Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece. Saya cuman minjem karakter nya.
BAB III.
Sebelum nya~
"Si...Siapa kau! Apa mau mu!" Naruto berjongkok dihadapannya dan meletakan tangannya di bahu wanita itu. Aura berwarna hijau muncul dari tangannya menyembuhkan bahu yang terluka.
Nami menatap itu dengan terkejut, dia dengan reflek menatap pemuda pirang itu. Dia berpikir bahwa dia sangat tampan dengan rambut yang bergoyang mengikuti arah angin. Nami menggelengkan kepala nya mengusir pikiran itu.
Dia berbicara kepada Naruto, "Akuma no Mi?!" seru Nami. Naruto menggelengkan kepala nya.
"Bukan, aku tidak pernah memakan buah-buahan itu. Kau bisa menganggap ku istimewa!" kata Naruto. Nami menatap nya dengan campuran kebingungan dan kekaguman. Mengetahui bahwa itu bukanlah kekuatan buah iblis menarik perhatian nya.
Naruto mengangkat tangannya saat melihat sudah tidak ada luka di bahu nya. Nami menatap mata pemuda yang baru saja menyembuhkan nya.
"S..Siapa kau? Aku tidak pernah melihat mu sebelum nya?" Tanya nya bingung. Naruto menurunkan ekspresi keras nya dan tersenyum lembut pada nya. "Namaku Uzumaki Naruto, aku baru sampai disini beberapa jam yang lalu." Jelas Naruto santai. Nami mendengar nya dan mengangguk. Suasana menjadi hening setelah itu.
Naruto bergumam pelan, "Kau Nami, bukan?" dia mengangguk pelan menatap kebawah. "Aku sudah mendengar semua nya. Penderitaan mu, usaha delapan tahun mu, dan ucapan para warga tadi." Naruto mengeraskan wajah nya.
"Katakan Nami! Katakan permintaan mu kepada ku dan aku akan membantumu saat ini!" jelas nya pelan. Nami meneteskan air matanya kembali, dia tidak butuh belas kasihan orang lain. Tidak pada orang yang tidak dikenal.
"K.. Kenapa!? Kenapa kau ingin membantu ku? Kau hanya orang asing yang baru tiba di pulau kami! Aku bisa menyelesaikan semua nya tanpa bantuan mu!" seru nya keras. Matanya menatap dia dengan linangan air matanya.
"Aku tau aku hanya orang asing, tidak mengenal mu, tidak mengenal desa ini. Tapi.." Naruto menaruh tangan nya di kedua pipi wanita itu. Wajah nya melunak dan tersenyum pada nya. Tangannya menghapus linangan air mata itu dengan jari nya.
"Tapi..?!" ulang nya.
"Tapi aku masih ingin membantu mu! Aku memiliki kemampuan untuk mengembalikan desa ini. Meh, bahkan Arlong tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan ku." Ucap nya mencoba meyakinkan nya.
"Bahkan jika kau terus menolak nya, aku masih ingin membantumu! Dengar, Nami aku memiliki kemampuan bukan untuk menjadi pajangan. Tapi karena aku tau bahwa aku bisa menolong mereka yang membutuhkan bantuan ku."
Melihat dia yang masih terdiam Naruto menghela nafas nya. Ini tidak akan mudah, "Nami, kau hanya perlu mengatakan nya. Tidak perlu menanggung beban seorang diri. Percayalah!" Naruto meletakkan tangan nya dirambut Nami sama seperti dia melakukan nya pada Luffy. Dia mengacak nya pelan. "Katakan Nami!"
Nami mengangkat kepala nya dengan air mata mengalir, menatap nya memohon, "Na...Naruto, tolong aku!"
Naruto mengangguk kan kepala nya dan tersenyum lembut pada nya. Dia membantu nya berdiri, "Kalau begitu mari kita pergi, Minna!" Naruto berkata tidak hanya kepada Nami, tetapi Luffy dan yang lainnya yang saat ini duduk di bawah payung.
Luffy berdiri dari duduknya dan berteriak, "TENTU SAJA, AYO HANCURKAN ARLONG PARK!"
Mereka semua berjalan beriringan dengan semangat berapi-api. Arlong Park akan hancur hari ini! Mereka akan memastikan itu.
Sekarang~
Di sisi lain desa, tepat nya di Arlong Park terlihat dua orang laki-laki sedang duduk didepan gerbang pintu masuk Arlong Park. Mereka terlihat seperti baru saja dipukuli dengan wajah lebam dan darah yang mengering di sekujur tubuh nya.
Mereka berdua adalah Johnny dan Yosaku.
Kenapa mereka seperti ini? Jawabannya adalah mereka baru saja bertarung dengan bajak laut Arlong dan mereka tidak cukup kuat untuk mengalahkan Arlong dan kru nya. Mereka sampai melakukan ini setelah mereka secara tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Kru topi jerami dan wanita bernama Nojiko tentang masa lalu Nami.
Mereka berdua terkejut tentang masa lalu Nami, mereka bahkan tidak bisa membayangkan penderitaan apa yang dilewati oleh Nami. Mereka berdua akhirnya bersepakat untuk menyerang Arlong dan kru untuk membebaskan Nami.
Walaupun mereka tidak yakin apakah mereka bisa memenangkan pertempuran, tapi mereka tetap ingin mencoba membantu Nami. Dan setelah melewati pertempuran berdarah bagi mereka berdua, disinilah mereka berakhir.
Sekarang harapan satu-satunya untuk membebaskan Nami adalah dengan menunggu kedatangan Luffy dan yang lainnya. Mereka berdua cukup yakin jika Luffy dan yang lain pasti bisa mengalahkan Arlong dan kru nya.
Kening mereka berdua berkerut saat melihat segerombolan orang datang membawa berbagai macam senjata tajam.
"Oi! Apakah kalian baik-baik saja?"
"Apa Arlong yang melakukan ini?"
Johnny dan Yosaku diam menunduk, wajah mereka mengeras. Mereka tidak ingin terlihat lemah oleh orang-orang disana. Genzo akhirnya buka suara, "Minggirlah! Kami ada urusan dengan para manusia ikan itu." Genzo berkata kepada mereka berdua.
"Setelah mengetahui kebenaran tentang Nami-Aneki, kami tau cara menyelesaikan semua ini adalah dengan mengalahkan Arlong." Johnny memulai sambil bersidekap dada, "Jadi, kami menantang nya."
"Tapi, kami kalah dengan mudah nya." Yosaku yang berada disebelah nya menyambung perkataan Johnny.
"Maaf, tapi kami tidak bisa membiarkan kalian melewati gerbang ini. Kalian tidak memiliki peluang untuk mengalahkan mereka." Para warga itu terkejut mendengar nya. Genzo terlihat menggeram kesal. "APA!"
Johnny berbicara lagi dengan keras, "Kami sedang menunggu beberapa pria datang kesini!" Genzo terlihat bingung mendengar nya. "Beberapa Pria?!"
"Kami berdua yakin! Mereka pasti akan datang!" seru Johnny keras. Ekspresi nya menunjukkan keyakinan.
Dari kejauhan, beberapa siluet terlihat berjalan pelan. Berdiri secara berurutan adalah Usopp, Sanji, Nami, Naruto, Luffy, dan Zoro.
Johnny dan Yosaku berdiri senang saat melihat orang yang mereka tunggu datang. Mata mereka terlihat menyipit saat melihat orang baru berjalan bersama Luffy dan yang lainnya. Tapi mereka mengacuhkan nya untuk saat ini, mereka bisa bertanya nanti.
Genzo dan warga disana berbalik untuk melihat siapa itu. Nojiko terlihat terkejut mengetahui bahwa itu adalah orang-orang yang dia ajak bicara tadi. "Mereka..."
"Sebenarnya siapa mereka?" Genzo bertanya masih menatap remaja disana. Kali ini Yosaku yang berbicara, "Aku tidak tau siapa laki-laki pirang disana, tapi kami yakin mereka pasti bisa mengalahkan Arlong! Kalau mereka masih tidak bisa mengalahkan Arlong maka desa ini tidak akan memiliki harapan lagi!" seru nya sambil memegang bahu nya yang sakit.
"Begitu juga untuk masa depan seluruh East Blue!"
Harapan terlihat di mata mereka masing-masing, menatap kelompok remaja yang berjalan ke arah mereka. "Ingatlah baik-baik wajah orang-orang yang akan mengubsh takdir kalian!"
Setelah beberapa saat, kelompok itu sampai di depan warga. Luffy menyuruh mereka semua untuk Minggir memberi mereka jalan.
Di sisi lain tembok, terdengar sebuah tawa keras Arlong. Dia saat ini sedang duduk di tempat nya dan memandang keluarga nya.
"Dua orang sampah tadi, apakah mereka dari kelompok Roronoa Zoro?" tanya Arlong kepada manusia ikan disamping nya. Dia berbadan besar dengan penampilan seperi seniman bela diri, dengan baju karate warna biru gelap dan sabuk hitam. Rambut nya diikat seperti ekor kuda dengan tato Jolly Roger khas Bajak Laut Matahari di sisi kanan dada nya.
Dia Kuroobi, orang terkuat kedua setelah Arlong.
"Zoro? Mereka berdua terlihat sangat lemah. Mereka bahkan tidak pantas dibunuh." Arlong tertawa mendengar nya, "Benarkan? Mereka berdua sangat lemah! Shahahaha!" dia tertawa senang.
Mereka semua tiba-tiba dikejutkan saat melihat tembok markas mereka hancur berkeping-keping. Disana berdiri seorang laki-laki yang memegang tinju nya setelah selesai menghancurkan tembok itu.
"APA?! SIAPA DISANA?!" Arlong terlihat marah sekarang, mata nya menatap tajam laki-laki disana yang berani mengganggu nya.
"Mana yang namanya Arlong?" Luffy bertanya menatap manusia ikan disana, dibelakang nya terlihat para warga dan kru nya berdiri disana.
Para warga disana terlihat terkejut melihat kekuatan tinju anak itu yang sanggup menghancurkan tembok itu.
Arlong masih menatap pemuda disana dengan marah, "Aku adalah Arlong. Siapa kau Manusia?" Arlong bertanya. Luffy berjalan kearah nya tanpa peduli sekitar nya. Dia hanya ingin menghajar Arlong saat ini.
"Aku Luffy! Seorang bajak laut!" Luffy bergumam masih berjalan, Arlong terlihat tertarik melihat nya seperti nya tidak takut.
"Ada urusan apa bajak laut seperti mu menemui ku?" Luffy tidak menjawab, dia terlihat dihalangi oleh dua manusia ikan. Mengangkat tangannya, dia membenturkan kedua kepala mereka dengan keras.
Luffy melanjutkan jalan nya acuh, terus berjalan hingga dia sampai di samping Arlong. Luffy mengangkat tangannya mengambil ancang-ancang. Dia melepaskan pukulannya membuat Arlong terlempar ke sisi lain tembok.
"EEEHHHHH!" kru Arlong yang lain terlihat terkejut melihat bos mereka baru saja terlempar karena pukulan manusia kurang ajar. Sedangkan dibelakang tembok yang sudah bolong, para warga menatap Luffy kagum karena berhasil memukul Arlong.
Arlong yang bersandar di belakang tembok yang kini rusak menatap nya marah, "Kenapa kau Manusia?!" Luffy menatap nya dengan tajam, "Beraninya kau membuat Navigator kami menangis!" Luffy berkata dengan nada yang tidak bersahabat.
Manusia ikan lain yang melihat bos mereka direndahkan bangkit dan melompat ke arah Luffy, "Beraninya kau berbicara omong kosong kepada Arlong-san!" Luffy berdiri diam menatap Arlong, sama sekali tidak tertarik dengan serangan yang akan datang.
Sanji bereaksi cepat dan menendang semua bawahan Arlong, mereka semua jatuh tak berdaya membuat Arlong marah. "Baka! Kenapa kau maju sendirian?" Sanji berdiri disamping nya masih merokok.
