Naruto/HighSchool DxD : bukan punya saya
Rate : M
Warning : gaje, typo, mainstream, semi-dark Naru, romance, humor, dll.
.
sebelum mulai Author ucapkan Terimakasih atas review nya di chapter sebelumnya, itu membantu membangun ide, maaf kalau agak lama (Naruto : ya lama banget) update nya dari yang seharusnya di jadwalkan, karena-
Naruto : lama amat, gw udah tegang thor cepetan!
Author : si anjir sabar To sabar, ini lagi ngejelasin
Naruto : itu belakangan aja, rudal gw dah mau meledak, Akeno tolong!
Akeno : Naru~ nakal ih~
Author : Edan! ok lah
.
.
.
.
.
.
Dragon God Legion : Remake
Chapter 14
.
.
Akeno terdiam dan tidak tau harus merespon seperti apa, cahaya rembulan menerangi sosok itu, surai kuning itu, wajah tampan itu dan senyumannya, Akeno merasa bagaikan mimpi, ia percaya orang yang ia cintai tidak akan meninggalkan nya dan sekarang lihatlah siapa yang ada di hadapan nya ini, itu Naruto ya benar ini Naruto nya, Akeno tak kuasa membendung air matanya bukan air mata kesedihan melainkan kebahagiaan, melihat Akeno menangis tangan Naruto bergerak untuk menghapus air matanya.
"hei.. kenapa kau cengeng sekali tuan putri.. " ucap Naruto dengan nada bercanda, masih menangis tapi wajah Akeno jadi cemberut mendengar itu.
"(hiks) aku tidak mau dengar.. (hiks) itu, kau pangeran brengsek (hiks) (hiks).. " balas Akeno di sela-sela tangisan nya, sambil memukul-mukul kecil dada Naruto.
".. maaf Akeno, maafkan aku"
Greb!
Akeno dengan cepat memeluk Naruto, Akeno memeluknya dengan sangat erat, ia tidak ingin Naruto pergi lagi, Naruto pun membalas memeluk balik Akeno, keduanya berpelukan di jembatan itu dengan background sinar rembulan yang menyinari keduanya, mereka berpelukan selama beberapa saat, Akeno mulai tenang dan berhenti menangis di pelukan Naruto.
"berjanjilah.. berjanjilah Naru, kau tidak akan meninggalkan ku.. lagi, aku mohon berjanjilah Naru.." Akeno memohon sambil menatap Naruto, melihat wajah memelas Akeno membuat Naruto sedikit sakit di hatinya, tangan Naruto bergerak mengelus wajah cantik Akeno dengan lembut, Akeno menikmati setiap sentuhan nya, ia sangat suka di manja oleh Naruto.
"iya aku janji..."
mendengar jawaban Naruto, Akeno sangat senang dan kembali mengeratkan pelukan nya, dua aset kenyal Akeno terus menekan dada Naruto, tentu saja sebagai pria normal Naruto mulai gelisah, dari tadi di tekan dada Akeno yang ukurannya tidak main main itu, pria mana pun pasti akan mudah terangsang bila di goda seperti ini, dan lagi Akeno juga terlihat sangat cantik malam ini, bukannya Naruto tidak ingin melakukan itu, malahan dia sangat ingin, tapi ia tidak mau memaksa Akeno hanya untuk nafsunya, Naruto tidak tau sejak kapan sifatnya mulai jadi mesum seperti ini, lebih tepatnya sifat Naruto berubah sejak meminum darah Malaikat Arcciel, tapi Naruto juga hanya mesum dengan Akeno saja.
"eh? apa ini?.. "
Akeno merasa ada benda keras yang menyentuh perutnya, ia penasaran dan melihat itu, lalu wajah Akeno memerah saat tau benda apa yang menyentuh perutnya itu, ia melihat Naruto tapi Naruto melihat ke arah lain untuk menyembunyikan wajah malu nya, melihat reaksi malu-malu Naruto, membuat Akeno tiba-tiba tersenyum nakal.
