Suasana dikediaman Keluarga Park pagi ini tampak begitu sepi. Heechul sudah berangkat ke pasar pagi-pagi sekali untuk berjualan sayur. Hanya Chanyeol saja yang sekarang masih berada dirumah, pria tinggi itu baru saja selesai mandi dan tengah bersiap untuk pergi bekerja.
"Baek, tolong siapkan seragam-"
Pria tinggi itu langsung terdiam, apa yang hendak ia katakan? ia selalu lupa jika Baekhyun sudah tidak tinggal dirumah ini lagi. Terhitung sudah 3 minggu lebih mereka berpisah dan Chanyeol masih belum terbiasa tanpa kehadiran pria mungil itu. Sekarang Chanyeol harus menyiapkan semua keperluannya sendiri yang biasanya selalu dilakukan Baekhyun. Tanpa sadar pria bertubuh kekar itu menghela nafas, ia langsung mengambil seragam security nya yang masih kusut dan segera menyetrikanya.
.
.
.
Berbeda dengan kediaman Keluarga Park yang begitu sepi, kediaman Keluarga Byun justru terlihat ramai oleh para pelayan yang sibuk menyiapkan makanan untuk majikan mereka. Donghae dan Baekhyun sudah duduk dengan posisi berhadapan di meja makan utama. Pria setengah baya itu terlihat begitu asyik menyuapi sang cucu kesayangan dengan beberapa potong biskuit.
Baekhyun yang melihat itu hanya bisa terpaku, ia jadi teringat Chanyeol. Biasanya suaminya itu yang akan menyuapi Taehyung dikala ia sedang sibuk menyiapkan sarapan.
Donghae menoleh dan ia ikut terdiam melihat Baekhyun yang tengah melamun sendu. "Sampai kapan kau akan terus seperti ini Baekhyun ah?"
Baekhyun tersentak. "Apa?"
"Sampai kapan kau akan terus tinggal dirumah aboeji? Kau tidak merindukan suamimu?"
Baekhyun menghela nafas. "Baekkie tidak ingin membahas soal itu."
"Tapi aboeji ingin membahas soal itu."
Baekhyun terdiam, ia langsung menunduk dan berpura-pura sibuk dengan menu sarapannya.
"Nayeon ah, tolong kau bawa Taehyung bermain di taman sebentar, sekalian kau suapi dia ya.. "
Nayeon berjalan menghampiri majikannya itu dan mengangguk pelan. "Baik tuan." ia menggendong tubuh gempal bocah berusia 9 bulan itu dan langsung berjalan kebelakang rumah.
"Tadinya aboeji tidak ingin ikut campur urusan kalian, tapi karena sampai sekarang kalian masih belum berbaikan juga aboeji benar-benar merasa risih. Tidak seharusnya kau pergi dari rumah suamimu dan mengabaikan tugasmu sebagai seorang istri. Sudah 3 minggu kalian pisah rumah dan itu artinya sudah selama itu pula kau membiarkan Chanyeol mengurus semua kebutuhannya sendiri. Kau telah melakukan dosa besar Baekhyun ah, kau berdosa karena telah melalaikan tugasmu sebagai seorang istri."
Baekhyun terdiam, ia tidak bisa membantah apa yang diucapkan ayahnya itu karena apa yang dikatakannya memang benar.
"Aboeji akan segera menelepon Chanyeol dan menyuruhnya menjemputmu dan Taehyung."
Baekhyun membulatkan matanya terkejut. "Tapi aboeji, aku-"
"Tidak ada tapi-tapian Baek."
Baekhyun langsung bungkam, ia tidak bisa membantah jika ayahnya sudah berkehendak.
Pulang kerumah Chanyeol? Haruskah?
.
.
.
Chanyeol duduk sendirian diteras belakang rumah sambil menghisap sebatang rokok yang terselip di jari tangannya. Kepalanya ia sandarkan pada sandaran pintu sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang yang berkelap kelip. Heechul berjalan menghampiri putra semata wayangnya itu sambil membawa secangkir kopi hitam panas diatas sebuah nampan.
"Ada yang sedang kau pikirkan Chanyeol ah?"
Chanyeol menoleh dan mendapati ibunya duduk disampingnya sambil menyodorkan secangkir kopi panas untuknya.
"Terimakasih.. " Chanyeol meniup kopi yang masih mengepulkan asap itu dan menyesapnya pelan.
"Eomma merindukan Baekhyun dan Taehyung, kau tidak merindukan mereka?"
Chanyeol tidak merespon, ia kembali menghisap rokok ditangannya dan menghembuskan asapnya kemudian.
"Kau harus menjemput istri dan anakmu secepat mungkin, tidak baik jika kau terus membiarkan mereka tinggal dirumah ayah mertuamu. Biar bagaimanapun mereka kan sudah menjadi tanggung jawabmu."
"Aku akan menjemput mereka besok, tadi sore aboeji sudah menghubungiku. Ia bilang aku harus segera menjemput mereka."
"Benarkah? Eomma senang sekali mendengarnya.. " Heechul tersenyum mendengarnya.
"Dengar Chanyeol ah, kau harus segera menyelesaikan masalahmu dengan Baekhyun. Lupakan kejadian kemarin dan anggap seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Eomma sangat mengenal Baekhyun, ia tidak mungkin melakukan itu jika tidak benar-benar dalam kondisi terdesak. Baekhyun itu anak orang kaya, meskipun ia sudah terbiasa hidup seperti ini tapi sesekali ia pasti ingin merasakan kehidupannya yang dulu. Istrimu suka belanja dan tidak ada yang salah dengan itu, sama halnya seperti dirimu yang suka merokok. Baekhyun memang salah karena menghabiskan semua uangmu tapi ia melakukan itu karena sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk berbelanja. Sekarang coba katakan pada eomma kapan terakhir kali kau mengajak anak dan istrimu jalan-jalan? Kau terlalu sibuk pada pekerjaanmu hingga kau jarang memperhatikan mereka. Baekhyun pasti jenuh karena setiap hari kegiatannya hanya mengurus rumah, anak dan suaminya saja. Setiap hari ia hanya berkutat dengan dapur dan ranjang, ia sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik tapi suaminya bahkan tidak punya waktu hanya untuk sekedar memperhatikan dirinya. Kau hanya tau memberi uang untuk dapur tanpa tau jika istrimu juga punya kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Itulah alasan kenapa Baekhyun nekat melakukan itu."
"Aku sibuk bekerja kan untuk kebutuhan mereka juga eomma, tidak seharusnya Baekhyun menghabiskan semua uang yang sudah susah payah aku kumpulkan untuk anak-anak."
"Iya eomma mengerti, tapi apakah kau pikir tugas seorang suami itu hanya memberi nafkah untuk istrinya saja? Setidaknya kau ajak dia jalan-jalan keluar setiap akhir pekan, tidak perlu yang mahal-mahal. Kau ajak dia makan di pinggir jalan juga Baekhyun akan merasa senang. Bukan hanya kau yang merasa lelah dengan pekerjaanmu, tapi Baekhyun juga lelah karena mengurus semua kebutuhan rumah, belum lagi ia harus mengurus anakmu yang terkadang sering rewel dan menyusahkan ibunya. Untuk itulah sebagai pasangan suami istri kalian harus saling memperhatikan satu sama lain."
Chanyeol terdiam, benarkah jika selama ini ia kurang memperhatikan Baekhyun?
"Pokoknya eomma tidak mau tau, setelah Baekhyun tinggal lagi disini. Eomma tidak mau melihat kalian terus berperang dingin. Kalian harus bisa meruntuhkan ego masing-masing demi anak-anak kalian."
Heechul langsung berdiri dan berjalan masuk kedalam rumah, meninggalkan Chanyeol yang terdiam sambil menatap langit malam.
.
.
.
"Kau sudah datang? Ayo masuk, Baekhyun dan Taehyung sudah menunggumu."
Keesokan harinya Chanyeol benar-benar datang untuk menjemput anak dan istrinya. Ia baru bisa datang kerumah Donghae malam harinya karena ia harus bekerja. Kedatangannya langsung disambut oleh Donghae, Chanyeol tersenyum sambil membungkuk hormat pada ayah mertuanya itu. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam rumah.
"Paa.. Paa.. " Taehyung terlihat begitu gembira ketika melihat ayahnya datang. Tubuh kecilnya melonjak-lonjak girang di dalam gendongan Baekhyun.
Chanyeol yang melihat itu pun lantas tersenyum. Ia langsung meraih sang anak dari gendongan Baekhyun dan memeluknya pelan.
"Appa sangat merindukanmu sayang."
Taehyung tersenyum dengan sangat lebar, sepertinya anak itu juga sangat merindukan ayahnya.
"Kau tidak ingin menyambut suamimu Baekhyun ah?"
Baekhyun sedikit tersentak mendengar pertanyaan sang ayah, dengan perasaan gugup pria cantik itu menatap suaminya pelan.
"S-selamat datang Chanyeol ah.. "
"Hanya itu? Bukankah biasanya kau mencium tangan suamimu dan mencuci kakinya juga?"
Baekhyun dan Chanyeol sama-sama terdiam. Keduanya masih sama-sama merasa canggung satu sama lain.
"Tidak usah aboeji, aku tidak akan lama. Aku datang kemari hanya untuk menjemput Taehyung dan Baekhyun."
"Kau harus makan malam disini dulu Chanyeol ah, ayo cepat. Baekhyun sudah menyiapkan makanan spesial untukmu."
.
.
.
Mereka duduk di meja makan dengan banyak makanan yang sudah tersedia. Khusus untuk Chanyeol, Baekhyun sudah menyiapkan daging sapi bakar kesukaan suaminya itu. Bukan tanpa alasan Baekhyun melakukan itu, ayahnya lah yang memaksanya untuk membuat makanan itu.
"Kau tidak ingin menyiapkan nasi untuk suamimu?" tanya Donghae menatap sang putra kesayangan.
Kedua pasangan suami istri itu saling bertatapan untuk sejenak. Baekhyun kemudian berdehem dan berdiri untuk mengambilkan nasi untuk suaminya.
"Terimakasih." ucap Chanyeol pelan ketika Baekhyun memberikannya sepiring nasi putih.
"Lalu minumnya?" Donghae kembali bersuara ketika Baekhyun hendak kembali duduk.
Baekhyun mengurungkan niatnya untuk kembali duduk dan langsung menuangkan segelas air untuk suaminya.
Donghae tersenyum melihatnya. "Sekarang kita makan, nanti setelah makan ada sesuatu yang ingin aboeji bicarakan."
Setelah menghabiskan waktu selama sekitar 15 menit untuk makan, Donghae kemudian mengusap noda makanan dimulutnya dengan menggunakan tisu.
"Aboeji harap ini pertama dan terakhir kalinya kalian bertengkar seperti ini. Jika kalian ada masalah, kalian harus langsung menyelesaikannya, bukan malah berlari kerumah orangtua."
"Ne, kami mengerti aboeji."
"Sekarang sebaiknya kalian pulang, kalian renungkan kesalahan masing-masing. Aboeji harap besok hubungan kalian sudah membaik seperti sedia kala."
Baekhyun dan Chanyeol sama-sama mengangguk patuh.
"Sebaiknya kau bawa mobil aboeji dulu Chanyeol ah, motormu biar dibawa oleh supir aboeji. Kasihan Taehyung jika harus naik motor malam-malam begini."
Chanyeol mengangguk. "Baik aboeji."
.
.
.
Pukul 20.15 Baekhyun duduk sendirian di dalam kamarnya dan Chanyeol, sudah lama sekali rasanya ia tidak menginjakan kakinya di kamar ini. Taehyung sudah tidur dengan pulas di dalam box bayi sedangkan Chanyeol sedang mandi. Sedaritadi ia meremat tangannya dengan gugup, rasanya masih terlalu canggung jika harus berduaan dengan Chanyeol di dalam kamar.
CKLEK
Chanyeol masuk kedalam kamar dengan hanya sehelai handuk putih yang melilit dibagian bawah tubuhnya. Baekhyun yang melihat itu pun langsung berdiri dan hendak mengambilkan pakaian untuk suaminya.
"Biar aku siapkan pakaianmu.. "
"Tunggu.. " Chanyeol menahan tangan sang istri ketika pria cantik itu hendak membuka pintu lemari.
Baekhyun terdiam, ia melihat tangan besar itu tengah meremat tangannya dengan erat.
"Aku minta maaf, aku tau aku tak seharusnya berkata kasar seperti waktu itu padamu. Aku hanya terlalu emosi saja waktu itu, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuatmu tersinggung. Eomma sudah menceritakan semuanya padaku, seharusnya aku bisa sedikit meluangkan waktuku untuk anak dan istriku juga. Maaf karena aku tidak mengerti soal dirimu, aku ingin kita melupakan semuanya, demi Taehyung dan demi calon adiknya Taehyung. Aku benar-benar minta maaf soal perkataanku padamu waktu itu. Aku khilaf, aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk mencari pria atau wanita manapun selain dirimu. Aku mencintaimu, dan aku hanya akan menjadikanmu sebagai pasangan terakhir hidupku."
Baekhyun tersenyum, matanya sampai berkaca-kaca. Ini yang ia inginkan, ia ingin Chanyeol mengakui kesalahannya dan berkata jika ia memang tidak pernah berniat untuk mencari penggantinya. Baekhyun senang, ia senang sekali mendengarnya.
"Aku juga minta maaf padamu Chanyeol, aku tau apa yang aku lakukan kemarin memang sudah sangat keterlaluan. Aku benar-benar menyesal dan berjanji tidak akan pernah melakukan nya lagi. Aku harap kau mau memaafkan istrimu ini Chanyeol ah.. "
Chanyeol tersenyum. "Pasti aku maafkan sayang, lupakan semua kejadian kemarin. Aku mencintaimu Baekhyun ah."
"Aku juga mencintaimu Chanyeol ah."
Chanyeol mendekatkan wajahnya dan dengan perlahan meraup bibir mungil sang istri. Mereka berdua sama-sama menutup mata mereka erat dan saling melumat bibir masing-masing.
Chanyeol menatap mata istrinya itu dengan lembut, ia mengusap wajah kecil Baekhyun dengan penuh kasih sayang.
"Aku merindukanmu.. "
"Aku juga merindukan mu Chanyeol ah."
"Kau mau melakukannya?"
Baekhyun tersenyum sambil mengangguk kecil. "Aku milikmu.. "
Chanyeol balas tersenyum, ia kembali melumat bibir mungil sang istri dan dengan perlahan membaringkan tubuh Baekhyun diatas kasur.
.
.
.
Mereka sama-sama menutup mata mereka erat menikmati sensasi nikmat dari pagutan bibir masing-masing. Ciuman itu sangat intens, Chanyeol sampai menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya dan Baekhyun yang menekan kepala sang suami untuk memperdalam ciuman mereka. Chanyeol memiringkan kepalanya ke sebelah kiri sambil terus mengulum bibir yang lebih kecil.
"Eungghh.. " Baekhyun melenguh, Chanyeol tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan langsung melesakan lidahnya masuk kedalam mulut Baekhyun. Ia mengabsen seluruh isi mulut Baekhyun dan sesekali menghisap lidah Baekhyun dengan kencang.
"Hmmmpphh.. " Baekhyun melenguh kencang karenanya.
Chanyeol melepaskan pagutan mereka kemudian, ia langsung menarik kaos tipis yang Baekhyun kenakan hingga diatas dada. Tanpa membuang waktu lagi ia langsung menghisap nipple sebelah kanan dan meremas dada yang sebelah kiri.
"Ahhhh Chanyeol.. " Baekhyun melenguh nikmat, ia tekan kepala Chanyeol agar semakin menempel dengan dadanya. Chanyeol memejamkan matanya erat, ia sangat menyukai dada berisi Baekhyun. Begitu kenyal dan sangat nikmat untuk dihisap, berbeda sekali dengan dada miliknya yang lebih bidang dan keras. Ia beralih pada dada sebelah kanan dan menyusu lagi layaknya seorang bayi yang begitu kehausan. Baekhyun masih memproduksi asi, dan cairan itu sedikitnya terhisap oleh Chanyeol.
"Channhh ahhhh.. "
Tangannya bergerak melepas celana pendek yang dikenakan Baekhyun dan kemudian ia kocok kemaluan mungil sang istri sampai menegang sempurna.
"Aaahh Chanyeolhh eummhh.. " Baekhyun benar-benar sudah memasrahkan dirinya pada Chanyeol, ia begitu menikmati ketika tangan besar itu memanjakan setiap inchi tubuhnya.
Chanyeol melepas handuk yang ia pakai sampai sebatas paha. Lalu ia kocok kejantanannya sendiri sampai menegang sempurna. Ia lebarkan paha mulus sang istri dan ia rekahkan sedikit lubang kecil diantara pantat Baekhyun.
