Naruto/Highschool Dxd : bukan punya saya

Rate : M

Warning : gaje, typo, mainstream, romance, mini-harem, humor, dll.


.

.

.

.

.

.

.

Dragon God Legion : Remake

Chapter 11

"Arrrggg!!"

Brass!!

Malaikat jatuh itu lenyap saat di bakar Api Hitam Naruto, ini sudah ke lima puluh kali nya, Malaikat jatuh mati di tanganya, sejak Naruto mulai memburu mereka, tapi Naruto tidak mendapat informasi apapun yang berhubungan dengan si keparat Yuuma itu, Naruto menghela nafas, mau sampai kapan ini akan terus berlanjut, Naruto sangat kawatir dengan Natsumi, sebenarnya dimana ibunya itu.

"ibu.. kau dimana.." gumam Naruto, sudah lebih dari setengah bulan sejak saat itu, jika benar terjadi sesuatu pada Natsumi, Naruto benar-benar akan memusnahkan setiap Malaikat jatuh yang ia temui.

andai saja Legion tidak tersegel, Naruto tidak akan ragu lagi mengunakan mode terlarang nya meskipun itu belum sempurna yaitu [MAX Limiter Over Drive] untuk bisa menerobos masuk gerbang Underworld, dan mencarinya sendiri ke teritori Gigori, meskipun itu berarti nyawa nya taruhanya, jika ibunya benar-benar sudah tewas, Naruto bersumpah akan meratakan seluruh wilayah Gigori, tidak hanya itu Underworld juga termasuk, ia akan ratakan semuanya, tapi itu jika Legion masih disisinya, jika tanpa bantuan dari Legion, Naruto tidak akan mampu melakukan semua itu.

jangan terbawa emosi mu Naruto..

"suara ini, patner apa ini kau..!!" teriak Naruto, ia meraba dada nya tapi tidak ada cristal yang muncul, ia mencari di sekitarnya tapi tidak ada seorang pun, tidak mungkin Naruto salah dengar, tadi memang suara Legion, apa itu sebuah peringatan untuknya.

Naruto mencoba mengontrol emosinya, ia bisa melakukan ini, Naruto tidak akan menyererah untuk mencari pentunjuk dimana Natsumi berada. Naruto mengeluarkan sayap Iblisnya dan melesat terbang kelangit malam.

setelah terbang selama lima belas menit, Naruto akhirnya mendarat di pingiran kota yang sepi, suasana yang sepi membuat sekitarnya terasa mencekam, ditambah Naruto merasakan hawa keberadaan yang kuat.

"mau sampai kapan kau bersembunyi?" ucap Naruto, dia tau ada yang mengikutinya dari tadi, tapi Naruto biarkan saja, lagipula ia tidak merasakan hawa membunuh dari sosok itu. tepat setelah Naruto mengatakan itu, dari kegelapan jalan keluar pemuda bersurai hitam bersafir biru dan memegang tombak.

"wah wah.. jadi ketahuan ya, kau memang seperti yang di rumorkan.." ucap pemuda itu, Naruto melirik tombak yang ada di gengaman orang itu, sunguh aura yang kuat sekali, itu bahkan hampir mendekati seperempat aura dari Legion.

"siapa kau? dan kenapa kau mengikutiku?" tanya Naruto, dia sedikit waspada pada orang itu, dan mengeluarkan sedikit aura nya, jika sewaktu-waktu terjadi pertarungan Naruto sudah siap.

"oh? bisakah kita bicara dengan tenang, namaku Cao Cao, dari Fraksi Hero" jawab Cao Cao, memperkenalkan dirinya, melihat tidak ada yang mencurigakan dari gerak tubuh si Cao Cao, Naruto pun menurunkan aura nya, tapi Naruto tetap waspada, karena senjata orang itu memiliki aura yang bukan main, bisa di bilang itu adalah senjata terkuat yang pernah Naruto lihat.

"Fraksi Hero huh.. aku tidak peduli, aku tanya kenapa kau mengikutiku?"