"Ne~ Naru, ayo main tebak-tebakan, benda keras, hangat dan lembut apa ini?" goda Akeno sambil tangan nya bergerak mengelus 'junior Naruto' yang masih terbungkus celananya, hal itu membuat tubuh Naruto terasa seperti tersetrum, belaian tangan Akeno itu membuat wajah Naruto bahkan semakin memerah.
"nfufu~ tidak apa kok.. "
"eh? maksud nya?"
"aku bilang tidak apa, jika kau menginginkan nya Naru, aku sudah siap.. " bisik Akeno di telinga Naruto.
.
.
Warning! Lemon (mengandung konten dewasa yg tidak suka Skip, yg suka berarti kita satu golongan haha#plak)
mendengar ucapan Akeno gairah Naruto pun memuncak, dia mengangkat dagu Akeno dan mencium bibir nya, keduanya berciuman mesra, Akeno mulai nakal dan bermain lidah tentu saja Naruto juga ikut bermain lidah, tangan Naruto bergerak meremas pantat Akeno dengan kuat, Akeno pun mendesah di sela-sela ciumannya. tangan Naruto yang satunya bergerak untuk meremas dada Akeno, ia memainkan dada Akeno yang masih terbalut seragamnya, Naruto membelai meremas lalu mencubit puting Akeno dengan kuat.
"ang~ um~ Naru~.. umm ahh~"
Akeno mendesah saat Naruto mencubit puting dada nya dengan kasar, kedua nya mengakhiri ciuman panas itu, tangan Naruto beralih membelai pipi Akeno dengan lembut, mata mereka saling bertatapan.
"kau yakin.. Akeno?" tanya Naruto ingin memastikan nya lagi, ia tidak ingin memaksa kan nafsu nya pada Akeno, jika Akeno tidak menginginkan ini, maka ia akan berhenti disini.
"iya.. lakukan Naru, lakukanlah aku milikmu, aku mencintaimu Naru~" jawab Akeno dengan wajah memerah dan tatapan sayu.
"aku juga mencintaimu Akeno.. "
Cup*
kembali Naruto dan Akeno berciuman, kali ini kedua bibir mereka saling melumat dengan rakus terutama Akeno, ia sangat bersemangat melumat mengulum dan menjilati saliva disudut bibir Naruto, Akeno tidak membiarkan setetes saliva pun mengalir jatuh, ia hisap dan telan semua saliva itu seperti minum air, tangan Akeno bergerak melepas syal yang Naruto pakai, ia lalu melemparkan nya kea sembarang arah, puas menjilati bibir dan dagu Naruto, lidah Akeno turun dan menjilati leher Naruto, Akeno menjilat menggigit dan menghisap leher Naruto, meninggalkan beberapa bercak merah di leher Naruto, Naruto juga tidak tinggal diam tangan Naruto bergerak melepas satu persatu kancing seragam Akeno, hinga semuanya terlepas, Naruto melepas kan seragam Akeno dan membuangnya, Naruto juga merobek rok Akeno, hinga kini Akeno hanya pakai CD dan Bra nya saja, Naruto dan Akeno kembali berciuman, mereka saling melumat dan bermain lidah, sambil terus berciuman tangan Akeno bergerak melepaskan jaket Naruto, karena tidak mau mengakhiri ciuman nya, Akeno main kasar dan tidak segan merobek robek baju Naruto, hinga kini Naruto bertelanjang dada, tangan Akeno mengelus dada Naruto dan saat itulah Akeno merasakan keanehan.
"muach~ aah~ Na-naru!.. " Akeno mengakhiri ciuman mereka, mata Akeno melotot saat melihat tubuh Naruto penuh akan retakan, seperti tanah tandus kekeringan, bahkan ada beberapa retakan besar di perut dan dada Naruto, tapi aneh nya tidak ada darah, dan retakan itu seperti tidak berdasar tubuh Naruto seakan seperti lubang hitam.
"Na-naru.. apa, apa yang terjadi padamu?" Akeno melangkah mundur dan menutup mulutnya saat melihat kondisi tubuh Naruto yang seperti monster itu, hanya leher dan wajah Naruto saja yang masih terlihat normal.
