Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece. Saya cuman minjem karakter nya.


BAB IV.

Sebelum nya~

"JALANKAN KAPAL NYA!" dia kemudian berlari ke arah kapal, "Apa ini? Kenapa dia berlari seperti itu?" Naruto mengangkat bahu nya, "Dia mengatakan tentang menjalankan kapal, seperti nya dia ingin pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan."

Mereka semua segera menjalankan kapal nya, para warga terlihat panik melihat kapal bergerak. Mereka bahkan belum mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan pada Nami.

Nami melompat dari dermaga dan berhasil naik dengan selamat. Mereka memperhatikan nya saat dia mengangkat setengah baju nya dan dari sana berjatuhan dompet yang dia curi dari warga desa.

"Jangan-jangan..."

"Dompetku hilang!"

"Aku juga!"

Nami membalik badannya dan mencium uang yang ditangannya, "Jaga diri kalian ya, Minna!" Nami berseru keras.

"DASAR GADIS KURANG AJAR!" Mereka berteriak serempak sangat marah. Zoro dan Usopp yang melihat nya sweatdrop.

"Oi! Dia tidak pernah berubah, kan!" Usopp mencibir lucu, Zoro yang duduk juga jengkel, "Kita tidak akan tau kapan dia akan berkhianat! Lebih baik waspada!" Katanya kesal. Naruto yang melihat itu hanya tertawa sebelum berjalan ke arah nya menawarkan high five yang dibalas nya.

"Kerja bagus, Nami-san!" Sanji memberi nya jempol. Luffy hanya tertawa disampingnya.

Zoro dan Usopp pergi ke bawah membantu yang lain membereskan persediaan, meninggalkan Nami dan Naruto. Luffy yang melihat dari belakang dan Naruto yang bersama Nami melihat Genzo yang menatap mereka dan memberi nya jempol.

"Minna, aku berangkat ya. Jaa ne!" dia melambai kepada mereka. Nojiko dan Genzo hanya duduk di dermaga menertawakan Nami yang berhasil merampok mereka, mereka mendengar warga desa berteriak kepada Nami untuk cepat kembali kapan saja.

Nami melihat ke ujung desa, tempat kuburan Bellemere berada. 'Bellemere-san, aku berangkat ya! Aku akan kembali nanti!' batin nya menatap lama.

Naruto Memegang pundak nya dan membawa nya masuk. Mereka melihat Luffy mengangkat tangannya keatas.

"BAIKLAH MINNA! AYO LANJUTKAN PERJALANAN KE GRANDLINE!" mereka semua bersorak keras mengikuti kapten mereka.

Sekarang~

"Kau menaikkan harga lagi! Bukankah ini terlalu mahal untuk sebuah koran!" Nami terlihat memarahi sebuah burung camar yang agak besar, memakai sebuah topi dan membawa tas di bahu mereka.

Dia adalah News Coo, burung pengantar koran.

"Nami, itu hanya sebuah koran, tidak perlu memarahi nya. Lihat wajah nya!" Nami melihat burung itu yang menatap nya sedih. Naruto terkekeh dan menaruh satu keping emas kedalam saku burung itu dan tersenyum kepada nya.

"Pergilah! Terima kasih atas koran nya, ya!" burung itu terlihat senang sebelum terbang menjauh, "Lain kali kau menaikkan harga nya, aku tidak akan membayar mu!" Nami berseru ke burung itu.

"Itu terlalu berlebihan Nami. Apa salah nya membeli koran sedikit mahal? Bukannya kau akan mengumpulkan uang lagi untuk membeli desa, kan? Atau kau ini sebenarnya sangat terobsesi dengan uang, ya?" Usopp menatap nya selidik.

"Baka! Itu sudah lama berakhir. Jadi, aku mengumpulkan uang untuk diriku sendiri sekarang!" Naruto berjalan pelan ke arah pohon yang sedang dijaga Sanji, itu adalah jeruk keprok dari kebun jeruk Bellemere.

Nami melanjutkan perkataan nya, "Aku tidak ingin menjadi bajak laut miskin yang tidak modis." Naruto terkekeh mendengar nya, "Baiklah Nami! Lakukan sesuka mu." Nami tersenyum kepada nya.

"Tenanglah! Aku sedang mengembangkan teknik Hissatsu Tabasco Boshi!" Usopp terlihat mengutak-atik peralatan nya. Usopp yang sedang melihat ke atas pada eksperimen nya melotot terkena hantaman tubuh Luffy. Wajah nya memerah sebelum mengeluarkan api dari mulut nya setelah tak sengaja menelan eksperimen nya sendiri.

"Ayolah Sanji, aku hanya ingin satu saja, mengapa sampai menendang ku?" Luffy terlihat memelas kepada Sanji tidak menyadari apa yang sudah dia lakukan kepada Usopp.

"Tidak boleh! Jeruk ini milik Nami-swan! Aku tidak akan membiarkan mu memakan nya!" Naruto berjalan ke tempat Nami sambil membawa Satu buah jeruk ditangannya, Sanji yang melihat nya kesal.

"TEME! KENAPA KAU MENGAMBIL NYA? LEBIH PENTING LAGI, KAPAN KAU MENGAMBIL NYA! AKU TIDAK MELIHAT MU DATANG SEBELUM NYA!" Sanji berteriak dengan muka hiu. Dia terlihat menatap Nami dengan mata love nya dan kembali menatap Naruto garang.

"Nami-swan! Lihat si rubah itu mengambil buah mu yang berharga!" Nami melambai kepada nya santai, "Naruto diizinkan untuk mengambil nya Sanji. Tapi, Luffy tidak akan diizinkan mengambil nya."

"APA?! Kenapa Naruto bisa dan aku tidak?! Bukannya aku kapten nya!" dia terlihat kesal sambil bersidekap dada. "Kau hanya akan menghabiskan semua nya seorang diri sekaligus, aku tidak bisa membiarkan nya. Lagipula, itu adalah jeruk ku dan aku bebas untuk tidak atau mengizinkan Naruto mengambil nya!"

Luffy terlihat pasrah sebelum akhirnya berjalan ke Naruto meminta beberapa dari nya. Nami membolak-balik koran di tangannya mencoba mencari berita menarik. Mata nya terpaku pada satu subjek berita.

Mata nya melebar setelah membaca itu, mereka yang melihat nya mendatangi nya, termasuk Zoro yang baru saja bangun dari tidur siang nya. "Ada apa, Nami?" Zoro bertanya kepada Nami.

Nami menjatuhkan koran ke bawah membiarkan semua nya membaca. Mata mereka semua melebar lalu menatap Naruto yang saat ini tertawa gugup, "Na...Naruto, kau.. Tunggu sebentar! Apa maksud nya ini?!" Mereka menatap nya menuntut penjelasan.

Dikatakan di dalam koran bahwa pemuda pirang berjubah berhasil menghancurkan lima kapal angkatan laut dan membuat kapten dari lima kapal itu terluka parah. Tidak diketahui alasan nya mengapa dia melakukan itu.

Dia dijuluki sebagai Akuma no Ou atau Raja Iblis, karena dia menghancurkan mereka semua tanpa usaha dan aura hitam keunguan yang menguar dahsyat dari tubuh nya. Dia mengayunkan pedangnya dari jauh dengan anggun seakan sedang menari, gelombang ledakan yang di lakukan tebasan nya membuat kapal itu hancur berkeping-keping dan beberapa terluka parah.

