Himchan masih bergelung nyaman dalam kasur apartemennya. Pekerjaannya kemarin menghabiskan seluruh tenaga, ditambah dia hanya bekerja sendirian sebagai vampire hunter. Bosnya masih belum bisa memberikan partner padanya, padahal misi yang diberikan kepada Himchan selalu misi yang sulit.
Tok! Tok! Tok!
Ketukan pintu membuat Himchan terbangun malas, dilihatnya jam dinakas. Masih jam 6 pagi. Gila! Himchan baru pulang dan tidur 2 jam yang lalu! Bahkan dia tidak mandi dan hanya melepas pakaian -Himchan tidak suka panas omong-omong, dia selalu tidur dengan telanjang dada. Dan sekarang ada yang mengetuk pintu apartemennya pagi-pagi buta! WHAT THE HELL!
Tok! TOK! TOK!
Suara ketukan pintu makin kencang, dan sukses membuat Himchan murka. Ok! Himchan akan bangun, dan siap-siap saja merasakan amukan Himchan.
"YAK! KAU TIDAK TAU INI JAM BERAPA HAH?! AKU BUTUH TIDUR! eoh?" Seketika amarah Himchan terhenti saat melihat seseorang yang mengetuk pintu adalah anak dari bosnya. Yoo Youngjae, sekaligus saeng kesayangan Himchan
"Mian hyung, appa menyuruhku kesini dan menjemputmu karena Hyung tidak bisa dihubungi" Youngjae berujar dengan mata berkaca-kaca, sepertinya takut dengan bentakan Himchan
Ouhh... Himchan jadi merasa bersalah. Youngjae itu anaknya begitu lembut dan lugu, sedikit nada keras saja sudah berhasil membuatnya menangis. "Mian Jae, hyung baru bangun dan baru tidur 2 jam lalu. Hyung sangat lelah sampai tak sadar membentakmu. Mianhe" tangan Himchan terulur untuk mengelus surai hitam Youngjae dengan lembut, berusaha menenangkannya agar Youngjae tidak menangis, dan berhasil. Youngjae tersenyum. Membuat Himchan bernafas lega. Maklum saja, Youngjae adalah anak tunggal, jadi terkadang sedikit manja.
"Jja! Masuklah dulu, hyung akan membuatkanmu cokelat hangat selagi menunggu hyung bersiap-siap"
"Yeay! Coklat hangat!" Youngjae masuk dengan semangat layaknya anak kecil. Sementara Himchan hanya tersenyum dan menggeleng. Siapa yang bisa marah kepada makhluk yang imut yang satu ini. Benar kan?
Himchan dan Youngjae kini sudah berada dalam markas mereka, atau bisa dibilang rumah Youngjae. Youngjae adalah anak dari ketua organisasi vampire hunter, Matoki. Tugasnya mudah, memusnahkan para vampire yang terlihat dan membakarnya tanpa jejak. Mudah bukan? Mudah tapi penuh dengan rintangan.
"Kau memanggilku bos?" Himchan masuk kedalam ruangan bosnya, dengan Youngjae disampingnya.
Yoo Seunghyun, ketua organisasi. Seseorang yang kuat dan tegas, tapi sangat menyayangi keluarga. Wajahnya masih terlihat tampan diumurnya yang sudah hampir menginjak 40 tahun.
"Maaf sudah harus menghancurkan tidur berhargamu Himchan"
"Sudah biasa, jadi ada apa?" Mungkin karena emosi dan kurang tidur Membuat Himchan jadi sedikit ketus, dan Senghyun memakluminya.
"Akhirnya kau bisa mendapatkan partner"
Partner? Ah itu adalah yang Himchan butuhkan, dengan adanya partner membuatnya bisa lebih cepat menyelesaikan semua misinya dan Himchan juga bisa tidur sedikit lebih lama dari sebelumnya.
"Baguslah bos, saya memang sedang membutuhkan partner"
Sedang dalam pembicaraan serius, seorang namja masuk dan membuat atensi mereka teralih "bos, ada apa?" Tanya namja itu
"Masuklah, akan kuperkenalkan kau dengan seniormu"
Himchan dan Youngjae menatap namja tadi, terutama Youngjae. Dia bahkan tidak berkedip sekalipun, rasanya tidak ingin melewatkan pemandangan yang indah didepan matanya. Lihatlah namja tadi, kulit tan eksotis, rambut coklat karamel, tatapan mata yang tajam dan tenang, dan bibir tebal yang terlihat menggoda. Ok! Youngjae sudah ngiler melihat namja ini.
