Naruto/Highschool Dxd : bukan punya saya
Rate : M
Warning : gaje, typo, mainstream, semi-dark Naru, romance, humor, dll.
.
.
.
.
yo apa kabar Author kembali lagi, sempat hiatus lama karena masalah pribadi yang rumit, lagi pula gk ada yang nungu juga haha#plak) ok ok apa kalian sadar Rias hilang dari pair Naruto? ya itu karena Author gk terlalu suka dengan karakter Rias yang hanya suka pada yg kuat, lagian gk cocok juga dengan sifat Naruto yg ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dragon God Legion : Remake
Chapter 13
Duar!
di malam yang sunyi dipingiran kota terdengar suara ledakan, dari kepulan debu bekas ledakan itu keluarlah Naruto dengan balutan Armor emasnya, dia melesat sangat cepat kearah Arcciel yang melayang di langit, Arcciel tidak percaya dengan kecepatan Naruto, tidak mau tingal diam Arcciel pun menciptakan sihir pertahanan.
"Shining Shield..!"
dari ketiadaan tercipta tameng cahaya yang melindungi Arcciel, di balik helm nya Naruto menyeringai, ia merasa tidak ada yang bisa menghentikanya tidak satu pun, itu hanya tameng lemah bagi Naruto, dia memukul tameng cahaya yang menghalangi nya, dengan sedikit kekuatan pinjaman Legion, Naruto melapisi pukulanya dengan hukum Gravitasi, hinga membuat pukulanya terasa sangat berat dan juga sangat kuat.
Kraak!
Prannk!
mata Arcciel melotot melihat tameng cahayanya hancur seperti kaca, ini pertama kalinya ada yang mampu menjebol pertahananya, belum sempat bereaksi Naruto langsung mencekik leher Arcciel, Arcciel meronta berusaha melepaskan diri, tapi itu sia-sia saja karena cengkraman Naruto sangat kuat.
"aku akan membuat mu, mengetahui tempatmu!"
ucap Naruto, ia lalu melempar Arcciel ke bawah, tubuh Arcciel jatuh dengan sangat cepat dan menghantam tanah hinga menyebabkan guncangan sesaat, sebagai Ras Malaikat yang di berkahi tubuh kuat, ini pertama kalinya Arcciel terluka hanya karena benturan, lemparan Naruto tadi seakan mengandung hukum Gravitasi hinga meberatkan tubuh Arcciel. Naruto mendarat di dekat Arcciel jatuh, melihat Arcciel berusaha bangkit Naruto pun merentangkan tanganya.
"[Over Gravity!]"
Brak!
"(cough!).."
Arcciel muntah darah saat tiba-tiba di tekan tekanan Gravitasi yang sangat kuat sekali sampai-sampai tubuh nya terasa mau hancur, ini sama seperti waktu itu, jadi benar manusia itu adalah manusia yang sama dengan malam itu. di tekan takanan kuat terus menerus seperti itu membuat Arcciel melemas, rasanya sangat sakit sekali dan tidak berdaya di bawah tekanan Gravitasi yang sangat kuat itu, melihat mangsanya sudah tidak berdaya, Naruto menjentikan jarinya, dan tekanan Gravitasi itu pun seketika hilang.
"[Reset!]"
Armor emas Naruto hancur dan melebur menjadi butiran cahaya emas, dia berjalan mendekati Arcciel yang sudah tidak berdaya dengan tubuh yang terluka, Naruto lalu mengangkat tubuh Arcciel dan memaksanya duduk, wajah Naruto mendekati leher jenjang Arcciel dan...
Crash!
"kyaaaaaaaaaaaaa!!!!"
Arcciel menjerit kesakitan saat Naruto mengigit pangkal lehernya, Naruto menghisap darah Arcciel dengan penuh nafsu, rasa dari darah Malaikat itu sangat memabukan dan membuat Naruto semakin bernafsu menghisap sebanyak-banyaknya, tubuh Arcciel mengejang di pelukan Naruto, perlahan ratakan di bagian wajah Naruto mulai menutup kembali, retakan di lehernya juga perlahan menutup kembali, Naruto yang lagi menghisap darah Arcciel terpaksa harus mehentikanya saat sebuah Light Spear melesat kearahnya dari belakang dan mau melubangi pungung nya, muncul guntlet emas di tangan kanan Naruto dan menampar Light Spear itu hinga hancur, lalu Naruto melompat menghindar saat sebuah sebuah cayaha Halo ingin memengal kepalanya.
