RF Online © CCR


Sands of Time: Invisible Threats

Pagi itu, sekitar pukul -:07:00:- setelah mengiringi timku yang lain pergi ke pos penjagaan mereka, aku menjalankan rencanaku untuk mencari informasi prihal penyebab lonjakan energy yang terjadi di sini, Kuminta Kasetsu menyertaiku, ya daripada dia gabut gak ada kerjaan, itung-itung belusukan dan bertemu masyarakat sekitar sedikit banyak pasti mempengaruhi kemampuan sosialisasinya (menangani xenophobianya).

Tempat pertama yang kami singgahi ialah kedai yang menjual kebutuhan pokok, karena di pagi hari ini banyak ibu-ibu yang berkumpul, dan semua jagat Novus tau, ibu-ibu corong informasi terdepan.

"Pak, ini saya ambil Tahu 1, lengkuas seperapat, jahe sama ketumbarnya 2000an ya" seru salah satu wanita ¼ baya.

"Oke bu, semuanya jadi 20 libu" ujar pendagang yang kedengaran cadel

"umm.. Pak, biasa... hutang dulu ya Pak, boleh ya Pak Jin" rayu si ibu.

Seketika aku dan Kasetsu bisa melihat raut wajah si pendagang berubah, ia berkata " hah? Hoetang? Wadoo bu Kowi, tidak bisa. Kemalin aja utang 11 libu belum dibayal, ini lagi mau hutang, masa 2 kali belhutang"

"Ayolah Pak Jinfing, usaha suami saya lagi layu, barang-barang elektronik belum ada yang kejual, terlebih banyak pembeli yang minta retur seminggu ini, boleh ya Pak Jin" rayu si ibu memelas

"baiklah-baiklah, tapi ini yang telakhil, besok-besok jangan utang lagi ya bu"

Mendengar perjakapan barusan, aku cepat menarik Kasetsu mendekati kerumunan toko Pak Jinfing

"Permisi ibu, emangnya apa yang terjadi sama barang-barang elektronik ibu? Barangnya apaan aja ya bu?" seruku nimbrung sok asik

"Ini loh dek, barang dagangan suami saya, tiba-tiba gak bisa berfungsi, padahal masih keluaran pabrik, segellll" jawabnya diakhiri intonasi huruf L yang ditekan kuat, khas ibu-ibu komplek "barangnya itu sejenis elektronik berat kaya kulkas 4 pintu, TV, microwave mesin cuci gitu loh dek" "huh tau gini si papih aku suruh aja tetep jadi pengerajin kayu" oceh si ibu gak berhenti

"he'eh loh jeung! Di rumah ku juga elektronik pada matiiiii semua, sebel!" timpal ibu berkacamata

"Tuh kan! Bu Srimul juga ngalamin, semuannya bu Srimulll... tetanggaku pada alamin" "ih, hampir sebulan ini kita kembali jaman batu ini, untungnya HP masih bisa ya bu.. jadi tetep bisa mbuat Stori dan liat kabar-kabari NovusTurah"

"ah, begitu ya bu, jadi semuannya juga ngalamin begitu... kalau begitu saya permisi dulu" balasku cabut

.

"Noh kan? Lu denger, ternyata dampaknya gak cuma ke guard tower doang, tapi elektronik ngaruh juga, hemm..." ujarku pada Kasetsu lalu berfikir sambil mengelus-elus dagu

"kalau masalah ini gak bisa diatasi, bayangin, semua masyarakat kependudukan di Gurun Sette bakal migrasi ke markas secara berbondong-bondong, kota akan penuh, sumber daya terbatas, lahan terbatas, kriminalitas meningkat Dzof!"

"Duh, kompleks amat asli, gak ngerti lagi dah gue, emang seserius ini, padahal kan ini misi tingkat B, bener-bener ancaman gak terlihat" keluh ku sambil memijat dahi.

Bersamaan dengan itu, dari ufuk timur, terdengar gemuruh, aku dan Kasetsu menoleh .

"sebuah mesin berroda" ujarku

"6x6" balas Kasetsu

"750 tenaga kuda"

"torsi 501"

Kendaraan ini semakin mendekat, kami berdua tau kalau yang datang bukanlah ancaman, karena datang dari arah portal Union, selain itu, music yang disetel mulai terdengar, music yang tidak asing, country remix koplo jedag jedug full bass.

