Pendahuluan : sebelum menyelami fanfiksi ini ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan.
1. Penyesuaian Map, dalam dunia cerita ini map semua area adalah luas, co/ kalau di game kita jalan2 keliling markas palingan gak ada 3 menit. Tapi disini map adalah layaknya dalam dunia nyata, jadi kalau jarak menempuh sebuah kota ya kaya kita jalan kaki dari ujung Depok ke ujung Depok, pastinya berjam-jam, juga untuk sub benua Asu, gurun sette, Crag Mine dll.
2. Karena lagi musim Pilkada DKI Jakarta, gue kampanyekan disini pilih no. 3 ya pffttt.. :3
RF Online © CCR
Sands of Time: Shadowless Desert
.
Waktu masih menunjukkan pukul -:11.43:- pada chronometerku namun terik niger sungguh terasa menyengat, aku yang bertugas untuk memperbaiki guard tower yang rusak bersama Kasetsu hanya bisa fokus pada silau api dari alat las yang sekarang kami gunakan, juga sesekali menyeka keringat di dahi.
"Apa kalian gak bisa lebih cepet? gua sudah gak tahan dengan suara 'desahan-desahan' mesin yang kalian buat" ujar Billy ketus. Sudah lebih dari 2 jam kami membuat suara bising dari proses perbaikan ini.
"Sabar, semua keempat guard tower ini hampir selesai kok. Habis itu tinggal dimasukkin material halostone, jadi deh.." sahut Kasetsu, well dia masih bisa nanggepin perkataan si bocah tameng dengan santainya, sedangkan aku sudah mulai tak sabar untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
Zuuung zunggg zunggg...
12 menit kemudian kami dapat menyelesaikan bagian fisik dari guard tower, Kasetsu mulai mengeluarkan kotak hitam bersegel khusus dari inventorinya, kotak itu dititipkan padanya dari Kak Virjman. Tampak bebatuan berkilau berbagai bentuk yang dipisahkan menurut jenisnya.
"Watt? Apaan tuh? Pasti berharga" seru Billy penasaran, maklum dia jarang ketemu sama material yang beginian (only specialist know it ahaha)
"Ini mineral tier 5 (T5) hasil tambang olahan ore halostone, semua bagian halostone bisa digunakan dalam pembuatan senjata hingga armor, termasuk tameng yang kamu pakai sekarang" jelas Kasetsu
Aku mulai memasukkan sepasang topaz dan crystal dalam generator guard tower, sedangkan Kasetsu memeriksa generatornya dengan energymeter. Sedetik kemudian Guard tower sudah mulai melayang, suara khas mesin guard tower pun terdengar walau tidaklah bising.
"wew, gak gue sangka kalau daya kerja T5 secepat itu, beda dari tier rendahan yang biasa gue pake ahaha, bener gak Set?"
"Iyalah, barang mewah begitu gimana gak cepet" timpal Billy
Aku menoleh pada Kasetsu, namun orang yang kuajak bicara tak menanggapi. Ia masih terpaku pada layar energymeternya
"Ada apa? Ada yang salah Kaset?" aku mulai menghampirinya, penasaran kenapa ia begitu fokus.
"pertama-tama tolong, dah berapakali aku bilang jangan panggil Kaset tapi Setsu. Kedua, unggg... sepertinya ada yang aneh, kurva energy ini terus mengalami peningkatan semenjak kau memasukkan T5 itu."
"lalu?" sahutku dan Billy bersamaan
"umumnya instalasi memerlukan setidaknya 60 detik, Sepertinya kita haruss..." Kami terdiam senyap salik tatap-tatapan
waktu kurang dari sedetik tersebut seakan berasa lebih lama
kami toleh pandangan kearah guard tower yang baru saja kami install, kini salah satunya mulai memancarkan percikan api
Oh Shyit OHSHYIT OHSHYITOHSHYIT!1!
Sriiing
"BERLINDUNG!"
BOOOMMM!1!
Debu berterbangan, demikian dengan asap yang kian menjulang. Beruntung Billy sigap menarik Large Beam Shieldnya dan pasang badan melindungi aku dan Kasetsu.
Gemetaran, Kasetsu berkata "Se-sebaiknya kita harus ce-cepat ambil T5 dari ge-generator guard tower lainnya!" terbata-bata.
Dengan dilanda panik dalam benak namun harus bergerak cepat, kami bertiga secepat mungkin melakukan apa yang Kasetsu bilang, khawatir guard tower yang tersisa akan mengalami nasib yang sama.
