Chapter 4: Kerajaan Fiore.
Sebulan berlalu sejak dia meninggalkan kerajaan Fiore, dia meninggalkannya karena dirinya ingin pensiun menjadi petualang. Namun, saat ini dia akan pergi ke toko yang menjual barang perabotan. Naruto akan membeli beberapa barang yang dibutuhkan untuk rumahnya yang akan jadi sebentar lagi.
Sebuah kebetulan yang agak langka bagi Naruto, walaupun dia pensiun, tapi dia masih dipanggil oleh Guild dan kerajaan karena acara penting. Naruto mendengar jika kerajaan Fiore memanggil empat orang Hero, bisa dibilang ini adalah kejadian langka.
Naruto juga mendengar jika setiap kerajaan akan memanggil satu orang Hero dari dunia lain untuk mengemban tugas untuk mengalahkan Raja Iblis yang akan bangkit seribu tahun sekali.
Dan saat ini, Naruto berada di ruangan tempat dimana Makarov berada. Naruto duduk disamping Hashirama yang tengah menikmati teh yang telah disediakan, lalu ada Madara serta Gildarts yang duduk di depan mereka.
Hawa yang dikeluarkan oleh keempat orang itu begitu kuat, Makarov hanya bisa diam melihat keempat orang kuat itu berada di dalam satu ruangan.
"Ayolah, kenapa suasananya begitu mencekam disini?" Naruto membuka pembicaraan, dia mencoba untuk mencairkan suasana. "Suasananya mencekam, apa karena Madara sedang marah pada Hashirama... Lagi?"
"Si bodoh itu kembali membuat hutan di bagian barat kerajaan, astaga." Madara memijit pangkal hidungnya, dia seolah tak kuat menahan rasa ingin memarahi Hashirama, atau memukul wajah bodohnya. "Gildarts, aku tahu kau ini adalah orang yang kalem, tapi kenapa kau sampai harus menghancurkan hutan bagian selatan?!"
"Itu tak sengaja."
"Tak sengaja jidatmu!"
Gildarts hanya tertawa keras mendengar umpatan dari Madara. "Jadi untuk apa kita dikumpulkan disini?"
Makarov mendengar pertanyaan dari Gildarts. "Kita akan kedatangan Hero, bukan satu tapi empat langsung."
Naruto pun bersuara setelah Makarov mengatakan jika mereka akan kedatangan Hero. "Tapi jika ini menyangkut tentang kami berempat yang harus ikut satu kelompok dengan Hero, maka aku akan menolak keras hal tersebut," jelas Naruto.
"Naruto, kau disini adalah pengecualian, kau tak akan diminta untuk ikut bergabung dengan party Hero. Namun, aku akan meminta kalian bertiga, salah satu dari kalian untuk bergabung dengan party Hero."
Ketiga orang selain Naruto terdiam sejenak. Namun, Naruto kembali menjawab pertanyaan Makarov. "Aku bertaruh jika kalian bertiga tak berminat."
"Naruto, kau punya skill baru?"
"Aku tak akan berbohong, solo itu lebih enak."
"Hn!"
Makarov mengusap wajahnya, ini seperti yang dia duga sebelum mengundang mereka semua, para petualang rank SS tak akan mau ikut bergabung dengan Party dari Hero. Terlebih Gildarts dan Naruto yang lebih sering solo daripada satu kelompok, Madara dan Hashirama sudah punya chemistry sendiri untuk mengerjakan Quest tingkat S atau di atasnya berdua saja.
"Jika kau memilih Laxus, maka dia akan menolak mentah-mentah permintaan tersebut," ujar Naruto yang tahu betul karakteristik dari seorang Laxus Dreyar.
"Naruto, Cucuku tak akan Sudi mengajari mereka semua." Makarov tertawa keras setelah mengatakannya. Pria tua itu berpikir jika cucunya benar-benar tak mau satu party dengan Hero. "Aku berharap, kalian datang ke pertemuan antara raja dan Hero yang telah di panggil. Kalian datang sebagai seorang tamu di istana."