"Arcciel-chan!!"
Naruto melihat dua Malaikat perempuan yang turun dan mendarat di dekat tubuh sekarat Arcciel, salah satu dari mereka langsung menghampiri Arcciel dan memeluknya.
"Arcciel-chan (hiks) ..(hiks)" Malaikat bersurai emas itu atau Gabriel menangis saat melihat kondisi sahabatnya yang sangat menyedihkan itu, mendengar dari Syriel, kalau Arcciel di serang Gabriel pun langsung kembali ke Surga dan bersama dengan Syriel, mereka turun ke dunia manusia, tapi rupanya mereka sedikit terlambat, Gabriel masih menangis dan di samping nya berdiri Syriel yang juga merasa sedih melihat kondisi Arcciel, jadi firasatnya benar akan terjadi sesuatu yang buruk pada Arcciel jika tau akan jadi seperti ini Syriel akan mencegah Arcciel turun ke dunia manusia, Gabriel menghentikan tangisanya dan auranya mengila.
"Syriel-chan apa kau bisa bawa Acciel-chan, aku akan menghukum si manusia berdosa itu..!!"
Syriel terkejut ini kedua kalinya ia melihat sendiri Gabriel yang marah seperti ini, pertama kalinya itu saat Great War seratus tahun yang lalu, waktu itu beberapa Malaikat mati saat ingin menghentikan dua Naga Surgawi yang mengamuk di medan perang dan itu memicu amarah Gabriel, kali ini pun terjadi lagi. Syriel hanya berharap Gabriel tidak sampai kelewatan dan menghancurkan dunia manusia, Syriel menganguk mengerti dan membawa Arcciel ke alam Surga bersamanya.
Gabriel bangkit dan melihat kearah Naruto, amarah Gabriel sedikit mereda saat melihat wajah Naruto, pipinya tiba-tiba merona malu saat melihat paras Naruto, pria itu tampan sekali, ini pertama kalinya Gabriel melihat manusia setampan itu, darah Malaikat rupanya hanya mampu menyembuhkan retakan di wajah dan leher Naruto, itu kembali seperti semula seakan tidak pernah terluka sama sekali, Gabriel mengeleng walau manusia itu sangat tampan tapi dia berdosa karena melukai Arcciel, dan Gabriel tidak akan memaafkan manusia tampan ini.
"jadi kau menusia yang melukai Arcciel-chan, tidak bisa di maafkan, tidak bisa di maafkan! Ten Rings Holy Mode!"
Swus!
tekanan aura suci yang kuat, muncul sepuluh cincin cahaya di balakang pungung Gabriel, sebagai salah satu petingi Malaikat aura dan kakutan Gabriel bukan main, sepuluh cincin cahaya itu terasa sangat kuat sekali auranya, tapi bagi Naruto yang sudah pernah merasakan tekanan aura mengerikan Legion, itu hanya terasa seperti angin lalu, tidak berlama-lama Gabriel mengendalikan tiga dari sepuluh cincin cayaha itu untuk menyerang Naruto. Naruto melompat menghindar cincin cahaya pertama, dia bergerak cepat menghindari cincin cayaha kedua dan ketiga, tapi ketiga cincin cayaha itu malah berbelok dan mengejarnya, jika tidak bisa menghindar maka akan dia hancurkan, muncul Guntlet emas dengan hiasan Cristal putih di kedua tangan Naruto, Naruto bergerak cepat meninju cincin cahaya pertama hinga hancur lebur, lalu ia menghindar dengan melompat dan meremukan lagi cincin cahaya kedua, Naruto mendarat dia mengkap cincin cayaha ketiga dan meremasnya hinga hancur. melihat itu Gabriel tentu saja terkejut, apa-apaan manusia tampan ini.. dia sangat kuat, dan itu ..apakah itu Sacred Gear?. fikir Gabriel.