Dari selipan koran itu, muncul dua kertas yang membuat mereka penasaran. Mata mereka melebar terkejut saat melihat nya.

"Haaa! I...Itu..."

"Ti..Tidak mungkin.."

"APA?!" Mereka semua berteriak terkejut.


XxX


Beberapa jam sebelumnya ditempat lain yang tenang, terdengar suara air sungai mengalir pelan, banyak pepohonan dan beberapa tumbuhan cantik yang berkembang. Sebuah bangunan megah terlihat dengan ukiran di tengah tertulis 'Marine'.

Didalam terlihat para pemimpin tinggi sedang duduk berhadapan menyilangkan tangan mereka. Mereka saat ini sedang rapat untuk membicarakan bajak laut pemula yang baru saja berulah.

"Jadi pada akhirnya mereka terlalu berat untuk ditangani oleh pasukan cabang kita?" tanya salah satu perwira disana, seorang moderator terlihat berdiri disebuah papan dengan tiga poster buronan tertempel.

"Ha'i! Bahkan sebelum dia membentuk kelompok bajak laut nya, dia berhasil mengalahkan kapten angkatan laut 'Si tangan Kapak', Morgan! Dan perlahan dia mulai menunjukkan diri nya."

Moderator itu menunjuk poster badut hingga Arlong, "Buggy 'The Clown' 15 juta Berry, 'Pirate Fleet Admiral' Don Krieg 17 juta Berry, dan Manusia Ikan Arlong 'The Saw' 20 juta Berry!" jelas nya panjang lebar.

"Mereka semua adalah bajak laut dengan harga buronan di atas 10 juta Berry! Rata-rata harga buronan bajak laut di East Blue berkisar 3 juta Berry. Tetapi, mereka bertiga telah dikalahkan!" lanjut moderator itu.

"Lalu bagaimana dengan satu orang lagi?" tanya perwira lain masih dengan ekspresi tegas.

"Kami baru saja mendapatkan kabar bahwa dia baru saja bergabung dengan kelompok pemula ini! Dia adalah pemuda yang berhasil menjatuhkan lima kapal angkatan laut dengan hanya tebasan pedang nya dan membuat masing-masing kapten angkatan laut terluka!" jelas nya membuat semua perwira disana menyipitkan mata mereka.

"Untuk seorang pemuda! Seorang diri menjatuhkan tidak hanya satu kapal angkatan laut tetapi lima kapal dan berhasil melukai 5 kapten itu merupakan hal yang berbahaya! Dia akan menjadi ancaman di masa depan untuk kita!" mereka semua mengangguk setuju mendengar perkataan salah satu perwira itu.

Moderator didepan berdehem kecil menarik perhatian mereka, "Kami telah berbicara dengan salah satu kapten yang telah sadar, dia mendeskripsikan nya sebagai pemuda berjubah dengan pedang di pinggang nya. Sesaat dia pingsan dia melihat pancaran aura dahsyat berwarna keunguan menguar dari tubuh pemuda itu seperti seorang iblis!"

Dia melanjutkan, "Tapi bukan hanya itu, kami mendengar bahwa orang ini juga lah yang mengalahkan Arlong dengan mudah dan menghancurkan markas Manusia ikan tersebut!" mata mereka berkerut mendengar nya.

"Tapi bukankah kau tadi mengatakan bahwa Arlong dikalahkan oleh Mugiwara?!" moderator itu mengangguk, "Aku akan mengoreksi nya. Bajak Laut Arlong telah dikalahkan oleh Kelompok Mugiwara! Dengan pemuda berjubah yang mengambil alih pertarungan melawan Arlong setelah melihat si Mugiwara terlempar ke dalam air."

Mereka diam mendengarkan, moderator itu menempel dua kertas buronan baru ke papan, menunjukkan poster buronan Naruto dan Luffy, "Belum pernah ada yang menyentuh bounty sebesar ini di wilayah East Blue sebelum nya. Kami meyakini mereka adalah orang-orang yang berbahaya dan bounty mereka akan semakin meningkat saat mereka mencapai Grandline!"

Moderator itu menghadap ke depan, "Dengan Bounty sebesar ini, kami berharap mereka akan ditangkap sebelum masuk Grandline! Kami akan mencetak dan menyebarluaskan poster kedua orang ini! Kerahkan pasukan untuk menangkap bajak laut pemula ini!" dengan pengumuman terakhir itu, mereka semua bubar meninggalkan ruangan itu.

Diluar berbaris prajurit Angkatan Laut menghadap bangunan tinggi didepan mereka. Dari atas sana muncul seorang perwira dengan jubah merah, wajah nya menunjukkan ketegasan.

"Bagi yang ingin melarikan diri dari sini, maka pergilah! Dalam benteng keadilan era bajak laut ini, yang lemah tidak dibutuhkan! Kelemahan bukanlah dosa bagi rakyat biasa, itu adalah keadilan kita! Jika ada kejahatan dilautan, kita angkatan laut yang akan menghancurkan nya dengan kekuatan penuh!" Dia mengangkat tinju sejajar dada nya.

"Atas nama keadilan sejati!" teriak nya keras.

"Ha'i!" jubah mereka berterbangan tertiup angin, dengan tulisan Marine.


XxX


Di suatu desa, tepat nya rumah dengan bangunan tingkat. Seorang pria dengan bulu domba dikepala nya berlari menuju kamar seseorang, "Kaya Ojo-sama! Ojo-sama!"

"Ada apa, Merry?" perempuan berambut pirang itu menatap pelayannya yang napas nya tersengal-sengal. Merry mengangkat poster buronan ditangannya, "Lihat ini!" Kaya melebarkan mata nya.

"Usopp-san!" Merry menatap nya dengan bingung, Kaya menunjuk bagian belakang kepala Usopp membuat Merry berkeringat. "Dia sudah memulai impian nya! Aku juga akan berjuang untuk mencapai mimpi ku! Aku yakin mimpi kami akhirnya akan bertemu!" Kaya berjalan ke arah jendela dan merasakan nostalgia saat menatap pohon yang pernah diduduki Usopp.

"Ojo-sama! Bukan hanya itu, lihat ini!" Kaya menoleh dan dia kembali terkejut melihat nya. "D..Dia...!" Merry menganggukkan kepala nya sambil tersenyum, "Ya, dia orang yang sama yang datang ke desa ini beberapa hari yang lalu!"

"Na...Naruto-san! Dia juga berhasil, bahkan dia bergabung dengan Luffy-san dan yang lainnya!" Merry mengangguk memberikan kertas buronan Naruto kearah nya, Kaya menerima nya dan kembali melihat ke luar jendela dengan poster dipelukan nya.

"Naruto-san! Aku harap kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti!" katanya dengan senyuman manis dibibir nya. Merry terlihat senang untuk nya.


XxX


Di suatu tempat di markas angkatan laut, terlihat bocah pendek berambut merah muda sedang melihat poster buronan Luffy dengan kagum.

Dia adalah Coby, seseorang yang diselamatkan Luffy dari Bajak Laut Alvida.

