Naruto/Highscool DXD : bukan punya saya
Rate : M
Warning : gaje, typo, mainstream, supernatural, harem(mungkin), humor dll.
.
.
.
.
makasih atas review sebelumnya.. itu membantu, dan maaf kalau tidak membalasnya, karena ya kalian taulah Author jarang aktif di ffn, saat waktu luang nulis chapter baru lalu update, waktu luang lagi nulis chapter lalu update.. begitulah Author.
.
.
.
.
.
.
Dragon God Legion : Remake
Chapter 02
2 bulan kemudian..
banyak hal yang sudah Naruto alami selama 2 bulan ini menetap di kota Kuoh, sejak kejadian malam itu Naruto tidak lagi mengunakan kekuatanya, ia tidak ingin indentitasnya diketauhi oleh mahluk supranatural yang ada di kota ini, Naruto hanya ingin hidup sebagai manusia biasa, oh iya Naruto sekarang tingal dengan orang tua angkat nya, itu terjadi sebulan yang lalu, saat itu Naruto kelaparan, ia makan di kedai pingir jalan, Naruto tidak berfikir sebelum makan bahwa ia tidak punya uang untuk membayar, maka Naruto menawarkan jasa nya untuk bekerja di kedai itu, sang pemilikpun menerimanya dengan baik, hari-hari terlewati Naruto terus bekerja disana, ia mulai dekat dengan pemilik kedai, melihat Naruto yang sangat mirip dengan mendiang putra nya, membuat pemilik kedai mulai mengangap Naruto sebagi putranya, dan ya begitulah Naruto akhirnya di adopsi pemilik kedai itu, Naruto sangat bersyukur ada yang mau mengadopsinya sebagai anak, ini adalah impian Naruto sejak ia masih di panti asuhan.
Pagi harinya..
" Naru.. turun sarapan bukanya ini hari pertama mu masuk sekolah? " teriak suara perempuan, ia adalah pemilik kedai bernama Natsumi, wanita yang cantik bersurai hitam pendek dan berusia sekitar 31 tahunan bersetatus janda karena suami nya mati kecelakaan, kecelakaan itulah yang merengut nyawa putra dan suami nya.
" um.. aku sudah siap ibu.. "
balas Naruto dari kamarnya, terlihat Naruto lagi memakai dasinya, penampilanya sangat rapih dengan seragam sekolah kuoh dan rambut klimis yang disisir rapih, Naruto juga memakai kacama bulat, ia lalu berkaca di cermin, dibandingkan penampilan Naruto sebelum nya penampilanya yang sekarang beda sangat jauh, lihatlah lemak yang mengumpal di tubuhnya dan tubuhnya juga pendek, ada tompel juga di pipi kiri Naruto, Legion sangat sempurna merubah penampilan Naruto dari pria tampan, tinggi, nan mempesona menjadi pria gemuk, pendek, culun dan kutu buku sekali.
bicara soal Legion dia tertidur setelah merubah penampilan Naruto, karena itu mengabiskan hampir setangah enegri nya, memasang cakang pada Naruto memang sangat melelahkan, karena itu melawan kehendak Surga, ya penampilan Naruto saat ini hanya cangkang seperti telur, Naruto yang asli terbungkus dalam cangkang yang berbentuk kulit itu.
dirasa cukup bagus Naruto pun mengambil tas nya dan keluar kamar, ia menuju ke ruang makan, disana sudah ada Natsumi yang duduk di meja makan, Natsumi menyambut Naruto dengan snyuman, Naruto ikut senyum dan duduk di meja makan bersama Natsumi, Naruto makan dengan lahap, kalau bicara soal makanan Naruto juara nya ia akan memakan apapun masakan Natsumi karena semuanya enak.
" pelan-pelan ..Naru " ucap Natsumi takut Naruto tersedak, ia senang melihat Naruto makan dengan lahap dan cara makan Naruto mengingatkan dia pada mendiang putranya.
setelah selesai sarapan Naruto berpamitan dengan ibunya, tidak lupa Natsumi memberikan Bento pada Naruto, Naruto pun senang dan memasukan Bento itu kedalam tasnya.