"hei.. manusia darimana kau dapat Sacred Gear itu? dan kenapa kau melakukan ini, kenapa kau melukai Arcciel-chan.." tanya Gabriel, ia belum pernah melihat Sacred Gear sejenis itu, Guntlet emas? itu artinya si tampan itu juga bisa mengunakan Armor, mirip seperti [Boosted Gear] dan [Divine Dividing] tapi bahkan dalam catatan God of the bible tidak ada Sacred Gear seperti itu selain Sacred Gear yang di diami jiwa ke dua Naga Surgawi, seakan milik si tampan itu muncul dari ketiadaan dan bukan Sacred Gear ciptaan dari God of the bible, terlebih aura nya sunguh sangat mendominasi sekali, itu sangat berbeda dari ke 13 Longinus atau yang lainya, Gabriel tidak tau pasti apa itu tapi itu terasa sangat kuat sekali, tidak itu mungkin lebih kuat dari yang dia bayangkan, sebenarnya apa itu.
"...kau banyak bicara" jawab Naruto, tiga kata itu membuat wajah cantik Gabriel memerah menahan rasa kesalnya, meski sangat di sayangkan tapi Gabriel akan membunuh manusia tampan yang hina ini.
"jangan fikir jika kau sedikit tampan aku tidak berani membunuh mu, wajah mu itu tidak akan menyelamatkan mu dari hukuman! Light End Saber!" Gabriel menyatukan tujuh cincin cahaya itu dan membentuk pedang cahaya rakasasa, Gabriel mengendalikan pedang cayaha itu, dan dengan cepat menebas kearah Naruto.
Brass!!
Naruto menahan pedang cayaha raksasa itu dengan menyilangkan kedua tanganya yang terbalut Guntlet emas, melihat itu Gabriel melotot dan tidak percaya, sekuat apapun manusia itu sangat mustahil untuk bisa menahanya, pedang cayaha yang mengandung aura suci dan aura kehidupan, itu sangatlah kuat, bahkan mahluk sekelas Naga Surgawi pun akan terluka jika menahanya terlalu lama.
Krak!
tanah pijakan Naruto retak, sunguh kuat ini pertama kalinya Naruto merasa tertekan, rupanya benar Malaikat itu mahluk yang sangat kuat, untuk kasus Arcciel sendiri beda karena dia tidak siap dengan serangan kejutan Naruto, jadi Arcciel mudah di tangani tapi Gabriel berbeda, dia sudah sepenuhnya siap. Naruto semakin terdesak, semakin lama ia menahanya semakin kuat pula pedang cahaya itu dan semakin tajam juga, Guntlet emas nya bahkan sedikit retak, Naruto mendecih kesal, dia tidak bisa mengunakan Armor atau kekuatan Legion untuk sementara karena jeda waktu pengunaan, di tambah ia merasakan efeck balik dari darah Malaikat di tubuh nya, itu sangat membuat Naruto tidak nyaman, tidak punya pilihan lain Naruto akan akhiri pertarungan tidak berguna ini, Naruto pun memasuki wujud Iblisnya, aura merah gelap menyelubungi tubuh Naruto dan..
Brass!
muncul sepasang sayap Iblis di pungung Naruto, tentu saja hal itu membuat Gabriel kembali terkejut, yang dia fikir manusia ternyata adalah Iblis, lebih tepatnya manusia setengah Iblis, yang lebih mengejutkan lagi adalah kedua sayap Iblis Naruto terbakar Api Hitam yang berkobar ganas, itu membuat sayap nya samakin membesar dan terus membasar, sayap Api Hitam itu kemudian menghimpit pedang cayaha itu lalu meremasnya dan..
Boom!!
itu meledak, ledakan yang kuat dan menimbulkan gelombang kejut yang menyapu bersih area sekitarnya, saat kepulan debu itu lenyap Naruto sudah tidak ada disana.
"eh? dimana dia, sial apa si tampan itu melarikan diri.." gumam Gabriel, hebat sekali si manusia tampan itu adalah orang pertama, yang bisa melarikan diri saat sensor Gabriel masih aktif, Gabriel tidak lagi bisa merasakan aura manusia itu dari jarak 200 meter, itu artinya si manusia itu sudah berpindah tempat lebih dari 200 meter, sebebarnya siapa manusia tadi, tidak lebih tepatnya Iblis setengah manusia itu. terlebih Api Hitam tadi terasa sangat familar, Gabriel merasa pernah melihatnya dulu, itu dulu sekali tapi Gabriel tidak begitu ingat kapan dan dimana itu.
kau tidaklah lemah.. hanya saja kau memang tidak bisa membunuhku, mari berteman saat pertemuan selanjutnya.. Gabriel..
Deg!