"haha kau memang seperti yang dirumorkan, baik langsung saja, aku ingin kau bergabung dengan Fraksi Hero, dan bersama kita ciptakan dunia yang lebih baik.." ucap Cao Cao. dia mengundang Naruto untuk bergabung berasama Fraksi pahlawan, itu bukan tanpa alasan, Cao Cao sudah mengawasi Naruto dari beberapa hari yang lalu, karena memburu dan membunuh banyak Malaikat jatuh, Naruto jadi pusat perhatian saat ini, termasuk dari Fraksi pahlawan dan tiga Fraksi lainya, terutama Fraksi Malaikat jatuh, para petingi mereka sekarang sedang memburu Naruto.

"ku katakan sekali lagi, aku tidak peduli, pergilah dan jangan menganguku lagi, atau kau akan menyesal" Naruto menekan aura nya, tekanan itu sedikit mengejutkan Cao Cao, sunguh kuat dia tidak salah merekut orang, aura Naruto itu mampu membuat True Longinus bereaksi.

Naruto berbalik dan berjalan menjauh, tombak di gengaman Cao Cao bersinar, sunguh tekanan yang kuat aku akan mengujinya.. fikir Cao Cao, dia sangat tertarik dengan kekuatan Naruto, si manusia setengah iblis itu.

"kau memang sombong, dan itu akan membunuh mu!"

Cao Cao melemparkan True Longinus kearah Naruto, tentu saja itu sangat mengejutkan, tombak itu melesat sangat cepat kearah nya, Naruto bereaksi cepat dan menghindar kesamping, di saat itu Cao Cao lenyap dan muncul menangkap tombaknya, kecepatan Cao Cao yang tiba-tiba muncul di hadapanya membuat Naruto terkejut, Cao Cao memainkan tombaknya dan menusuk dada Naruto.

Trank!

mata Cao Cao melotot saat ujung tombaknya tidak bisa menembus tubuh Naruto, seakan tubuh Naruto itu sangat keras sekali, ini tidak mungkin, Cao Cao tidak percaya ini, tidak ada di dunia ini yang bisa menahan dampak dari True Longinus, bahkan sekalipun itu mahluk sekelas Dewa.

Duak!

memanfaatkan kelengahan Cao Cao, Naruto balas menyerang dengan menendang, dia mengincar kepala Cao Cao, tapi respon Cao Cao lebih cepat dan menahanya dengan tangan kirinya, alahasil tulang lengan kiri Cao Cao remuk dan ia terpental jauh. Cao Cao mendarat dengan sempurna dengan bantuan tongkatnya, dia merintih kesakitan, sunguh serangan yang berat, sampai bisa meremukan tulang nya, dan yang lebih membuatnya terkejut adalah True Longinus tidak bisa menembus tubuh orang itu.

'uhg.. sial, apa itu tadi?' batin Cao Cao, ini pertama kalinya seranganya di tahan, bahkan mahluk sekelas Dewa pun akan terluka parah jika di tusuk True Longinus, tombak suci artefak pertama yang dikatakan bisa membunuh Tuhan(anime), ini sangat tidak masuk akal, sebenarnya tubuh orang itu(Naruto) terbuat dari apa? ..fikir Cao Cao tidak mengerti.

Naruto sendiri juga terkejut, dia tidak siap dengan serangan kejutan tadi, itu hampir saja membunuhnya, tapi keberuntungan ada dipihaknya, Naruto tidak menyangka perban yang melilit tubuh nya ini bisa menahan tombak yang aura nya hampir menyamai Legion itu, sebenarnya benda apa perban ini, terserahlah apapun itu perban ini telah menyelamatkan nyawanya, dan yang lebih penting lagi si sialan itu hampir saja membunuhku.. fikir Naruto.

"[End Release!]"