"Himchan, dia adalah partnermu mulai sekarang. Jung Daehyun, dia adalah partner sekaligus sunbaemu, Kim Himchan. Kalian harus saling bekerja sama"
Daehyun tersenyum dan membungkuk sopan kepada Himchan "Salam kenal sunbaenim. Mohon bimbingannya"
"Senang bertemu denganmu Daehyun-ah, jangan terlalu formal. Panggil saja hyung"
"Nde, Himchan hyung"
"Ngomong-ngomong yang disebelahmu itu, Youngjae. Dia anak ku"
Sekali lagi Daehyun membungkuk hormat, tapi kali ini kepada Youngjae "Jung Daehyun imnida, senang bertemu denganmu"
"A-ah nde, Yoo Y-youngjae imnida" Youngjae gugup tanpa sadar. Namja ini begitu mempesona, dan membuatnya berdebar. Sepertinya Youngjae jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Ini misi baru untuk kalian" Seunghyun memberikan sebuah file besar kepada Himchan. Himchan dan Daehyun melihat file itu dengan seksama, dan juga Youngjae yang penasaran dengan misi mereka
"Ada banyak yang melihat vampire didaerah hutan diujung kota. Banyak juga orang hilang disekitar itu. Tugas kalian selidiki tempat itu, dan basmi para vampire yang kalian temukan. Berikan laporan kalian setelah mendapatkan info baru"
Himchan dan Daehyun mengangguk bersamaan, kemudian meninggalkan ruangan bosnya. Meninggalkan Seunghyun dan Youngjae. Youngjae masih tidak berkedip saat melihat Daehyun pergi keluar. Sepertinya Youngjae benar-benar jatuh cinta.
"Apa yang kau lihat Jae?"suara appanya membuyarkan lamunan Youngjae. Membuat Youngjae jadi tersenyum canggung.
"Appa bolehkah aku ikut misi dengan Himchan hyung?"
Seunghyun menaikkan sebelah alisnya bingung, tidak biasanya Youngjae ingin ikut misi pembasmian vampire. Apa dia salah makan? "Kenapa tiba-tiba sekali?"
"Eumm... Youngjae kasian sering melihat Himchan hyung terluka. Jadi, Youngjae ingin melindungi Himchan Hyung"
"Yang ada, dia yang melindungimu. Bukan kau yang melindunginya"
"Tapi kan Youngjae bisa mengobati luka-luka Himchan hyung. Boleh ya appa~" Youngjae mengeluarkan jurus mautnya, aegyo. Untuk meluluhkan hati sang appa. Biasanya, appanya akan langsung menuruti semua permintaan Youngjae kalau sudah aegyo begini
"Ck! Arra! Arra! Kau tau sekali kelemahan appa. Kau akan ikut tim Himchan nanti" tuh kan benar, Seunghyun pasti akan menurut kalau Youngjae sudah aegyo begini
"Yeay! Gomawo appa! Appa memang terbaik" Youngjae mendekat dan memeluk appanya senang, dengan begini dia bisa terus bersama Daehyun. Pintar sekali kau Yoo Youngjae
Dipedalaman hutan, seorang namja sedang tiduran dibatu besar dengan santainya. Mari kita panggil saja dia Yongguk.
"Yongguk Hyung!" Teriakan seorang namja membuat mata Yongguk terbuka, dilihatnya temannya yang sudah dianggap dongsaengnya itu menatapnya dengan senyuman lebar. Dengan santai Yongguk turun dari batu itu, dan menghampiri Jongup, temannya yang tadi.
"Waeyo?"
"Hehehe~ lihat hyung aku berhasil menangkap kelinci!" Jongup menunjukkan kelinci gembul dalam gendongannya sambil diusapnya pelan bulu putih kelinci itu
Yongguk terkekeh, kenapa Jongup senang sekali menangkap kelinci? Mereka kaum serigala, ditambah Yongguk dan Jongup adalah kaum alpha. Kaum terkuat dalam bangsa serigala, kalau berhasil menangkap kelinci sih, bagi Alpha sama saja seperti menangkap semut. Mudah sekali.
"Memangnya kenapa dengan kelinci itu Jongup?"
Jongup berfikir dan menatap kelinci itu bergantian dengan Yongguk, kemudian menggeleng pelan. "Entah, aku hanya ingin menangkapnya saja. Apa salah?" Yahh.. terkadang Jongup sedikit aneh, tapi dia namja yang baik.
"Kau mau memakannya?"
"Shireo, kasian hyung. Kurawat saja, boleh?"
