You Too

.

.

.

Cast : Kim Seokjin, Kim Taehyung

Genre : Romance, Brothership

Rate : T+

.

.

.

Summary : Tak ada salahnya menghibur kekasih sendiri, bukan? / 'bukan hanya mereka saja, tapi kamu juga' -Seokjin. TaeJin

.

.

.

author pov

.

.

.

kegelapan sudah menampakkan dirinya, sinar bintang dan bulan sabit ikut menjadi penghuni sang kanvas hitam. udara terasa dingin, tapi tak ada yang memungkiri malam ini sangat indah dengan terpaan angin yang berhempus perlahan

keindahan sang malam tak bisa dibantah, hingga seseorang mampu berdiri terdiam berlama-lama memandang langit bertabur bintang.

nampak seorang namja, yang tengah berdiri disamping jendela tempatnya menginap malam ini. tak ada siapa pun disana. teman sekamarnya sedang keluar mencari sesuatu meninggalkannya seorang diri.

namja itu-Kim Taehyung- atau kita panggil V BTS, masih tetap mempertahankan posisinya menatap gemerlap langit Fukuoka dari balik kaca jendela.

BTS memang baru menyelesaikan fanmeet global mereka di Fukouka, masih ada bebeberapa tempat yang harus mereka singgahi untuk melihat ARMY mereka, diseluruh belahan dunia ini.

.

.

.

Taehyung masih tetap pada posisinya tanpa mau bergerak sedikitpun. karna hal itu ia tak sadar ketika seorang namja masuk ke kamarnya dan mendapati sang pemilik kamar hanya termenung. hingga beberapa saat, akhirnya Taehyung merasa kakinya sedikit lelah karna terlalu lama berdiri. langkah kakinya perlahan menuntunnya untuk duduk dikasur sebelum akhirnya mendapati ada sepasang kaki didepannya.

Taehyung mengangkat kepalanya dan mendapati sinar mata indah namja itu menabrak iris matanya.

"hyung"

namja yang dipanggil hyung itu hanya tersenyum dan menarik Taehyung ke kasur dan mendudukkannya.

"melamun, hm?" ucap namja itu sambil berdiri di hadapan Taehyung. Taehyung tidak menjawab dan tetap mempertahankan tatapannya pada hyungnya itu.

"apa yang kau lakukan disini, Jin hyung?" ucap Taehyung tanpa menjawab pertanyaan tadi. tak ada gunanya juga, karna Taehyung tau, namja itu atau kita sebut Kim Seokjin sang visual BTS, sudah ada dikamarnya sebelum ia berbalik tadi.

"kau baik-baik saja kan Tae?" ucap Seokjin. ucapan lembut Seokjin berbuah senyum manis diwajah Taehyung. senang rasanya mendengar hyung tercintanya mengkhawatirkannya. meskipun Taehyung tau, Seokjin selalu khawatir dengan semua member BTS.

"tentu aku baik, hyung. tak perlu khawatir padaku" ucap Taehyung mencoba mempertahankan senyumnya.

Seokjin sendiri tak menjawab dan tetap memperhatikan Taehyung lekat. Seokjin tau, sejak tangisnya pecah saat fanmeet di Seoul lalu, Taehyung hanya mencoba untuk terlihat baik-baik saja. tapi nyatanya hal itu tak mampu menutupi segalanya di mata seorang Seokjin.

Seokjin mengangkat sebelah tanganya dan mengusap pelan pipi Taehyung. Taehyung sendiri semakin hanyut dengan sentuhan yang didapatnya, belum lagi dirinya yang merasa tenggelam dalam tatapan lembut iris Seokjin. merasa nyaman, Taehyung memejamkan mata dan memegang tangan Seokjin dipipinya. meresapi belaian lembut itu.

.

Seokjin hanya diam, dan terus mengelus pipi Taehyung pelan, saat mata itu terpejam Seokjin menampilkan senyum yang nampak sendu menghiasi parasnya.

"Tae..."

"Hm"

Seokjin masih berpikir haruskah dia mengatakan ini? tapi sepertinya dia harus mencoba, bukan? setidaknya Seokjin berusaha untuk tak kembali membuat Taehyung sedih

"aku yakin, halmeoni pasti bahagia melihat kau yang sudah berdiri di tempat yang begitu tinggi sekarang"

mata Taehyung terbuka perlahan, tapi ia tak mau menatap Seokjin dan memilih menunduk menyembunyikan iris mata yang mulai memerah.

"aku tau kau sedih, Tae. aku juga mengerti perasaanmu. tapi tak ada gunanya terpuruk terus menerus seperti ini kan?" Seokjin berucap sepelan mungkin karna tak ingin menyakiti perasaan Taehyung.