"Aku bisa mengalahkan mereka sendirian!" Luffy berkata. Sanji menatap nya dengan aneh dan menghembuskan asap dari bibirnya.
"Aku tidak mengkhawatirkan mu, aku hanya tidak ingin kau mengambil semua kesenangan seorang diri." Jelas Sanji, dibelakang mereka muncul Usopp yang sedikit gemetar. "A...Aku tidak keberatan jika kalian mengambil semua musuh untuk kalian seorang diri." Dia tergagap.
"Oh, kau menjadi penakut, bukan?" perkataan Zoro membuat Usopp mendelik pada nya. Naruto berdiri diam dibelakang mereka semua, memperhatikan secara diam.
Salah satu manusia ikan menunjuk Zoro, dia manusia ikan berbentum gurita berkulit merah muda dengan rambut abu-abu yang ditata dengan lima paku, di dahi nya tercetak Jolly Roger Bajak Laut Matahari. Dia juga memiliki 6 tangan.
Dia menggunakan baju bergaris berwarna kuning merah vertikal, di pinggang nya terdapat selempang berwarna hijau yang diikat.
Dia adalah Hatchan.
"Itu dia! Dia pendekar pedang yang ku maksud!" Hatchan berseru.
"Dia Roronoa Zoro!" Kata Kuroobi. Hatchan terlihat marah, dia tidak suka dibohongi, "Begitu ya, sudah ku duga kau membohongi ku!" Zoro terlihat tidak peduli.
"Lihat, itu si hidung panjang! Bagaimana dia masih hidup!" salah satu manusia ikan yang terkapar kaget saat melihat Usopp masih hidup. Kuroobi yang sekarang menunjukkan wajah marah nya.
"Sudah kuduga, wanita itu memang pengkhianat!" kata nya marah. Nami yang berada dibelakang bersama para warga memandang khawatir teman-teman nya, dia mendengar beberapa bisikan dari beberapa warga disekitar nya.
Johnny dan Yosaku menyilangkan pedang mereka, menatap warga desa. "Apa kalian masih ingin masuk dan bertarung? Karena kalian pasti akan menghalangi mereka." Genzo melihat mereka berdua.
"Kenapa mereka melakukan ini? Apa alasan mereka bertarung?" Genzo bertanya-tanya. Mereka berdua mengeratkan pegangan nya pada pedang mereka.
"Alasan bertarung?" Johnny bergumam, "Itu karena mereka membuat Nami-Aneki menangis!" sambung Johnny dengan mata menajam.
"Alasan itu sudah cukup untuk mereka mempertaruhkan nyawa mereka!" Yosaku juga ikut berbicara. Mata Nami terlihat berkaca-kaca saat mendengar nya. 'Teman-teman...'
Kembali ke dalam, Arlong menyeringai mendengar perkataan Luffy, "Jadi begitu, Aku memang sudah menduga nya bahwa kalian akan mengambil nya dari ku." Arlong berdiri kembali lalu menatap mereka dengan seringai lebar.
"Shahahaha! Apa kalian yakin bisa mengalahkan ku Manusia rendahan?!" Luffy mengeratkan tinju nya.
Hatchan berjalan ke arah mereka, raut wajah nya terlihat percaya diri. "Kalian semua tidak sepadan dengan Arlong-san, kalian hanya membuang-buang waktu nya. Makhluk ini sudah lebih dari cukup untuk membunuh kalian!" Hatchan membuat gerakan aneh seperti memanggil menggunakan mulut nya, dari kejauhan muncul sebuah ombak dan menampakkan monster besar berbentuk sapi.
Para warga desa terlihat panik saat melihat monster itu, "Itu... Itu Sapi Laut, Momoo!" teriak salah satu warga. Luffy dan Sanji terlihat tidak tertarik karena mereka pernah menghajar nya. Naruto dan Zoro nampak bosan melihat monster itu, bahkan itu tidak terlalu menakutkan bagi Zoro, Usopp lah yang berteriak panik.
"Dia, ya!" Luffy menyilangkan tangan nya, Sanji yang berada disampingnya mengeluarkan asap dari mulut nya kembali. "Jadi, dia berteman dengan Manusia Ikan ini." Sanji yang kali ini berbicara.
"Oi Luffy! Ayo selesaikan ini. Aku ingin menghajar Arlong secepatnya!" Naruto mulai menguap bosan, tidak ada menarik yang terjadi disini. Dia hanya ingin pertarungan dan sekarang kesempatan nya untuk meregangkan otot nya.
"APA! AKU YANG AKAN MENGALAHKAN ARLONG, PERGILAH CARI LAWAN LAIN!" Luffy berteriak pada nya, Naruto hanya melambai tidak peduli.
"Terserah, tapi aku akan menghajar nya jika ada kesempatan, bagaimana?" Luffy dengan enggan mengangguk.
Monster yang sekarang bernama terlihat menatap ketakutan pada Luffy dan Sanji, dia mengingat kilas balik pertemuan mereka. Dia mulai berenang menjauh tidak ingin bertarung dengan nya lagi.
Hatchan terlihat terkejut dan mencoba memanggil nya yang tidak di respon oleh Sapi itu. Arlong terlihat kesal dengan sapi itu.
"Momoo, jadi kau ingin melarikan diri? Baiklah, tidak masalah. Pergilah Momoo." Sapi itu mulai bergetar ketakutan, Arlong yang melihat nya menyeringai kembali, "Kau mengerti kan, Momoo."
"Mata sapi itu terlihat memutih, dia berteriak marah dan kembali ke arah Luffy dan yang lain.
"Aku tidak punya waktu untuk ini!" Luffy mengangkat kaki nya dan menancapkan nya ke tanah, begitu sebalik nya. Dia mulai memutar badannya dan tangannya memegang tanduk sapi tersebut.
"Gomu-Gomu no Kazaguruma!" Luffy memutar tubuh nya seperti kincir angin membawa sapi itu juga bersamanya. Zoro, Usopp, Sanji dan Naruto telah terlebih dahulu meninggalkan tempat itu sebelum mereka terkena jangkauan serangan itu.
Para manusia ikan disekitar nya yang tidak sempat menghindar terlempar terkena teknik tersebut. Setelah beberapa saat berputar, Luffy membuang Sapi itu jauh ke lautan. Dia terengah-engah.
"Aku tidak ingin bermain-main! Aku kesini untuk menghajar mu, tau!" Luffy menunjuk Arlong marah.
Arlong yang sempat terkejut melihat lawan nya merupakan pengguna Akuma no Mi, menunjukkan senyum predator.
"Begitukah? Kebetulan sekali, aku juga inginngin membunuh mu disini!" Dia mendesis. Mata nya menajam.
Sanji menendang kepala Luffy beberapa kali, dia terlihat kesal, "Itu tadi berbahaya, BAKA!"
"Apa kau ingin membunuh kami juga, Ha?!" Usopp juga memarahi nya dengan wajah hiu. Mereka berdua semakin kesal saat melihat dia diam acuh tak acuh.
Naruto sendiri tertawa saat melihat nya, "HAHAHAHA! Luffy kau benar-benar menarik. Aku ingin melihat kebodohan apa lagi yang akan kau tunjukkan!" Luffy menatap Naruto sambil memiringkan kepalanya, yah seperti nya dia bingung.
Kembali pada kerumunan warga, mereka menatap terkejut kepada laki-laki yang baru saja melemparkan sapi laut tadi.
"Siapa dia sebenarnya? Bagaimana mungkin dia memiliki kekuatan untuk mengangkat monster sebesar itu!" kakek tua berpakaian putih berteriak.
"Aku tidak menyangka dia bisa melakukan itu."
"Bocah topi jerami itu hebat juga!" mereka mulai terlihat bersemangat, harapan mereka semakin naik. Mereka semua menggantungkan harapan mereka kepada kelompok pemuda disana.
Nami juga menatap kaget peristiwa itu, dia sendiri juga berharap dalam hati untuk kemenangan mereka.
Kembali pada Luffy dan yang lain, terlihat Luffy mencoba mengangkat kaki nya yang terjebak batu.
"Berani nya kau melakukan ini kepada saudara-saudara kami! Sepertinya kami harus ikut bertarung juga!" Kuroobi berbicara menatap tajam manusia itu.
"Sepertinya kita harus menunjukkan perbedaan kekuatan kita! Chu." kata salah satu manusia ikan disamping nya. Dia adalah manusia ikan berotot, berkulit biru, dan memiliki bibir tebal. Dia memakai rompi bergaris biru, celana kulit coklat tua, dan sandal. Dia juga memiliki kalung di leher nya dan tato Jolly Roger Bajak Laut Matahari di bahu kanannya.
Dia adalah Chew.
"Arlong-san, sebaik nya kau duduk santai saja!" Kuroobi berkata kepada Arlong, "Ya, jika kau mengamuk disini, Arlong Park akan hancur! Chu." Timpal Chew.
"Terserah kalian saja." Arlong duduk tenang dengan bertumpu dagu.
Hatchan yang diam dari tadi terlihat membusungkan dada nya, Zoro melihat nya dan menyuruh yang lain menghindar.
Luffy yang masih terjebak terkena gumpalan hitam yang menutupi seluruh tubuh nya. "UWAAAA! APA INI?! AKU TIDAK BISA MELIHAT! AKU TIDAK BISA MELIHAT?!" Luffy dengan panik mencoba menghilangkan gumpalan itu.
"BAKA! KENAPA TIDAK MENGHINDAR?!" Zoro berteriak kepada nya.
"A...Eum seperti nya kaki ku terjebak!" Luffy dengan gugup mengatakan masalah nya. Usopp terlihat melotot. "Padahal kau sendiri yang menancapkan kaki mu!" Sanji dan Zoro menghela napas kasar.
Mereka segera menyadari bahwa gurita itu sudah mengangkat batu besar dan mencoba menjatuhkan nya kepada Luffy. Sanji bergerak cepat dan berhasil tepat waktu untuk menendang batu itu hingga pecah berkeping-keping.
"SUGEEE! SANJI, KAU HEBAT!" Sanji menyeringai dengan rokok di mulut nya. "Sepertinya aku harus mengawasi kapten bodoh ini." Zoro mengangguk setuju kepada nya.
Naruto yang sedikit menjauh dari pertarungan terlihat menyeringai, dia masih belum ingin terlibat saat ini. Dia ingin melihat kemampuan dari anggota kru Luffy.
"Kalian melakukan semua ini untuk wanita jalang itu? Dia hanya seorang pengkhianat yang akan melakukan apa saja demi kepentingan nya. Tidak akan butuh waktu lama dia juga akan mengkhianati kalian semua." Sanji menarik rokok di mulut nya dengan tangan nya.
"menghina Nami-san? Aku akan pastikan setelah ini kau akan mencium wajan ku ikan!" katanya. Kuroobi terlihat marah dan meninju tangannya. "Sepertinya kau tidak mengerti level kekuatan antara kita." Sanji menatap tajam dia tidak suka mendengar suara nya.
Sementara Sanji sibuk berdebat dengan Kuroobi, Usopp mencoba menarik Luffy agar dia bisa keluar. Hatchan yang melihat nya geram dan mengangkat batu besar disebelah nya. Usopp terlihat panik dan mencoba menarik Luffy sekuat tenaga.
Hatchan yang ingin melempar dihalangi oleh Zoro menggunakan pedang nya. "Hey, Gurita! Mereka sedang sibuk sekarang!" guratan marah tercetak diwajah nya dan dia membanting batu di tangannya ke arah Zoro.
"Kau sudah menipuku, kau juga menebas saudara-saudara ku yang lain. Aku tidak akan mengampuni mu Roronoa! Aku akan membunuh mu!"
"Aku tidak suka mengungkit hal yang sudah berlalu." Zoro berdiri diam sedikit jauh dari gurita itu. "Dengar, tidak peduli seperti apa, situasi disini mulai berubah."