Naruto berjalan dijalanan kota Kuoh, walau masih pagi tapi jalanan sudah ramai kendaraan dan banyak juga siswa sekolah sepertinya, Naruto berhenti ia tidak percaya apa yang ia lihat saat ini, tidak jauh dari posisinya ada rombongan siswa/siswi Kuoh mereka berpapasan, tapi bukan itu yang membuat Naruto terdiam, yang membuat Naruto seperti itu adalah salah satu dari mereka adalah orang yang Naruto kenal, tidak salah lagi Naruto ingat betul wajah itu, dia adalah Himejima Akeno, Akeno ternyata sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan berpenampilan sexy, dengan balutan seragam sekolahnya.
' Akeno.. itu Akeno!! ' batin Naruto sangat senang sekali, tanpa fikir panjang Naruto dengan tubuh gumpalnya berlari menghampiri Akeno tapi saat melihat Akeno mengandeng tangan seseorang dengan manja membuat Naruto berhenti dan terdiam.
" hoi.. Akeno lepaskan Issei.. " ucap Rias jengkel sambil memeluk lengan kanan Issei, Issei bahagia sekali dihimpit dada Rias, itu terlihat dari raut wajah mesum nya.
" Ara~ ara~ Buchou, nfufu~ bukanya semalam kau tidur dengan Issei-kun, jangan jadi serakah~ " balas Akeno, ia juga mengeratkan pelukanya di lengan kiri Issei, uwow Issei merasa di surga, dua dada jumbo menghimpit lengan kanan dan kirinya, Xenovia sepertinya tidak mau kalah, ia memeluk Issei dari belakang, dan ohh sensasi yang Issei rasakan saat ini sunguh luar biasa. Keneko mencubit pingang Issei karena memasang wajah mesum yang menjijikan, sedangkan Kiba dan Asia hanya tertawa, melihat tingkah laku Issei yang sangat mesum itu. rombongan Gremory itu melewati Naruto yang terdiam sambil menundukan kepalanya.
" ehh siapa dia? " tanya Isse, saat melewati Naruto.
" entahlah ..siswa baru mungkin, siapa yang peduli " balas Rias cuek, lagian tidak ada yang lebih penting dari mengoda Issei.
" Ara~ Ara~ jangan kawatir Issei-kun, aku tidak akan jatuh cinta padanya, aku hanya mencintai mu.. nfufu~ " ucap Akeno bercanda, mendengar itu wajah Issei memerah malu, Rias terlihat jengkel pada Akeno.
" Akeno.. cukup!! "
rombongan Gremory itu semakin menjauh dari Naruto, Naruto masih diam ditempat, ia meraba dadanya, entah kenapa dadanya sangat sakit saat mendengar ucapan(bercanda) Akeno tadi, apa Akeno sudah melupakanya? padahal Naruto sama sekali tidak lupa pada Akeno, bahkan setiap malam Naruto selalu mengingat Akeno. Naruto tadi menunduk untuk menyembunyikan wajah menyedihkanya.
Akeno.. jika suatu hari nanti aku jadi kakek tua dan jelek.. apa kau masih mau bermain denganku?
unfufu~ oh Naruto-kun, bahkan jika wajahmu sejelek monster.. aku akan tetap mencintaimu..
cinta? apa itu? apa itu sejenis permainan baru..
nfufu~ iya itu permainan baru, katakan kau juga akan selalu mencintaiku.. Naruto-kun..
hehe.. iya tentu saja aku akan selalu mencintaimu.. Akeno
Naruto mengengam kuat, kenapa ia malah teringat akan hal itu, itu hanya percakapan antara dua bocah, padahal memori itulah yang selalu Naruto ingat dalam setiap latihanya. ' ..bahkan jika wajahmu sejelek monster.. aku akan tetap mencintaimu.. ' itulah kata-kata yang selalu menyemangati Naruto, dia tidak mengira Akeno akan berubah seperti itu, Naruto mengeleng dan berbalik melanjukan jalanya ke sekolah, tidak masalah jika Akeno berubah, Naruto akan tetap mencoba mendekatinya, seragam mereka sama jadi mereka pasti di sekolah yang sama, ini kesempatan Naruto untuk memulai hubungan lagi dengan Akeno.