"Aku bodoh, gak sadar lebih awal" ujar Kasetsu dengan nada menyesal.
"Lu gak bodoh sendirian, lagi pula kita ngelakuin apa yang ada pada SOP, masih untung gak ada korban" sahutku
"Terus kita harus ngapain? Sekarang semua guard towernya gak aktif, terlebih ada yang rusak satu" sambung Billy
"Kita butuh energy (Tier) lain buat ganti semua T5 yang ada, bagaimanapun area ini tetep harus ada guard tower, kebetulan gue ada T3 sama T1 beberapa mah" timpalku sambil merogoh inventori.
"Aku ada nih T2 sama T3 sepasang" sahut Kasetsu
kamipun memutuskan untuk mengganti semua sumber energy dari T5 dengan T3, karena itu jenis terbaik yang kami punya.
Harap-harap cemas kami menyaksikan reaksi guard tower setelah reinstall dari balik Large Beam Shield milik Billy, tiba-tiba panggilan Virtual Cell masuk pada Billy
"Apa kalian baik-baik saja? Apa kalian diserang? Oleh pembelot atau Cora? Atau Accretia? Segera berlindung! Jawab aku apa kalian baik-baik saja!" seru ketua Virjman, kekhawatirannya kali ini tak bisa ia sembunyikan, biasanya ia tidaklah ekspresif namun kejadian barusan ia pikir adalah sebuah serangan.
"izin menjawab : Tidak, semua baik-baik saja Carters, hanya ada kendala teknis dari guard tower yang sedang dikerjakan, tiada satupun yang terluka, ganti"
"Baiklah kalau begitu, tetap waspada karena ledakan tadi bisa saja menarik perhatian musuh, sekian." Akhiri Kak Virjman
Setelah mengganti sumber energy, nampak grafik yang ditampilkan energymeter berada dikisaran 50-70%, namun tak berapa lama lonjakan tetap ada tapi tidaklah melebihi batas maksimal.
"Aku tak tau dengan apa yang terjadi, namun sepertinya daerah ini memang memiliki medan energy yang tinggi, T3 hampir setara seperti T4, bagaimana menurutmu Dzofi?" tanya Kasetsu
"Ya, kita sama-sama baru memasuki daerah ini, mungkin seperti itulah adanya, planet novus ini unik dan belum 100% terpecahkan misteri dibaliknya, gue harap kita punya peran buat nyibak misteri planet biru ini"
"Yaudah, biar gak lama, gimana kalian cepet benerin lagi tuh guard tower yang tadi meledak, biar gak ngaret pulangnya" timpal Billy sambil mengumpulkan beberapa material yang berserakan
Aku dan Kasetsu pun kembali memperbaiki guard tower yang rusak akibat ledakan, diperkirakan butuh waktu satu jam untuk memperbaikinya,
namun setelah 15 menit ditengah kami memperbaikinya, Billy berseru
"Oee lihat, kayanya ada yang dateng kesini naik jeep dari arah barrack" sambil nenggunakan teropong ia memberitahu kami
Disaat itu pula Kasetsu menunjukkanku sesuatu
"Lihat Dzofi, selongsong amunisi ini..."
Decitan ban terdengar khas saat mengerem diatas pasir gurun, nampak tiga orang perwira berarmor lengkap turun dari jeep sambil membawa empat buah peti berukuran sedang. Mereka berjalan menghampiri kami lalu salah satu yang memakai kacamata hitam berkata
"Perkenalkan, namaku Carters Alfhy Zoukerj" ujarnya seraya melepaskan kacamata hitamnya. "Carters Kidj Rizdyal" ditunjuknya pria berkacamata, "dan Carters Shon Tireunea" ditunjuk pria beranbut ikal, "dan yang di sana Charters Penc Lightna" menunjuk orang didalam jeep. "Jadi Siapa diantara kalian yang bertanggung jawab disini?"
Menyadari pangkat mereka lebih tinggi, kami bertiga serentak memberi hormat
"Siap Carters! Dia Pak!" jawab kami bersamaan, aku menunjuk Billy sedangkan mereka berdua tepat menunjukku.