"apa kau takut Akeno?" tanya Naruto, dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di jelaskan karena tertutup surai kuning nya, ia sudah menduganya akan jadi seperti ini, Naruto tidak akan menyalahkan jika Akeno takut dengannya, karena itulah Naruto tidak ingin Akeno melihat dirinya yang seperti monster ini.
Greb!
Naruto terkejut saat Akeno malah memeluk nya dan menangis, Naruto kira tadi Akeno akan lari karena takut dengan penampilan nya yang seperti monster.
"(hiks).. Naru, (hiks)... a-aku tidak takut (hiks)... (hiks)" Akeno menangis sambil memeluk Naruto, ia tidak pernah tau kalau keadaan kekasih nya separah ini, apa karena ini Naruto tidak mau menemuinya? apa Naruto kira ia akan takut? tidak Akeno tidak akan takut, karena ia sangat sangat mencintai Naruto, apapun Naruto saat ini Akeno akan selalu dan selalu mencintai nya.
mendengar jawaban Akeno, ada rasa menyesal dalam diri Naruto, kenapa ia tidak menemui Akeno sedari awal, karena rasa takutnya dan kondisi tubuh nya membuat Naruto tidak percaya diri, Naruto takut Akeno menjauhi nya, ia benar-benar takut Akeno akan membenci nya karena penampilan nya yang seperti ini, tapi sekarang semua ketakutan itu seketika sirna saat Akeno memeluknya.
diterpa hembusan angin malam, mereka masih berpelukan dalam diam, agak lama Akeno memeluk tubuh Naruto, sampai tangisan Akeno berhenti, keduanya pun masih terdiam, Naruto tidak tau harus berkata apa, begitu juga dengan Akeno, keduanya memilih diam, tapi itu tidak lama, karena 'junior Naruto' kembali berulah menyentuh perut Akeno.
"maaf.. " ucap Naruto dengan wajah memerah, Akeno pun kembali tersenyum, memang tadi sempat tertunda dan menurunkan mod nya, tapi suasana yang sepi seperti ini kembali membuat gairah mereka kembali memuncak.
*Cup
kali ini Akeno yang berinisiatif mencium Naruto, Akeno mengulum melumat dan bermain lidah, lidah Akeno menelusuri setiap rongga mulut Naruto, Naruto hanya diam dan membiarkan Akeno semau nya, sambil terus berciuman Akeno melepaskan Bra nya, lalu Akeno juga merobek celana dalam nya sendiri, kini ia telanjang tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh indah nya, Naruto yang tadi diam langsung bermain kasar, nafsu nya sudah tak terbendung saat melihat Akeno telanjang, tangan Naruto meremas dan memainkan dada Akeno, lalu tangan Naruto yang satunya bergerak ke bawah, ia mengelus elus kemaluan Akeno.
"ahh~ umm~ Naru.. ah~" Akeno melepas ciuman nya dan mendesah saat jari tangan Naruto menerobos masuk ke lubang kemaluannya, Naruto mencium bibir Akeno sebentar sebelum lidahnya turun dan menjilati leher Akeno, Lagi-lagi Akeno mendesah keenakan saat Naruto memanjakan nya.
"ah~ ang~... kyaa~" desahan Akeno semakin menjadi saat Naruto mempercepat gerakan jari nya, Akeno mencapai puncak nya, gerakan jari Naruto membuat nya keluar, untuk sesaat Akeno merasa melayang bagai di surga, sungguh sensasi nikmat yang baru pertama kali Akeno rasakan, melihat kekasihnya klimaks, Naruto pun menyudahi memainkan dada dan Vagina Akeno, saat Naruto ingin melepas celananya nya tangan Akeno menghentikan nya.