"Luffy-san! Akhirnya kau berhasil! Kau sudah memulai impian mu sendiri! Yosh, aku tidak akan kalah dengan mu, aku akan mencapai mimpi ku juga menjadi angkatan laut yang kuat!" seru nya bersemangat.

"Saat kita bertemu lagi di lautan, kita adalah musuh!" ucap nya meyakinkan, dia kemudian melihat poster disebelah Luffy dan penasaran dengan orang itu karena dia bergabung dengan kru Luffy.

"Siapa dia sebenarnya?" tanya nya pada diri nya sendiri.


XxX


Disebuah kapal terapung yang merupakan restoran bernama Baratie, terlihat saat ini sedang ramai pengunjung. Di salah satu dinding restoran terlihat dua poster buronan Luffy dan Naruto yang menempel.

Seorang pria paruh baya dengan kumis panjang terlihat keluar dari restoran nya. Dia baru saja mendapat poster buronan yang disebarkan dan menyuruh nya menaruh di restoran nya.

Walau dia enggan memasang nya, tapi dia harus mematuhi angkatan laut jika tidak ingin restoran nya mendapat masalah.

Dia kembali mengingat saat bocah topi jerami datang ke restoran nya dan tentang impian Sanji. Dia tersenyum melihat ke laut.

"Capailah mimpi mu Sanji! Temukan All Blue!" dia kembali berjalan masuk kedalam restoran nya melayani para pelanggan yang kelaparan.


XxX


Di suatu desa, tempat dimulai nya perjalanan Luffy dan Naruto, Desa Foosha. Disebuah bar terlihat penuh oleh orang-orang yang sedang merayakan sesuatu.

Mereka saat ini sedang merayakan bounty pertama Luffy dan Naruto yang sangat tinggi, mereka semua bangga karena kedua orang ini tinggal di desa mereka. Makino terlihat disana sedang melayani orang-orang itu dengan senyuman diwajah nya.

Seorang lelaki tua pendek terlihat mengerang kesal duduk dibar menemani Makino, "Kenapa mereka begitu senang melihat bounty bocah itu? Desa kami selalu menghasilkan bajak laut bermasalah didunia. Tidak ada yang perlu dibanggakan dengan itu!" dia mengoceh kesal meminum minuman nya.

Dia adalah Woop Slap, seorang mayor didesa ini.

Makino menutup mulut nya tertawa kecil, "Mereka hanya senang saja, Mayor. Ini adalah bounty pertama Luffy, itu artinya dia satu langkah lebih dekat menggapai cita-cita nya." Mayor itu mendengus kesal membuat Makino tertawa.

Makino mengalihkan pandangannya kepada dua poster itu. Woop Slap yang melihat mata Makino mengerti, "Aku yakin mereka akan baik-baik saja Makino! Mereka sangat kuat dan bahkan Naruto akhirnya bergabung dengan Luffy." Makino menatap poster Naruto dengan tatapan sulit diartikan.

"Aku yakin dia akan menjaga Luffy dan tidak akan membiarkan nya terbunuh!" Makino menatap Woop slap dan mengangguk, "Aku tau dia akan menjaga Luffy, hanya saja..." Makino menggantung ucapan nya.

Dia menghela napas nya sebelum melakukan rutinitas nya mengelap gelas dan meja, "Aku hanya merindukan nya Mayor, aku ingin bertemu mereka lagi secepat nya." Gumam nya pelan yang didengar pria tua itu.

Mayor itu menghela napas nya dan tersenyum, "Walau aku enggan mengakui nya, tapi aku juga merasakan hal yang sama seperti mu." Berdiri dari duduk nya, dia melangkah pergi dari sana.

"Tenang saja, Makino. Aku yakin kita akan bertemu dengan mereka lagi!" dia melambai kepada nya pergi.

Di atas pegunungan, saat ini juga sedang terjadi pesta, mereka adalah bandit dari keluarga Dadan. Mereka sedang merayakan untuk bounty pertama Luffy. Dadan sendiri terlihat digoda oleh anak buah nya karena menangis untuk Luffy yang membuat nya memukul mereka.

Mereka akan melanjutkan pesta hingga malam hari.


XxX


Di suatu tempat di antara pulau kecil terlihat banyak orang sedang berpesta, mereka adalah kru bajak laut yang baru saja singgah disana sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke 'New World'. Salah satu anggota kru bajak laut disana berlari tergesa-gesa mencari kapten nya.

Dia berhasil sampai didepan kaptennya dengan napas yang memburu, "Ini, minumlah!" pria berambut merah melemparkan botol air kepada orang tadi yang dengan cepat diminum nya.

"Arigatou, Okashira!" seru nya dengan hormat, salah satu orang yang duduk bersama pria berambut merah menatap pria tadi bertanya-tanya. "Ada apa dengan mu?" tanya nya santai.

"Ha..ha'i! Saya ingin melaporkan-" ucapannya terhenti saat merasakan hawa yang tidak mengenakan dibelakang nya, mereka semua terlihat tegang saat melihat pria yang baru saja datang itu.

"K...Kau...!" pria itu mengabaikan nya dan berjalan ke depan, mata nya menatap pria berambut merah dengan tajam. Pria berambut merah itu menatap balik dengan botol bir ditangannya, wajah nya terlihat merah, "Taka no Me, untuk apa kau datang kesini? Kau ingin melakukan duel lagi?" tanya pria berambut merah dengan tajam.

"Aku tidak tertarik melakukan duel lagi dengan seseorang yang kehilangan satu lengannya, Akagami no Shanks!" jawab nya pelan, mereka saling menatap mencoba saling mengintimidasi satu sama lain.

Shanks yang sudah dikenal menyeringai, "Kalau begitu pergi, aku tidak ingin berurusan dengan mu." Shanks membuat gerakan mengusir dengan wajah merah, dia seperti nya sudah terlihat mabuk. Mihawk mengangkat tangannya yang memegang kertas.

"Aku baru saja mengingat sesuatu tentang pemuda yang kau bicarakan beberapa tahun yang lalu, mungkin kau akan tertarik setelah melihat ini." Kata Mihawk menyerahkan kertas itu, Shanks dan beberapa anggota kru nya melihat nya penasaran.

Mereka memasang ekspresi terkejut sebelum akhirnya menyeringai senang, "Bos, bukankah itu Luffy? Bocah dari desa Foosha itu?" laki-laki paruh baya dengan rambut keriting bertanya kepada bos nya, dia adalah Yasopp.

Shanks terlihat mengangguk kepada nya, "Sepertinya dia berhasil melakukan nya. Luffy, Sepertinya kita akan bertemu tak lama lagi." Gumam nya yang didengar oleh mereka.

Shanks menatap Mihawk menyeringai, dia menarik nya untuk duduk dengan nya sebelum menyuruh kru nya untuk membawakan minuman untuk Mihawk, mereka kembali berpesta untuk merayakan debut Luffy.

Mihawk menatap Shanks dengan serius membuat pria berambut merah itu mengangkat alis nya, dia tidak biasa nya melihat pria ini serius, "Shanks, bukan hanya itu yang ingin kutunjukkan." Mihawk mengangkat satu poster lagi.

Ini membuat mata Shanks menyipit saat melihat poster itu, "Jelaskan..!" perintah nya yang tajam.


