Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece. Saya cuman minjem karakter nya.
BAB V.
Sebelum nya~
"Itu hanya beberapa dari semua jutsu yang aku miliki. aku tidak ingin menunjukkan yang lain sekarang. Semua ada waktu nya, jadi tunggu dan lihatlah!" Naruto menyeringai sebelum meletakkan tangan nya dibelakang.
Luffy mendekat kepada Naruto dengan bintang dimata nya, "Naruto! Bisakah kau mengajariku jutsu mu? Aku ingin mempelajari nya." Naruto menatap nya dan menggeleng.
"Maaf Luffy, tapi aku tidak bisa mengajari mu. Kalian semua tidak memiliki sistem Tenketsu di tubuh kalian." Luffy lemas mendengar nya sebelum Naruto memegang nya di bahu.
"Tidak perlu seperti itu, lagipula Akuma no Mi mu itu juga sangat kuat. Kau hanya perlu melatih lebih keras lagi agar kau semakin kuat." Luffy mengangguk kepada nya mendengar dirinya dipuji oleh Naruto.
"Tentu saja! Naruto, ayo terus berlatih dan menjadi kuat bersama! Lalu kita akan menunjukkan kekuatan kita kepada dunia!" Naruto mengangguk pada nya memberi jempol. "Tentu saja, aku bersama mu, Kapten!" Zoro, Sanji, Usopp dan Nami berjalan mendekat.
"Jangan lupakan kami, Baka! Kami juga akan menjadi kuat setiap hari nya!" Zoro menyeringai. Luffy yang melihat nya juga menyeringai.
"Yosha! Tapi sebelum itu kita harus segera ke Grandline, kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi!" Nami berjalan mendekat kearah Luffy.
"Tenang saja, Luffy. Kita hanya perlu berhenti di pulau terakhir sebelum masuk Grandline. Kita perlu mempersiapkan semua nya disana dan setelah itu kita siap kapan saja." Jelas Nami.
"Dan dimana itu, Nami-swan?" Sanji bertanya. Nami melihat peta nya dan menunjuk salah satu pulau.
"Kota bernama Loguetown! Kota ini juga dikenal sebagai 'Kota awal dan akhir' karena mantan Raja Bajak Laut Gold Roger lahir dan dieksekusi di sini." Jelas Nami kepada mereka semua.
"Yosh! Kalau begitu kita akan kesana! Aku ingin melihat tempat eksekusi Raja Bajak Laut yang terkenal sebelum pergi ke Grandline!" mereka semua mengangguk dan mengambil posisi.
Luffy berlari dan duduk di kepala kapal melihat ke depan laut bersemangat, tidak sabar untuk melihat kampung halaman Raja Bajak Laut terdahulu dan tempat eksekusi nya.
"MINNA! BERLAYAR DENGAN KECEPATAN PENUH! TUJUAN KITA SELANJUT NYA ADALAH TEMPAT KELAHIRAN RAJA BAJAK LAUT, LOGUETOWN!" Luffy memberi perintah nya.
"Ha'i!" jawaban serempak terdengar dan kapal itu mulai menetapkan tujuan mereka.
Pemberhentian selanjutnya, Loguetown.
Sekarang~
"Nami-chan! Aku melihat nya! Loguetown ada didepan kita." Naruto berteriak dari atas tiang kapal. Nami keluar dari dalam kapal untuk melihat nya sebelum melompat terkejut saat melihat Naruto yang mendarat didepan nya.
"Bi...Bisakah kau tidak melakukan itu! Kau membuat ku terkejut!" Nami berseru kesal, satu tangannya berada di pinggang nya sedangkan satu lagi baru saja memukul kepala Naruto.
"Ma..Maafkan aku."Naruto bergumam sambil mengelus benjolan di kepala nya. Nami mengabaikan nya dia berteriak kepada seluruh kru.
"Minna! Sebentar lagi kita akan sampai di Loguetown, bersiaplah untuk melabuhkan Merry!"
"Ha'i!" jawab mereka serempak. Mereka mulai mengambil posisi dan tak berapa lama sampai kapal berlabuh.
"Uahhh! Besar sekali kota ini!" Luffy berseru memandang seluruh kota dengan kagum. Naruto tersenyum dan berdiri disamping Nami. "Banyak bajak laut yang berlabuh kesini sebelum mereka berangkat ke Grandline. Kau bisa mendapatkan apapun disini." Jelas Naruto, Nami mengangguk pada nya.