.
.
.
Academi Kuoh
Naruto akhirnya sampai di sekolah baru nya, itu terlihat megah banyak siswa/siswi di halaman sekolah, Naruto terlihat agak gugup karena ini pertama kalinya ia pergi ke sekolah. apa kalian penasaran kenapa Naruto bisa sekolah, itu karena Naruto memakai ijasah mendiang putra Natsumi, yang nama nya hampir sama yaitu Aruto, tingal nambahin N maka jadi Naruto, begitulah kilasan baliknya, Naruto berterimakasih pada mendiang Aruto karena berkat dia, Naruto jadi bisa ketemu dengan Akeno lagi.
saat Naruto memasuki halaman sekolah banyak para siswi yang merasa tidak suka dengan penampilanya banyak juga yang jijik padanya, itu tidak heran kerena penampilan Naruto itu sangat merusak pemandangan, tapi Naruto tidak peduli akan hal semacam ini, biarpun mereka(cewek) semua memandangnya dengan penuh cinta tapi hanya ada Akeno di hati Naruto (setidaknya itu yang Naruto pikirkan)
10 menit kemudian...
wajah Naruto gugup ia tersesat, tidak ada yang mau di tanyai soal ruang kepala sekolah, setiap Naruto mendekat mereka malah menjauh, padahal Naruto hanya ingin tanya saja, tapi kenapa sifat para murid (terutama siswi) sangat tidak bersahabat.
" kenapa kau tidak masuk ke kelas? "
Naruto di kejutkan dengan suara di belakangnya, ia berbalik dan melihat siswi bersurai hitam pendek berkacamata, bermata ungu dan berdada rata, sedang melihat kearahnya.
" ohh kau siswa baru? "
" i-iya... bisakah anda menujukan ruang kepala sekolah.. aku sepertinya.. tersesat "
ucapan dari Naruto itu sukses membuat siswi bernama Souna Shitori itu terkejut dan memasang wajah aneh, rasanya dia ingin tertawa saat mendengar kata 'tersesat' dari Naruto, tapi sebagai ketua Osis Souna harus menjaga image nya, ia membenarkan letak kacamatnya.
" jadi begitu, ..baiklah ikut aku umm? "
" Namikaze Naruto, kau bisa memangilku Naruto " ucap Naruto memperkenalkan dirinya.
" baik Namikaze-san.. ikuti aku, akan kutunjukan ruanganya.. " balas Souna, Naruto pun mengikuti Souna dari belakang, selama perjalanan keduanya hanya diam, mereka tidak mendapat topic pembicaraan, dan lagi Naruto merasa cangung tapi ia harus berbicara pada penolongnya ini.
" um.. ano?? "
" Souna Shitori, kau bisa memangilku Souna " sela Souna.
" baiklah Souna-san, um apa kau kenal Himejima Akeno? " tanya Naruto langsung to the poin, Souna tiba-tiba berhenti Naruto pun ikut berhenti.
" kenapa kau menanyakanya? apa kau mengenalnya? " tanya balik Souna, matanya melirik kebelakang, orang yang mengenal Akeno pastilah bukan orang biasa, bisa saja si Namikaze Naruto itu adalah mahluk supernatural sama seperti dirinya.
" hehe tentu saja aku mengenal Akeno, karena kami adalah teman masa kecil.. dan orang yang kuncintai.. " jawab Naruto, yang terkahir itu Naruto mengatakanya di dalam hatinya.
