Kuroko no Basuke by Fujimaki Tadatoshi
Rated : M
Genre : Fantasy, Friendship, Romance, little bit Humor.
Pair : Kise x OC
Warning : AU, OOC, Garing, amburadul ( ? ), Typos, bahasa non-baku.
.
.
Happy Reading!
.
.
"Kise.. ngun.. "
Samar-samar aku mendengar seseorang memanggilku, sepertinya itu suara Kuroko-cchi. Tapi kenapa suara Kuroko-cchi terdengar aneh??
Aku membuka mataku yang terasa berat, dan hamparan langit biru menyambutku dengan hangat. Dimana ini?
"Ki-chan! Akhirnya kamu sadar!!" Momo-cchi berteriak senang, dan teman-teman yang lain langsung menatapku dengan pandangan masing-masing yang khas.
"Syukurlah, Kise-kun sudah sadar." ucap Kuroko-cchi sambil membantuku untuk bangun, saat mencoba duduk, tiba-tiba rasa sakit menyerang seluruh tubuhku sehingga aku mengerang kesakitan.
"Arrggghh! Sakit!!" aku kembali berbaring sambil meringis, rasanya benar-benar sakit, seperti dicabik-cabik sampai hancur.
"Ki-chan, kamu tidak apa-apa?" tanya Momo-cchi khawatir, aku tak menjawab tetapi ringisanku memberitahukan keadaanku.
"Dai-chan, tolong bawa Ki-chan ke uks!" pinta Momo-cchi, Aomine-cchi terlihat berdecak sebelum membantuku bangun.
Aku kembali meringis kesakitan, aku sampai tak bisa mengatakan apa-apa karena sakit ini. Midorima-cchi yang melihat Aomine-cchi kesulitan akhirnya membantu, dan kami pun pergi ke uks.
.
Didalam uks, terdapat seorang gadis berkacamata. Rambut hitamnya berkilau ketika terkena sinar matahari, dilihat dari seragamnya yang seperti kami, mungkin dia adalah salah satu siswi yang sedang berjaga disini. Entah kenapa, dia terlihat sangat familiar.
"Matsuyama-san, dimana sensei?" tanya Kuroko-cchi pada gadis itu saat Aomine-cchi dan Midorima-cchi membaringkan ku di ranjang uks, sementara aku sama sekali tidak berhenti meringis.
"Ah, sensei sedang pergi ke ruang kepala sekolah. Apakah Kise-kun terluka parah?" tanya gadis itu, dia mendekat kearah ranjang dan memeriksa denyut nadi pada pergelangan tanganku.
"Tadi Ki-chan pingsan. Saat bangun, tiba-tiba Ki-chan kesakitan." jelas Momo-cchi dengan khawatir, gadis bernama Matsuyama itu terlihat seperti berfikir sebelum menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku akan mencoba menyembuhkan Kise-kun." Matsuyama mengangkat kedua tangannya diatas tubuhku, dan cahaya biru yang samar nan hangat langsung menyelimuti seluruh tubuhku. Rasanya sangat nyaman sekali 'ssu.
"Ugh.." Matsuyama mengernyitkan kening sambil menutup mata, dan keringat dengan cepat meluncur dari sana. Apakah luka ku sangat parah sampai dia kesulitan seperti ini?
Setelah beberapa menit, akhirnya Matsuyama selesai menyembuhkan ku. Sekarang tubuhku benar-benar terasa ringan sehingga aku berfikir bisa terbang saat ini juga.
"Yuki, terima kasih sudah menyembuhkan Ryouta." ucap Akashi-cchi, dan aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai tanda terima kasih. Aku merasa tidak asing dengan nama itu, tadi Akashi-cchi memanggilnya Yuki? Bukannya tadi Kuroko-cchi menyebutnya Matsuyama??
"Sama-sama, ini sudah tugasku. Tapi, meski aku sudah menyembuhkannya, Kise-kun harus beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh." gadis tersebut tersenyum, dan aku tersentak ketika melihat senyuman yang khas itu. Mungkinkah..??
"Kamu.. Matsuyama Yuki?!" aku spontan bangun dan berteriak sambil menunjuk gadis itu, dia terlihat terkejut karena perlakuanku.
Lihat itu. Rambut hitam panjang, mata biru jernih yang terhalang oleh kacamata.. Dan kecantikannya yang selama ini ku abaikan.. Ternyata dia masih hidup, tapi kenapa dia terlihat sangat muda?! Bahkan Aomine-cchi, Murasakibara-cchi, yang lainnya juga 'ssu!!
"Ya, Kise-kun?"
Dia menatapku dengan tatapan penuh tanya, aku menatap sekeliling dan mendapati Akashi-cchi juga Aomine-cchi menatapku aneh.
"Kalian.. Ini, apa yang sebenarnya terjadi 'ssu yo?!" aku kembali berteriak, kali ini aku merasa kebingungan.
Sebelumnya aku tidak begitu memperhatikan, tapi setelah aku melihat dengan lebih jelas, kenapa mereka semua terlihat begitu muda?? Dan kenapa Yu-cchi memanggilku dengan panggilan Kise-kun?!!
"Sepertinya kepalamu terbentur bola cukup keras, Kise." ucap Midorima-cchi sambil membetulkan posisi kacamatanya yang melorot, Kuroko-cchi yang ada disampingnya mengangguk setuju.