JLEB
"AHHHH.. " Baekhyun mendesah hebat ketika kejantanan besar suaminya kembali bersarang di dalam lubangnya, Chanyeol juga ikut menggeram nikmat ketika lagi-lagi penisnya dimanjakan oleh dinding hangat nan ketat milik sang istri.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Chanyeol mulai menggerakan pinggulnya maju mundur dengan gerakan yang cukup cepat namun ia juga berusaha untuk tidak melukai janin yang ada di dalam perut sang istri, Baekhyun mendesah tak karuan ketika prostatnya ditumbuk dengan kencang oleh kejantanan sang suami.
"Aaahh.. Aaahhh.. Eungghh.. "
Chanyeol menunduk dan berbisik seduktif ditelinga Baekhyun. "J-jangann t-terlalu b-berisik B-Baekhyun ahhh, Taehyung bisahh bangunnhh dannn mendengar kitahh.. " Ucapnya tersendat-sendat.
Baekhyun memeluk tubuh suaminya itu, ia terus mendesah dengan volume yang lebih kecil agar tidak mengganggu tidur sang buah hati.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Chanyeol mengulum telinga kiri Baekhyun seduktif sambil terus memejamkan matanya rapat menikmati cengkraman hangat rektum Baekhyun pada kejantanannya.
"Akuuhh sangathh merindukanmuhh Baekhyunhh ahh.." Chanyeol akhirnya bisa merasakan lubang ketat ini lagi. Ia sudah menahan hasrat seksualnya selama Baekhyun pergi dan sekarang ia bisa menikmati tubuh istrinya lagi sepuas mungkin. Lubang Baekhyun benar-benar terasa sangat nikmat meskipun sudah sangat sering ia setubuhi. Ia seperti dibuat melayang tinggi saking ketat dan hangatnya lubang itu.
Baekhyun tersenyum tipis di sela-sela desahannya. Ia juga sangat merindukan sentuhan suaminya. Ia dengan berani mencium dan melumat bibir tebal Chanyeol hingga si empunya melenguh pelan. Baekhyun senang, ia benar-benar bahagia bisa kembali bercinta bersama dengan pria yang sangat ia cintai.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Penis Chanyeol mulai terasa berkedut dan membesar setelah beberapa lama di dalam lubang Baekhyun, Baekhyun pun merasakan jika penis mungilnya hendak mengeluarkan laharnya juga.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Channhh akuhh sudahh t-tidakk tahannhh lagihh.. "
"Bersamahh sayaangghh.. Akuhh jugahh.. K-keluarhh.. "
PLOK PLOK PLOK PLOK
Chanyeol semakin mempercepat gerakannya hingga tubuh Baekhyun terhentak..
PLOK PLOK PLOK PLOK
CROOTT
"AAAHHHHH." Baekhyun melenguh kencang ketika ejakulasinya datang, begitu juga Chanyeol yang menggeram kencang layaknya seekor serigala jantan. .
Cairan putih sang istri menyembur membasahi perut kotak-kotak Chanyeol dan Chanyeol pun menyemburkan seluruh spermanya kedalam lubang kenikmatan Baekhyun.
Chanyeol menahan bobot tubuhnya dengan kedua tangan, keringat mengalir ditubuh mereka namun sama sekali tidak melenyapkan senyuman dibibir masing-masing.
"Aku mencintaimu Baekhyun ah.. "
"Aku juga mencintaimu suamiku.. "
Chanyeol tersenyum, ia kembali melumat bibir istrinya sambil menutup matanya erat. Begitu juga dengan Baekhyun yang ikut menutup mata dan memeluk kepala sang suami dengan erat.
.
.
.
"Sekarang istriku sudah pulang kerumah, kami juga sudah saling menyadari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan."
Pukul 12.04 siang, waktunya makan siang. Chanyeol kini sedang makan disebuah kedai pinggir jalan bersama dengan Hyungsik sahabatnya. Setelah Sehun pindah ke China, Hyungsik yang memang menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai supir Sehun pun kini sudah beralih profesi menjadi seorang bisnis man. Bisnis kecil-kecilan memang, karena sebelum Sehun pergi ke China, ia sempat memberikan uang pesangon yang cukup besar untuk Hyungsik. Dari uang pesangon itulah Hyungsik membangun sebuah toko kelontong kecil-kecilan di dekat rumahnya. Hari ini ia sengaja datang mengunjungi sahabatnya untuk makan bersama karena memang mereka sudah lama tidak bertemu.
"Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya."
"Aku harap istriku tidak merajuk lagi dan pergi dari rumah seperti kemarin." ucap Chanyeol sambil menyantap sundae bakar yang ia pesan.
"Sebagai seseorang yang sudah menikah lebih dulu darimu, aku jelas punya pengalaman yang lebih banyak dalam mengurus dan menghadapi seorang istri. Kau ingin mendengarkan saran dariku agar bisa membahagiakan istrimu?"
Chanyeol meneguk segelas air putih dihadapannya. "Apa itu?"
Hyungsik tersenyum sekilas. "Pertama, kau harus sering memberikan pujian atas setiap pekerjaan yang istrimu kerjakan. Setiap hari istrimu sibuk membersihkan rumah, menyiapkan semua keperluanmu sampai mengurus anak-anakmu. Maka dari itulah, sebagai seorang suami kau harus bisa memberikan apresiasi atas apa yang sudah ia lakukan untukmu dan keluargamu. Kau bisa mempercayai kata-kataku Chanyeol ah, pujian darimu itu bisa membuat istrimu merasa sangat dihargai."
Chanyeol mendengarkan penuturan sahabatnya itu dengan seksama, memuji setiap pekerjaan yang Baekhyun lakukan? Chanyeol jarang melakukan itu, ia biasanya hanya mengucapkan terimakasih atas apa yang sudah istrinya itu lakukan tanpa pernah mengucapkan lebih. Baiklah, mungkin saran dari sahabatnya ini bisa ia coba.
"Kedua, sesekali cobalah bantu istrimu mengerjakan pekerjaan rumah. Hal-hal kecil seperti itu bisa jadi sangat berarti untuk istrimu. Apalagi istrimu sekarang sedang hamil kan? Ia pasti kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumah."
Membantu pekerjaan rumah? Chanyeol hanya sesekali membantu istrinya dirumah. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya bahkan di akhir pekan sekalipun.
"Ketiga, bimbinglah istrimu dalam hal mendekatkan diri kepada Tuhan. Suami adalah seorang pemimpin dalam rumah tangga dan seorang istri butuh bimbingan dari suaminya terutama dalam urusan beribadah, ajaklah istrimu ke gereja bersama karena pada dasarnya seorang istri akan sangat menyukai jika suaminya bisa menuntunnya menjadi manusia yang lebih baik. Selain itu kau juga akan mendapat pahala dari Tuhan jika kau bisa membawa anak dan istrimu ke jalan yang lebih baik. Di alam baka kelak kau akan dimintai pertanggung jawaban tentang perbuatan anak dan istrimu selama di dunia ini Chanyeol ah."
Chanyeol terdiam, kapan terakhir kali ia pergi ke gereja? Ia benar-benar terlalu sibuk dengan urusan dunia hingga melupakan Tuhan yang telah memberikannya begitu banyak berkat untuknya.
"Keempat, luangkanlah sedikit waktumu untuk istrimu. Sekalipun kau sibuk bekerja, kau harus tetap memberikan sedikit perhatian kepada istrimu. Kau bisa menelepon istrimu di sela-sela waktu istirahat kerja, kau tanyakan apakah dia sudah makan atau belum, atau mengajaknya berbicara hal-hal romantis. Sebisa mungkin kau tunjukan padanya jika kau selalu mengingat istrimu meskipun kau sibuk bekerja. Jangan biarkan ia merasa jika kau lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya."
Apa yang diucapkan Hyungsik itu memang sangat benar. Baekhyun marah padanya karena ia merasa di duakan oleh obeng, televisi rusak dan berbagai macam alat elektronik rusak lainnya. Chanyeol tersenyum geli ketika mengingat itu.
"Kelima, jangan pernah berkata kasar pada istrimu. Wanita dan para uke diciptakan sebagai makhluk yang memiliki perasaan lembut yang sangat sensitive. Untuk itulah kita para lelaki dan para dominan dituntut untuk bisa mengerti dan menjaga perasaan mereka. Perkataan kasar dari suami bisa sangat mempengaruhi psikis seorang istri."
Chanyeol termenung, ia bertekad dalam hatinya jika kemarahannya kemarin akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya ia berkata kasar pada Baekhyun.
"Keenam dan ini yang paling penting. Kau harus bisa memenuhi kebutuhan batin istrimu diatas ranjang. Bukan hanya istri yang berkewajiban melayani dan memuaskan suaminya diatas ranjang, seorang suami juga dituntut untuk bisa melayani istrinya dengan baik. Banyak orang mengatakan jika seorang istri terlalu sering marah-marah, itu artinya ia tidak terpuaskan ketika sedang berhubungan dengan suaminya."
Chanyeol tertawa. "Kau bercanda? Baekhyun selalu melenguh hebat ketika aku menggagahinya."
Hyungsik ikut tertawa. "Iya aku tau kau memang seorang pria perkasa, tapi apakah kau tau mengenai adab bercinta yang baik?"
"Adab bercinta yang baik? Memangnya ada yang seperti itu?"
"Tentu saja ada, hal seperti ini sudah ada dari semenjak beradab-abad yang lalu. Itu adalah salah satu kunci sukses dalam membentuk rumah tangga yang harmonis."
"Benarkah? Memangnya bagaimana adab bercinta yang benar?"
"Pertama, ajak istrimu berbicara secara intim sebelum melakukan penetrasi. Kau genggam tangannya dan pujilah betapa cantiknya ia, berikan rayuan-rayuan bernada romantis sebelum kalian melakukan hubungan seks. Lalu setelah itu kau bisa mulai menggauli istrimu dari atas. Kau kecup keningnya, kedua kelopak matanya, hidungnya, bibirnya, pipinya, telinganya, lehernya, puting susunya, perutnya, pahanya dan seluruh yang ada pada tubuh istrimu. Kau harus membuat istrimu terbuai dengan sentuhanmu sebelum kau melakukan penetrasi. Sebelum kau melakukan penyatuan tubuh kau juga harus melakukan pemanasan terlebih dahulu karena jika langsung dimasukan justru akan sangat menyiksa istrimu. Baru setelah itu kau bisa melakukan penyatuan tubuh secara perlahan. Yang terpenting diantara semua itu adalah jangan pernah membiarkan dirimu ejakulasi sebelum istrimu. Dan jika itu terlanjur terjadi, kau jangan pernah meninggalkan istrimu dalam kondisi masih diliputi nafsu birahi. Hal yang seperti itu bisa membuat rumah tangga menjadi tidak harmonis."
"Kalau untuk urusan itu kau tidak perlu khawatir. Aku selalu bisa memuaskan Baekhyun diatas ranjang, aku bahkan bisa membuatnya orgasme hingga berkali-kali."
"Heol sombong sekali, aku yang hanya bisa membuat istriku orgasme satu kali saja tidak banyak bicara."
"Memangnya apa yang bisa disombongkan dari itu? Hahaha." Chanyeol tertawa lepas mengejek sahabatnya itu.
Hyungsik ikut tertawa mendengarnya. "Tapi ada satu hal yang biasanya aku lakukan untuk istriku hampir setiap hari. Aku selalu merayu istriku dengan rayuan-rayuan gombal yang bisa membuatnya tertawa. Mungkin kau bisa mencobanya dirumah."
"Seperti apa misalnya?"
Hyungsik terlihat berpikir sejenak. "Bo Young ah, kau tau apa perbedaanmu dengan ikan? Ikan hidup di air sedangkan kau hidup di dalam hatiku."
Chanyeol terdiam selama beberapa saat mencoba mencerna ucapan sahabatnya barusan sebelum akhirnya ia tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha, yang tadi itu apa Hyungsik ah? Astaga itu mengelikan sekali."
"Biarpun kau bilang menggelikan tapi rayuan-rayuan seperti itu bisa membuat istriku tertawa bahagia. Kau juga tertawa karena gombalan ku tadi bukan?"
Chanyeol berusaha meredakan tawanya dengan memegangi perutnya sendiri.
"Baik-baik, aku mengerti. Aku akan mencobanya dirumah. Siapa tau saja Baekhyun bisa tertawa lepas setelah mendengar rayuan menggelikan seperti itu hahaha."
.
.
.
"Aku sudah membuatkan kopi untukmu Chanyeol ah.. "
Chanyeol pulang kerumah ketika Baekhyun sedang menyiapkan makan malam, ia langsung membuatkan secangkir kopi hitam untuk suaminya itu.
"Kenapa kau duduk disitu Baek?" ucap Chanyeol ketika melihat Baekhyun duduk dihadapannya.
"Memangnya kenapa Chanyeol ah?" tanya Baekhyun bingung.
"Jangan duduk disitu, duduk disampingku saja. Aku takut kau dikerubuti semut karena terlalu manis."
"Ne?" Baekhyun terlihat semakin bingung setelah mendengar penuturan Chanyeol, memangnya disini ada sarang semut?
"Ayo duduk disini." ucap Chanyeol lagi sambil menepuk tempat kosong di sofa yang ia duduki.
Baekhyun pun langsung berdiri dan duduk tepat disamping suami tampannya itu.
Chanyeol tersenyum sambil menyesap kopinya pelan, alisnya langsung mengernyit kemudian.
"Kenapa Chanyeol ah? Kopinya pahit ya?"
"Kopi ini memang pahit, tapi akan terasa manis jika aku meminumnya sambil menatapmu.. " Chanyeol tersenyum, ia kembali menyesap kopinya sambil menatap Baekhyun.
Baekhyun tersenyum geli mendengarnya, ada apa dengan Chanyeol? Kenapa tiba-tiba jadi bersikap aneh seperti ini?
"Bagaimana hari ini, kau melewatinya dengan baik?"
"Seperti biasa, aku melewati hariku dengan membereskan rumah, mengurus Taehyung, memasak, mencuci dan sebagainya. Aku melewati hari ini dengan baik. Hanya saja setelah hamil lagi, aku merasa jadi gampang lelah."
"Begitukah? Kalau begitu biar aku pijat kakimu ya?" Chanyeol langsung mengangkat kedua kaki istrinya dan menaruhnya diatas paha.
"Eh, tidak usah Chanyeol. Kau tidak perlu melakukan ini.. "
"Tidak apa-apa, surga ada ditelapak kaki ibu. Jadi aku tidak ingin surga untuk anak-anakku rusak."
"M-mwo?" Baekhyun speechless, tidak ingin surga untuk anak-anaknya rusak? Ia tidak salah dengar kan?
"Lihat, kakimu jadi bengkak begini. Kau pasti kelelahan sekali bekerja seharian mengurus rumah." Chanyeol memijat betis dan telapak kaki Baekhyun dengan lembut. Mau tak mau Baekhyun tersenyum kecil melihat perilaku manis dari suaminya itu.
"Aku benar-benar ingin mengucapkan terimakasih padamu Baekhyun ah, kau benar-benar melakukan tugasmu sebagai seorang istri dengan baik. Kau mengurus rumah, Taehyung dan juga diriku dengan baik. Entah apa jadinya aku jika tanpa dirimu Baek."
Baekhyun tersenyum. "Tidak usah berterimakasih Chanyeol ah, itu memang sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang ibu rumah tangga. Aku senang bisa melakukannya, aku juga tidak akan bisa seperti ini jika bukan tanpa bantuan darimu dan juga eomma. Kalian sudah membimbingku menjadi seorang istri dan juga ibu yang baik. Aku benar-benar bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga kalian."
Chanyeol ikut tersenyum. "Aku senang sekali mendengarnya, kau tau apa yang paling aku inginkan selama ini Baek?"
"Apa?"
"Aku hanya ingin hidup berkecukupan, cukup melihat senyuman mu setiap hari."
Baekhyun tertawa. "Dasar gombal."
"Aku tidak gombal sayang, aku bersyukur karena kau telah menjadi bagian dari keluargaku. Karena itu artinya aku bisa melihat senyumanmu setiap hari."
Pipi Baekhyun merona merah mendengarnya. Astaga, Chanyeol ini benar-benar.
"Apakah ada sesuatu yang paling kau sukai di dunia ini?"
Baekhyun terdiam selama beberapa saat. "Aku suka strawberry, aku paling suka strawberry.. "
Chanyeol tersenyum. "Kau tau? Ada 3 hal yang paling aku sukai di dunia ini."