Seokjin menarik tangannya dari pipi Taehyung. tangannya perlahan membuka satu persatu kancing kemeja putihnya

"tak perlu menangisi sesuatu yang sudah pergi Tae. kasihanilah halmeoni. Dia akan sedih melihat kau yang sedih karenanya" Taehyung hanya diam mendengarkan

"aku yakin halmeoni pasti bahagia disana, dan kau juga harus bahagia" setelah kancing terakhir terbuka, Seokjin memeluk Taehyung tanpa menanggalkan kemeja yang dibukanya. rambut Taehyung yang berada diperutnya terasa mengelitik. tapi Seokjin hanya diam dan mengelus rambut itu pelan.

Taehyung sempat kaget karna wajahnya yang langsung menghadap perut rata Seokjin. belum lagi aroma vanilla yang menguar dari tubuh Seokjin, memaksanya untuk terpejam menikmati rasa manis itu.

dengan mata terpejam, tangan Taehyung melingkar erat memeluk perut Seokjin. elusan dirambutnya membuatnya sedikit tenang dan melupakan kesedihannya.

jujur saja, Taehyung masih merasa sedih mengingat kematia halmeoninya itu. meskipun saat fanmeeting tadi ia nampak ceria dan senang, tak ada yang tau bahwa kesedihan itu masih melingkupi hati dan pikirannya. hanya ketika dia sendirian, ia mampu menunjukkan apa yang sebenarnya dirasakan.

.

"kau tau Tae..." Seokjin berusaha mempertahankan posisinya, bagaimanapun nafas hangat Taehyung diperut terbukanya itu, memberikan sensasi yang menggelitik

"aku yakin, halmeoni sangat mencintaimu seperti kau yang mencintainya. dan aku percaya halmeoni sangat ingin melihat kau tersenyum lagi. jadi tersenyumlah Tae, bukan hanya demi aku yang ingin melihat senyummu, tapi juga untuk halmeoni yang mungkin saat ini melihat kita dari hamparan bintang dilangit."

Taehyung yang mendengar ucapan Seokjin semakin mengeratkan pelukannya. benar kata Seokjin, setidaknya dia harus bahagia kalau ingin halmeoninya bahagia. karna Taehyung tau halmeoninya sangat menyayanginya.

'terima kasih halmeoni atas semua kasih sayang yang kau berikan selama ini padaku. semoga kau bahagia disana. aku mencintaimu. sangat mencintaimu'

Taehyung merasa lebih baik sekarang. senyuman mengembang diwajahnya, mengidahkan seseorang yang menahan untuk menggeliat akibat ulahnya itu.

ia bersyukur dan merasa sangat beruntung ada member BTS yang selalu disampinnya, juga malaikat kesayangannya yang tengah ia peluk erat ini. senyumnya semakin lebar.

"Tae..."

oh..suara itu mengalun indah ditelinganya. senyum indah itu berganti dengan seringai nakal. dan dengan sengaja Taehyung mencium perut rata Seokjin dan tetap mengeratkan pelukannya.

"Tae..apa yang..."

"ssstt.." protesan Seokjin terhenti

Taehyung mendongak dan menatap Seokjin. dari sini, ia sangat mengagumi wajah cantik sang malaikat. tangannya mengusap pelan perut Seokjin dan menciumnya sekali lagi

"terima kasih selalu ada untukku. aku bahagia memilikimu, hyung." ucapan Taehyung membuat Seokjin malu.

kemudian Seokjin sedikit menundukkan kepalanya dan mengecup kening Taehyung dengan sangat lembut.

"akupun bahagia bisa selalu disisimu, Tae"

.

.

.

beberapa saat hanya hening yang melingkupi kamar itu. tak ada yang memulai percakapan lagi. ketenangan mendominasi dua orang yang tetap pada posisinya. sebenarnya Seokjin mulai lelah, tapi demi Taehyung dia akan bertahan sedikit lebih lama.

diluar dugaan, Taehyung yang merasa gelagat Seokjin hanya tersenyum kecil. dan dengan segera Taehyung menarik tubuh Seokjin untuk duduk dipangkuannya yang berbuah pekikan kecil Seokjin

"Tae! kau mengagetkanku" jelas sekali mata itu memancarkan keterkejutan yang kentara. bagaimana tidak, Seokjin yang awalnya berdiri kini dengan santainya duduk dipangkuan Taehyung. belum lagi wajah mereka yang begitu dekat meskipun Taehyung sedikit lebih rendah darinya.

