Warning: Cerita ini bukanlah komedy/parodi, melainkan curhatan curhatan kecil mahasiswa rantau dan ketiga teman idiotnya. Karakter asli milik Sorachi-Sensei, hanya mengambil karakternya untuk perumpamaan kami semua. Sedikit OOC dan diluar nalar. Selamat menikmati

"U will know they are your best friend when u see their idiotic behaviour"

Seperti cerita sebelumnya, Namaku adalah Okita Sougo, Mahasiswa baru dari Tokyo University jurusan Politik. Aku berasal dari Chiba, hidup bersama Kakak ku, Mitsuba dan pacarnya Hijikata Toushirou, aku punya seorang kekasih bernama Kagura Yato, dan sekarang aku tinggal di Tokyo dekat dengan Universitas Tokyo bersama dua orang aneh.

aku menatap kedua pria aneh yang sekarang telah menggunakan pakaian yang layak duduk di hadapanku. Aku sudah melihat sekeliling mansion ini, dan ini ruangan yang cukup luas, di Mansion ini terdiri dari 3 kamar, 1 dapur kecil, 1 Toilet, dan 1 ruang tamu yang merangkap menjadi ruang makan yang cukup untuk berkumpul kita bertiga. dan sekarang aku berada di ruang makan sambil menatap mereka berdua dengan canggung,

"Jadi...etto... kalian?"

"Tidak seperti yang kau pikirkan" Ucap mereka berdua dengan cepat memotong ucapanku. Aku pun langsung tertawa canggung.

"Hahaha tentu saja... Maafkan aku."

lalu keheningan pun menyelimuti kami. Aku tidak tau apa yang harus aku perbuat. Setelah menyangka mereka akan berbuat sesuatu dan mereka mengejarku tanpa pakaian aku tidak tau harus memulai pembicaraan ini darimana. aku tidak mungkin memulainya dengan, 'Waaah, kejar kejaran luar biasa tadi.. kuharap kita bisa melakukannya lagi.' itu akan jadi akward, bukan?

"WAAAAH! kejar kejaran tadi luar biasa! Kuharap kita bisa melakukannya lagi suatu saat nanti, Ne~ Takasugi-kun?" Ucap Kamui.

atau tidak.

"Etto~ Namamu kalau tidak salah Okita Souji, bukan?" Tanya Kamui sambil tersenyum.

"Namaku Sougo bukan Souji." Ucapku membenarkannya. Kamui pun hanya mengangguk. Aku pun memperhatikan orang yang tadi dipanggil Takasugi oleh Kamui. Orang itu berambut hitam sedikit keunguan dan dia menggunakan penutup mata di Mata kirinya, dalam hati aku ingin bertanya mengapa dia menggunakan penutup mata itu. Aku pun melihat dia menatap ku dengan tatapan sinis.

"Sedang apa kau melihat ku?" Tanyanya dengan sinis. aku pun hanya tersenyum canggung sambil menggelengkan kepala.

"Ahh. bukan apa apa." Kataku dengan gugup.

"Ohiya, aku belum memperkenalkan diri." Ucapku seraya berdiri. "Perkenalkan, seperti yang Kamui-san bilang, Namaku adalah Okita Souji. Mahasiswa Baru dari Jurusan Politik, aku berumur 19 tahun, dan sebelumnya aku tinggal Chiba. Yoroshiku Onegaishimasu." lalu aku pun membungkuk 90 derajat dan duduk kembali dikursi.

"Maa~ Maa~, tidak usah seformal itu Sougo-kun." Kata kamui sambil tersenyum dan menepuk bahuku.

"Anyway, Namaku adalah Kamui Yato, Kakak dari Kagura Yato. dan sepertinya kagura udah menceritakan masa lalu ku padamu, jadi aku tidak perlu menceritakan masa kelamku kembali. Dan aku berasal dari Jurusan Desain Grafis. Yoroshiku Sougo-kun." Aku pun melirik sedikit Takasugi yang sepertinya tidak mau memperkenalkan dirinya. Kamui yang mengetahui lirikanku langsung merangkul Takasugi dan dengan ceria memperkenalkan dirinya padaku.

