Naruto/Highschool Dxd : bukan punya saya
Rate : M
Warning : Gaje, Typo, Mainstream, (new) Semi-Dark Naru, Romance, Mini-harem, Humor, dll.
.
.
.
.
.
.
Dragon God Legion : Remake
Chapter 12
Deg!
"..akhirnya aku menemukan mu!"
Naruto terkejut melihat siapa itu, dari sekian banyak orang yang Naruto kenal, saat ini Naruto tidak ingin bertemu denganya secepat ini, apalagi dengan konflik sekarang ini, Naruto lebih tidak ingin bertemu denganya, dia adalah salah satu petingi Ras Malaikat jatuh dan wakil dari Gubenur Malaikat jatuh sekaligus ayah dari kekasihnya sendiri, benar yang melayang itu adalah Baraqiel ayah dari Himejima Akeno.
Baraqiel mendarat tidak jauh dari hadapan Naruto, setelah mencarinya selama beberapa hari akhirnya dia menemukan Iblis liar yang membantai Ras nya, dilihat dari sayap di pungung nya itu memang sayap Iblis dan dari aura nya terasa seperti manusia setengah Iblis, jadi dia masih remaja, tapi sifatnya sangat keji sekali.. fikir Baraqiel. dia tidak bisa melihat wajah si pelaku itu dengan jelas karena tertutup bayangan dari pepohonan hutan, di tambah penerangan yang minim dari sinar rembulan membuatnya tidak mengenali siapa sosok itu.
"kau tidak akan bisa lari lagi, bersiaplah untuk menebus semua dosa mu..dengan nyawa mu!" ucap Baraqiel, dia menciptakan Light Spear dengan tambahan petir kuning yang menyelubunginya, Baraqiel langsung melemparkan Light Spear itu pada Naruto.
Blaaar!
itu meledak, ledakan yang sangat kuat, itu bahkan menghancurkan pohon di sekitarnya, Baraqiel mengerutkan dahi nya, kenapa aura Iblis liar itu masih bisa ia rasakan, umum nya mahluk lemah seperti Iblis liar akan langsung binasa jika terkena itu, tapi Iblis ini ..mahluk apa dia ini.. fikir Baraqiel tidak mengerti. setelah debu itu lenyap terlihatlah penampilan Naruto yang seluruh tubuh nya terbungkus perban seperti kepompong, perban itu perlahan melongar dan menyusut kembali membalut perut dan bagian bawah Naruto, expresi wajah Naruto tidak bisa dilihat karena tertutup surai kuning nya, Baraqiel masih tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu, tapi rasanya dia pernah lihat rambut kuning itu tapi Baraqiel lupa kapan dan dimana dia melihatnya.
"rupanya kau punya kemampuan, tidak heran kau bisa membantai banyak bawahanku, tapi cukup sampai disini.. saja!"
Swus!
Baraqiel menekan kekuatanya, aura yang sangat kuat meluap-luap dari tubuhnya, muncul lima bola petir yang mengitari Baraqiel, dia masuk Mode Over Lightning nya. yang tidak di inginkan Naruto akhirnya terjadi juga, sebenarnya dia sangat tidak ingin melawan ayah dari kekasihnya, tapi Naruto tidak punya pilihan lain, ayah Akeno itu juga berniat membunuh nya, mesikipun tubuh Naruto sudah melemah dan dalam kondisi kehabisan Mana, tapi dia masih memiliki kartu trufnya, yang bisa ia gunakan, walau itu akan sangat berseiko karena tubuh nya lemah saat ini tapi hanya dengan itu, kekuatan Naruto akan setara atau bahkan melebihi Baraqiel.
"...[Over Dragon : Balance Breaker]" tubuh Naruto bercahaya emas, dan setelah cahaya itu meredup terlihatlah penampilan Naruto yang terbalut un-perfeck armornya, armor emas itu hanya membalut bagian dada dan lengan kanan Naruto saja dengan tambahan helm dan jubah putih berkerah tinggi yang membalut tubuh nya.
Baraqiel yang melihat itu terkejut, ternyata Iblis liar itu juga memiliki Sacred Gear, terlebih aura macam apa itu, ini pertama kalinya Baraqiel merasakan tekanan seperti ini, ia belum pernah mendengar ada jenis Sacred Gear yang seperti ini, gila sekali tekanan dan aura nya hampir menyamai para petingi dari tiga Fraksi, dan lagi sepertinya itu juga belum sempurna, sebenarnya mahluk apa dia ini.. fikir Baraqiel, tidak peduli mahluk apapun dia, Baraqiel akan membunuh nya.