"Ya, Naruto-kun benar. Karena kota ini berdekatan dengan Red Line sehingga mereka memilih untuk singgah disini." Mereka semua mengangguk mengerti.
"Yosh, untuk mengawali petualangan hebat ku, aku akan membeli beberapa barang menarik dari kota ini." Kata Usopp bersemangat. Sanji menghembuskan asap dari mulut nya, "Aku akan berkeliling dan mencari beberapa bahan makanan, mereka pasti memiliki sesuatu yang bagus disini dan tentu saja melihat para wanita!"
Naruto berkeringat mendengar nya sebelum menggelengkan kepala nya, "Dasar maniak wanita." Gumam nya pelan.
"Aku juga ingin membeli sesuatu disini." Zoro berkata membuat Nami menatap nya dengan licik, "Oh, benarkah? Bukankah kau tidak mempunyai uang, Zoro?" pemuda berambut hijau itu bergidik melihat senyum nya.
"Aku akan meminjamkan mu beberapa ratus ribu berry, Zoro. Tetapi kau harus mengembalikan nya dengan bunga 300%." Nami menyeringai kepada nya membuat Zoro menghela napas kasar.
"Yosh, kalau begitu akan pergi berkeliling dan melihat tempat eksekusi Raja Bajak Laut terdahulu!" dia berlari segera tidak mendengarkan teriakan temannya.
"Dasar dia, kita bahkan belum mendiskusikan dimana kita akan berkumpul." Usop memijat kening nya. Naruto tertawa pelan melihat tingkah Luffy, "Tenang saja, dia tidak akan kemana-mana. Aku juga akan mengawasinya agar dia tidak membuat masalah."
Dari samping Naruto muncul kepulan asap menampilkan salinan diri nya. Naruto mengangguk pada tiruannya dan segera tiruan itu melompat menempel pada tembok rumah dan berlari ke atap, mencoba mengawasi nya dari kejauhan.
Mereka yang melihat nya terkejut dan menatap Naruto yang asli, "Sugeee! Naruto kau bisa berjalan di tembok?! Kemampuan mu benar-benar mengagumkan, kau tau!" Naruto tertawa malu.
"Ya, aku memang mengagumkan, kau baru mengetahui nya?!" mereka sweatdrop mendengar nya membuat Naruto tertawa keras, "Hahahaha! Menyenangkan melihat ekspresi wajah kalian seperti ini" Naruto menyudahi tawa nya dan melihat mereka dengan lembut.
"Itu salah satu kemampuan dasar dari Chakra! Seperti yang aku katakan, kalian harus menunggu untuk melihat semua kemampuan ku. Aku akan menunjukkan pada waktu yang tepat." Naruto berjanji membuat mereka akhirnya mengangguk kepadanya percaya pada nya.
"Baiklah! Kita akan berpisah dan berkumpul lagi disini. Gunakan waktu yang tersisa untuk mencari kebutuhan kalian dan kapal sehingga kita bisa berangkat ke Grandline secepat mungkin." Mereka mengangguk dan segera berpencar menuju tujuan masing-masing.
Naruto yang juga ingin berpisah ditarik secara paksa oleh Nami membuat nya terkejut, "Nami-chan, ada apa?" Naruto bertanya pelan kepada Nami. Perempuan itu tersenyum manis pada nya, "Ayo, ikut dengan ku Naruto-kun. Aku ingin kau membantu ku memilih pakaian!" Naruto menghela napas pasrah mendengar nya mengikuti kemana dia pergi.
Dia hanya berharap Nami lengah sehingga dia bisa menyelinap dan menggantikan nya dengan klon. Mereka sampai di toko pakaian dan Nami dengan antusias memilih beberapa pakaian dibantu Naruto. Nami mengambil beberapa sebelum bergegas masuk ke kamar ganti.
"Naruto-kun, aku akan masuk dan mencoba nya. Jangan berpikir untuk melarikan diri dari ku, ya?" Naruto mengangguk cepat merasakan hawa dingin disekitar nya. Nami tersenyum manis dan masuk kedalam.
Naruto menghela napas sebelum memunculkan satu klon nya, "Ini, aku meninggalkan mu beberapa untuk membayar apapun yang Nami beli. Aku harus pergi dan menyisir kota ini." Klon mengangkat tangan nya tanda mengerti.