" ohh.. hanya teman semasa kecil.. " ucap Souna, setelah ia memeriksa Naruto tenyata dia hanya manusia biasa dan tidak ada aura apapun yang melekat pada Naruto, sia-sia saja kecurigaanya, Souna pun melanjutkan jalanya Naruto juga kembali mengikutinya.
walaupun memasang wajah bodoh, tapi sebenarnya Naruto sudah tau bahwa gadis bernama Souna Shitori itu Iblis, karena Naruto bisa meraskan auranya dan ia juga tau kalau Souna mencurigainya, aura Naruto dan Legion sudah menyatu sempurna, bahkan Iblis sekelas Maou pun tidak akan bisa merasakanya apalagi Iblis kecil di depanya ini, hanya para Dewa lah yang bisa merasakanya itupun samar-samar, memiliki Legion memang pilihan yang sangat tepat untuk Naruto.
.
.
.
Skip
ya begitulah Naruto sampai di ruang kepala sekolah, bicara dengan kepala sekolah, Naruto diberi banyak pertanyaan, semua bisa Naruto lewati, terimakasih pada Legion karena berbagi sangat banyak pengetahuan pada Naruto, bahkan termasuk kepengetahuan kecil masalah pelajaran Sekolah, Naruto pun bisa langusung lompat kelas karena kejeniusanya, ia di tempatkan di kelas 2B dan akhinya disinilah Naruto berdiri di depan pintu masuk kelas 2B.
" anak-anak hari ini kita kedatangan teman baru.. silahkan masuk Namikaze-kun " ucap seorang guru dari dalam kelas, dan Naruto pun masuk, uwow seluruh teman sekelasnya pada melotot, ya Naruto tau ini akan terjadi karena ia tampan dan keren(setidaknya itulah yang Naruto pikirkan), mereka melotot karena tidak percaya si perusak pemandangan tenyata masuk ke kelas mereka, Naruto terdiam saat melihat Akeno ada di kelas ini juga, jadi secara kebetulan ini adalah kelas Himejima Akeno, Naruto sangat beruntung, merasa di tatap oleh siswa baru itu Akeno pun membalas menatapnya, pandangan mata mereka saling bertemu, tapi hanya sesaat karena Akeno langsung memalingkan wajahnya.
" Namikaze-kun.. perkenalkan dirimu agar teman sekalas tau tentangmu.. "
" baiklah.. aku Namikaze Naruto, senang berkenalan dengan kalian.. hobiku makan enak dan cita-citaku... " Naruto berhenti dan melihat Akeno, tapi seperti tadi Akeno masih memalingkan wajahnya.
Ne~ Naruto-kun suatu hari aku ingin menjadi seorang putri, apa kau mau menjadi pengeranku?
ohh.. begitu aku ..aku akan menjadi pangeranya..hehe agar bisa selalu bermain dengan tuan putri..
unfufu~ kau ini polos sekali Naruto-kun, tapi janji ya.. kau tidak akan melupakanya..
iya janji.. aku pasti akan jadi pengeranya tuan putri.. hehe
" dan cita-citaku.. menjadi pengeranya tuan putri..!! "
Krik! krik! krik!
" awokaowkawok.. bikin nagakak apaan tuh! "
" wkwkwk.. anjir si buntelan kentut mau jadi pangeran!! "
" hahaha.. muke gile, mau jadi pengeran, yang ada tuan putrinya akan bunuh diri hahaha!! "
Naruto ditertawakan oleh seluruh isi kelas, Akeno bahkan ikut tertawa juga, Naruto pun menunduk itu bukan karena ia di tertawakan dan dicacimaki, tapi Naruto sedih karena Akeno tidak mengingatnya.
" baiklah cukup-cukup.. Namikaze-kun silahkan duduk... "
Naruto berjalana ketempat duduknya yang ada di pojokan, Naruto melihat kearah Akeno lagi tapi seperti tadi Akeno masih membuang wajahnya seolah ia tidak ingin melihat Naruto, Naruto pun duduk dengan kepala tertunduk, apa Akeno memang sudah melupakanya, bahkan Naruto tadi sengaja berkata ' ingin jadi pangeran ' agar Akeno ingat padanya, tapi sepertinya Naruto terlalu berharap.
kelas pun dimulai dengan cepat dan tidak begitu menarik untuk di bicarakan, dan sekarang waktunya istirahat, sebagian siswa/siswi keluar untuk kekantin sebagian lagi masih di kelas dan mengerjakan soal, Akeno berdiri dan keluar dari kelas, melihat Akeno keluar Naruto pun ikut keluar dan membuntuti Akeno dari jarak yang jauh, ia ingin melihat kemana tujuan Akeno, dari kejauhan Naruto melihat Akeno masuk ke gedung tua.