Duar!
Baraqiel mulai menyerang dengan menembakan bola petirnya, serangan bola petir itu sama sekali tidak berdampak apapun pada Naruto, jubah putih itu mampu menyerap dampak dari serangan petir Baraqiel, melihat petirnya tidak berguna, Baraqiel mengeluarkan Artefak tombak besi merah itu di namakan senjata penghancur Surga yang di berikan oleh Dewa Odin.
Swus!
Trank!
Baraqiel melesat cepat dan mengayunkan tombaknya, Naruto menahan tebasan tombak itu dengan lengan kananya yang berlapis armor, Baraqiel terkejut melihat armor itu tidak hancur bahkan tidak tergores sedikipun, Naruto menekan aura nya dan membuat Baraqiel terdorong mundur, tidak berhenti disana Baraqiel lagi-lagi menyerang Naruto, tapi seperti tadi Naruto menahanya dan membuat Baraqiel mundur dengan tekanan aura nya, itu terus terjadi berulang-ulang sampai Baraqiel kelelahan sendiri, walau kelelahan Baraqiel tidak juga menyerah, dia terus menyerang, Baraqiel menciptakan lima Light Spear sekaligus dan di tembakan kearah Naruto, Naruto merentangkan tanganya, dan seketika semua Light Spear Itu hancur lebur di tekan tekanan kuat Gravitasi, lagi-lagi Baraqiel terkejut dengan kekuatan Naruto, masih tidak menyerah Baraqiel mengabungan sisa empat bola petir nya menjadi satu bola petir yang sangat kuat, dan menembakanya kearah Naruto, Naruto dengan mudah nya menangkap bola petir itu mengunakan lengan kananya, dia lalu meremas bola petir itu hinga hancur. melihat semua seranganya tidak berguna Baraqiel masih saja tidak mau menyerah, dan terus menyerang Naruto secara membabi buta mengunakan tombaknya, melihat kegigihan Baraqiel membuat Naruto sedikit bersimpati, bagi nya sangat mudah sekali jika dia ingin membunuh Baraqiel tapi bagaimanapun juga Baraqiel adalah ayah dari kekasihnya, hanya kali ini ya kali ini saja Naruto akan mengalah sedikit demi kekasihnya yaitu Akeno, Naruto pun menurunkan pertahananya dan hanya diam, untuk yang kesekian kalinya Baraqiel melesat kearah Naruto dan dengan sekuat tenaga mengayunkan tombaknya kearah kepala Naruto.
Krak!
Praank!
helm Naruto hancur begitu juga dengan tombak Baraqiel, mata Baraqiel melotot begitu melihat dari dekat wajah di balik helm tadi, tidak salah lagi walau sudah lewat belasan tahun dan penuh akan retakan, tapi dia masih mengenali wajah itu, mata biru itu dan warna rambut itu tidak salah lagi ini Namikaze Naruto, bocah yang sering bermain dengan putrinya dulu, rupanya dia tidak mati waktu itu.
"Naruto! jadi kau ..masih hidup, bagaimana bisa?" ucap Baraqiel tidak percaya, bukanya Naruto mati belasan tahun lalu, saat terjadi kebakaran di panti asuhanya, lalu kenapa dia masih hidup, dan lagi kenapa bisa Naruto jadi manusia setengah Iblis dan dari mana dia mendapat Sacred Gear mengerikan itu, aura nya sunguh sangat mengancam sekali, itu sangat berbeda dari 13 Longinus. itu bahkan terasa lebih mengerikan dari pada aura nya para Dewa, sebenarnya Sacred Gear apa yang Naruto miliki.. fikir Baraqiel.
"benar.. aku masih hidup paman"
"kenapa.. kenapa kau melakukan ini? kenapa kau membantai Ras ku, kau sebaikanya menjelaskanya Naruto!" tanya Baraqiel dengan aura penekanan yang kuat, tekanan itu sama sekali tidak berpengaruh pada Naruto saat dalam mode Balance Breaker nya.