"Berapa hari lagi aku akan disini? Aku tak sabar untuk membuka toko roti ku lagi." Naruto menghela napas lelah, dia benar-benar tak ingin berada di kerajaan Fiore lagi, sepuluh tahun berada di kerajaan ini, dan dia sudah agak bosan dengan kehidupannya sebagai seorang petualang kelas atas.
"Dua Minggu." Naruto melotot menatap Makarov. "Tenang, kau boleh pulang sebelum hari terakhir kok." Naruto menghela napas setelah diberikan sebuah angin segar oleh pria tua itu.
"Segitu inginnya kau untuk pulang Naruto?"
"Gildarts, aku sudah dapat pelanggan tetap di sana." Gildarts hanya tertawa menanggapi perkataan Naruto yang agak jengkel terhadap dirinya. "Aku akan mengalah untuk hal ini, dan akan pulang setelah acara selesai." Naruto berdiri dari tempatnya, dia bersiap untuk pergi dari ruangan Makarov. "Besok kan acaranya? Aku akan usahakan untuk datang tepat waktu."
"Jangan lupa memakai topeng mu Naruto, kau tak mau kan jika Party yang pernah kau masuki mencurigaimu sebagai orang kuat? Terutama milik bocah manja itu." Naruto mengangguk malas, dia benar-benar tak ingin berurusan dengan hal-hal yang membuatnya repot.
Naruto pun melambaikan tangannya dan pergi dari tempat Makarov, dia berjalan keluar dari lorong tempat dimana ruangan tersebut berada. Naruto tak punya banyak waktu sekarang, dia ingin segera menyelesaikan urusan tak berguna ini dan pulang ke Desa Konoha.
"Oi, orang lemah."
Naruto tak menoleh sedikitpun saat keluar dari lorong tersebut, dia hanya fokus pada pintu keluar Guild.
"Oi, aku memanggilmu orang lemah!"
Naruto melirik melalui ekor matanya, dia melihat sosok pria berambut perak dan mempunyai tubuh besar. Dahinya berkerut saat dia melihat wajah orang itu, dia terlihat familiar dengan warna rambut itu. Naruto menunjuk dirinya sendiri. "Aku?"
"Iya, siapa lagi?"
"Lalu ada apa?"
"Aku dengar kau pensiun? Aku pikir kau sudah menyerah setelah Sasuke mendepakmu dari party-nya." Ujar orang itu. Naruto mengedipkan kedua matanya beberapa kali, dia ingat sekarang.
"U-um." Elfman Strauss. Naruto ingat, dia orang yang selalu mengatakan 'Laki-laki!' kedua mata birunya melirik Mira yang menatapnya dalam diam, dia seolah memberikan isyarat pada Naruto untuk memberikan pelajaran pada adiknya itu. Namun, Naruto hanya menggelengkan kepalanya saja. "Ka-kau Elfman kah? O-oh, lama tak bertemu."
" Elfman-san!."
"U-um, Elfman-san." Naruto ingin muntah saat ini juga.
"Oi, bocah pirang bodoh! Kau mau kemana?! Urusan kita belum selesai!" Semua petualang di Guild langsung menatap sosok pria berambut merah dengan tangan kirinya yang terbuat dari besi. Dia adalah Gildarts Clive, salah satu petualang rank SS yang ada di kerajaan Fiore, aura intimidasi terlihat memancar dari tubuh kekarnya, dibelakang Gildarts ada Madara dan Hashirama, duo yang sangat melegenda di kerajaan tersebut.
"Gi-gildarts-san?!" Elfman terlihat takut saat pria merah itu berjalan mendekati keduanya. "A-apa yang akan kau lakukan pada si lemah ini?"
"Kau siapa? Aku tak mengenalmu sama sekali, apa urusanku dengan bocah pirang ini tak ada sangkut pautnya dengan dirimu dan party bodohmu itu." Dia pun mengangkat Naruto layaknya karung beras. "Mira, aku akan disini untuk dua Minggu, tolong siapkan Quest seperti biasa!"