Naruto penasaran ada apa disana dan kenapa Akeno kesana, Naruto pun menuju ke gedung tua itu, sesampainya disana ia melihat di atas pitu tertulis ' club penelitian ilmu gaib ' terdengar asing mungkin Naruto akan mencoba masuk.
" Namikaze-san.. kenapa kau disini? "
baru saja Naruto mau masuk, ia dikejutkan dengan suara di belakanganya, saat berbalik ternyata itu adalah Souna Shitori dan kali ini ia tidak sendiri, di samping Souna juga ada perempuan cantik bersurai hitam panjang, berkacamata dan memiliki ukuran dada yang lumayan besar, Tsubaki Shinra itulah namanya dan disis lain juga ada seorang pemuda bersurai kuning jabrik dan namanya adalah Geshiro Saji. pintu rengangan terbuka dan terlihatlah Asia.
" Ehh? Kaichou-san silahkan masuk! " ucap Asia, mempersilahkan masuk Souna, Asia melihat kearah Naruto.
" apa dia bersama Kaichou-san? " tanya Asia. Souna melihat kearah Naruto yang terdiam, Souna menganguk ia hanya akan membantu kali ini saja, Naruto terkejut dan mengerti maksud Souna, Naruto tidak menyangka iblis kecil itu ternyata baik padanya. Souna, Tsubaki, Saji dan juga Naruto masuk kedalam ruang club itu. Naruto tidak menyangka gedung tua ini ternyata didalam nya sangat mewah.
" oh Sona.. kau datang! "
terlihat Rias, Koneko, dan Xenovia duduk di sofa sambil minum teh, Souna pun ikut duduk di sofa, sedangkan Tsubaki tetap berdiri bersama Saji, Naruto sendiri terlihat sedang mencari-cari seseorang, yah Naruto lagi mencari Akeno, Rias menaikan alisnya saat melihat Naruto.
" apa dia budak baru mu? "
" tidak bukan aku hanya bertemu denganya diluar.. " balas Souna, Asia datang dan membawakan Souna teh, ia juga membuat teh untuk Tsubaki, Saji dan Naruto, saat Asia memberikan Naruto teh, Naruto menangkap tangan Asia.
" ano.. dimana Himejima Akeno? "
brfff!!
Souna menyemburkan teh nya, Namikaze Naruto itu kenapa selalu to the poin, apa tidak bisa berbasabasi dulu. sedangkan Rias sedikit tertarik dengan Naruto, jarang sekali ada yang mencari Queen nya.
" kenapa kau mencari Akeno? " tanya Rias dengan raut wajah penasaran.
" aku- "
" uwaaaaa!! Akeno-san! "
terdengar suara terikan di pintu samping ruangan, pintu itu terbuka dan keluarlah Issei yang hanya memakai handuk, disusul oleh Akeno yang juga hanya belilitkan handuk ditubuhnya, Akeno langsung memeluk mesra Issei dari belakang.
" Ara~ Ara~ Issei-kun kenapa kabur? "
Naruto kembali terdiam saat melihat Akeno yang berlilitkan handuk itu memeluk Issei, saat yang lain memperhatikan Akeno dan Issei, Souna melihat ke arah Naruto, Souna terkejut melihat Naruto menangis, Souna lebih terkejut saat dalam sekejap mata Naruto menghilang, ternyata dugaanya benar Naruto itu bukan manusia, tapi bagaimana bisa ia tidak merasakan apapun dari Naruto, ini sunguh membuat Souna bingung.