XxX


Kembali ke kapal, mata mereka masih melotot pada poster disana. Luffy sendiri sedang tersenyum senang hingga dia tertawa. Naruto yang melihat itu juga sedikit tersenyum.

'Wanted Dead or Alive: "Straw Hat" Monkey D. Luffy: 30,000,000.'

Luffy menyambar poster nya dan melihat foto nya yang nyengir didepan kamera. Mereka kembali melihat satu poster lagi.

'Wanted Dead or Alive: "Akuma no Ou" Uzumaki Naruto: 70,000,000.'

Poster Naruto berupa dia yang sedang berdiri di belakang kehancuran, jubah nya terlihat berkibar membuat nya terlihat keren.

Mereka menatap Naruto dengan tatapan horor. Apa yang selama ini dia lakukan sebelum bertemu mereka. Naruto tertawa gugup melihat tatapan mereka kepada nya.

"Shishishi! Akhirnya aku mendapatkan bounty ku sendiri!" Usopp mengejek nya tentang bounty Naruto yang lebih besar dari nya, itu membuat Luffy pundung di pojokan. "Kenapa Naruto bisa mendapatkan bounty lebih besar dari ku? Padahal aku kapten nya." Gumaman nya membuat Naruto berkeringat.

"Hey lihat! Ada aku didalam poster ini! Akhirnya aku akan menjadi terkenal." Sanji melihat nya cepat mencari dimana Usopp, "Dimana? Aku tidak melihat nya." Usopp menunjuk bagian belakang kepala nya membuat Sanji berjongkok mengejeknya.

"Hey! Jangan murung begitu karena tidak ada kau didalam bounty. Lihat Naruto, dia bukan kapten dan mendapat bounty lebih besar dari Luffy." Luffy makin tertekan dan terjatuh dengan telentang.

Naruto yang merasa tidak enak membujuk nya, "Hei Luffy ini masih permulaan, masih akan banyak lagi petualangan yang menanti kita, dan kita masih bisa meningkatkan bounty kita saat di Grandline nanti." Luffy dengan penuh semangat bangkit dan berteriak ke langit.

"AYO KITA PERGI KE GRANDLINE SECEPATNYA! BERLAYAR DENGAN KECEPATAN PENUH!" Nami menjitak nya membuat nya terjatuh. Nami menyilangkan tangan nya menatap Naruto.

"Sepertinya ada sesuatu yang harus kita diskusikan Naruto-kun!" Naruto menghela napas pasrah dan mengangguk mengerti. Dia mengajak mereka semua untuk ke tengah kapal dan duduk disana secara melingkar menghadap langsung ke arah Naruto.

Nami mengetuk kayu kapal memecah keheningan, "Jadi, bisa jelaskan tentang berita di koran?"

"Ya, aku juga ingin tau bagaimana kamu menghancurkan kapal-kapal itu hanya dengan pedang mu!" Naruto mengangguk mengerti.

"Baiklah dengarkan dengan baik karena aku tidak mau mengulangi apa yang sudah kukatakan! Aku juga tidak suka dipotong!" mereka mengangguk setuju.

Menghela napas nya Naruto melihat langit, "Semua nya dimulai pada hari yang cerah di laut..."

(Flashback.)

Itu adalah hari yang cerah seperti biasa nya, Naruto baru saja berangkat dari pulau sebelum nya dan pergi ke pulau selanjutnya. Dia juga tersenyum senang karena dia mendengar orang-orang di pulau sebelum nya membicarakan seorang anak yang memakai topi jerami baru saja mengalahkan bajak laut Buggy the Clown dan menyelamatkan desa mereka.

Dia juga mendengar bahwa Luffy pergi bersama pendekar pedang berambut hijau dan seorang gadis. Dia berpikir bahwa Luffy berhasil menemukan beberapa kru nya.

Dia berharap tidak bertemu Luffy di pulau selanjut nya. Dia sebenarnya berniat berlayar sendiri, tanpa kru. Lagipula dia tidak berniat menjadi bajak laut, dia pergi ke laut hanya untuk melihat dunia sendiri tanpa gangguan orang lain.

Naruto yang sedang bersandar di kapal kecil nya memperhatikan kapal lain yang mendekat pada nya. Dia hanya memperhatikan sebelum akhirnya mereka berpapasan. Naruto bisa merasakan aura kekuatan nya dari melihat mata nya saja, apalagi saat dia melihat pedang di belakang tubuh nya.

"Siapa kau? Mengapa berlayar sendiri menggunakan kapal kecil?" dia bertanya pada Naruto yang menunjuk diri nya sendiri.

"Aku? Namaku Uzumaki Naruto! Dan mengenai kapal ku, aku belum memikirkan untuk membeli kapal baru, lagipula aku tidak membutuhkan nya." Jelas Naruto, dia menatap mata orang itu dan bertanya.

"Dan siapa kau? Aku bisa merasakan pancaran kekuatan yang mengalir pada dirimu dan pedang itu." Orang itu terlihat terkejut sebelum mengatur emosi nya kembali. "Namaku Dracule Mihawk!" Naruto menatap nya terkejut mendengar nama itu.

(Flashback end.)

"Tunggu sebentar! Kau bertemu Taka no Me? Benarkah?" Naruto menatap mata nya dengan kesal, dia tidak suka cerita nya di potong begitu saja. "Ya, aku bertemu dengan nya. Dan bukankah sudah kubilang untuk tidak memotong cerita ku!" Zoro menggaruk tengkuknya malu sebelum berdehem.

"Ma..Maaf! Aku akan bertanya diakhir, jadi silahkan lanjutkan!" Naruto mengangguk dan melanjutkan cerita nya...

(Flashback.)

"Aku ingin bertarung dengan mu!" Naruto menatapnya nya seolah dia gila, "Dan kenapa seorang pendekar pedang terkuat ingin bertarung dengan ku?" Naruto bertanya pada nya.

"Sama seperti yang kau rasakan padaku, Aku juga merasakan hal yang sama pada mu!" Naruto menatap nya horor, dia memeluk tubuh nya gemetar, "Ka..Kau! Jangan-jangan..."

Wajah Mihawk berubah sedikit menyadari perkataan ambigu nya, "Maksud ku, aura mu. Itu terasa sangat besar dan kuat." Naruto sedikit terkejut mendengar nya sebelum menyeringai.

"Bagaimana jika aku menolak?" Mihawk diam menatap nya tidak menjawab. Naruto menghela napas. "Oh ayolah! Aku sedang bersantai disini dan kau mengganggu ku!"

"Ini tidak akan memakan waktu lama, aku hanya ingin menguji sesuatu." Dia bergumam kepada nya. Naruto menghela napas lagi, seperti nya orang ini tidak menerima penolakan.

"Baiklah, ayo cari pulau terpencil yang tidak berpenghuni!" Mihawk mengangguk dan mereka mulai berlayar mencari pulau. Tak lama, mereka menemukan sebuah pulau kecil, tidak ada apapun disana, dan dibagian depan nya terlihat lapangan yang cocok untuk bertengkar.

Setelah mereka sampai, Naruto dan Mihawk turun dan pergi ke bukit lapangan itu. Mereka berdiri berhadapan dengan tatapan tajam, disekeliling mereka hanya terlihat pepohonan dengan bagian depan laut terhampar.