"Untuk yang mukanya selalu bete ini adalah Senpaiku saat SMA dan teman masa kecilku setelah orang tua ku bercerai. Namanya Takasugi Shinsuke. Dia dari Jurusan Hukum walaupun mukanya malah lebih terlihat kriminal daripada penegak hukum. dan dia seorang otaku akut." Takasugi pun menghempaskan tangannya dan menatap kamui dengan sinis.

"Jangan menyentuhku. Karena kau, kita dikira homo-an oleh manusia seperti dia." Katanya sambil mengacungkan telunjuknya padaku. Waaah! sungguh tidak sopan sekali nih orang. dan apa apaan maksudnya dengan 'manusia seperti dia' memangnya dia bukan manusia?

Takasugi pun bangun dari bangkunya dan berjalan keluar dari Mansion.

"OI Takasugi! kau mau kemana?" Tanya Kamui. Takasugi pun menatapku dengan sinis dan penuh kebencian.

"Aku tidak ingin satu ruangan dengan manusia tidak suci seperti dirinya!" Katanya sebelum dia membanting pintu dan pergi keluar.

Apa maksudnya itu?! Manusia tidak suci?! Kita baru pertama bertemu lho! Aku bisa merasakan jidatku berkedut karena kesal akibat ucapan dari Takasugi.

"Ahaha Maafkan dirinya ya." Ucap kamui sambil membungkuk berkali kali.

"Ahaha tidak apa apa, itu sebenernya, dia kenapa ya?" Tanyaku sambil menunjuk kearah pintu keluar.

Saat aku bertanya begitu, kamui pun hanya tersenyum dengan tatapan kosong. Kurasa aku salah menekan tombol switch. dia pun mendekat kearah ku lalu mengatakan kepada ku dengan nada pelan.

"Sebenarnya Anak itu, Takasugi-kun penderita Chuuninbyou berat."

Ah, sekarang aku mengerti. Penutup mata dan cara dia mengatakan aku adalah manusia rendahan dan tidak suci. Seorang Chuuninbyou rupanya. mungkin aku rasa mengapa dia menutup matanya, mungkin karena dia punya kekuatan super dimata tersebut yang dapat menghancurkan dunia kalau dunia melihatnya.

"Dan kenapa dia menggunakan penutup mata adalah karena dia mengira kalau dia punya kekuatan super dimatanya yang dapat menghancurkan dunia kalau dunia melihatnya." Lanjut Kamui sambil menghembuskan nafas panjang.

Ternyata perkiraan ku benar.

kagura: "Bagaimana? Kau sudah melihat tempat tinggal mu?"

Okita: "Sudah, kakakmu agak sedikit creepy karena dia selalu tersenyum dan temannya ternyata penderita chuuninbyou akut"

Kagura: "Tidak buruk juga, sepertinya tempat yang cukup menyenangkan."

Okita: "menyenangkan apanya? mereka mengejarku telanjang bulat hanya untuk mengklarifikasi kesalahan. Bodoh sekali."

Kagura: "Hahaha XD, aku bisa membayangkannya."

Okita: "Jangan membayangkan tubuh orang lain, Nanti Aku cemburu lho."

Okita: "Bagaimana kabarmu disana?"

Kagura:"Hai Hai :P"

Kagura: "Cukup menyenangkan, aku bertemu beberapa teman disini juga."

Okita: "Kau tidak menggoda pria lain bukan?"

Kagura: "(∩⌣̀_⌣́)"

Okita: "Kagura-chan"

Kagura: "Tentu saja tidak, Sou-kun."

Okita: "Baguslah kalau begitu."

Kagura: "Kau sudah bertemu dengan Nobume-chan?"

Okita: "Sedang dalam perjalanan."

Kagura: "baiklah, hati hati dijalan."