Kendaraan roda enam itu kini melewati kami, menghadiahi kami deburan pasir dan irama musiknya yang mengiang, ku kira cukup sampai disitu, enam roda itu kini mendecit, kemudian berhenti, salah satu dari dua orang yang menunggangi jeep itu turun, ia berjalan menghampiri.

Rambut coklat

Ia buka kacamata hitamnya, merah iris matanya

Ia singkap maskernya, mesum raut mukannya

Ia adalah pria yang pertama kali aku jumpai di rumah sakit, karena ulah Bellatean wanita sebutnya sehingga harus di gips salah satu kakinya

"Yo! Dzofi"

"Lace" sebutku lirih, Lace Lachrymose

.

"Oh jadi itu misi lu" ujarnya setelah kujelaskan kehadiranku di gurun tandus ini

"Btw, dimana tuh, sepupu lu yang itu" ujarnya sambil memainkan telapak tangannya mengisyaratkan dua bongkahan besar lalu memainkan jemarinya, gerakan meremas

BLETAK

"Goblok!" hardikku, "Dia lagi ada tugas di ether"

"oia, gue kesini bareng kenalan lu loh-" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, klakson jeep berbunyi

"Lacee! Kenapa lama? Katanya cuma kencing?" ujar pria suara berat, suara itu terdengar tidak asing bagiku.

"Kauyanya dia kerabat lu karena kalian satu clan"

Akupun berjalan maju melihat siapa orang dibalik kemudi

"Paman Walls!"

.

"Wahaha! Keponakanku ternyata! Kenapa kau bisa ada disini? Di Novus? Terakhir kali kuliat kamu masih SMP, wahahah sekarang kau sudah besar" ujarnya dihiasi kepulan asap dari rokok kreteknya, ia gemas dan mengacak2 rambutku, kemudian sambil dalam perjalanan kami ke bengkel tempat ia ditugaskan di kependudukan Gurun Sette, aku menceritakan apa yang menjadi misiku.

Jadi selama ini paman Walls selalu ditugaskan diluar wilayah ibu kota, itulah mengapa kami belum juga bertemu sampai detik ini, terakhir ia ditugaskan di Gurun Sette 2 bulan lalu.

"Tunggu! Jadi paman gak tau?" tanyaku

"Tau apa?" ujarnya sambil menyibakkan kain besar mengungkap barang bawaaan cukup besar apa yang ia bawa dengan jeep 6 roda.

"WHOOAAA! MAU!" aku dan Kasetsu terkejut, sebuah goliath hitam nampak perkasa, bagian bodi hitam mengkilapnya memantulkan cahaya niger,

"Kalau efek dari lonjakan energy adalah-" belum selesai aku melanjutkan

Suara gagal mesin mengaum begitu paman Walls masuk ke kokpit mencoba memanaskan mesinnya

"DAMMIT! Yang benar aja, dua bulanku hilang gitu aja?! DUA BULANN" jerit pamanku frustasi

.

.

"Dzof, bisa bicara sebentar?" ucap Lace, kemudian ia menuntunku menjauh dari Paman dan Kasetsu yang tengah memperbaiki kembali MAUmya

"Ada apa?"

"Gua sebenernya disini dalam misi rahasia, paman lu sama sekali gak tau kalau gua seorang infiltrator dan divisi yang sekarang gua tempatin, beliau cuma tau gua anak magang, makanya keliatan bego banget gua, nama-nama perkakas aja gue gak tau" jelasnya

"Iya, semua juga tau kok lu bego hehe" timpalku guyon

"WOI! Ok kembali ke topic utama, Karena lu dah jelasin misi lu ngapain disini, gua langsung ngeh kalau misi yang sekarang gua lakuin berkaitan sama punya lu"

"berkaitan gimana?"

"Gua diminta tolong oleh salah satu anggota dewan, untuk selidiki kasus hilangnya regu yang misinya sama kaya lu, nyelidikin tentang lonjakan energy ini" tanpa ku minta, Lace mulai memberikan berkas, daftar detail misi regu sebelum kami di Gurun Sette ini, "Harusnya mereka selesai misi kemarin, dan udah seminggu gak dapat kontak dari mereka"

Aku buka lembar demi lembar, beberapa halaman selanjutnya membuatku terkejut

"HAH? Yang bener lu? Ini pasti ada kesalah" elak gue, karena...