"menjelaskan? tidak perlu dijelaskan, kalian yang memulai duluan, jika terjadi sesuatu pada ibuku, maaf saja paman, aku juga akan menghancurkan kalian semua!" ucap Naruto balik menekan aura nya tentu saja tekanan itu jauh lebih kuat sampai membuat tanah pijakan Naruto retak, bahkan Baraqiel sendiri mematung saat merasakan tekanan aura mengerikan itu, setelah mengatakan itu Naruto bergegas pergi.
"Naruto tungu.. Naruto!"
"[Over Gravity!]"
Brak!
saat ingin mengejar Naruto, Baraqiel ditekan tekanan Gravitasi yang sangat kuat sampai dia sendiri terbaring di tanah, sunguh tekanan yang sangat kuat sekali, rasanya tubuh Baraqiel seperti di timpa gunung sangat berat dan menyakitkan sekali, Naruto berhenti dan melirik Baraqiel sekilas lalu melanjutkan jalanya hinga sosoknya hilang di telan rimbunya pepohonan hutan.
.
.
.
3 hari kemudian..
tiga hari berlalu setelah kejadian malam itu, Naruto memilih bersembunyi di goa yang terletak di belakang aliran air terjun yang masih dalam wilayah hutan, karena rumah nya di hancurkan ia jadi harus memiliki tempat lain untuk istirahat, selain itu posisi rumah lama nya sekarang juga tidak aman, maka dari itu Naruto memilih bersembunyi di dalam goa ini, Naruto bangun dan berjalan kearah mulut goa, lalu ia membasuh kepalanya di bawah derasnya air terjun, Naruto masih memikirkan apa yang Legion katakan dua hari yang lalu, benar Legion bangun sesaat waktu itu.
Mini Flasback On
malam yang sama setelah bertarung melawan ayah dari kekasih nya, Naruto memberanikan diri pulang ke rumah Natsumi, terlihat rumah itu sangat kotor penuh debu, Naruto kembali keasana hanya ingin mengambil pakaianya, setelah Naruto mengemasi semua pakaianya, ia pun bergegas pergi, tapi Naruto berhenti sesaat dan melihat kedalam rumah itu sekali lagi.
'bu.. yakinlah, aku pasti akan menemukan mu, dan membawa mu kembali ke rumah ini..' batin Naruto, setelah itu Naruto pergi kearah hutan dan menuju ke tempat persembunyian baru nya, ke esokan harinya saat Naruto lagi bermeditasi di atas batu tepat di bawah tekanan air terjun, Naruto merasakan gejolak kekuatanya yang tidak stabil, kesadaran Naruto pun di tarik paksa ke alam bawah sadarnya.
kesadaran Naruto melayang di alam bawah sadarnya, Naruto bingung bukanya ia lagi meditasi kenapa bisa masuk kesini, tadi memang ada sedikit gangungan pada pemulihanya, tapi itu bukan masalah yang serius sampai harus masuk kesini.
"lama tak melihatmu, kau sudah semakin kuat saja Naruto.."
"suara ini? Legion apa itu kau, dimana kau, Legion dimana kau?" teriak Naruto sambil melihat kesekitarnya tapi hanya ada kehampaan dan pintu emas raksasa.
"tidak perlu mencariku, aku masih di dalam sini, aku menarikmu kemari hanya ingin mengatakan bahwa kau itu mahluk yang sama sepertiku.."
"sama sepertimu? apa maksudmu Legion, aku tidak mengerti, bisa kau menjelaskanya"
"itu tidak perlu, kau akan tau sendiri nanti, kau sekarang melemah karena efec samping perubahan, itu juga yang ingin aku katakan padamu, aku tau cara menyembuhkan dirimu, tapi itu mungkin perlu beberapa pengorbanan.."
"tungu kau, kau bisa menyembukanku, apapun itu asal aku sembuh, aku akan lakukan apapun, bisa kau mengatakanya apa yang harus kulakukan?" tanya Naruto.
"ehem ini sedikit sulit, karena disini tidak ada air tujuh warna, maka sebagai gantinya kau harus menghisap darah dari tujuh Ras yang berbeda, dan yang paling penting harus di awali dengan Ras yang memiliki aura suci, seperti Malaikat cotohnya.."
Naruto menganga lebar, apakah itu satu-satunya pilihanya agar sembuh, menghisap darah dari tujuh Ras yang berbeda itu sangat sulit dan lagi itu semua harus di awali dengan Ras Malaikat, Ras yang sangat sulit di temui karena mereka tingal jauh di Surga.