Swus!

setelah mengatakan itu Naruto lenyap dan muncul di belakang Cao Cao, kecepatan Naruto itu sangat mengejutkan sekali, tapi respon Cao Cao lebih cepat, dia langsung menebas kebelakang, Cao Cao tidak percaya ternyata yang di tebas tombak nya adalah bayangan Naruto, dengan gerakan sangat lambat terlihat Naruto mengambil ancang-ancang memukul Cao Cao dari belakang, saat menyadari itu Cao Cao sudah terlebih dulu terpental. Cao Cao terseret-seret dan berakhir menghantam tembok bangunan hinga menciptakan retakan laba-laba, tubuh Cao Cao menempel disana.

pukulan yang sangat kuat sampai tulang dan bahu kanan Cao Cao hancur, sunguh pukulan yang mematikan dan itu mengincar titik vitalnya, jika saja di detik terakhir Cao Cao terlambat menghindari itu maka dadanya yang akan berlubang, True Longinus lepas dari gengaman Cao Cao, tulang lengan kirinya sudah remuk dan sekarang bahu kananya hancur, dia tidak bisa merasakan atau mengerakan kedua tanganya lagi, dari kejauhan terlihat Naruto berjalan mendekat.

jujur Naruto tidak percaya ada manusia yang memiliki respon secepat itu, awalnya Naruto mengira hanya kebetulan saja si Cao Cao itu bisa menahan tendanganya yang mengincar kepala nya, tapi tenyata tebakanya salah, si Cao Cao itu memang manusia yang unik dan juga sangat kuat, Cao Cao bahkan masih hidup setelah terkena serangan Naruto yang mengunakan kekuatan penuh nya. Naruto berhenti tidak jauh dari posisi Cao Cao.

"kau masih hidup? ini peringatan terakhir, jangan menganguku lagi.." ucap Naruto, di akhiri dengan penekanan aura nya, setelah mengatakan itu Naruto pergi tapi suara Cao Cao menghentikan langkahnya.

"tunggu.. bisa kau katakan nama mu?"

"..White Fox" jawab singkat Naruto, setelah itu Naruto lenyap dari pandangan Cao Cao, Rubah putih jadi itu nama nya, Cao Cao tertawa di atas rasa sakitnya sendiri, tawa Cao Cao memecah kesunyian malam.

"haha.. haha, White Fox tungu saja, saat pertemuan selanjutnya, kau akan mati..!" ucap Cao Cao dengan aura membunuh yang kuat, pertarungan tadi memang sangat singkat, Cao Cao juga sempat lengah tadi hinga Naruto dengan mudah bisa mengalahkanya, dan lagi dia belum mengeluarkan kekuatan dari True Longinus, di pertemuan selanjutnya Cao Cao akan tunjukan pada dia(Naruto) jika ia yang terkuat, Cao Cao tidak peduli meskipun harus gunakan [Jugernaut Mode] nanti, dia hanya ingin mengalahkan Naruto, dan menginjaknya di bawah kaki nya.

.

.

.

[Chang Scane]

di atap sekolah Kuoh, terlihat Akeno menangis sendirian sambil mengegam kalung dan serpihan kain yang diduga seragam sekolah milik Naruto, ini sudah lewat tiga minggu sejak saat itu, tapi Akeno masih saja menangis.

"(hiks) Naru.. kenapa (hiks) kenapa kau meningalkan ku.. (hiks) kenapa Naru.." air mata Akeno mengalir dari safir indah nya, matanya memerah karena kebanyakan menangis, dia tidak mengira hari itu adalah hari terakhirnya bersama Naruto.

hari itu beberapa jam kemudian setelah Naruto pamit pulang, Akeno dan Rias meraskan lonjakan aura yang kuat sekali, mereka pun bergegas menuju ke arah sumber aura kuat itu, tapi aura itu semakin menipis, butuh waktu beberapa saat untuk sampai ke sumber sisa-sisa aura itu, dan ternyata itu berasal dari Gereja tua yang ada di pingiran kota, saat keduanya masuk keadaan di dalam ruangan itu sangat berantakan, bahkan ada kawah diamana-mana, seperti ada pertarungan, saat memeriksa sekitar kaki Akeno menginjak sesuatu, ternyata itu kalung dengan bandul giok bundar, tungu Akeno sepertinya kenal dengan kalung itu, ini sama seperti yang pernah ia berikan pada Naruto. mata Akeno melotot saat tau kalung itu ternyata kalung yang sama, itu karena di batu giok terukir initial nama nya, Rias berteriak dan itu mengejutkan Akeno, dia menyimpan kalung itu dan menghampiri Rias, kembali mata Akeno melotot saat melihat beberapa serpihan kain seragam kuoh yang belumuran darah, tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan salah satu serpihan kain itu terdapat nama, dan nama itu adalah 'Naruto'.