"Kenapa?!"

"empat orang ini, gue liat, kemarin mereka beneran masih bertugas! Mereka bantu gue masang tower dan nganterin balik ke sini"

Alvhy, Kidj, Shon, Penc...

"Hah?!" Lace terkejut, "Lu harus anter gua temui mereka berempat"

"Wait" tahan ku "kita perlu dia" kutunjuk bocah berambut biru disana

"kenapa?" tanya Lace penasaran

"Karena dia punya info yang mungkin buat lu gak gegabah"

.

.

"Tower hancur, ada serangan di malam sebelumnya? Selongsong peluru utuh?" ujar Lace gak percaya dan masih mengumpulkan informasi yang baru aja dia dapat, bertentangan, kontradiksi sama informasi yang dia tau, lalu coba dia olah di dalam kepalanya. "Jadi, yang dialami sama seluruh masyarakat sini, semua alat elektronik berat rusak, tapi gak sampai meledak kaya guard tower yang kalian setting kemarin... terus kenapa empat orang itu bilang ada serangan?"

"Aku merasa ada yang aneh dengan mereka" timpal Kasetsu, "Kurasa mereka menyembunyikan sesuatu, dan seakan sudah terencana, terlebih mereka berbohong"

"Ok, gimana selanjutnya? Kita gak bisa ujug-ujug samperin mereka 'eh kalian bohong ya', mereka militer, dan walau Kak Virjman bilang dia kenal mereka, ini buat makin ganjil dan njelimet" ujarku pusing

"Gak ada pilihan lain" Lace mulai berdiri tiba-tiba, membuat ku menoleh memperhatikannya "Kita cari informasi di mess mereka tinggal"

"Sekarang?"

"Sekarang!"

.

Kami bertiga memutuskan untuk pergi ke mess para regu tinggal, sampai disana terlihat jelas, pintu-pintu sudah tidak dibuka untuk waktu yang lama. Mengamati sekitar, kulihat salah satu ventilasi rusak, tidak terlalu besar, sekitar 30 cm lubangnya

"Woi Lace, sini" panggilku sambil menggerakkan tangan

"nape?"

"Lu jongkok disini"

"ngapain dulu nih?"

"halah, cepet gak usah banyak ngomong"

Begitu ia jongkok, segera aku naik diatasnya

"Buset! Lu mau ngapain anjuir, berat woi!" protesnya gak terima

"Diem bege, gue mau liat di dalam ada apaan" jawabku sambil mengarahkan cahaya dari VirCell ke dalam ruangan yang gelap. Nampak beberapa pasir menghiasi lantai, dan ada sesuatu bongkahan di atas meja, kurang lebih sebesar lubang yang menganga di ventilasi.

"Lace, lu tau cara bobol pintu kan?" tanyaku menatap ke bawah

"tau tau, tapi lu cepetan turun, gue gak kuat"

Gak pakai lama, Lace mengeluarkan perangkat seperti pisau lipat, lalu memasukkannya ke lubang kunci, beberapa detik kemudian pintu terbuka

Bakat jadi maling ini bocah, batinku.

.

Menyibak kegelapan, kunyalakan lampu kamar, nampak seekor wing terkapar diatas meja, aneh, wing bukanlah hewan yang endemic Gurun Sette, populasi umumnya berada di markas Union.

Kasetsu menghampiri, ia merasa iba dengan hewan mekanik khas Planet Novus itu, ia coba belai dan angkat wing itu, lalu dia menyadari kalau hewan itu masihlah hidup, namun tidak berdaya, ia sekarat. Lantas Kasetsu meminta T1 yang masih ada padaku.

Aku sempat mempertanyakan untuk apa ia membutuhkannya, apa ingin memberinya T1 untuk hewan itu?. Kuperingati jangan sampai mahluk malang itu meledak seperti guard tower kemarin.

Dengan percaya diri, Kasetsu menjetikkan dua buah batu T1 layaknya membuat api, muncul reaksi gelombang energy yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Tak berapa lama, baling-baling wing itu mulai berputar pelan, ia mengeluarkan suara khas.