Taehyung hanya tersenyum. wajahnya tepat berada didada bidang Seokjin. matanya berbinar indah melihat Seokjin yang bertelanjang dada didepannya, seolah meminta Taehyung untuk memberikan kecupan disana.

"kenapa kau membuka kemejamu, sayang?" tanya Taehyung yang mulai mengecupi tubuh Seokjin. Seokjin yang mulai sadar, mencoba menahan semburat merah yang mulai nampak dipipinya.

"kau sudah tau alasannya Tae. bukankan kalian selalu memintaku untuk membuka baju agar kalian lebih leluasa menciumku" dengan wajah memerah Seokjin mengalihkan pandangannya dari Taehyung, entah kenapa mulut kecilnya mengucapkan hal itu.

Taehyung sempat berhenti dari kegiatannya dan sedikit berpikir. tunggu, kalian?

beberapa saat kemudian tawa Taehyung menggelitik dada Seokjin

"aigoo aku lupa kalau kau bukan hanya milikku. tapi juga member lainnya. kenapa aku bisa melupakan itu" tawa Taehyung semakin terdengar dan tanpa sadar juga membuat Seokjin tertawa

yahh nyatanya Kim Seokjin bukan hanya malaikat manis milik Kim Taehyung seorang, karna Seokjin juga masih memiliki 5 pangeran yang lain yang merupakan member BTS yang lain. tak ada yang tau bahwa Seokjin adalah kekasih semua member BTS, hanya agensinya saja yang tau akan hal itu.

Seokjin menghentikan tawanya dan menangkup pipi Taehyung untuk menatapnya

"Tae, aku bukan hanya milik mereka. tapi juga milikmu" ucap Seokjin tersenyum

"kau juga punya hak untuk memilikiku"

Taehyung tersenyum dan menatap bulatan mata yang selalu membuatnya terpesona.

"aku tau itu, sayang. saranghae" dengan senang hati Taehyung mengecupi belahan bibir Seokjin, melumatnya perlahan dan memberikan ciuman manis untuk malaikatnya.

Seokjin sendiri hanya pasrah dan balas mencium Taehyung. lengannya memeluk erat leher Taehyung dengan sedikit remasan dirambutnya membuat intensitas ciuman itu bertambah.

"Ngghh" lidah Taehyung melesat cepat sesaat setelah bibir Seokjin terbuka karna gigitanya. dengan terampil Taehyung memanjakan lidah lawan mainnya itu dan membuahkan desahan yang semakin keras dari Seokjin.

.

CKLEK

.

hingga bunyi pintu yang terbuka menghentikan ciuman panas mereka. Seokjin terkulai dibahu Taehyung dan menarik nafas sebanyak-banyaknya. sedangkan Taehyung sendiri menenggelamkan wajahnya diceruk leher Seokjin.

"Taehyung aku...hyung?! kenapa kau..." ucapan orang tadi berhenti saat melihat posisi Taehyung dan Seokjin. orang itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan dengan perlahan mendekati mereka berdua, menaiki kasurnya dan mengelus rambut Seokjin yang ternyata kembali menjadi hitam

"hyung.." Seokjin mengangkat kepalanya dan mendapati wajah orang itu tepat didepannya

"Jimin"

Jimin hanya tersenyum dan memegang dagu Seokjin untuk menariknya mendekat. ciuman keduanya didapatkan dari Jimin. Seokjin hanya terpaku dan membiarkan Jimin mengecupi bibirnya. Taehyung sendiri tidak terganggu sama sekali, meskipun dia tau apa yang dilakukan Seokjin dan Jimin dibelakangnya.

ciuman itu semakin panas saat Seokjin tak sengaja mendesah karna lidah Jimin yang menggelitik langit mulutnya. Taehyung yang masih membenamkan kepalanya juga sengaja memgecupi bahu dan leher Seokjin, sesekali menggigit pelan diarea itu.

"mmnnhh" karna merasa dirinya tak kuat menerima semuanya, Seokjin memukul bahu Jimin dan meremas bahu Taehyung. hingga keduanya melepas serangan mereka.

"tidurlah disini bersama kami, hyung." ucapan Jimin dibalas gelengan Seokjin

"aku harus kembali. Jungkook pasti mencariku" Seokjin turun dari pangkuan Taehyung dan memperbaiki kemejannya, sebelum akhirnya berpamitan dengan kedua pacarnya itu

"selamat malam, Jiminie" dengan kecupan singkat dibibir Jimin

"Selamat malam, Taehyungie" begitupun kecupan untuk Taehyung.

Taehyung mengelus rambut Seokjin dan mengecup keningnya.

"terima kasih telah hadir dikehidupan kami semua, hyung" Seokjin hanya tersenyum

"sama-sama"