"Oh ya? Apa itu?" tanya Baekhyun penasaran.
"Matahari, bintang dan dirimu.. "
Baekhyun mengernyit. "Kenapa begitu?"
"Matahari untuk siang, bintang untuk malam dan kau untuk selamanya.. "
BLUSSH
Baekhyun merona lagi, entah seperti apa wajahnya sekarang. Ada apa sih dengan suaminya itu? Kenapa ia jadi tukang gombal begini?
"Aku punya tebak-tebakan untukmu Baek, kau mau mendengarnya?"
"Tebak-tebakan apa?"
"Minyak, minyak apa yang membuat bahagia?"
Baekhyun tampak berpikir untuk beberapa saat. "Minyak zaitun?"
Chanyeol menggeleng. "Kau salah."
"Lalu minyak apa?"
"Minyaksikan senyumanmu setiap hari."
Baekhyun refleks menutup mulutnya mendengar lagi-lagi suaminya itu menggombalinya. Ia berusaha mati-matian untuk tidak tertawa. "Pffft sudah-sudah. Aku sebaiknya pergi ke belakang saja, aku masih harus menyiapkan makan malam." pria cantik itu langsung berdiri dan hendak kembali ke dapur.
"Baek, bisakah kau buatkan aku jus?"
"Jus? Kau tidak ingin minum kopi?"
Chanyeol menggeleng. "Aku sedang ingin minum jus?"
Baekhyun terdiam, tidak biasanya Chanyeol minum jus. "Kau mau minum jus apa Chanyeol ah?"
"Jus the way you are."
"Ne? Hahaha." Baekhyun sontak tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Chanyeol. Jus the way you are? Jus macam apa itu? Astaga, Chanyeol benar-benar seorang perayu yang payah.
"Aku benar-benar tidak bisa berada lebih lama disini lagi, aku-ppphtthahaha." Baekhyun langsung berjalan kearah dapur meninggalkan Chanyeol yang juga tengah tersenyum seperti orang gila. Ia sama sekali tidak menyangka jika ia akan benar-benar mengikuti saran Hyungsik untuk memberikan rayuan-rayuan gombal seperti itu kepada Baekhyun. Rasanya seperti bukan Chanyeol sekali hahaha.
.
.
.
"Kepalaku sakit Baek.. "
"Sakit kenapa?" tanya Baekhyun khawatir melihat Chanyeol tiba-tiba saja memegang kepalanya sambil meringis.
"Kepalaku sakit.. Sakit karena terlalu sering memikirkanmu."
PLAK
"Ahhh.. " Chanyeol meringis sungguhan ketika Baekhyun justru memukul kepalanya. Kenapa? Apa ada yang salah?
"Kau membuatku khawatir Chanyeol ah."
"Aku kan hanya ingin membuatmu senang Baekhyun ah."
Baekhyun tersenyum kecil, ia lantas langsung memeluk tubuh suaminya itu dengan erat. "Kau tidak perlu melakukan itu sayang, rasanya aneh sekali mendengarmu merayuku seperti itu. Seperti bukan kau sekali."
"Temanku bilang aku harus sering membuat rayuan-rayuan gombal untuk membuat istriku senang."
"Sesekali memang tidak masalah, tapi jika terus berlanjut seperti itu rasanya aku tidak akan suka. Aku lebih suka suamiku yang apa adanya." ucap Baekhyun sambil mengelus dada bidang suaminya seperti seekor anak anjing.
Chanyeol ikut tersenyum, ia balas memeluk tubuh berisi sang istri dengan lembut. Diluar sedang hujan lebat. Berpelukan dan saling berbagi kehangatan diatas ranjang seperti ini adalah sebuah pilihan yang paling tepat.
Chanyeol melumat bibir istrinya itu dengan lembut, Baekhyun hanya bisa menutup matanya pasrah ketika Chanyeol melumat, menghisap dan menjilati bibirnya seperti sebuah permen.
"Aku ingin berubah, aku ingin menjadi suami yang lebih pengertian untukmu. Aku tidak ingin kau pergi lagi seperti kemarin, aku benar-benar merasa kesepian karena kau pergi."
"Aku janji tidak akan melakukan itu lagi, aku janji akan berusaha merubah sikap kekanak-kanakanku dan menjadi istri yang bisa kau banggakan. Aku tidak akan membuatmu merasa kesepian lagi Chanyeol ah."
Chanyeol tersenyum, ia kembali mencium bibir sang istri penuh perasaan sayang. "Aku mencintaimu sayang, aku sangat mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu Chanyeol, tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa aku mencintaimu."
CUP
Mereka berdua saling menyatukan bibir mereka kembali, Baekhyun menekan kepala suaminya itu untuk semakin memperdalam ciuman mereka sedangkan Chanyeol memeluk tubuh sang istri dengan lembut. Baekhyun memiringkan kepalanya ke kiri sedangkan Chanyeol memiringkan kepalanya ke kanan. Si dominan menghisap bibir atas istrinya dengan lembut sedangkan si submissive menghisap bibir bawah suaminya dengan tak kalah lembut. Mereka terus seperti itu sampai yang lebih kecil melenguh nikmat.
Chanyeol mengusap lelehan saliva disudut bibir istrinya sambil menatapnya dengan tatapan seduktif.
"Hujan-hujan begini sepertinya enak jika menggenjot lubang istriku sampai lemas."
Baekhyun terkekeh geli mendengarnya. "Tapi bagaimana dengan Taehyung? Aku tidak mau tidurnya terganggu karena aktivitas kita."
"Taehyung sudah tidur, ia tidak akan terbangun hanya karena mendengar desahan dari kedua orangtuanya." ucap Chanyeol sambil menatap sang buah hati yang memang sudah tertidur karena kekenyangan di dalam box bayi miliknya. Taehyung adalah anak yang pengertian, ia tidak pernah menganggu ketika kedua orangtuanya sedang mengejar kenikmatan dunia. Begitu juga dengan bayi yang masih berada di dalam perut Baekhyun. Ia tidak pernah rewel ketika penis besar Chanyeol menumbuk prostat sang istri. Chanyeol benar-benar harus bersyukur karena punya anak-anak yang pengertian seperti mereka.
"Yasudah, kita lakukan apa yang kau inginkan." ucap Baekhyun yang sudah memberikan lampu hijau.
Chanyeol tersenyum, ia pun kembali mengecup bibir ranum sang istri dan menindih tubuhnya pelan.
.
.
.
Keduanya saling menyesap bibir bagian atas dan bawah secara bergantian, Chanyeol juga menghisap lidah sang istri dengan kencang.
Slrupp
"Hmmm.. " Baekhyun melenguh dalam ciuman mereka.
Chanyeol semakin merapatkan tubuh mereka berdua, tangannya dengan jahil meremas gundukan pantat baekhyun yang terasa sangat kenyal ditangannya.
"Aaah Chanyeollhh.. "
Ciuman pria tinggi itu kemudian turun keleher dan memberikan tanda merah keunguan disana.
Ckkph.. Ckkph.. PLOP
Ciuman itu kembali berpusat di bibir Baekhyun dengan tangan Chanyeol yang berusaha melepas kancing piyama yang dikenakan istrinya.
Setelah terlepas, Chanyeol kemudian meraup nipple sebelah kiri Baekhyun.
"Aaaahh sayaangghh." Baekhyun memejamkan matanya menikmati cumbuan bibir Chanyeol pada nipplenya.
Slruppp..
Chanyeol menyedot nipple itu dengan sangat kencang sampai pipinya menirus, setelahnya Chanyeol berpindah pada nipple sebelah kanan dan melakukan hal yang sama.
"C-Chann ahhh." Baekhyun hanya mampu menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil meremas rambut suaminya pelan.
Chanyeol meremas dada berisi Baekhyun dengan gemas sampai asinya keluar. Ia mengecup kening Baekhyun sambil memejamkan matanya erat, setelah itu ia mengecup kelopak mata, hidung, pipi, dagu dan telinga istrinya secara bergantian. Baekhyun adalah miliknya, dan apapun yang ada pada tubuh Baekhyun merupakan hak yang harus ia nikmati.
Setelah puas dengan bagian atas tubuh istrinya, Chanyeol kemudian turun untuk menciumi perut buncit sang istri dengan lembut. Buah hati mereka sedang tumbuh di dalam sini, ia mengusap permukaan perut itu dengan lembut berusaha memberitahu anaknya bahwa ia begitu mencintainya.
CUP
Chanyeol kembali mendaratkan sebuah ciuman manis dengan durasi yang lebih lama.
Chanyeol kemudian membuka celana piyama Baekhyun dan hanya menyisakan underwear berwarna hitam saja.
Ia mencium paha dalam sang istri dengan sensual dan meninggalkan banyak bercak merah disana.
Sreet
Ia membuka underwear Baekhyun dan melemparnya ke lantai, tanpa ragu Chanyeol memegang kemaluan mungil itu dan langsung mengocoknya pelan.
"Eeemhhm ahh C-Chan.. " Baekhyun memejamkan matanya rapat dengan kedua tangan yang mencengkeram seprai kasur dengan erat.
"Tubuhmu Indah sekali sayang, kau sangat cantik." ucap Chanyeol dengan tulus.
Penis kecil dalam genggaman tangan besarnya semakin lama semakin berdenyut pertanda Baekhyun semakin dekat dengan orgasme nya, Chanyeol pun semakin cepat mengocok penis mungil itu.
CLOK CLOK CLOK
"Aaaaaaaahhhhh.. "
CROTT.. CROTT.. CROTT..
Cairan Baekhyun akhirnya keluar mengotori tangan Chanyeol. Baekhyun pun terengah, ini bukan kali pertama baginya mengalami yang namanya ejakulasi. Tapi rasanya selalu menakjubkan jika dilakukan bersama dengan Chanyeol.
"Buka kakimu lebar-lebar sayang."
Baekhyun menurut tanpa banyak bertanya lagi, setelah pria cantik itu mengangkangkan kedua kalinya lebar-lebar. Chanyeol langsung bisa melihat sebuah lubang kecil sewarna merah muda yang terlihat sangat rapat seperti seorang perawan, Chanyeol mengernyitkan alisnya bingung. Sudah berulang kali ia menerobos lubang kenikmatan itu tapi kenapa lubangnya masih terlihat begitu rapat?
"Kau bukan seorang perawan tapi lubangmu selalu terlihat seperti lubang perawan." ucap Chanyeol sambil memencet lubang kecil itu dengan ibu jarinya.
Tubuh Baekhyun menggelinjang hebat karenanya, sambil terbata-bata ia pun menjawab. "A-aku minum pil perapat wanita Chanyeol ah, mungkin itu yang membuat lubangku selalu terlihat rapat."
Chanyeol tersenyum, Baekhyun sampai rela mengkonsumsi pil khusus wanita itu hanya untuk menyenangkan dirinya. Kurang beruntung apalagi ia bisa memiliki istri yang selalu menjaga lubang kenikmatannya hanya untuk suaminya seorang?
Sambil mengecup bibir istrinya itu lembut, dengan perlahan ia mengoleskan sisa cairan baekhyun tadi dan mengusap lubang itu secara perlahan, dengan perlahan juga pria berusia 31 tahun itu mendorong satu jari telunjuk nya masuk kedalam.
"Ahhhhh." Baekhyun mengernyit antara perih dan nikmat ketika telunjuk Chanyeol mencoba menerobos tubuhnya.
Chanyeol menggeram pelan, jari telunjuknya terasa dijepit dengan sangat kuat, ia semakin tidak sabar untuk menghujamkan penis besarnya pada lubang hangat nan ketat ini. Chanyeol memasukan kembali satu jari tengahnya kedalam dan memaju mundurkan keduanya dengan gerakan pelan.
"Ahh Channh oouhh.."
Chanyeol masih belum bergeming, ia kembali memasukan jari manisnya ke dalam sana.
"Ahhhh.." Baekhyun mulai bergerak gelisah, lubangnya dipaksa untuk melebar dan rasanya cukup perih ketika ketiga jari itu bergerak maju mundur di dalam lubangnya.
Chanyeol menarik ketiga jarinya kemudian. Ia melepas celana boxer yang sedaritadi ia pakai dan melemparnya asal. Ia mengocok kejantanannya sendiri sampai benar-benar tegang sempurna.
"Aku masukan sekarang sayang."
Chanyeol berusaha memasukan penisnya kedalam lubang Baekhyun dengan perlahan.
"Ahhh.." Baekhyun sedikit meringis ketika kepala penis Chanyeol sudah berhasil masuk.
Chanyeol mendorong lagi pinggulnya hingga seluruh batang kelelakian miliknya tertanam sempurna di dalam sana.
JLEBB
"Ahhhhh.." Baekhyun mencengkeram seprei kasur dengan erat, rasa perih itu bercampur dengan rasa nikmat yang tak bisa Baekhyun deskripsikan.
Chanyeol kembali melumat bibir sang istri dengan penuh nafsu berusaha mengalihkan rasa sakit yang dirasakan istrinya.
"Ssshh..."
Chanyeol mendesis pelan, rasanya benar-benar sangat sempit dan hangat.
"Chann ahh.. "
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Ouhh." Chanyeol menengadahkan kepalanya keatas dengan mata yang terpejam erat, urat-urat disekitar lehernya sampai keluar saking nikmat dan hangatnya lubang sang istri, ia kembali menggerakan pinggulnya maju mundur dengan tempo yang teratur.
"Ketathh sekalihh Baekkhh.. "
PLOK PLOK PLOK
"Hmmpppth.. " Baekhyun membekap mulutnya sendiri, rasa sakit itu semakin lama semakin menghilang dan hanya menyisakan kenikmatan saja.
Chanyeol menunduk, ia melepas tangan Baekhyun dengan lembut dan mengecupnya dengan tak kalah lembut.
CUP
"Kau sangat nikmat sayaangghh.. "
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Ahhhhhh."
Baekhyun melenguh takala prostatnya tersentuh oleh kesejatian suaminya.
"Disitu rupanya."
PLOK PLOK PLOK PLOK
Chanyeol menumbuk bagian itu secara terus menerus dengan cepat dan tepat hingga Baekhyun hanya bisa melenguh dan melenguh nikmat.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Chanyeol kembali melumat bibir Baekhyun dengan lahap seolah-olah ia hendak memakannya, tangannya juga bergerak cepat meremas dan memelintir puting dan dada istrinya.
"Ugh ketat sekali sayang." urat-urat dipelipis dan leher Chanyeol terlihat jelas saat ini karena kuatnya cengkraman anus Bekhyun pada kesejatian nya.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Kegiatan panas itu terus berlanjut hingga setengah jam lamanya dengan berbagai macam variasi gerakan seks yang tentunya tidak membahayakan kandungan Baekhyun, pria cantik itu sudah ejakulasi sebanyak tiga kali sedangkan Chanyeol masih mengejar ejakulasi nya yang pertama.
"Akuhh sudahh tidak kuathh lagi Chanyeolhh ahh.. "
"Sebentarhh lagihh sayangg.. " Chanyeol bisa merasakan jika penisnya mulai berkedut-kedut dan ejakulasinya pun sudah diujung tanduk.
Sekali lagi Chanyeol mengocok penis mungil Baekhyun dengan gerakan yang sangat cepat.
CROTTT
"Channhh/Baekhyun ahhh.."
Baekhyun menutup matanya erat sembari memeluk tubuh Chanyeol dengan tak kalah erat pula, cairannya menyembur keluar dan mengotori perut sang suami sedangkan Chanyeol sendiri menyemburkan seluruh benihnya kedalam tubuh Baekhyun.
Keduanya terengah dengan peluh yang membanjiri tubuh masing-masing, mereka tersenyum kemudian dengan saling menatap lembut.
"Saranghae.. "
"Nado saranghae Chanyeol ah."
Malam itu ditutup dengan kecupan dan ciuman lembut diantara keduanya. saling memeluk dalam kehangatan dan terlelap menuju alam mimpi.
.
.
.
Baekhyun duduk di meja makan pagi ini sambil tersenyum cantik, dihadapannya sudah tersedia sepiring nasi goreng dengan irisan udang rebus. Chanyeol yang membuatnya, pagi-pagi sekali ia sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuknya. Hari ini hari Minggu, Chanyeol tidak pergi bekerja dan berkata jika ia akan membantu Baekhyun mengerjakan pekerjaan rumah.
"Kau telihat bahagia sekali Baekhyun ah.. " ucap Heechul yang duduk dihadapannya sambil menyuapi Taehyung.
"Aku senang hubunganku dan Chanyeol semakin membaik, ia juga mau berubah dan menjadi suami yang lebih peka."
Heechul tersenyum. "Eomma senang mendengarnya, kalian mau meruntuhkan ego masing-masing demi keutuhan rumah tangga kalian. Eomma yakin sekali rumah tangga kalian akan bertahan sampai maut memisahkan."
