WARNING : Rated M, Top Luffy x Dom Sub Sanji
.
.
.
.
.
.
FlashBack sehari sebelum kejadian,
.
.
.
.
.
Kediaman Keluarga Vinsmoke,
Sekarang adalah hari minggu, hari dimana anak-anak sekolahan menikmati libur mereka.
Siang ini Sanji merasa bosan karena saudara-saudarinya menyibukkan diri dengan aktivitas lain yang mereka miliki, jadi tidak ada pengganggu yang usil. Meski kadang dongkol dengan tingkah rese saudara-saudarinya itu, Sanji juga bisa merasa kesepian bila mereka semua tidak ada di rumah.
Dia merebahkan dirinya di tempat tidur. Sambil melongo malas menatap langit-langit kamar, Sanji tetiba kepikiran hal-hal mesum yang sejauh ini memang susah sekali dia lakukan kalau saudara-saudarinya sedang ada dirumah.
Cengiran tolol bin engasnya langsung melebar seiring dengan ia mendudukan diri untuk mengambil laptop yang berada di meja kecil sebelah tempat tidurnya.
Sanji melihat jam, wanti-wanti untuk memperkirakan kepulangan keluarganya.
'Oh... baru jam 1... mereka bilang tadi bakal balik jam 5 kan?'
Sanji buru-buru membuka laptopnya, setelah laptop itu hidup dan tersambung ke jaringan wifi rumahnya, secepat kilat itu juga Sanji mengetikan link situs porno yang biasa dia kunjungi.
"Ah ya... rasanya sudah lama sekali aku nggak melakukan hal ini..." gumamnya ketika tumbnail dengan gambar-gambar vulgar terpampang disana.
Sanji tidak memilih, dia langsung saja mengklik asal salah satu tumbnail yang ada dan menontonnya.
Tapi sial, baru juga sampai di durasi menit ke-lima, fokus Sanji terganggu oleh bunyi klentingan lemparan kerikil yang mengenai kaca jendela kamarnya.
Terlalu malas melangkahkan kakinya untuk melihat siapa orang gila yang menimpuki jendela kamarnya itu, Sanji pun berusaha untuk kembali berkonsentrasi pada video porno di depannya. Bodo amatlah sama suara klentingan kerikil yang penting dia harus bisa fap-fap hari ini.
Oke, beberapa saat setelah Sanji abaikan, akhirnya suara klentingan kerikil itu menghilang. Sanji kembali rileks dan mulai terbawa suasana video bokep yang ditontonnya.
"Ah sial... cewek ini seksi banget..." gumamnya sembari mulai meraba-raba penisnya sendiri.
"Hah... Kalau aja si Luffy goblok itu tidak muncul disetiap aku PDKT sama gadis-gadis, pasti sekarang aku bisa merasakan sempitnya jepitan meki... -uffff" Sanji mendesah tertahan. Perlahan dia menambah kecepatan gerakan tangannya sembari terus menatap video laknat di depannya.
"Ahh... sial..." lenguhan kembali terdengar dari mulutnya, kali ini Sanji tidak menatap video didepannya, dia malah mendongakkan kepalanya ke langit-langit kamar guna menghayati kenikmatannya.
Disaat sebentar lagi dia mau mencapai orgasmenya, tiba-tiba terdengar suara jendela yang terbuka.
"Shishishi... hai Sanji... Ng?"
Tubuh Sanji auto membeku. Kepalanya langsung menoleh kearah sumber suara.
'Ck... sial... si bodoh itu'
Dia mendengus kesal menatap sosok Luffy yang melompat masuk seenak jidatnya tanpa meminta izin si pemilik kamar.
Sanji akhirnya mau gak mau menghentikan aktifitas mengocoknya sejenak. Secepat mungkin dia menarik selimut untuk menutupi juniornya yang masih tegang.
"Mau apa kau kemari sialan?" tukasnya ketika Luffy mendekat. "Ganggu ritual nikmatku aja kau!"
Luffy nyengir lebar, satu tangannya merogoh saku celana dan mengeluarkan dua lembar tiket hiburan.