Mihawk mengambil pedang dibelakang nya membuat Naruto memegang pedang nya erat. Naruto pernah mendengar reputasi orang didepan nya dan dia tidak akan meremehkan nya.

Mereka melesat satu sama lain dan muncul berhadapan, bunyi gesekan pedang terdengar saat kedua pedang itu berbenturan. Naruto mendorong nya dan mencoba menyabet nya secara vertikal yang berhasil ditangkis Mihawk.

Mereka terus seperti itu selama beberapa menit, sebelum akhirnya Mihawk mundur dan menebas pedang nya ke arah nya dari jauh, dari sabetan tersebut muncul gelombang energi berwarna hijau mengarah pada nya.

Naruto melebarkan mata nya, tidak ingin mencoba menangkis nya dan membiarkan nya melewati nya. Bunyi benturan keras terdengar dibelakang nya. Mata nya melebar saat tanah yang dilalui oleh gelombang itu ikut terbelah.

"Oi! Kau mencoba membunuh ku, ya?!" Naruto bertanya pada nya dengan keras, "Tidak juga, lagipula aku yakin kau bisa menghindari itu. Sepertinya tebakan ku benar." Naruto mendengus mendengar nya.

"Ayo selesaikan ini, aku ingin cepat pergi dari sini!" Mihawk mengangguk pada nya dan mempersiapkan pedang nya disisi nya. Tanah disekitar nya tiba-tiba bergetar terkena ledakan.

Naruto yang merasakan getaran melihat ke arah tembakan berasal. Dia melihat lima kapal dengan bendera angkatan laut menembakkan bola meriam ke arah mereka.

"Oi! Bukankah seorang Shichibukai tergabung dengan angkatan laut? Mengapa mereka menyerang kita?" Mihawk melihat kapal disana dengan pandangan merenung. "Sepertinya mereka tidak menyadari ini aku."

Bunyi ledakan lain membuat nya terkejut dan melihat ke arah mana bunyi itu. Mata nya melotot marah melihat kapal nya baru saja dihancurkan. Mata nya menajam dengan aura tidak mengenakan di sekitar nya. Mihawk yang melihat nya melebarkan mata nya terkejut dengan aura itu.

"Mihawk, apa kau akan menangkap ku jika aku menghancurkan kelima kapal itu?" nada nya menyiratkan tanda bahaya. Mihawk meletakkan pedang di punggung nya sebelum mundur.

"Tidak! Sebenarnya aku tidak peduli dengan mereka. Lagipula aku merasa bersalah karena mengajak mu bertarung. Jika kita tidak bertarung seharus nya ini tidak terjadi." Naruto mengangguk kepada nya sebelum dia menghadap kelima kapal itu.

Naruto memegang pedang nya yang berada disarung dj pinggang nya, bersiap menyerang. "Kalian membuat kesalahan dengan menghancurkan kapal ku!" Naruto menarik pedang nya dan menebas vertikal ke arah lima kapal itu.

Dari tebasan itu, energi ungu menguar dahsyat bahkan memotong air laut dibawah nya dan membelah menjadi lima ke masing-masing kapal.

Mihawk terkejut melihat nya dan menatap Naruto dengan pandangan tertarik. Bunyi ledakan keras terdengar saat seluruh kapal itu meledak dan hancur menjadi serpihan. Naruto menyarungkan pedang nya lagi masih terlihat marah.

Mihawk berjalan mendekat kepada nya, "Teknik yang begitu dahsyat! Aku baru pertama kali melihat yang seperti itu." Kata nya memuji mahakarya nya. Naruto berjalan menjauh dari nya, tidak ingin terlibat perbincangan apapun.

Mihawk yang melihat nya ikut berjalan ke pantai, Naruto menatap kayu terapung bekas kapal nya, Mihawk menepuk bahu nya, "Ayo, aku akan mengantar mu ke pulau selanjutnya! Mungkin disana kau bisa mendapat kapal baru."

Naruto terlihat ingin menolak nya halus yang langsung dipotong oleh pria mata elang itu, "Tidak perlu sungkan, lagipula aku merasa bersalah atas kapal mu! Hanya ini yang bisa kulakukan untuk menebus nya." Naruto memikirkan nya sebelum akhirnya mengangguk.

"Kalau tidak merepotkan mu, aku terima!" Mihawk mengangguk dan membawa nya ke kapal kecil nya. Mereka berlayar kembali dengan keheningan yang terjadi.

"Jadi, mengapa seorang Taka no Me berada disini East Blue? Lautan yang paling lemah dari yang lain?" Naruto memecah kebuntuan.

"Aku mengejar seorang bajak laut bernama Don Krieg! Dia mengganggu tidur siang ku, jadi aku menghancurkan seluruh armada nya di Grandline tetapi dia berhasil kabur dari ku dan aku mengejar nya hingga kesini." Jelas nya kepada Naruto.

Naruto mengangguk pada nya mengerti dan terjadi keheningan lagi hingga mereka sampai pulau berikut nya.

Naruto turun dari kapal nya dan melambai kepada nya, "Mihawk! Terima kasih atas tumpangan nya. Tunggu aku di Grandline, kita akan mengulang pertarungan kita yang terhenti tadi!" Mihawk menyeringai sebelum mengangguk dan pergi dari sana.

Naruto yang melihat itu tersenyum kecil sebelum akhirnya berjalan masuk kedalam desa. Di sepanjang jalan dia jarang melihat orang-orang berkeliaran, walau masih melihat beberapa tapi sepertinya desa ini tidak ramai penduduk.

Naruto menemukan restoran dan memesan makanan disana, dia juga memesan beberapa kilo daging dan bir untuk persediaan nya dan menyegel nya di gulungan. Naruto merutuki kebodohan nya karena tidak menyimpan makanan di segel gulungan dari awal.

Yah, dia bahkan tidak tau jika akan diserang. Dia berpesan dalam hati nya untuk berhati-hati kedepan nya.

Naruto berjalan keluar dan melambai kepada pemilik restoran, dia berencana membeli kapal baru untuk perjalanan nya, tapi dia bahkan tidak menemukan seseorang penjual kapal didaerah ini. Naruto merutuki nasib nya, jika bukan karena angkatan laut itu, seharus nya dia tidak perlu kesini dan lanjut kepulau yang lebih jauh.

Naruto tersadar dari renungannya dan melihat rumah atau mansion? Entah dia tidak tau, dia menatap ke sekitar rumah itu dan melihat seorang gadis bersandar di jendela menatap langit.

Naruto yang melihat itu melompat melewati pagar dan naik ke atas pohon disamping jendela itu. "Yoo!" Naruto menyapa nya membuat gadis itu terkejut.

"S-Siapa kau! Bagaimana kau bisa masuk kesini?" dia bertanya panik, dia terlihat berdiri dari duduk nya.

"Namaku Uzumaki Naruto! Dan aku melompat kesini!" gadis itu menatap nya tidak percaya, membuat Naruto menghela napas. "Tidak masalah, lagipula tidak mengharapkan mu untuk percaya." Naruto mengangkat bahu nya tidak peduli.

Dia bertanya dengan gugup, "A.. Apa kau seorang bajak laut?" Naruto memiringkan kepala nya bingung, "Tidak, tapi aku berencana menjadi bajak laut." Kata Naruto kepada nya. Dia terlihat bergetar.