Baekhyun ikut tersenyum. "Amin. Baekkie juga berharap seperti itu."
"Kalian sudah selesai makan?" Chanyeol muncul dengan menggunakan setelan kemeja rapi, Baekhyun sedikit mengernyitkan alisnya bingung melihat itu.
"Kau mau kemana Chanyeol?"
"Cepat habiskan makanan kalian, kita pergi ke Gereja setelah ini.. "
Heechul dan Baekhyun saling bertatapan sejenak sebelum akhirnya mereka menghabiskan makanan mereka dengan cepat.
.
.
.
Kebaktian baru saja selesai sekitar 15 menit yang lalu, Chanyeol masih terlihat khusyuk memejamkan matanya sambil menangkupkan kedua tangannya. Dalam hati ia terus memanjatkan do'a kepada sang Maha Kuasa untuk selalu diberikan keberkahan dalam mengarungi rumah tangganya bersama dengan Baekhyun. Tidak ada yang lebih ia inginkan sekarang selain terjaminnya keutuhan rumah tangganya. Ia ingin menjadi suami, ayah serta anak yang baik untuk keluarganya.
Baekhyun yang duduk disampingnya terdiam sambil memandangi Chanyeol yang tampak begitu khusyuk dengan kegiatannya.
Pria tinggi itu kemudian membuka matanya dan membuat tanda salib. "Dalam nama Bapak, Putera dan Roh Kudus. Amin."
"Kau terlihat sangat khusyuk Chanyeol ah."
Chanyeol menoleh dan tersenyum kemudian. "Aku berdo'a pada Tuhan untuk selalu memberkati pernikahan kita. Aku benar-benar berharap pernikahanku denganmu adalah pernikahan pertama dan terakhir dalam hidupku. Tidak ada yang aku inginkan selain keutuhan rumah tangga kita, aku ingin menjadi suami yang baik untukmu, ayah yang baik untuk anak-anak kita dan anak yang baik untuk orangtua kita. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kita dengan banyak kebahagiaan." ucap Chanyeol sambil menggenggam tangan sang istri.
Baekhyun tersenyum mendengarnya. "Amin."
"Kau harus selalu ingat Tuhan Baek, Aku ingin istri dan anak-anak ku menjadi hamba Tuhan yang taat agar kita bisa bertemu lagi di Surga nanti." Chanyeol mengusap rambut istrinya dengan lembut.
"Terimakasih karena sudah mengingatkanku Chanyeol ah. Aku senang sekali punya suami yang bisa membimbingku ke arah yang lebih baik. Aku benar-benar bersyukur." ucap Baekhyun tulus.
Chanyeol tersenyum. "Itu sudah menjadi kewajibanku.. "
Baekhyun memeluk suaminya itu kemudian.
"Ini hari Minggu, apa kau ingin mengunjungi suatu tempat?"
Baekhyun refleks melepas pelukannya dan menatap suaminya itu dengan alis mengernyit. "Maksudmu?"
"Aku tau kau pasti merasa jenuh, hari ini adalah hari libur dan aku membebaskanmu untuk bersenang-senang. Kau ingin pergi ke Mall, ke salon atau kemanapun aku siap menemanimu. Atau kau ingin pergi bersama teman-temanmu? Aku tidak akan melarang. Taehyung biar aku yang jaga."
Baekhyun terharu, ia benar-benar terharu mendengarnya. Chanyeol benar-benar memenuhi janjinya untuk menjadi suami yang lebih pengertian.
"Sebenarnya.. Aku ingin pergi ke suatu tempat Chanyeol ah."
.
.
.
Taehyung tertawa senang ketika kakeknya membuat ekspresi-ekspresi lucu diwajahnya. Bayi kecil berusia 9 bulan itu sampai terbahak-bahak di pangkuan neneknya.
"Wajahmu itu jelek sekali Donghae ya haha." ucap Heechul yang tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi jelek yang ditunjukan Donghae untuk membuat Taehyung tertawa.
"Jangan bicara sembarangan Chullie ya, aku masih tetap tampan seperti biasa." ucap Donghae yang tidak terima dikatai jelek oleh besannya.
Baekhyun yang melihat perdebatan kecil ayah dan ibu mertuanya itu hanya bisa tersenyum dengan lebar. Ia dan Chanyeol mengajak Donghae dan Heechul untuk piknik bersama Taehyung disebuah Taman keluarga yang berada dibelakang Mansion mewah milik Donghae. Dari dulu Baekhyun selalu berandai-andai jika ia sudah menikah dan punya anak, ia ingin mengajak keluarganya untuk piknik di taman keluarga yang dibuat khusus oleh ayahnya ketika mendiang ibunya masih ada. Dulu ketika ibunya masih hidup, ayahnya sering sekali mengajak ia dan ibunya bermain di taman ini setiap akhir pekan entah itu untuk sekedar bersenda gurau ataupun piknik bersama. Tapi setelah ibunya meninggal kegiatan rutin setiap akhir pekan itu sudah tidak pernah dilakukan lagi. Dan sekarang ketika ia sudah menikah dan memiliki anak, kegiatan itu akan Baekhyun lakukan lagi. Kali ini terasa jauh lebih lengkap karena ada Chanyeol suaminya, Heechul ibu mertuanya, Taehyung putranya dan satu lagi darah daging yang tengah ia kandung. Tidak ada yang lebih membahagiakan untuknya selain sebuah kebersamaan bersama dengan keluarga tercinta.
"Kau bahagia?" Tanya Chanyeol yang duduk disampingnya.
"Aku bahagia Chanyeol, aku sangat bahagia. Terimakasih karena sudah mau menuruti keinginanku sayang."
Chanyeol tersenyum. "Aku senang jika melihatmu bahagia sayang.. "
CUP
Ia kecup kening istrinya itu dengan lembut. "Ini sudah waktunya makan siang Baek."
Baekhyun tersenyum, ia pun langsung mengeluarkan makanan dari dalam keranjang piknik yang ia bawa.
"Waktunya makan siang appa, eomma, Taehyungie."
Donghae dan Heechul yang masih asyik bermain dengan cucu mereka langsung menoleh dan tersenyum.
"Waktunya makan siang Taehyungie.. " ucap Heechul sambil menggoyangkan tangan kecil Taehyung yang langsung dibalas dengan teriakan girang sang cucu.
.
.
.
"Owe.. Owe.. Owe.. "
"Selamat tuan, bayi anda laki-laki. Ia lahir dengan selamat.. "
Chanyeol tersenyum, ia langsung menggendong sesosok bayi mungil yang masih berwarna merah itu dari tangan sang dokter. Tangisannya nyaring sekali, dia sangat tampan dan juga menggemaskan.
"Chanyeol, aku ingin melihat anak kita." ujar Baekhyun dengan suara lemah, pria cantik itu masih terbaring diatas ranjang dengan selang infus dan alat bantu pernafasan yang masih menempel ditubuhnya.
Chanyeol perlahan berjalan menghampiri Baekhyun dan sedikit membungkuk untuk memperlihatkan anak kedua mereka.
Baekhyun menangis, ia terharu. Ia sangat bahagia anak keduanya lahir dengan selamat. Ia punya dua jagoan kecil sekarang, dua jagoan yang sangat tampan dan menggemaskan.
"Aku ingin menggendongnya Chanyeol ah.. "
Chanyeol dengan sigap membantu Baekhyun untuk menggendong anak mereka, dengan kondisi tubuh yang masih lemah pasca operasi Baekhyun terus berusaha untuk menyeka airmatanya yang terus menerus keluar. Ia bahagia, ia benar-benar sangat bahagia.
"Owe.. Owe.. Owe.. "
"Ssssst.. Eomma disini sayang, eomma mencintaimu." ucap pria cantik itu sambil mengecup kening putra kecilnya.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, 4 bulan berlalu dan Baekhyun akhirnya melahirkan anak kedua mereka. Kali ini Baekhyun melahirkan sesuai dengan prediksi dokter, maka dari itu Chanyeol sudah lebih siap ketika istrinya hendak melahirkan. Chanyeol sudah mempersiapkan semuanya dengan matang agar kelahiran anak keduanya ini tidak seheboh ketika Taehyung lahir dulu.
"Kau sudah menyiapkan nama untuk anak kedua kita?" tanya Baekhyun sambil menatap suaminya itu.
Chanyeol terdiam untuk beberapa detik. "Jinyoung. Park Jin Young."
"Kenapa kau memberikan nama itu?"
Chanyeol menggeleng. "Entahlah, aku hanya terpikirkan nama itu saja."
Baekhyun tersenyum, ia pun melirik sang anak kemudian. "Jinyoung, Park Jin Young. Aku suka nama itu."
.
.
.
"Aku minta maaf karena bisnisku tidak berjalan dengan lancar. Ini semua benar-benar diluar perkiraanku."
"Tidak apa Chanyeol ah, aku mengerti. Dunia bisnis memang seperti itu. Terkadang kita harus menerima jika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan."
Sudah satu minggu berlalu semenjak Baekhyun melahirkan dan semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan. Bisnis reparasi online yang ia jalankan tidak berjalan dengan baik hingga ia harus memecat seluruh karyawan yang ia punya termasuk dua sahabat karibnya Minhyuk dan Jungshin untuk menekan biaya pengeluaran, tapi meskipun begitu Chanyeol tetap kesulitan mendapat pelanggan. Sudah beberapa minggu belakangan ini ia bahkan tidak mendapat pelanggan sama sekali. Untuk biaya persalinan istrinya saja ia terpaksa meminjam uang pada ayah mertuanya karena ia benar-benar tidak memiliki uang sama sekali waktu itu. Penghasilannya sebagai seorang Chief Security nyatanya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka saja, tidak ada penghasilan lebih untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain.
"Kau masih ingat dengan Jongin? Sekarang ia sudah menjadi seorang pengusaha sukses setelah merantau." ujar Minhyuk yang sedari tadi duduk bersamanya di sebuah kedai kopi pinggir jalan. Mereka baru saja pulang bekerja dan tanpa sengaja bertemu di kedai kopi ini. Mereka memutuskan untuk bersantai sebentar sebelum pulang kerumah.
"Maksudmu Jongin teman SMA kita dulu yang pesek, dekil, hitam dan kumal itu?"
Minhyuk tertawa. "Ya, Jongin yang itu. Aku dengar ia pergi merantau ke Jepang setelah lulus SMA dan sekarang ia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses."
"Benarkah? Kau tau itu dari mana?"
"Aku melihatnya di Internet. Artikel tentang Jongin banyak bertebaran disana. Ia sudah menjadi seorang pengusaha tambang emas yang sukses."
Chanyeol sedikit terkejut mendengarnya, ia sama sekali tidak menyangka Jongin yang dulunya sangat suka bolos dan hobi tidur dikelas itu kini menjadi seorang pengusaha sukses.
"Dia sukses setelah merantau ke negeri orang. Orangtua jaman dulu pernah berkata, jika kalian ingin keturunan kalian sukses, maka kalian harus membiarkan mereka pergi merantau."
"Kau ingin pergi merantau?"
"Sebenarnya iya, aku ingin merubah nasib. Mungkin ada baiknya kau merantau juga Chanyeol ah. Seoul sudah tidak bisa diajak berdamai untuk orang-orang seperti kita."
Chanyeol terdiam, merantau? Chanyeol pernah berpikir soal itu beberapa tahun silam. Tapi keinginannya itu ia urungkan karena tidak tega jika harus meninggalkan ibunya seorang diri.
"Kau sekarang sudah menikah, kau bahkan punya dua orang anak yang masih kecil-kecil. Mereka butuh biaya untuk hidup, kau butuh uang yang banyak untuk bisa mensejahterakan keluargamu. Kau tidak bisa terus-terusan mengandalkan gajimu sebagai seorang satpam apalagi bisnis reparasi online yang sudah tidak menghasilkan itu."
Benar, apa yang dikatakan oleh Minhyuk itu memang benar. Ia tidak bisa terus-terusan hidup seperti ini. Ia harus bangkit demi anak dan istrinya.
"Tapi aku harus merantau kemana? Aku tidak mungkin pergi keluar negeri, aku tidak punya passpor dan aku juga tidak bisa berbahasa inggris."
"Jeju, kau bisa pergi ke Jeju. Aku dengar disana banyak lowongan pekerjaan untuk pendatang baru seperti kita."
"Entahlah, aku tidak yakin. Anak-anakku masih sangat kecil, aku tidak tega jika harus meninggalkan mereka. Bagaimana nasib Baekhyun dan ibuku jika aku pergi?
"Untuk sementara waktu kau bisa menitipkan mereka pada ayahmu, aku yakin ayah mertuamu pasti mengerti. Ini kan demi kebaikan anak dan cucunya juga."
Chanyeol termenung, ia masih merasa ragu. Tidak ada jaminan ia bisa sukses diperantauan orang.
"Aku akan coba bicara dulu pada Baekhyun."
.
.
.
Baekhyun baru saja selesai menidurkan Taehyung dan Jinyoung secara bersamaan, punya dua anak yang masih sangat kecil-kecil benar-benar membuatnya repot. Ia bahkan tidak punya waktu untuk sekedar beristirahat.
CKLEK
Chanyeol masuk kedalam kamar setelah selesai makan, ia langsung duduk tepat disamping istrinya yang tampak begitu kelelahan.
"Kau terlihat sangat kelelahan Baek."
Baekhyun mengangguk. "Aku lelah sekali mengurus dua bayi sekaligus, Taehyung benar-benar tidak mau mengalah pada adiknya. Ia selalu menangis jika aku menyusui Jinyoung."
Chanyeol tersenyum, ia melirik dua box bayi yang tersimpan di dekat tempat tidurnya. Dua malaikat kecilnya tidur dengan sangat pulas disana.
"Baek, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
"Bicara apa?"
"Sekarang kita sudah punya dua anak, kebutuhan hidup juga semakin lama semakin besar. Kau tau bisnisku tidak berjalan dengan lancar dan penghasilanku dari menjadi seorang satpam tidak begitu mencukupi. Aku berpikir untuk pergi merantau saja Baek."
Baekhyun tampak terkejut. "Merantau? Kau ingin pergi meninggalkan kami semua begitu maksudmu?"
"Tidak begitu sayang, aku pergi hanya untuk sementara. Setidaknya sampai aku punya penghasilan yang lebih baik. Aku pasti kembali, untukmu dan juga untuk anak-anak kita."
"Tapi anak-anak kita masih sangat kecil Chanyeol ah, mereka butuh kasih sayang dari ayahnya. Kau kan bisa mencari pekerjaan lain di Seoul."
"Persaingan di Seoul sangat ketat Baek, disini bukanlah tempat yang baik untuk orang-orang yang tidak berpendidikan seperti ku. Aku tidak akan merantau ketempat yang jauh. Aku hanya akan pergi ke Jeju, aku janji akan kembali setelah aku menjadi orang sukses. Tolong mengertilah Baekhyun ah, demi anak-anak kita."
Baekhyun memejamkan matanya erat, jujur ia tidak mau jika harus berjauhan dengan Chanyeol. Tapi apa yang dikatakan oleh suaminya itu ada benarnya juga. Mereka tidak bisa terus-terusan hidup seperti ini, Chanyeol adalah kepala keluarga dan ia harus menafkahi keluarganya. Ia tidak boleh bersikap egois, ini demi anak-anak mereka. Demi Taehyung dan Jinyoung.
"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keputusanmu aku tidak akan memaksa kau untuk tetap tinggal. Aku berharap apa yang kau inginkan bisa segera tercapai."
Chanyeol tersenyum lega, ia bersyukur Baekhyun mau mendukung keputusannya. Jika istrinya itu sudah memberikan lampu hijau maka sudah tidak ada keraguan lagi yang mengganjal di dalam hatinya.
CUP
Chanyeol langsung mengecup kening istrinya itu lembut. "Terimakasih sayang, aku janji aku akan kembali secepat mungkin. Aku mencintaimu, aku mencintai kalian semua."
Baekhyun tersenyum, ia memeluk tubuh suaminya itu dengan erat. Ini adalah sebuah keputusan Berat, ia hanya bisa berdo'a semoga Chanyeol selalu bisa menjaga hatinya nanti.
.
.
.
"Aku datang kemari untuk menitipkan anak dan istriku pada aboeji untuk sementara waktu. Aku akan pergi ke Jeju untuk mencari pekerjaan."
Donghae terdiam melihat anak dan menantunya yang datang kerumahnya pagi-pagi begini. Chanyeol sudah mengutarakan tentang niatnya itu semalam melalui line telepon, ia berkata ingin merantau ke Jeju dan meninggalkan Baekhyun untuk sementara. Donghae sama sekali tidak merasa keberatan soal itu. Ia justru senang jika anak dan cucu-cucunya menetap untuk sementara dirumahnya.