Zoro melanjutkan perkataan nya, "Bukan kamu yang akan membunuh kami, tapi kamilah yang akan membunuh mu!" dia mengangkat pedang nya sejajar dengan wajah nya. Usopp yang terengah-engah berhenti dan mengelap keringat nya.
"Bagus, Zoro! Kau urus manusia gurita itu." Pegangan nya pada Luffy tiba-tiba terlepas membuat nya kaget. "LUFFY!" tubuh nya yang terseret kembali mengenai Chew membuat nya terjatuh. "Dan aku kembali..." dengan wajah Innocent dia berkata.
"kau... Sepertinya ingin dibunuh! Chu." Dengan gerakan patah-patah Usopp berbalik dan berlari menjauh dari Arlong Park. Chew yang melihat nya kabur mengejar sebelum berhenti saat melihat warga Desa Kokoyashi ada disana.
"Kalian penduduk Desa Kokoyashi! Melihat kalian membawa senjata, seperti nya kalian ingin memberontak, ya!" tubuh mereka menegang, tangan mereka mengerat pada senjata masing-masing.
"Sepertinya kalian minta..." "Kaen Boshi!"
Chew terlempar saat dia terkena tembakan bom molotov. "Lawanmu adalah aku!" Usopp dari kejauhan berteriak. Chew yang kesal melompat berdiri. "Jika kau sangat ingin mati, maka aku akan mengabulkan permintaan mu!" dia berlari mengejar Usopp yang telah berlari terlebih dahulu.
Naruto yang melihat nya kembali tertawa, "Hahahaha! Ini semakin menarik! Aku beruntung bisa melihat ini." Naruto kembali tertawa dan berjalan ke arah Nami yang khawatir.
"Tidak perlu khawatir, mereka bisa mengurus masalah mereka masing-masing." Nami menatap nya masih terlihat khawatir. Naruto tersenyum lembut sebelum mengelus kepala nya membuat wanita itu memerah.
"Tenang dan perhatikan saja. Jika sesuatu yang buruk terjadi aku akan turun tangan!" Naruto berucap meyakinkan Nami. Dia akhirnya mengangguk pelan menatap ke arah lain, tidak ingin dia melihat wajah merah nya.
Arlong berdiri dari duduk nya, dia ingin melakukan sesuatu. "Arlong-san, bukankah sudah kami bilang untuk duduk dan melihat." Dia masih berjalan acuh.
"Diamlah! Bukannya Arlong Park akan hancur. Aku hanya ingin menikmati permainan ini." Katanya dengan seringai menyeramkan.
"Permainan?!" Hatchan, Kuroobi dan Luffy mem beo. "Apa kalian berpikir kalian bisa mengalahkan kami?!"
"Tentu saja, kami semua akan mengalahkan mu disini, Baka!" Luffy memanjangkan lengan nya dan memukul Arlong. Arlong yang melihat itu menggeser kepala nya sedikit dan mencengkeram lengan nya.
Dia berjongkok di depan Luffy, tangannya menusuk ke tanah dan mengangkat nya bersama Luffy yang masih terjebak.
"Pengguna Akuma no Mi tidak bisa berenang di dalam air!" Zoro dan Sanji terlihat terkejut melihat demonstrasi kekuatan yang ditunjukkan. "Jangan-jangan..."
"Tapi jika begini, walau bukan pengguna Akuma no Mi dia akan tetap tenggelam! Shahahahaha!" Luffy terlihat panik dan mencoba kembali memukul Arlong tapi itu tidak berhasil karena Arlong malah menggigit lengannya. Luffy yang marah membalas menggigit lengan Arlong membuat nya marah dan akhirnya melempar nya ke dalam air.
"UWAHHHH!"
Sanji berlari ingin menolong Luffy tetapi dihalangi oleh Zoro, "Jangan! Jika kita masuk ke dalam air, itu hanya akan menguntungkan mereka karena mereka Manusi ikan!" Sanji menggertakkan gigi nya.
"Satu-satunya cara kita bisa menyelematkan Luffy adalah dengan mengalahkan mereka secepat mungkin!" Sanji mulai tenang dan berdiri menghadap kedua manusia ikan bawahan Arlong.
Arlong berjalan menjauh dan duduk memperhatikan, dia menyeringai kepada lawannya.
"Tidak! Bagaimana ini?! Luffy-Aniki bisa mati!" Johnny terlihat khawatir, Yosaku memiliki tampilan yang sama seperti Johnny. Para warga juga terlihat khawatir pada pemuda karet itu.
"Yoshaa! Karena Luffy tumbang maka aku akan menggantikan nya melawan Arlong!" seru nya keras, suara nya menarik perhatian mereka yang berada disana, tak terkecuali Arlong.
"N..Naruto kau..."
"Tenang saja Nami! Duduk dan nikmati saja pertunjukan nya. Aku dan yang lainnya akan menyelesaikan ini dengan cepat." Naruto memberi nya jempol, bibir nya naik menampilkan gigi nya.
Nami yang melihat nya memerah dan menunduk, untung nya topi jerami di kepalanya berhasil menutupi wajah nya. Naruto memiringkan kepala nya melihat itu, mengangkat bahu nya dia berdiri dan berjalan ke arah Arlong. Dia berhenti sebentar dan berbalik menghadap Genzo.
"Ah! Jika tidak keberatan, aku ingin meminta tolong." Mereka menatap nya bingung. Naruto menunjuk ke tempat Luffy jatuh, "Bisakah kalian membantu nya keluar dari air? Seperti yang kalian tau, dia memakan Akuma no Mi dan itu menghilangkan kemampuan berenang nya." Naruto menjelaskan dengan santai.
Genzo mengangguk mengerti, "Aku mengerti, aku akan membantu nya keluar dari sana secepatnya!"
"Hehehe! Tidak perlu terburu-buru, santai saja dan pastikan saja dia hidup, oke?" Naruto terlihat membungkuk sedikit dengan cengengesan.
Nojiko menatap nya datar, "Kau hanya tidak ingin dia kembali dan mengganggu mu bertarung melawan Arlong, bukan?"
"Hahahaha! Hanya pastikan saja dia hidup ya! Aku akan menjaga punggung mu dari Arlong." Genzo mengangguk tapi dihentikan oleh Nojiko, "Biarkan aku membantu! Dengan kita berdua ini akan menjadi lebih cepat!" Nojiko tidak meninggalkan ruang untuk berdebat dan langsung berlari memegang tangan sheriff tersebut.
Naruto melihat mereka dengan senyuman sebelum mata nya melihat gelagat Arlong.
"Kalian! Tidak akan kubiarkan kalian menyelamatkan bocah kurang ajar itu!" belum sempat dia melompat menerjang mereka, bahu nya di tekan sesuatu yang berat. Mata nya dengan cepat menoleh ke sumber tekanan berat itu.
"Tenanglah Arlong! Mereka sibuk sekarang. Duduk diam dan tenang lah! Aku ingin melihat pertengkaran didepan ku dengan tenang." Naruto tersenyum kepada nya dengan santai. Arlong menatapnya terkejut, 'Dia cepat, aku bahkan tidak melihat gerakannya! Siapa dia sebenarnya'.
"A...Apa itu! Suatu saat dia berdiri disini, lalu selanjutnya dia sudah berdiri di belakang Arlong! Siapa dia sebenarnya?!" Yosaku, Johnny, Nami dan penduduk desa terkejut. Mereka penasaran dengan kemampuan pemuda pirang itu.
"Bagaimana bisa kau berada dibelakang ku secepat itu?! Siapa kau?!" Arlong bertanya dengan lantang, aura mengintimidasi menguar dari tubuh nya, tetapi dia tidak mendapat respon yang berarti dari pemuda pirang itu.
"Aku? Namaku Uzumaki Naruto! Aku datang untuk mengalahkan mu dan membebaskan desa ini dari mu! Yoroshiku ne!" dia menyeringai kepada Arlong. Naruto lalu mencengkeram bahu Manusia ikan itu dan tanah yang diduduki oleh Arlong terlihat amblas. "Sekarang diam atau aku akan menambah berat mu lagi! Kau mengganggu ku dari melihat pertunjukan disana."
Arlong menggertakan gigi nya kesal, dia merasa tubuh nya tidak bisa digerakkan. Dia tidak tau apa yang dilakukan pemuda sialan ini dengan nya.
"Apa yang kau lakukan padaku?!" dia menuntut penjelasan. Naruto mengangkat bahu nya santai, "Keajaiban Fuinjutsu kurasa, mereka bisa melakukan apa saja, kau tau!" Naruto menggaruk tengkuk nya mengabaikan tatapan semua orang pada nya.
"Astaga, seberapa kuat dia? Bahkan dia bisa membuat Arlong tidak bergerak!" seru salah satu penduduk.
"Apakah dia memakan salah satu Akuma no Mi?"
"Sugooi! Dia hebat! Sepertinya kita masih memiliki harapan tinggi untuk pemuda itu." Yang lain terlihat mengangguk setuju. Nami juga menunjukkan harapan dimata nya, 'Naruto... Berhati-hatilah...'.
"Sial, seberapa cepat dia?! Aku bahkan tidak melihat nya bergerak!" Zoro terlihat melirik Naruto tertarik. Dia yakin dengan firasat nya setelah melihat dia pertama kali. Dia kuat, tidak tapi sangat kuat. Dia hanya harus berhati-hati dengannya.
"Ya, aku juga tidak melihat nya, itu hanya seolah-olah dia sudah berdiri disana!" Zoro mengangguk, "Kita beruntung dia bersama kita, tapi tetap berhati-hati dengan nya!" Dia mengangguk setuju dan kembali melihat lawan nya masing-masing.
"Aku serahkan ikan itu padamu!" Sanji menaruh rokok di mulut nya, "Ya, kau potong saja gurita itu!"
Tak jauh dari posisi Zoro dan Sanji, terlihat Hatchan dan Kuroobi yang menatap Arlong, bukan lebih tepat nya pemuda dibelakang Arlong.
Mereka juga sedikit terkejut melihat nya, apalagi setelah melihat dia membuat Arlong tidak bergerak dari duduk nya. Wajah mereka terlihat mulai marah dan bersiap membantunya.
Gerakan mereka terhenti saat dua pemuda muncul yang membuat mereka semakin marah.
"Lawan kalian adalah kami! Jangan berpikir kami akan membiarkan kalian pergi!" Hatchan yang melihat itu melotot marah, dia membusungkan dada nya.
"Takohachi Black!" cairan hitam melesat keluar dari mulut nya, membuat Zoro dan Sanji menghindar menjauh. "Sanji, kita tidak punya waktu lagi! Aku akan mengurus yang ini dalam waktu 5 detik!"
"Tidak, aku akan menyelesaikan nya dalam 3 detik!" timpal Sanji, mereka berlari ke depan dengan cepat.
"Sebesar apapun usaha kalian, itu hanya akan sia-sia saja. Kalian tidak akan bisa menang melawan kami!" kata Kuroobi angkuh, Hatchan kembali menyemburkan cairan hitam nya lagi.
"Aku tidak ada waktu bermain-main dengan cairan aneh ini!" Zoro berhasil menghindar dan menyerang menggunakan pedang nya yang hanya mengenai ujung rambut nya.
"RAMBUTKU! Kau Roronoa Zoro, aku benar-benar sangat marah sekarang." Dia melotot kepada Zoro, tapi Zoro mengacuh kan nya dan mencoba memotong nya lagi searah garis vertikal. Hatchan dengan percaya diri mencoba menahan nya menggunakan tangannya.
"SAKIT!"
"Sialan! Aku tidak melakukan ini untuk bermain-main! Kemarilah dan biarkan aku memotong mu!" Zoro berteriak dengan napas tersengal-sengal. Sanji yang melihat nya mengerutkan keningnya.
'Jangan-jangan...'