"Ka...Kau tidak akan memerasku, kan? Atau kau berencana membunuh ku?" Naruto menatap nya lama sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak, "Hahaha! Aku? Membunuh mu? Untuk apa?" gadis itu terlihat cemberut mendengar nya tertawa.

"Kau sangat lucu! Aku tidak tau apa yang harus kulakukan melihat pipi cemberut itu!" gadis itu merona dan mengalihkan pandangannya dari nya.

Gadis itu berhasil mengontrol wajah nya dan kembali bertanya kepada nya, "Lalu untuk apa kamu kesini?" Naruto menggaruk kepala nya santai.

"Sebenarnya aku baru saja kehilangan kapal ku dan aku berencana membeli kapal disini. Tapi, aku tidak melihat ada yang menjual kapal disini." Gadis itu melihat nya prihatin.

Naruto tersenyum kepada nya, "Ngomong-ngomong! Siapa namamu? Aku belum mengetahui namamu dari tadi." Naruto bertanya. Gadis itu memerah lagi karena lupa memperkenalkan diri.

"Betapa tidak sopan nya aku! Maaf, Namaku adalah Kaya! Senang bertemu dengan mu!" Dia tiba-tiba terbatuk membuat Naruto sedikit khawatir.

Naruto masuk kedalam dan membantu nya berbaring, "Kau sakit, ya?" Kaya terdiam dan memegang tangan nya mencoba melepaskan nya dari nya. "Tidak apa-apa, ini bukan masalah serius." Naruto mengerutkan kening nya.

Dia membaringkan nya lagi dan dari tangan nya muncul energi hijau, Kaya terlihat terkejut dan menatap nya, "Apa itu?!" dia bertanya kaget. Naruto tak menjawab nya dan terus menyalurkan energi hijau itu lebih dalam.

Beberapa perubahan terjadi kepada gadis itu, wajah nya yang tadi pucat sekarang berwarna, tubuh nya yang merasa lemah terasa sangat bugar dan dia tidak merasa pusing lagi.

"Apa yang kau lakukan kepadaku?!" Seru nya terkejut bukan main, dia memeriksa tubuh nya dan kini tubuh nya kembali berisi, dia merasa sehat.

Naruto tersenyum kepada nya, "Aku baru saja menyembuhkan penyakit mu! Aku sudah menyadari ada yang aneh dari mu tapi aku mengabaikan nya, tetapi setelah melihat kau yang sangat lemah aku akhirnya tau kau hanya mencoba menyembunyikan nya."

Kaya menatap orang asing itu dengan tatapan bahagia dan kekaguman. Dia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi, dia merasa doa nya akhirnya terkabulkan dan Kami-sama mengirim nya seseorang untuk menyembuhkan nya. Sekarang dia tidak perlu khawatir lagi untuk mengejar mimpi nya.

Kaya menundukkan kepalanya pada Naruto, "Terima kasih banyak! Aku tidak tau apa yang baru saja terjadi tapi aku dengan tulus berterima kasih kepadamu! Berkat mu, aku bisa sembuh dan dapat mencapai cita-cita ku!" dia berseru membuat Naruto terkekeh malu.

"Jadi, Kaya. Apa cita-cita mu?" dia tersenyum kepada nya dan menjelaskan saat dia bertemu dengan orang bernama Usopp yang selalu muncul untuk menceritakan cerita-cerita konyol kepada nya, dan bagaimana saat terakhir mereka membicarakan mimpi mereka.

"Seorang dokter dan ksatria lautan ya?" Kaya menatap nya bingung. Naruto menatap nya dan tersenyum untuk nya, dia juga memberikan jempol kepada nya.

"Mimpi yang sangat bagus kalian berdua. Aku yakin, kalian akan mewujudkan mimpi kalian itu! Terus berjuang, ya!" Kaya melebarkan mata nya terkejut, mata nya terlihat berkaca-kaca sebelum dia mengelap air mata nya dengan tangan nya.

Mereka terdiam untuk beberapa menit, tidak ada yang memulai obrolan, apalagi Naruto juga melihat dia menangis. Memecah keheningan Naruto berkata kepadanya, "Jadi, Kaya mau berjalan-jalan di desa bersama ku?" Kaya terdiam sebelum mengangguk pada nya.

Naruto tersenyum dan menggendong nya ala bridal style. Kaya memekik kaget saat melihat dia menggendong nya dan melompat dari jendela keluar pagar. Kaya menatap nya tidak percaya, "Aku sudah bilang, kan." Kata Naruto geli.

Setelah beberapa jam berjalan-jalan dengan Naruto, Kaya merasa sangat nyaman. Dia belum pernah bertemu dengan orang baik, konyol, ceria dan tampan seperti Naruto. Dia selalu berpikir bahwa tidak ada seseorang dengan sifat seperti itu di dunia nyata. Tapi sekarang didepan nya dia melihat itu.

Kaya belum pernah merasakan perasaan ini sejak lama, dia senang bahwa Naruto hadir disini dan saling mengenal satu sama lain. Dia sedikit berharap dia ingin tinggal disini, tapi dia berkata bahwa dia harus melihat dunia dan berjanji untuk menemui nya lagi.

Hari sudah sore saat ini, mereka berdua sedang berjalan pulang. Mereka bercanda tawa selama perjalanan pulang. Dari kejauhan seorang pelayan dan beberapa pengawal datang didepan Naruto membuat nya bingung.

Kaya yang melihat nya datang kedepan menghalangi para pengawal nya untuk melukai Naruto. Dia berkata bahwa dia orang baik dan pria ini baru saja menyembuhkan nya dari penyakit nya.

Awal nya pelayan itu tidak mempercayai nya dan berpikir bahwa dia mungkin sama seperti Klahadore yang sudah membohongi nya. Kaya berusaha meyakinkan nya membuat Naruto merasa tidak enak.

"Kaya, tidak apa-apa! Tidak perlu membuktikan apapun. Aku akan segera pergi dari sini, setidak nya itu membuat mereka tenang." Kaya menatap nya tidak percaya, dan memegang tangan nya.

"Tidak, Naruto-san! Tolong jangan pergi dahulu. Setidak nya mari makan malam dirumah ku sebelum kamu pergi." Ada perasaan tidak rela setelah dia mengatakan itu. Naruto menggelengkan kepala nya.

"Tidak, aku sudah benar-benar terlambat. Aku harus pergi dari sini dan melewati Grandline." Kaya terlihat lemas tak berdaya mendengar nya, dia melepaskan tangannya dari nya.

"Kaya, sampai jumpa lagi! Aku berjanji akan datang kesini lagi suatu saat nanti. Hingga saat itu tiba, kejarlah impian mu dan ceritakan kepadaku saat kita bertemu nanti!" Kata Naruto membuat Kaya menitikkan air matanya.

Naruto menundukkan kepala nya ke arah pelayan dan pengawal disana sebelum berjalan menjauh. Kaya berhasil menahan nya kembali membuat Naruto menatap nya bingung, "Naruto-san! Aku tidak tau apakah ini akan membantu mu, tapi aku harap kamu mau menerima nya!"