"Jadi siapa prajurit!?" serunya dengan nada meninggi
"Saya Carters!" jawabku sambil melirik sinis pada mereka berdua
"Kepulan asap terlihat dari barrack, bisa jelaskan apa yang terjadi?" tanya Carters Alfhy
Belum aku menjelaskan, Kasetsu langsung mengangkat tangannya dan mencoba menjelaskan, para Carters mempersilahkan
Ia menjelaskan bahwasanya saat kami sedang memperbaiki guard tower terjadi kesalahan teknis sehingga salah satu guard tower mengalami konsleting berakhir pristiwa ledakan dengan berbagai puing berserakan, namun tak ada satupun dari kami yang terluka.
Mereka nampak bisa menerima jawaban yang diberikan Kasetsu, namun tak sepatah katapun terucap.
"Carters, apakah sebelumnya terjadi penyerangan di sini, oleh siapa?" tanyaku
"ya tentu saja, kalian bisa lihat sendiri kondisi pos ini habis diserang oleh launcher Accretia, beruntung kami dapat mempertahankannya, sehingga barrack dan area kependudukan Gurun Sette bisa kami lindungi" jawab carters Alfhy
"Bisa diceritakan pada kami kapan tepatnya penyerangan terjadi?"
"Penyerangan pada malam kemarin lusa, tepat satu hari sebelum kalian dikirim untuk membantu kami, saat itu tengah badai pasir yang panjang, hingga sampai pertarungan berakhirpun badai pasir belum juga berakhir, itu yang memaksa mereka mundur, dan kami dapat mempertahankan wilayah
"Apa ada pertanyaan lain? Baiklah kalau tidak ada, kami telah mempersiapkan guard tower yang baru untuk mengganti yang lama" ujar carters Alfhy
"Baiklah kalau begitu Carters, biar kami bantu menginstalnya" ujarku menawarkan bantuan, namun pria perkacamata bernama Kidj Rizdyal menolak "Tidak usah, kebetulan aku adalah seorang mental smith, serahkan semua pada kami" ujarnya sambil tersenyum ramah.
"Kalian baru saja mengalami insiden bukan? Lebih baik kalian kembali ke barrack" sahut Carters Shon Tireunea sambil menggenggam bahu Kasetsu dan bahuku, "kalian para craftman pasti lelah sedari tadi mengerjakan besi-besi rongsok ini?" sambungnya
"Tapi bagaimana dengan tugas kami carters? Saat ini masih merupakan wewenang kami untuk-"
"Baydzofi, aku telah mengabari ketua kalian sebelumnya, Carters Virjman Valyd, beliau sangat khawatir pada keadaan kalian dan beliau menyetujuinya " potong Carters Alfhy, "Jadi, silahkan kalian menaiki jeep dan dengan senang hati carters Penc akan mengantar kalian kembali ke barrack, kami memaksa" sambungnya dengan nada ramah
Aku masih berat untuk melangkahkan kaki, namun 'bincang-bincang' seakan menjadi perintah untuk kami meninggalkan lokasi misi, perintah di atas perintah.
"Ya ya.. terimakasih Carters, kami sangat menghargai pengertian kalian dan itulah yang kami butuhkan saat ini, senang rasanya bisa istirahat lebih awal.." ujar Billy dengan ceria dan menyalami mereka satu per satu lalu masuk ke jeep paling duluan, aku dan Kasetsu mengikuti.
Di dalam jeep perjalanan pulang, kami tak banyak bicara, bahkan tak sepatah katapun terucap, aku memang sangat tak ingin bicara saat itu, tetapi kenapa semuanya juga demikian? Billy yang sebelumnya banyak bicara hanya memejamkan matanya, namun aku yakin kalau dia tidaklah tertidur...
.
Sekitar pukul 13:30 kami tiba di barrack
"Menurut lu gimana? apa diperbolehkan ninggalin lokasi misi begitu?" tanyaku membuka percakapan
"Gua rasa sih sah-sah aja, toh mereka juga perwira di daerah ini, mungkin mereka yang lebih tau harus bagaimana nanganin masalah yang ada" jawab Billy sambil merebahkan tubuhnya diatas kasurku
"Tapi apa kalian gak ngerasa ada yang janggal?" Kasetsu mulai membuka topic yang lebih serius
"coba jelasin" ujar Billy
"pertama, apa kau tidak merasa heran, kenapa para carters itu mendatangi pos kita? Mereka menanyakan apa yang terjadi tapi mereka telah menyiapkan guard tower, bukankah itu suatu hal yang janggal?