Gabriel melotot dia ingat sekarang, kata-kata itu dan juga sosok Iblis bersuai merah penguna Api Hitam dari Clan Gremory, itu semua tiba-tiba muncul di ingatan Gabriel, ini tidak mungkin sangat tidak mungkin, bukankah dia sudah mati ratusan tahun yang lalu jauh sebelum di mulainya Great War, dan juga mahluk berlumuran dosa seperti Iblis tidak akan bisa rekernasi, tapi Api Hitam yang ia lihat tadi memang memiliki kemiripan yang sama dengan Api Hitam Iblis Gremory itu, walau tidak sekuat miliknya, tapi Api Hitam milik manusia tadi memang sangat mirip dengan 'Iblis' itu.
"...tidak mungkin.. Lucas!" gumam Gabriel tidak percaya, Lucas Gremory Iblis yang membuatnya malu ratusan tahun yang lalu, itu tidak mungkin dia, sebagai Malaikat Gabriel juga bisa merasakan pancaran Jiwa setiap mahluk hidup, dan jelas sekali pencaran Jiwa si manusia tampan tadi jauh berbeda dengan milik Lucas Gremory, itu artinya mereka orang yang berbeda.
.
.
.
sedangkan itu di jarak 500 meter dari posisi Gabriel, lebih tepatnya di pedalaman hutan dekat dengan goa bersembunyian Naruto, Naruto berjalan tertatih-tatih sambil memengangi dada nya, dia tidak memikirkan ini sebelumnya, dan kenapa Legion tidak memberitau nya jika darah Malaikat memiliki efeck balik seperti ini, seluruh otot di tubuh Naruto terasa mau putus dan jatungnya serasa mau pecah, ini sangat menyakitkan, Naruto berhenti dan mutah darah.
"uhg Arrrggggg!! Aaaarrgggggg!!!"
Naruto berteriak kesakitan di kesunyiaan malam, rasanya sangat sakit sekali, seakan tubuhnya mau hancur, mata Naruto bahkan sampai menangis darah, setelah beberapa jam Naruto menderita, perlahan-lahan ia bisa beradaptasi dengan efeck balik dari darah Malaikat itu, rasa sakit di tubuhnya perlahan menghilang, dan di gantikan dengan rasa hangat yang nyaman di tubuh nya, Naruto merasa ada kekuatan lain yang membantunya menetralisir rasa sakit di tubuhnya, ia juga merasa lonjakan kekuatan dalam tubuhnya semakin bertambah kuat, dan itu terus menguat sampai aura putih kebiruan merembes keluar dari tubuh Naruto dan..
Bras!!
muncul sepasang sayap Malaikat di pungung Naruto, di tambah Halo cahaya di atas kepalanya, Naruto tidak percaya ini dia jadi Malaikat, bagaimana bisa? umum nya aura gelap Iblis dan aura suci Malaikat sangat bertentangan tapi bagaimana itu menyatu di tubuh nya, apapun itu Naruto sangat senang, tidak hanya bertambah kuat, tapi dia sekarang juga bisa mengunakan Mode Malaikat, ini sunguh kejutan untuknya, jika tau begini Naruto pasti akan memburu darah Malaikat dari dulu, agar ia bisa jadi Malaikat. Naruto tidak tau bahwa penyatuan aura Malaikat di tubuh nya itu karena bantuan Holy Core yang tertanam di jiwa nya.
Holy Core berbeda dengan pecahan True God lainya, sebagai pecahan inti dari True God, Holy Core memiliki banyak kemampuan salah satunya adalah menyatukan, itu adalah kemampuan yang luar biasa sekali, bisa menyatukan seluruh Aura/Elemen/Ras, dan bisa menyatukan kembali Jiwa/kepingan Jiwa dan Jiwa yang hancur lebur, bahkan di tingkatan tertentu bisa menyatukan berbagai dimensi hinga menjadi satu dunia baru. itulah kenapa Holy Core adalah inti dari True God karena memang kemampuanya sangat mengerikan.
.
.
.
Skip..
Academi Kuoh.
jam pelajaran sekolah telah selesai, semua murid pun bergegas pulang kerumah mereka masing-masing, sedangkan itu di atap gedung sekolah terlihat Akeno berdiri sambil menatap langit dengan pandangan sedih, sudah kering air matanya karena terus menangisi Naruto, Akeno mencoba merelakanya tapi hatinya tidak mau melupakanya, hanya ada Naruto, Naruto dan Naruto di dalam fikiranya, tidak seperti dulu yang bebas sekarang dirinya adalah budak Iblis Gremory, jadi Akeno tidak bisa melakukan hal bodoh seperti bunuh diri, walau dia sangat ingin mati saat ini, hidup tanpa kekasihnya terasa sangat hampa.