"Jangan mengalihkan pandangan mu! Atau kau bisa mati!" Sanji mengelak dari tinju nya, dia membalas menendang yang ditangkis oleh tangan ikannya. Mereka beradu tinju dan tendangan.
Tidak jauh dari situ, Zoro kembali melesat dan mencoba menebas gurita menyebalkan itu, dia mengerang frustasi melihat gurita itu selalu menghindari tebasannya.
"Berhenti menghindariku gurita sialan! Kenapa tidak cepat mati saja!" napas nya semakin berat, dia memegang dada nya yang terluka, dia bisa merasakan itu terbuka.
Naruto yang melihat itu terlihat bingung, penasaran siapa yang berhasil membuat luka pada Zoro, dia melirikkan pandangannya kebawah mendengar suara tawa kecil, "Sepertinya teman mu terluka! Dia tidak mempunyai peluang apapun melawan Hatchi dengan peluang seperti itu."
"Entahlah! Sepertinya yang harus kau khawatirkan adalah gurita disana, dia terlalu meremehkan Zoro!" Naruto melihat wajah mengejek nya membuat Naruto, "Lihat dan perhatikan! Teman gurita mu dari awal tidak memiliki kesempatan."
Zoro terlihat kesal saat melihat gurita itu kembali menghindar, dia melompat keatas dan menempel disana.
"BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN BERHENTI BERMAIN-MAIN! KEMBALI KESINI DAN BIARKAN AKU MEMOTONG MU, BAKAYARO!" dia berteriak lagi.
"Roronoa Zoro, aku memiliki pertanyaan untuk mu." Zoro melihat nya dengan napas tersengal, membiarkan nya bertanya. "Bukankah kau dikenal dengan teknik pedang Santoryu? Kenapa kau hanya menggunakan satu pedang?" dia bertanya bingung.
"Aku masih bisa mengalahkan mu hanya dengan satu pedang!" Hatchan terlihat geram sebelum berlari keatas mengambil pedangnya, dia dengan percaya diri menjelaskan bahwa dia adalah pengguna teknik 'Rokutoryu' dan tidak ada yang bisa mengalahkan nya.
Zoro tiba-tiba terjatuh mengejutkan semua orang, Sanji yang teralihkan perhatian nya terkena tinjuan dari Kuroobi membuat nya terbang ke tembok Arlong Park bahkan hingga tertembus dan terdorong jauh.
Yosaku dan Johnny terlihat terkejut dan mencoba memanggil namanya keras. Para warga terlihat khawatir dengan kondisi kedua pemuda itu. Nami berlari untuk melihat kondisi nya.
"Arlong-san, kami sudah membereskan mereka!" Kuroobi berbicara sambil menatap pemuda pirang disana menyeringai. Arlong juga menyeringai lalu melihat kebelakang nya, "Begitukah? Ha! Mereka hanya manusia lemah dan bodoh! Lihat lah teman mu, mereka hanya orang-orang bodoh yang berpikir bisa mengalahkan manusia ikan."
Naruto diam sambil memperhatikan Zoro dan Sanji, dalam hati berteriak pada mereka untuk bangun segera dan menghabisi lawan-lawannya. Sial, dia baru saja menyombongkan mereka dan kini mereka tergeletak tak berdaya.
Naruto sebenarnya ingin menghabisi mereka sekaligus tapi dia memiliki keyakinan bahwa Zoro dan Sanji akan bangun, jadi dia mengulur waktu. "Begitu? Kau hanya beruntung, Zoro terluka parah dari pertarungan sebelumnya, dan Sanji baru saja teralihkan."
"Hoo! Mencoba mencari alasan. Sekarang kau tau bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kami. Kami adalah ras unggul yang sudah melampaui segala hal, kalian hanya lah makhluk lemah yang bahkan tidak bisa bernapas dibawah air! Shahahahaha!"
Naruto merengut mendengar nya, harga diri nya terluka dan dia akan pastikan wajah hiu ini membayar nya, dia teralihkan saat melihat gurita disana mengamuk.
"Kau Roronoa Zoro! Apakah kau baru saja mati terkejut setelah melihat gaya pedang ku!" dia berteriak marah. Naruto tersenyum melihat nya, gurita bodoh itu sudah mengambil pekerjaan mengalihkan perhatian kedua manusia ikan lain, setidak nya dia tidak perlu mendengarkan hinaan muka hiu ini lagi.
"Bangun dan biarkan aku menebas mu dengan teknik 'Rokutoryu', setelah itu matilah dengan mengingat namaku!" dia menebas angin dengan cepat menggunakan ke enam tangannya.
Dari tebasan itu, muncul putaran tornado mengelilingi nya, "Hatchi, berhenti! Aku mengerti perasaan mu, tetapi bukankah itu terlalu berlebihan? Apa kau ingin menghancurkan Arlong Park?"
Dia menghentikan teknik nya dan dengan canggung mengalihkan perhatian nya, "Ah ti..tidak, maaf. Aku tidak akan mengulangi nya." Kuroobi mengangguk pada nya.
"Rokutoryu, ya? Tidak berguna." Mereka semua terkejut dan melihat dia berdiri dengan susah payah. Naruto terlihat tersenyum dan tanpa sengaja mengeratkan pegangannya pada bahu Arlong membuat nya mengernyit kesakitan.
Naruto tertawa malu dan menepuk-nepuk bahunya santai, Arlong terlihat menatap nya dengan tajam, dia akan membunuhnya nanti, tapi dia harus memikirkan cara untuk lepas dari ini.
"Roronoa Zoro!" dia berseru kaget. Zoro mencengkeram pedangnya erat, wajah nya keras menunjukkan dia sudah serius.
"Dengar, gurita sialan!" dia menghembuskan napas nya mencoba tenang, "Aku memiliki seseorang yang ingin kuhadapi suatu hari nanti..."
"Sampai aku bertemu dengan nya lagi, bahkan nyawa ku tidak akan kuserahkan kepada Shinigami!"
Nami yang sedang bersama Sanji terkejut saat melihat dia bergerak, tangan nya mengambil rokok baru dan menaruh nya di mulut nya, dia bangun dan tersenyum kepada Nami meyakinkan nya untuk tidak khawatir pada nya.
"Jadi, pukulan nya tadi level 40, ya." Sanji berjalan pelan, para warga terlihat terkejut melihat nya. "Berarti, tendangan kakek tua yang selalu diarahkan kepadaku itu sekitar level 400, ya." Dia mengingat kembali kakek tua pemilik restoran Baratie tempat dulu dia bekerja.
"Roronoa Zoro! Aku tidak tau apa yang terjadi dengan luka itu, tapi kau bahkan tidak akan bisa mengalahkan teknik Rokutoryu ku!" Zoro mengikat bandana hitam nya di kepala nya, pedang nya juga sudah dia pindahkan diantara gigi nya.
"Itu tidak ada hubungannya! Aku akan menunjukkan kepadamu teknik Santoryu ku!" dia berseru keras. "Johnny, Yosaku! Pinjamkan aku pedang mu!" mereka berdua melemparkan pedang nya ke arah nya.
Naruto terlihat menyeringai melihat nya, "Sesuatu yang menarik akan terjadi sebentar lagi!" dia bergumam pelan. Hatchan maju kedepan menebas segala arah ke Zoro yang mampu menghindari segala tebasannya.
"Santoryu:..."
Zoro memutar badannya menghindari tebasan terakhirnya dengan kedua pedang nya sekaligus menyerang menggunakan itu dan berhenti dibelakang gurita itu.
"...Tourou Nagashi!"
Gurita itu berteriak kesakitan dan mengeluarkan darah dari tubuh nya. Arlong dan Kuroobi menatap itu dengan tajam.
"HAH! Makan itu muka hiu!" Naruto menampar punggung Arlong keras membuat si empu mendelik tajam. Naruto mengabaikan nya dan menatap Zoro senang, harga diri nya terselamatkan oleh nya.
"Ap... Apa-apaan itu! Konsentrasi yang luar biasa! Bahkan dengan luka ditubuh nya dia masih bisa melakukan perlawanan yang hebat." Kakek tua itu terkagum dengan semangat bertarung yang diperlihatkan oleh Zoro, bahkan bukan cuman dia, mereka semua terkagum dengan nya.
"Zoro-Aniki, Sugoooii! Kau memang hebat!" Yosaku berteriak kagum kepada senpai nya, Johnny yang disebelah nya mengangguk, "Ya, bahkan dengan luka-luka itu dia masih bisa mengalahkan nya!"
Hatchan berdiri kembali, di dada nya terlihat luka silang dari Zoro, "Beraninya kau melakukan ini pada ku! Aku benar-benar marah, kau tau!" dia berteriak marah, pedang nya di arahkan kepada Zoro.
"Kenapa kau tidak mengerti juga. Aku menggunakan teknik Rokutoryu sedangkan kau hanya menggunakan Santoryu, tidak mungkin gaya bertarung mu bisa mengalahkan ku!" seru nya keras.
"Tidak mungkin?" Zoro mengulang nya, dia kembali teringat perkataan Mihawk di Restoran Baratie, dia berbalik dan mengarahkan pedang nya ke arah Hatchan, "Tidak masalah Rokutoryu atau pun Santoryu. Beban di antara pedang kita berbeda!" dia membalas dengan tajam.
Mereka saling menatap dengan tajam, mencoba mengintimidasi satu sama lain. "Beban, katamu?"
"Beban pedang ku ini melebihi berat pedang kalian para manusia, Konoyaro!" dia mengolok-olok Zoro, ucapan nya membuat Zoro kesal.
"Cih, percuma memperdebatkan nya dengan mu, Bakayaro!" Hatchan mengangkat pedang nya dan berlari ke arah Zoro.
"Rokutoryu: Takotsubo no Kamae! Shinshun!" ke enam pedang nya menusuk lurus ke arah Zoro. Dia dapat menangkis nya dengan pedang nya sendiri, Hatchan menyeringai. "Takoage!" Hatchan dengan keras mengangkat pedang nya membuat pertahanan Zoro terlihat.
"Taikai!" Zoro melotot mengeluarkan darah dari mulut nya saat dia di sundul dibagian yang terluka, dia terlempar ke atas udara.
"Aniki! Dasar curang, kau menyerang dibagian terluka nya!" Johnny berteriak keras, Yosaku terlihat panik melihat Zoro diatas, "Gawat! Aniki bisa mati!"
Hatchan berlari ke tempat Zoro akan jatuh, "Aku tidak akan membiarkan mu jatuh sebelum kau mati!"
"Rokutoryu Ougi: Rokuto no Waltz!" ke enam pedang nya berputar seperti gasing dengan cepat, menanti kejatuhan Zoro. "Meskipun hanya terkena sedikit saja kau akan tetap berubah menjadi daging cincang! Shahahaha!"
Zoro yang tidak ingin berubah menjadi daging cincang berhasil berputar dan menyerang tangan Hatchi.
Gurita itu berdiri dengan kaki gemetar, dia melihat tangannya yang terluka, Naruto sendiri sedang tertawa histeris melihat pertempuran yang semakin menarik, dia merasakan adrenalin nya berpacu.
"Kau mencoba mempermainkan ku, ya! Aku benar-benar marah sekarang. Kau dengar, Aku akan membunuh mu sekarang juga!"
Zoro yang berdiri membelakangi nya hanya diam, dia sedang mengatur napas nya yang berat, Yosaku dan Johnny terlihat khawatir pada nya.
"Rokutoryu: Takotsubo no Kamae!" Hatchan berlari kedepan menggunakan jurus yang sama.
'Meskipun luka ini bisa membunuh manusia biasa, aku tidak akan mati!' pikir nya, dia menghelas napas dan membuat kuda-kuda bertarung. 'Untuk mengalahkan kekuatan luar biasa Taka no Me, aku tak boleh menjadi manusia biasa!'
