Naruto menunggu Nozomi di luar apartemen, dia memakai pakaian santai serta sebuah jaket yang menghangatkan tubuhnya. Dia duduk sembari meminum kopi kalengan yang baru saja dia beli, dia menikmati suasana pagi yang indah itu.

Naruto menghirup udara segar yang membuatnya tersenyum.

"Maaf menunggu lama."

Suara langkah kaki dari sandal tradisional terdengar sampai ke telinga Naruto, dia berdiri dan menatap sosok yang telah dia tunggu beberapa menit itu.

Naruto terpesona melihat sosok wanita berambut ungu yang di sanggul dengan pakaian kimono berwarna ungu senada dengan warna rambutnya, kimono tersebut bermotif bunga-bunga berwarna ungu muda dan ungu tua di beberapa bagian. Wanita itu berjalan pelan menuju Naruto yang sedang terpesona akan dirinya.

"Apakah kau akan terus terpesona pada neesan?"

"Ah, eh, maafkan aku yang melamun tadi." Rona merah tercipta di kedua pipi Naruto, dia malu karena kepergok sedang terpesona. "Neesan cantik sih, jadi aku agak... Terpesona..."

"Ufufu, terima kasih pujiannya."

Naruto kemudian mempersilahkan Nozomi untuk memeluk lengannya. "Mari."

"Ayo."

Pasangan suami istri itu pun berjalan ke sebuah kuil yang tak jauh dari tempat tinggal keduanya, mereka menikmati angin semilir yang menerpa keduanya saat berjalan bersama, Nozomi mengeratkan pelukannya pada Naruto, seolah tak mau kehilangan pemuda itu.

"Aku tak akan hilang neesan."

"Tapi kau biasanya akan langsung lari seperti anak kecil saat ada di kuil."

"Memangnya aku apa?"

Nozomi hanya tertawa kecil sembari mengeratkan pelukannya.

Setelah berjalan beberapa meter dari tempat tinggal mereka, Nozomi dan Naruto sampai pada sebuah kuil yang tempatnya di atas sebuah bukit, keduanya melihat pemandangan beberapa orang yang berdoa di awal tahun, serta beberapa anak kecil yang tengah berlarian bersama teman mereka.

Nozomi pun mengajak Naruto untuk pergi ke kuil, dan melakukan doa.

"Ramai."

"Benar, ramai." Nozomi kembali tertawa dengan nada bicara Naruto yang sepertinya tak suka keramaian. "Mari."

"Ya."

Mereka berdua memanjatkan sebuah doa awal tahun hingga selesai. Nozomi kembali memeluk lengan Naruto untuk keluar dari kerumunan.

"Jadi kita kemana?"

"Membeli jimat?"

Naruto menaikkan sebelah alisnya. "Neesan bisa membuat jimat, kan?"

"Tentu bisa, tapi..." Kedua mata hijau Nozomi menatap sebuah jimat yang terlihat unik di suatu kios yang tak jauh dari tempat mereka berdiri, dia pun menarik tangan Naruto untuk mendekati kios tersebut. "Ini lucu." Nozomi mengambil sebuah jimat dengan motif bunga berwarna ungu, lalu ada juga jimat berwarna biru sapphire. "Ini untukmu, dan ini untukku." Nozomi memberikan jimat berwarna ungu pada Naruto, sementara jimat berwarna biru pada dirinya.

Wanita itu kemudian membayar dua jimat itu pada penjual yang ada di sana. Jimat berwarna biru itu kemudian dia simpan dibalik kimono yang dipakainya.

Naruto hanya menatapnya heran, dia terdiam dengan tingkah Nozomi. "Mantan Miko yang aneh."

"Aneh-aneh begini tapi kau tetap cinta kan?"

Naruto hanya tersenyum sambil mencium rambut ungu Nozomi, dia menggandeng tangan wanita itu untuk pulang kembali ke apartemen mereka. "Pulang dan istirahat."

"Tentu, ayo."

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love live by Kimino Sakurako.