"Um, aku mengerti." Mira mengangguk mengerti.
Gildarts kemudian membawa Naruto keluar dari gedung Guild untuk menghindari tatapan para petualang lain, namun ada seorang wanita yang menatap tajam Naruto yang sedang digendong oleh Gildarts, dia pun beranjak dari tempat duduknya untuk mengikuti keempat orang tersebut.
Wanita berambut merah panjang itu menatap Naruto yang sudah diturunkan oleh Gildarts, pria itu di marahi oleh Naruto habis-habisan karena dengan seenak jidatnya menggendong dirinya seolah dia adalah karung beras.
"Pria brengsek!"
"Ayolah, kan aku menyelamatkanmu dari orang-orang bodoh itu, mana rasa terima kasihmu."
"Mana ada rasa terima kasih dariku untukmu? Aku tak Sudi!"
"Ayolah Naruto!"
Wanita itu mengerutkan dahinya menatap interaksi dari keduanya, seolah mereka adalah sudah sangat akrab dengan hal tersebut. Dia terus menatap mereka hingga mereka pergi dari Guild.
"Desas-desus dari petualang yang lain adalah, orang yang bernama Naruto itu adalah petualang kelas B yang hanya bisa sihir support saja, tapi kenapa mereka seolah tak mendiskriminasinya? Petualang Rank SS, Madara dan Gildarts, lalu petualang rank S, Hashirama."
Di lain sisi, Naruto dan yang lain merasakan bahwa mereka sedang di ikuti. Keempat orang itu menatap satu sama lain, dan mulai berjalan ke arah yang berbeda. Mereka semua ingin tahu siapa yang akan di ikuti.
Naruto pun menghentikan langkah kakinya, dia menatap Madara, Hashirama dan Gildarts yang seolah menatapnya dengan tatapan, 'Semoga berhasil.'
'Sialan kalian!' batin Naruto mengumpat saat tahu dia yang di ikuti. Naruto hanya menghela napas, dan melanjutkan perjalanan ke penginapan yang dia tinggali untuk sementara.
Dia terus berjalan hingga sampai pada penginapan tersebut, Naruto berhenti sejenak saat dia merasakan wanita itu masih mengikuti dirinya. Naruto pun masuk ke dalam penginapan, dia sudah tak peduli lagi jika dirinya di ikuti oleh wanita itu.
Naruto memberikan senyuman tipis pada resepsionis penginapan, dan dia langsung ke kantin penginapan, tempat dimana orang yang menginap bisa makan. Naruto duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan.
Di kantin sudah banyak orang yang makan siang, dia hanya menunggu makan siangnya datang sambil menatap sosok wanita yang sedang mengintipnya dari kejauhan. Dia tersenyum tipis saat wanita itu masuk ke dalam kantin dan melihat ke sekitar, dia mencari sosok dirinya yang dari tadi di ikuti.
"Hey, aku disini!"
Naruto mengangkat tangannya, dan wanita itu menyadari sosok Naruto yang tengah duduk santai di sebuah kursi, sembari menunggu makan siangnya datang. Wanita itu menoleh ke kanan kiri dengan pandangan panik.
"Kemarilah!" Wanita itu pun mengikuti perkataan Naruto, dia berjalan mendekati meja Naruto, sampai pada akhirnya dia berdiri di depan meja Naruto. "Jadi kenapa kau mengikuti kami? Sebelum itu, duduklah!"
"U-um."
"Jadi bagaimana?"
"Aku hanya penasaran, bagaimana seorang pria yang lemah sepertimu bisa akrab dengan para pemegang rank S ke atas?"
Naruto hanya tersenyum miring, berarti wanita di depannya ini hanya penasaran akan dirinya yang akrab dengan Gildarts dan yang lain. "Anggap saja aku adalah teman mereka."
"Teman? Yang aku tahu, kau tak punya teman sama sekali," ujar wanita itu, namun pembicaraan itu terpotong karena makan siang Naruto telah datang.