Naruto yang asli berjalan keluar dengan cepat tidak ingin Nami melihat nya pergi. Setelah beberapa menit melarikan diri, Naruto menghela napas lega dan berjalan pelan menikmati suasana ramai kota.
XxX
Di tempat lain, di pos penjaga Angkatan Laut. Salah satu prajurit sedang memeriksa beberapa kertas buronan sebelum akhirnya melihat dua kertas buronan yang baru saja tercetak. Dia mengambil nya dengan terburu-buru dan berlari ke tempat kapten angkatan laut berada.
Dia berdiri tepat didepan pintu masuk sebelum membuka pintu dan kumpulan asap keluar. Prajurit itu tidak bisa melihat apapun karena tertutup oleh asap yang dia tau karena apa.
Dia segera masuk dan berdiri tegap menghadap siluet pria besar yang sedang duduk.
"Lapor Smoker-Taichou! Kami baru saja mendapatkan kabar bahwa bajak laut dengan bounty 30 juta berry dan 70 juta berry baru saja berlabuh di kota ini!" pria yang sekarang bernama Smoker itu terlihat mengangkat kepala nya, sedikit tertarik mendengar laporan nya.
"Seorang bajak laut dengan bounty 70 juta berry? Apa yang salah sehingga memberikan begitu banyak hadiah kepada orang ini?" dia bertanya kepada prajurit itu. Prajurit itu terlihat gugup saat menatap mata nya.
"Ka...kami me.. mendapatkan beberapa laporan yang menyebutkan bahwa buronan dengan bounty 70 juta berry bernama Uzumaki Naruto menghancurkan lima kapal angkatan laut yang membuat lima kapten angkatan laut terluka parah." Jelas nya gugup. Smoker terdiam masih mendengarkan.
"Tidak hanya itu, dia juga berhasil mengalahkan manusia ikan bernama Arlong yang memiliki bounty 20 juta berry dan bergabung kedalam kru Mugiwara no Luffy yang memiliki bounty 30 juta berry."
Smoker berdiri dari duduk nya dan membuka jendela yang ada dikantor nya, "Begitu? Aku jadi penasaran mengapa seseorang dengan bounty setinggi itu bergabung kedalam kelompok yang memiliki bounty tidak lebih banyak dari nya."
"Smoker-taichou, kita harus segera menyiapkan seluruh pasukan untuk menangkap bajak laut itu!" Smoker melihat dari balik bahu nya dengan dingin membuat prajurit itu terdiam.
"Kau sangat berisik! Aku tidak memerlukan pasukan untuk menangkap mereka! Selama aku disini, tidak ada bajak laut yang akan berhasil mencapai Grandline! Benar, kan?" dia bertanya dingin membuat prajurit itu meneguk ludah nya.
Dari belakang prajurit itu, muncul satu orang lagi yang langsung memberi hormat kepada pria besar itu. "Lapor Smoker-taichou! Ada beberapa bajak laut yang baru saja berlabuh di dermaga kota! Kami berharap Smoker-taichou untuk datang dan memeriksa nya."
Prajurit disebelah nya terlihat kaget, "Smoker-taichou, itu pasti Bajak Laut Mugiwara yang baru saja berlabuh. Kita harus mengumpulkan pasukan dan menangkap mereka sekaligus."
Smoker berbalik dan mengambil jaket nya mengenakan nya. Wajah nya menghadap dua prajurit itu.
Wajah yang tidak terlihat tadi, kini mereka melihat nya. Dia adalah pria tinggi dan berbadan kekar. Dia memiliki rambut pendek berwarna putih dan menghisap dua cerutu besar sekaligus.
Dia memakai sebuah jaket putih tebal berlambang kelautan yang tidak dikancing dengan lapisan bulu hijau tebal di bagian kerah dan ujung tangan, serta barisan cerutu yang tertata rapi di depan dan lengan kiri. Dia memakai sarung tangan kulit coklat, celana jeans biru dengan sabuk coklat serta sepatu bot kulit besar ala militer. Dibelakang nya dia membawa sebuah jutte yang tergantung di punggung nya.
"Aku akan memeriksa nya, aku juga sedikit penasaran dengan kemampuan orang yang memiliki bounty 70 juta itu." Dia berjalan keluar diikuti prajurit yang baru datang itu. Salah satu prajurit disana dengan bingung mengangkat poster buronan ditangannya.