Kedua, mereka bilang guard tower dan pos rusak akibat diserang oleh Accretia, tapi tadi bisa kalian saksikan sendiri, guard tower yang kita perbaiki juga meledak dengan sendirinya" jelas Kasetsu
"Dengar ya, gua sama sekali gak mikirin sampai sejauh itu, tapi 1, mereka datang karena bisa jadi mereka emang tau kondisi yang sebenarnya, ayolah, mereka udah disini lebih lama dari kita yang baru dateng, mereka pasti udah bisa duga kalau guard tower yang meledak, ditambah lagi kalian, 2, tenaga amatir, masih rookie, bisa aja ledakan tadi karena kelalaian kalian, iya kan? Akui deh itu juga harus kalian pertimbangkan" bantah Billy
"A-apa maksud mu? Amatir? Aku berkerja sesuai SOP ingat S O P!" sahut Kasetsu ngegas
"Gue juga gak setuju kalau kita berdua dibilang amatir Bil! Tapi emang lu juga harus akui agak sedikit janggal, gue gak bakal tunjuk mereka para carters mencurigakan atau apa, karena ya itu, pengalaman mereka juga gak bisa dinafikkan, mereka pasti tau apa yang mereka lakukan, tapi yang janggal menurut gue adalah, kenapa itu guard tower bisa meledak tiba-tiba padahal yang kita lakuin udah sesuai prosedur" ujarku memberi pendapat sekaligus ngelerai mereka yang udah agak berurat.
Karena gak bakal ada selesainya kalau dilanjutin, kamipun berusaha membicarakannya setelah Kak Virjman dan semuanya berkumpul di barrack
.
.
"Jadi begitu Kak" kami bertiga menceritakan apa yang kami alami tadi siang, juga pendapat kami mengenai ada atau tidaknya kejanggalan yang terjadi .
"Hemm... yang aku heran adalah, mereka memang menanyaiku tentang kalian setelah kejadian ledakan itu, tapi aku sama sekali tak mendapat perkataan kalau kalian akan dipulangkan ke barrack lebih cepat.
Lagi pula..."
"ada apa Kak?" muka kami tanpa disadari secara serantak mendekat ingin memperhatikan apa yang akan ia ucapkan
"Aku sama sekali tidak tau prihal guard tower kenapa bisa meledak secara tiba-tiba begitu, mungkin saja kalian tim Delta memang sudah memperbaiki dengan benar, tetapi dampak serangan sebelumnya pasti juga bisa berpengaruh pada chips-chips atau apalah itu yang berada dalam guard tower tersebut, sehingga terjadi arus pendek listrik, begitukan?" jelas Kak Virjman, semua nampak mempertimbangkan pendapatnya, kecuali
BRUKK!
Kasetsu berdiri dan meletakkan sesuatu di atas meja sehingga kami dapat memperhatikannya
"Selongsong amunisi ini sama sekali tidak berkurang, semuanya sudah ku cek! Masih penuh!" ujarnya mulai naik pitam, ini merupakan pertama kalinya aku melihat ia begitu emosional
"Wait! Kamu ngambil ini? Tanpa izin, apa gak nyalahin peraturan?" timpal Chandra
Kak Virjman hanya menggerakkan tangannya, menjawab kalau itu tidak apa-apa dan silahkan dengar pendapat Kasetsu,
"Ini kontra produktif dengan penjelasan mereka tentang penyerangan" tambah Kasetsu
"Tenanglah Kasetsu Aqblerry, sampai disini aku sepertinya sudah bisa memahami" potong kak Virjman
"Berapa jarak tembak guard tower dibandingkan dengan launcher hora akeron dan digunakan oleh seorang Primpilus? Jawabannya adalah, mereka memiliki jarak tembak yang sama" retoris kak Virjman "sehingga bila masalahnya selongsong amunisi itu masih penuh adalah, pihak Accretia lah yang melontarkan tembakan lebih dahulu"
Kasetsu mulai tenang atau lebih tepatnya membisu, ia kembali duduk. "kalau kau dari yang kubaca, kau menaruh curiga pada orang-orang yang tidak kau kenal, dari luar wilayahmu, dari orang-orang asing"
Dheg! Aku sepertinya mengetahui menjurus kemana pembicaraan yang dimaksud Kak Virjman
"aku membaca profil tiap anggota yang akan ku pimpin, dan kau sebelumnya juga mempunyai masalah dengan orang-orang baru pada bulan maret tahun lalu, saat kapal induk membawa kadet-kadet dari planet Nilben, iya kan?