"Terima kasih! Ah, tolong berikan dia makanan sepertiku juga." Pelayan itu mengangguk kecil, kemudian kembali ke dapur. "Aku tak ingin orang-orang tahu akan diriku yang sebenarnya, ummm..."
"Erza, Erza Scarlet, petualang mantan petualang Rank A, dan sekarang sudah Rank S."
"Erza-chan, begitu ya?" Wanita itu merona mendengar panggilan 'Chan' terhadap dirinya. "Ada banyak hal yang tak akan kau ketahui di dunia ini, termasuk di kerajaan Fiore. Aku hanyalah pria pensiunan petualang kelas B, yah itulah yang aku infokan." Naruto pun makan dengan lahapnya hingga makan siangnya habis, sementara Erza mendapatkan makan siangnya sendiri setelah dipesankan oleh Naruto. "Tenang, aku akan bayar."
"Terima kasih, ummm..."
"Naruto, Naruto Uzumaki." Naruto menatap Erza yang mulai memakan makan siangnya itu, senyuman tak hilang dari wajahnya saat dia melihat Erza makan. 'Jika dilihat, dia mirip dengan mendiang Kaachan.' batin Naruto saat dia menatap Erza, terutama rambut merahnya itu.
"Terima kasih Naruto."
"Sama-sama..." Naruto terus menatap Erza hingga wanita itu menghabiskan semua makan siangnya. "Aku tak tahu ini benar atau tidak, tapi kelihatannya kau masih muda?"
"Umurku sembilan belas tahun, dan aku beruntung bisa masuk ke jajaran petualang rank S, aku ingin masuk ke Rank SS sama seperti Fox, petualang terkuat di kerajaan Fiore."
"Cita-cita yang bagus Erza-chan." Naruto menepuk kepala Erza dengan lembut, kedua pipi gadis itu pun merona saat kepalanya di elus oleh Naruto. "Besok, kau bisa datang ke belakang Guild, aku ada di sana bersama Gildarts dan yang lain."
Erza mengerutkan dahinya mendengar perkataan Naruto. "Ada apa memangnya?"
"Ada sesuatu besok, jadi nantikan saja." Naruto beranjak dari tempatnya duduk. "Jangan katakan hal ini pada siapapun, oke?" Naruto mengedipkan sebelah matanya, dan pergi meninggalkan Erza.
Sebelum itu dia memberitahu pada resepsionis untuk memasukkan makan siang Erza ke dalam tagihannya.
Erza sendiri menatap kepergian Naruto dengan tatapan penasaran, apakah ada rahasia antara pemuda pirang itu dengan para petualang tingkat atas?
-o0o-
Keesokan harinya, Erza memenuhi permintaan Naruto untuk datang ke area belakang Guild, di sana dia melihat Madara dan Hashirama yang sedang berbicara satu sama lain, serta Gildarts yang duduk sambil menikmati alkohol yang dibawanya.
Erza tak melihat sosok Naruto yang kemarin membuat janji dengannya.
"Sepertinya kita kedatangan tamu." Hashirama yang menyadari hal tersebut pun berjalan mendekati Erza. "Gadis muda, kau yang disuruh Naruto?" Erza mengangguk mantap, membuat Hashirama tersenyum kecil. "Kemarilah!"
Erza mengikuti perkataan Hashirama, dia berjalan mendekati petualang rank SS yang lain.
"Aku tak mengerti kenapa kau mengikuti kami kemarin." Gildarts membuka suara, dia penasaran akan Erza yang berjalan mengikuti mereka. "Apa kau penasaran dengan Naruto? Si bodoh itu malah di ikuti anak ini."
"Biarkan saja, mungkin saja dia ingin mengetahui sosok petualang lemah seperti Naruto."
"Siapa yang kau panggil lemah, Madara-teme!"
"Kau yang lemah, Naruto-dobe!"
Aura rival terasa oleh Hashirama dan Gildarts. "Ayolah, hampir tiap bertemu, kalian selalu begini."
""Dia yang duluan, Gildarts/Bodoh!""
Pria itu hanya bisa tertawa kikuk mendengar balasan kesal dari keduanya. Mereka berempat mengabaikan Erza yang sedang berdiri terdiam.
