Disclamire
Nor Even Wish
Masashi Kishimoto-Sama
Alternative Universe
X-MEN : DARKER
©LONGLIVE AUTHOR
CHAPTER 4 : KUMO
Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi Negara Kumo karena akan ada pemilihan Dewan Tinggi Mutan yang baru setelah Tuan A. Bagi para mutan pemilihan ini tak kalah pentingnya dengan pemilihan presiden karena Dewan Tinggi Mutan lah yang secara penuh akan melindungi mereka dan menjaga hak-hak mereka dari diskriminasi dan hal-hal buruk lainnya. Tidak jauh berbeda dengan pemandangan seperti berada Di Suna beberapa hari yang lalu. Semua orang dan wartawan berkumpul di sekitar gedung Dewan Tinggi Mutan Kumogakure.
"Selamat pagi, dan Semangat pagi untuk seluruh Masyarakat Kumogakure. Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi seluruh masyarakat Kumogakure khususnya untuk para mutan. Pelantikan Ketua Dewan Tinggi Mutan yang baru akan dimulai beberapa dua jam lagi. Semua perwakilan dari seluruh Negara aliansi sudah datang kemarin malam dan yang menjadi sorotan kita adalah Perwakilan Dewan Tinggi Mutan dari Konoha, Kakashi Hatake membawa serta para X-Men menuju pelantikan ini. Kita masih menunggu kehadiran Tuan Presiden yang…"
Puluhan media masa sudah mengerubungi gedung berwarna krem itu seperti lebah. Mereka semua berdengung tak habis-habisnya mengabarkan apa yang sedang terjadi detik ini. Beberapa menit kemudian Presiden datang dengan puluhan ajudannya. Jelas saja hari ini mereka akan bertemu dengan banyak mutan kelas tinggi maka aka nada prosedur pengamanan khusus.
Waktu menunjukan pukul sepuluh pagi dan acara akan segera dimulai. Seorang protokoler menyuruh semua undangan untuk masuk kedalam ruang pelantikan. Ruangan itu sangat besar dan berada di lantai paling atas gedung. Tak jauh dari ruangan Ketua Dewan. Ball Room bernansa cokelat itu sangat khas dengan warna kebangsaan Negara Kumo. Mereka menatanya dengan apik. Di setiap sudut ruangan seringkali ditemui perbotan dengan nuansa etnik dan naturalis. Seperti patung, batu, bahkan pot tanaman yang dibut dari akar pohon utuh.
"Sai berhenti melakukan hal bodoh dan diamlah." Kata Ino pada lelaki disebelahnya yang terus menerus memotret seisi ruangan dengan kamera ponselnya.
"Kita jarang sekali keluar negeri, ruangan ini penuh dengan barang antic yang bisa ku jadikan objek lukisanku." Mereka sudah duduk di bangku tamu undangan dengan rapi masih mendengarkan pembukaan dari pembawa acara.
"Kakashi, apa kita benar-benar harus ikut denganmu kesini?" Tanya Shikamaru malas.
"Ya, hari ini hari yang penting dan banyak tokoh penting. Aku ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja."
Pukul sembilan kurang sepuluh menit, Tuan A Ketua Dewan Tinggi Mutan Kumogakure yang telah menjabat selama lebih dari sepuluh tahun masuk kedalam ruangan. Dibelakangnya berjalan calon Ketua Dewan Tinggi selanjutnya Darui dan Killer Bee adik dari Tuan A. Bee terlihat merangkul Darui yang terlihat gugup.
"Sudahlah, hari ini akan sangat menyenangkan." Ujar Bee menyemangati Darui.
"Kau bicara begitu karena kau senang banyak gadis dari luar negeri." Balas Darui/
"Yah, kau benar." Bee tertawa.
"Seharusnya kau yang di lantik sekarang." Ketus Darui.
"Ah, kita sudah sering membahas itu." Kata Bee santai.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebenarnya yang akan diangkat menjadi Dewan Tinggi Mutan selanjutnya adalah Killer Bee. Tapi dia menolak dengan alasan dia tidak mau dibebankan dengan kisruhnya birokrasi dan berurusan dengan pemerintah pusat. Ia tidak sudi katanya. Akhirnya jabatan itu diberikan kepada Darui. Konsep mengenai Dewan Tinggi Mutan di banyak Negara memang sangat kontroversial. Dewan Tinggi Mutan berperan sebagai lembaga yang melindungi dan membela hak-hak mutan. Posisinya dibawah pemerintah pusat dan diawasi ketat. Segala hal yang dilakukan oleh Dewan perlu persetujuan Presiden. Tapi orang-orang selalu beranggapan bahwa Dewan Tinggu Mutan setara dengan pemerintah dan Ketua Dewan setara dengan Presiden. Hal inilah yang selalu menjadi kontroversi dan mendorong pengawasan ketat terhadap setiap gerak gerik Dewan. Peran Dewan Tinggi Mutan yang sangat krusial tidak lain diinisiasi oleh Profesor Sarutobi dari Konoha. Dia adalah seorang jenius yang terus melakukan penelitian dan terobosan baru yang berhubungan dengan mutan. Dia adalah salah satu orang terpenting dalam sejarah peradaban mutan. Negara-negara lain berusaha untuk mengikuti pencapaian yang telah diraih oleh Konoha dan beberapa kelompok menganggap hal itu berpotensi sebagai ancaman Negara.