Tinggal dalam gua, kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan social, dicatatanku tertulis walau masih dengan warna kuning, kau pengidap Xenophobia, Aqblerry" ucapan Kak Virjman serasa menumpahkan keheningan dalam ruangan kecil ini.
tiap dari kami tidaklah bersuara kecuali dari nafas dan telanan ludah dalam tenggorokan. Mata hanya tertuju pada satu orang, pria berambut biru yang kini tertunduk..
"Mengertilah, dalam misi ini, yang meminta dan membutuhkan pertolongan kita adalah mereka masyarakat yang tinggal di tengah gurun, mereka meminta langsung pada kita dan kita menyanggupi, mereka adalah saudara kita, dan disaat mereka membutuhkan pertolongan disitu kita sebagai prajurit hadir. Jangan pernah berfikiran buruk tentang mereka, meskipun kita baru berjumpa untuk pertama kali.
Perkataan yang tak dapat dipertanggung jawabkan itu sangat berbahaya bila bocor keluar, dan sangat butuh bukti kuat. Saya pribadi menghimbau selepas kalian keluar dari ruangan ini untuk tidak pernah membicarakan hal ini lagi. Apa kalian faham?"
"Siap, Faham!" jawab kami serentak namun tidaklah kencang
"Kasetsu?" Kak Virjman memanggil namanya, Karena ia masih menundukkan kepala tanpa sepatah katapun.
"Aku memiliki kenalan disini, jadi tidak perlu terlalu khwatir. untuk besok, kau kubebastugaskan, aku ingin kau siap menjadi prajurit yg mengayomi masyarakat, juga tidak menaruh curiga atau bibit permusuhan sesama perwira" Kasetsu merespon sebagaimana mendapatkan perintah, lalu selebihnya tidak bergeming
Sebelum semuanya beranjak keluar, aku memberanikan diri untuk bicara
"Maaf, mengenai bahasan kita kali ini, kurasa masih ada yang belum dicapai kesimpulannya"
"Apa itu?" ujar Kak Virjman, menahan beranjaknya dan kembali duduk, demikianpun dengan yang lain
"Kenapa Guard Tower itu bisa meledak dengan sendirinya, apa itu masih harus kita cari penyebabnya?"
"Silahkan, namun aku pribadi tak mengetahui apa penyebabnya, kalian yang harusnya lebih tau, kalian specialist" jawab Kak Virjman
"Mungin karena suhu gurun yang panas, gelombang panas membuat itu meledak?" jawab Angga
"enggak, teknologi berbahan holostone gak dipengaruhi temperature ataupun hukum termodinamika" jawabku
"Kalu begitu gelombang holoenergy mungkin?" timpal Adan
"Engg... gue gak yakin ada istilah itu"
"Baiklah, cukupi perdebatan kalian, aku menyerahkannya pada Baydzofi yang memang tertarik pada masalah ini untuk memecahkannya, sekarang kalian boleh bubar" ucap Kak Virjman memberi intruksi, semuanyapun meninggalkan ruangan kecuali aku dan Kasetsu.
aseeemmm niat mau cari jawaban malah makin dapat beban tugas, harusnya aku tau kak virjman gak paham hal-hal kutubuku begini, ya tapi mau gimana lagi, mungkin gue bisa minta bantuan si kaset besok.
"lu baik-baik aja? Ucapku membuka percakapan ke Kasetsu
"..."
"lu tau? Gue rasa lu udah bukan pengidap xenophobia, seansos-ansosnya elu dulu, sekarang lu dah berubah, walaupun dikata masih tersisa dikit sih, tapi seenggaknya lu gak kaya bocah vvibu yang ansosnya cuma biar dikata different dan gak berbaur biar dicap elit, ahkhh bau bawang lahh.."
Dia masih tak bergeming
"Yaudah, besok kita berdua libur, mending sekalian keliling-keliling desa.
gnite"
.
.
Sands of Time: The Untold #1
-:13 hari yang lalu dari sekarang:-
"Sette, aku mendapatkan misi di padang tandus itu lagi, namun kali ini dengan misi yang berbeda, mari kita lihat apa yang ada di dalam surat ini." Ujar pria pirang bermonolog di hadapan layar komputernya, "Disini bertuliskan, ungg.. kalau tidak salah disini bertuliskan 'misi tingkat A+' whoww! Bisa kau lihat itu! Misi tingkat A! dan ada tanda + disampingnya, dengan misi ini aku pasti bisa mencapai royal dengan cepat." Ujarnya kini bernada optimis, kemudian mulai meminum teh hangatnya.
