"Akhirnya bisa keluar dari tempat itu." Helaan napas lega terus saja dikeluarkan oleh Nozomi, wanita itu baru saja keluar dari tempat tinggalnya bersama Naruto setelah memindahkan beberapa barang yang ada di tempat kerjanya, dia baru saja mengundurkan diri dari kantor tempatnya bekerja dan mungkin akan menjadi Ibu rumah tangga yang merawat Naruto serta membersihkan apartemen itu.
Nozomi sendiri memikirkan beberapa hal yang akan terjadi setelah dia resign dari tempat kerjanya, dia juga sudah mendiskusikan hal ini dengan suaminya saat ingin keluar dari kantor tersebut. "Nozomi?"
Wanita itu mengedipkan kedua matanya melihat sosok wanita lain berambut pirang yang sedang menatapnya turun dari lantai tempat tinggalnya. "Eli?"
"Eh, Nozomi? Kau tinggal disini?!"
"U-um ya begitulah."
"Wahhh, aku tak menyangka kalau kau tinggal disini."
Eli Ayase, sepupu jauh Nozomi yang kebetulan berjalan melewati tempat tinggalnya. Dia blasteran Jepang-Russia loh. "Uh, aku hanya ingin suasana baru saja kok."
Eli menatap jari manis Nozomi yang tersemat sebuah cincin emas putih di sana. "Tunggu dulu!" Dia dengan sigap menarik tangan kiri Nozomi serta menatap cincin putih itu dengan intens. "Kau...sudah menikah?!"
Wajah Nozomi merona hebat saat ditanyai oleh Eli. "U-uhh, ba-bagaimana ya?"
"Lalu bagaimana dengan paman dan bibi? Apa mereka tahu?" Nozomi menggelengkan kepalanya. "Mereka tak tahu? Aduh, kukira mereka tahu jika kau sudah menikah."
"Aku belum mengatakan hal ini pada mereka, aku terlalu takut."
Eli langsung memeluk Nozomi. "Aku tahu, tapi selamat atas pernikahanmu." Nozomi mengangguk kecil, dia menikmati pelukan yang diberikan sepupunya itu. "Lagipula kau adalah sepupu yang paling dekat denganku, jadinya aku agak khawatir setelah tahu kau menikah."
"Um, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku Eli."
Eli menarik dirinya. "Ngomong-ngomong, kemana suamimu?"
"Dia bekerja di sebuah minimarket."
Eli terdiam sejenak, dia menatap Nozomi untuk meminta jawaban yang sebenarnya. "Yang benar saja?!"
"Memang benar kok, mau ikut ke sana?"
Eli terlihat berpikir sejenak, Lalu mengangguk menyetujui ajakan Nozomi. Keduanya pun pergi ke sebuah minimarket yang dekat dengan tempat tinggal Nozomi.
...
Naruto by Masashi Kishimoto.
Love Live by Kimino Sakurako/Sunrise.
...
Eli mengerjapkan kedua matanya beberapa kali saat melihat sebuah tempat kerja yang bisa dibilang lumayan besar, dia lalu menatap Nozomi yang sedang tersenyum manis kepadanya. "Minimarket?"
"Ya, suamiku bekerja di tempat ini."
Nozomi pun menarik tangan Eli, lalu masuk ke dalam. Suasana tempat itu terlihat nyaman untuk dikunjungi, Eli melihat-lihat bagian dalam dari minimarket itu, gadis itu dibuat takjub denhan design interior yang terlihat indah, beberapa sudut ruangan yang sangat bersih serta sebuah tangga untuk beberapa pengunjung yang ingin menikmati beberapa makanan yang tersedia di minimarket itu.
Nozomi tersenyum saat tahu Eli yang menatap minimarket itu dengan tatapan kagum, dia pun berjalan mendekati meja kasir yang sedang ditempati Naruto.
"Naruto."