Zoro berputar tepat waktu dan berhasil menghancurkan seluruh pedang Hatchan. "Santoryu: Tatsumaki!" Zoro berputar dengan pedang nya membuat angin seperti naga yang menerbangkan gurita itu ke udara. Mereka yang sedang menonton terlihat terkejut, terutama Arlong dan Kuroobi.
Manusia gurita itu terjatuh tak jauh dari Zoro, "Manusia Gurita, sekarang kau mengerti bukan perbedaan beban pedang kita. Apa kau sudah puas sekarang?"
Zoro yang sudah kelelahan tidak melihat serangan akan datang, "Beraninya kau melakukan itu pada Hachi!" pukulan nya berhasil dihentikan oleh Sanji yang datang.
"Kau! Aku tidak tau ada manusia yang bisa menahan pukulan ku!" Sanji menyeringai kepada nya, "Sepertinya ada banyak orang seperti ku di restoran tertentu."
"Kau meremehkan ku, bukan?" Sanji diam masih menyeringai. Dia melirik Zoro yang mencoba berenang ke dalam air.
"Hentikan itu, Baka! Kau tidak akan bisa berenang dengan luka seperti itu!" Zoro tidak peduli, "Tidak ada waktu lagi, kita harus menyelamatkan Luffy sebelum terlambat!" Sanji menghela napas kasar.
"Aku tau itu! Aku hanya mengkhawatirkan luka mu. Diamlah disitu."
"Berisik! Aku mengkhawatirkan nya, aku bisa menangani luka ini." Sanji melepas jas nya membuang nya asal, dia berlari ke dalam air membuat Zoro terkejut.
"Menarik! Bertarung dengan Manusia ikan didalam air, kau benar-benar bodoh ya!" Kuroobi juga ikut meluncur ke dalam air.
"BAKA! Itu berbahaya! Bertarung dibawah air, itulah yang mereka inginkan!"
Arlong mulai tertawa keras melihat nya, "Shahahaha! Ketahuilah bahwa kalian ini hanya makhluk rendahan!" dia tertawa membuat Naruto kesal, dia menampar belakang kepala Arlong keras membuat nya berhenti.
"Baka! Tawa aneh mu membuat ku sakit kepala!" Arlong terlihat mulai murka, dia menatap tajam ke arah Naruto. "Kau akan membayar untuk itu! Setelah aku melepaskan diri dari ini, aku akan membunuh mu dan seluruh desa ini!"
Naruto membuat gerakan aneh dengan tangan nya, "Bla bla bla! Berisik! Apa kau tidak pernah menyikat gigi mu? Bau nya seperti ikan!" mereka yang mendengar nya sweatdrop dengan keringat sebesar biji dibelakang mereka. "DIA MEMANG IKAN, BAKA!" semua nya berteriak membuat Naruto tertawa malu.
Didalam air sendiri, terlihat Sanji berenang mendekat ke arah Luffy, dia melihat ada seseorang pria paruh baya yang sedang menekan dada Luffy, dia juga melihat leher milik Luffy yang memanjang hingga ke darat.
"Gyojin Karate: Wanto Giri!" dari belakang Sanji muncul Kuroobi yang memukul tengkuk nya keras. Sanji tersedak didalam air merasakan serangan menyakitkan itu.
Kuroobi melihat salah satu penduduk Kokoyashi yang mencoba menolong Luffy dan mengejar nya, dari belakang Sanji berhasil menarik rambut Kuroobi membuat nya berhenti.
"Kau yakin ingin melawan manusia ikan dibawah air, kau hanyalah manusia yang tidak bisa bernapas di dalam air!" Sanji menatap tajam dia, mencoba menendang nya.
Kuroobi menyeringai, "Ada apa? Tendangan mu berkurang setengah? Shahahaha!"
"Gyojin Karate: Itomaki Kumite!" Kuroobi menarik Sanji menggunakan rambutnya ke arah nya, dengan momentum yang tepat Kuroobi menyerang nya lagi.
"Gyojin Karate: Kaisoku! Harakudashigeri!" dia melesatkan tendangan kuat mengenai ulu hati Sanji membuat nya berteriak kesakitan. Tidak ingin melepas mangsa nya, Kuroobi menarik nya ke arah nya lagi.
Dia berputar cepat sehingga dia terlihat seperti bor. "Gyojin Karate: Ka Ka Kakato Otoshi!" dia menendang tepat di bagian belakang kepala Sanji.
Berenang cepat ke bawah, Kuroobi menendang dagu Sanji ke atas. "Kachiage Haisoku!" Sanji terlihat tidak berdaya, tubuh nya merasa sakit. Kuroobi muncul didepan nya, tangannya membuat kuda-kuda karate.
"Hissatsu: Jodan Bakusho!" Sanji terlempar jauh hingga terbentur tembok, Kuroobi berenang dari jauh dengan sikap karate nya.
Tak lama, Sanji berhasil keluar dan berenang ke atas, dia merasa udara di paru-paru nya semakin tipis. 'Udara! Udara! Udara! Oksigen dalam tubuh ku semakin berkurang. Aku harus naik dan mengambil udara.'
Dia berhenti saat jalur nya dihentikan oleh Kuroobi, "Menarik! Kau masih bisa bertahan dengan serangan tadi? Tidak ada manusia yang berhasil bertahan setelah terkena serangan tadi."
Dia mulai tertawa saat melihat nya hampir kehabisan napas. Kuroobi menarik nya kearah nya, "Kalian manusia tidak tahan dengan tekanan dibawah air, kan?" Sanji terlihat bingung dengan pertanyaan aneh itu.
"Apa yang akan terjadi jika aku membawa mu ke bawah air? Apakah organ dalam mu akan hancur?" Sanji melotot kepada nya akhirnya menyadari nya.
"Appakushi Chokka Koro!" mereka berdua melesat ke bawah dengan cepat. Sanji mulai merasa kesakitan saat merasakan organ dalam nya seperti hancur.
Kuroobi menyeringai melihat hal itu akan tetapi terkejut saat melihat nya menunjuk diri nya. 'Kau tidak akan kumaafkan!' batin nya kesal.
"Kau masih bisa bertahan?! Haruskah kita mencoba serangan kedua?" dia menarik mereka lagi keatas dan berhenti setelah sampai. Sanji yang melihat kesempatan menutup insang yang berada ditubuh Kuroobi.
Kuroobi yang melihat itu melotot tak percaya dan membuat pegangannya melemah. Dari dalam air, Sanji berhasil keluar dan naik ke atas. "Kau..."
"Tenang saja, dia baik-baik saja."
"Benarkah?"
"Kujelaskan nanti. Kau manusia ikan kurang aja, kembali ke atas dan selesaikan pertarungan kita!" Sanji menunjuk ke bawah.
Dari air muncul Kuroobi yang melotot kepada nya, "Kau masih tidak mengerti juga ya, tidak peduli di air atau darat, kesempatan mu untuk memenangkan pertarungan ini adalah nol!"
Secepat kilat, Sanji muncul didepan Kuroobi. "Collier!" Sanji menendang leher Kuroobi dengan keras, menjatuh kan nya ke tanah hingga membuat retakan besar disana.
"Kau menyebut kepahlawanan ku naif?! Sanji mengangkat kaki nya ke atas.
"Epaule!" Sanji menukikkan kaki nya ke bahu nya dengan keras, membuat nya terbang, "Aku tidak bisa melindungi siapa pun, katamu?!" gumam nya keras.
"Cotelette!" Sanji menendang bagian punggung Kuroobi keras, "Selle!" dia melanjutkan menendang pinggang nya membuat nya melayang dengan punggung menghadap bawah.
"Poitrine!" Sanji menukik kaki nya kebawah mengenai dada nya membuat Kuroobi berputar melayang, "Gigot!" Sanji menendang kaki nya hingga dia terlempar. Kuroobi mencoba berdiri.
"K...Kurang ajar..." Sanji berlari kearah nya cepat, Kuroobi yang melihat nya ingin mengeluarkan jurus nya, tapi dia tidak melihat siapapun didepannya membuat nya terkejut.
"Mouton Shot!" Sanji menendang nya ke arah samping dengan keras mengenai kepala nya. Tendangannya membuat markas Arlong berlubang hingga ujung. Mereka semua menganga tidak percaya. Melihat dua bawahan jatuh oleh kedua pemuda itu membuat mereka akhirnya bersorak untuk nya.
Zoro terlihat menyeringai melihat nya, Naruto yang berdiri di belakang Arlong berteriak dengan tepuk tangan. "SANJI! KAU BENAR-BENAR HEBAT BUKAN?! HAHAHAHA BAGAIMANA ITU MUKA HIU?!" Naruto berteriak menggeplak kepala Arlong.
Ledakan terdengar dari tempat Naruto dan Arlong, terlihat asap menutupi tempat itu. Mereka menunggu dengan khawatir apa yang sedang terjadi.
"Wah! Wah! Kau akhirnya bisa lepas kan, muka hiu? Aku heran dengan seberapa lama kamu akhirnya bisa lolos, seperti nya kamu tidak sekuat yang dirumorkan, kan?" dari belakang Sanji muncul Naruto yang mengorek kuping nya santai membuat Sanji dan Zoro terkejut.
"Apa? Bagaimana bisa? Apa yang kau lakukan?!" Zoro berseru menatap Naruto. Naruto menatap Zoro dan Sanji dengan senyuman diwajahnya. "Bukan apa-apa, tidak perlu khawatir aku akan menyelinap di belakang mu, Zoro." Naruto mengedip pada nya.
Naruto akhirnya berjalan pelan ke depan membelakangi Zoro dan Sanji, "Sepertinya sekarang adalah giliran ku! Usopp juga seperti nya sudah menyelesaikan nya, benarkan Usopp?!" Sanji dan Zoro menatap ke kerumunan disana dan melihat Usopp yang babak belur.
"Y...Ya Naruto, kau benar! Aku sudah menyelesaikan bagian ku." Dia mengacungkan jempol dengan gugup. Dia berbalik ke arah Nami dan tersenyum meyakinkan." Nami, kau tidak perlu khawatir lagi pada ku. Aku sangat kuat hingga manusia ikan akan lari ketakutan saat melihat ku!" Dia berseru membuat Nami menatap nya dengan ekspresi bahagia, dia mengangguk pada nya.
Menatap kedepan, dia berteriak kepada Naruto, "Naruto, Cepat hajar dia dan selesaikan semua nya!" Naruto memberi nya jempol tanpa menghadap nya. Dia melihat Sanji dan Zoro, "Pergilah dari sini, kalian sudah melakukan bagian kalian. Sekarang, aku akan menyelesaikan sisa nya!" mereka berdua menatap satu sama lain sebelum mengangguk padanya.
Sanji membantu Zoro berdiri dan menahan nya dibahunya, "Baiklah! Cepat selesaikan ini." Naruto mengangguk pada nya tersenyum, dia melambai kepada mereka sedikit.
"Baiklah, sekarang tinggal kau dan aku. Karena Luffy sedang berenang dibawah sana, maka aku akan menggantikannya melawan mu!" Naruto menunjuk Arlong percaya diri. Arlong menatap kedua saudara nya yang jatuh.
"Hachi! Kuroobi! Chew! Beraninya kau melakukan ini kepada saudara-saudara ku! Bukan kah kalian sudah melewati batas!" dia menatap Naruto dengan tatapan tajam, Naruto melambai dengan telunjuk nya menolak pernyataan nya.
"Aha! Bukan nya kau yang sudah melewati batas dengan menggunakan anak kecil untuk menuruti semua keinginan mu!" Arlong yang geram berlari cepat kearah nya mencoba meninju nya.
Arlong melebarkan mata nya terkejut melihat nya menghilang membuat nya meninju tanah dibawah nya, tanah itu retak dan hancur membuat puing-puing tersebut berserakan.
"Pukulan yang bagus disana Arlong! Tapi sayang sekali sangat lambat!" Naruto berkata dari belakang Arlong membuat nya terkejut. Dia mencoba memukul nya dengan siku nya tapi dia kembali menghilang.