"Iya-iya, sama-sama" ujar Kasetsu senang. Aku dan Lace memandang heran satu sama lain.

Kasetsu menyadari bahwa hewan mekanik yang ada digenggaman tangannya telah dimodifikasi, adanya tambahan kamera, "Pantas lebih berat dari wing pada umumnya" serunya

Melihat di sisi meja ada notebook, kami segera menyambungkan kabel pada wing tersebut, namun notebook memerlukan kata sandi, dengan hint 'Who need log?'

Segera, Lace menyinari keyboard dengan sinar UV dari perangkatnya

"dua E" "D" "G" "L" "N" "O"

"apaya kira-kira" ucap Lace bingung.

"ah gua tau" seru Lace tiba-tiba. Iapun memasukkan 'GELOEND"

Salah

Iyalah, kata apaan itu

"ah mungkin" Lace kembali memasukkan 'NOLEDGE'

Salah lagi

BLETAK

"Lu yang bener, kutil lunker! Liat kita cuma punya 3 kesempatan, nanti notebooknya ke lock sampe besok!" hardik ku

Kami mulai mengamati sekitar, dari benda-benda dalam lemari, buku catatan hingga wallpaper notebook. di wallpaper notebook nampak gambar ikan dalam kolam, hasil jepretan sendiri.

"GUE TAU" seruku menyadari sesuatu, lalu membaca hint kembali 'who need log?'

"yakin lu?"

"hati-hati Dzof"

Ujar mereka khwatir, namun dengan yakin dan perlahan, ku ketik "GOLDEEN"

Klik

Layar tampilan, menu desktop semuannya muncul, 'unlocked'

"YESSSSS" sorak kami seakan menjadi hekel onanimus deepweep

Terkesima, Lace bilang "Kok lu bisa tau?"

"pertama, gue tau nama ikan mas kaya di gambar itu salah satunya GOLDEEN.

Kedua, pertanyaan who need log itu salah, harusnya who needs log. Pertanyaan sengaja dibuat salah, karena ada kata Palindrome disana. GOLDEEN NEED LOG*" jelas ku.

Mereka manut-manut tanda mengerti.

Kemudian, kami bertiga menghubungkan kabel, dan melihat apa yang direkam oleh wing

.

.


Sands of Time: Untold #2

-:12 hari lalu dari sekarang, pukul 05:21:-

"Bip.. bip.. bip!" sky berguling-giling diatas muka Dant. Merasa terganggu tidurnya, iapun bangun dan berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya.

"BAIKLAH!" serunya berteriak sendiri, Ia memang kerap berprilaku tak jelas namun hanya saat tak seorangpun melihatknya, ia melakukan itu untuk membangunkan semua sel-selnya yang masih tertidur (menurutnya). "Sky, aku punya rencana bagus nan brilliant! Kau harus ikuti bersamaku."

.

Di tempat yang ditentukan, semua anggota sudah berkumpul, sudah kecuali hanya tinggal dua orang. Disana Dant tampak gugup, bukan atas misi tingkat A+ yang pertama ia dapatkan, melainkan karena seseorang. Ia sibuk membuang kegabutannya, beruntung Ia membawa sky bersamanya, sehingga ia bisa 'berbincang' dengan kawan sekamarnya itu.

"kau tau, sepertinya semua akan berjalan lancar, Iya kan sky?" ujar Dant yang tidak lain hanya untuk menutupi keraguannya.

Sekitar 7 menit kemudian 2 orang yang ditunggu kehadirannyapun tiba, ia adalah Royal Farzt Ravenhowl, seorang Berserker sekaligus ketua regu misi tingkat A+ kali ini, briefing tidak bisa dimulai tanpa kehadirannya. Dan sosok kedua ialah Raira Arazqyar, seorang gadis Vigilante berrambut merah muda berhiaskan bando, ia adalah putri dari salah satu anggota dewan politik di Union, karena kedudukan ayahnya ia kerap mendapatkan 'kemudahan'.

Semua anggota regu telah lengkap, Farzt selaku ketua menjelaskan kembali apa yang menjadi tugas mereka sesampainya Gurun Sette. Semua anggota juga mulai memperkenalkan dirinya masing-masing

Royal Netty Aggrae ialah seorang gadis berambut putih bergelombang yang berprofesi sebagai Holy Chandra, perawakannya terlihat lebih kecil untuk seorang dengan pangkat Royal, mungkin bila tidak mengenalnya akan mengira ia adalah seorang cadet.