"biar~ aku saja.. Naru~"
Akeno melepaskan kancing celana Naruto, lalu menurunkan resleting nya, Akeno menarik turun celana beserta celana dalam Naruto, dan wow~ wajah Akeno terkejut melihat ukuran Penis Naruto yang sangat besar tegak dan keras, Kira-kira ukuranya hampir sama dengan lengannya dan itu juga di penuhi urat otot yang jantan sekali.
'a-astaga apa ini bisa muat di dalam ku?' batin Akeno sedikit takut dengan ukuran Penis Naruto yang seperti monster itu, Akeno meyakinkan dirinya kalau ia bisa dan harus bisa, bahkan jika itu akan merobek habis Vagina nya.
"ada apa Akeno?" tanya Naruto, ia sedikit khawatir saat Akeno malah terdiam, Akeno hanya membalas nya dengan menggeleng dan tersenyum manis ke arah Naruto, lalu Akeno mulai menjilat ujung Penis Naruto, Akeno menjilat dan memutar lidah nya, ia mengulum dan menyedot lalu menjilati Penis Naruto seperti makan permen. Akeno menjilati setiap sudut Penis Naruto, mulai dari ujung hinga ke pangkal nya, bahkan Akeno juga mengulum biji bola Naruto, itu terus Akeno lakukan berulang kali, hinga Penis Naruto bermandikan air liur Akeno, Naruto mendesah setiap kali Akeno mengulum Penis nya, sungguh sensasi yang sangat luar biasa.
"ah.. Akeno uhg.. "
*Glup *Glup
Naruto sampai batasnya dan menembakan spermanya di dalam mulut Akeno, meskipun kesulitan Akeno mencoba menelan semuanya, tapi itu kebanyakan, bahkan sampai meluber keluar melalui sudut bibir nya.
*plop
Naruto mencabut Penis nya dari mulut Akeno, sensasi nikmat nya masih terasa, bisa dilihat sperma Naruto meluber keluar dari mulut Akeno dan menetes turun ke dada nya, Akeno menjilati sisa sperma yang ada di dagu dan sudut bibirnya, ia juga mengambil yang menetes di dada nya mengunakan jari nya dan memasukkan nya kedalam mulut nya, tingkah Akeno itu membuat Penis Naruto kembali keras, melihat itu Akeno tersenyum, ia lalu berbaring.
"nfufu~ ke marilah Naru.." ucap Akeno, ia membuka paha nya, memperlihatkan Vaginanya yang mulus tanpa bulu, ya karena Akeno merawat nya Vaginanya dengan baik, Naruto yang sudah terbakar nafsu tidak memperdulikan apapun lagi selain Akeno Akeno dan Akeno, Naruto pun langsung menerjang Akeno, ia terlihat kesusahan saat ingin masukan Penis nya, karena Naruto tidak paham soal ini, tidak ada yang mengajarinya soal hubungan intim, bahkan Legion pun hanya bilang semu-semu soal hubungan pria dan wanita, untuk itulah pengetahuan Naruto sangat minim soal ini. melihat Naruto kesusahan Akeno hanya tertawa, sungguh polos sekali Naruto.
"hihi~ bukan disitu, ini Naru disini.. masukan kesini" ucap Akeno, tangannya membimbing Penis Naruto, sedangkan tangan yang satunya membuka lubang Vaginanya, Naruto pun mengikuti kata Akeno dan mendorong Penis nya masuk kedalam lubang Vaginanya Akeno.
"aahhh.." Akeno menjerit saat selaput darah perawan nya pecah oleh Penis monster Naruto, melihat Akeno kesakitan Naruto pun berhenti, tapi Akeno menggeleng dan mengatakan pada kekasih nya untuk melanjutkan nya dengan suara lirih, Naruto pun melanjutkan nya hingga seluruh Penis nya tertanam di dalam Vagina Akeno dan oh~ sensasi yang sangat luar bisa, ini pertama kalinya Naruto merasakan perasaan nikmat seperti ini. mengikuti insting nya Naruto mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, pertama perlahan, perlahan dan semakin cepat, semakin cepat gerakan pinggul Naruto.
