Kacamata, sebuah alat yang untukmu membaca jikalau kau terkena rabun jauh ataupun rabun dekat. Adapula kacamata yang hanya dibuat untuk fashion semata.

Namun, Naruto malah melihat sosok wanita yang berkacamata itu dengan pandangan berbeda, katakanlah istrinya saat berkacamata dan membaca sebuah buku.

Ada perasaan aneh yang bergejolak di dalam dadanya saat melihat Nozomi memakai kacamata baca dengan frame tipis, ada sebuah perasaan yang aneh hinggap di dadanya saat melihat hal tersebut.

Terpesona? Bisa jadi, karena Naruto merona saat melihat wajah Nozomi yang sedang memakai kacamata. Aura yang dikeluarkan terasa sangat berbeda dari biasanya, seakan Nozomi adalah seorang guru yang sedang mengajar.

"Naruto?"

"Ah, eh, Neesan? Ada apa?" Naruto benar-benar gugup saat Nozomi memandanginya dengan pandangan yang penuh akan tanda tanya, wanita itu heran melihat sang suami yang lebih muda daripada dirinya itu gugup.

"Kok gugup?"

"A-anu gugup apanya ya?" Naruto membantah jika dirinya sedang gugup. Nozomi mulai tersenyum mendengar nada bicara Naruto yang terdengar gugup itu.

Nozomi menarik Naruto untuk duduk di sebelahnya. "Apa sensei kurang jelas saat memberikan penjelasan?" Nozomi menggoda Naruto, dia menunjukkan sebuah buku yang dia baca seolah dia adalah guru yang sedang mengajar. "Ara, bagaimana? Apa kurang jelas?"

"Neesan!"

"Ufufufu, Naruto lucu." Wanita itu mencium pipi Naruto, dan mencubit hidungnya dengan gemas,

Naruto hanya menutup wajahnya yang sudah merah merona karena malu digoda terus oleh Nozomi.

"Neesan senang bisa menjahilimu." Nozomi menyentuh kacamatanya, dan akan melepaskan kacamata tersebut.

"Ja-jangan!"

"Eh?"

"Jangan dilepas."

"Kenapa?"

"Neesan cantik sekali jika memakai kacamata."

Sekarang ganti Nozomi yang wajahnya meledak karena malu.

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto.

Love live by Kimino Sakurako.