"apa.. apa tidak ada pilihan lain, kau tau itu sangat sulit.. apalagi Ras Malaikat mereka Ras Suci yang tidak pernah ikut campur urusan duniawi"
"sayang nya tidak ada, hanya itu pilihan mu Naruto, oh aku merasakan Artefak Rank Suci peringkat menengah di tubuh mu Naruto, kau dapat dari mana?"
"aku tidak tau, tungu apa maksudmu perban di tubuhku? dan apa itu Rank Suci peringkat menengah?" tanya Naruto tidak mengerti.
"haha wajar saja kau tidak tau, karena itu bukan berasal dari sini, itu dari dunia atas di sana Artefak di bagi menjadi enam tingkatan yaitu, Bumi, Langit, Jiwa, Dewa, Surga, dan Suci, setiap tingkatan memiliki tiga tingkat yaitu rendah, menengah, dan tingi, milikmu itu termasuk tingkat menengah dari Rank Suci"
walau tidak sepenuh nya mengerti tapi Naruto sedikit paham, jadi perban di tubuh nya ini adalah Artefak tertingi kelas menengah, pantas saja pertahananya sangat kuat, tapi pengunaan Mana nya sangat boros, jadi Naruto tidak bisa selalu mengunakanya, setelah itu Naruto sedikit berbincang dengan Legion sebelum akhirnya Legion menutup diri lagi, tapi sebelum menutup diri Legion memberi kuasa penuh pada Naruto untuk mengunakan kembali mode Balance Breaker sempurna nya, sampai pada batasan Juggernaut Drive nya, sedikit aura dari Legion itu juga mampu menutupi aura Iblis dalam diri Naruto, Naruto pun mengucapkan terimakasih pada partnernya sebelum meningalkan alam bawah sadarnya.
Mini Flasback Off
'darah Malaikat.. aku harus mencarinya kemana?' batin Naruto bingung, apa iya dia harus membuat kekacauan di setiap Gereja agar para Malaikat itu mau turun dari Surga, tunggu dia tidak harus membuat kekacauan, Naruto jadi punya ide yang lebih bagus agar para Malaikat itu mau turun dari Surga, Naruto menyeringai tentu saja dengan sedikit bermain trick.
Naruto melompat keluar dari dalam Goa, walau belum sepenuhnya pulih, tapi Mana di tubuh nya sudah lebih dari cukup untuk sekarang, penampilan Naruto bertelanjang dada dan memakai celana hitam dan sepatu sekolahnya, Naruto berkaca di aliran air yang mengalir, wajah dan seluruh tubuh nya penuh akan retakan, tapi itu tidak akan lama, terimakasih pada Legion sekarang dia jadi punya harapan sembuh, yang sebelumnya tidak ada harapan sama sekali, karena tubuhnya retak kekuatan tempur Naruto jadi berkurang setengah, meskipun itu tertutupi oleh Artefak Rank Suci peringkat menengah dan mode Balance Breaker nya, tapi Naruto tidak ingin terus bergantung pada itu, dia harus menjadi kuat dengan kekuatanya sendiri.
.
.
Sore Harinya..
di sebuah Gereja yang ada di pingiran kota Kuoh, walau Gereja itu sudah sangat tua tapi masih dalam kondisi sangat bagus dan cukup terawat dan juga banyak orang yang mengunjunginya.
Brak!
semua orang terkejut melihat pintu di buka secara paksa, terlihat perempuan bercadar merah bersurai putih panjang, dan memakai jubah cokelat berlari ke aras aula sambil membawa bayi dalam gendonganya, perempuam itu lantas bersujud sambil mengendong bayi nya.
"tuhan tolong, tolong selamatkan bayiku, aku mohon, aku mohon selamatkan putri kecilku ini, ya tuhan.. aku mohon.."
perempuan itu terus memohon kepada tuhan agar menyelamatkan putrinya yang ada di gendonganya, dia bahkan menangis dan terus memohon, perempuan itu tidak henti-hentinya memohon agar putrinya diselamatkan bahkan saat orang-orang sudah meningalkan Gereja, perempuan itu masih saja bersujud disana dan terus memohon.
~Heaven~
di Surga tempat kedamaian bagi setiap mahluk hidup yang terus berbuat baik di masa hidupnya, tempat itu di bagi menjadi Surga atas dan Surga bawah, Surga atas adalah tempat tingal bagi Ras Malaikat. sedangkan Surga bawah untuk para Jiwa mahluk hidup yang terpilih masuk ke Surga.
ditempat yang dinamakan kolam pemantau di Surga atas, terlihat Malaikat perempuan bersurai hitam dan berparas cantik bernama Syriel, sedang memantau mahluk hidup di bumi melalui kolam itu.