"ah ng~ Na-Naru, aku mencintaimu, uhh~ lebih cepat, ahh~ lebih cepat Naru.. uhh hmm~"
Naruto mencium bibir Akeno, dan kedua nya bermain lidah, Akeno menghisap saliva Naruto dengan rakus, Akeno terus mendesah di sela-sela ciuman mereka.
tangan Naruto meremas remas dan memainkan dada Akeno, Naruto mengakhiri ciumannya, tapi Akeno masih mau ia menjulurkan lidah nya, Naruto pun ikut menjulurkan lidah nya, lidah Naruto dan Akeno saling menyatu berbelit-belit, Naruto menghisap lidah Akeno begitu pun sebaliknya, gerakan pinggul Naruto semakin tak terkendali.
" ahh~ aahh~ N-naru.. ahh~ engg~ uhh" desahan Akeno semakin menjadi saat Naruto mempercepat gerakan nya, rasanya Vaginanya seakan mau robek karena gerakan kasar Naruto, Naruto mengigit bibir Akeno hingga berdarah, Akeno meringis kesakitan di sela-sela ciumannya, dari bibir Naruto beralih menjilati dagu Akeno dan lidahnya turun menjilati leher jenjang Akeno hingga ke pangkal nya lalu..
*Craass!
"kyaaaaaaaaaaaaaaa...! ahh~ ahh~"
Akeno menjerit saat Naruto mengigit lehernya dan menghisap darah nya, sambil terus menyetubuhi dirinya. Akeno hanya pasrah jika Naruto menginginkan darah nya, akan ia berikan bahkan nyawa pun akan Akeno berikan untuk kekasihnya ini jika itu yang Naruto inginkan.
Naruto berhenti menghisap darah Akeno, seperti yang ia duga, darah mahluk campuran seperti Akeno tidak berefek besar pada tubuh nya, tapi itu mampu menyembuhkan retakan besar di dada dan perutnya, lalu mulut Naruto turun dan menghisap dada Akeno, ia menjilat menghisap dan mengigit dada Akeno.
"ahh~ ahh~ Na~N..a..ru.." desahan Akeno terlihat lemah, karena ia kehilangan banyak darah akibat di hisap oleh Naruto, bahkan kesadaran nya perlahan mulai hilang.
"Akeno... aku, Uhg!"
Naruto sampai pada batasnya dan menembakan spermanya kedalam rahim Akeno, walaupun kesadaran hampir hilang Akeno bisa merasakan rahimnya hangat oleh spermanya Naruto, itu sangatlah banyak sampai-sampai meluber keluar dari celah Vagina nya, bersamaan dengan Naruto, Akeno juga ikut keluar dan setelah itu ia pingsan di bawah Naruto, masih menikmati nya Naruto perlahan mencabut Penis nya, dan begitu di cabut Spermanya yang bercampur cairan cinta Akeno meluber keluar dari lubang Vaginanya Akeno.
"uhh.. tadi itu luar biasa Akeno, .. Akeno? hei Akeno apa kau tidak apa?" Naruto panik begitu tau Akeno tidak sadarkan diri, Naruto pun mengecek kondisi Akeno, dan ternyata Akeno pingsan karena kekurangan banyak darah, ini semua salah nya, Naruto terlalu terbawa suasana tadi hingga ia hanya menuruti kata nafsu nya tanpa peduli pada kekasih nya ini, padahal Naruto tidak bermaksud menghisap darah Akeno tapi entah kenapa godaan kuat membuat nya melakukan itu, Naruto merasa sangat bersalah pada Akeno.
Lemon ~End~
.
.
beberapa menit kemudian Naruto selesai memakai pakaiannya kembali, ia juga memakaikan seragam sekolah Akeno, ya walaupun tanpa rok nya karena itu sudah di robek oleh Naruto, Naruto melihat Akeno dengan tatapan menyesal karena sudah menyakiti nya.
"[Over Dragon Balance Breaker!]"
tubuh Naruto terbalut armor emas nya dengan hiasan cristal putih dan jubah putih yang membalut armor nya, tangan Naruto menghantam dada nya sendiri hinga armor nya retak, tentu saja Naruto muntah darah akibat serangannya sendiri, lalu ia mengambil cristal putih yang ada di dada nya dan tanpa ragu Naruto mencabut nya.
krrak!