Baekhyun terus menangis, ia duduk disamping suaminya sambil terus terisak. Ia sepertinya masih belum rela jika harus berpisah dengan Chanyeol.
"Aboeji bangga padamu Chanyeol ah, seorang laki-laki memang seharusnya bertanggung jawab penuh terhadap keluarganya. Merantau memang menjadi pilihan terbaik untuk merubah nasib, kau punya banyak keahlian dan aboeji yakin kau pasti akan menjadi orang yang sukses. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun, aboeji akan menjamin kehidupan anak, istri dan ibumu selama kau pergi. Kau fokus saja pada tujuanmu untuk merubah nasib dan kembalilah kemari setelah kau menjadi orang sukses."
Chanyeol mengangguk. "Aku pasti akan segera kembali aboeji."
"Aboeji punya sesuatu untukmu." Donghae mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari dalam saku celananya dan memberikannya pada Chanyeol.
"Apa ini aboeji?"
"Itu pegangan untukmu selama di Jeju."
Chanyeol tersenyum kecil. "Terimakasih aboeji, tapi aku rasa aku tidak memerlukan ini." ucapnya sambil mengembalikan amplop itu.
"Kau yakin? Lalu bagaimana dengan kehidupanmu disana nanti Chanyeol ah? Kau sudah beli tiket pesawat?"
Chanyeol mengangguk. "Aku sudah menjual motorku, uangnya aku pakai untuk membeli tiket dan sisanya untuk peganganku selama disana."
"Memangnya cukup? Aboeji merasa khawatir jika kau membawa uang pas-pasan."
"Cukup tidak cukup harus cukup. Aku akan belajar hidup di luar dengan apa yang aku punya sekarang. Aku tidak akan bisa maju jika masih mengandalkan uang dari aboeji. Aboeji tidak perlu khawatir, aku ini laki-laki, aku akan mencari untuk makanku sendiri dan aku bisa tidur dimana saja. Ini adalah jalan yang harus aku tempuh untuk menjadi lebih baik."
Donghae tersenyum, rasa bangganya pada Chanyeol semakin membuncah saja. Inilah alasan kenapa Donghae mempercayakan putranya pada Chanyeol. Dia punya rasa tanggung jawab yang sangat tinggi dan tidak suka bergantung pada orang lain. Chanyeol benar-benar seorang pria yang tangguh.
Chanyeol kemudian berdiri, ia mencium tangan ayahnya dan membungkuk hormat. Setelah itu ia menghampiri ibunya yang duduk disamping Baekhyun. Ia bersimpuh dihadapan kaki ibunya sambil menangis.
"Aku minta maaf karena belum bisa menjadi anak yang bisa eomma banggakan, aku janji, setelah ini aku akan buktikan pada eomma jika aku bisa menjadi orang yang sukses. Aku akan membahagiakan eomma agar eomma tidak perlu berjualan sayur dipasar lagi."
Heechul terenyuh, airmatanya langsung mengalir detik itu juga. Ia menyentuh pundak sang anak dan menyuruhnya untuk berdiri.
"Eomma bangga padamu, kau adalah anak kebanggaan eomma. Eomma selalu berdo'a untuk kesuksesanmu nak."
Heechul mengecup kening putranya itu pelan dan memeluknya erat. Chanyeol kemudian beralih menatap sang istri yang sedari tadi terus menunduk sambil terisak-isak. Jinyoung yang berada dalam gendongannya pun hanya menatap sang ibu dengan kedua bola mata polosnya.
"Sayang.. " Chanyeol menyentuh pundak sang istri dan hal itu sontak saja membuat tangis Baekhyun semakin pecah.
"Hiks.. Cepatlah pulang Chanyeol, aku akan menunggumu."
Chanyeol tersenyum, ia lantas mencium kening istrinya itu dengan lembut. "Tentu, secepatnya aku akan pulang dan menjemput kalian."
Pria tinggi itu membuka tas yang ia bawa dan mengeluarkan sebuah amplop putih berisi uang gaji dan pesangonnya.
"Ini uang gaji dan pesangon yang diberikan perusahaan untukku, Aku tidak mengambilnya sedikitpun. Ambil ini untuk pegangan selama satu bulan ke depan. Nanti setelah aku mendapat pekerjaan aku pasti akan langsung mengirimu uang lagi."
Baekhyun menerima amplop itu dengan tangan bergetar.
"Jaga dirimu baik-baik, aku percayakan semuanya padamu. Tolong jaga anak-anak kita dengan baik." ucapnya sambil mengusap rambut Baekhyun dengan lembut.
Chanyeol menatap Jinyoung dan mengecup keningnya pelan. Jujur ia paling tidak tega jika harus meninggalkan Jinyoung. Anak ini masih terlalu kecil untuk ditinggal pergi olehnya. Setelah itu ia juga beralih menatap putra sulungnya yang tengah digendong oleh Donghae.
"Huweee paaa.. " bayi berusia 1 satu tahun itu langsung menangis seolah ia mengerti akan ditinggal pergi oleh ayahnya.
Chanyeol lantas mencium kening anaknya itu dan mengusap rambutnya pelan. "Appa pergi sayang, jangan rewel. Jangan menyusahkan ibumu. Jadilah kakak yang baik untuk Jinyoung ya?"
"Huweee.. " Chanyeol tersenyum, ia kemudian berdiri dan berjalan keluar rumah dengan diantar oleh semuanya.
"Aku pergi. Aboeji, eomma, Baekhyunie."
Baekhyun terus menangis, namun ada sebuah pengharapan besar di dalam hatinya. Begitu juga dengan Donghae dan Heechul yang menatap Chanyeol dengan pandangan bangga terutama Heechul, ia sangat bangga karena anaknya kini telah menjelma menjadi sosok pria dewasa yang sesungguhnya. Dia benar-benar mirip dengan mendiang ayahnya Park Hankyung.
'Do'a ibu selalu menyertaimu nak, teruslah berjuang demi kebahagiaan istri dan anak-anakmu.'
.
.
.
7 tahun kemudian..
"Jinyoungie, kakakmu sudah bangun?"
"Belum eomma, hyung bilang 5 menit lagi."
"Ish dasar anak itu."
7 tahun berlalu semenjak kepergian Chanyeol, sekarang Taehyung sudah berusia 8 tahun dan 4 bulan kedepan Jinyoung akan berulah tahun yang ke 8. Baekhyun memutuskan untuk tidak tinggal dirumah ayahnya lagi semenjak Jinyoung berusia 1 tahun dan lebih memilih untuk menyewa sebuah rumah kecil tidak jauh dari rumah ibu mertuanya. Baekhyun ingin bisa mandiri seperti suaminya, ia tidak ingin terlalu bergantung pada kedua orangtuanya. Awalnya ia bekerja di salon milik Irene untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia dan anak-anaknya. Namun setelah dua tahun berlalu Baekhyun pun memutuskan untuk membuka usaha kue kecil-kecilan dirumahnya. Kue buatannya lumayan banyak diminati oleh pelanggan hingga beberapa tahun kemudian Baekhyun menyewa sebuah kios di pasar untuk memasarkan kue-kue buatannya di tempat yang lebih strategis. Toko kuenya cukup ramai dikunjungi setiap harinya, ia juga sudah memiliki beberapa pelanggan tetap yang selalu memesan kue darinya setiap bulan. Bisnis kue nya pun sudah dipasarkan secara online. Baekhyun benar-benar merasa sangat bersyukur, awalnya ia bertekad untuk bisa memasak semata-mata hanya untuk membahagiakan suaminya. Tapi ternyata keahlian yang ia miliki setelah resmi menikah dengan Chanyeol itu kini sangat bermanfaat untuk hidupnya. Ia bisa menghasilkan cukup uang untuk keperluan ia dan anak-anaknya tanpa harua terlalu bergantung pada Chanyeol atau kedua orangtuanya. Meskipun bisnis yang Baekhyun jalani ini termasuk bisnis kecil, tapi Baekhyun tetap bersyukur karena ia bisa menghidupi anak-anaknya dengan jerih payahnya sendiri.
"Taehyungie ayo cepat bangun atau eomma akan benar-benar marah.. "
Baekhyun berteriak kesal dari arah dapur, rutinitasnya setiap pagi selalu saja seperti ini. Ia akan berteriak-teriak seperti orang gila sambil menyiapkan sarapan dari arah dapur. Ia berteriak bukan tanpa alasan, ini semua karena puteranya Taehyung selalu susah untuk dibangunkan padahal ia harus sekolah pagi.
Sambil melepas celemek yang ia pakai, pria cantik itu langsung berjalan gusar menuju kamar anaknya, dimeja makan ia melihat Jinyoung yang sedang membaca buku dengan seragam sekolah yang sudah rapi ia pakai. Refleks Baekhyun pun menghampiri putra bungsunya itu dan mengecup keningnya pelan.
"Selamat pagi sayang."
"Selamat pagi eomma."
Jinyoung dan Taehyung memiliki sifat dan karakter yang sangat bertolak belakang. Taehyung adalah tipikal anak yang nakal, banyak bicara dan cenderung pemalas, ia hanya tau bermain dan bermain saja. Berbeda sekali dengan Jinyoung yang lebih kalem dan cenderung pendiam. Ia hanya bicara seperlunya saja. Jinyoung juga tidak terlalu suka bermain dan lebih suka menghabiskan waktunya dengan membaca buku entah itu buku dongeng ataupun buku bacaan khusus untuk anak seusianya. Jinyoung adalah tipikal anak yang mandiri, ia selalu bangun sebelum ibunya bangun. Makan dan menyiapkan pakaiannya sendiri. Ia juga sering membantu ibunya beres-beres rumah. Jinyoung ini seperti replika dari Chanyeol. Sifat mandiri dan kedewasaan yang ia tunjukan benar-benar mengingatkan Baekhyun pada Chanyeol padahal putra keduanya ini masih duduk dikelas dua SD. Wajahnya pun terlihat sangat mirip dengan Chanyeol ketika ia masih kecil.
"Apa yang sedang kau baca sayang?"
"Aku sedang membaca puisi eomma, Jinyoungie mau ikut lomba puisi."
"Lomba puisi?"
Jinyoung mengangguk. "Guru Song mengadakan lomba puisi dikelas. Nanti pemenangnya akan dapat hadiah satu kotak permen cokelat."
"Permen cokelat? Kenapa kau tidak minta pada eomma? Eomma bisa membelikanmu permen cokelat yang banyak."
Jinyoung langsung menggeleng. "Aniyo eomma, aku ingin permen cokelat dengan usahaku sendiri." ucapnya dengan nada yang sangat polos.
Baekhyun tersenyum mendengarnya, kalimat yang Jinyoung ucapkan bahkan sama dengan apa yang selalu Chanyeol ucapkan dulu. Mereka berdua benar-benar sangat mirip.
CUP
"Eomma bangga padamu sayang, lanjutkan kegiatanmu. Eomma mau membangunkan kakakmu yang pemalas itu."
Jinyoung mengangguk. "Ne, eomma."
Baekhyun membuka pintu kamar anaknya, Jinyoung dan Taehyung tidur di dalam satu kamar yang sama. Baekhyun menghela nafasnya pelan ketika melihat Taehyung tidur dengan sangat berantakan. Selimut dan bantalnya terlempar ke lantai dan tubuhnya pun hampir saja jatuh karena posisi tidurnya yang sangat berantakan. Banyak bungkus makanan yang beserakan di lantai dan hal itu tentu saja membuat Baekhyun kesal. Pemandangan itu terlihat sangat kontras dengan ranjang kasur milik Jinyoung yang terlihat begitu rapi. Anak itu selalu punya kesadaran untuk membereskan tempat tidur setelah ia bangun.
"Taehyungie ayo cepat bangun." Baekhyun menepuk-nepuk pipi anaknya itu dengan gemas.
"Taehyung ini sudah jam berapa? Ayo cepat bangun, kau harus pergi ke sekolah."
"Eunghh 5 menit lagi eommaaa.. "
"Tidak ada tawar menawar anak pemalas, ayo cepat bangun atau eomma tidak akan membuatkan cake strawberry kesukaanmu lagi."
"Aaaahhh aku masih mengantuk eomma." Taehyung merajuk sambil terus menutup matanya erat.
Baekhyun menghela nafas. "Ayo cepat bangun Taehyungie."
Pria cantik itu langsung mengangkat tubuh anaknya dan menggiringnya ke kamar mandi. Taehyung tentu saja berontak, ia bahkan sampai menangis karena tidak mau dimandikan.
BYURRR
"Huweeee eomma dingin hiks.. "
Taehyung menangis hiateris ketika Baekhyun menyiram tubuhnya dengan air dingin.
"Jika tidak seperti ini kau akan terus mengantuk Tae-ah.. "
BYURRR
"HUWEEEEE EOMMA.. "
Beginilah aktivitas Baekhyun setiap hari, ia harus mengurus kedua anaknya seorang diri tanpa ada Chanyeol disampingnya. Tapi Baekhyun tetap bersyukur, ia bersyukur karena dengan begini ia bisa menjadi manusia yang lebih mandiri. Dan yang terpenting, ia punya banyak kesempatan untuk melihat dan mengurus tumbuh kembang anak-anak kesayangannya.
.
.
.
"Ini cheese cake yang anda pesan tuan, terimakasih."
Baekhyun tersenyum pada seorang pelanggan pria yang memesan kue keju padanya, setelah pria itu pergi, Baekhyun terdiam melihat uang yang diberikan pria itu. Toko kuenya sedang sepi hari ini, dan disaat sepi seperti ini lah Baekhyun selalu kebingungan karena ia tidak punya kegiataan yang bisa ia lakukan. Baekhyun selalu berusaha menyibukan diri karena ketika ia tidak melakukan apapun, ia akan selalu teringat pada Chanyeol.
"Hiks.. "
Baekhyun menunduk, ia selalu menangis ketika ia sendirian seperti ini. Baekhyun tidak pernah menunjukan rasa sedihnya dihadapan Taehyung dan Jinyoung karena ia tidak ingin anak-anak nya melihat ia menangis. Hanya disaat seperti inilah Baekhyun bisa menunjukan sisi lemahnya tanpa diketahui siapapun. Baekhyun sangat merindukan Chanyeol, ia benar-benar merindukan lelakinya itu. 7 tahun pergi ke perantauan Chanyeol jarang sekali menghubunginya. Ia hanya bisa mengetahui kabar suaminya itu dari Minhyuk yang memang ikut merantau bersama suaminya. Chanyeol tidak pernah menghubunginya secara langsung. Pria itu selalu menanyakan kabar anak dan istrinya melalui Minhyuk. Baekhyun tidak tau kenapa Chanyeol bersikap seperti itu, tapi Minhyuk berkata bahwa Chanyeol punya alasan kenapa ia tidak pernah menghubungi Baekhyun secara langsung. Minhyuk terus meyakinkan Baekhyun bahwa Chanyeol tidak pernah sekalipun melupakan mereka, Chanyeol selalu mengingat keluarganya bahkan ketika ia tertidur. Pria tinggi itu hanya menunggu waktu yang tepat untuk menemui Baekhyun. Ia ingin bertemu dengan Baekhyun ketika ia telah menjadi laki-laki yang pantas untuk Baekhyun. Sekarang sudah tujuh tahun berlalu, dan ia tidak tau sampai kapan ia harus menunggu.
"Hiks, aku merindukanmu Chanyeol ah, aku sangat merindukanmu."
KRING
Suara lonceng di depan toko berbunyi pertanda ada pelanggan yang datang, Baekhyun pun langsung berbalik dan mengusap airmatanya cepat.
"Permisi, apakah aku bisa memesan sekotak kue strawberry untuk istriku?"
"Tentu tuan, anda-"
DEG
Baekhyun langsung mematung ketika ia berbalik, jantungnya seolah berhenti berdetak dan matanya membulat terkejut ketika melihat sesosok pria tinggi yang berdiri dihadapannya.
"Lama tidak bertemu.. Istriku sayang." ucap si pria itu sambil tersenyum tampan.
"C-Chanyeol.. "
.
.
.
"Hiks Chanyeol akhirnya kau pulang juga nak.. "
Heechul menangis tesedu sambil memeluk tubuh tinggi putranya dengan erat. Ia tak mampu menahan tangisan kebahagiaannya karena akhirnya ia bertemu kembali dengan putera kebanggaannya.
Mereka semua berkumpul di rumah Donghae sekarang, kepulangan Chanyeol yang sangat tiba-tiba ini jelas sangat membuat keluarganya terkejut. Donghae bahkan sampai menunda keberangkatannya ke Spanyol hanya untuk bertemu dengan menantu kesayangannya.