Carters Alvhy Zoukerj, pria berambut hijau gelap berprofesi Berserker layaknya ketua regu, ia tampak paling menonjol dari segi penampilan dibanding yang lainnya, sambil menenteng Grand Estoc di pundaknya ia juga menggantungkan kacamata hitam di armornya

Carters Shon Tireunea, seorang Armsman berambut ikal pekat, ia merupakan anggota suku Bellato Union terluar sehingga saat bicara memiliki logat yang berbeda, orang yang pertama mengenalnya mengira ia berbicara dengan nada marah.

Carters Penc Lightna, Shield Miller cepak pirang berjanggut tipis yang prisainya tidak pernah abstain dari tangan kirinya, berperawakan paling tegap dari carters-carters yang lain namun juga supel.

Dan yang terakhir Carters Kidj Rizdyal, pria berkacamata dengan poni hitam yang menutup sebagian dahinya, berprofesi sebagai Mental Smith.

.

Setelah semua telah memahami objektif dari misi yang akan dilakukan, Dant dan regunya memasuki portal menuju Gurun Sette tepat pukul -:06:00:-

.

Sesampainya di lokasi sudah bersiap 2 unit jeep untuk membawa mereka ke area kependudukan, jeep yang dinaiki Dant bersamaan dengan Royal Netty, Carters Penc, dan Carters Raira.

Nampak dalam percakapan yang lainnya saling melempar pertanyaan dan kabar serta membahas hal-hal yang selanjutnya diiringi tawa, semua kecuali Dant yang hanya menjadi penyimak apa yang mereka bicarakan sembari tangannya mengelus Sky dari inventorinya.

"kalau lu gimana Dant? udah lama kita gak ketemu" tanya Raira, Dant tanpak sedikit kesulitan menjawab "Ya, saya baik-baik saja Ra, iya udah lama kita tak bersua"

"Gak usah formal-formal begitu napa, ahaha kaya sama siapa aja lu" timpal Penc sambil memamerkan seretan gigi putihnya, yang lainnya ikut tertawa geli dengan jawaban Dant yang begitu formal.

"Asli, gue beneran kangen sama lu dan yang lain, dah hampir 3 taun kita gak ketemu semenjak lulus akademi elit, pada mencar ya kan" sambung Penc

"iya ih, harusnya lu bagi-bagi kabar lah, minimal buat story di WhispApp biar yang lain tau kabarlu Dant" timpal Raira

"Iya ya, hehe.. Saya pribadi yaa sibuk aja jadi gak sempet buat ngeshare-share yang begitu" jawab Dant singkat

"Hahaha... liat tingkah lu deh, Jejangan lu salting gara-gara masih ada rasa sama Raira ya? Awokoakowk kaku banget sumpah" seru Penc ngakak, kedua empunya nama yang disebut hanya bisa meringis menahan malu. "masih inget bgt gue, lu yang jadi komti di kelas kita, sifatnya itu loh paling galak, sok paling tegas dan paling bener, tapi begitu berhadapan sama Raira, cyaaaa... cicing (diem) aokwoakow

"GAK! Enak aja, gue begitu karena emang posisi gue jadi ketua" elak Dant

"Tapi lu masih ada rasa kan sama Raira, ngaku aja~" goda Penc makin antusias

Dant mengarahkan pandangannya pada Raira yang berada di sebelah Penc, kemudian menjawab "Enggak, gue udah gak ada rasa kok, itu kan dulu.. pas awal akademi"

Raira menimpali "apaansi Penc, malah bahas beginian, baru juga ketemu... iya kan Dant"

"iya" jawab Dant singkat

Canggung tak dapat dielak, menandakan pernah sesuatu dialami oleh mereka berdua, namun sebisa mungkin perbincangan tetap berlanjut, hingga tak terasa mereka kini telah sampai di area kependudukan Gurun Sette.

.

Decit ban off road memberai debu-debu nan kering, diikuti sepatu-sepatu militer menapaki permadani pasir yang halus, terik Niger kala pagi seakan memaksa masuk dari celah tangan-tangan mereka yang tengah bertengger di dahi masing-masing, agar tidak silau.