"Kalian, apa kalian tak sadar jika ada nona Erza di sana?" Celetuk Hashirama, membuat ketiganya menatap Erza secara bersamaan. "Nah Naruto, apa yang akan kau lakukan pada gadis itu?"
Naruto berjalan mendekati Erza. "Kau mengidolakan siapa di antara mereka?"
"Pe-petualang Fox."
"Pilihan yang benar," ujar Naruto, dia menepuk bahu Erza kemudian mengambil sebuah topeng rubah dari dalam tas pinggang yang di kenakan olehnya. Dia memakai topeng itu dan menatap Erza yang sudah sangat terkejut.
"Apa kau serius Naruto?" Madara bertanya pada Naruto, dan dia hanya mendapatkan anggukan kecil dari pemuda pirang itu. "Terserahlah."
Erza panik saat dia mendapati sosok Naruto yang ternyata adalah petualang tingkat SS sama seperti Madara dan Gildarts. "Ka-ka-kau?!"
"Jangan terkejut sampai seperti itu," Naruto menepuk rambut Erza. "Baik akan aku perkenalkan lagi diriku, namaku Naruto Uzumaki, dan nama samaran ku adalah Fox, petualang rank SS, lalu itu Gildarts Clive, disebelahnya ada Madara Uchiha, dan Hashirama Senju."
Erza langsung membungkukkan badannya saat Naruto memperkenalkan diri serta temannya yang lain. "Er-erza Scarlet, petualang yang baru masuk Rank S, mohon kerja samanya!"
"Tak usah kaku Erza." Naruto pun menatap yang lain. Mereka bertiga mengangguk kecil seolah ada sesuatu yang mereka sembunyikan. "Ikut kami ke istana, kita menjadi undangan spesial untuk menyambut para Hero."
Erza kembali dibuat panik, wajahnya memucat saat dia di ajak oleh kawanan petualang ranking atas itu ke istana, hanya untuk menyambut para Hero yang terpanggil beberapa waktu yang lalu.
Mereka semua pun berangkat menuju ke istana dengan Erza yang masih panik akan dirinya yang di ajak langsung oleh keempatnya. Dia sendiri juga baru pertama kalinya ke istana kerajaan Fiore, Erza melihat betapa megahnya istana tersebut.
Dia tak sadar jika Naruto terus menatapnya dari balik topeng tersebut. Sebuah senyuman tipis tercipta dibalik topeng tersebut, dia seolah melihat sosok mendiang ibunya saat dia masih di dunia sebelumnya.
"Selamat datang di istana kerajaan Fiore." Para pengawal menyambut mereka semua dengan ramah. "Umm, apakah gadis ini teman kalian?"
"Tentu, dia rekan kami. Dia biasanya di ajak Fox untuk ikut suatu Quest, terkadang kami juga mengajaknya, sekarang dia berada di rank A." Jelas Hashirama, dia memberikan penjelasan tersebut pada pengawal kerajaan, sehingga mereka akan mengizinkan Erza untuk masuk ke dalam istana.
"Baiklah kalau begitu, silahkan masuk. Yang mulia sudah menunggu anda sekalian."
Hashirama mengangguk kecil, mereka semua kemudian masuk ke dalam istana, melewati lorong-lorong istana hingga sampai ke sebuah pintu besar.
Mereka semua menghentikan langkah kaki, menatap satu sama lain, mereka semua sudah sepakat untuk tak ikut campur dengan urusan pahlawan yang dipanggil oleh kerajaan ini.
Hashirama pun membuka pintu masuk itu, dia berjalan masuk di ikuti dengan yang lain. Mereka semua masuk dan melihat para bangsawan dan beberapa petinggi kerajaan yang ada di dalam sana. Erza sendiri kagum dengan interior dari aula kerajaan Fiore.
