Naruto terbangun di tengah malam, dia pun duduk sebentar untuk mengumpulkan kesadarannya kembali. Dengkuran halus dia dengar dari sebelahnya, sosok Nozomi tengah tidur pulas disebelahnya. Naruto tersenyum melihat sang istri yang tertidur layaknya orang yang kelelahan.

Ia pun mengelus kepala ungu Nozomi sebelum kemudian beranjak dari kasurnya untuk pergi ke dapur dan mengambil minum.

Naruto melihat jam dinding di sudut ruangan, jarum jam menunjukkan pukul dua pagi, dan hal ini sudah menjadi kebiasaan baginya bangun sangat pagi seperti ini.

Dia tak akan bisa tidur setelah ini.

Naruto setelah minum air putih pun kembali ke dalam kamarnya, dia melihat posisi tidur Nozomi yang berubah. Wanita itu kali ini tidur dengan terlentang di atas kasur dengan piyamanya yang tersingkap ke atas, perut datarnya terlihat oleh pemuda itu.

Naruto duduk di pinggiran kasur, dia masih menatap perut Nozomi yang terlihat itu. Ada rasa penasaran yang hinggap di hatinya, setahunya Nozomi ini suka makan banyak, tapi kenapa perutnya masih datar seperti ini.

Dia pun mencoba untuk menyentuh perut Nozomi, Naruto merasakan permukaan kulit Nozomi yang halus dan dia juga merasakan datarnya perut istrinya itu.

"Apa kau akan terus menyentuhnya seperti itu Naruto?"

Naruto langsung menarik tangannya, sementara Nozomi langsung menutup perutnya dengan piyama yang dia kenakan. Wanita itu merona malu saat perutnya disentuh oleh Naruto.

"Kita memang sudah terbiasa berhubungan intim, tapi entah kenapa aku masih merasakan malu saat kau menyentuh perutku."

"..."

"Apa yang ada di pikiranmu?"

"Aku hanya berpikir, bagaimana perut ini bisa datar begini, itu saja."

"Bukan sampai tanganmu merangsek masuk ke dalam piyama kan?" Nozomi menutupi kedua dadanya.

Naruto langsung gelagapan mendengar hal tersebut. "Ti-tidak, bu-bukan itu kok, serius."

"Beneran?"

"I-iya," jawab Naruto. 'Tapi sebenarnya, aku menginginkan Neesan sih.'

"Huh, baiklah neesan akan tidur lagi, masih jam dua pagi."

"U-uh."

Nozomi pun membalikkan badannya untuk tidur, dia memunggungi Naruto sehingga pemuda itu tak bisa melihat Nozomi yang sedang tidur.

Naruto sendiri menghela napas, kemudian kembali merebahkan tubuhnya disebelah Nozomi. "Nee, neesan."

"Apa?"

Naruto dengan pelan memeluk perut Nozomi dari belakang, kedua tangannya merangsek memeluk perut datar itu membuat Nozomi terkejut saat merasakan dua tangan suaminya itu melingkari perutnya.

"E-eh, ada apa?"

"Jadilah guling hidupku ya?"

"Eh?? Astaga..."

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love live by Kimino Sakurako.