Dia akhirnya menyuruh pelayan nya yang bernama Merry untuk membawa sesuatu ke pantai.

Tak butuh waktu lama bagi Naruto untuk mengetahui nya. "Na... Naruto-san! Aku tidak tau apakah ini akan banyak membantu mu atau tidak..." Kaya tidak bisa melanjutkan perkataan nya saat dia dipeluk oleh Naruto. Pipi nya memerah membuat nya sangat menggemaskan.

"Kaya! Aku tidak tau harus berterima kasih seperti apa! Terima kasih untuk rakit ini, setidak nya aku tidak perlu berjalan diatas air." Kaya terlihat bingung tapi mengacuhkan nya, sudah banyak hal aneh yang dia lihat dari pria ini, jadi dia tidak akan bertanya lagi tentang apa itu.

"Kau cukup berjanji untuk kembali lagi dan ceritakan petualangan mu kepada ku. Aku ingin mendengar semua nya!" Naruto mengangguk pada nya memberikan jempol nya, dia melepaskan pelukan nya kepada nya dan menatap mata nya.

Naruto dikejutkan dengan kecupan basah di pipi kanannya membuat mereka berdua memerah malu. Merry yang melihat disana terlihat tersenyum, dia bahagia untuk tuan putri itu, dia merasa bisa mempercayai pemuda itu.

"Pergilah Naruto-san! Atau aku akan berubah pikiran dan menyeret mu bersama ku pulang!" Naruto mengangguk cepat dan berjalan ke arah rakit itu, perlahan dia mulai bergerak terbawa arus laut.

Naruto melambai kepada mereka dengan senyuman. Kaya terlihat melambai juga tersenyum kepada Naruto. Setelah mereka melihat nya menjauh, Merry mendatangi nya.

"Ayo pulang, Kaya Ojo-sama! Sudah mau malam. Ojo-sama akan kedinginan nanti." Kaya terlihat tidak beranjak membuat Merry menghela napas.

"Merry, apakah suatu hari nanti kita akan bertemu dengan nya lagi?" dia bertanya pelan, Merry memegang bahunya dan membawa nya menjauh dari pantai.

"Ya, kita pasti akan bertemu lagi dengan nya. Ingat! Dia sudah berjanji kepada mu dan dari yang kulihat, dia tidak akan mengingkari janji yang dia buat." Jelas Merry membuat Kaya tersenyum dan mengangguk.

"Kalau begitu aku harus segera mencapai impian ku, aku akan menjadi dokter yang hebat sehingga saat dia datang aku bisa menceritakan sesuatu yang hebat tentang ku!" Merry terkekeh lembut dan mengangguk pada nya.

'Tunggu aku Naruto-kun! Aku akan meraih impian ku dan segera kita akan bertemu lagi.' Pikir nya tidak menyadari perubahan suffik nya.

(Flashback end.)

"... Dan begitulah akhirnya aku sampai di Desa Kokoyashi!" Naruto selesai menceritakan perjalanan nya. Mereka semua yang mendengar terlihat terkejut, terutama Zoro dan Usopp.

"Ka..Kau bertarung dengan Taka no Me?" Naruto menatap nya dan mengangguk. "Ya, tapi kami tidak menyelesaikan nya karena terganggu oleh Marinir dan mereka merusak kapal ku." Kata Naruto.

"Tenang saja Zoro, aku tidak akan merebut mimpi mu untuk menjadi pendekar pedang terkuat di dunia, tapi aku harus mengatakan ini. Perjalanan mu masih sangat panjang untuk bisa berdiri berhadapan dengan Mihawk, kau harus berusaha sangat keras untuk itu." Zoro mengangguk serius sebelum menatap pedang Naruto dengan diam.

Dia sedikit penasaran dengan pedang itu, bahkan sejak pertama bertemu. Tapi dia akan menyimpan pertanyaan itu untuk nanti.

"Jadi begitu, aku tidak menyangka kau bertemu dengan Kaya bahkan menyembuhkan penyakitnya! Aku sangat berterima kasih pada mu." Usopp terlihat menunduk pada Naruto, dia sangat menghargai Naruto karena menyembuhkan penyakit Kaya.

Naruto melambai pada nya pelan, malu melihat reaksi nya. "Hahaha! Tidak perlu menunduk, aku hanya melakukan apa yang kubisa. Dia terlihat kesakitan, jadi aku menghilangkan rasa sakit nya."

"Tetap saja aku harus berterima kasih kepada mu Naruto." Naruto mendesah pelan dan mengangguk pada nya.

"Aku sudah mengatakan semua nya, dan aku menjamin tidak ada kebohongan." Naruto mengangkat tangannya meyakinkan mereka. Sanji mengangkat rokok dimulut nya. "Tapi tetap saja, melihat seberapa parah kerusakan pada kapal angkatan laut, kami tidak mengetahui tentang kekuatan mu." Mereka semua mengangguk setuju.

"Kamu ini apa? Seberapa kuat kamu sebenarnya?" Sanji bertanya kepada Naruto.

Naruto menatap mereka semua yang memandang diri nya. Mengetahui mereka tidak akan meninggalkan nya membuat Naruto mengangkat bahu nya sebelum dia menyilangkan jari nya.

Asap mengepul disebelah Naruto dan dari sana memperlihatkan salinan sempurna diri nya. Mereka semua sedikit terkejut tapi tidak memperlihatkan nya karena mereka pernah melihat ini saat pertarungan nya dengan Arlong.

"SUGEEE! NARUTO KAU MEMPUNYAI SAUDARA KEMBAR?" Mereka semua menepuk jidat nya mendengar pertanyaan bodoh Luffy, Naruto terkekeh mendengar nya sebelum menggeleng.

"Tidak, ini hanyalah tiruan ku saja. Kalian sudah pernah melihat nya, bukan?" Mereka mengangguk. "Aku menyebut nya dengan 'Kage Bunshin no Jutsu'."

Naruto melihat mata mereka menyadari sesuatu, "Ya, itu benar. Aku seorang ninja." Naruto mengumumkan. Luffy melihat nya dengan segala jenis kekaguman di mata nya.

"SUGEEE! KAU SEORANG NINJA NARUTO?! PERLIHATKAN KEPADA KU! PERLIHATKAN KEPADAKU?!" Luffy mengguncang nya membuat mata Naruto berputar.

Luffy terjatuh dengan kepala nya saat dia dipukul dikepala oleh Nami, "Baka! Kau akan membuat nya pingsan jika mengguncang nya sekuat itu!" Naruto menggelengkan kepala nya menghilangkan pusing yang diderita nya.

"Oh ayolah Nami! Aku tau kau juga ingin melihat nya, kan?" Nami tidak bisa tidak setuju karena dia juga tertarik dengan konsep ninja ini, "Ya, tapi tidak perlu mengguncang nya seperti itu."

Luffy mengacuhkan nya dan duduk didepan Naruto dengan tatapan penasaran, "Naruto perlihatkan kepada ku satu jutsu yang lain!" Naruto mengangguk pada nya.

"Sebelum aku memperlihatkan jutsuku, aku harus menjelaskan terlebih dahulu apa itu 'Chakra'." Mereka semua menatap nya bingung. "Apa itu, Naruto?" Usopp bertanya.