"Eomma sangat merindukanmu Chanyeol ah hiks."
Chanyeol balas memeluk tubuh ringkih ibunya itu dengan tak kalah erat. "Aku juga sangat merindukan eomma."
Chanyeol melepas pelukannya. Ia beralih untuk memeluk ayah mertuanya yang juga balas memeluknya erat.
"Kau semakin tampan saja Chanyeol ah."
Chanyeol tertawa. "Terimakasih aboeji."
Chanyeol beralih menatap istrinya itu yang sedaritadi tidak berhenti menangis. Pria bertubuh kekar itu tersenyum sambil mengusap airmata Baekhyun dengan lembut.
"Kenapa kau terus menangis sayang? Aku kan sudah berada disini."
"Hiks, kenapa kau baru datang sekarang? Apa kau tau betapa aku sangat mengkhawatirkanmu? Anak-anak kita juga terus menanyakan keberadaanmu padaku. Kau jahat Chanyeol ah hiks kau tega sekali membuatku menunggumu hingga selama ini."
Chanyeol tertawa pelan mendengarnya, ia langsung memeluk tubuh mungil istrinya itu dan tak mau melepaskannya sekalipun Baekhyun terus berontak.
"Maafkan aku sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu menunggu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menemuimu. Aku ingin bertemu denganmu setelah aku menjadi Chanyeol yang bisa kau banggakan."
Baekhyun menangis tersedu-sedu, ia memeluk tubuh lelakinya itu dengan erat. Ia bahagia, ia benar-benar sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan pria yang amat sangat ia cintai ini.
.
.
.
"Jadi selama ini apa yang kau lakukan di Jeju? Apa yang kau kerjakan disana hingga tidak pulang selama 7 tahun?"
Chanyeol tersenyum tipis mendengar pertanyaan Baekhyun. "Tentu saja aku bekerja, pertama kali aku datang kesana aku luntang lantung tidak jelas. Aku dan Minhyuk harus tidur di pinggir jalan karena tidak punya cukup uang untuk menyewa kamar. Makan pun kami seadanya selama beberapa hari sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang pendiri tenaga penyalur tenaga kerja disana. Aku dan Minhyuk ditampung disana dan kami disalurkan untuk menjadi seorang petugas kebersihan di sebuah pusat perbelanjaan, aku bekerja disana selama dua bulan. Setelah aku punya uang yang cukup, aku kembali membuka bisnis reparasi online disana. Karena minimnya saingan, bisnisku berkembang dengan sangat pesat di Jeju. Dalam sehari aku bisa mendapat 10 sampai 15 pelanggan. Aku punya banyak karyawan yang membantu pekerjaanku disana. Aku bahkan sampai dapat penghargaan dari Walikota Jeju karena telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk para pemuda disana.
Baekhyun, Heechul dan Donghae tersenyum bangga mendengarnya. Mereka sangat senang karena Chanyeol tidak kembali ke Seoul sebagai seseorang yang gagal.
"Uang yang aku peroleh aku gunakan lagi untuk membuat bisnis baru dibidang lain. Setidaknya sekarang aku sudah punya 4 bengkel besar, 3 buah penginapan mewah, 5 toko bangunan dan 18 restoran Korea yang tersebar di Jeju dan Jepang."
"Jepang? Kau juga punya restoran disana?"
Chanyeol mengangguk. "Aku menyebar invasi restoran milikku sampai ke Jepang dengan dibantu oleh sahabat sewaktu SMA ku dulu Kim Jongin. Sekarang aku juga sedang membangun 3 cabang restoran baru di daerah Okinawa."
Baekhyun benar-benar dibuat kagum dengan suaminya itu, 7 tahun merantau keluar kota dan ia sudah sesukses ini.
"Kau benar-benar sukses sekarang Chanyeol ah, aboeji senang sekali mendengarnya. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Kau adalah seorang pekerja yang gigih dan sekarang kau bisa memetik hasil dari kerja kerasmu selama ini."
Chanyeol tersenyum. "Aku bisa seperti ini berkat do'a dan dukungan dari kalian semua juga. Oh iya, dimana Taehyung dan Jinyoung? Aku ingin sekali bertemu dengan mereka."
"Mereka masih disekolah, Tuan Lee sedang menjemputnya. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai."
BRUUM BRUUM
Tepat setelah Baekhyun selesai berbicara, mobil yang dikendarai oleh Tuan Lee pun terparkir di depan gerbang rumah.
"Jinyoungie, kita lomba berlari kedalam rumah. Siapa yang lebih dulu sampai boleh mencium eomma duluan. Kau setuju?" ucap Taehyung sambil melompat keluar dari mobil.
Jinyoung yang juga ikut melompat turun dari mobil langsung mengangguk mengiyakan ajakan kakaknya.
Taehyung menyeringai. "Baik, ayo kita mulai. Hana, dul, set.. "
Kedua anak kecil itu langsung berlari dari gerbang rumah Donghae sampai kedalam rumah, kedua anak kecil itu tertawa terbahak-bahak sampai tidak menyadari tatapan penuh rasa kerinduan dari seseorang yang ditunjukan pada mereka.
HUP
"Yeaayyy aku menang, Taehyungie boleh mencium eomma duluan." ucap Taehyung dengan semangat sambil memeluk ibunya dengan erat.
Jinyoung yang kalah cepat pun hanya bisa tersenyum lucu melihat ekspresi kebahagiaan yang ditunjukan oleh kakaknya.
Baekhyun ikut tersenyum, ia memeluk tubuh kecil putra pertamanya dengan gemas. Ia juga merentangkan satu tangannya untuk merengkuh tubuh anak bungsunya.
Jinyoung dengan perlahan berjalan kedalam dekapan ibunya.
CUP
Taehyung mencium bibir ibunya dengan cepat. "Taehyungie sayang eomma."
CUP
Jinyoung ikut mengecup bibir ibunya dengan lembut. "Jinyoungie juga sayang eomma."
"Eomma juga sayang kalian." Baekhyun mendekap tubuh mungil keduanya dengan erat.
"Taehyungie, Jinyoungie, lihat ada siapa disana." ucap Baekhyun sambil menatap Chanyeol yang duduk dihadapannya.
Chanyeol sontak saja terkejut, ia benar-benar gugup ketika keempat mata polos itu menatapnya. Gejolak kebahagiaan begitu menggerola di dalam hatinya, ia pergi meninggalkan Taehyung ketika ia baru berusia 1 tahun dan Jinyoung berusia 1 minggu. Sekarang mereka sudah tumbuh besar dan Chanyeol benar-benar tidak mampu untuk menahan airmatanya, selama ini ia hanya tau perkembangan kedua buah hatinya dari Minhyuk. Ini adalah kali pertama baginya bertemu secara langsung dengan mereka setelah sebesar ini.
"Kalian tau siapa dia?"
Taehyung mengernyitkan alisnya bingung, ia seperti pernah melihat wajah ahjussi ini tapi ia tidak ingat. Jinyoung terdiam untuk beberapa detik, ia mengamati wajah maskulin pria dewasa dihadapannya sebelum akhirnya matanya membulat sempurna.
"APPA." ucap Jinyoung kencang hingga membuat Taehyung terlonjak.
Chanyeol pun tampak terkejut, airmatanya seolah semakin sulit ia bendung ketika Jinyoung memanggilnya dengan sebutan 'Appa.'
"Appa.. " Jinyoung langsung turun dari pangkuan Baekhyun dan berlari kedalam pelukan Chanyeol. Pria tinggi itu langsung memeluk tubuh anaknya itu erat dan menciumi wajahnya berkali-kali.
"Appa?" Taehyung tampak kebingungan, ia masih kesulitan mengingat wajah pria yang dipanggil ayah oleh adik kecilnya.
"Kau tidak ingin memeluknya juga? Dia ayahmu Tae.. Park Chanyeol, ayah kandungmu."
Taehyung tersentak kaget, ayahnya? Dengan cepat ia menatap sekali lagi wajah pria itu dengan seksama selama beberapa saat hingga kedua matanya membelalak.
"APPA." Taehyung pun berteriak, ia turun dari pangkuan Baekhyun dan langsung berlari kearah Chanyeol.
HUP
Chanyeol dengan sigap meraih tubuh putra sulungnya itu dan memeluknya juga. Ia menciumi wajah Taehyung dengan penuh rasa haru.
Baekhyun tersenyum senang melihatnya, selama ini ia memang selalu menceritakan tentang Chanyeol pada anak-anaknya. Ia selalu memperlihatkan foto-foto Chanyeol yang ia simpan kepada anak-anaknya agar mereka tidak merasa asing pada sosok Chanyeol. Baekhyun tidak ingin anak-anaknya tidak mengenal siapa sosok ayah mereka. Baekhyun juga tidak ingin kedua anaknya punya prasangka dan pemikiran buruk terhadap Chanyeol hanya karena ia tidak banyak menghabiskan waktu dengan mereka. Baekhyun selalu menceritakan kebaikan-kebaikan Chanyeol hingga membuat anak-anaknya itu punya pemikiran yang baik tentang ayah mereka. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah 7 tahun berlalu, tidak heran jika Taehyung dan Jinyoung agak kesulitan untuk mengenali ayah mereka sendiri karena penampilan Chanyeol sekarang memang sudah banyak berubah. Ia terlihat jauh lebih dewasa dengan penampilan yang terlihat lebih berkelas. Tapi apapun itu, Baekhyun bahagia sekali hari ini. Ia bahagia karena pemimpin di dalam rumah tangganya akhirnya kembali, pasangan hidup nya kembali untuk memenuhi janjinya kepada istri dan anak-anaknya. Tidak ada yang lebih membahagiakan untuk Baekhyun daripada melihat 3 lelaki kesayangannya berkumpul dan saling mengasihi satu dengan yang lainnya.
'Aku mencintai kalian Chanyeol ah, Taehyungie, Jinyoungie.'
.
.
.
"Jadi selama ini kau tinggal disini?"
Baekhyun mengangguk, seharian ini Chanyeol mengajak mereka sekeluarga untuk bermain di sebuah taman hiburan terkenal di Seoul. Mereka baru bisa pulang kerumah setelah Taehyung dan Jinyoung ketiduran karena terlalu lelah bermain. Setelah menidurkan kedua putranya, Baekhyun pun langsung menggiring sang suami untuk tidur dikamarnya.
"Iya, ini adalah rumah yang aku sewa selama beberapa tahun belakangan. Aku sengaja menyewa rumah ini agar aku bisa hidup mandiri dan tidak terlalu bergantung pada eomma dan aboeji."
Chanyeol tersenyum, ia lantas mengusap rambut halus sang istri. "Aku senang mendengarnya, sekarang kau sudah bukan Baekhyun yang manja lagi seperti dulu."
Baekhyun ikut tersenyum. "Ngomong-ngomong, kau tau darimana jika aku punya toko kue?"
"Aku tau dari Minhyuk, ia yang memberitahukannya padaku."
Baekhyun mengangguk mengerti. "Sekarang kau pakai tato?" tanyanya ketika melihat sebuah tato tribal di lengan kanan atas suaminya.
Chanyeol mengangguk. "Aku membuat tato ini sekitar satu tahun yang lalu, Bagaimana menurutmu?"
"Bagus, kau terlihat sangat keren dengan tato itu." ucap Baekhyun dengan jujur. Tato itu memang membuat Chanyeol terlihat semakin macho. Baekhyun biasanya tidak terlalu suka dengan pria yang bertato, tapi entah kenapa ia suka sekali melihat Chanyeol dengan tato tribalnya itu. Daya tarik Chanyeol sebagai seorang dominan jadi semakin bertambah.
Tidak banyak yang berubah dari Chanyeol. Lelakinya itu masih tetap lelakinya yang dulu. Hanya saja sekarang Chanyeol terlihat lebih berkelas, pakaian yang ia kenakan tadi pun merupakan pakaian yang diproduksi oleh salah satu brand ternama. Dari segi fisik pun Chanyeol tampak terlihat lebih dewasa dan manly, tubuhnya semakin berotot dengan garis rahang dwajahnya yang semakin tegas. Selebihnya Chanyeol tetaplah Chanyeol yang sama. Bahkan kebiasaannya yang suka bertelanjang dada ketika hendak tidur pun masih sama seperti dulu.
"Ayo kita tidur Baek." ucap Chanyeol sambil berbaring diranjang kecil itu.
Baekhyun pun ikut berbaring, ia membaringkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Apakah kau akan tinggal dan menetap lagi disini Chanyeol ah?"
Chanyeol menggeleng. "Sebenarnya aku datang kemari untuk membawamu dan anak-anak pindah ke Jeju. Ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan disana."
"Pindah ke Jeju? Lalu bagaimana dengan toko kue ku?"
"Sebenarnya aku agak kurang suka jika kau mencari uang juga Baek, aku lebih suka kau menjadi ibu rumah tangga biasa saja. Mengurus rumah dan anak-anak."
"Apa aku harus menutup toko kue milikku?"
"Aku tidak memintamu begitu, jika kau memang ingin berjualan kue aku tidak akan melarang. Tapi ada baiknya jika kau fokus mengurus rumah dan anak-anak saja."
Baekhyun terdiam, sebenarnya ia begitu menikmati kegiatannya menjual kue-kue hasil buatannya sendiri. Tapi jika Chanyeol sudah memintanya untuk fokus mengurus keluarga, apa yang bisa Baekhyun lakukan? Bukankah ia harus menuruti setiap perkataan suaminya?
"Baiklah, jika kau memang inginnya seperti itu, aku akan menurut. Aku akan fokus mengurus rumah dan anak-anak saja, aku akan menjadi ibu rumah tangga yang baik."
Chanyeol tersenyum, ia mengecup kening sang istri dengan lembut. "Terimakasih karena sudah mau mendengarkan ucapanku."
"Lalu bagaimana dengan eomma jika kita pindah ke Jeju Chanyeol ah?"
"Aku akan sangat senang jika eomma juga mau ikut pindah ke Jeju, tapi sepertinya eomma tidak akan mau."
"Kenapa?"
"Eomma tidak akan mau meninggalkan makam mendiang ayahku. Ia ingin menemani ayahku sampai akhir hayatnya, eomma sendiri yang berkata seperti itu padaku. Mungkin aku hanya akan membelikannya sebuah rumah baru dan memberikannya modal usaha, biar bagaimanapun aku tidak mau ibuku terus-terusan hidup susah."
Baekhyun mengangguk mengerti, mungkin ia juga akan memberikan toko kue nya pada ibunya agar bisnis kuenya itu tetap bisa berjalan.
"Sebenarnya aku masih belum mengerti, sekarang kau benar-benar sudah menjadi orang kaya?"
"Aku tidak pernah menganggap diriku kaya, tapi aku selalu bersyukur atas apa yang sudah aku raih hingga saat ini."
"Aku agak sedikit khawatir.. "
"Khawatir?"
Baekhyun mengangguk. "Iya, aku khawatir. Ada 3 hal yang bisa membuat seorang pria menjadi lemah, pertama harta, kedua tahta dan ketiga wanita. Ketiga hal ini bisa membuat mata seorang lelaki buta, biasanya mereka suka bermain wanita dengan harta dan tahta yang mereka miliki. Mereka cenderung melupakan orang-orang yang berada bersamanya dari bawah. Aku takut hal itu terjadi padamu Chanyeol ah."
Chanyeol tersenyum. "Aku tidak seperti itu, aku akui memang banyak wanita yang mencoba mendekatiku selama di Jeju. Wanita Jeju itu cantik-cantik, jika imanku lemah mungkin sekarang aku sudah menikahi mereka satu persatu. Tapi aku bersyukur karena Tuhan masih menjaga imanku. Secantik apapun wanita diluaran sana, tetap tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan istri mungilku ini." ucapnya sambil mencubit gemas hidung sang istri.
Baekhyun tersenyum malu-malu. "Terimakasih karena sudah menjaga mata dan hatimu untukku sayang."
"Kau juga tidak melirik pria lain selama aku pergi kan?"
Baekhyun tertawa. "Tentu saja tidak, untuk apa aku mencari lelaki lain jika aku sudah punya lelaki sehebat dirimu?"
Chanyeol ikut tertawa. "Bagus kalau begitu."
"Lalu kapan kita akan pindah ke Jeju?"
"Secepatnya, tapi sebelum itu aku ingin pergi bulan madu bersamamu dulu sayang.. "
"Bulan madu?"
Chanyeol mengangguk. "Kita belum pernah pergi bulan madu kan selama ini?"