Ketua regu mengizinkan mereka untuk menaruh barang2 pada mesh sementara yang mereka singgahi, 10 menit kemudian terdengar

PRIIITTTTTT...

Lengkingan panjang pluit ditiup oleh Berserker berambut kelabu, meminta agar semua anggota berkumpul.

"Baiklah, semua berkumpul, saya akan menentukan formasi, karena ekspedisi kali ini mencangkup area yang kerap dilalui oleh pihak musuh" seru Ravenhowl lantang, "Saya, Shield Miller Penc, dan Armsman Shon akan berada di garis depan" "Holy Chandra Netty dan Mental Smith Kidj berda di tengah. Berserker Alfhy, Vigilante Raira dan Wizard Dant kalian waspada di belakang. Apa semua mengerti?"

"Siap Mengerti!" jawab anggota sigap

.

Perjalanan mereka diiringi dengan Kidj yang memegang energymeter skala luas, sehingga dapat melihat gejolak energy pada suatu wilayah dalam bentuk radar dan nilai fluktuasinya. Area yang mereka sisir melingkari wilayah kependudukan Gurun Sette Bellato Union, dari barat menuju timur melalui jalur selatan dilakukan dalam satu hari, 3 hari kemudian menyisir rute utara.

-:8 hari yang lalu dari sekarang:-

Selama misi menapaki jazirah pasir, mereka berdelapan tidak menemukan halangan yang 'berarti' melainkan debu pasir yang sesekali memasuki mata mereka. sebuah hipotesa akhirnya didapatkan: bawha lonjakan energy terjadi di seluruh Gurun Sette termasuk daerah kependudukan, tingkatnya antara 10-30%, sejauh ini belum diketahui dampak yang dialami secara langsung kecuali beberapa laporan penduduk yang mengeluhkan beberapa peralatan mengalami malfungsi, yakni peralatan yang menggunakan halostone sebagai sumber utama.

Dihadapan ketua regu, beberapa petinggi area kependudukan Sette dan anggota-anggota yang lain, Kidj dibantu Dant menyelesaikan presentasinya.

Namun tugas mereka belum selesai, karena misi utama mereka mencari penyebabnya, namun hipotesa dan bukti-bukti yang kuat yang selama 7 hari misi mereka kumpulkan menuntun mereka pada efek signifikan dari fluktuasi energy yang terjadi.

.

"Fiuh... thx ya Dant dah mau direpotin, berkat lu bantuin nyusun laporan, persentasi minggu ini kelar juga tepat waktu, tinggal presentasi minggu depan..." ujar Kidj lega sambil melepas kacamatanya, bahasa tubuh melepas suntuk.

"iya, bukan masalah, kebetulan gue juga penasaran ko, makanya antusias juga bantuin lunya." Timpal Dant

Mereka berdua menyusuri jalan berlampukan tamaram oranye lampu-lampu jalan. Semenjak mereka sampai disana tidak pernah mereka melihat cahaya bintang-bintang, langit malam selalu gelap berawan, pertanda suatu saat akan datang badai.

Angin bertiup cukup kencang malam itu

Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah kedai minuman, tempat dimana anggota yang lain telah berkumpul lebih dahulu.

"Ah! Itu dia dua pahlawan kita datang!" seru Shon sembari mengangkat tangannya yang tengah menggenggam kaleng minuman. "Bersulang untuk mereka!"

"Bersulang" timpal yang lain. Bunyi tumbukan kaleng dingin menyambut kehadiran Kidj dan Dant,

"Kerja bagus semua, terlebih kalian berdua" ujar ketua regu, Farzt, sambil menunjuk anggotanya yang baru bergabung. "sejauh ini kita tidak menemukan kesulitan ataupun situasi yang membahayakan, aku harap kita semua tidak menurunkan kewaspadan dan selalu sigap terhadap apapun yang terjadi".

"Ahhhh~ gua harap teruslah begini sampai selesai" celetuk Alvhy selesai meneguk satu kaleng, tawa yang lain mengikuti

"Hahah.. benar, bersantailah untuk malam minggu ini" timpal Farzt sembari beranjak dari tempat duduknya.