"Arlong-chan masih terlalu lambat! Ayo kerahkan semangat muda mu!" dari samping Arlong terlihat Naruto melambai padanya. Arlong mencoba menggigit nya dengan gigi hiu nya tapi dia kembali menghilang dengan cepat, dia frustasi sekarang. Tidak pernah dia melihat manusia bisa bergerak secepat itu.
"Berhentilah menghindar dan lawan aku! Apa kau hanya seorang pengecut yang hanya bisa berlindung di punggung teman mu!" dia berseru memprovokasi nya, matanya masih berkeliaran mencoba mencari manusia kurang ajar itu.
"Kata-kata yang salah Arlong-chan!" Arlong berputar saat mendengar suara itu, disana dia melihat manusia itu berdiri dengan tangan kanan mencoba menyentil nya. "Percayalah! Kau tidak akan menyukai ini." Setelah pengumuman itu selesai, Naruto menjentikkan jarinya ke kepala Arlong.
Kejadian berikut nya membuat semua orang disana tercengang. Mereka melihat Arlong baru saja dilempar ke tembok tepat disamping Kuroobi, bahkan dia masih terbang jauh hingga punggung nya mengenai pohon.
"Ap...Apa itu barusan? Apakah dia baru saja melempar Arlong dengan jentikan jari?!" Usopp ternganga lucu melihat itu, bukan dia saja, tapi semua orang yang menonton, mereka tidak bisa mempercayai mata mereka sendiri.
"A..Apa kau ini sebenarnya?"
"Bagaimana mungkin manusia bisa melakukan hal itu?"
"Apa kau memakan Akuma no Mi?"
Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari bibir mereka, Naruto yang mendengar nya hanya tersenyum malu dan melambai kepada mereka, "Hahaha kalian sangat lucu, kan? Aku mulai menyukai desa ini, hahahaha!" Naruto tertawa keras membuat mereka berkeringat.
"Apakah kau benar-benar serius?!" salah satu warga desa disana berteriak kepada nya. Naruto mengabaikan nya dan menghindar dari terjangan Arlong. Dia melihat ke depan dan mulai tertawa saat melihat warna merah tercetak jelas di tempat dia sentil tadi.
"Berani nya kau melakukan itu kepada ku!" seru nya keras.
"HAHAHA! ITU WARNA KOMBINASI YANG BAGUS UNTUK MU!" Arlong menggeram kepada nya dan menerjang nya kembali, Naruto kembali menghindari itu. Cekungan terlihat pada jejak yang tadi dia pijaki, disana terlihat sudah hancur setelah bertemu dengan senjata ditangan Arlong yang berbentuk ... Gigi hiu?
"Benarkah? Gigi hiu itu bisa menghancurkan tanah itu? Bolehkah aku memiliki nya?" Naruto bertanya dengan polos, dia tertarik dengan gigi itu.
"Jangan bercanda, untuk apa aku memberikan ini. Ini adalah gigi ku sendiri." Arlong mematahkan gigi nya dan memperlihatkan gigi tumbuh di gusi nya. Dia juga menjelaskan bahwa setiap gigi yang tumbuh akan semakin kuat.
"Woah! Kau benar-benar memiliki tubuh yang sehat, bukan? Itu cukup cepat untuk menumbuhkan gigi baru. Saat aku kecil bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menumbuhkan satu gigi baru."
Para warga desa terlihat menahan tawa nya mendengar ucapan Naruto barusan. Mereka melupakan ketakutan mereka barusan yang melihat kemampuan gigi hiu itu.
"Kau! Manusia rendahan seperti mu berani menghina ku? Seorang yang lahir di ras unggul?! Jangan bercanda!" dia kembali menyerang nya secara membabi buta, mereka semua terkejut melihat nya dan berteriak ngeri.
"Ka...Kau! Berani nya menggunakan saudara ku sebagai tameng?!" Naruto menghela napas lega sebelum membuang tubuh itu sembarang.
"MATI KAU!" Naruto kembali menghindar semua serangan nya membuat Arlong frustasi. "Berhenti menghindari nya dan lawan aku!" Naruto menyeringai melihat nya. "Kau yang meminta."
Secara tiba-tiba Naruto menangkap wajah Arlong dan membanting nya ke tanah dengan cepat. Asap mengepul dari tempat itu saking kuat nya benturan tersebut.
Naruto menjauh dari sana dan menggaruk tengkuk nya tidak gatal, "Aku sudah mengatakan nya tadi, kau tidak akan suka jika memintaku menyerang mu." Naruto beralasan. Setelah asap tersebut menghilang, dia tidak melihat Arlong disana.
Naruto melihat sekeliling nya sebelum bertanya kepada yang lain, "Hey! Apa kalian melihat kemana Arlong-chan?"
"Dia masuk kedalam air!" Nami berseru menunjuk ke kolam didepannya. Naruto melihat kedepan melihat sirip mirip hiu. "WOAH SUGEE! ADA HIU!" mereka semua menganga mendengar nya.
"I..Itu Arlong!" Gumam Usopp tidak percaya. "Oh! Dia menghilang." Kata Naruto melihat nya.
Dari bawah air Arlong terlihat bersiap mendaratkan serangan, dia berenang ke atas dengan cepat, "Shark on Darts!"
"Uwahhh!" Naruto berteriak menghindari itu, mereka melihat Arlong kembali melesat ke arah nya dari atas. Dia mengulangi itu terus membuat Naruto sedikit muak. Naruto menyeringai mendapat sebuah ide.
Dari air Arlong kembali melesat ke atas daratan. Dia melotot kesakitan saat melihat Naruto berhasil memukul nya membuat nya berputar.
"Yosh! Saat nya menggunakan jurus andalan ku! Kage Bunshin no Jutsu!" beberapa bayangan muncul dan melesat ke atas. Mereka semua kembali dikejutkan saat melihat beberapa kembaran yang identik dengan Naruto muncul dan melesat ke atas.
"I...Itu apakah Akuma no Mi?" Zoro terlihat bertanya sendiri, mereka yang mendengar gumamam itu juga memiliki pertanyaan yang sama. Dari kejauhan muncul Luffy dengan Genzo, Nojiko dan Sanji yang tadi membantu membebaskan Luffy.
"DIMANA ARLONG?!" Teriak nya melihat kesana kemari. Zoro menunjuk ke atas membuat Luffy melihat ke atas sana.
"Naruto sedang bertarung dengan Arlong sekarang, kau terlambat." Luffy menatap nya terkejut. "APA?! TAPI AKU TADI MENGATAKAN INGIN MENGALAHKAN ARLONG!" dia berteriak lagi.
"Yah, itu salah mu sendiri membuat mu terjebak disana. Sekarang diamlah dan menonton. Aku juga penasaran dengan kemampuan nya." Luffy merengut tidak setuju tapi ikut duduk disamping Zoro memperhatikan pertarungan.
"Oh! Lihat, dia memiliki saudara-saudara yang membantu nya?" mereka berkeringat mendengar nya.
"Tidak Luffy, itu seperti nya salah satu kemampuan andalan nya. Aku mendengar nya mengatakan itu tadi, jadi itu bukan saudara." Jelas Nami yang membuat Luffy mengangguk entah dia mengerti atau tidak.
"Diamlah! Sepertinya dia akan memulai serangannya." Sanji menginterupsi. Mereka memperhatikan kembali ke pertarungan.
"U!" Bunshin satu menendang bahu nya ke atas. Membuat nya terlempar ke atas.
"ZU!" Bunshin kedua ikut menendang punggung Arlong mengikuti bunshin pertama.
"MA!" Bunshin ketiga memukul nya menjauh ke atas, tidak masih kurang tinggi. Bunshin terakhir sudah siap di posisi nya.
"KI!" Bunshin ke empat menembak menjauh dan dari atas terlihat muncul Naruto yang asli menanti nya. Kaki nya sudah siap untuk menukikkan nya kebawah.
"RENDAN!" benturan keras terdengar saat mereka melihat Arlong menghantam tanah dengan keras. Asap membumbung tinggi dari area tersebut.
Klon mulai menghilang setelah menyelesaikan tugas nya, Naruto yang berdiri diatas atap menatap tempat Arlong jatuh dengan tatapan tajam, ingin melihat apakah dia berhasil bertahan apa tidak.
"HA! Sudah lama aku tidak melakukan itu, senang rasa nya bisa menggunakan teknik itu lagi!" Naruto tertawa senang.
"Kau membuat ku sangat marah sekarang! Bersiaplah untuk mati!" seru nya sebelum menghantam tembok dan masuk kedalam mengambil sesuatu, dia kembali keluar dengan membawa sesuatu.
"Sekarang rasakanlah pedang ku ini! Kiribachi!" dia menghentak tangannya kebawah lalu melompat ke atas mengayunkan pedang nya menghancurkan atap yang dipijaki nya, dia terus menghindar sampai akhirnya dia terpojok. Arlong menyeringai dan mengayunkan nya menghancurkan tembok dibelakang nya membuat mereka masuk.
Nami yang melihat itu melebarkan mata nya terkejut, "I..Itu! Tempat itu adalah..."
Kembali ke dalam, Naruto melihat ke sekeliling nya memperhatikan sesuatu yang aneh di kamar ini. "Ruangan ini penuh kertas."
"Itu bukan lah kertas-kertas biasa, itu adalah peta buatan Nami." Naruto melihat kanan kiri nya dengan pelan.
"Hebat, bukan! Seorang gadis dengan bakat yang luar biasa." Kata nya lagi, "Bagi kami manusia ikan mengumpulkan data laut sangat mudah, tapi untuk mengukur sebuah peta secara akurat? Bakat nya itulah yang membuat nya berada dibawah kekuasaan ku. Bakat nya yang hebat itu harus nya hanya kami Manusia ikan yang berhak menggunakan nya!" seru nya.
"Dia adalah Nakama kami, aku tidak akan membiarkan mu membawa nya dari ku." Mata Naruto dibayangi oleh rambut nya. "Nami adalah ... Navigator kami!" Naruto sudah memutuskan, dia akan mengikuti kru ini.
"Navigator kalian? Jangan bercanda! Aku sudah memperkerjakan dia disini selama 8 tahun, aku tidak akan membiarkan bakat nya yang hebat hanya digunakan seperti itu oleh kalian manusia-manusia sampah!"
Arlong mengayunkan pedangnya ke arah Naruto dengan keras, Naruto menahan nya dengan tangan nya, tidak memperdulikan tangannya yang berdarah. Secara mengejutkan, pedang itu hancur berkeping-keping yang membuat Arlong terkejut. Naruto berdiri dan menendang meja yang dipakai Nami keluar dari lubang yang menganga. Diluar mereka semua terkejut saat melihat meja terbang keluar.
"Apa! Sebuah meja? Apa yang sedang terjadi didalam sana?!" Usopp berseru panik, mereka semua juga terlihat panik kecuali Zoro dan Luffy yang sedikit acuh. Berbeda dengan satu orang yang menatap semua itu dengan air mata yang mengalir. 'Naruto... Terima kasih!' pikir nya menangis bahagia.
Luffy yang melihat nya tersenyum kecil dan memandang ke atas. Sepertinya ada sesuatu disana yang berhubungan dengan Nami pikir nya.
Didalam, Arlong terlihat panik melihat manusia kurang ajar itu menghancurkan harta berharga nya. "KAU! Apa yang kau lakukan! Ini semua adalah kerja keras nya selama 8 tahun dan kau menghancurkan nya begitu saja!"
"Ini adalah penjara baginya, dan aku hanya akan menghancurkan nya untuk membuat nya bebas!" seru Naruto masih menghancurkan yang lain, Arlong murka mendengar nya dan berniat mencekik nya hingga mati.
Naruto melihat hal itu menghindar dengan cepat sebelum menggunakan lengan nya sendiri menjatuhkan Arlong kebawah menggunakan Lariat. Arlong berteriak kesakitan sebelum matanya melihat sebuah energi berputar di tangan pemuda itu.