Baekhyun mengangguk, seingatnya mereka memang belum pernah pergi bulan madu.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama istriku disuatu tempat, tanpa anak-anak, tanpa eomma, tanpa aboeji dan tanpa pekerjaan apapun. Siapa tau saja setelah pulang dari bulan madu nanti, adik dari Taehyung dan Jinyoung akan tumbuh di dalam sini." ucap Chanyeol sambil menyentuh perut sang istri.
Baekhyun tertawa mendengarnya, hamil lagi? Baekhyun sama sekali tidak merasa keberatan untuk itu.
"Kau mau pergi bulan madu bersamaku?"
Baekhyun mengangguk. "Tentu saja aku mau."
"Kau mau pergi kemana? Kau bebas memilih tempat manapun yang ingin kau kunjungi."
"Benarkah?" Baekhyun tampak antusias.
"Tentu."
"Bali, aku ingin pergi ke Bali. Dari dulu aku ingin sekali pergi kesana."
"Bali?"
Baekhyun mengangguk. "Kita pergi ke Bali ya Chanyeol, aku mohon." ucapnya dengan sangat manja.
Chanyeol tersenyum tipis melihatnya. "Tentu, kita ke Bali."
Baekhyun tersenyum girang. "Terimakasih sayang." ucapnya sambil memeluk tubuh suaminya erat.
Chanyeol balas memeluk istrinya itu sambil mengecup keningnya lembut. "Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bahagia sayang."
.
.
.
"BALI." Baekhyun berteriak kencang dari arah balkon kamar hotel yang ia sewa bersama Chanyeol. Ia baru saja mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sekitar 17 menit yang lalu dan langsung menyewa sebuah kamar hotel tidak jauh dari Pantai Kuta. Butuh banyak perjuangan untuk bisa sampai disini karena Taehyung dan Jinyoung terus menangis histeris tak mau ditinggal. Tangis mereka baru mereda setelah Chanyeol menjanjikan akan membelikan banyak oleh-oleh dari Bali, barulah setelah itu mereka mengijinkan kedua orangtuanya untuk pergi berbulan madu ke Bali.
Baekhyun benar-benar sudah tidak sabar untuk berjemur di pantai, ia langsung berbalik tapi tubuhnya justru menabrak tubuh tinggi Chanyeol yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya.
"Chanyeol?"
"Kau mau pergi kemana Baek?"
"Aku ingin berjemur di pantai Chanyeol."
Chanyeol menggeleng. "Tidak semudah itu Baek, kau baru bisa berjemur dipantai setelah urusan kita selesai."
"Urusan apa?"
Chanyeol menyeringai, ia membisikan sesuatu ditelinga kanan istrinya hingga mata Baekhyun membulat terkejut.
"Sekarang?"
"Tentu." Chanyeol langsung menutup pintu balkon kamar mereka, mengangkat tubuh Baekhyun ala bridal dan membaringkannya diatas kasur.
.
.
.
"Cppkkhhh.. Cpppkhhh.. Cppkhh.. Mmmmh.. "
Kedua anak adam itu terus beradu ciuman dengan penuh nafsu. Yang lebih dewasa terlihat sangat mendominasi meskipun yang lebih mungil tetap tidak mau kalah.
Chanyeol sudah bertelanjang dada dengan kemaluan yang mengembung dibalik celana pendek yang ia kenakan sedangkan Baekhyun terus menggeliat resah dibawah kungkungan suaminya tanpa sehelai benang pun yang menempel ditubuh moleknya. Chanyeol terus menggesekkan kejantanan nya pada kemaluan Baekhyun yang berhasil menghasilkan lenguhan tertahan dari keduanya.
Chanyeol melepas ciuman mereka, ia kemudian beralih mencumbui leher jenjang pria mungilnya.
"Aaaahhh.. Aaahh Chanyeollhh hmmhh.."
Baekhyun melampiaskan rasa nikmat yang diberikan Chanyeol dengan cara meremas rambut sang suami dengan sensual.
"Aaaahhh.. "
Chanyeol menghisap, menggigit dan menjilat leher itu dengan penuh nafsu, ia menggerakan kepalanya dari arah sisi kanan leher menuju sisi sebelah kiri dan begitu seterusnya sampai tanda kissmark yang ia buat tersebar rata di leher putih Baekhyun.
PLOP
"Aaaaahh.. "
Baekhyun melenguh lagi ketika Chanyeol melepaskan hisapan pada lehernya.
Pria tinggi itu kemudian beralih pada kedua dada berisi baekhyun, Chanyeol sangat menyukai bagian ini. dada Baekhyun adalah bagian favorit Chanyeol, ia begitu merindukan dada berisi ini selama 7 tahun terakhir. Tidak ada yang berubah dari dada berputing sewarna merah muda ini. Tetap mulus, putih dan sangat kenyal saat disentuh. Sampai sekarang Chanyeol masih tidak mengerti kenapa Baekhyun yang notabene nya adalah seorang laki-laki bisa dikaruniai dada seindah ini yang tentu saja bisa membuat penis pria manapun berdiri tegak.
"Aahhhh Chanyeolhh.. "
Baekhyun mendesah kencang ketika Chanyeol menghisap puting sebelah kanannya dengan rakus seperti seorang bayi yang menyusu pada ibunya, dadanya ia busungkan keatas guna memudahkan Chanyeol untuk melumatnya. Tangan sebelah kiri Chanyeol tidak tinggal diam, ia meremas dan memilin puting sebelah kiri sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk mengocok kemaluan super mungil milik Bekhyun.
CLOK.. CLOK.. CLOKK
Suara kulit penis Baekhyun yang beradu dengan telapak tangan Chanyeol terdengar begitu erotis dan semakin erotis karena Baekhyun tidak berhenti mendesah manja.
Chanyeol beralih menghisap puting sebelah kiri dan kini tangannya secara bergantian mengocok kemaluan Baekhyun juga memilin dan meremas dada sebelah kanan istrinya.
Chanyeol membuat lingkaran di area puting kiri Baekhyun dengan lidahnya kemudian ia menjilat dan mempermainkan puting itu.
"Chanhh ahhh... Aku sudah tidak tahan."
Chanyeol langsung melumat dan menghisap puting itu dengan sangat kencang.
Slruppppp
"Aaaaaahhhh... "
Baekhyun melenguh lagi, kali ini bahkan lebih kencang dari sebelumnya. Ia menjambak rambut Chanyeol dengan kencang, Chanyeol meringis karenannya, rasa sakit dan nikmat itu seolah melebur menjadi satu.
Chanyeol kembali beralih untuk menikmati dada sebelah kanan Baekhyun lalu setelahnya beralih ke kiri, ke kanan, ke kiri, ke kanan dan begitu seterusnya. Chanyeol menghabiskan banyak waktu untuk menikmati dada berisi itu karena dia memang sangat menyukainya, ia bisa dengan mudah terangsang hanya dengan melihat puting sewarna merah muda itu.
Kini dada itu sudah tidak seputih sebelumnya, kissmark tersebar dimana-mana dengan liur yang menempel disana sini.
Chanyeol mencium dada itu sekali lagi sebelum beralih pada perut rata Baekhyun, sama seperti sebelumnya ia memberikan banyak kissmark di area sana.
Setelah selesai, ia mengelus dan menciumi kedua paha Baekhyun dengan gemas.
Baekhyun terus bergerak gelisah dibawahnya, pahanya ia rapatkan dengan sengaja untuk menggoda Chanyeol.
Melihat kemaluan Baekhyun yang sudah menegang sempurna, Chanyeol menolehkan atensinya sebentar pada wajah cantik nan ayu pujaan hatinya itu, terlihat sekali wajahnya memerah entah karena malu atau karena terangsang.
Chanyeol tersenyum kemudian, ia kembali memfokuskan atensinya pada kemaluan mungil istrinya dan dengan jahil menjilati pucuk kemaluan Baekhyun.
"Aaahhhh.."
Baekhyun melenguh lagi, tubuhnya bahkan sampai bergetar hebat. sekali lagi Chanyeol menjilati bagian itu dengan sensual dan lagi-lagi tubuh Baekhyun bergetar tak kalah hebat dari sebelumnya, Chanyeol tertawa pelan melihat reaksi pria mungilnya itu. Lagi dan lagi ia menggoda Baekhyun dengan menjilati kemaluan mungil itu.
"Aaaaahhh Chanyeolhh jangan menggodaku terus."
Entah sengaja atau tidak, Baekhyun tiba-tiba saja mengangkat pahanya tinggi-tinggi hingga kemaluannya berada dekat dengan mulut Chanyeol.
Chanyeol tersenyum singkat, 7 tahun berpisah dengan istrinya ternyata sekarang Baekhyun sudah berubah menjadi sedikit lebih agresif. Tidak ingin membuat belahan jiwanya merasa kecewa, ia pun langsung mengulum kemaluan mungil itu.
"Aaaahhhh.. "
Tubuh Baekhyun melengkung hebat, wajahnya memerah sempurna dan tubuhnya bergetar tak kalah hebat. Rasanya seperti ia tengah diterbangkan ke atas awan.
"Aaaahhhh... Aaahhhhh... Chanyeollhh ahhh.."
Chanyeol melaju mundurkan kepalanya dengan cepat, tak berapa lama kemaluan Baekhyun pun mulai berkedut cepat hingga akhirnya menyemburkan cairan berwarna putih kedalam mulut Chanyeol.
"Aaaahhh.. " Baekhyun terbaring lemah setelah ejakulasi pertamanya. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan sayu.
Chanyeol menelan seluruh cairan Baekhyun kemudian, setelah itu ia langsung bangkit dan melepaskan celananya dengan cepat hingga kini ia juga sama-sama telanjang bulat sama seperti Baekhyun.
Baekhyun merona hebat ketika melihat kejantanan besar yang mengacung tegak itu, kejantanan Chanyeol sangat besar dan panjang dengan urat-urat kencang yang melingkari Batang keperkasaan itu. Benda itu juga ditumbuhi bulu-bulu yang sangat lebat dan hitam, Chanyeol sepertinya memang sengaja tidak mencukur bulu-bulu itu, tapi jujur Baekhyun menyukainya. itu terlihat sangat seksi dan jantan. Baekhyun merasa benda itu semakin besar saja setelah tak melihatnya selama 7 tahun.
"Kenapa hanya dilihat saja? Memangnya kau tidak merindukan benda ini?"
GLUKK
Baekhyun menelan ludahnya gugup, darahnya seolah berdesir halus ketika melihat benda itu mengacung tegak dan berkedut-kedut kencang seolah memancingnya untuk disentuh. Chanyeol terlihat ribuan kali lebih seksi dan menggairahkan ketika dalam kondisi telanjang seperti sekarang. bahunya terlihat sangat lebar dan tegap dengan dada yang sangat bidang, rambutnya terlihat acak-acakan dan sedikit basah karena keringat, belum lagi suara beratnya yang terdengar sangat seksi di telinga Baekhyun. Jangan lupakan perut kotak-kotaknya yang terbentuk dengan sangat sempurna. Tato tribal dilengan kanannya juga semakin mengokohkan identitas Chanyeol sebagai seorang pria jantan dan perkasa. Baekhyun berani bertaruh, diluar sana pasti banyak sekali wanita yang berharap bisa melihat Chanyeol yang sedang telanjang seperti ini, tapi sayangnya hanya Baekhyun seorang yang bisa melakukan itu. Hanya ia yang bisa melihat dan menikmati tubuh pria jantan ini sepuasnya.
Chanyeol yang melihat istrinya yang terus terdiam akhirnya menarik tangan Baekhyun lembut untuk bangun dan setelahnya ia menuntun tangan kecil itu untuk menggengam kejantanan raksasanya.
"Pegang dia seperti ini dan manjakan dia sayang."
Chanyeol merapatkan tubuh keduanya dengan tangan kanan yang meremas bongkahan pantat Baekhyun, ia juga menciumi kening Baekhyun dengan sangat lembut dan penuh perasaan Cinta.
Baekhyun merona hebat sekarang, tangannya ia gerakan untuk mengelus dan mengocok kesejatian itu yang sudah sangat keras seperti kayu.
"Chanyeol.. "
"Iya sayang.. "
Chanyeol menjawab panggilan istrinya itu dengan lembut, Baekhyun menolehkan kepalanya keatas dan langsung bertatapan dengan mata bulat namun terlihat tegas milik suaminya.
"Kenapa kau bisa sangat tampan seperti ini Chanyeol ah? Aku juga ingin menjadi tampan seperti mu.. "
Chanyeol tertawa geli mendengarnya. "Kau cantik sayang, aku lebih menyukaimu yang seperti ini.. "
"Tapi aku juga ingin terlihat tampan seperti mu Chanyeol ah." ucapnya kesal sambil mempercepat tempo kocokannya pada kesejatian Chanyeol.
"Uuhh.. "
Chanyeol melenguh dan menengadahkan kepalanya keatas dengan Mata terpejam erat karena rangsangan itu, nafasnya mulai kembali memburu karenanya. Sudah lama sekali rasanya ia tidak merasakan telapak tangan halus itu menyentuh kelelakiannya. Rasanya sangat nikmat.
"Baekhyun.. " ucapnya dengan suara yang sangat berat.
Ia memegang dagu istrinya itu dengan tangan kanannya dan mencium bibir itu dengan lembut, ia memagut bibir itu dengan penuh perasaan hingga Baekhyun ikut terlena dan memejamkan matanya juga.
"Ahhhh.. "
Baekhyun melenguh pelan setelah ciuman itu terlepas, Chanyeol mengelus pipi putih Baekhyun dengan sangat lembut.
"Aku sangat mencintaimu Baek, tidak ada sesuatu apapun yang bisa menggambarkan betapa besar rasa cinta dan sayangku padamu. Kita bepisah dalam waktu yang sangat lama. Tahun-tahun sebelumnya adalah waktu yang sangat kelam untukku. Aku harus melewati kehidupanku sendirian tanpa bisa melihat wajah cantikmu lagi. Aku tidak bisa memelukmu, menciummu, bercumbu denganmu dan melihat senyumanmu lagi. Tapi penantianku selama ini akhirnya terbayar, aku bisa bertemu lagi denganmu dan melepaskan seluruh rasa rindu yang membuncah di dalam hatiku. Aku bahagia, aku bahagia karena bisa melihat senyuman diwajah cantikmu ini lagi sayang."
Chanyeol mengakhiri ucapannya, ia mengelus pipi putih Baekhyun yang basah karena airmatanya. Baekhyun menangis, ia menangis haru karena mendengar pernyataan penuh cinta dari suaminya. Istri mana yang akan tidak tersentuh jika diperlakukan dengan begitu istimewa seperti ini?
"Hiks.. "
Chanyeol mengusap airmata itu dengan lembut, ia menatap wajah cantik istrinya dengan pandangan memuja, perlahan tapi pasti Baekhyun mulai mengeliminasi jarak diantara mereka berdua, Chanyeol cukup terkejut tentu saja tapi ia akhirnya ikut memejamkan mata dan menikmati ciuman yang begitu memabukkan ini.
.
.
.
"Ckkpmhh.. Mmphh.. Ckkmphh.. "
Suara kecipak saliva itu masih terdengar erotis, sekarang Chanyeol sudah terbaring diranjang dengan Baekhyun yang menindih tubuhnya. Bukan hanya sekedar ciuman, mereka juga saling melumat dan menghisap, perang lidah pun tidak bisa terelakkan lagi meskipun pada akhirnya Chanyeol si dominan lah yang selalu menang. Awalnya Baekhyun ingin lebih liar dari Chanyeol tapi apalah daya suaminya itu terlalu kuat sebagai dominan. Ia sudah ditakdirkan sebagai seorang submissive yang hanya mampu mendesah dan mendesah liar dibawah kekuasaan Chanyeol.
Baekhyun melepas ciuman itu, ia menatap Chanyeol dengan pandangan sayu, jari-jari lentik miliknya mulai bergerak seduktif mengelus dada bidang suaminya. Chanyeol memejamkan matanya erat menikmati sentuhan itu, area dada termasuk salah satu bagian tubuh Chanyeol yang paling sensitif.
"Channhh.. "
"Hmmm.. " Chanyeol hanya bergumam sebagai balasan.
"Apa aku boleh mencium mu?"
Chanyeol tidak menjawab, ia masih menikmati sentuhan tangan baekhyun di area dadanya.
"Apa aku boleh menyentuhmu? mengulum mu? Menjilat mu? Mengendusmu dan membawamu pada kenikmatan dunia?" tanyanya dengan nada suara yang sangat erotis.
Chanyeol membuka matanya perlahan, ia ulurkan tangannya untuk menyentuh pipi putih yang merona merah itu.
"Lakukan apapun yang kau inginkan sayang, aku milikmu."