"Mau kemana, Far?" tanya Netty

"Kebelakang" balasnya sambil mengedipkan mata, namun tidak semua orang memperhatikan.

Tidak sampai 5 menit, Raira izin ke kamar mandi. Sontak beberapa orang yang peka langsung memainkan isyarat mata begitu Raira tidak terlihat. Dant yang menyadari, merasa tidak nyaman.

"Dant, tebak" ujar Shon menggoda

"iya-iya, gue paham maksud lu. Dah lah, bukan urusan gue, mau mereka ngapain juga" jawabnya kesal lalu meneguk habis minumannya, yang lain geli tertawa.

"Ciee ada yang terbakar api cemburu nih yeee" ujar Netty seniornya setelah mengetahui apa yang terjadi

"Bukan terbakar, ini mah gosong oleh bara NTR awoakwok..." timpal Penc

Ditengah Dant habis diroasting

Angin yang memang sesekali terdengar kencang menggetarkan pintu masuk mulai terdengar lebih keras, lampu kedai untuk beberapa saat kerkedip lalu...

DUARRRRRRRR!

Ledakan hebat terdengar menggema, Mereka langsung melihat keluar, jaraknya tidak cukup jauh karena dapat rerlihat kepulan asap melambung tinggi ditengah badai pasir yang terjadi malam itu.

"APA YANG TERJADI?!" seru Farzt menyusul, diikuti Raira.

"ada ledakkan, sepertinya dari arah post timur" jawab Netty, "kemungkinan serangan" bisik Netty ke telingan ketua regu.

Yang lainnya tanpa mendengar apa yang dibisikkan Netty pada Farzt, juga sudah mengira, raut tegang terpampang pada wajah mereka.

"Tidak ada waktu lagi, semua regu bersiap! Ambil peralatan kalian, kita berangkat sesuai formasi" lantang Farzt

.

Semuanya telah diposisi siap berangkat, mengatasi badai pasir yang mengaum ganas, Netty mengangkat tinggi Sickle Staffnya, lalu merapalkan mantra

"Darude Sandstorm!" seraya menggerakkan tongkat yang kini bercahaya redup memutar

Kemudian muncul medan pelindung berbentuk kubah melindungi mereka dari badai pasir

.

Sesampainya dilokasi, tidak banyak yang bisa mereka lihat melainkan guard tower yang rusak dan terbakar, pekat malam dan kondisi badai membuat pendek jarak pandang mereka.

"LIGHT!" rapal Dant, tongkatnya kini memancarkan cahaya terang

"gak terlihat sesuatu pun" ucap Kidj

"ini aneh, semua tetap waspada!" seru Alvhy

"Baiklah, kalau begitu Wind Sight!" Dant merapalkan mantra angin, otot sekitar matanya menegang, kini dirinya dapat melihat sesuatu yang tak kasat mata

Srek

Bats!

Suara asing tiba-tiba terdengar,

"KYAAAHH"

Hanya berselang sedetik kemudian sesuatu dengan cepat menyulik Netty, akibatnya kubah pelindung badai hilang, badai pasir mulai ganas melahap mereka

"A-apa yang terjadi, NETTYYYY!" teriak Farzt

Tiba-tiba akar tumbuhan menjalar naik, melilit tiap kaki regu yang tersisa membuat mereka tidak bisa berkutik

Dant yang mengaktifkan wind sightnya mengatakan bahwa ada lima orang asing yang telah berdiri diantara mereka, namun belum semua itu terucap, tangan kasar membekap mulutnya dari belakang, lalu memukul tengkuknya hingga tak sadarkan diri.

Begitu juga dialami oleh Raira, Shon, Penc dan Alvhy

Sekelompok orang dengan kemampuan menghilang menumbangkan mereka, kini hanya tersisa Farzt dan Kidj yang masih tersadar.

Marah, sang ketua mengambil cure potion dari inventori lalu membanting hingga pecah, cairan hijaunya membasahi akar yang mengikat kakinya, perlahan akar tersebut layu melonggarkan lilitannya.