Praank!
Armor emas Naruto seketika hancur begitu ia mencabut cristal itu, karena itu adalah inti dari sebagian kekuatan Legion, itu juga terhubung langsung dengan tubuh Naruto, tentu saja sakit nya bukan main, tapi Naruto mampu menahan rasa sakitnya.
Naruto melihat Akeno dan tersenyum, setidaknya ini sebagai balasan dari apa yang ia lakukan pada Akeno tadi, Naruto menaruh cristal putih yang sebesar bola tenis itu di sakunya, Naruto mengangkat tubuh Akeno ala tuan putri, ia mengeluarkan sayap iblis nya dan melesat terbang sambil membawa Akeno.
Academi kuoh
Naruto mendarat turun tepat di depan pintu masuk gedung tua 'club penelitian ilmu gaib', padahal baru dua bulan tapi rasanya sudah sangat lama sekali, ia tidak menginjakan kaki di sekolah ini lagi, Naruto membuka pintu dan masuk keruangan club, tidak ada siapapun di dalam, baguslah akan repot kalau ada si Rias dan para Peerage nya, Naruto membawa Akeno ke lantai dua, di sana terdapat ruang kamar, Naruto sudah tau karena ia pernah meninjau sesisi ruang club dulu, tapi ia tidak mengerti kenapa bisa ada kamar di ruang club, mungkin untuk si Rias, Naruto membawa Akeno masuk ke kamar itu, lalu ia membaringkan Akeno dengan perlahan di atas kasur.
melihat wajah damai Akeno membuat Naruto tersenyum, ia kemudian turun kelantai bawah, Naruto melihat di meja Rias ada tumpukan kertas, ia mengambil selembar, Naruto juga mengambil pulpen dan kemudian menulis sesuatu, Naruto menulis beberapa kata, lalu ia lipat kertas itu dan kemudian Naruto naik ke lantai dua dan menghampiri Akeno, Naruto menaruh surat itu di meja yang ada di samping tempat tidur, ia mengambil bola cristal di sakunya dan menaruh nya di atas suratnya.
"aku harap.. ini bisa melindungi mu Akeno.. " ucap Naruto, ia mencium bibir Akeno sekilas sebelum akhirnya Naruto pergi dari ruangan itu.
di saat yang sama Sona Sitri dalam perjalanan, membawa beberapa dokumen untuk di bawa ke ruang club Rias, itu adalah dokumen izin siswa, karena Rias dan para Peerage tidak masuk sekolah selama lebih dari sebulan, karena sibuk berlatih untuk persiapan rating game yang akan datang.
saat Naruto baru keluar dari ruang club, ia tidak sengaja bertemu dengan Sona Sitri, melihat sosok Sona, Naruto langsung bergegas pergi.
"hei siapa itu? .. hei kau tunggu!" Sona mengejar sosok lelaki yang baru saja keluar dari ruang club, bukannya Hyodou Issei dan Yuto Kiba lagi latihan? lantas siapa itu? fikir Sona, ia masih mengejar sosok itu, Sona tidak sempat lihat wajah nya tadi, tapi yang pasti Sona harus memastikan siapa dia dan kenapa bisa keluar dari ruang club sahabat nya.
'Sona.. kenapa dia mengikuti ku?' batin Naruto, padahal saat ini Naruto masih tidak ingin menampakkan dirinya, karena tujuan nya masih belum tercapai, Naruto pun mempercepat lari nya, tapi Sona juga tidak mau tertinggal, Sona bahkan mengeluarkan sayap Iblisnya untuk menyamai kecepatan Naruto, Sona mengikuti sosok itu masuk ke dalam hutan, ini kesempatan bagus untuk mengeluarkan sihir nya.
"berhenti disana.. Water Dragon Leviathan!"