"Hehe, aku menemukan ini dari tasnya Ace, ayo kita jalan-jalan" ucapnya riang.
Sanji memutar mata malas, dan membalas dengan ketus. "Kau gak liat aku lagi sibuk?"
Luffy memiringkan kepala bingung, ya maklum manusia dungu namanya juga, lemot.
Melihat Luffy yang sepertinya tak paham apa yang dia maksud, Sanji menghela kesal.
"Haaaa... pokoknya aku lagi sibuk, aku nggak punya waktu buat main, pergi sana!"
Luffy merengutkan wajahnya, kedua tangannya reflek terlipat di depan dada.
"Aku kan hanya ingin menghabiskan waktu di hari minggu ini denganmu Sanji!"
"Ya tapikan aku gak mau, jadi kau nggak usah maksa!"
Luffy cuma mendengus kesal, dia lalu melompat naik ke kasur dan berbaring di sebelah Sanji.
"Kalau begitu, aku bakal tidur siang di sini saja!"
Melihat Luffy bertingkah seenak jidat macam biasanya, Sanji cuman mendecih malas.
"Ck... terserahmu lah, geseran sana! Jangan nempel-nempel!"
Sanji akhirnya memutuskan untuk mengabaikan Luffy dan kembali menonton video vulgar yang tadi.
Tujuh menit sudah berlangsung semenjak dia mengabaikan Luffy yang katanya mau numpang tidur di kamarnya itu. Herannya Sanji merasa janggal, karena sedari tadi tak ada sedikitpun dirinya mendengar suara ngorok, atau gumaman konyol si pemilik topi jerami yang biasanya berisik saat tidur.
Penasaran, Sanji pun menolehkan kepalanya untuk memeriksa keadaan Luffy, namun alih-alih menemukan Luffy yang tertidur, dia malah kaget bertatapan dengan wajah Luffy yang ternyata sedari tadi tepat berada di belakang pundaknya.
"HOWAAHH! NGAPAIN KAU DEKAT-DEKAT SIALAN!" Sanji reflek menabok wajah Luffy.
"Adaw... Aku kan cuma mau liat lebih jelas apa yang kau tonton Sanji."
Sanji mendecih, dia akhirnya meletakan laptop di tengah-tengah antara mereka.
"Nih! Kau yakin mau nonton? Bukannya waktu kita nobar bokep sama franky dan Usopp kau langsung gak nafsu makan ya?"
Sanji dapat melihat sudut wajah Luffy yang tiba-tiba jadi berkeringat.
"Ng... Iya, tapi karena kau suka film seperti ini aku akan coba untuk menyukainya juga."
Sanji mendelik mendengar tutur jawaban Luffy yang sepertinya agak meragukan.
"Heeee goblok, kalau kau gak bisa mending jangan paksakan dirimu deh!" Sanji menempeleng kepala Luffy.
Diperlakukan seperti itu, membuat Luffy jadi merasa kesal juga. "Jangan meremehkanku ya, Sanji" lalu menekan tombol play.
Seketika, mereka pun diam dan fokus menonton.
Selang sepuluh menit menonton, tangan Sanji mulai kembali meraba-raba kelaminnya yang sempat tegang tadi.
Peduli setan, dia sudah bodo amat sama kehadiran Luffy di sana. Tanpa rasa malu, Sanji pun mengeluarkan sebagian kejantanannya dan mulai mengocok.
Bodohnya, Sanji yang tadinya fokus mengocok dengan pandangan tertuju ke video bokep kini perlahan malah beralih menatap muka serius Luffy yang sedang menopang dagu dengan satu tangannya. Bocah karet itu benar-benar tidak berkedip sedikitpun melihat layar laptop.
Tanpa sadar, Sanji jadi mengocok sembari memandangi si Luffy. Anehnya, Sanji merasa seperti ada sebagian jiwanya yang tergelitik ketika dia menatapi muka serius temannya itu.
