A/N: Ya, emang ini terinspirasi dari Tonikaku Kawaii, jauh sebelum animenya rilis malahan idenya wkwk, jadi jangan heran kalau mirip.

...

..

.

Chapter 2: Tidur ada yang menemani.

Naruto terbangun dari tidurnya, dia segera beranjak dari futon tempatnya beristirahat. Namun, sebelum dia pergi dari kamar ke dapurnya, dia mendengarkan suara dengkuran halus yang seolah menenangkan dirinya, dengkuran kecil itu membuat Naruto bingung.

Apakah ada seseorang disini? Atau ada hantu? Seumur-umur, dia hanya takut dengan sosok mahkluk Astral yang kadang menampakkan dirinya itu.

Tapi Naruto menampik pemikiran itu, dia pun pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Saat dia minum, kedua matanya mengerjap beberapa kali, pemuda itu segera menyelesaikan urusannya dan kembali ke kamar.

Dia berdiri di samping futon, dia baru sadar jika ada dua buah futon di sana. Kedua netranya melihat kepala ungu milik Nozomi, wanita itu tengah memunggungi dirinya saat tidur. Dia juga ingat, kalau Nozomi adalah istrinya.

"Huh, kukira siapa, ternyata dengkuran neesan," gumam Naruto, dia pun kembali ke futon miliknya dan melanjutkan tidur.

Tapi dia malah tak bisa memenjamkan kedua matanya, karena Nozomi tengah memeluk dirinya saat ini. Dia terus menatap langit-langit kamarnya itu, lalu mencoba untuk mencerna hal yang baru saja terjadi.

Setelah dia kembali ke futonnya, Nozomi bergerak mendekatinya dan memeluk tubuhnya, seolah dia adalah guling yang enak untuk dipeluk. Terlebih sekarang, lengannya berada dibelahan dada Nozomi, dia meneguk ludahnya dengan susah payah saat ini.

"Dewa, aku berterimakasih padamu karena memberikan kenikmatan ini," gumam Naruto. Pelukan Nozomi semakin erat, hembusan napas wanita itu terasa oleh Naruto. Pemuda itu mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, dia tak bisa tidur sekarang. Tubuhnya dipeluk oleh Istrinya.

Dia biasanya tidur sendiri, tapi saat ini dia tidur ada yang menemani. Hatinya berbunga-bunga saat Nozomi menerima lamaran tersebut, walaupun dijawabnya sangat lama sih, tapi dia puas karena Nozomi menjadi istrinya sekarang.

Ada yang mengganjal dikepalanya, apakah dia harus membelikan sepasang cincin untuk Nozomi dan dirinya? Atau?

"Uhh..."

Naruto terkejut saat mendengar lenguhan Nozomi saat tidur, lidah wanita itu menjilati pipinya, lalu pelukannya semakin erat. Naruto mau tak mau harus mengubah posisinya, dia membalas pelukan Nozomi dan menenggelamkannya pada dada bidangnya.

Ia menghela napas, dia baru pertama kalinya merasakan memeluk seorang wanita cantik seperti Nozomi. Dulu, dia hanya memeluk Ibu tercintanya saat masih kecil, tapi sekarang dia memeluk seorang wanita.

"Selamat tidur." Naruto mengecup kepala ungu Nozomi, dan mencoba untuk menutup kedua matanya.

..

..

Keesokan harinya, Nozomi bangun terlebih dahulu. Kedua iris zamrud itu menatap dada bidang Naruto, dia juga merasa kalau saat ini tubuhnya tengah di peluk oleh seseorang. Nozomi terlihat bingung dengan apa yang dilakukannya tadi malam, apakah dia mengigau atau melakukan hal lain?

Tapi saat dia mendengar dengkuran halus dari orang yang memeluknya itupun membuat hatinya tenang, Nozomi membuang napas panjang setelah tahu siapa yang tengah membalas pelukannya.

Wanita itu segera beranjak dari tempatnya tidur, dia melepas pelukan Naruto dengan pelan dan menggantinya dengan sebuah guling berwarna putih. Nozomi pergi dari kamar itu untuk memasak sarapan untuknya dan Naruto, wanita itu dengan telaten membuat makanan di dapur apartemen Naruto.

Setelah selesai, dia pun membungkus makanan Naruto dengan sebuah plastik yang menutupi bagian atas piring saja, sementara dia sarapan dengan khidmat serta bersiap pergi ke kantor.

Nozomi ingin sekali membangunkan Naruto, tapi dia sepertinya tak bisa membangunkan pemuda itu, karena dia tidur dengan nyenyak.

Nozomi selesai dengan sarapannya, dia beranjak dari tempat makan dan membereskan peralatan makannya, wanita itu langsung bersiap pergi ke kantor dengan mengganti pakaiannya dengan pakaian khas kantoran miliknya.

"Ittekimasu!" gumamnya meninggalkan apartemen itu.

Beberapa saat setelah Nozomi meninggalkan apartemen itu, Naruto terbangun karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah korden di kamarnya, dia pun melihat kesekitar untuk mencari seseorang. Futon milik Nozomi sudah rapih dan diletakkan di sudut ruangan, dia pun melakukan hal yang sama.

Lalu keluar dari kamar itu, Naruto melihat makanan yang sudah dimasak oleh istrinya. Di sana juga ada sebuah catatan kecil untuknya.

Selamat pagi, maaf aku tak bisa membangunkanmu tadi, kau tidur nyenyak sekali. Pasti mimpi indah, ya kan? Ufufufu, tapi aku suka dengan wajah tidurmu.

Aku sudah membuatkanmu sarapan, mohon untuk dimakan dan maaf aku tak bisa sarapan denganmu saat ini, karena pekerjaan kantor yang menuntutku.

Dan aku sudah mencantumkan nomor ponsel serta email untukmu jika kau ada perlu denganku nantinya.

Salam, Nozomi Namikaze.

Naruto tersenyum membaca catatan kecil itu, dia meletakkan catatan itu di meja makan, dan mulai memakan sarapannya dengan khidmat, dia merasa bahwa makanan yang dibuat Nozomi lebih enak daripada masakan yang biasanya ia masak tiap hari.

"Masakan ini benar-benar enak," ujar Naruto.

Pagi ini, hati Naruto diselimuti dengan sebuah kebahagiaan terhadap seorang wanita selain Ibunya sendiri. Dia tak salah memilih seorang wanita yang dinikahinya.

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love Live by Kimino Sakurako/Sunrise.

...