.
.
.
Di sebuah gunung..
Naruto muncul di sebuah pengunungan yang jauh dari perkotaan, untuk pertama kalinya ia mengunakan teleportasi karena perasaan Naruto lagi kacau jadi ia hanya sebarang berteleportasi, tubuh Naruto bersinar dan penampilnya kembali seperti semua, bersurai kuning sebahu, berwajah tampan memesona dan memiliki aura yang kuat.
" arggggggg!!! [Over Dragon Balace Breaker!] "
Swus!
Naruto berteriak kuat dan tubuhnya kembali terbalut armor emas berhias cristal putih dengan jubah putih berkerah tingi yang membalut armornya, saat mengingat kejadian tadi rasanya sangat sakit sekali dadanya.
" kenapa.. kenapa Akenooooo!!! [Over Wings Mode Transformation!] "
Swus!
kembali Naruto mengeluarkan aura emas yang sangat kuat, itu bahkan sampai menjulang tinggi ke langit, jubah putih yang membalut armor emas Naruto lenyap dan di gantikan oleh sayap Galaxy yang sangat besar di pungung nya. aura dari Legion itu bisa dirasakan oleh semua mahluk supernatural baik itu yang ada di bumi, di alam surga, di underworld ataupun di domain God, bahkan di celah dimensi pun tidak terkecuali, semua bisa meraskan aura kuat dari sang Dewa Naga itu.
[Reset]
Krak!
Prank!
armor emas Naruto hancur lebur, saat Legion dengan paksa membatalkanya, ia terpaksa bangun, karena merasakan Naruto mengunakan kekuatanya. muncul cristal emas di dada Naruto dan berkedip-kedip.
Naruto.. ada apa dengan mu!! apa kau ingin semua mahluk mengetahui keberadaanku, kau tau bukan kau yang saat ini tidak cukup kuat, untuk melindungi dirimu sendiri..
Naruto tidak menjawab melainkan menangis, Legion terkejut ini pertama kalinya dia melihat Naruto dengan wajah menyedihkan seperti itu, Legion bisa merasakanya karena mereka berbagi perasaan dan rasa sakit, Legion merasakan perasaan sakit di dadanya tidak hanya itu ada perasaan sedih dan semuanya bercampur aduk, jadi ini yang Naruto rasakan saat ini.
Naruto... Apa kau baik-baik saja?
Naruto masih tidak menjawab, ia terdiam untuk beberapa saat sebelum duduk di bawah pepohonan.
".. Legion bisakah kau membantuku ..tidur? aku ingin.. melupakanya...! " ucap Naruto dengan nada pelan. Legion sangat mengerti karena mereka berbagi perasaan dan rasa sakit.
Tidurlah.. Naruto.. tidurlah.. lupakan semuanya.. kau akan baik-baik saja.. aku janji kau akan baik-baik saja...
" terimakasih... Legion! "
dengan kekuatanya Legion pun membuat Naruto tertidur di bawah pepohonan, Naruto tidur dengan wajah damai, seolah-olah Naruto tidak mau bangun lagi, Legion menelusuri memori Naruto, tidak hanya berbagi perasaan dan rasa sakit, mereka juga berbagi ingatan dan kenangan, Legion akhinya tau apa yang membuat Naruto seperti ini.
Gremory kah? beraninya iblis kecil itu, lihat saja aku akan menghancurkan ..Underworld, kita lihat siapa yang akan menolong kalian.. dan untuk si Akeno itu.. berharaplah agar Naruto memaafkanmu....
.
.
.
.
.
To be continue..
hhh selesai up kilat karena mod Author lagi bagus, dan lagi banyak waktu luang sekarang, untuk yang penasaran kenapa Naruto bisa sampai seperti itu, disini Naruto salah paham dia berfikir Akeno tidur dengan Issei.. ya itu akan di jelaskan nanti. untuk update selanjutnya Author tidak janji up kilat, yang jelas semua tergantung Review.. itu saja.
DarkRealm V2 Log out!