Beralih pada Luffy sendiri, bocah karet itu masih fokus melihat video porno di depannya tanpa menyadari gerak gerik sanji yang asik mengocok. Sampai akhirnya, tiba-tiba dia mendengar lenguhan tertahan dari sosok di sampingnya.
"Ghhh... nnggg..."
Luffy reflek menoleh ke arah si pirang. Sanji yang memang sedari tadi menatapi wajah Luffy pun kaget ketika Luffy menatapnya balik. Dan sialnya hal itu malah membuat Sanji auto mengejang klimaks.
Luffy terdiam memperhatikan tubuh Sanji yang kini membungkuk gemetar keenakan.
"Ah... sial sial! Mantep banget!" gumam Sanji yang masih meringkuk.
Luffy yang penasaran dengan hal itu langsung aja nyeletuk.
"Apa rasanya benar-benar seenak itu, Sanji?"
Sanji mengangkat wajahnya menatap datar ke arah Luffy yang memandanginya dengan serius, sempat lupa dia dengan kehadiran bocah itu.
"Oh... Iya enak, coba aja kalau kau penasaran-"
Sanji melotot ketika Luffy mengeluarkan kejantanannya.
"O-O-O-OI, LUFFY-K-K-K-KAU GILA APA?!"
Luffy yang melihat Sanji tiba-tiba panik pun mengernyitkan dahinya. "Hm? Apa maksudmu, Sanji?"
"U-UKURANMU GAK WAJAR BRENGSEK!"
Dengan santai Luffy menunduk, ikut melihat penisnya yang sedari tadi ditunjuk-tunjuk oleh Sanji.
Kedua alis Luffy resmi bertaut, dia memiringkan kepalanya agak kesal.
"Kau menghinaku ya Sanji?"
Alih-alih menjawab, Sanji malah meringsut mundur menjauhi Luffy. Jantungnya berdebar-debar- enggak, bukan karena terangsang atau apapun, tapi kaget setengah mampus liat penis jumbo Luffy yang selama ini dia kira kecil seukuran kelingking.
'Gi-gimana bisa- dia punya-? Ah- iya- orang kurus kan gizinya lari ke 'sana' semua... T-TAPI... TAPI UKURANNYA TETEP GAK NGOTAK NJIIIRR!' -batin Sanji.
"Eh? Gimana ini tadi ya? "
Pertanyaan bodoh Luffy membuat Sanji meringis prihatin. "Dasar bodoh..." -batinnya.
Sanji lalu mendekati Luffy dan menjulurkan tangannya untuk mengajari Luffy caranya mengocok.
"Denger ya, aku cuma bakal ngasih kau contoh sedikit, setelah itu kau harus menyelesaikannya secepat mungkin."
Sanji setengah geli ketika memegang penis orang lain, namun dia tetap memberikan contoh terbaik buat Luffy. Sedangkan Luffy sendiri sempat membeku sebentar akibat perbuatan Sanji. Ini kali pertamanya ada orang lain yang memegang-lebih tepatnya mengelus penisnya seperti ini.
Sanji menyempatkan sejenak untuk melirik Luffy dan sedikit tergelitik ketika melihat temannya itu gugup dengan wajah bersemu merah.
"Hoy! Jangan bengong! Kau sudah paham belum caranya?" Sanji meledek Luffy.
Luffy tersentak. "A-ah ya..." lalu mencobanya sendiri.
Selang beberapa menit, Sanji mulai bete. Dia yang menunggui Luffy selesai dengan urusannya ternyata tidak kunjung selesai juga.
"Kau lama banget sih sial! Ini sudah mau setengah jam tau!"
"Ng-nggak tau Sanji-aku juga bingung..."
"Ck, bingung apanya ha?"
"Waktu kamu yang pegang, rasanya enak, tapi kok pas aku coba sendiri malah gak enak..."
Jawaban bodoh Luffy membuat Sanji tersedak. "M-Maksudnya apa brengsek...?"
Luffy menatapnya dengan pandangan polos. "Ntah...?"
Sanji mendecak, dia yang frustasi karena ingin Luffy cepat-cepat pergi dari kamarnya akhirnya kembali melihat laptopnya.