kejadian malam itu benar-benar menguncang mental Akeno, ini sama seperti dua belas tahun yang lalu, saat dia kehilangan Naruto karena kebakaran panti, dan sekarang terulang lagi, dia kehilangan orang yang sangat Akeno cintai, sejak malam itu, Akeno selalu menangis saat dia sendirian, dan beberapa kali Akeno pernah pingsan karena tidak kuat menahan kesedihanya, walau sudah tiga mingu berlalu, Akeno masih saja menangis.

disisi lain di dalam ruang Club penelitian ilmu gaib, terlihat Rias yang lagi sibuk mencatat setiap kontrak yang mereka dapat akhir-akhir ini, walau begitu pikiran Rias entah kemana, dia juga merasa kehilangan sejak malam itu, tapi tidak seperti Akeno, Rias menguatkan dirinya untuk tidak menangis, sudah tiga minggu berlalu, namun rasa kehilangan masih saja ada di hatinya.

'Naruto-kun... kenapa kau pergi, disaat aku mulai menyukai mu ' batin Rias sedih, jujur sejak insiden si Riser Phenex, awalnya Rias hanya tertarik dengan kekuatan Naruto saja, tapi saat latih tanding bersama waktu itu, Rias baru sadar jika tidak hanya kakuatan Naruto saja yang menarik tapi juga Naruto nya sendiri, selain parasnya yang tampan, Naruto juga tipe orang yang penyayang, Rias kadang iri dengan Akeno yang mendapatkan cinta dan kasih sayang Naruto, andai saja dia dulu yang bertemu dengan Naruto, pastilah dia yang akan dicintai oleh Naruto dan bukanya Akeno.

bicara soal Riser, gara-gara insiden waktu itu, pihak Riser menunda Rating Game nya selama sebulan entah karena alasan apa, tapi Rias tau si Riser cidera parah saat melawan Naruto hari itu, berkat itu juga Rias merasa lega dan punya cukup waktu untuk persiapan Rating Game yang akan di mulai semingu dari sekarang.

.

.

[Chane Scane]

sore harinya di dekat aliran sungai terlihat seorang pria paruh baya yang sedang memancing, dia adalah pemimpin tertingi dari Ras Malaikat jatuh, di juluki Malaikat jatuh terkuat oleh musuh nya dan gubernur terhebat oleh bawahanya, tapi itu dulu sekarang ia pensiun dari jabatan pemimpin dan digantikan oleh Shemhazai, mantan pemimpin tertingi Malaikat jatuh itu adalah Azazel.

meskipun sudah pensiun dari jabatanya, tapi Azazel tetap mengurusi masalah internal dan eksternal di Gigori, seperti yang sekarang ini masalah baru yang melibatkan Ras Malaikat jatuh, para petingi lain sudah bergerak, untuk berbalik memburu Iblis liar yang banyak memusnahkan Ras nya itu, walau begitu mereka belum juga mendapatkan hasilnya dan untuk itu Azazel sudah menemukan solusinya, Azazel merasakan aura yang dia kenal mendekat, baru juga di bicarakan orang itu sudah datang.

"jarang sekali kau ingin bertemu denganku, aku tidak suka membuang waktu, jadi ada masalah apa?"

dari balik pepohonan munculah pemuda bersurai putih silver, perparas tampan dan bermata emas, ia adalah Vali Lucifer, manusia setengah Iblis dan keturunan Iblis Lucifer, sekaligus juga inang dari salah satu Naga Surgawi Albion.

