aku sendiri saja belum tahu kapan aku bisa naik menjadi highclass devil." Ujar Naruto lagi.
"kamu tidak tahu?" Rias cukup heran mendengarnya.
"memangnya aku mau tahu darimana kalau bukan dari kamu atau sona?" tanya Naruto lagi.
"perasaan aku sudah memberimu surat beberapa hari lalu." Ujar Rias dengan nada bingung sambil melihat kembali kedalam tasnya.
"aku tidak ingat kalau kamu memberikan itu, apa mungkin kamu lupa?" tanya Naruto lagi.
"mungkin saja, aku akan mencari di tempat ku dulu suratnya mungkin aku memang lupa memberikannya kepada mu." Ujar Rias dengan nada santai.
" memangnya kapan?" tanya Naruto dengan nada heran kepada Rias.
"yaa seharusnya besok." Ujar Rias dengan nada santai.
"besok?" Naruto cukup kaget ternyata waktu pengangkatannya cepat juga, dia kira dia harus melawan beberapa Kaijuu lagi setidaknya untuk naik menjadi Highclass Devil.
"ya jika mengikuti schedule, tapi karena kamu akan jadi kartu Truf ku setidaknya sampai minggu depan kamu akan tetap menjadi seperti ini." Ujar Rias dengan nada santai.
"hmm apakah itu tidak masalah?" tanya Naruto dengan nada heran.
"maa tentu akan jadi masalah jika kamu menolak rencana ini dan ingin menjadi Highclass Devil besok." Ujar Rias dengan nada sedikit getir.
"haaah jadi intinya kamu meminta penundaan itu kan? Maa tidak masalah, apa kamu sudah memberitahukan hal ini kepada beberapa iblis yang lebih tinggi dari mu?" tanya Naruto lagi tentu akan sangat merepotkan bila ternyata Rias tidak memberitahukan hal ini kepada iblis kelas tinggi lainnya, bisa-bisa reputasi nya akan jatuh karena menahan seseorang, tentu hal ini Naruto ketahui setelah menjadi Kage.
"tentu tidak, jika aku memberitahu mereka, tentu mereka akan menolak dan akan langsung mengangkat mu menjadi iblis kelas tinggi." Ujar Rias.
"wow seberharga begitukah aku?" tanya Naruto dengan nada sedikit kagum akan dirinya sendiri.
"ya tentu begitu." Ujar Rias.
"kau pikir iblis bisa mengalahkan kaiju? Hanya iblis dengan tingkat level seperti raja iblis yang bisa melakukannya, dan kamu bisa tentu nilai mu setinggi itu." Ujar Rias dengan nada serius.
"kau tahu bahkan banyak sekali pesan untuk langsung mengangkat mu menjadi iblis kelas tinggi, dan ada juga yang ingin langsung membuatmu terlepas dari keluarga gremory." Ujar Rias lagi kepada Naruto.
"jadi jika ada iblis datang kepada mu dan berkata segera keluarlah dari keluarga Gremory segeralah pergi jangan kamu hiraukan." Ujar Rias dengan nada sangat memperingati Naruto, tentu bagi Rias Naruto adalah kekuatan yang ia punya saat ini, dia tahu kalau dia tidak bisa menang melawan tunangannya dalam rating game bahkan jika dia memiliki Sekiryuutei seperti Hyodo issei tapi Hyodo Issei yang belum bangkit belum bisa membantu, saat ini dia hanya bisa menahan Naruto agar Naruto bisa dia gunakan sebagai Kartu Truf pada rating game.
"haah baiklah, aku tinggal menunggu mu saja kan, jadi tidak perlu khawatir, jika hanya seminggu aku bisa menunggu." Ujar Naruto dengan nada santai sambil melihat kelangit.
"aku mengandalkan mu Naruto." Ujar Rias sambil ikut menatap langit dengan rembulan menyinari, mungkin ini terlihat seperti kencan yaa kalau saja pakaian Naruto tidak kotor karena pertarungan melawan Kaijuu sebelum dia datang kesini.
"kalau begitu pulanglah, kau bau." Ujar Rias dengan nada santai sambil melihat Naruto yang agak kotor kiri kanan.
"haha baiklah." Ujar Naruto kemudian akan beranjak dari sana.
"ah iya aku lupa, ambil ini." Rias tiba-tiba melempar buku kearah Naruto, buku yang entah darimana tiba-tiba dia pegang dan dia lempar.
*Beg*
"aww." Naruto memungut bukunya dan melihatnya.
"Magic Circle and Teleportation Circle."
Ini adalah sesuatu yang dia butuhkan, saat ini dia tidak bisa menggunakan jutsu seperti Hiraishin ataupun Shunshin jadi dia perlu sesuatu yang sangat berguna seperti ini.
