CKLEK
"Eh?"
"Apa yang kau lakukan?"
Baekhyun sedikit terkejut, ia arahkan pandangannya kebelakang dan ternyata chanyeol hanya ingin membuka pintu lemari pakaiannya saja
Pria itu mengambil handuk dan sebuah celana boxer pendek diatas lutut
"Kau.. hanya ingin mengambil itu?"
Chanyeol mengangguk sekilas "kau berharap aku menciummu?"
Baekhyun buru-buru menggeleng "t-tidak, aku tidak berpikir begitu"
Chanyeol tidak menanggapi lagi, ia langsung berbalik dan pergi meninggalkan baekhyun seorang diri
Baekhyun terduduk di lantai kamar, ia pegang dada sebelah kirinya erat
Hampir saja, tadinya ia pikir chanyeol akan memperkosanya. baekhyun kan belum siap, ia tidak mau berhubungan badan dengan pria yang tidak ia cintai
Baekhyun sedikit bernafas lega, beruntung tadi hanya salah paham belaka
.
.
.
CKLEK
Chanyeol kembali masuk ke kamar setelah selesai mandi, ia hanya menggunakan boxer hitam pendek yang cukup ketat
Baekhyun yang tengah terbaring diranjang kasur karena kelelahan pun langsung bangkit
"Kau tidak mandi?"
"Tolong siapkan aku air panasnya"
"Kau menyuruhku?"
"Aku tidak menyuruhmu, aku hanya meminta tolong"
"Itu sama saja, siapkan air panas mu sendiri. ini bukan dirumah ayahmu, ini rumahku dan disini kau harus melakukan semuanya sendiri"
Baekhyun berdelik kesal, ia tidak bisa membantah karena memang sekarang ia hidup menumpang dirumah chanyeol
Dengan perasaan malas luar biasa, baekhyun melangkahkan kaki mungilnya menuju kamar mandi
Baekhyun lebih terkejut lagi melihat kondisi kamar mandi rumah ini yang bahkan jauh lebih kecil dari perkiraannya
Tidak ada bath up, shower maupun alat pemanas otomatis. baekhyun mengernyit jijik melihat dinding dan lantai kamar mandi yang terlihat sedikit berkerak
"Kamar mandi macam apa ini?"
"Chanyeol"
Baekhyun kembali ke kamar dan memanggil sang suami yang tengah berbaring di sofa kecil yang ada disana
"Wae?"
"Apa tidak ada kamar mandi lain? disana tidak ada bath up maupun showernya chanyeol. kamar mandinya juga jorok, banyak kerak-kerak berwarna kuning di dinding dan lantai kamar mandinya. bagaimana bisa aku menggunakan kamar mandi seperti itu?"
Chanyeol menghela nafasnya "disini hanya ada satu kamar mandi, kau mandilah dulu disana. besok aku akan bersihkan semua kerak-keraknya"
"Lalu air panasnya?"
"Kau panaskan saja airnya pakai kompor"
Baekhyun terdiam, pakai kompor? yang benar saja. baekhyun bahkan tidak bisa menyalakan kompor
"Tapi.. "
Baekhyun menatap chanyeol yang juga tengah menatapnya balik, ia menghela nafas kemudian
"Yasudah, aku pakai kompor saja"
Baekhyun kembali berjalan lesu, bagaimana ini? seumur hidupnya ia tidak pernah menggunakan kompor
Pria mungil itu terlihat sangat kebingungan ketika melihat kompor gas dihadapannya
"Bagaimana cara menyalakan ini?"
Baekhyun melihat ada tulisan on diatas tombol putar dan off diarah yang sebaliknya
Mungkin jika ia putar tombol itu keatas apinya akan keluar? ya mungkin saja
CKLEK
WUSSSHH
"Woaaahhhh"
Baekhyun berseru kagum begitu melihat api berwarna biru keluar dari sumbu kompor itu
Tapi apinya terlalu besar, ia pun memutuskan untuk memutar tombol itu sedikit guna menurunkan suhu apinya
"Aku rasa cukup, sekarang tinggal memasak airnya. tapi pakai apa ya?"