"Coba kau ngocok sambil melihat wanita ini" jelasnya sambil menunjuk ke arah video porno yang tadi sempat terpause.
Luffy mengangguk sebagai jawaban lalu mengikuti apa kata Sanji.
Namun ternyata apa yang di lakukan Luffy lagi-lagi sia sia. Bukannya orgasm penis Luffy kini malah melunglai...
Sanji yang melihatnya pun kesal, pingin sekali dia mengusir si bocah karet itu pergi dari sini, tapi-
"Em... Sanji, sepertinya aku emang gak bisa melakukan hal hal yang kau sukai..." disaat Luffy sudah mau menyerah, tiba-tiba Sanji malah mendapat sebuah ilham yang ntah datangnya dari mana.
"Tunggu-tunggu, mungkinkah... kau gak tertarik dengan wanita?"
Pertanyaan itu hanya mendapat gestur kepala miring dari Luffy. "Aku cuma tertarik sama makanan dan kau" ujarnya polos.
Jawaban spontan itu membuat Sanji sempat terdiam.
Dengan cepat Sanji langsung mengganti video porno lawan jenis yang mereka tonton dengan video gay. Lalu dengan wajah yang super serius, dia memerintah Luffy.
"Sekarang, coba kau lihat ini baik-baik."
Luffy menurut dan memperhatikannya dengan seksama. Sanji kemudia mempercepat durasi video tersebut sampai ke bagian intinya saja.
Namun, sial lagi-lagi tidak ada reaksi apapun dari Luffy maupun Luffy junior. Membuat Sanji mengerang frustasi entah untuk yang keberapa kalinya.
"Haissshh! Udalah! Mending kau pulang aja sana! Buang-buang waktuku tau gak!"
Mendapat bentakkan seperti itu, Luffy cuma merengut dan membuang muka. "Gak mau! Kan aku bilang hari ini aku mau menghabiskan waktu denganmu!"
"Eh brengsek-! Aku ngantuk mau tidur siang!"
"Yaudah ayo kita tidur bareng!"
"OGAH!"
"Sanji! Kau gak boleh egois, setiap ajakanku kau tolak semua!" kali ini Luffy nyolot. Dia agak gak terima semua niat baiknya buat ngajak Sanji bersenang-senang kian ditolak oleh yang bersangkutan.
Sanji menahan kepalan tangannya untuk tidak memukul kepala Luffy. Namun tiba-tiba terlintas sebuah ide busuk dikepalanya.
"Oi Luffy, kamu beneran mau menghabiskan waktu denganku kan?"
Luffy mengangguk.
Sanji langsung saja melucuti celananya sendiri lalu mengangkang dengan berani di depan Luffy. Luffy yang disuguhi pemandangan menakjubkan itu lagi-lagi hanya bisa membeku, namun kali ini dengan mata melotot dan wajah yang bersemu yang dihiasi sedikit keringat. Oh-tidak lupa, junior Luffy yang tadi melunglai pun ikut berdiri.
"Sekarang hisap aku."
Luffy gagal paham mencerna omongan Sanji barusan.
"Em... Sanji, maksudmu apa?"
"Ck, kau liat video yang tadi kan? Kalau kamu mau membuatku senang, hisap penisku seperti yang dilakukan orang di video tadi."
"E-Eh...? Tapi kok aku ngerasa ini nggak benar?" Luffy memiringkan wajahnya bingung. Membuat Sanji lagi-lagi mulai tidak tahan dengan kebodohan temannya itu.
"Udahlah! Kalau kau masih tetap mau berada disini, turuti semua kemauanku!" Sanji menjambak Luffy, lalu dengan paksa membuat Luffy mengulum penisnya.
"A-aahh..." erangan nikmat kembali menghiasi mulut Sanji. Sementara itu, Luffy tersedak. Namun tak lama kemudian Luffy mulai mengerti alurnya.
'Mengulum penis Sanji tidaklah buruk' -begitu pikir Luffy kira-kira. Terlebih lagi melihat Sanji yang mendongak keenakan membuat sepercik nafsu di diri Luffy bergejolak.