"Syriel-chan.."
Syriel yang lagi fokus terkejut saat pundaknya di tepuk dari belakang, saat dia menengok ternyata itu adalah Arcciel, sosok Malaikat yang bisa di katakan setara dengan Gabriel dalam hal kemampuan, bahkan kecantikanya sendiri sedikit berada di atas Gabriel, bisa di bilang Arcciel adalah sosok Malaikat yang paling sempurna, selain cantik dia juga sangat kuat, itu dibuktikan saat Great War seratus tahun yang lalu, Gabriel, Arcciel dan Eriel adalah tiga Malaikat yang sangat ditakuti, terlebih si Arcciel, Malaikat cantik bersurai silver ini sangat mematikan, tidak terhitung berapa banyak Iblis dan Malaikat jatuh yang mati di tanganya saat terjadi perang, tapi ada suatu hari dimana Arcciel pernah kalah telak, itu terjadi jauh sebelum Great War, dia kalah dengan sosok Iblis muda pengendali Api Hitam, saat mereka tidak sengaja bertemu di dunia manusia.
"Arcciel.. tolong jangan mengagetkanku seperti itu.."
"hehe.. maaf Syriel-chan, habisnya aku bosan di sini terus, Michael-sama tidak memperbolehkanku keluar lagi, aku kan bukan anak kecil ..huf" ucap Arcciel.
"itu kan karena salahmu sendiri Arcciel, apa kau lupa, yang sudah kau perbuat di dunia manusia?" ucap Syriel, matanya masih terus fokus ke kolam pemantau.
"itu ..itu kan karena Eriel yang mulai lebih dulu, sial jika aku bertemu denganya lagi, aku akan buat dia membayarnya.." jawab Arcciel mengebu penuh semangat.
"Arcciel apa kau belum tau? Eriel.. sudah mati"
Deg!
mendengar itu Arcciel terdiam, Syriel pun menjelaskanya, Eriel mati dua bulan yang lalu, saat Arcciel masih menyembuhkan dirinya, tapi tidak ada yang tau bagaimana Eriel bisa mati, Arcciel tentu saja terkejut kekuatan Eriel itu sedikit di atas dirinya, bagaimana mungkin dia mati, dan siapa yang membunuh nya, meskipun Arcciel membenci Eriel tapi dia tidak ingin sampai membunuh nya, karena bagaimana pun mereka pernah menjadi sahabat dekat.
'ya tuhan tolong bayiku, aku mohon tolong bayiku ini, tuhan aku mohon tolong bayiku..'
saat keduanya lagi membicarakan Eriel, kolam pemantau itu menampilkan perempuan yang terus bersujud sambil mengendong bayi nya.
"ehh dia masih disitu?" ucap Syriel heran, sudah hampir malam dan manusia perempuan itu kenapa masih bersujud disana.
"masih disitu? kenapa tidak ada yang membantunya?" tanya Arcciel tidak mengerti kenapa para Malaikat membiarkan manusia itu terus memohon seperti itu.
"bukan tidak ada, tapi kau kan tau, itu wilayah nya Gabriel, jadi hanya dia yang punya kuasa membantu nya.." jawab Syriel, setiap petingi Malaikat memang di berikan wilayah mereka masing-masing untuk di perintah dan di jaga.
"lalu dimana Gabriel-chan?"
"dia ke Underworld bersama Michael-sama, aku tidak tau detailnya tapi, itu pasti sesuatu yang penting sampai Michael-sama sendiri yang turun ke tempat itu.."
"hm.. jika begitu katakan pada Gabriel, aku akan urus wilayah nya sementara.. " ucap Arcciel, belum juga Syriel menjawab Arcciel sudah menghilang, Syriel hanya bisa menghela nafas, entah kenapa perasaanya tidak enak, tapi semoga itu hanya perasaanya saja.
.
.
.
.
di tempat gereja tua, perempuan itu masih saja terus memohon, berharap ada keajaiban, tidak lama kemudian muncul kilatan cahaya, itu sangat terang, sampai perempuan itu menutup matanya, dan saat dia membuka matanya terlihat sosok Malikat cantik di hadapanya.