"Taichou, kau bahkan belum melihat seperti apa mereka!" dia berseru yang seperti nya tidam terdengar oleh Smoker.
Diperjalanan prajurit yang berjalan bersama Smoker tidak henti-hentinya membujuk nya untuk membawa pasukan yang mengawal nya. Smoker berhenti dari jalan nya dan memandang prajurit itu kesal.
"Diamlah! Kau sangat berisik. Aku tidak menerima perintah dari mu prajurit, apa kau ingin melawan ku?" prajurit itu berdiri gugup, "Ma...Maafkan saya Smoker-taichou!"
Sesuatu yang basah menabrak Smoker membuat nya menatap siapa yang menabrak nya. Mata nya melihat seorang anak kecil yang seperti nya tidak sengaja menabrakkan es krim nya kepada nya.
"S.. Smoker-taichou!" seorang pria yang seperti nya ayah anak itu terlihat terkejut setengah mati.
Smoker mengabaikan suara permintaan maaf orang tua anak itu pada nya dan sedikit membungkuk untuk memberikan satu koin emas kepada anak itu.
"Maaf, seperti nya celana ku tidak sengaja memakan es krim mu. Ini ambilah dan beli lah banyak es krim untuk mu." Anak itu mengambil nya dan berterima kasih kepada pria besar itu.
"Terima kasih!" Smoker melambai membelakangi nya melanjutkan perjalanan. Tak lama mereka sampai di pelabuhan dan melihat banyak bajak laut yang sedang merampok warga.
"Oi, kau! Siapa bos yang bertanggung jawab disini?" Smoker bertanya dengan cerutu di mulut nya.
"Siapa kau? Berani-beraninya kau menganggu calon Raja Bajak Laut masa depan! Pergi atau kau akan mati ditangan ku!" Smoker yang mendengar itu menyeringai.
"Apa kau adalah Monkey D. Luffy? Berani nya kau menjarah kota yang kujaga. Mari kita lihat sekuat apa dirimu." Area disekeliling nya tiba-tiba berubah dan banyak asap mengelilingi Smoker. Para perompak yang melihat nya terkejut setengah mati.
XxX
Disebuah toko, terlihat Nami dan Naruto yang sedang menatap pemilik toko yang saat ini sedang memasukkan barang kedalam karung.
"Smoker-taichou?" Nami terlihat bingung mendengar nama itu.
"Ya, dia adalah salah satu perwira terkuat markas besar Angkatan Laut. Dahulu kota ini selalu ramai dengan kedatangan bajak laut yang ingin mengarungi Grandline." Jelas wanita paruh baya itu, "Tapi, semenjak Smoker-taichou menjaga kota ini, setiap bajak laut yang datang untuk pergi ke Grandline selalu berakhir di penjara oleh nya." Sambung nya.
Nami terlihat terkejut mendengar nya, klon Naruto yang berada disampingnya juga tertarik mendengar informasi menarik itu. "Benarkah? Apakah dia benar-benar sekuat itu?" kali ini Naruto yang bertanya.
"Dia sangat kuat, bahkan banyak rumor mengatakan bahwa dia telah memakan Akuma no Mi." Naruto mengangguk mendengar nya. Dia memandang Nami sambil tersenyum.
"Nami-chan." Nami melihat nya dengan pandangan bertanya. Naruto menggaruk belakang kepala nya, "Maafkan aku, sepertinya aku harus meninggalkan mu disini sendiri membawa barang berat itu, aku harus menghilangkan diri supaya informasi ini sampai kepada bos."
Nami terlihat bingung sekarang, "Apa maksud mu dengan meninggalkan ku sendiri? Menghilangkan diri? Bos? Apa yang kau bicarakan?!" Nami merengut kesal padanya.
"Aku seorang klon, bos meninggalkan ku dengan mu supaya dia bisa menyisir daerah ini. Aku tidak punya waktu, bos harus tau bahwa ada seorang angkatan laut yang kuat disini. Pergilah cari Usopp dan kembalilah ke kapal, ya?" Nami yang belum sempat berkomentar terdiam melihat nya menghilang.
Nami menghela napas kesal, dia berharap dia bisa berdua saja dengan Naruto tapi dia berpikir bahwa Naruto klon benar, mereka semua harus tau bahwa ada orang kuat yang berjaga disini. Nami kembali tenang tapi dia berpikir kembali untuk memukul kepala Naruto karena meninggalkan nya sendiri dengan klon.