Naruto yang merasa dipanggil pun menutup bukunya, dan menatap sosok istrinya yang sedang berdiri di depan meja kasir. "Neesan, ada apa?" Nozomi memberikan sebuah sinyal bahwa ada temannya yang datang ke minimarket itu. "Eh, ada temanmu."
"Lebih tepatnya sepupuku."
Naruto melihat arloji yang dikenakannya. "Mau makan siang? Kebetulan aku mau makan siang." Nozomi mengangguk kecil, dia pun membiarkan Naruto untuk memanggil pegawai lain yang akan menggantikannya. "Baiklah, pilihlah makanan kesukaan neesan dan teman neesan."
Nozomi kembali mengangguk kecil. "Eli, ayo kemari, kita makan siang!"
"Eh?!" Eli pun berjalan mendekati Nozomi, dia melihat sosok pemuda yang tingginya di atas Nozomi, serta mempunyai badan yang agak besar, Eli berpikir jika pemuda itu adalah orang luar negeri yang bekerja di Jepang tapi saat dia mendengarkan percakapan pemuda itu dengan Nozomi, Eli sadar akan suatu hal. "Kukira dia orang asing."
Nozomi tertawa kecil, dan Naruto tersenyum tipis menanggapi pernyataan Eli. "Bukan, dia asli dari Jepang, cuma mungkin nenek atau kakeknya yang keturuan orang luar." Naruto hanya tertawa canggung saat Nozomi menjelaskan asal-usulnya. "Lebih baik kita makan siang."
Keduanya pun mengangguk, dan makan siang di mulai.
Naruto mengambil sebuah roti melon dengan sebotol air putih, ditangannya yang lain ada sebuah kotak makan yang dimasak oleh istri tercintanya. Nozomi sendiri mengambil sekotak Yakiniku kesukaannya, serta mengambil sebotol Bir, dan Eli mengambil makanan yang sama dengan sepupunya, namun dengan sebuah jus jeruk sebagai minumannya.
Ketiganya berjalan ke lantai dua tempat dimana pengunjung bisa makan serta beristirahat, mereka mengambil sebuah tempat duduk yang dekat dengan jendela. Nozomi dan Naruto duduk bersama sementara Eli berada dihadapan mereka.
"Jadi kalian sudah menikah beberapa bulan yang lalu?" Eli membuka pembicaraan, dia juga mengambil daging yang ada di kotak makannya itu. "Eh, ini enak."
"Fufu, walaupun ini minimarket, tapi makanan disini enak semua dan higienis. Naruto sendiri yang mengatur semuanya."
Naruto yang mendengarnya langsung menundukkan kepalanya, dia memakan bekal yang dibawa oleh Nozomi. "Aku hanya melakukan tugasku saja." Wajahnya merona saat dia dipuji oleh istrinya. "Neesan juga ikut membantu memberikan ide padaku."
"Huh, kapan?"
Naruto memutar bola matanya malas. "Lupa dia." Eli tertawa kecil melihat interaksi antara keduanya. "Kami disini hanya bekerja sama serta aku beberapa kali memberikan instruksi pada yang lain walaupun mereka ada yang lebih tua daripada diriku. Tapi mereka semua menurut, serta ramah terhadapku yang langsung menjadi Manager."
"Wow, manager."
"Ngomong-ngomong, Eli kau kan mengajar les balet?"
"Libur untuk saat ini, sebenarnya aku mau kembali ke Rusia, tapi aku mager."
Nozomi memutar kedua bola matanya malas mendengar perkataan dari Eli.
Pembicaraan mereka pun berlanjut hingga Eli pulang ke rumahnya, meninggalkan Naruto serta Nozomi yang masih ada di lantai dua.
"Sepupumu itu berbakat ya? Dia sepertinya orang yang tegas."
"Ya, dia pernah menjadi kaichou di sekolahku dulu. Sudah lama juga aku tak melihatnya." Nozomi merilekskan badannya, dia menggenggam tangan Naruto. "Aku ingin bertemu orang tuaku."
"Huh?!"
...
..
.
TBC