"Arlong! Kau sudah melampaui batas. Mulai hari ini, aku Uzumaki Naruto akan menghancurkan mu dan markas mu." Bola itu di angkat oleh Naruto bersiap menghantam nya. Arlong terlihat berteriak panik kepada nya.
"Sampaikan salam ku untuk Shinigami!" setelah mengatakan itu, Naruto melesatkan Rasengan nya menghantam dada Arlong. Serangan itu masih berlanjut hingga tubuh Arlong melesat kebawah dan menghantam tanah dibawah nya. Markas yang sebelumnya berdiri dengan bangga kini hancur berkeping-keping menimpa Naruto dan Arlong.
"Narutooo!" Nami berteriak khawatir, mereka semua memandang dengan harap cemas. Dari puing-puing itu, muncul Naruto dan berdiri dengan mata membayang.
"NAMI! KAU ADALAH NAKAMA KU! KAU MENGERTI!" Naruto berteriak dengan keras, Nami menatap nya dengan air mata mengalir. Dia mengangguk pada nya tersenyum bahagia. "Ya!" katanya.
Terjadi keheningan setelah teriakan itu, mereka tidak mempercayai nya. Didepan mereka, bangunan yang dulu berdiri megah telah hancur tak bersisa. Mereka menatap satu sama lain dengan bahagia.
"Ki...Kita menang! Arlong Park telah dihancurkan!" mereka semua bersorak keras dan berlari ke arah Naruto. Mereka mengangkat nya dan melemparnya ke atas.
Naruto terlihat tersenyum malu dan membiarkan mereka melakukan yang mereka mau. Nami ikut tersenyum dan mendatangi kelompok Mugiwara, dia memberikan topi nya ke Luffy yang tersenyum lebar ke arah nya membuat nya tersenyum lebar juga.
Naruto yang sudah diturunkan atas permintaan nya berjalan ke kelompok Mugiwara. Dia tersenyum kepada Nami dan mengangguk pada nya. Nami berjalan ke arah nya dan memeluknya. "Terima kasih, Naruto!" bisik nya. Naruto mengelus punggung nya pelan.
Dia melepaskan pelukannya, dan menatap mereka semua sebelum menundukkan kepala nya sedikit, "Luffy, Zoro, Sanji, Johnny, Yosaku, Usopp dan Naruto! Terima kasih!" serunya membuat mereka tersenyum dan mengangguk, Sanji melihat nya dengan tanda love di matanya.
"E...Eh tentu, tidak masalah Nami. Kau sudah membantu ku dengan desa ku, jadi aku juga melakukan hal yang sama untuk mu!" Sanji datang kearah nya dengan cepat, "Tentu saja Nami-swan, aku akan melakukan apa saja untuk mu!" serunya membuat Nami tersenyum.
"Dasar, koki mesum!"
"Apa yang kau katakan barusan, Marimo?!" mereka menatap satu sama lain dengan tajam, Luffy yang melihat nya tertawa dengan Naruto.
"Sudah cukup kalian semua!" mereka memandang terkejut melihat angkatan laut datang ke arah mereka. "Mungkin ini hari keberuntungan ku! Aku sudah melihat pertunjukan kalian tadi, tapi tidak kusangka Arlong Park akan dihancurkan oleh bajak laut pemula seperti kalian!" mereka memandang kapten angkatan laut itu diam.
"Tapi berkat kau, hadiah kepala Arlong serta semua harta kekayaan Arlong Park ini akan menjadi milikku." Zoro datang dari belakang nya diam-diam bersama Luffy dan Sanji.
"Letakkan senjata kalian! Aku, Kapten Nezumi dari batalyon 16 angkatan laut, mengambil alih tempat ini!"
"Jangan menghancurkan suasana hati seseorang saat sedang bahagia." Nami berjalan kearah kapten disana. "Ini untuk tembakan Nojiko dan merusak kebun jeruk Bellemere!" Nami memukul kepala Nezumi hingga terlempar kedalam air menggunakan tongkatnya.
"Terima kasih, Nami. Aku menjadi lega." Kata Nojiko mengedipkan matanya.
"Akan kupukul seribu kali lagi!" Genzo berseru marah.
"Dengar, tugas kalian disini adalah untuk membereskan manusia ikan itu, dan kalian akan membantu membangun kembali Desa Gosa. Lalu semua properti milik Arlong Park akan menjadi milik pulau ini, mengerti?" dia mengangguk padanya. Nami menarik kumis nya membuat nya kesakitan.
"Dan satu lagi, kembalikan uang ku!"
"Baiklah! Baiklah! Lagipula aku tidak membutuhkan nya lagi!" Nami melepaskan kumis nya membuat mereka kabur didalam air.
"Kalian semua ingat lah ini dengan baik! Aku tidak akan memaafkan kalian! Kalian akan membayar karena melakukan ini padaku!" Dia berteriak dari kejauhan.
"Topi jerami dan si pirang berjubah, nama kalian Luffy dan Naruto kan? Kalian semua akan dicari, karena berani mempermainkan ku. Sudah terlambat untuk menyesal, aku akan membalas dendam kepada kalian!" mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Jadi, kita benar-benar dicari ya?" Sanji bertanya pada yang lain, Luffy menatap bingung ke arah laut, "Bagaimana mereka tau aku akan menjadi Raja Bajak Laut?"
"Bukan itu maksud nya, Baka!" Zoro kesal kepada Luffy, Usopp terlihat panik saat ini. "Apakah benar kita akan dicari? Bukankah ini berbahaya, kita harus menghentikan nya!" Naruto menepuk bahu Usopp membuat nya melompat kaget.
"Tenang Usopp, tidak perlu ada yang dikhawatirkan." Naruto menepuk-nepuk nya menenangkan nya.
"Baiklah kalian semua! Beri tau seluruh pulau bahwa Arlong Park akhirnya runtuh, kita akan mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan yang sudah kita tunggu selama ini!" mereka bersorak dengan gembira dan berlari dengan bahagia.
XxX
Ditengah desa kini terlihat banyak orang yang sedang berbahagia, mereka menari, minum, dan makan dengan lahap. Mereka saat ini sedang berpesta untuk merayakan pembebasan mereka.
"Nojiko-Nee! Apa kau sudah mendengar nya? Arlong Park sudah dihancurkan!" Nojiko menenggak minuman nya tersenyum pada anak itu, "Ya, aku juga sudah melihat nya."
"Benarkah? Siapa yang berhasil mengalahkan Arlong?" Nojiko menunjuk ke arah kerumunan, lebih tepat nya dua orang yang sedang makan, mereka adalah Naruto dan Luffy.
"Laki-laki yang berambut pirang disana." Bocah itu menatap kagum pada nya, menurut nya dia terlihat bisa diandalkan.
"Wahh! Benarkah? Dia terlihat keren!" Nojiko menatap nya dan mengangguk. "Ya, dia!"
Disuatu tempat, diruangan dokter terlihat Zoro yang berteriak kesakitan, saat ini luka nya sedang diobati.
"Dengan keadaan seperti ini, kau masih memaksa bertarung, betapa bodohnya. Seharus nya kalian memiliki seorang dokter di kapal kalian."
"Kakek itu benar." Dari luar muncul Luffy sambil memegang daging. "Tapi kita memerlukan seorang musisi terlebih dahulu kan, Zoro?" Zoro memandang nya tertarik.
"Dan kenapa begitu?" Luffy nyengir kepada nya, "Karena bajak laut selalu menyanyi dan menari, kan?" Zoro terkekeh mendengarnya, setuju dengan alasannya.
"Hey, Zoro apa kau melihat Nami?"
"Nami? Jika dia tidak ada disini maka dia mungkin ada ditempat itu..."
XxX
Di tempat lain dari desa, terlihat Nami sedang duduk menghadap kuburan. Disana terbaring ibu nya, Bellemere.
Genzo dan Nojiko muncul dari belakang nya, "Nami, jadi kau berada disini. Kami sudah mencari mu!" kata Nojiko kepada adiknya.
Nami duduk diam lalu menoleh ke belakang, "Nojiko, Gen-san! Jika Bellemere-san masih hidup, apakah dia akan mengijinkan ku menjadi bajak laut?" Nojiko dan Genzo terlihat terkejut.
"Tentu saja dia akan mengha..."
"Dia tidak akan menghalangi mu sama sekali!" Nojiko memotong ucapan Genzo, "Lagipula jika dia menahan mu, apakah kau mau mendengarkan?" Nami menjulurkan lidah kepada nya membuat nya tertawa.
"Hahahaha! Kalian benar-benar anak Bellemere, bukan!" Genzo menepuk Nojiko di bahu nya dan berjalan pergi. "Gen-san.." Nojiko terlihat bingung kepada nya.
"Nami, kau sudah memutuskan nya, kan? Kehidupan yang kau inginkan, sama seperti ibu mu." Nami memandang kuburan itu tersenyum.
"Aku yakin Bellemere juga ingin seperti itu." Nojiko memandang Nami tersenyum.
Waktu berlalu dan sekarang memasuki malam hari. Pesta tersebut masih berlalu, tidak ada yang berhenti dari semenjak pertempuran selesai hingga sekarang. Di ruangan dokter, terlihat Nami berbaring memperlihatkan punggung nya yang mulus.
"Jadi, kau bisa menghilangkan nya, kan?"
"Aku tidak yakin, itu mungkin akan meninggalkan bekas, seperti itu lah tato." Nojiko merenung dan tersenyum kecil.
"Yah, aku menyesali ini tentu nya, itu akan menjadi salah satu kenangan yang harus diingat." Nami mengangkat satu tangan dengan kertas di atas nya, "Yah, dok. Aku ingin memiliki sebuah tato..."
Di luar diantara rumah, terlihat Zoro dan Sanji sedang duduk berhadapan. "Sudah berapa hari pesta ini berlangsung, mereka semua sangat bersemangat, bukan." Sanji memulai pembicaraan. Zoro menatap kerumunan yang sedang bersenang-senang. Dia juga melihat Johnny dan Yosaku sedang menari, dan Usopp yang bercerita tentang kehebatan nya.
"Bagaimana menurut mu Naruto? Apakah dia akan bergabung dengan kita?" Zoro bertanya kepada Sanji. Dia hanya mengangkat bahu nya tidak tau, "Aku tidak tau! Dia tidak ditemukan selama beberapa hari, jadi aku berasumsi dia sudah meninggalkan desa ini."
Zoro mengangguk mendengar nya, dia sebenarnya masih penasaran dan tertarik dengan orang itu, dia mengharapkan nya untuk bergabung dan mungkin dia bisa bertanya tentang kecepatan nya itu.
"Daripada memikirkan itu, bagaimana kondisi mu?" Zoro mengangkat bahu nya yang di perban, "Tidak masalah, aku hanya perlu tidur untuk menyembuhkan luka ku!"
Mereka dikejutkan saat Luffy datang kepada mereka dengan daging ditangannya, "Sanji, kau memakan melon, ya?" Luffy bertanya kepada Sanji, "Oi! Apa-apaan dengan semua daging itu!" Luffy mengabaikan nya dan menatap Sanji.
"Ya, ada Ham Melon mentah, jadi ada melon didalam nya. Aku baru saja memakan nya."
"Benarkah?! Dimana kau mendapatkan nya?"
"Entahlah, semua bagian pesta ada meja makan. Aku lupa di mana aku mengambil nya." Dia melihat nya sudah pergi. "Yah, dia terus makan selama 3 hari, bukan." Kata Zoro melihat nya pergi.
"Baiklah, karena aku sudah selesai makan, saat nya aku..."
"Bermain dengan para gadis!" dia berlari ke arah para gadis dengan semangat. Zoro yang melihat nya menghela napas pasrah dan menikmati minuman yang ada disamping nya.
