Nozomi baru saja keluar dari kamar mandi, dia menggosok rambutnya yang masih basah karena air yang mengucur dari atas, dia melihat Naruto yang sedang bersantai setelah bekerja dari pagi sampai sore.

"Neesan, mau aku keringkan rambutnya?"

Nozomi yang akan berjalan ke kamar pun menghentikan langkah kakinya, dia menatap Naruto yang menawarkan diri untuk mengeringkan rambut ungunya.

"Boleh."

"Kemarilah!"

Nozomi mengangguk, kemudian dia duduk di sebuah kursi dengan sebuah meja kayu di depannya. Tempat itu biasa dipakai oleh Naruto dan Nozomi untuk mengerjakan sesuatu, Nozomi pun duduk di kursi tersebut.

Sementara Naruto mengambil hairdryer yang ada di kamar, dia pun menyalakan hairdryer tersebut dan mulai mengeringkan rambut Nozomi.

"Neesan sudah lama tak merasakan ini, biasanya akan langsung neesan usap dengan handuk."

"Sekarang, aku yang akan mengeringkan rambut neesan setelah neesan mandi."

Nozomi tersenyum tipis menikmati perlakuan Naruto padanya. "Um, terima kasih Naruto."

Naruto hanya tersenyum membalas ucapan Nozomi, dia terus mengeringkan rambut itu dengan sangat hati-hati. "Apa perlu di kuncir seperti biasa?"

"Tentu, kau bisa kan?"

"Bisa kok."

Naruto mengambil sebuah kuncir rambut yang biasa dipakai oleh wanita itu, dia membagi rambut Nozomi menjadi dua bagian dan mengikatnya dengan kuncir rambut tersebut.

"Nah selesai."

Namun Naruto tak mendengar suara Nozomi, dia hanya mendengar suara dengkuran halus dari wanita tersebut. Naruto hanya bisa tersenyum pasrah saat melihat Nozomi yang tertidur di atas kursi tersebut.

Naruto mengambil posisi untuk dirinya yang akan menggendong tubuh Nozomi, dia menggendong tubuh Nozomi dan membawanya ke dalam kamar.

"Untung dia sudah pakai piyama." Naruto menatap wajah tidur Nozomi yang terlihat damai itu. "Oyasumi Neesan." Naruto pun beranjak dari kamar untuk pergi ke dapur, dia ingin membuat makan malam untuknya.

"Mau kemana?"

Langkah kaki Naruto terhenti saat Nozomi memegang pergelangan tangannya. "Membuat makan malam."

"Uhh, aku lapar."

"Hm? Barusan tidur, sekarang lapar."

"Saat Naruto gendong, aku terbangun." Nozomi menggaruk pipinya yang sudah berubah menjadi merah. "Jadi ya, begitulah."

"Tunggu di meja makan neesan."

"Baiklah!"

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto.

Love live by Kimino Sakurako