"oh.. akhirnya kau datang Vali, hhh sifatmu itu tidak pernah berubah, aku membiarkan mu waktu itu, kau akan membalas kebaikanku bukan?" ucap Azazel tanpa melihat Vali, dan hanya fokus pada alat pancinganya.

Vali tentu saja tau apa yang dimaksud Azazel, waktu itu Azazel membantunya ber akting di pertemuan ke tiga Fraksi, berkat itu juga ia dengan mulus bisa masuk ke organisasi Chaos Brigade yang di pimpin oleh Ophis A.K.A Oroboros Dragon.

"cukup basa-basinya, kau ingin aku menanganinya bukan?" tebak Vali, dia sudah tau tentang pembantaian Ras Malaikat jatuh, berita itu sudah menyebar luas di kalangan mahluk supernatural.

"haha.. ya, apa kau bisa?"

"cih jangan meremehkanku, ini yang terakhir kalinya, setelah ini tidak ada hutang di antara kita, dan jangan menghalangi rencanaku lagi" ucap Vali, memperingati Azazel untuk tidak menghentikan rencananya, Azazel tentu tau dendam Vali pada kakeknya, ia pernah menghentikanya sekali, itu juga demi nyawa Vali, karena saat itu Vali masihlah anak didiknya, dia masih muda dan ceroboh.

"baiklah sepakat, oh dan bisakah kau membawa nya hidup-hidup, aku ingin tau siapa dia!" suara Azazel tiba-tiba memberat dan auranya merembes keluar dari tubuhnya. sebagai mantan petingi Malaikat jatuh, tentu saja kekuatan Azazel sangatlah kuat, aura nya saja sudah sangat menyesakan, untung saja Vali sudah terbiasa di bawah tekanan kuat seperti ini.

"hn.. tapi aku tidak janji"

setelah mengatakan itu muncul sayap mekanik berwarna biru di pungung Vali, Vali melesat terbang kelangit dengan sangat cepat, setelah kepergian Vali, Azazel menghela nafas lelah, dengan kepribadian Vali, dia yakin pasti Iblis liar itu akan musnah tanpa sisa, dan sudah jelas Azazel tidak akan bisa mengintrogasinya nanti.

.

.

.

[Change Scane]

malam harinya di gubuk reot yang ada di tengah hutan dekat kota Kuoh, terlihat Naruto tertidur pulas di atas ranjang yang terbuat dari kayu, merasakan ada bahaya Naruto pun membuka matanya dan..

Boooom!!

gubuk reot itu meledak, terlihat tubuh Naruto terpental keluar, Naruto mendarat dengan sempurna, pakaianya compang-camping dan pingang Naruto juga terkena serpihan kayu, darah sedikit keluar dari mulut Naruto, Naruto mencabut serpihan kayu yang menancap di pingangnya itu, darah pun mengalir dari luka bekas tancapan itu.

'uhg.. sial, apa itu tadi dan dari mana asalnya?' batin Naruto, tidak mungkin para petingi Malaikat jatuh itu menemukanya secepat ini, dan Naruto juga tidak merasakan jejak sihir dari ledakan tadi, itu seperti bom, dan benar saja Naruto merasakan dua aura asing mendekat, aura nya terasa familar, tidak salah lagi ini pasti demigod.. fikir Naruto.

"tidak heran sulit mencarinya di kota, ternyata kau sembunyi disini.. Legion" ucap seseorang, setelah kepulan asap itu menipis Naruto bisa melihat dua orang tidak jauh dari posisinya, satu perempuan dan yang satunya lagi pria, mereka memancarkan aura yang kuat, perempuan itu atau Annabeth Chase, tanpa basa-basi lagi mengeluarkan pedang nya dan melesat maju menyerang Naruto, melihat itu Naruto melompat mundur, tebasan Annabeth hanya mengenai udara kosong, tidak berhenti disana, lagi Annabeth menyerang Naruto, kali ini dia secara membabi buta menebas-nebas, Naruto menghindari setiap serangan dari Annabeth yang ingin memengal kepalanya, tidak mau terus menghindar, Naruto pun balas menyerang.