Kembali ke kuburan kini terlihat Genzo yang baru saja mengguyur kayu pasak kuburan dan duduk memanjatkan doa. Dari samping Genzo, muncul Naruto yang ikut memanjatkan sebuah doa.
"Kau... Sudah beberapa hari kami tidak melihat mu! Dimana saja kau?" Naruto selesai berdoa memandang nya lalu kembali ke kuburan. "Tidak ada, aku sedang mengurus sesuatu dan meletakkan barang-barang ku di kapal Luffy."
"Jadi, kau bergabung dengan bocah topi jerami?" Naruto mengangguk pada nya.
Terjadi keheningan sebentar, Naruto akhirnya memulai percakapan, "Jadi, kuburan ini..."
"Ini adalah kuburan ibu angkat Nami dan Nojiko. Dia mati saat melindungi Nami dan Nojiko dari serangan Arlong." Jelas Genzo membuat Naruto diam, "Begitu? Kuharap dia bisa beristirahat dengan tenang sekarang, mengetahui anak-anaknya sudah bebas." Genzo tersenyum kepada nya.
"Terima kasih! Jika bukan karena mu dan teman mu yang lain, desa kami akan selalu mengalami teror dari kelompok Arlong." Naruto mendengarkan nya, "Dan Nami akan selalu menderita dibawah tekanan Arlong."
Naruto tersenyum dan menggaruk tengkuk nya, "Tidak perlu berterima kasih, aku senang membantu kalian dan Nami. Lagipula aku tidak bisa membiarkan sebuah desa dijajah terus menerus. Aku akan merasa sangat terkutuk jika mengabaikan sebuah desa yang membutuhkan pertolongan."
Genzo tertawa mendengar nya, sebelum mereka dikejutkan oleh teriakan seseorang, "Hah! Tidak ada makanan disini." Pemuda itu adalah Luffy.
"Ah! Kau disini rupa nya Naruto! Aku sudah mencari mu kemana-mana. Kukira kau sudah pergi." Naruto melambai kepada nya tidak peduli. Luffy tiba-tiba berteriak kepada nya.
"NARUTO! BERGABUNG LAH DI KRU KU!" Naruto menghela napas nya kasar sebelum berjalan ke arah nya.
"Berisik! Kau membuat ku sakit kepala, tahu." Dia cengengesan mendengar nya membuat Naruto tersenyum kepada nya.
"Aku sudah memindahkan barang-barang ku ke kapal mu, apakah itu memuaskan mu?" Luffy menatap nya dengan mata lebar, dia memanjangkan tangannya memeluk nya.
"BENARKAH! ITU BAGUS!" Naruto bernapas berat merasakan pelukan nya. Dia menepuk punggung nya kasar. "Le...Lepaskan, Baka! Kau membuat ku tidak bernapas!" Luffy melepas nya dan kembali cengengesan.
"Oh! Ada kuburan disini. Hm semoga kau duduk dengan tenang. Eh, menduduki, dudukan..."
"Baka! Beristirahat dengan tenang! Apa kau serius Luffy?!" Naruto menjitak Luffy membuat benjolan dikepala nya.
Genzo tertawa kecil melihat nya, "Naruto dan Luffy! Aku tau kalian adalah bajak laut dan mungkin Nami sudah memutuskan untuk berlayar bersama kalian. Aku hanya berharap satu hal kepada kalian, lindungi dia dengan segenap kekuatan kalian." Mereka mendengarkan.
"Nami merupakan harta berharga bagi desa ini, dan kami akan melakukan segala hal untuk membuat nya bahagia. Jadi, tolong lindungi dia dan jangan melukai nya. Jika kalian melakukan sesuatu yang buruk kepada nya, aku akan datang dan membunuh kalian sendiri!" Naruto dan Luffy memandang satu sama lain.
"Tenang saja orang tua! Kami akan menjaga nya dan tidak akan melukai nya, kau bisa percaya kepada ku!" Seru Luffy. Naruto mengangguk setuju dengan nya, "Ya, serahkan kepada kami. Dia akan bahagia bersama kami." Naruto meyakinkan nya.
"Itu saja yang perlu kudengar, kalian bebas pergi kapan saja." Dia berbalik dan menatap laut disana.
Detik demi detik terus terlewati, malam semakin larut dan orang-orang mulai tertidur di tanah kelelahan. Sepertinya nya mereka sudah mencapai batas dan memutuskan tidur.
Beberapa jam berlalu dan kini matahari kembali naik, di dermaga terlihat banyak orang berkumpul untuk mengantar kepergian Kru Mugiwara. Naruto terlihat berdiri bersama Nojiko.
"Kamu yakin tidak ingin ikut dengan kami? Aku bisa menanyakannya kepada Luffy." Nojiko menggeleng kepada nya, "Tidak apa-apa, aku akan tetap disini menjaga kebun jeruk Bellemere-san. Pergilah Naruto-kun, buat dirimu dikenal dunia dan sesekali kunjungi kami." Naruto menatap nya lama sebelum mengangguk.
Naruto berjalan mundur tapi tangannya ditarik membuat nya menoleh dan terkejut merasakan bibir lembut Nojiko menyentuh bibir nya. Naruto menutup mata nya menikmati nya dan menarik pinggang nya ke arah nya. Mereka melepaskan ciuman mereka dan menatap satu sama lain.
"Aku akan menunggu mu disini." Bisik nya dan memeluknya. Naruto tersenyum dan membalas pelukannya, mengakhiri pelukan, Naruto menatap nya terakhir kali.
"Sampai jumpa lagi! Aku akan mencoba datang kesini lagi nanti, tunggu aku ya!" Nojiko mengangguk dan melihat nya melompat naik ke atas kapal. Sanji yang melihat nya mengutuk nya dengan kata-kata kotor. Naruto mengabaikan nya dan berjalan ke samping Luffy.
Genzo yang berada disana tersenyum pada Nojiko, dia sudah memberi tahu nya jika dia ingin pergi juga tidak akan masalah, tapi dia hanya mengatakan bahwa ini adalah petualangan Nami, bukan milik nya.
"Ini yang terakhir kan, Zoro?" dia mengangguk dan naik keatas kapal, Usopp meletakkan barang terakhir. "Baru beberapa hari disini dan banyak sekali kenangan yang terjadi, bukan?" Luffy mengangguk setuju penuh semangat.
Dari bawah mereka melihat Johnny dan Yosaku, "Aniki sekalian! Kurasa sudah saat nya kita berpisah disini." Johnny memulai dengan tangan didagu, mencoba bersikap cool.
"Kami akan kembali ke pekerjaan kami sebagai pemburu hadiah. Kami mengharapkan suatu hari nanti kita bertemu lagi." Johnny mengangguk setuju. Kru Mugiwara tersenyum.
"Kalau begitu lebih baik kita berangkat sekarang, Luffy!" Mereka semua mengangguk setuju kecuali Sanji. "Apa? Bagaimana dengan Nami-san?"
Zoro melihat nya dengan santai, "Bukankah dia tidak akan ikut?"
"Lagi-lagi kau tidak memperhitungkan Nami-san ya? Luffy, jika Nami-san tidak ikut, 98,99% aku akan menghilangkan kapal ini!" Seru nya tajam. Luffy menatap nya dengan pandangan sabar.
"Benar juga, aku tidak menemukan sama sekali Ham Melon itu." Sanji berteriak dengan muka hiu pada nya. Naruto yang melihat nya tertawa, "Tenang saja, mungkin dia sedang mengurus sesuatu. Kita tunggu saja sebentar lagi."
Dari bawah terdengar bisikan menanyakan keberadaan Nami, mereka tidak ada yang melihat nya bahkan pagi ini.
"Apa! Dia meninggalkan 100 juta berry?" Nojiko menggaruk telinga nya santai, "Ya, dia meninggalkan semua nya dirumah bersama sepucuk surat."
Kakek dokter disana merenung mendengar nya, "Kenapa dia meninggalkan semua nya? Padahal dia sudah mempertaruhkan nyawa nya untuk semua uang itu." Nojiko mengangkat bahu.
"Dia mengatakan tidak masalah, lagi pula desa lebih membutuhkan daripada dia. Itu juga merupakan uang curian." Mereka terharu mendengar nya, dari kejauhan muncul Nami. Naruto yang pertama menyadari nya menyenggol bahu Luffy dan yang lain. Sanji menatap dengan senang.
"JALANKAN KAPAL NYA!" dia kemudian berlari ke arah kapal, "Apa ini? Kenapa dia berlari seperti itu?" Naruto mengangkat bahu nya, "Dia mengatakan tentang menjalankan kapal, seperti nya dia ingin pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan."
Mereka semua segera menjalankan kapal nya, para warga terlihat panik melihat kapal bergerak. Mereka bahkan belum mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan pada Nami.
Nami melompat dari dermaga dan berhasil naik dengan selamat. Mereka memperhatikan nya saat dia mengangkat setengah baju nya dan dari sana berjatuhan dompet yang dia curi dari warga desa.
"Jangan-jangan..."
"Dompetku hilang!"
"Aku juga!"
Nami membalik badannya dan mencium uang yang ditangannya, "Jaga diri kalian ya, Minna!" Nami berseru keras.
"DASAR GADIS KURANG AJAR!" Mereka berteriak serempak sangat marah. Zoro dan Usopp yang melihat nya sweatdrop.
"Oi! Dia tidak pernah berubah, kan!" Usopp mencibir lucu, Zoro yang duduk juga jengkel, "Kita tidak akan tau kapan dia akan berkhianat! Lebih baik waspada!" Katanya kesal. Naruto yang melihat itu hanya tertawa sebelum berjalan ke arah nya menawarkan high five yang dibalas nya.
"Kerja bagus, Nami-san!" Sanji memberi nya jempol. Luffy hanya tertawa disampingnya.
Zoro dan Usopp pergi ke bawah membantu yang lain membereskan persediaan, meninggalkan Nami dan Naruto. Luffy yang melihat dari belakang dan Naruto yang bersama Nami melihat Genzo yang menatap mereka dan memberi nya jempol.
"Minna, aku berangkat ya. Jaa ne!" dia melambai kepada mereka. Nojiko dan Genzo hanya duduk di dermaga menertawakan Nami yang berhasil merampok mereka, mereka mendengar warga desa berteriak kepada Nami untuk cepat kembali kapan saja.
Nami melihat ke ujung desa, tempat kuburan Bellemere berada. 'Bellemere-san, aku berangkat ya! Aku akan kembali nanti!' batin nya menatap lama.
Naruto Memegang pundak nya dan membawa nya masuk. Mereka melihat Luffy mengangkat tangannya keatas.
"BAIKLAH MINNA! AYO LANJUTKAN PERJALANAN KE GRANDLINE!" mereka semua bersorak keras mengikuti kapten mereka.
XxX
To be continued~
XxX
A/N: Terima kasih telah membaca cerita ini, dan beri tahu saya jika ada kesalahan.
Yo gaes, kembali lagi dengan saya di fic gaje ini, sudah seminggu berlalu dan saat nya waktu update. Jadi, ini dia chapter terbaru fic ini. Berikan tanggapan kalian melalui review. Kritik, saran atau apapun akan saya terima dengan senang hati. Lalu jangan lupa untuk Follow dan Fav fic ini agar kalian tidak ketinggalan update an terbaru.
Tidak banyak yang ingin saya katakan, saya mengucapkan terima kasih telah membaca fic ini dan atas review kalian, saya berharap saya bisa menyelesaikan fic ini hingga selesai. Saya juga menyelesaikan ini sebanyak 11k karena ini akan berisi pertarungan.
Saya akan membuat chapter panjang jika itu menyangkut pertempuran, Peperangan atau semacam nya, dan selebihnya akan seperti biasa, mungkin 5-6k.
Sepertinya hanya itu saja, seperti biasa saya akan mengupdate nya minggu depan, jadi tunggu dengan sabar, ok!
Sampai jumpa di chapter selanjutnya gaes!
Thank you and Enjoy!.
Bye.