"yaaa ini sangat kuperlukan." Ujar Naruto dengan nada semangat.
"haha anggap saja sebagai bayaran mu karena mau menunda hari pengangkatan mu." Ujar Rias dengan nada santai.
"hahaha kecil sekali." Ujar Naruto sambil berjalan pergi dengan membawa buku itu ditangan kanannya.
Sementara itu Rias hanya menghela nafas melihat kepergian Naruto, kemudian mengambil sebuah buku catatan kecil.
"menahan Naruto selesai." Rias menghela nafas melihat List yang ia lakukan sudah selesai semua tinggal yang satu saja belum.
"Training Camp tinggal itu saja kah, aku cukup berharap Issei bisa berkembang di banyak aspek selain kemesumannya." Ujar Rias sambil menghilang dengan Lingkaran sihir.
Sementara itu Naruto terus berjalan sambil membaca buku, mungkin ini adalah tindakan yang agak aneh karena berjalan sambil membaca buku itu hampir tidak pernah dilakukan oleh orang-orang biasa, tapi karena Naruto membutuhkan ini secepatnya jadi dia mau tidak mau melakukan ini, yaah selain karena Kaijuu bisa muncul dimana pun jadi dia harus selalu siap untuk bisa melakukan teleportasi.
"haaah ini cukup merepotkan." Ujar Naruto sambil terus berjalan mengikuti trotoar yang berjalan lurus.
Hal seperti ini hampir tidak pernah terjadi, membaca buku selagi berjalan bahkan ketika dia belajar untuk menjadi kage pun dia tidak pernah melakukan hal seperti itu, tapi kali ini dia melakukan itu jadi apakah mungkin ini adalah sebuah perkembangan diri yang dia dapatkan,
Selain itu dia merasa iri kepada Motohama yang sudah bisa melakukan teleportasi meski dia bagian yang dilakukan oleh ultra biru itu, tapi Motohama juga sudah berubah.
Hembusan angin malam mendaratkan perasaan dingin kepada kulit membuat kulit akan merasa bahwa perasaan dingin ini ada, suhu malam yang cukup dingin membuat banyak orang yang diluar merasa lebih nyaman berada didalam ruangan dibanding diluar ruangan.
Dan kini Naruto telah sampai ke rumahnya, dan sama seperti waktu dia sebelum menjadi kage, rumahnya yang sepi dan tidak ada seorang pun didalamnya, tidak ada seorang pun yang menunggu nya dirumah, sebuah kesepian yang sama dia rasakan di masa lalu, kesepian yang ingin ia buang jauh-jauh, dan sebenarnya Naruto masih merutuki kenapa dia harus terlahir kembali, pasangannya sudah bersama orang lain, bahkan jauh lebih tua daripada dirinya, dan kembali ia kehilangan kedua orang tuanya lagi, dan kali ini tidak ada kurama yang bisa menjadi teman, sungguh pengalaman yang tidak menyenangkan.
"aah tidak kusangka kamu suntuk sekali seperti ini."
Sebuah suara menganggetkan Naruto membuat Naruto menoleh dan ia melihat sesosok gadis pirang dengan twintail bor ditambah nada seperti dirinya adalah seorang ratu.
"kau siapa kenapa kau berada dirumah ku?" tanya Naruto dengan nada serius, ia tahu jika ada orang yang tidak ia kenal ada dirumahnya maka kemungkinan besar ini tidak akan berakhir baik.
"hoo kenapa kau tidak sopan sekali, beginikah cara Rias mendidik anak buahnya, benar-benar payah, maa tidak bisa disalahkan, orang yang memiliki kemampuan sangat kuat seperti mu seharusnya memang tidak tunduk kepada siapapun." Ujar nya lagi.
"kau berbicara banyak omong kosong, aku juga memiliki batas kesabaran, jadi siapa kau?" tanya Naruto ketus kepada gadis itu.
"hoo kasar sekali, tidak baik membentak seorang gadis, apalagi gadis itu seorang lady, baiklah kalau begitu namaku Karin, Karin Phenex."
TBC
Hola kembali bersama Author disini, mungkin kalian agak bingung kenapa tiba-tiba ada banyak orang yang tiba-tiba masuk, semuanya memiliki bagiannya masing-masing, sedikit penjelasan tentang Kanzaki, kamu bisa lihat Kanzaki Tomoyo(dari Inoubato) dan Karin Phenex mengambil penampilan dari Karin(Koihime Muso), selain itu Arimura Hinae mengambil penampilan dari Arimura Hinae di Chaos Child dan Kitahara mengambil penampilan dari Kitahara Iori dari Grand Blue, jika ada pertanyaan bisa ditanyakan, terima kasih masih membaca dan ADIOS!