Pukul sembilan tepat sang protokoler memulai acara. Seluruh tamu Dewan Tinggi Mutan dari Negara lain duduk di barisan bangku paling depan berjajar dengan Presiden Kumogakure. Hal ini terasa sangat kontras karena beberapa ketua Dewan Tinggi Mutan jauh lebih muda dari sang Presideng itu sendiri. Dari Negara Suna contohnya Pemimpin muda yang cemerlang dan mulai diperhitungkan kemampuannya oleh banyak kalangan. Sang Presiden terlihat tidak begitu nyaman duduk diantara puluhan Mutan yang datang, meski puluhan tentara dan penembak jitu sudah di kerahkan dalam acara ini.
"Pembacaan Sumpah Dewan Tinggi Mutan. Hadirin di mohon untuk berdiri."
Seluruh tamu undangan berdiri di tempat mereka. Sekali lagi terlihat Bee memeberikan senyuman semangatnya pada Darui sebelum ia berjalan ke altar pelantikan. Begitu Darui sampai di depan pengeras suara Tuan A membawa naskah sumpah pelantikan . Meski orang-orang Kumo terkenal dengan sikap dan hati yang keras, tapi mereka akan menjaga janji sampai mati. Naskah sumpah itu adalah perjanjian suci untuk melindungi seluruh mutan.
"Hari ini adalah hari dimana kau akan bersumpah untuk melindungi rakyat mutan di Kumogakure." Nasihat terakhir Tuan A. Ia membuka Naskah itu, dan akan menuntuk Darui untuk membacanya.
"Aku Ketua Dewan Tinggi Mutan bersumpah, menjaga keutuhan dan kesatuan Negara Kumo, hari ini, esok, dan seterusnya."
"Aku Ketua Dewan Tinggi Mutan bersumpah, untuk menjaga keutuhan dan kesatuan Negara Kumo, hari ini, esok, dan seterusnya."
"Aku Ketua Dewan Tinggi Mutan bersumpah, untuk mengabdi sepenuhnya kepada Negara Kumo, rakyat, dan Presiden."
"Aku Ketua Dewan Tinggi Mutan bersumpah, untuk mengabdi sepenuhnya kepada Negara Kumo, rakyat, dan Presiden."
"Aku Ketua Dewan Tinggi Mutan bersumpah, untuk menjaga, melindungi, dan membela seluruh mutan yang berada dalam teritori Negara Kumo."
"Aku Ketua Dewan Tinggi Mutan bersumpah, untuk menjaga, melindungi, dan membela seluruh mutan yang berada dalam teritori Negara Kumo."
Naskah itu berakhir disana. Cukup tiga poin dari sumpah jabatan Ketua Dewan Tinggi Mutan. Suasana masih sangat hening. Sang protokol belum mengatakan apapun. Bagi Darui oment itu terasa begitu sacral dan semuanya terasa dalam sebuah gerakan lambat. Sang mantan Ketua Dewan Tinggi Mutan, Tuan A menutup naskah itu. Dua manusia berbeda generasi itu saling bertemu pandang. Tuan A menatapnya denga serius. Bibirnya bergerak nyaris tidak terdengar.
"Sampai mati…"
"Sampai mati…"
Darui tahu betul maksudnya. Sumpah itu tidak hanya berlaku sampai masa jabatannya selesai. Darui dan Killer Bee tahu. Tuan A tidak akan berhenti membela hak-hak mutan yang ada di Kumo sampai ia mati. Protokol meanjutkan jalannya acara. Sejenak para hadirin bertepuk tangan atas sah nya Darui kini menjadi Ketua Dewan Tinggi Mutan Kumo. Tak berbeda dengan perwakilan-perwakilan mutan dari Negara yang lain. Kemajuan untuk satu mutan adalah kemajuan untuk semuanya.
Namun hal ini tidak begitu indah di mata Kakashi. Ia hanya bertepuk tangan ala kadarnya. Kalau masalah sikap dan tata karma Kakashi tidak ada bandingannya. Ia adalah tipe orang yang akan selalu menghormati nenek tua galak yang menyebalkan. Tapi alam logikanya lebih cerdas dari siapapun. Nalarnya tidak dapat dijangkau orang awam, dia adalah mutan yang terlahir sangat jenius. Kakashi tahu dibalik ketiga sumpah itu tidak semuanya seperti yang terdengar. Ia berada disana ketika sumpah itu dibuat untuk pertama kalinya. Belasan tahun yang lalu ketika ia masih sangat muda. Ia mendampingi Profesor Sarutobi saat pemerintah untuk pertama kalinya bersedia membangun kerja sama dengan Dewan Tinggi Mutan. Sumpah itu dibuat. Hanya tiga poin yang disahkan dari keseluruhan rancangan yang diusulkan. Poin satu dan poin dua tak ubahnya adalah perjanjian agar Dewan Tinggi Mutan tidak membelot dan melakukan pemberontakan. Hanya satu poin dan itu adalah poin terakhir yang merupakan perjanjian untuk melindungi hak-hak mutan. Bahkan dalam ketika kesepakatan dan kerja sama sudah terjalin masih ada ketidak percayaan dari pemerintah terhadap para mutan. Sungguh Ironi.