"[Second Release!]" Naruto membuka 20% dari total kekuatanya, Naruto menghindar dengan sangat mudah dan membalas menendang dengan kuat.

Duak!

Annabeth terseret mundur dan muntah darah, ia merasakan rasa sakit di perutnya, tidak memberi celah beberapa detik kemudian Naruto muncul di hadapanya, tentu saja itu sangat mengejutkan Annabeth, saat Naruto ingin memukulnya sebuah Trisula melesat sangat cepat kearah Naruto, tidak sempat menghindari nya, Trisula itu menusuk perut Naruto dan menyeretnya hinga menabrak pohon. melihat seranganya kena, Percy langsung menghampiri rekanya.

"Anna, dasar gadis bodoh, kenapa kau tidak mendengarkanku.. lihat kau jadi terluka" teriak Percy, Annabeth terkejut saat Percy tiba-tiba memeluknya, dia tau Percy marah karena tidak ingin melihatnya terluka, Annabath sunguh beruntung punya kekasih seperti Percy.

Blaar!

moment indah keduanya hancur saat terdengar suara ledakan, saat kepulan debu itu lenyap telihat Naruto yang berjalan pelan kearah mereka, Trisula yang tadi menusuk Naruto ada di gengaman tanganya, terlihat tubuh Naruto juga terselimuti Api putih yang membara, sisa pakaianya lenyap karena panasnya suhu Api putih itu dan Trisula itu pun juga meleleh, muncul perban dari pungung nya dan melilit sekujur tubuh Naruto, sekarang penampilanya sangat mirip dengan Mummy yang terlihat hanya mata nya saja. perban itu tidak hanya untuk menutupi tapi juga punya kemampuan untuk menyembuhkan, luka tusuk diperut Naruto di sembuhkan dengan cepat, tapi bukan berarti bisa digunakan selalu, memakai perban itu sudah menguras banyak Mana Naruto, apalagi untuk penyembuhan tadi itu memakan hampir setengah dari kapasitas Mana di tubuhnya.

"tadi itu sangat menyakitkan, kalian akan membayar mahal, karena sudah menghancurkan rumahku, [Four Release]" Naruto membuka 40% dari tolal keseluruhan kekuatanya, kecepatan gerak dan kekuatan fisik Naruto berlipat ganda.

Swus!

Naruto melesat sangat cepat, mereka bahkan tidak sempat bereaksi, Naruto menendang Percy, dan membuatnya terpental menghantam pohon, lalu Naruto bergerak cepat mencekik leher Annabeth dan mengantungnya. Annabeth meronta dalam cengkraman Naruto, tubuh nya juga perlahan melepuh karena panasnya suhu Api putih yang menyelimutih tubuh Naruto, aura lindungan dewa di tubuh Annabeth pun perlahan terkikis oleh panasnya Api putih itu.

"(uhuk) Anna!! sialan lepaskan dia!" Percy mengambil perisai dan pedang cahaya nya, dia lalu melesat menyerang Naruto, dengan tangan yang lainya Naruto menciptakan lingkaran sihir putih, dia menembakan bola Api putih kearah Percy.

Percy menghindar tapi dia tidak tau kalau Naruto menembakan dua bola Api dalam waktu singkat, saat menghindar bola Api lainya menghantam nya.

Duaar!

Percy terkena telak serangan Naruto, tubuhnya hangus, perlindungan dewa nya hancur dan dia terpental lalu jatuh kearah danau. Annabeth yang melihat itu melotot, dia ingin berteriak dan menolong tapi kondisinya juga lagi tercekik, Annabeth hanya bisa menangis sambil menatap penuh benci pada Naruto.