"Amati gejolak 'gelombang' energy yang baru-baru ini terjadi dan mengalami peningkatan secara signifikan, ditenggarai gejolak terbesar gelombang energy itu berada di gurun sette, cari tahu lokasi dan apa yang menyebabkan hal itu terjadi, setelahnya dibuat laporan." Ujar pria berambut pirang itu dengan serius, "akan diutus satu kelompok yang beranggotakan 8 orang tingkat elite :
- Royal Farzt Ravenhowl
- Royal Netty Aggrae
- Carters Alvhy Zoukerj
- Carters Shon Tireunea
- Carters Dant Ja'avgot
- Carters Penc Lightna
- Carters Raira Arazqyar
- Carters Kidj Rizdyal
Wah, sepertinya beberapa orang ku kenal, tapii tunggu dulu! Brufppptt!..." ia secara tiba-tiba terkejut hampir membuat surat misi nan resmi basah karena semburannya.
"Sky, bisa tolong ambilkan serbet" ujarnya pada seseorang untuk dimintai tolong.
"Ahh maaf, hanya saja aku tak menyangka, kalau aku akan bertemu lagi dengannya..." ia tertawa, suaranya menggema di ruangan yang hanya ia tempati seorang diri, terdengar dipaksakan memang, menandakan sesuatu pernah terjadi. Kemudian ia terdiam untuk beberapa saat, sampai seseorang yang Ia mintai tolong masuk.
"Ah, terima kasih sky, kau memang pahlawanku." Ujarnya sambil tersenyum. Ternyata itu bukanlah seseorang melainkan seekor makhluk endemic Novus, makhluk mekanik dengan baling-baling diatasnya, ya, itu adalah seekor wing, rupanya makhluk itu sudah cukup jinak dengan tuannya.
Wing yang bernamakan sky itupun mengeluarkan suara-suara mekanik khasnya tanda ia berkomunikasi.
"Tidak-tidak, aku hanya terkejut dengan misi A+ yang baru saja aku dapatkan" ujar pria pirang itu seakan menjawab binatang peliharaannya, kembali sky mengeluarkan suara khasnya, seakan menyahut "Benarkah?"
"Tentu saja! Dan esok hari aku harus bangun pagi, pagi-pagi sekali untuk gladiresik, itulah satu-satunya hal yang membuatku khawatir sky." Skypun tak menanggapi, dianggap tanda mengerti.
"Baiklah sky, sebelum kita tidur, bagaimana kalau kita lihat hasil jepretanmu hari ini." Ujarnya, kemudian ia menyambungkan kabel data pada sky yang ternyata telah ia modifikasi, menghubungkan memori milik sky yang sudah diimplementasikan sebagai soft data dengan komputernya, kemudian melihatnya secara visual.
"Wah, kau benar-benar seorang seniman sky ahaha..." pujinya lalu sky menggerak-gerakkan tubuhnya tanda senang.
"Baiklah, data foto dan video hari ini akan ku kopas, dan selanjutnya kita tidur. Jangan lupa bangunkan aku ya."
Pemuda berambut pirang itu bernama Dant, Dant Ja'avgot, seorang Wizard
.
.
To Be Continued
CCK
"Rasanya kaya digigit semut kok"
- Dr. Zappeto: ch.5 -
A/N:
Haloo gays, bused dah berapa lama ni nge gak apdet, ajegile lebih dari 3 taun kali parahh ngaret nya... aaaaaaaaaaaa... bbanyak bgt yang mau gue omongin ke kalian, ini padahal gue susun pas jaman pilkada DKI, sengaja gak gue edit... biar kalian sadar betapa udah gue susun dari lama, wkwkw...
Maafkan kalau dirasa ada penurunan kwalitas, review aja gak usah sungkan,
Juga apa yang kalian terka2 atau harap di next chapter,, barangkali itu bisa jadi kunci buat gue kedepannya
Ya ahir kata, yuk hidupkan lagi dunia perfanfiksian...
Ketinggalan sama pecintakaki dan mie rebus
Siallll...
Kudunya ini ff harus tamat sebelum kiamat
JFI TRIVIA:
semakin tinggi tier holostone semakin besar pula kekuatan senjata yg dibuat, namun risiko hancurnya juga besar, inilah yg membuat senjata tingkat tinggi memiliki harga yg mahal.