Baekhyun tersenyum dengan sangat manis, dengan perlahan ia menundukan kepalanya dan mencium bibir tebal pria dibawahnya.
Ia miringkan kepalanya ke kiri dan ia pejamkan matanya juga untuk lebih meresapi tekstur kenyal dari bibir pria perkasa itu.
Chanyeol ikut memejamkan matanya, kali ini ia ingin baekhyun yang lebih mendominasi permainan.
Baekhyun menghisap bibir bagian atas dan bawah Chanyeol secara bergantian, kemudian ia masukan kembali lidahnya kedalam mulut Chanyeol dan kembali melakukan perang lidah.
Chanyeol hanya menanggapi seperlunya saja, ia akan membiarkan baekhyun menang untuk kali ini.
Slruppppp
"Uuuuhh.. "
Pria jantan itu melenguh pelan ketika Baekhyun menghisap lidahnya. Sembari menikmati bibir tebal pria itu, tangan Baekhyun bergerak meraba Batang kejantanan Chanyeol yang sudah menegak sempurna, ia kocok benda pusaka suaminya itu dengan penuh kehati-hatian.
"Uuuhhh.. "
Lagi-lagi Chanyeol melenguh keras karenanya, lenguhannya teredam oleh ciuman mereka. Baekhyun menyeringai tipis dalam ciuman itu.
"Kau menyukainya Chanyeol ah?"
Ucap Baekhyun setelah ciuman itu terlepas. Chanyeol hanya memandang sayu pria cantik itu, Ingin sekali rasanya ia membalik keadaan dan membuat Baekhyun mendesah pasrah dibawah kungkungan nya. Tubuhnya sudah terlanjur dikuasai oleh hawa nafsu.
Baekhyun tersenyum lagi, ia kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga kanan Chanyeol.
"Kau sangat tampan Chanyeol ah.. aku hhhh" bisiknya dengan seduktif, ia sengaja menghembuskan nafasnya ke telinga Chanyeol agar lelakinya itu semakin terangsang.
"Aaaahhh.. "
Baekhyun berhasil, ia berhasil membuat Chanyeol mendesah karena perbuatannya, ia semakin mempercepat kocokannya pada kejantanan Chanyeol.
Chanyeol bergidik geli, pria berusia 38 tahun itu tidak pernah membayangkan jika Baekhyun bisa seagresif ini setelah lama mereka tak bertemu. Sekarang ia bisa melihat sisi lain dari pasangannya itu.
"Lihat rahang tegas ini.. "
Baekhyun mengelus rahang Chanyeol dengan lembut. "Begitu kuat dan tegas.. " ia ciumi berulang kali rahang itu dengan penuh perasaan.
"Dan bibir ini.. Juga sangat tebal."
CUP
Ia cium sekali lagi bibir tebal itu.
"Lihat bahu ini, begitu lebar dan kokoh.. " Baekhyun menyusupkan kepalanya pada bahu tegap itu.
CUP
Kemudian ia ciumi lagi dengan gemas.
"Dan dada ini.. akan sangat nyaman jika aku bersandar disini.. Aku benar-benar sangat menyukainya." ucapnya sambil bersandar pada dada sebelah kanan Chanyeol, tangan kanannya ia gunakan untuk membelai dada sebelah kiri.
"Begitu kuat dan kokoh."
CUP
"Otot bisep ini dan juga perut kotak-kotak ini, dan jangan lupa paha yang sangat kokoh, keras dan kuat. Chanyeol.. Kau sangat indah."
CUP.. CUP.. CUP.. CUP
ia menciumi setiap jengkal dari tubuh suaminya dengan lembut, Chanyeol sendiri hanya bisa diam menikmati apa yang pujaan hatinya itu lakukan.
"Dan ini.. kenapa begitu besar, tegap dan keras?"
"Uuuhh.. " Chanyeol melenguh lagi ketika Baekhyun mulai mengocok kejantanan nya dengan tempo yang lebih cepat.
Baekhyun memasukan kepala penis Chanyeol kedalam mulutnya, ia berusaha memasukan seluruh Batang raksasa itu kedalam mulutnya, tapi apa daya mulut Baekhyun terlalu mungil untuk bisa menampung penis Chanyeol, hanya setengah dari penisnya saja yang berhasil masuk ke dalam mulut Baekhyun.
Meskipun batang miliknya tidak berhasil masuk sepenuhnya, tapi Chanyeol masih bisa merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar dikejantanannya. rasanya hangat, basah dan nikmat.
Baekhyun memaju mundurkan kepalanya dengan tempo teratur dan tangan kanannya yang bergerak meremas buah zakar Chanyeol.
"Uuuuhhh.. " Chanyeol menggeram lagi, ia hanya mampu mencengkeram sprei kasur untuk melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan.
"Ahhhhh.. Ahhhh B-Baekhyunnnhh ahhh.. "
Chanyeol benar-benar dibuat gila olehnya, Baekhyun mengoral penisnya dengan sangat baik, ia menjilat, menghisap dan mengulum penisnya juga. rasanya Chanyeol seperti diterbangkan kelangit ketujuh.
Luar biasa sekali..!
PLOP
Tiba-tiba Baekhyun melepaskan kulumannya pada kesejatian Chanyeol. "Aku rasa sudah cukup.. " ucapnya dengan polos.
"Jadi kau sudah selesai sekarang?" tanya Chanyeol sambil menyeringai lebar, ia bagkit dari tidurnya dan langsung memeluk tubuh Baekhyun, mereka berciuman lagi, kali ini bahkan lebih panas dari sebelumnya.
BRUKK
Kini Chanyeol membalik keadaan, tubuh Baekhyun ia baringkan dibawah tubuhnya.
"Mari kita mulai permainan yang sebenarnya sayangku."
Baekhyun hanya bisa tersenyum malu dibawah kungkungan tubuh besar suaminya.
Pria bertelinga peri itu mengocok penisnya pelan, setelah siap ia langsung memasukan kejantanan nya kedalam lubang surgawi istrinya.
JLEB
"AHHHHH.. "
Baekhyun berteriak histeris ketika Batang kejantanan itu baru masuk setengah nya, air matanya langsung keluar saking sakitnya penetrasi ini. Lubangnya sudah terlalu lama tidak dipakai untuk berhubungan seks, ini pertama kalinya mereka berhubungan lagi setelah 7 tahun berpisah. Lubangnya butuh untuk beradaptasi lagi, penetrasi yang dilakukan langsung seperti ini benar-benar membuatnya kesakitan. Rasanya seperti waktu ia melepas keperawanannya dulu. Baekhyun bahkan tidak pernah bisa melupakan rasa sakit itu.
"Uggghh ketath sekaliii.. " Chanyeol yang sudah ditutupi oleh kabut nafsu itu pun seolah tidak menyadari teriakan kesakitan Baekhyun. Ia sudah ditenggelemkan oleh nikmatnya jepitan hangat dari lubang surgawi yang sudah lama tidak ia kunjungi. Baru setengah yang masuk tapi rasanya sudah senikmat ini, entah apa jadinya jika seluruh miliknya tertanam sempurna di dalam sana.
JLEB
"AHHHHHH SAKIT HIKS.. "
Chanyeol memejamkan matanya erat, penisnya seperti dicengkeram dengan sangat kuat oleh anus Baekhyun. rasa nikmat itu bahkan membutakan Chanyeol akan airmata dan teriakan kesakitan Baekhyun.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Ia langsung menghujam lubang Baekhyun dengan sangat cepat dan kasar tanpa menunggu lubang Baekhyun untuk menyesuaikan terlebih dahulu.
"Ahhhhh Channhh sakit hiks, sakit sekali hiks.. "
Kenikmatan itu seolah membutakan mata dan hati Chanyeol, ia tidak peduli Baekhyun kesakitan atau tidak, yang ia pikirkan sekarang hanyalah menjemput kenikmatan nya sendiri saja. Ia sudah terlalu lama menahan hasratnya dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk melepaskan seluruh birahi yang membelenggu hatinya selama ini.
"Ooohhh fuck Baekhyun ah.. Ini n-nikmat sekali sayang ahhhhh.. "
"Hiks.. "
Baekhyun mencakar bahu chanyeol untuk melampiaskan rasa sakit yang ia terima. Tapi meskipun begitu, Chanyeol seperti tidak menyadari jika bahunya berdarah karena cakaran itu. Ia terlalu larut dalam kenikmatan duniawi yang Baekhyun berikan untuknya.
.
.
.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Hiks.. "
Baekhyun masih menangis, sudah sekitar 15 menit Chanyeol menyetubuhi nya dan ia sudah mencapai ejakulasinya yang kesekian. Lubangnya masih terasa perih dan sakit, Chanyeol menyetubuhinya benar-benar tanpa perasaan sama sekali.
Sadar akan Baekhyun yang belum mendapat kenikmatan nya, Chanyeol pun menurunkan wajahnya sedikit dan kembali mengajak pria mungil itu untuk perang lidah.
"Cppkhhh.. Cppkkhmhh.. Mppph.. "
Baekhyun sudah mulai terlena, sambil terus berciuman, Chanyeol mencoba fokus untuk mencari dimana titik kenikmatan Baekhyun.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"AHHHHHHH.. "
'GOTCHA'
Tepat saat sodokan keempat, Chanyeol berhasil menusuk prostat Baekhyun dengan dalam, pria itu mendesah hebat ketika Chanyeol berhasil menemukan titik kenikmatannya.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Ahhhhhhh Channhh.. " Tubuhnya melengkung keatas karena prostatnya terus ditumbuk dengan cepat.
CROTT.. CROTT.. CROTT
"Ahhhhh.."
Baekhyun langsung mengalami ejakulasi nya untuk yang keberapa Baekhyun pun tak ingat, ia sudah banyak menyemburkan laharnya hingga cairan sewarna putih kental itu tercecer dimana-mana. Chanyeol tersenyum melihatnya, setidaknya sekarang ia berhasil membuat Baekhyun terbang melayang bersama menjemput kenikmatan.
PLOP
Chanyeol mencabut kejantanan nya dengan cepat.
"Berbaliklah sayang, kita coba posisi yang lain."
.
.
.
"Aaaahh.. Ahhhh sayanggghh.."
Baekhyun mencengkram kuat bantal yang ia jadikan topangan, dengan posisi menungging seperti ini Chanyeol jadi lebih mudah untuk menusuk Baekhyun lebih dalam.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Fuck Ouuuhh.. " Chanyeol menengadahkan kepalanya keatas, posisi seperti ini membuat penisnya masuk lebih dalam kedalam lubang Baekhyun, jangan tanya seperti apa rasanya. kata-kata saja bahkan tidak bisa mendeskripsikan betapa nikmatnya apa yang dirasakan Chanyeol sekarang.
"Chanyeollhh akuhh keluarhh lagihhh ahhhhh.."
CROTT.. CROTT.. CROTT
Untuk kesekian kalinya lagi Baekhyun ejakulasi, Chanyeol sama sekali belum mencapai puncaknya. Ia masih tetap kuat layaknya seekor kuda jantan.
.
.
Chanyeol menarik tubuh Baekhyun hingga kini ia duduk membelakangi Chanyeol.
PLOKK PLOKK PLOKK
Chanyeol masih terus menggenjot lubang itu tanpa ampun, Baekhyun menolehkan kepalanya kebelakang dan menarik kepala Chanyeol untuk ia cium kembali.
"Cppkhhmm.. Mmpphh.. Ahhh.. Ckkmmph.. Slrupp.. "
Tangan Chanyeol tidak tinggal diam, satu tangannya ia gunakan untuk memelintir puting Baekhyun dan satu tangan lagi ia gunakan untuk mengocok penis mungil Baekhyun.
"Hmmmphh.. Chann ahhh.."
"Kauhh nikmathh sekalihh Baekhyun ah.. hmmmphh."
Mereka berganti posisi lagi menjadi Uke on top.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Baekhyun benar-benar terlihat sangat sensual jika seperti ini, tubuhnya sudah dibanjiri oleh keringat, mulutnya terus mendesah tak karuan. sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan bagi Chanyeol.
"Chanyeolhh akuhh keluarhh lagi.. "
CROTT.. CROTT.. CROTT
Tubuhnya langsung ambruk diatas tubuh Chanyeol. "Chanyeol aku lelah sekali, aku sudah tidak kuat lagi.."
Chanyeol tersenyum, ia memeluk tubuh itu kemudian. ia mencium kening Baekhyun berkali-kali.
"Berbaringlah, biar aku yang selesaikan.."
.
.
.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Baekhyun tergeletak pasrah dibawah kungkungan pria tampan itu, dia sudah benar-benar kehilangan tenaganya bahkan hanya untuk sekedar mendesah, sekarang ia akan membiarkan Chanyeol untuk menjemput kenikmatan nya sendiri.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Ssshh ahhh sssh ahhh Baek.. "
Chanyeol menutup matanya erat ketika dirasa ejakulasi itu akan segera datang. Baekhyun juga bisa merasakan kejantanan Chanyeol berkedut hebat di dalam tubuhnya.
PLOK PLOK PLOK PLOK
Chanyeol semakin mempercepat tempo gerakannya bahkan ranjang yang mereka tempati pun ikut bergoyang hebat karenanya.
"Baekhh akuhh sam-arrgghhh.. "
CROT CROT CROT
Chanyeol menyemburkan spermanya dalam jumlah yang sangat banyak, jutaan benih unggul itu berlomba-lomba untuk membuahi sel telur Baekhyun. Saking banyaknya, cairan itu sampai keluar membasahi kasur.
Chanyeol menahan tubuhnya dengan kedua tangannya agar tidak ambruk dan menindih Baekhyun. Chanyeol benar-benar puas, Baekhyun memang sangat luar biasa dalam melayani kebutuhan seksualnya diatas ranjang. 7 tahun menahan hasrat seksualnya seorang diri akhirnya sekarang ia bisa kembali menyetubuhi istrinya. Chanyeol tidak akan pernah melupakan pengalaman yang sangat luar biasa ini.
CUP
"Terimakasih sayang, aku benar-benar puas."
Baekhyun tersenyum. "Sama-sama, aku juga sangat senang bisa melayanimu lagi."
"Ahhh.. " Baekhyun meringis ketika Chanyeol menarik penisnya keluar, sisa spema suaminya itu mengalir keluar dari lubang rektumnya. Rasanya benar-benar perih, sepertinya ia harus mengurungkan niatnya untuk berjemur di pantai hingga besok.
"Sekarang tidurlah, aku tau kau pasti lelah. Besok kau boleh berjemur di pantai sepuasmu."
Chanyeol menyelimuti tubuh istrinya itu dengan selimut tebal, ia kemudian mengecup kening istrinya itu dengan lembut.
Chanyeol juga ikut membaringkan tubuh lelahnya disamping Baekhyun, ia tidur terlentang tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Ia menjadikan kedua telapak tangannya sebagai bantal dan memejamkan matanya pelan. Ia tersenyum dalam tidurnya, bulan madu pertama mereka sepertinya akan berjalan dengan sangat menyenangkan.
.
.
.
.
.
.
TBC
Tadinya mau author tamatin di chapter ini eh taunya malah kepanjangan, 15k word anjir gilaaaaa ga nyadar tau-tau udah sepanjang ini aja wkwk. Chapter depan udah tamat ya :v
Anak kedua Chanbaek Jinyoung Got7 ya, gatau kenapa author ngerasa do'i cocok banget meranin anaknya ceye disini. Dia kan keliatannya cool, ganteng, pendiem, dewasa pula (gatau deh kalo aslinya gimana :v) Sepengelihatan author sih, Jinyoung ini ngeklop banget sama karakter ceye di ff ini. Kalo Jackson kan petakilan banget ya anaknya, jadinya agak kurang klop kalo jadi anaknya ceye di ff ini. Jarang juga kan yang ngejadiin Jinyoung anaknya Chanbaek di ff? Lagian udah ada Taehyung juga yang emang sifatnya nurun sama Baekhyun, untuk anak kedua author pengen anaknya nurunin sifat bapaknya dan menurut author Jinyoung lah yang paling cocok haha :v
Soal masalah asi, sebenarnya author sebelum ngetik chapter kemarin emang udah research dulu, dan menurut salah satu website kesehatan yang cukup populer di Indonesia, menyusui saat sedang hamil tuh sama sekali ga berbahaya makanya author berani ngebikin Baek tetep bisa nyusuin Tae sekalipun dia lagi hamil. :v
Terus apa lagi ya? Banyak banget sebenernya yang pengen author omongin tapi author mendadak lupa :v silahkan kasih review aja deh kalo kalian berkenan.
Sorry for typo karena author males bingits ngedit ulang chapter sepanjang ini.
Selamat liburan and see you in the next chap :)
Bye Bye ~