Braass!!

air di danau meledak dan menjulang tinggi seperti pilar, terlihat Percy yang melayang dengan bantuan air yang menopang kakinya, semua luka bakar di tubuhnya sembuh, sebagai anak dari Dewa penguasa lautan Poseidon, tentu saja kemampuanya sangat luar biasa, dimana ada air Percy tidak akan terkalahkan, Percy mengendalikan gelombang air untuk menyerang Naruto, Naruto menghindar dengan melompat, tapi itu yang di inginkan Percy, dengan cepat mengendalikan empat gelombang, Naruto mengeluarkan sayap Iblisnya dan menghindari serangan pertama, dia juga menghindari serangan gelombang kedua dan ketiga, Naruto menghancurkan gelombang yang ke empat.

"kena kau..!"

Naruto terkejut saat melihat kakinya dililit Air ternyata serangan tadi hanya pengalihan saja, Percy mengendalikanya dan menarik Naruto, Naruto di tarik mendekat, dari pilar Air itu muncul lengan air dan menghantamnya

Brass!

Naruto terkena pukulan telak, Annabeth terlepas dari cengkraman Naruto, Percy dengan cepat menangkap tubuh Annabeth, melihat tubuh kekasih nya melepuh membuat Percy sangat murka, tapi untung nya saja perlindungan dewa masih ada di tubuh Annabeth, dan dia hanya pingsan saja, misi kali ini tidak perlu di lanjutkan lagi, keselamatan kekasihnya adalah hal yang paling penting.

"..Legion.. aku bersumpah, akan membunuh mu suatu saat nanti"

Percy mengambil sesuatu dari saku nya, itu sebuah token dan itu adalah artefak pemberian Dewa Hermes, dia menghancurkan token itu, lalu muncul portal dan menelan Percy bersama Annabeth, lepas dari kendali Percy air di danau itu kembali tumpah ketanah.

disisi lain setelah kepergian Percy, Naruto bangkit, pukulan air tadi tidak terlalu kuat, tapi tubuh Naruto sudah kelelahan karena akhir-akhir ini terlalu banyak memburu Malaikat jatuh, tidak hanya itu Naruto juga kehilangan hampir seluruh dari kapasitas mana di tubuhnya untuk mempertahankan perban, jadi tidak heran jika serangan lemah tadi berdampak pada tubuh Naruto. perban di tubuh Naruto melongar dan menyusut, hinga kini hanya menutupi perut dan bagian bawah Naruto saja, itu pun hanya menutupi sebatas lututnya.

"(uhuk).. DemiGod sialan!"

Naruto mengelap darah disudut bibinya, jika saja dia dalam kondisi yang terbaik, mengalahkan mereka tadi akan semudah menghancurkan cangkang telur, karena rumah nya hancur, sekarang Naruto jadi harus cari tempat untuk memulihkan tubuhnya.

Deg!

Naruto berhenti melangkah saat merasakan aura yang sangat kuat, ia mencari di sekitarnya tapi tidak ada siapapun, dan saat melihat kelangit, disana terdapat sosok yang melayang di terangi sinar rembulan..

"..akhirnya aku menemukan mu!"

.

.

.

.

.

.

To Be Continue..

hhh akhirnya kelar juga, rencananya arc ini akan berakhir di Chapter 13, dan setelah itu akan masuk Arc Hero. tapi mungkin akan di tunda sementara, sudah lama Fic lain terlantar, Author akan fokus ke Fic lain, tapi jika lebih banyak yang minat dengan Fic ini, mungkin Author akan pertimbangkan menyelsaikan Arc ini dulu lalu fokus dengan yang lain. itu saja dan untuk update selanjutnya Author tidak janji up kilat.

.

.

.

Preview Next Chapter 12

Underworld

di sebuah ruangan kamar, terlihat perempuan cantik bersurai merah yang mengenakan gaun pengantin lagi duduk termenung di depan meja riasnya, tatapan matanya terlihat kosong, dan tubuh nya juga gemertaran, benar gadis itu adalah Rias Gremory.

"kali ini siapa yang akan.. menolongku" gumam Rias, dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini, siapa yang akan menolong nya, apakah ini takdirnya untuk dimiliki oleh bajingan itu, bagaimana dengan nasib Peerage nya nanti jika jatuh ke tangan si bajingan Riser Phenex.

Preview end.


DarkRealm Log out!