"Naruto-kun.. aku merindukanmu, sangat merindukan mu.." gumam lirih Akeno, ia tidak bisa membohongi perasanya, Akeno masih sangat mencintai Naruto, dia sudah mencoba melupakan perasaanya pada Naruto, tapi Akeno tidak bisa melupakanya, setiap kali ia ingin menghapus sosok Naruto di hatinya, itu membuat hati Akeno terasa sakit, padahal beberapa hari yang lalu Akeno sudah membulatkan tekadnya untuk melupakan perasaanya dan masuk jajaran Harem nya Issei, tapi sosok Naruto itu selalu membayanginya, seolah Naruto itu masih hidup, dia tidak bisa seperti ini terus, Naruto itu sudah mati, walau sangat berat tapi Akeno akan merelakanya. merasakan aura yang familar di belakangnya Akeno pun berbalik, seseorang membuka pintu dan ternyata itu adalah Rias Gremory.
"disini rupanya kau.. Akeno, kenapa kau tidak ikut latihan bersama yang lainya?" tanya Rias, Rating Game sudah dekat tingal tiga hari lagi, semua Budak nya sedang menjalani latihan, hanya Akeno sendiri yang terkadang jarang ikut latihan.
"...Rias, katakan apa kau merindukanya juga?" tanya balik Akeno, awalnya Rias tidak mengerti maksud dari kata-kata Akeno, tapi akhirnya dia mengerti jika yang Akeno maksud adalah Naruto.
"jika soal Naruto-kun, tentu saja aku merindukanya, tapi dia sudah mat-" Rias tidak melajutkan kata-katanya saat merasakan lonjakan aura dari tubuh Akeno.
"..Akeno maaf.."
"..aku juga minta maaf Rias, tolong beri aku waktu sendiri untuk saat ini, sampaikan maafku untuk Issei-kun dan yang lainya.."
setelah mengatakan itu Akeno mengeluarkan sayapnya yang berbeda dan melesat terbang kelangit, Rias hanya melihat Akeno pergi dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
Skip..
sore harinya di pingiran kota Kuoh, terlihat Akeno berdiri melihat hamparan tanah yang luas dengan tatapan sedih, lahan ini dulunya adalah bekas bangunan panti asuhan yang pernah Naruto tingali, Akeno lalu berjalan kearah danau yang lokasinya tidak jauh dari sini.
'Naruto-kun...' batin Akeno, dia tidak kuat menahan air matanya lagi, di danau inilah ia dan Naruto sering bermain bersama, kenangan bersama Naruto terus saja berputar di ingatanya, Akeno masih sangat mencintai Naruto, dia tidak ingin melupakanya, tapi jika benar Naruto sudah mati, maka Akeno harus merelakanya.
Akeno mengusap air matanya, ia lalu meneruskan jalanya kearah sungai yang juga tidak jauh dari sini, Akeno melihat jembatan yang menghubungkan atara kedua sisi, disinilah di jembatan ini ia pertama kali bertemu Naruto, Akeno masih ingat betul hari itu, walau pertemuan mereka di awali dengan buruk.
(Mini Flashback on)
di jembatan terlihat Akeno kecil yang melemparkan batu kearah sungai, raut wajahnya terlihat kesal, beberapa kali ia melemparkan batu kecil, dan terus bergumam menyumpahi ayah nya.
"..aku benci, aku benci ayah, Grigori ini Grigori itu, kenapa dia tidak peduli padaku, aku benci ayah!" gerutu Akeno kecil, dia melemparkan beberapa batu kearah sungai, menyadari batu di gengamanya habis Akeno pun mengambil batu besar di dekatnya dan akan ia ceburkan tapi sebuah suara menghentikanya..
"hey!! bisa kau hentikan itu.."
Akeno kecil berhenti dan melihat kearah asal suara tadi, rupanya itu bocah manusia bersurai kuning, memakai kaus putih oblong dan celana hitam pendek, bocah itu juga membawa jaring dan alat pancing, Akeno menaruh batu nya dan menatap bocah itu.