Luffy berusaha melakukan yang terbaik yang dia bisa untuk menyenangkan Sanji, tak lama kemudian tubuh Sanji menggelinjang dan Luffy dapat merasakan cairan hangat Sanji mengisi mulutnya.
Luffy melepaskan kulumannya terhadap penis Sanji lalu terfokus pada dubur berkedut Sanji. Tanpa pikir panjang, Luffy langsung menjilatinya, ingat dia tadi melihat hal yang sama di video porno sesama jenis. Hal itu sukses membuat Sanji terkejut. Tanpa ampun, Sanji reflek menendang sisi kiri wajah Luffy, membuat yang bersangkutan tersentak ke pinggir ranjang.
"Ouw... Kenapa Sanji..?"
"Kau yang kenapa brengsek! Ngapain kau barusan hah?!"
Luffy gak mengerti, kenapa raut wajah Sanji sekarang terlihat menakutkan daripada yang sebelumnya. Sanji menatapnya seakan-akan Luffy telah melakukan kesalahan besar.
"Ng..? tapi kan tadi kau bilang lakuin seperti yang ada di video?"
Kali ini Sanji tak mengindahkan pertanyaan bodoh Luffy. Dia cuma terdiam sejenak dan memikirkan sensai aneh yang barusan merangsang saraf sensitifnya. Dia kemudian menatap Luffy yang masih memegangi pipi kirinya yang sekarang mulai terlihat memar.
'Sial... aku menendangnya terlalu keras ya...'
"Sanji, aku minta maaf kalau tindakanku sudah membuatmu kesal..."
Tak ada jawaban. Sanji hanya menatapnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
"Kau bisa memukulku lagi aja kalau kamu mau Sanji?"
Masih tak ada jawaban. Kali ini Luffy berpikir bahwa Sanji benar-benar marah padanya, meskipun Luffy tak mengerti dimana kesalahannya, Luffy tetap tidak nyaman melihat Sanji yang sepertinya murka kepadanya itu.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang, aku gak akan mengganggumu lagi..."
Disaat Luffy mau beranjak pergi, Sanji menjulurkan satu tangannya. "Kemarilah." Ucapnya seraya melambaikan tangan.
Luffy menurut dan merangkak kehadapan Sanji yang masih mengangkang di depannya.
"Aku jadi penasaran akan suatu hal..." Sanji menatapi Luffy yang sepertinya masih belum paham dimana letak kesalahannya.
"Luffy, kau nggak ngerasa jijik menjilati anusku?"
Luffy menggeleng pelan. "Nggak, kenapa memangnya?"
"Kalau begitu, coba lakukan lagi."
Sejenak Luffy ragu,
"Um, tapi... kau nggak akan menendangku lagi kan?"
Sanji hanya berdeham sebagai jawaban.
Luffy pun menunduk untuk mensejajaran wajahnya dengan lubang berkedut Sanji. Sementara Sanji kini tengah mengambil posisi rileks dengan bersandar pada kepala ranjang, kedua kakinya ia sampirkan di bahu Luffy.
Luffy mulai menjilati dubur Sanji.
"Hmm... coba mainkan lidahmu dengan tempo yang lambat"
Luffy menuruti permintaan Sanji.
Perlahan Sanji mulai menikmati setiap gerakan lidah Luffy. Sanji sendiri gak begitu peduli kenapa sekarang situasi diantara mereka jadi seperti ini. Yang dia pikirkan saat ini adalah, dia ingin tahu hal baru. Ya maklum, capek jadi solo pengocok akhirnya Sanji terlena untuk mencoba sensasi nikmat dibagian lain.
"Masukan lidahmu"
Luffy langsung memasukan lidahnya dan memainkannya di liang milik Sanji.
Sanji sendiri makin terbuai, ntah kenapa rasanya nikmat sekali. Dia menyempatkan untuk menyisir poni Luffy sehingga memperlihatkan wajah temannya yang sepertinya juga kepalang horny.