"Selamat datang para petualang Rank SS dan Hashirama Senju!" Sang raja menyambut mereka dengan ramah. Raja tersebut bernama Toma E. Fiore, seorang pria dengan rambut putih dan tubuh yang pendek, dibelakangnya ada Arcadios yang menjadi pemimpin pasukan kerajaan, dan Darton yang menjabat sebagai perdana menterinya. "Kalian terlihat hebat saat dilihat dari dekat."
Mereka semua berlutut di hadapan raja. "Kami senang dengan sambutan ramah-tamah yang anda lakukan, Yang Mulia."
"Dibawa santai saja, terlebih ini adalah pesta untuk menyambut para Hero yang datang untuk mengalahkan Raja Iblis." Mereka pun kembali berdiri saat Raja menyuruh mereka untuk santai di hadapannya. "Aku sudah mendengar semuanya dari Makarov, terutama Fox yang memang sudah pensiun." Naruto menaikkan alisnya saat dia mendengar kata pensiun dari Raja.
Pemuda pirang itu kemudian menatap Erza yang tengah mengerutkan dahinya, dia baru ingat jika Naruto memutuskan untuk pensiun. Jadi dia tak akan kaget jika Naruto tak terlihat lagi di Guild.
Pembicaraan berlanjut hingga pada acara yang telah di tunggu oleh tamu undangan, penyambutan Hero yang sudah dipanggil oleh pihak kerajaan.
"Para Hadirin! Kami, selaku pihak kerajaan berterima kasih atas kalian semua yang telah datang ke acara ini." Sang Perdana menteri memberikan kata-kata sambutan pada tamu undangan. "Dan saat ini, kita kedatangan tamu istimewa dari dunia lain, sosok-sosok ini yang akan menjaga perdamaian di kerajaan Fiore maupun kerajaan lainnya di dunia ini!"
Para tamu undangan bersorak-sorai saat mendengar perkataan dari perdana menteri tersebut. Sementara itu, Naruto hanya mengerutkan dahinya dibalik topeng saat mendengar kata 'Perdamaian' dari sosok tangan kanan Raja itu.
"Mari kita sambut, para pahlawan yang datang dari dunia lain!"
Tepuk tangan mengiringi pembukaan pintu besar yang menjadi jalan masuk bagi empat orang pemuda yang datang dari dunia lain. Sosok-sosok Hero dari dunia lain pun berjalan masuk, dan Naruto merasa familiar dengan mereka berempat.
Pemuda pirang itu kemudian menendang kaki Madara, membuat pria bermarga Uchiha itu menatap tajam Naruto. "Aku sepertinya mengenal mereka semua."
"Oh, bagus, sekarang latih dan buat mereka kuat."
"Aku tak Sudi Madara."
Madara hanya mendengus kesal, dia kembali memandangi ke arah pahlawan yang berjalan di atas karpet merah.
Naruto sendiri malah berjalan ke arah lain, lebih tepatnya ke Erza yang seolah takjub dengan para pahlawan itu. Namun, rasa takjubnya itu hilang saat Naruto menepuk pundak Erza, dia menatap Naruto dengan penuh tanda tanya.
"Ada apa?"
"Mereka orang yang buruk."
Erza mengerutkan dahinya mendengar pernyataan Naruto barusan. "Buruk?" Naruto hanya mengangguk mengiyakan perkataan dari gadis itu. "Kenapa bisa begitu?"
"Cara mereka jalan, dan wajah yang mereka berikan pada tamu undangan. Arogansi terlihat sekali dari wajah mereka, aku khawatir dengan pahlawan dari kerajaan lain yang bergabung dengan mereka," jelas Naruto. Dia mengambil sebuah minuman yang telah tersedia di atas meja. "Pahlawan lain akan kesulitan saat bertarung melawan Iblis atau raja iblis."
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
"Membiarkannya."
Erza terkejut dengan jawaban dari Naruto barusan. Itu benar-benar diluar dugaannya, Erza mengira Naruto akan mengajari mereka sopan ataupun attitude yang baik pada Hero. Namun dia benar-benar menolak untuk mengikuti Hero atau hanya sekedar mengajari mereka beberapa teknik pedang saja.
"Kenapa kau tak mau? Mengapa kau menolaknya?"