"Bola? Bukankah tadi kita sedang kesulitan saat melawan raja iblis?" tanyaku bingung.
"..."
"..."
aku melihat mereka saling pandang sebelum Aomine-cchi tertawa keras.
"Hahahaha!"
"Ki-chan, sepertinya kamu benar-benar harus istirahat." ucap Momo-cchi sambil menepuk pundak ku, teman-teman yang lain hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Momo-cchi.
"Kalau begitu, karena sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai, kami akan kembali ke kelas. Tolong rawat Ki-chan ya, Yu-chan." Momo-cchi berbicara sambil melambaikan tangan, dan Yu-cchi melakukan hal yang serupa. Kemudian teman-teman pergi ke kelas setelah pamit padaku.
Kini, hanya aku dan Yu-cchi diruangan ini. Entah kenapa, tiba-tiba suasana menjadi terasa canggung.
"Ehm.. Maaf tadi aku sudah berteriak dan melakukan hal yang tidak sopan pada Yu-cchi, aku benar-benar terkejut setelah mendengar nama Yu-cchi." ucapku, mencoba untuk memecah suasana canggung ini.
Yu-cchi menatapku sambil tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Kise-kun pasti terkejut setelah pingsan tadi." Yu-cchi berjalan menjauh, mungkin pergi ke ruangan lain. Aku tidak tahu kenapa dia melakukannya, tapi aku merasa sedikit kecewa.
"Minumlah, aku selalu merasa baikan setelah meminum ini. Ku harap Kise-kun suka." setelah beberapa saat, Yu-cchi kembali dengan dua cangkir coklat hangat, dia menyerahkan satu untuk diminum olehku. Ternyata dia pergi untuk membuat ini, aku sudah salah sangka pada Yu-cchi.
"Terima kasih, Yu-cchi." aku menerima coklat hangat itu, menghirup aromanya yang menggoda. Ah, aroma ini membuatku merasa sedikit rileks.
"Omong-omong, Yu-cchi, hari ini tahun berapa 'ssu?" tanyaku setelah meminum coklat itu sedikit, Yu-cchi terlihat terkejut sebelum menjawab pertanyaanku.
"Saat ini tahun 2005, apa Kise-kun lupa?"
"Hah? 2005?!" aku kembali terkejut, kenapa bisa jadi seperti ini? Bukankah beberapa saat yang lalu aku dan teman-teman sedang berusaha untuk melawan raja iblis di lantai 100 pada tahun 2015?
"Iya, tanggal 7, bulan juni, tahun 2005." ucap Yu-cchi.
Aku termenung, yang disebutkan Yu-cchi tadi adalah tanggal dimana aku mengajak Yu-cchi untuk 'berkencan'. Awalnya, Aomine-cchi mengajakku taruhan untuk mengencani Yu-cchi. Jika aku menang, aku bisa mengajak Aomine-cchi main basket one-by-one selama dua minggu. Dan jika Aomine-cchi yang menang, aku harus membelikan majalah Mai-chan sebanyak yang Aomine-cchi mau.
Batas waktu taruhannya adalah seminggu, tapi aku langsung mengajak Yu-cchi berkencan tepat setelah aku membuat kesepakatan dengan Aomine-cchi. Aku tidak menyangka bahwa aku akan diterima semudah itu oleh Yu-cchi. Aku ingat wajah merengut Aomine-cchi ketika Yu-cchi menolaknya saat Aomine-cchi mengajaknya berkencan di hadapanku.
"Kise-kun?" suara Yu-cchi terdengar khawatir, aku menoleh dan mendapati Yu-cchi tengah menatapku.
"Ah, maaf Yu-cchi. Aku sedikit melamun tadi, hehe." kulihat Yu-cchi menghela nafas, dan dia tersenyum lembut padaku.
"Syukurlah, aku kira Kise-kun kesakitan lagi."
Ah, Yu-cchi sangat khawatir padaku. Kenapa selama ini aku mengabaikan ketulusannya?
"Oh ya, Kise-kun. Waktu jagaku sudah habis, apakah tidak apa-apa jika aku meninggalkan mu? Mungkin sensei juga akan segera kesini jika urusannya sudah selesai." Yu-cchi berkata sambil membereskan cangkir yang telah kosong, aku ingin Yu-cchi tetap disini, tapi aku tidak mau merepotkan nya.
"Tidak apa-apa, Yu-cchi. Aku akan istirahat disini sampai aku merasa baikan." aku menjawabnya sambil tersenyum dan dia membalas senyumanku.
"Cepat sembuh ya, Kise-kun."
Setelah mengatakan hal itu, Yu-cchi hilang dibalik pintu. Rasanya sepi sekali, padahal Yu-cchi baru saja pergi, tapi aku sudah merindukannya lagi.
Hah.. Untuk kali ini, aku tidak akan membuatmu menangis lagi, Yu-cchi..
TBC
.
.
Hai, Author balik lagi dengan akun baru dan fic baru :)
Akun yang MiracleGirl Rin07 tiba-tiba gk bisa dibuka :') Saya sempat bingung mau publish lagi fic yang diakun lama atau nggak.. meskipun publish lagi, mungkin hanya beberapa fic saja dikarenakan saya lupa alurnya XD.
Jan lupa review ya, kritik dan saran saya terima :D Sampai jumpa di chap berikutnya~