Bras!
muncul lingkaran sihir biru, dan dari lingkaran sihir itu keluar naga air yang lumayan besar, naga itu langsung menghadang jalan Naruto, Naruto pun terpaksa berhenti lalu tidak lama kemudian Sona mendarat tidak jauh di belakang Naruto.
"katakan siapa kau?" tanya Sona, ia membenarkan letak kaca matanya, entah kenapa Sona merasa familiar dengan punggung orang itu, dan surai kuning itu Sona juga merasa kenal, tapi Sona lupa siapa itu.
"sudah lama ya.. bagaimana kabarmu Sitri-san"
Deg!
'suara ini? ti-tidak.. tidak mungkin' batin Sona tidak percaya, ini tidak mungkin, bukanya kata Rias 'dia' sudah mati, waktu itu saat mengetahui kematianya Sona sangat terpukul, bagaimana pun ia punya perasaan pada Naruto.
".. Na-Namikaze-kun kau kah itu?"
sosok itu pun berbalik, Sona menutup mulutnya ternyata benar itu adalah Naruto, Sona menahan tangisannya, ia tau ini Namikaze Naruto tidak mungkin mati, Sona selalu percaya kalau Naruto masih hidup dan lihat siapa yang ada di hadapanya saat ini.
*Greb
tanpa basa-basi Sona langsung memeluk Naruto dan menangis, Naruto tidak tau harus merespon seperti apa, Naruto tau Sona punya perasaan padanya, Sona memang gadis yang baik tapi di hatinya sudah terisi Akeno, Naruto pun bingung dan memutuskan hanya diam.
"(hiks) kau.. tau Namikaze-kun, aku.. (hiks) aku merindukan mu, (hiks) aku.. (hiks) mencintai mu.. Naruto-kun" untuk kali ini Sona tidak menahannya lagi, dia tidak mau menyesal seperti waktu itu, Sona pun tanpa ragu mengungkapkan perasaan nya pada Naruto.
"tapi Sona.. ak-"
"cukup (hiks) tolong jangan, (hiks) jangan menolaku, (hiks) tolong jangan tolak aku Naruto-kun, biarkan seperti ini (hiks) " Sona memotong ucapan Naruto, dia tidak mau Naruto menolak perasaan nya, Sona tidak masalah jika Naruto tidak menyukai nya, yang penting Naruto tidak menolaknya hingga ia bisa terus menyukai Naruto.
Sona terkejut saat tangan Naruto mengelus kepala nya, perlahan Sona mulai tenang ia pun sudah tidak menangis lagi, tapi Sona masih erat memeluk Naruto, Naruto mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Sona.
"jika kau bisa menyakinkan Akeno untuk berbagi, kita akan membicarakan ini lagi nanti, jadilah gadis baik.. dan buat aku menyukai mu.. Sona" bisik Naruto di telinga Sona, lalu Naruto pun lenyap, meninggalkan Sona disana sendirian, Sona menatap tempat Naruto berdiri tadi.
"gadis baik ya.. " ucap lirih Sona, Sona akan melakukan apa yang Naruto katakan, ia akan jadi gadis baik agar Naruto menyukai nya, Sona juga akan berusaha menyakinkan Akeno untuk berbagi cinta Naruto, apapun resiko nya Sona harus hadapi demi Naruto.
.
.
.
.
.
To Be Continue..
waduh waduh Sona mulai bergerak, akan kah ia dapat cinta nya Naruto? dan apa Akeno mau berbagi cinta? tunggu saja di beberapa chapter selanjutnya haha#plak) ya itu saja..dan Author tidak janji up kilat..
.
.
.
.
Preview Next Chapter
"White Fox.. ketahui tempatmu! [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] .."
"uhg" Naruto merasa kekuatan di bagi setengah, benar-benar sialan si Lucifer itu, kemampuan Albion sangat merepotkan. membagi setengah kekuatan nya, tapi itu terisi kembali terimakasih pada Legion yang sudah memberikan aura nya.
"kau sialan.. [Over Dragon : Balance Breaker]"
Dark Realm E.N.D log out!