Baekhyun mengedarkan pandangan keseluruh penjuru dapur dan tersenyum kecil ketika melihat sebuah panci berukuran sedang tergantung di dinding dapur
Baekhyun lantas mengambil panci itu dan mengisinya dengan air dari kran. dengan susah payah pria itu mengangkat pancinya hingga ia simpan diatas kompor
BRAAAKK
"Ugh yaampun berat sekali.. "
Baekhyun tersenyum tipis, ia menutup panci itu dengan penutup panci dan menunggu sampai air matang
20 menit berlalu dan air pun matang, baekhyun memutar tombol kompor hingga menunjuk tanda off, setelah itu baekhyun mengangkat panci tersebut dengan menggunakan handuk agar tangannya tidak terasa panas
Baekhyun menuangkan isinya pada sebuah ember berukuran sedang
BYURRR
"Huh akhirnya selesai juga, sekarang aku bisa mandi"
Baekhyun mengusap keringat yang mengucur diwajahnya, yaampun baru segini saja tubuhnya sudah berkeringat begini
Ia mengunci pintu kamar mandinya dari dalam dan langsung bergegas mandi karena ia ingin segera tidur
.
.
.
Baekhyun sudah selesai mandi dari semenjak 15 menit yang lalu, ia sudah berganti pakaian dengan piyama kebesaran milik chanyeol. baekhyun tidak punya baju ganti karena semua bajunya ada dirumah sang ayah
Baekhyun duduk sendirian di ujung ranjang kasur, pernak pernik dan hiasan khas kamar pengantin terlihat begitu nyata di kamar kecil ini. ranjangnya pun sampai dipasangi kelambu dengan hiasan bunga mawar putih yang dipasang diatasnya
Seandainya saja baekhyun bisa melewati malam pengantin dengan orang yang ia cintai pasti rasanya akan sangat menyenangkan
Baekhyun menatap suaminya yang tengah menutup kedua matanya dengan satu tangan. dengan posisi seperti itu baekhyun bisa melihat bulu ketiak chanyeol yang sangat lebat
Belum lagi ia tidur terlentang dengan hanya menggunakan boxer ketat yang memperlihatkan gundukan besar diselangkangannya
Apa chanyeol memang sudah terbiasa tidur seperti itu? tapi mengingat suasana kamar yang pengap dan panas seperti ini rasanya wajar saja jika chanyeol tidur dengan hanya menggunakan celana dalam seperti itu
Baekhyun juga rasanya ingin melepas piyama yang ia pakai sekarang dan tidur dalam keadaan telanjang bulat. jujur saja baekhyun merasa sangat kepanasan
Tapi baekhyun tau itu tidak mungkin karena akan sangat berbahaya jika ia bertelanjang bulat dihadapan pria asing.
Alhasil baekhyun hanya bisa mengipaskan kedua tangannya berharap itu bisa sedikit mengurangi rasa gerah
"Chanyeol"
Baekhyun memanggil suaminya yang tertidur di sofa kecil itu
"Hmm"
"Kenapa kau tidur disitu? kau tidak ingin tidur dikasur?"
"Aku tau kau pasti tidak nyaman jika kita tidur berdua, kau tidurlah. biar aku tidur disofa saja"
Baekhyun terdiam, benar juga. baekhyun memang tidak suka jika harus berbagi tempat tidur dengan orang yang baru ia kenal. tapi ini kan kamar chanyeol, harusnya baekhyun yang tidur di sofa bukan?
"Baiklah, tapi bukankah ini malam pertama kita? kau tidak ingin melakukan sesuatu?"