"manusia karena keteguhan hatimu, biarkan aku membantu masalah mu.." ucap Arcciel, dengan senyum di wajah cantiknya.
"be..benarkah? benarkah anda akan membantu saya? terimakasih.. terimakasih banyak.." ucap perempuan itu terlihat sangat senang.
"tentu.. membantu manusia, adalah kewajiban kami"
'kyaa.. akhirnya aku bisa melakukan tugas lagi, walau ini daerahnya Gabriel-chan sih hihi..' batin senang Arcciel berbanding balik dengan ucapanya.
"kalau begitu.. aku terima!"
Arcciel terkejut saat perempuan itu tiba-tiba bangkit dan mencekik lehernya, sabagai salah satu petingi Malaikat Arcciel tidak percaya tidak bisa melepaskan diri, dari cengkraman manusia, sebenarnya siapa manusia ini, dan apa tujuanya melakukan ini. perempuan itu membuka cadarnya, dan melepaskan kalung di lehernya, lalu wujudnya pun berubah menjadi pria bersurai kuning sebahu dengan wajah penuh akan retakan, benar itu adalah Naruto, dia memakai artefak Sacred Gear buatan, yang bisa merubah wujud, yang ia rampas dari salah satu Malaikat jatuh yang ia bunuh, bahkan bayi yang ia bawa itu juga artefak kain yang bisa meniru wujud, sebenarnya itu adalah batu yang di bungkus kain.
"uhg.. si-siapa kau? kenapa uhg.. kau melakukan ini.." tanya Arcciel susah payah, cekikan manusia ini sunguh sangat kuat sampai Arcciel merasa lemas.
"siapa aku? itu tidak penting, kenapa melakukan ini? itu karena aku menginginkan mu!"
Naruto merobek pakaian atas Arcciel, leher dan dada indah Arcciel terlihat, Arcciel melotot melihat manusia itu merobek pakaianya, ia sangat marah dan menekan aura suci nya.
Swus!
tekanan yang sangat kuat Naruto bahkan sampai terpental jauh dan menghantam dinding hinga jebol. sunguh kekuatan dan aura Malaikat berbeda dengan Malaikat jatuh, Naruto bangun dan mengelap darah disudut bibirnya. Arcciel tiba-tiba muncul di hadapan Naruto.
"beraninya kau merobek pakaian yang di berikan Michael-sama, atas apa yang kau perbuat aku akan menghukumu!"
muncul lima halo cahaya di belakang Arcciel, lalu kelima halo cahaya itu melesat cepat dan mengingkat tubuh Naruto, cayaha itu mengingakatnya dengan sangat kuat. Arcciel heran melihat manusia itu masih saja tetap tenang dalam keadaan terikat.
"astaga kenapa para Malaikat, selalu mengunakan kata menghukum, jika begitu aku tidak akan segan lagi.. [Over Dragon : Balance Breaker]"
Swus!
tekanan aura yang kuat, halo yang mengikat tubuh Naruto hancur, tubuh Naruto bercayaha emas dan setelah cayaha itu hilang terlihatlah tubuh Naruto yang terbalut armor perfeck nya, armor emas dengan hiasan cristal putih, dan dengan balutan jubah putih berkerah tingi yang berkilauan, sudah sangat lama sekali Naruto tidak merasakan perasaan ini, perasaan dominasi yang kuat dalam dirinya.
mata Arcciel melotot saat melihat armor Naruto, walau sudah lewat beberapa bulan tapi dia masih ingat betul siapa yang membuatnya sampai terluka parah waktu itu, tidak salah lagi manusia ini sama dengan yang waktu itu.
"kau.. i-itu kau.." Arcciel tidak percaya ini, kenapa bisa dia bertemu lagi dengan manusia ini. sedangkan itu di balik helm nya Naruto menyeringai menyeramkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
kelar juga emang agak beda dari yang sudah direncanakan, rencanya akan Author akhiri di Chapter 13 tapi, Author berubah pikiran, akan di perpanjang sampai chapter 16 san atau lebih untuk akhir Arc ini, scane tambahan di akhir chap 11 akan terjadi nanti, sekarang masih fokus sembuhin si Naruto dulu baru masuk Underworld.. itu saja.
.
.
.
Daftar darah buruan Naruto
1. Malaikat
2. Malaikat jatuh
3. Youkai
4. Vampire
5. Naga
6. Dewa
7. Iblis
itu saja..
DarkRealm V2 Log out!