"Are..? Ojo-chan dimana teman pirang mu?" Nami tersenyum dipaksakan kepada wanita itu. "Maaf, dia baru saja pergi. Ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan sebelum kami pergi dari kota ini." Nami menjelaskan membuat wanita mengangguk.
'Kalian, berhati-hati lah!' pikir nya sedikit khawatir.
XxX
Dengan Naruto, saat ini dia sedang berjalan-jalan ditengah kota. Mata nya nampak tidak fokus karena suatu hal. Dia baru saja mendapat ingatan dari klon nya yang bersama Nami tentang pria bernama Smoker ini.
Dia juga mendapat ingatan nya dari klon lain dan menghela napas lelah mengetahui bahwa Luffy telah menghilang dari pandangan klon nya. Naruto hanya berharap dia tidak melakukan sesuatu yang bermasalah yang bisa menarik perhatian kapten angkatan laut kota ini. Pandangan nya teralihkan saat melihat seorang gadis dikepung oleh dua bajak laut. Dia diam memperhatikan bersama warga lain, tatapannya tertuju pada satu orang yang dia kenal yaitu Zoro yang sedang memperhatikan juga gadis itu.
Naruto melihat Zoro akan membuat gerakan untuk membantu gadis itu tapi tidak sebelum gadis itu berhasil menyayat dua bajak laut itu. Naruto terkekeh saat melihat dia menjatuhkan kacamata nya sebelum berjalan dan mengambilkan untuk nya.
"Ini!" Naruto menyodorkan tangan nya kepada gadis itu memberikan kacamata nya. Gadis itu tersenyum dan mengambil nya sebelum memasang nya diwajah cantik nya.
Dia seorang gadis cantik dengan tinggi sedang, mempunyai rambut setinggi bahu dengan beberapa poni, dia semakin manis dengan kacamata yang hinggap diwajah putih nya.
Dia memakai kemeja lengan pendek berwarna krem dengan motif bunga, dia juga memakai celana jeans biru dengan sepatu hitam, dia memegang pedang yang sudah dibungkus kembali dengan kedua tangannya.
Dia adalah Tashigi.
"Terima kasih banyak tuan!" dia berucap membuat Naruto mengangguk kepada nya, Zoro datang di belakang nya dengan ekspresi yang sulit diartikan memandang gadis itu. "Tidak masalah, lagipula itu merupakan gerakan yang bagus aku lihat." Gadis itu tersenyum mendengar pujian nya.
Naruto menatap bingung Zoro saat dia menarik baju nya, dia melihat nya dan menyuruh nya menjauh dari sana. Naruto yang bingung akhirnya menurut, "Maafkan aku Nona manis, tapi aku dan teman ku akan pergi. Ada beberapa urusan yang harus kami selesaikan." Gadis itu melihat ke belakang Naruto dan melihat pria berambut hijau menatap nya aneh.
Tanpa menunggu jawaban nya, mereka berdua pergi dan menghilang ditelan keramaian, "AH! Aku lupa menanyakan nama nya, dia seperti nya orang baik yang tampan." Gadis itu tersipu sedikit sebelum menggelengkan kepala nya dan berlari ke arah pangkalan angkatan laut untuk menaruh senjata nya.
Zoro yang merasa sudah menjauh melepaskan tangannya dari pakaian Naruto yang kini menatap nya, "Oke, ada apa ini? Mengapa kita harus menghindari gadis itu? Kau memiliki hubungan dengannya?" Naruto bertanya kepada Zoro membuat nya meringis mendengar banyak pertanyaan.
"Tidak, hanya saja aku tidak tahan melihat wajah nya. Itu mengingatkan ku kepada teman masa kecil ku yang sudah meninggal." Gumam nya pelan. Naruto menatap nya sedikit iba sebelum melingkari bahu nya menarik perhatian nya.
"Baiklah bocah besar, berhenti bersedih dan mari kita pergi menemukan toko pedang di kota ini. Tenang saja, aku yang akan membayar, aku tidak ingin melihat mu tertekan jika meminjam kepada Nami." Zoro menatap nya dengan heran.
"Kau yakin? Harga pedang tidak lah murah, aku tidak ingin merepotkan mu." Naruto melambai acuh kepada nya, tidak merasa terbebani.