"Oke, oke, stop."
Lagi-lagi, Sanji menjambak Luffy sampai-sampai Luffy mengangkat kepalanya.
"Ng...Sanji... kenapa kau jadi kasar padaku begini?"
"Anggaplah kau sendang menebus kesalahanmu barusan, pokoknya kau cukup turuti semua perintahku, paham?"
"Um... baiklah..."
Sanji melihat kearah kejantanan Luffy yang sudah menegang, lalu mengelusnya sebentar.
"Emgh..." erang Luffy.
"Aku mau coba sesuatu seperti yang ada di video itu, dan ini adalah kali pertama dan terakhir aku meminjam penismu. Jadi, berterima kasihlah padaku untuk kesenangan yang akan kau peroleh nanti."
Meski Luffy gak mengerti dengan ucapan Sanji, dia tetap memberikan anggukan.
Sanji kemudian berbalik membelakangi Luffy, dia menunggingkan bokongnya agak tinggi kehadapan Luffy sehingga Luffy dapat melihat dengan jelas pemandangan binal tersebut.
"Masukkan penismu kemari." Tukas Sanji sembari melebarkan pantatnya.
Luffy meneguk ludah, masih gak paham kenapa hal itu bisa mengguncang jantungnya.
"T-tapi Sanji... kurasa gak akan muat..."
"Kalau kubilang masukin ya masukin! Kau gak usah banyak bacot, turutin aja semua perkataanku!"
"O-oke..."
Luffy memegang penisnya, tangannya gemetar. Perlahan dia tempelkan kepala penisnya di permukaan lubang Sanji, dan hal itu bikin jantungnya berdegup parah.
"S...Sanji... AKU GAK KUAT!" dengan bodohnya Luffy meringsut mundur secepat kilat.
Sanji yang mendapati reaksi konyol Luffy seperti itu langsung mengamuk.
"GOBLOKK! KAU ITU NGAPAIN SIH?!"
"A-AKU GAK BISA SANJI, RA-RASANYA MAU MATI..."
Jawaban bodoh Luffy membuat urat-urat kekesalan mencuat di wajah horny Sanji.
"Brengsek... kalau kau gak mau menurutiku, silahkan keluar! Dan jangan pernah menemuiku lagi! Aku gak sudi punya teman penakut macam kau!"
"Ta-tapi Sanji-"
"Keluar sana!"
"Be-beri aku kesempatan sekali lagi untuk mencobanya-"
"Sip, kalau yang ini gagal juga, pertemanan kita END."
Luffy meneguk ludah dan langsung mendekat. Mengambil posisi seperti semula, dia menarik nafas panjang sebelum akhirnya mendorong kejantanannya memasuki liang sempit Sanji.
"AHGK-"
Luffy terdiam ketika mendengar jeritan tertahan Sanji. Dia yang panik langsung aja menarik keluar penisnya lagi.
"Sa-Sanji... kau gak apa-apa?!"
"Si geblek... kenapa kau tarik punyamu keluar?!"
"Aku takut pantatmu robek... huwaa"
Dengan cepat Sanji menjitak Luffy sebelum tangisnya makin jadi.
"Gak usah lebay! Aku gak kesakitan, cuma kaget aja."
Akhirnya dengan penuh kesabaran, Sanji pun menyuruh Luffy untuk memasukan lagi penisnya. Kali ini dengan dibantu tangan Sanji yang memeganginya biar Luffy gak sembarang cabut lagi.
Sebenarnya, Sanji sendiri agak kaget tadi, kok rasanya agak pedih dan nyeri ketika separuh penis Luffy berhasil masuk, namun ketika seluruh bagian penis Luffy berhasil masuk seutuhnya. Sensasi pedih itu bercampur dengan suhu panas Luffy yang membuatnya jadi lumayan merasa nikmat.
"Jangan bergerak dulu, Luffy."
"Oke..."
Cukup lama mereka berdiam diri dalam posisi itu. Luffy dengan sabar menunggui perintah Sanji berikutnya.