Aku pun memasukan ponselku kembali kedalam saku celanaku, Aku harus memastikan keadaan kagura setiap menitnya dan mengabari selalu kegiatan ku, sebagai seorang kekasih yang baik. Seperti yang kalian tau, Kagura merupakan kekasih pertama ku dan aku juga akan berharap kalau dia merupakan kekasih terakhirku. jadi, wajar saja bagiku untuk bersikap khawatiran dan protektif terhadap kagura.

Aku pun mencari kafe dimana tempat teman kagura bekerja. Melihat dari alamat yang aku bawa sepertinya kafenya tidak jauh dari sekitaran kampus. Saking konsentrasinya aku membaca kertas alamat yang aku pegang, aku pun menabrak seseorang. Kulihat orang tersebut tak terluka tapi belanjaan yang dia bawa sepertinya tumpah semua akibat aku. aku pun membantu wanita itu, memunguti barang belanjaannya

"AH, maaf aku tidak sengaja." Ucapku sambil menyerahkan barang belanjaannya.

"Iya terimakasih telah membantu." Wanita itu pun menatapku. Warna mata yang merah sangat sesuai dengan wajahnya dan kulitnya putih. Aku bisa memperkirakan wanita itu cukup muda antara seusiaku atau lebih muda. Kalau aku tidak punya wanita yang kucintai aku rasa aku akan menganggap wanita ini sangat cantik, tapi karena aku sudah punya kagura, aku selalu menganggap kagura yang paling cantik. Wanita ini terlihat sangat anggun dengan kimono bercorak bunga berwarna biru setara dengan rambutnya yang biru dan panjang

wanita itu pun memungut sesuatu dari kakiku dan menyerahkannya padaku, "Kamu menjatuhkan kertasmu." Ucap wanita itu. aku pun melihat apa yang dia berikan padaku. Secarik kertas putih bertuliskan sebuah alamat. Ah, sepertinya aku menjatuhkan Alamatku.

"Ah iya, terimakasih. Untung kau memungutnya." Kataku sambil menerima secarik kertas itu.

"Alamat yang ada di situ, sepertinya adalah Kafe milik ku."

"Eh? Jangan jangan kau? Imai Nobume-san?" wanita itu pun mengangguk dan menatapku heran

"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Aku hanya menggeleng sambil tersenyum. Aku pun mengulurkan tangan ku yang kemudian disambut olehnya.

"Perkenalkan, Namaku Okita Sougo, Pacarnya Kagura." Mulutnya pun langsung membentuk oh sambil mengangguk kecil.

"Ah iya, Kagura sudah menceritakannya padaku. Aku Imai Nobume, temannya kagura dan mantannya Kamui-san." Aku pun langsung tercengang kaget. Eh, seorang yang creepy seperti kamui punya pacar.

"M-mantannya, Kamui?" Dia pun hanya mengangguk dengan pasti.

"Haha benar, jangan terkejut seperti itu. Kamui memang mempunyai tipe dengan wanita yang lebih tua sebenarnya."

Wait?! lebih tua?! Apa maksudnya, padahal mukanya muda sekali.

"Maaf, agak sedikit tidak sopan. Sebenarnya berapa umur anda?"

"28 tahun."

Kali ini aku benar benar shock. melihat perubahan wajahku yang shock mendengar umurnya, Nobume pun menatapku dengan kesal.

"kau tidak menganggapku bahwa aku anak anak bukan?"

dengan cepat aku menggelengkan kepala saat aku merasa ada aura hitam keluar dari wanita ini. Tidak bisa kubayangkan seorang wanita 28 tahun mukanya sangat muda seperti 19 tahun kebawah, tapi gak heran juga sih. Dia adalah seorang manajer kafe, agak sedikit aneh aja kalau manager kafe berumur masih sangat belia.

Malamnya~

"Tadaima~" Ucapku dengan nada lelah. Hari ini, aku diperkenalkan beberapa karyawan kafe dan diajarkan bagaimana cara kerja di kafe tersebut. Kafe Mimawarigumi ternyata telah buka semenjak 4 tahun silam, dan kafe itu ternyata cukup terkenal, jadi tadi aku akhirnya langsung memulai pekerjaanku disana sekalian training menjadi pelayan. Dan itu sangat melelahkan.