"Satu atau dua pedang tidak akan membuat ku bangkrut. Percaya padaku, aku tidak seperti Nami yang akan meminta bunga setinggi itu. Kau bebas mengembalikan nya kapan pun saat kau punya uang, aku tidak keberatan." Zoro kembali menatap nya sebelum menutup mata nya tersenyum.
"Baiklah, aku akan menerima tawaran mu. Tapi ingat, aku hanya meminjam uang, bukan meminta. Aku akan membayar nya segera setelah aku memiliki uang." Naruto mengangguk pada nya.
"UWAHHH!" Mereka melihat ke atas angin saat melihat seorang anak laki-laki terbang melintas. Naruto menatap itu datar, "Kau memikirkan hal yang sama dengan ku, kan?" zoro mengangguk.
"Ya, si bodoh itu tidak pernah berhenti mencari masalah." Naruto menghela napas lelah sebelum berjalan kedepan. "Biarkan dia, selama dia tidak menarik perhatian kapten angkatan laut kota ini, maka seharusnya kita akan aman."
Mereka berdua berjalan selama 10 menit sebelum akhirnya sampai didepan toko pedang. Memasuki tempat itu, mereka disambut dengan banyak jenis pedang dan seorang pria tua yang pendek.
"Selamat datang di toko kami, apa yang bisa kulakukan untuk kalian?" pemilik itu terlihat bersemangat menyambut pelanggan. Naruto menunjuk kepada Zoro menggunakan jempol nya.
"Pria ini ingin mencari beberapa pedang. Bisakah kau menunjukkan kepada nya sesuatu yang bagus." Pria tua itu mengangguk dan meminta ijin untuk pergi ke belakang mengambil pedang bagus.
Zoro berjalan ke area pedang dan melihat-lihat sebelum satu pedang menarik perhatian nya, "Ini..."
"Sudah kuduga, itu Sandai Kitetsu!" seru seseorang membuat Naruto dan Zoro menatap asal suara. Mereka terkejut saat melihat seorang gadis yang mereka temui tadi berdiri didepan pintu masuk memegang buku kecil.
"Kau..?!" Zoro tercekat melihat nya datang ke arah nya, pandangan nya tertuju pada pedang itu, "Itu merupakan salah satu dari tiga seri pedang Kitetsu, dengan Shodai Kitetsu berada pada level 12 Pedang kelas tertinggi dan Nidai Kitetsu di level 21 pedang kelas hebat."
"Mengapa pedang Meitou berada di tempat ini? Paman kau yakin ingin menjual pedang ini dengan harga 50 ribu berry?" pria tua yang sedari tadi melihat sambil memegang pedang ditangannya terlihat gemetar.
"Mengapa aku harus menjual pedang itu seharga 50 ribu berry?!" gadis itu menunjuk label seharga 50 ribu berry membuat pria tua itu berkeringat.
"Tidak! Aku tidak akan menjual pedang itu. Itu merupakan pedang terkutuk." Naruto tertarik mendengar nya, "Terkutuk?" pria tua itu mengangguk.
"Ya, banyak pendekar pedang yang telah menggunakan pedang itu dan berakhir dengan kematian mereka. Itu sudah cukup, aku tidak akan membiarkan pedang itu mengambil nyawa orang lain lagi!" Zoro yang mendengar itu menyeringai.
"Aku akan mengambil pedang ini!" mereka semua terkejut kecuali Naruto yang menyeringai. "Apa?! Apa kau tidak mendengarkan ku? Pedang itu terkutuk dan jika kau memiliki itu, nasib mu akan sama seperti para pemegang terdahulu!"
"Kalau begitu ayo kita buktikan itu." Zoro membuka pedang itu dan melempa ke atas. Mereka yang melihat nya terkesiap, menahan napas didada mereka.
Pedang itu jatuh ke lantai dengan ujung menancap. Mereka menatap pria berambut hijau itu dengan kaget. "Aku ambil ini!" keputusan nya sudah final membuat pria tua itu terjatuh. Naruto yang melihat nya tertawa.
"Hahahaha pertunjukan yang bagus disana! Kau dengar pak tua, dia akan mengambil itu." Pria tua itu mendecih. "Haa.. Aku sudah memperingatkan mu anak muda, jangan salahkan aku jika kau mati."
"Tenang saja, dia tidak akan mati semudah itu. Benar, kan?" Naruto meminta konfirmasi Zoro. Dia mengangguk dan menyarungkan pedang nya di pinggang bergabung dengan satu pedang yang lain.