"rupanya ada manusia, hey manusia bicara apa kau tadi.. hah!!" teriak Akeno kecil, bocah kuning itu atau Naruto kecil harus menutup telinga nya karena suara nyaring Akeno.
"kenapa harus teriak-teriak, aku cuma memintamu menghentikan itu, itu membuat ikan-ikan di sungai lari, dasar gila.." balas Naruto kecil, Akeno kecil terlihat tidak terima dengan ucapan Naruto, ini pertama kalinya ada seseorang yang menyebutnya gila.
"nfufu~ kau menusia pertama yang membuatku marah..!"
Brass!
muncul sayap Malaikat jatuh di pungung Akeno kecil, sontak hal itu mengejutkan Naruto kecil, Akeno kecil tau ini bocah itu pasti akan lari ketakutan, tapi berbeda dengan bayangan Akeno, Naruto malah berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat.
"aku tau ini.. aku tau ini, aku tidak sendirian, kau juga anak aneh, aku tidak sendirian..lagi"
Akeno tidak tau harus merespon seperti apa saat Naruto memeluknya dan menangis, pelukan Naruto itu sangat erat dan membuat Akeno sedikit kesulitan bernafas.
"ma-manusia hey.. bocah! lepas, lepaskan!"
Akeno mendorong paksa Naruto, hinga membuat Naruto jatuh, Naruto pun merintih kesakitan, saat Akeno melihat Naruto dari dekat rupanya wajahnya lumayan tampan, tidak dia memang tampan, Blush~ wajah Akeno kecil memerah, ia lalu mengulurkan tangan pada Naruto.
".. Akeno, namaku Himejima Akeno.. siapa nama mu?" ucap Akeno kecil dengan wajah memerah malu, Naruto kecil tersenyum dan menyambut uluran tangan Akeno.
"Namikaze Naruto, pangil saja aku Naruto.." balas Naruto. inilah awal mula pertemuan mereka, hari demi hari keduanya semakin dekat, saat selesai bermain Akeno kecil selalu mencium pipi Naruto kecil, saat Naruto bertanya untuk apa melakukan itu, Akeno menjawabnya kalau itu adalah salam pertemanan yang wajib, Naruto yang polos pun hanya menganguk mengerti, dan begitulah hari-hari menyenangkan Akeno terus berlajut sampai insiden kebakaran panti asuhan yang akhirnya memisahkan mereka.
(mini Flashback off)
mengetahui Naruto tidak mati waktu itu Akeno sangat bahagia saat akhirnya mereka dipertemukan kembali, tapi siapa sangka mereka akan di pisahkan lagi, dunia benar-benar kejam padanya, saat ia baru saja merasakan kebahagiaan, kenapa itu sirna begitu cepat, Lagi-lagi Akeno menangis saat mengingat Naruto, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, saat Akeno sadar dari lamunanya ternyata sudah larut malam, pasti Rias dan yang lainya menghawatirkan nya, Akeno menggengam kalung liontin giok nya, lalu Akeno menarik paksa hinga terlepas dari leher jenjang nya.
"Naruto-kun, aku mencintaimu.." ucap lirih Akeno, ia mencium liontin giok itu, meski sangat berat Akeno harus merelakannya, Akeno sudah bertekad akan melupakannya, saat Akeno mau membuang kalung itu ke sungai sebuah suara menghentikan nya..
"hey.. bisa kau hentikan itu?"
Akeno berhenti dan melihat ke asal suara itu, dari kegelapan pepohonan munculah sosok pria tampan bersurai kuning sebahu, ia memakai jaket putih dan celana hitam dengan syal merah yang melingkar di leher nya, mata Akeno melotot saat pertama kali melihatnya, ini tidak mungkin.. itu adalah...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue..
sebelumnya makasih Review nya di chap kemarin, itu membantu membangun mod Author, dan maaf kalau tidak sempat membalasnya, untuk update selanjutnya tidak janji up kilat..
.
.
Preview Next Chapter..
"ah ng~ Na-Naru, aku mencintaimu, uhh lebih cepat, ahh~ lebih cepat Naru.. uhh hmmm~"
Naruto mencium bibir Akeno, dan keduanya bermain lidah, Akeno menghisap saliva Naruto dengan rakus, Akeno terus mendesah di sela-sela ciuman mereka.
.
.
.
DarkRealm Log Out!