"Tentu, hyung akan membantumu merawatnya"
Jongup tersenyum mendengar perkataan Yongguk, Yongguk sengatlah baik dengannya. Sejak Jongup kehilangan kedua orangtuanya karena pertarungan dengan vampire beberapa tahun lalau. Yongguklah yang bersedia menampungnya, dan menganggapnya layaknya seorang adik kandung. Karena itu, Jongup sangat menyayanginya
"Kau disini rupanya Yongguk" seruan seorang Namja membuat mereka teralih, ternyata itu David. Salah seorang teman Yongguk.
"Ada apa?"
"Ketua mencarimu, kau disuruh pulang secepatnya"
"Ya ya ya aku akan pulang"
Setelah berkata seperti itu, David dan Yongguk transform menjadi seekor serigala dan berlari membelah hutan. Sementara Jongup...
"Aku tidak mungkin berubah dan meningalkanmu sendiri disini kelinci" diangkatnya pelan kelinci itu, dan menatap wajahnya
"Nanti kau akan terjatuh, karena aku tidak bisa menggendongmu dengan tangan" kelinci tadi hanya memiringkan kepalanya, seperti berkata 'apa yang kau katakan?'
"Kita pulang jalan kaki saja biar sehat, sekalian melihat pemandangan. Bagaimana kelinci?" Kelinci tadi hanya diam, tak peduli. Dia tidak bisa bahasa manusia, ralat manusia serigala tepatnya. Jongup kan manusia serigala
"Cha! Ayo kita pulang" Jongup menggendong kembali kelinci tadi dan pulang dengan santai
"Kemana saja kau?" Appa Yongguk, Bang Siwon menatap anaknya sinis. Sedari tadi dia mencari anaknya dan berusaha bertelepati menggunakan insting serigalanya. Tapi sepertinya Yongguk menutup insting serigalanya atau bagaimana. Entahlah, yang jelas Yongguk tidak ingin appanya mengganggunya
"Hanya sedang bermain dihutan"
Siwon menatap anaknya garang, seperti sudah siap menerkam Yongguk "kau tau sendiri, kau adalah anakku satu-satunya dan penerus dalam kelompok ini. Jangan berbuat seenaknya"
"Appa tak berhak mengekangku, aku juga butuh waktu untuk bebas dan bermain"
"Kau sudah dewasa, jangan berfikir layaknya kau masih anak-anak!" Siwon menaikkan nada suaranya keras
Dan Yongguk juga tidak ingin kalah dengan ayahnya "aku tidak pernah berfikir layaknya anak-anak. Aku sering berfikiran dewasa, dan mengambil suatu keputusan untuk kelompok ini!"
"Apanya yang berfikiran dewasa kalau kau masih suka berkeliaran tak jelas dihutan!"
"Kita adalah manusia serigala! Berkeliaran dihutan memang kegiatan kita! Memburu! Membasmi vampire! Memangnya apa yang appa inginkan? Aku berkeliaran dimall?! Begitu?!"
"Kau-!"
"Permisi" Jongup masuk dengan tiba-tiba ke dalam rumah dengan kelinci digendongannya membuat atensi Siwon dan Yongguk teralih dan membungkam perkelahian antara mereka berdua. Sementara Jongup yang masuk dengan tidak bersalahnya, hanya tersenyum dan membungkuk sopan. Kemudian, menuju kamarnya dilantai 2
"Hhhh... Yongguk, appa hanya ingin kau menjadi pemimpin yang terbaik nantinya. Appa tau kau kuat, tapi appa hanya ingin kau bisa dihormati disini. Kau tau sendiri, banyak alpha yang iri denganmu dan memprovokasi kelompok serigala lain agar citramu terdengar jelek." Yongguk hanya diam mendengarkan, tidak ada niatan sekalipun membalas perkataan appanya
"Cepatlah temukan matemu, dan klaim dia. Setelah itu, gantikan posisi appamu ini. Appa percaya padamu walau kita sering berbeda pendapat" setelah itu, Siwon pergi meninggalkan Yongguk yang tengah berfikir dengan ucapan appanya tadi.
"Bagaimana caranya menemukan mateku? Itu kan menggunakan naluri. Bagaimana kalau mateku tidak ditemukan sampai aku tua dan appa mati? Aah! Molla, memusingkan saja"
TBC
INI KALI PERTAMA SAYA KE FFN :') cerita ini udah diupload lebih dulu ke wattpad dan sayangnya kurang minat hiks…. Yah… memang FF BAP sudah banyak redup jadi kumaklumi. Jadi saya mau mencoba upload cerita ini kesini agar tau reaksi warga ffn seperti apa. Karena saya msih sgat bru dsni, jadi saya akan belajar dlu cara memakai ffn. Tq all, see u next chapter
Sign, G.I
Sabtu, 06-11-2021 (18.42)