"Karena itu akan sangat merepotkan."
Erza menyipitkan kedua matanya, dia menatap tajam Naruto yang sedang berdiri santai sambil meminum segelas anggur, dia membuat bagian bawah topengnya untuk meminum anggur tersebut.
"Kau tak berpikir jika orang tak akan bisa di ubah sifatnya?" Erza mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Naruto yang lainnya. "Tidak kan? Sama seperti mereka, kecuali jika mereka ada kemauan. Jalan mereka masih panjang disini, dan dunia ini tak seperti dunia mereka yang dulu." Naruto menghabiskan anggur tersebut.
"Tou-san! Dia cantik sekali!" Semua mata tertuju pada sosok pemuda berambut merah yang berjalan mendekati Erza. "Dia cantik sekali Yang Mulia!"
Raja Fiore menatap sosok Erza yang berada di samping Naruto, pemuda pirang itu menggelengkan kepalanya, seolah mengisyaratkan bahwa dia tak akan memberikan siapapun termasuk Erza yang ada di sampingnya, karena gadis itu perjalanannya masihlah panjang.
"Tuan Menma, banyak sekali wanita di kerajaan ini yang lebih cantik daripada dia."
"Tapi Raja, aku mau dia."
Raja pun berkeringat dingin, dia memikirkan berbagai ide untuk mengalihkan perhatian dari salah seorang Hero bernama Menma itu.
Naruto sendiri melangkah maju, dia menatap Menma dari balik topengnya. "Nak, kau sangat manja sekali."
"Paman, apa yang kau katakan? Aku kan Hero, maka dari itu permintaanku harus dikabulkan."
Naruto mendengus kesal dibalik topengnya, dia benar-benar kesal sekarang. Sifat manja dari sosok Hero di depannya, dan sifat cuek dari sosok Ayah yang menjadi Hero juga itu membuatnya muak.
"Aku khawatir akan terjadi pertikaian, namun maafkan aku tuan Hero Menma, tapi Erza adalah istriku." Naruto berujar tanpa pikir panjang. "Dan aku tak akan memberikan istriku pada orang lain."
Dia ingin sekali membungkam mulut manja Menma.
Semua orang terkejut saat itu juga, termasuk Erza. Sementara itu, Petualang yang datang bersama Naruto hanya tertawa dalam diam mendengar aksi dari pemuda pirang tersebut.
Sosok Naruto itu menatap tajam Menma dari balik topeng rubah miliknya, kedua mata topeng itu seolah menyala dan mengintimidasi Menma yang ada di depannya.
Aura intimidasi dikeluarkan oleh Naruto dan membuat Menma serta sang ayah merinding merasakannya, keduanya pun mundur beberapa langkah dari Naruto.
"Menma, lebih baik kita pergi."
"Ba-baik."
Raja pun menghela napas, dia sedikit membungkukkan badannya pada Naruto untuk meminta maaf mewakili kedua Hero tersebut.
Namun, Naruto tak menghiraukannya, dia terus menatap tajam sosok ayah dan anak yang dipanggil kerajaan.
'Minato Namikaze, dan Menma Namikaze. Orang-orang sialan yang telah membuat Kaasan menderita.'
...
..
.
Catatan:
Protagonis utama atau Chara utama di Fict ini adalah:
- Naruto Uzumaki.
- Erza Scarlet.
Support Chara:
- Madara Uchiha
- Hashirama Senju
- Gildarts Clive
- Makarov Dreyar
- Mirajane Strauss
- Iruka Umino
- Jiraiya.
Genre yang dipakai adalah: Romance dengan sedikit bumbu Adventure di desa Konoha. Dengan fokus pada interaksi Naruto serta Erza.
Untuk Hero akan di kesampingkan karena memang itu hanya pemanis untuk cerita, dan tak masuk ke dalam cerita ini.
Chara Hero yang ada di kerajaan Fiore:
- Minato Namikaze
- Menma Namikaze.
-
-
Untuk sementara itu aja yang bisa gw kasih, ditunggu chapter 5 nanti.
Adios.