"Okaeri~" Jawab kedua orang teman sekamarku. Aku melihat Takasugi berlari kearahku dengan mata berbinar binar, dan itu bukanlah pertanda yang baik. "KAU?!" Ucapnya sambil menunjuk ku dengan senyum 5 jari layaknya anak anak.

"Aku telah mendengarnya dari Kamui, Kau ternyata bukanlah manusia biasa?!" Ucapnya terdengar nada gembira dari dia berbicara. Aku hanya menatapnya datar. Jadi kalau aku bukan manusia biasa lalu aku apa? Persilangan antara iblis dan manusia?

"KAU ADALAH HYBRID ANTARA IBLIS DAN MANUSIA?! HYBRID TERLANGKA YANG PERNAH ADA!"

OH GOD!

"MAAFKAN AKU ATAS SIKAPKU TADI! SEHARUSNYA KAU MENGATAKAN BAHWA DIRIMU ADALAH HYBRID! KITA BERTIGA AKAN BERTEMPUR MELAWAN SANG RAJA IBLIS KEJAM!" aku pun hanya menghiraukan kicauannya dan duduk di sofa bersama Kamui.

"Nee? Kamui-san?"

"Nani?" katanya sambil terus menatap layar tv.

"Kudengar kau menyukai wanita tua."

Dalam hitungan detik aku ditampar oleh kamui.

"OI!"

"Siapa yang mengatakan itu?" Ucapnya dengan nada marah dan menggebu gebu.

"Nobume-san."

dan dalam satu detik dia berubah jadi depresi. Kurasa orang ini terkena bipolar.

"Tolong, Jangan sebut nama itu. Dia masa lalu ku yang kelam."

"Jadi? Bisakah kau ceritakan padaku?"

"Aku dan dia berpacaran hanya dalam waktu 2 minggu karena kukira dia lebih muda dengan Aku bukan penyuka wanita tua makanya saat aku tau dia lebih tua dariku aku memutuskannya. Kau harus tau, Sougo-kun! AKU INI LOLICON! AKU SUKA WANITA YANG MUDA DAN BOCAH PUN TIDAK MASALAH!"

Eeeeeeeh, ini pertama kalinya ku melihat seorang yang bangga menjadi lolicon dalam hidupnya. Entah kenapa? rasanya aku ingin pindah tempat tinggal.

Dear kagura-chan.

hidupku disini sepertinya tidak baik baik saja. kalau nanti aku berubah menjadi Chuuninbyou atau Lolicon, Maukah kau masih menjadi Pacarku?

inilah awal kehidupanku dalam dunia perkuliahan. Ditemani Otaku yang juga pengidap Chuuninbyou, dan Part-timer Model yang diam diam Lolicon. Dan malam itu, Mansion kami berisik dengan teriakan lolicon dan chuuninbyou yang ingin membuat dunia baru

TBC

Ps: Sebenarnya kedua temanku ini beneran Otaku. perbedaan nya adalah yang satu Chuuninbyou dimana dia selalu bersikap layaknya Kaneki ken dari Tokyo Ghoul kalau lagi gak ada kerjaan, dan satunya hobi dengan loli dimana harapan satu satunya adalah dunia ini dipenuhi oleh imoutou yang akan memanggil dia Oniichan dengan nada imut. Saat aku bertemu mereka, kukira mereka adalah orang yang normal sampe mereka mengetahui aku adalah otaku. bahkan pertemuan pertama kami pertanyaan yang aku terima adalah, "Anime apa yang kau tonton?"

Terima kasih yang sudah membaca kisah anehku dan teman temanku. tidak semua dicerita ini benar benar terjadi di dunia ku, tapi sebagian memang sempat terjadi. Untuk episode selanjutnya akan berjudul "Friendship is born at that moment when one person says to another: 'What! You too? I thought I was the only one. -C.S Lewis-"

sayonara thanks sekali lagi udh membaca karya ini. See you Next time