"Jadi, tinggal satu pedang lagi. Apakah ini?" Zoro bertanya mengambil nya ditangan. Dia melihat bilah nya dan itu terlihat bagus. "Ya, itu. Pedang ini bernama Yubashiri. Pedang ini termasuk kedalam level 50 pedang kelas terampil." Naruto mengangguk mendengar nya sebelum menatap Zoro.
"Bagaimana?"
"Aku akan mengambil nya!" Naruto mengangguk dan mengeluarkan dompetnya. "Yosh, karena teman ku sudah memilih itu, berapa yang harus kubayarkan?"
"Aku hanya akan meminta uang dari pedang Yubashiri saja. Aku akan memberi Sandai Kitetsu secara gratis untuk mu. Tidak banyak orang dengan kemauan yang begitu kuat menginginkan pedang itu."
"Hm, itu... Adil. Baiklah kalau begitu." Naruto mengeluarkan uang dari dompet nya dan memberikan nya 2,5 juta berry. Pria tua itu menatap nya terkejut.
"I..ini! Kau membayar terlalu banyak!" Naruto tersenyum kepada nya, "Tidak apa, terimalah. Ini karena telah menjadi pemilik yang baik hati, anggap saja ini sebagai hadiah dari ku." Pria tua itu terdiam sebelum akhirnya mengambil nya dan tersenyum lebar.
"Terima kasih kalau begitu, aku tidak pernah bertemu dengan pelanggan seperti kalian! Kembali lah lain kali." Naruto mengangguk pada nya, dia kembali menatap Zoro yang senang sekarang memiliki 3 pedang lagi.
"Kau sangat menyukai menggunakan tiga pedang, bukan? Itu seperti pemburu bajak laut yang terkenal itu, Roronoa Zoro!" dia kemudian bercerita tentang pemburu bajak laut yang menyalahgunakan pedang nya dan bermimpi untuk mengambil semua jenis pedang sehingga tidak ada yang akan menggunakan nya untuk kejahatan.
"Tapi, jika aku boleh bertanya, apakah itu merupakan Wado Ichimonji?" Zoro terlihat bingung sebelum menarik bilah nya. Wanita yang melihat kebingungan nya membuka buku nya.
"Lihat, aku benar. Itu adalah Wado Ichimonji salah satu dari level 21 pedang kelas hebat. Kau memiliki tiga pedang yang bagus, kau tau." Zoro menatap Naruto dan menyeringai. Naruto terkekeh melihat nya sebelum menatap gadis itu.
"Kau seorang maniak pedang, bukan?" gadis itu tersipu mendengar nya sebelum menatap kesal ke arah pemuda itu. "Hahaha maaf maaf, hanya saja melihat bahwa kau begitu antusias saat menjelaskan nya membuat itu terlihat lucu."
Gadis itu tersipu kembali sebelum menggelengkan kepala nya, "Ah, aku belum pernah memperkenalkan diri. Namaku Tashigi, aku dari angkatan laut." Naruto dan Zoro melebarkan mata nya terkejut sebelum menatap satu sama lain.
Naruto mengalihkan pembicaraan agar gadis itu tidak menanyakan nama mereka, bisa gawat jika gadis itu tau tentang mereka, walau dia sedikit bingung karena gadis itu tidak terlihat bereaksi saat menatap Naruto.
Dia sedikit bersyukur, berpikir mungkin gadis ini belum melihat poster buronan nya.
"Hei, kau tidak kesini untuk menjelaskan tentang pedang, bukan?" gadis itu melebarkan matanya sebelum datang ke tempat pria tua itu untuk mengambil pesanan nya. Melihat ada kesempatan mereka mulai berjalan cepat meninggalkan nya.
"Maaf, Tashigi-chan, kami harus segera pergi. Semoga kita bisa bertemu lagi." Gadis itu menatap ke belakang nya. Dia berlari ke pintu keluar. "Hei, aku belum mengetahui nama kalian!" seru nya.
"Tidak sekarang Tashigi-chan, aku berjanji saat nanti kita bertemu kembali kau akan mengetahui nama kami!" dia juga berseru dari kejauhan. Tashigi menghela napas mendengar nya.
"Hei, Nona apa kau jadi mengambil ini?" Tashigi melihat kedalam kembali sebelum menatap keluar. Masuk kedalam lagi Tashigi mengambil dompet nya.