Dengan cepat iya hunuskan spadonanya, menyayat diagonal penuh tenaga dan amarah

"DOUBLE CRASHH" aumnya

2 dari 5 orang dihadapannya tidak cukup beruntung untuk menghindar, mereka terkena telak hingga memanjarkan darah segar dari jejak sayatan yang menganga

Mata bak binatang buas kini terpampang dari pupil Farzt, gerakannya makin cepat mengejar tiga orang yang telah membuat anggota regunya terluka

"Laboring Bless" rapalnya sembari tangan kirinya bergerak layaknya mengikat

Satu orang malang itu tidak dapat mengelak sampai datang

"PREASUREEE BOMBBB!" hentakan kuat setelah lompatan berputar mengantarkan spadonanya membelah tengkorak lawan di depannya hingga menembus dada, satu bola mata keluar dari kelopaknya.

Hujan darah membuat pandangan dua orang lawannya memandang ngeri tak percaya

ZLEBbb..

"Uhukk.."

Langkah Farzt terhenti, upper armornya basah, merah merembas, perlahan gerakan matanya melirik ke bawah, melihat dari balik dadanya muncul sebilah ujung Throwing Beam Cutter

Nafasnya kini mulai tersendat, terhalang oleh darah yang membanjiri kerongkongannya, darah mengalir dari sisi bibirnya

Belati tersebut bergerak mundur -dicabut oleh sang penikam.

tendangan kuat membuat tubuh yang kini sekarat terdorong kemudian terjerembab dalam pasir badai.

.

Semua kejadian itu sangat cepat dari balik kacamata Kidj, dirinya tanpa sadar menggigil kaku melihat ketua yang semula unggul bak pencabut nyawa bagi orang-orang asing yang telah menyerang timnya, kini kaku tak bergerak, darah mulai membasahi pasir tempat Farzt terkapar, mati.

"Merepotkan" ujar seorang yang berhasil membunuh Farzt

Kini orang itu mulai melirik kearah Kidj dengan dingin sambil meludahkan beberapa tetes darah yang tidak sengaja masuk ke mulutnya

"Kini giliranmu, mata empat"

Ia membersihkan Throwing beam cutternya dengan lengan bajunya, kemudian menjambak kasar rambut Kidj

"Ja-jangann..." rintihnya

"Jack hentikan!" ujar pria dari balik gelapnya badai pasir, tepat sebelum orang yang dipanggil menyayat leher Kidj

"Kenapa?!" tanyanya marah, "Kau tidak lihat orang ini berhasil membuat kita kehilangan tiga orang" serunya sambil menunjuk jasad Farzt dengan cara menendangnya

"Kalau bukan karena sihir lemahmu yang gagal kita tidak akan mengalami ini, Pak tua" lanjut Jack kesal, sembari melempar kasar Kidj ke tanah

"Aku mana mengira kalau ia memiliki cure potion, itu barang langka, kau tahu" balas sosok yang dipanggil Pak tua, seorang spiritualis.

"lalu kalau tidak ku bunuh, mau kau apakan mata empat itu?"

"Kita membutuhkan tenaga ekstra untuk membawa semua orang-orang ini"

.

.

To Be Continued

CCK

AN:

Ini bakal jadi capter terakhir buat periode ini, gue gak tau juga sih kapan lagi mulai garap. Karena gue mulai mau semhas, doain supaya lancer selancar2nya sampai kompre gays, kelar itu, sambil nunggu diterima kerja gue bakal garap :'

JFI Trivia

- disini job Hidden Soldier jadi Vigillante berdasar versi RF US, Karena sebenernya ada miss translasi yang pernah gue baca di RF Indonesia. Harusnyya Hidden Soldier itu trapper aka Infiltrator, mereka ketuker. Gue ngikutin RF US yang pertahanin trapper sebagai infiltrator, dan jadiin HS sebagai Vigilante.

- planet novus memiliki 2 bulan, gue pribadi lupa atau belum nemu nama officialnya, tapi disini gue kasih nama Fen & Gari: dari bahasa Yunani yang kalau digabung artinya bulan.

- teka teki palindrome diatas pasti gak asing buat pemain pokemon leaf green/fire red wkwk

- Grand Estoc merupakan senjata tipe A, grand sendiri memiliki keunggulan menambah jarak serang sebanyak 20 unit. Senjata ini yang gue inget dapet dari dropan di game.

- Efek dari penggunaan wind sight tampilannya kaya pakai byakugan, dan gue buat only mages can use