Baekhyun mengecilkan suaranya pada kalimat terakhir, rasanya malu sekali ia harus berbicara seperti itu pada suaminya
Chanyeol menoleh, ia langsung bangun dan terduduk
DEG
Oh, sepertinya baekhyun mulai menyesali ucapannya tadi
"Memangnya aku harus melakukan apa?"
"n-ne? a-ah i-iya mungkin seperti apa yang dilakukan pasangan suami istri l-lainnya"
"Memangnya apa yang dilakukan suami istri lain?"
Baekhyun benar-benar merutuki kalimat bodohnya tadi, sekarang ia harus jawab apa?
"hmm.. m-membuat a-anak mungkin"
Wajah baekhyun memerah sempurna sewarna buah tomat karena ucapannya sendiri
"Kau tau bagaimana caranya membuat anak?"
Baekhyun sontak melotot kaget, pertanyaan macam apa itu?
Chanyeol yang melihat ekspresi shock diwajah istrinya itu hanya tersenyum kecil, ia kemudian kembali membaringkan tubuhnya disofa
"Kau tidurlah, aku tahu kau lelah. akan ada saatnya kita melakukan 'itu' tapi tidak sekarang"
BLUSSHH
wajah baekhyun kembali dibuat memerah karena ucapan chanyeol
tidak sekarang? apa itu artinya chanyeol memang berniat untuk melakukan 'itu' dengannya nanti?
Astaga, kenapa baekhyun jadi berdebar begini? ada apa sebenarnya denganmu baekhyun ah?
Chanyeol mengernyitkan alisnya pelan, ia kembali terduduk dan menajamkan indera penciumannya.
"Bau apa ini?"
Baekhyun ikut dibuat bingung, ia menghirup aroma tubuhnya sendiri dan tidak mencium bau apapun
Tubuhnya harum karena ia baru selesai mandi
"Ini seperti bau gas"
"Ne? bau gas?"
"Apa kau sudah mematikan kompornya tadi?"
Baekhyun mengangguk "sudah kok"
Chanyeol menatap curiga, karena penasaran chanyeol akhirnya bangkit berdiri dan hendak keluar kamar untuk mengecheck kompor gas
CKLEK
DUARRR
Terlambat, ledakan yang cukup besar itu sudah terlanjur terjadi saat chanyeol baru membuka pintu kamarnya
.
.
.
Banyak warga yang berkumpul di kediaman keluarga park. mereka semua dibuat terkejut setelah mendengar ledakan yang cukup keras yang berasal dari rumah keluarga park
"Hiks ini semua salah baekkie eomma, jika saja baekkie memutar tombol itu dengan benar kompornya pasti tidak akan meledak huweee"
Mereka semua sudah berkumpul diluar rumah, kebanyakan para tetangga keluarga park menatap baekhyun dengan perasaan gemas luar biasa
"Kyeopta, heechul ah darimana kau mendapatkan menantu seperti dia?"
"Dia manis sekali, chanyeol sangat beruntung punya istri seperti dia"
Heechul hanya tersenyum ringan mendengar celotehan para tetangganya yang nampak sangat gemas melihat baekhyun
Heechul merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya sambil mengusap punggungnya lembut
"Tidak apa-apa baek, ini semua bukan salahmu. kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri seperti ini"
"Hiks.. "
Baekhyun masih sesenggukan, ia tidak menyangka keteledorannya bisa berakibat cukup fatal
.
.
.
Malam ini mereka terpaksa menginap dirumah kang ahjumma yang merupakan tetangga heechul, rumah chanyeol tidak terbakar sepenuhnya. hanya bagian belakang dapurnya saja yang habis dilalap si jago merah
Untuk sementara waktu chanyeol dan keluarganya tidak bisa menetap dirumah mereka karena rumahnya butuh direnovasi ulang
"Kau tau apa kesalahanmu kali ini?"