Sanji yang merasa sepertinya sudah agak rileks dengan penis Luffy didalam tubuhnya, langsung memberikan instruksi pada Luffy untuk bergerak.
Luffy pun menurut dan memompa penisnya pelan pelan. Sanji menikmati setiap gerakan keluar masuk yang lembut dari Luffy. Lama kelamaan Sanji mulai meminta Luffy untuk mempercepat gerakannya. Tepat pada suatu titik, prostat Sanji tertumbuk oleh penis Luffy.
Sanji mengerang panjang. Luffy sempat kaget, namun kali ini dia dapat melihat wajah Sanji yang sepertinya merasa keenakan.
"Gi-gimana rasanya, Sanji?"
"Lu-lumayan... tetap genjot jangan berhenti..."
Luffy pun mengangguk, tapi karena kali ini jepitan jepitan liang Sanji semakin kencang, Luffy sendiripun jadi kalang kabut merasakan nikmatnya hisapan demi hisapan disetiap dia mendorong masuk penisnya. Luffy bahkan mengalami perang batin antara ingin menghantam dubur Sanji bertubi-tubi atau tetap dalam tempo yang sedang.
Namun, dia berterima kasih karena perintah Sanji selanjutnya adalah...
"Luffy, kali ini hantam aku sebuas yang kau bisa..."
Tentu aja Luffy langsung gerak cepat, udah gak tahan mau menyodok Sanji lebih dalam. Pokoknya dia mau masuk sedalam-dalamnya dah.
Sanji yang digenjot seperti itu pun gak henti-hentinya mendesah. Pantatnya makin nungging ke atas sementara kepalanya tenggelam di bantal. Tumbukkan Luffy mantep banget buatnya. Sanji dibuat mabuk oleh setiap hantaman hantaman di prostatnya itu. Belum lagi perut bawahnya dipeluk erat oleh Luffy.
"EHG AHHH LUFFY-LUFFY TERUS-AH NGH HNGGH-AAHHHH...!"
Lenguhan Sanji makin menjadi-jadi, mereka berdua berada dipuncak yang sama, sampai akhirnya orgasme berbarengan.
Keduanya terengah-engah, dan masih dengan tubuh yang gemetar, Sanji menyempatkan diri untuk menoleh kearah Luffy. Mereka pun saling bertatapan.
"Haha... mukamu merah tuh bangsat" Sanji meledek Luffy. Sedangkan Luffy sendiri bales nyengir.
"Kamu juga Sanji, shishishi..."
CKLEK
Sialnya ditengah momen hangat saling ledek mereka, pintu kamar Sanji tiba-tiba terbuka.
Menampakkan tiga sosok makhluk warna-warni-Ichiji, Niji dan Yonji, yang terpaku melihat pemandangan tak senonoh di depan mereka.
Yap. Sanji pun baru sadar kalau dia dan Luffy masih dalam keadaan menyatu.
Lalu detik berikutnya,
"KEPARAT KAU MUGIWARAAAAAAAA!"
.
.
.
.
.
End of flashback
.
.
.
.
.
"LUFFY! KAU BODOH ATAU BAGAIMANA?! SADAR GAK SIH, KAU ITU UDAH BIKIN KESALAHAN BESAR!" Ace berteriak sembari menjambaki rambutnya sendiri.
Disisi lain, Sabo sudah kehilangan kata-katanya sepanjang mendengarkan cerita Luffy.
"Mampus ini... deklarasi perang sama bocah-bocah Vinsmoke..." sambung Ace.
Luffy yang gak terima disalahkan pun melakukan pembelaan.
"Tapi kan... aku cuma nurutin permintaan Sanji... kenapa jadi aku yang paling salah?"
Kedua Ace maupun Sabo akhirnya melayangkan jotosan maut kepada adiknya itu.
"LU DIEM AJA DAH TOLOL! LAGIAN SALAH LU JUGA UDAH DI USIR MASIH BAEK NGEJEDOK DISITU!"
"Dah lah... nyesel curhad sama kalian berdua..."
.
.
.
.
.
TBC
