Nozomi pulang dari kantornya, dia melihat-lihat kesekitarnya saat berjalan menuju apartemen. Sesampainya di sebuah taman, dia melihat sosok yang sangat dikenalnya sedang duduk berdua dengan seorang wanita lain, Nozomi mengerutkan dahinya saat melihat kejadian itu.
Dia secara diam-diam melangkahkan kakinya untuk mendekati sosok yang bernama Naruto itu, Nozomi curiga jika pemuda yang menjadi suaminya itu tengah berselingkuh dibelakangnya. Apakah karena dirinya lebih tua jadi Naruto berselingkuh? Tidak, itu tak mungkin. Naruto tak akan berselingkuh dibelakangnya seperti ini.
Tapi, kenapa dia bersama dengan seorang wanita lain? "A-aku akan menunggunya saja."
"Menunggu apa?"
"Hyaaahh! Naruto?!" Pemuda itu malah memergoki dirinya. Nozomi terdiam, wajahnya sudah sangat terkejut saat ini. "A-anu."
"Ya?" Naruto mengerjapkan kedua matanya, dia pun tersenyum tipis saat melihat sosok wanita yang berdiri disampingnya. "Maafkan aku neesan, pasti ketahuan ya?"
Nozomi langsung menghela napas kecewa mendengarnya. "Uhhh..."
"Neesan, maafkan aku."
"Ta-tak usah minta maaf, a-aku memakluminya."
Wanita disamping Naruto memiringkan kepalanya seolah tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi dia malah melihat ke arah lain dimana ada seorang lelaki yang sedang memanggil dirinya.
"Sai!" Wanita itu segera berlari mendekati pria berambut hitam dengan kulit pucat. "Geez, kau kemana saja sih? Aku sampai di datangi adikku di taman."
Nozomi kembali mencerna pembicaraan antara keduanya, sementara Naruto tersenyum jahil saat melihat wajah penasaran Nozomi.
"Maafkan aku Ino, tadi ada yang minta tanda tanganku. Ah, Naruto maafkan aku yang meninggalkan kakak sepupumu disini bersamamu."
Naruto mengangkat tangannya seolah tak ada yang perlu dipermasalahkan. "Tak apa niisan, aku tahu jika niisan sibuk dengan lukisanmu." Naruto menggandeng tangan Nozomi, dia menarik wanita itu ke dalam pelukan hangatnya. "Perkenalkan, dia istriku, Nozomi Namikaze."
Wanita pirang bernama Ino itu mengerjapkan matanya beberapa kali. "Ara, adikku mendahuluiku ternyata."
Sai sendiri tertawa kecil mendengarkan balasan Ino. "Tenang saja, aku akan melamarmu setelah ini."
"Hah?! Ka-kau bercanda?!" Sai mengalihkan pandangannya seolah sedang berpikir. "Tatap aku, bodoh!"
Sementara itu, Naruto tersenyum melihat interaksi kakak sepupunya dengan Sai yang menjadi pacar Ino. "Tenang, aku tak selingkuh kok." Nozomi menatap Naruto dengan netra emeraldnya yang seolah ingin mengeluarkan air mata, kedua pipinya memerah saat itu juga. "Hey, jangan menangis, neesan jelek jika menangis."
"Ta-tapi kau..."
"Maaf neesan, aku hanya menjahilimu saja." Nozomi langsung mencubi pinggang Naruto membuat sang empunya mengaduh sakit. "Tak kuulangi lagi, aku janji!"
"Baka!"
...
..
...
Kebetulan, mereka berempat ke sebuah onsen yang ada di dekat tempat tinggal Naruto. Nozomi dan Ino berada di onsen sebelah, sementara Naruto telah menyelesaikan mandinya di tempat itu meninggalkan Sai yang masih menikmati air hangat di dalam tempat itu.
Naruto keluar dengan sebotol susu yang ada di tangannya, dia duduk di sebuah kursi getar untuk memijat tubuhnya. "Neesan menikmatinya?" Dia bertanya pada Nozomi yang baru saja keluar dengan Ino.
Wanita itu terkejut saat Naruto tahu bahwa dirinya keluar dari dalam onsen. "Um! Itu sangat menyegarkan." Nozomi mengambil sebotol susu, dan meminumnya. Dia berdiri di samping Naruto yang sedang duduk di kursi pijat. Wanita itu membungkuk sedikit dia melihat wajah Naruto yang sedang menikmati kursi pijat itu.
Kedua netra Naruto terbuka, dia melihat sebuah pemandangan yang beberapa kali dia lihat di apartemennya, dia tersenyum saat kedua matanya melihat wajah cantik Nozomi mulai dari atas hingga ke dua buah benda yang membuatnya penasaran sampai saat ini.
Nozomi mengikuti arah pandang Naruto, dia tersenyum dengan rona merah yang hingga di kedua pipinya. "Ara, Naruto mesum ternyata."
"Itu normal bagi seorang suami yang memandangi Istrinya. Tapi neesan, benda itu besar juga ya? Nanti di apartemen, bolehkah aku memegang keduanya?"
Nozomi terdiam, Ino pun ikut terdiam, Sai yang baru saja keluar tak tahu apa-apa.
Nozomi langsung menutup wajah Naruto dengan handuknya, membuat Ino tertawa kencang melihatnya.
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live by Sunrise/Kimino Sakurako.