"Secara singkat nya, Chakra merupakan energi yang dibentuk melalui perpaduan antara energi fisik dan spiritual dan mengalir ke sistem Tenketsu di dalam tubuh. Dari energi inilah aku bisa membuat berbagai macam jutsu atau lainnya." Mereka mengangguk walau sedikit kebingungan dengan konsep chakra tersebut.

"Ini merupakan salah satu jurus favorit ku. Namanya 'Kage Bunshin no Jutsu'. Aku bisa membuat salinan hingga ribuan tergantung kapasitas Chakra yang kumiliki. Aku bisa menyuruh mereka mengumpulkan informasi dan jika dia dihilangkan." Naruto memukul bunshin itu membuat nya menghilang.

"Maka informasi apapun yang dia lihat akan kembali kepada yang asli. Tapi jika menghilangkan mereka sekaligus itu akan membuat ku sakit kepala yang sangat parah." Mereka mengangguk paham.

"Selain menyuruh mereka mengumpulkan informasi, aku biasa menggunakan mereka untuk berlatih." Zoro tertarik mendengar, "Dengan menggunakan ini, latihan ku menjadi lebih efektif karena seperti yang kukatakan, apapun yang dilakukan tiruan ku akan kembali kepada yang asli. Itu artinya, semua latihan mereka akan otomatis ikut kedalam diriku."

"Begitu, ya? Itu jutsu yang sangat berguna." Naruto mengangguk pada nya, "Yah, tapi setiap jutsu pasti akan selalu memiliki kelemahan. Seperti yang kalian lihat tadi, mereka tidak tahan lama seperti ku. Cukup dengan satu pukulan maka mereka akan menghilang dan setiap rasa sakit yang diderita oleh tiruan ku akan kembali kepadaku."

Mata mereka melebar ngeri mendengar nya membuat Naruto terkekeh sedikit. Naruto mengangkat tangannya menengadah keatas. Putaran Chakra muncul membentuk bola kastil, mereka semua menatap nya tertarik.

"Ini adalah 'Rasengan'. Ini merupakan kumpulan Chakra yang di bentuk menjadi bola kecil ini. Tapi aku tidak menyarankan kalian untuk meremehkan benda kecil ini." Mereka menatap nya tertarik, "Dan kenapa begitu?" Luffy bertanya.

"Karena bola kecil inilah yang telah menhancurkan Arlong Park hingga tak bersisa!" mereka sekali lagi terkejut. Naruto menghilangkan nya dan menaruh lagi tangan nya.

"Itu hanya beberapa dari semua jutsu yang aku miliki. aku tidak ingin menunjukkan yang lain sekarang. Semua ada waktu nya, jadi tunggu dan lihatlah!" Naruto menyeringai sebelum meletakkan tangan nya dibelakang.

Luffy mendekat kepada Naruto dengan bintang dimata nya, "Naruto! Bisakah kau mengajariku jutsu mu? Aku ingin mempelajari nya." Naruto menatap nya dan menggeleng.

"Maaf Luffy, tapi aku tidak bisa mengajari mu. Kalian semua tidak memiliki sistem Tenketsu yang tepat di tubuh kalian." Luffy lemas mendengar nya sebelum Naruto memegang nya di bahu.

"Tidak perlu seperti itu, lagipula Akuma no Mi mu itu juga sangat kuat. Kau hanya perlu melatih lebih keras lagi agar kau semakin kuat." Luffy mengangguk kepada nya mendengar dirinya dipuji oleh Naruto.

"Tentu saja! Naruto, ayo terus berlatih dan menjadi kuat bersama! Lalu kita akan menunjukkan kekuatan kita kepada dunia!" Naruto mengangguk pada nya memberi jempol. "Tentu saja, aku bersama mu, Kapten!" Zoro, Sanji, Usopp dan Nami berjalan mendekat.

"Jangan lupakan kami, Baka! Kami juga akan menjadi kuat setiap hari nya!" Zoro menyeringai. Luffy yang melihat nya juga menyeringai.

"Yosha! Tapi sebelum itu kita harus segera ke Grandline, kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi!" Nami berjalan mendekat kearah Luffy.

"Tenang saja, Luffy. Kita hanya perlu berhenti di pulau terakhir sebelum masuk Grandline. Kita perlu mempersiapkan semua nya disana dan setelah itu kita siap kapan saja." Jelas Nami.

"Dan dimana itu, Nami-swan?" Sanji bertanya. Nami melihat peta nya dan menunjuk salah satu pulau.

"Kota bernama Loguetown! Kota ini juga dikenal sebagai 'Kota awal dan akhir' karena mantan Raja Bajak Laut Gold Roger lahir dan dieksekusi di sini." Jelas Nami kepada mereka semua.

"Yosh! Kalau begitu kita akan kesana! Aku ingin melihat tempat eksekusi Raja Bajak Laut yang terkenal sebelum pergi ke Grandline!" mereka semua mengangguk dan mengambil posisi.

Luffy berlari dan duduk di kepala kapal melihat ke depan laut bersemangat, tidak sabar untuk melihat kampung halaman Raja Bajak Laut terdahulu dan tempat eksekusi nya.

"MINNA! BERLAYAR DENGAN KECEPATAN PENUH! TUJUAN KITA SELANJUT NYA ADALAH TEMPAT KELAHIRAN RAJA BAJAK LAUT, LOGUETOWN!" Luffy memberi perintah nya.

"Ha'i!" jawaban serempak terdengar dan kapal itu mulai menetapkan tujuan mereka.

Pemberhentian selanjutnya, Loguetown.


XxX

To be continued~

XxX


A/N: Terima kasih telah membaca cerita ini, dan beri tahu saya jika ada kesalahan.

Halo gaes, saya kembali dengan update an terbaru dari fic ini. Saya harap kalian menikmati dan menyukai chapter terbaru ini.

Apakah kalian sudah membaca chapter terbaru manga One Piece dan bocoran chapter selanjutnya? IT'S FUCKING AWESOME! Oda-sensei Sepertinya tau bagaimana cara mengaduk emosi dalam diri kita. Bahkan saya sudah dipusingkan dengan beberapa teori tentang Luffy dan Joyboy. Dan kalian tau, itu membuat banyak inspirasi bermunculan dikepala ku yang membuat ku pusing setelah memikirkan nya, hahaha!

Seperti sebelumnya, sebenarnya tidak banyak yang ingin ku jelaskan disini, kalian semua bebas berekspektasi tentang kelanjutan fic ini, siapa yang tau mungkin tebakan kalian benar, hehehe.

Saya juga berterima kasih untuk setiap review yang saya terima, baik itu merupakan saran atau yang lain. Saya membacanya dan senang dengan itu, saya juga menerima setiap masukan kalian dan selalu memikirkan nya, tapi tenang saja, saya sudah memikirkan alur nya agar mudah dinikmati.

Silahkan tinggalkan komentar kalian di kolom review, saya akan menerima segala jenis masukan maupun kritikan yang bersifat membangun serta jangan lupa untuk menekan tombol Favorit dan Follow agar kalian tidak ketinggalan update an chapter terbaru kedepannya.

Mungkin hanya itu saja yang ingin saya sampaikan, saya harap kalian menikmati nya dan menantikan chapter terbaru lainnya.

Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya, oke!

Thanks you and Enjoy it.

Bye.