A/N: No commen buat kemarin wkwk, soalnya nggak liat jika ada satu kesalahan, makasih buat Steven yang udah ngasih tahu.
...
..
.
Chapter 3: Bertemu di Minimarket.
Nozomi menghela napas lelah, ini adalah jamnya beristirahat makan siang. Pekerjaannya di kantor membuatnya sedikit pusing, apalagi beberapa omelan atasannya yang membuat telinganya merah, hal itu membuatnya ingin keluar dari kantor tersebut.
Dia saat ini tengah berjalan ke minimarket terdekat, dia butuh penyegar untuk menjernihkan pikirannya saat ini. Terlebih, pemuda yang menjadi suaminya itu tak ada disampingnya, dia butuh suaminya.
"Kapan pekerjaan ini selesai? Aku ingin segera pulang dan memeluk dia."
Nozomi tak sabar untuk segera pulang dan memeluk guling hidupnya, tapi dia harus menunggu guling hidup itu pulang ke apartemen dan tidur bersamanya serta saat ini dia masih bekerja di kantornya.
Helaan napas kembali meluncur dari mulutnya. Setelah sampai di minimarket, wanita itu lalu berjalan ke sebuah lemari yang berisikan beberap makanan yang bisa dihangatkan oleh Microwave, Nozomi segera mengambil sebuah kotak makanan lalu pergi ke tempat dimana minuman dingin berada. Dia mengambil sebuah botol air mineral dingin dan membawa kedua barang tersebut ke kasir.
Dia meletakkan keduanya di atas meja kasir dan mengambil dompet yang dibawanya dari kantor. "Jadi...bera...pa?" Kedua emeraldnya menatap sosok yang dikenalnya, rambut pirangnya itu sangat dia kenal serta seragam berwarna biru dengan garis-garis putih yang menjadi polanya. "Naruto?"
"Oh, neesan. Gratis untukmu itu."
"Eh?!" Nozomi terkejut saat Naruto mengatakan jika kedua benda yang dibawanya gratis. "Gratis?" Naruto mengangguk, dia mengambil kotak makanan itu dan mulai menghangatkannya.
"Neesan bekerja di kantor itu ya?" tanya Naruto, dia menunjuk ke sebuah gedung yang berada di seberang jalan. Nozomi menganggul kecil, wajahnya mulai berwarna setelah melihat pemuda itu berada di depannya.
"Manager, ada beberapa stock yang habis!"
Naruto menoleh. "Cek semua stock yang habis, lalu catat semua! Kita akan mengirimkan proposal ke pusat untuk mengirimkan stock yang habis, lakukan dengan cepat!"
"Siap!"
Nozomi mengernyitkan dahinya mendengar percakapan barusan. "Kau manager disini?" Hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan Nozomi. "Geez, jawablah Naru."
"Iya, aku manager disini neesan." Naruto mengambil kotak makan Nozomi, dia memberikannyanpada sang istri. "Anu Ryo-san, tolong gantikan aku di meja kasir!" Naruto berseru memanggil pegawai minimarket lain.
"Baik!" Pemuda yang dipanggil Ryo datang, dia mengangkat sebelah alisnya. "Pacar dari Manager Naruto?" Nozomi merona mendengar pertanyaan dari Ryo. "Tapi yang aku lihat, Manager malah membeli-aduh!" Naruto menatap tajam Ryo yang hampir saja keceplosan. "Ah maafkan aku, silahkan dilanjut acaranya." Ryo tertawa kecil.
Naruto pun mengajak Nozomi untuk pergi ke depan, di sana ada dua buah meja untuk beberapa orang yang ingin beristirahat. Nozomi meletakkan makanan serta minumannya di atas meja, dia duduk saling berhadapan dengan sang suami.
"Selamat makan!" Nozomi membuka makanannya dan mulai memakannya. Dia sesekali melirik pada Naruto, pemuda itu membawa satu buah roti melon untuk dimakan. "Kenapa kau tak makan nasi?"
"Aku lebih suka makanan yang agak ringan." Pemuda itu pun mengambil botol air putih Nozomi, dia meneguknya sedikit dan meletakkannya kembali disamping Nozomi. "Sepertinya kantor itu sangat sibuk ya? Neesan terus menghela napas daritadi."
"Entah kenapa aku berakhir di kantor itu. Aku ingin keluar sebenarnya, tapi aku tak mau menyusahkan suamiku," ujar wanita itu. Naruto tersenyum miring, dia merogoh saku celananya untuk mengambil sebuah kotak. "Naruto?"
"Ah, ini aku ada hadiah untuk neesan." Naruto meletakkan kotak merah itu di depan Nozomi. "Bukalah!"
Nozomi mengerjapkan kedua matanya sesaat, hatinya berdebar-debar saat melihat kotak itu, dia meletakkan kedua sumpitnya dan menggeser makanan yang tinggal sedikit itu. Nozomi meneguk ludahnya dengan susah payah, dia mengambil kotak itu dan mulai membukanya.
Naruto menggaruk pipinya yang tak gatal sambil tersenyum tak enak. "Maafkan aku neesan, cincin itu terlalu sederhana, sama seperti punyaku." Nozomi tersenyum dan mengambil cincin yang ada di dalam kotak itu, dia juga melihat sebuah cincin putih yang melingkar di jari manis Naruto.
"Neesan sudah senang kok, terima kasih ya." Nozomi beranjak, dia mengecup pipi Naruto lalu memasangkan cincin itu di jari manisnya. "Cantik, terima kasih."
Naruto melongo menatap Nozomi yang tersenyum manis padanya. "Bidadari..."
"Ufufufu, bisa aja."
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live by Kimino Sakurako/Sunrise