Baekhyun menundukan kepalanya dalam ketika chanyeol mulai memarahinya. ia memarahi baekhyun dihadapan heechul, kang ahjumma dan putra sulungnya kang minhyuk
"Sebenarnya apa yang dilakukan oleh rang kaya seperti mu sampai tidak bisa menggunakan kompor sama sekali? apa selama ini kerjamu itu hanya menghabiskan uang orangtuamu saja"
"Hiks.. "
Baekhyun menangis, ia paling tidak bisa jika dimarahi seperti ini
Heechul mencoba menengahi
"Chanyeol sudahlah, baekkie kan sudah minta maaf. kau jangan memarahinya lagi"
"Iya chanyeol, ahjumma tau baekhyun salah tapi dia menyesal dan sudah minta maaf. lagipula orang kaya kan memang sudah terbiasa dilayani oleh pelayan, wajar jika baekhyun tidak bisa menggunakan kompor"
Minhyuk mengangguk setuju
"Kasihan istrimu chanyeol, lihat dia sampai menangis seperti itu"
Baekhyun mengusap airmatanya pelan
Chanyeol menghembuskan nafasnya kesal
"Untuk kali ini aku maafkan, tapi lain kali jangan sampai kau mengulang perbuatan bodohmu lagi. sekarang kau sudah tidak tinggal dirumah ayahmu, bersikaplah dewasa dan belajarlah mandiri!"
"n-ne chanyeol maafkan aku"
"Sudahlah, sebaiknya kita lupakan kejadian tadi. ini kan malam pertama kalian, chanyeol dan baekhyun bisa tidur dikamar bekas putriku. heechul dan aku bisa tidur bersama" ucap kang ahjumma
"Aku tidur dikamar minhyuk saja"
"Ne?"
Tanpa banyak bicara lagi chanyeol langsung berjalan masuk ke dalam kamar minhyuk
BRAAKK
Ia bahkan menutup pintunya kencang
Heechul menatap menantu cantiknya itu yang matanya kini sudah kembali berkaca-kaca
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. lebih baik sekarang kau istirahat. eomma akan menemanimu"
.
.
.
"Hiks.. "
Baekhyun masih terus menangis dikamarnya, heechul yang berada disampingnya terus menenagkan sang menantu
"Chanyeol sepertinya sangat marah pada baekkie"
"Kau tidak perlu khawatir, eomma yakin besok chanyeol sudah tidak marah lagi"
"Sekali lagi baekkie minta maaf eomma, seandainya saja baekkie tau cara menggunakan kompor pasti kejadiannya tidak akan seperti ini"
Heechul tersenyum lembut
"Tidak apa-apa sayang, semuanya sudah terlanjur terjadi. sekarang yang penting baekkie sudah tau kan cara menggunakan kompor gas? jika baekkie ingin mematikan kompor gas pastikan terdengar bunyi 'klik' supaya baekkie tau kompornya sudah benar-benar mati. dan pastikan juga jangan sampai tercium bau gas seperti tadi"
Baekhyun mengangguk mengerti "iya eomma sekarang baekkie sudah mengerti"
"Sejak kecil baekkie memang sudah terbiasa dilayani oleh para pelayan dirumah baekkie. baekkie tidak pernah memasak makanan sendiri karena sudah ada yang menyiapkan. baekkie tidak bisa memasak ataupun membersihkan rumah, sepertinya baekkie tidak bisa menjadi istri yang baik untuk chanyeol"
"Kau ini bicara apa? eomma yakin kau bisa menjadi istri yang baik untuk chanyeol. untuk urusan pekerjaan rumah kau tidak perlu khawatir, nanti eomma akan mengajarimu"
Baekhyun tersenyum "terimakasih eomma"
"Sama-sama, yasudah ini sudah hampir pagi sebaiknya kau segera tidur"
"Ne eomma jaljayo"
"Jaljayo sayang.. "
Heechul menyelimuti tubuh menantunya itu hingga sebatas dada dan mencium keningnya pelan
.
.
.
.
.
TBC
Chapter 2 is up
Please give me lots of love for this ff :)