"Berapa yang harus kubayar, paman?"
XxX
"Itu hampir saja, bukan?" Naruto tertawa disamping nya menepuk pundak Zoro. Dia meringis merasakan pukulan nya, kenapa begitu sakit.
"Hahaha! Sekali saja kita membuat kesalahan maka gadis itu akan mengejar kita." Mereka melanjutkan obrolan mereka sampai mereka melihat Luffy yang tertidur di jalanan.
"Baka! Kenapa tidur disini? Kau membuat masalah lagi, kan?" Zoro berteriak kepada Luffy yang bangun dari tidur nya, mata nya yang sayu nampak tidak memperdulikan Zoro.
"Hoamm... Berapa lama aku tertidur, ya?" Zoro menghela napas kasar sebelum berjalan duduk di disekitar tangga, Naruto berdiri disana santai. "Jadi, Luffy mau menceritakan kenapa kau berakhir tertidur disini?" Naruto bertanya.
"itu dia, aku baru saja sampai di tempat eksekusi Raja Bajak Laut dan seseorang yang menggunakan cerutu datang dan mengatakan akan menangkap ku dan kamu, kau mengetahui sesuatu Naruto?" Luffy bertanya.
"Uh, dan aku berharap kamu tidak akan berurusan dengan dia secepat ini. Serius Luffy, apa kau tidak merasa bersalah menyebabkan banyak masalah?" Luffy menggaruk telinga nya acuh membuat Naruto melambai pasrah.
"Jika tebakan ku benar, maka orang yang baru saja kau temui adalah Smoker. Dia seorang kapten angkatan laut yang bertugas di kota ini dan kabar nya dia merupakan salah satu pengguna Akuma no Mi." Jelas Naruto kepada mereka berdua yang akhirnya mengerti. Naruto berjalan pergi menjauh dari mereka.
"Kau mau kemana, Naruto?" Zoro bertanya, Naruto menatap nya dan kembali berjalan. "Pergi mencari restoran, aku lapar dan rasa acuh nya membuat ku semakin lapar." Luffy melompat berdiri mendengar kata lapar, sebenarnya dia juga lapar.
"Bagus! Aku juga sangat lapar. Ayo, cari restoran dan memesan makanan!" dia berjalan mendahului Naruto membuat nya kembali mendesah, Zoro mengikuti dibelakang nya.
Mereka berjalan beberapa menit, dan kini sudah sampai di sebuah restoran. Mereka memesan makanan mereka dan menunggu. Selagi menunggu mereka bertanya-tanya dimana Usopp, Nami dan Sanji berada.
Tiga puluh menit kemudian, tumpukan demi tumpukan makanan terlihat di meja mereka. Banyak dari orang-orang disana menatap mereka bertiga dengan pandangan terkejut. Mereka tidak pernah melihat manusia makan sebanyak itu.
"Haahh..! Kenyang nya, aku senang ada kalian disini. Aku sama sekali tidak punya uang untuk membayar ini." Zoro menatap nya kaget.
"Apa?! Aku juga tidak punya!" Luffy juga kaget mendengar nya sebelum kedua orang itu menatap pemuda pirang disana.
"Haah..! Aku tidak tau apa jadi nya kalian jika tidak ada aku disini." Naruto meminum minuman terakhir nya sebelum berdiri, "Tenanglah, aku yang akan membayar." Mereka berdua tersenyum senang.
"Shishishishi! Kami tertolong, terima kasih, Naruto!" Luffy berkata dengan cengiran nya.
"Ya, aku beruntung kamu bergabung dengan kru, aku akan jadi gila jika terus bersama kapten bodoh ini." Kata Zoro membuat Naruto terkekeh.
Dia tidak tau apakah ini merupakan keberuntungan atau kesialan bergabung dengan kru ini, tapi dia mulai menikmati kebersamaan mereka.
XxX
Jauh dari tempat Naruto dkk. Kita melihat tiga anggota kru topi jerami yang lain sedang berjalan bersama membawa banyak barang persediaan dan yang menarik perhatian adalah ikan besar yang dibawa oleh Sanji dan Usopp.
"Ini benar-benar menarik, kan! Banyak sekali pertarungan yang terjadi hari ini." Kata Nami riang, dia memikirkan kembali saat dia melihat pertarungan Usopp dengan Pemburu hadiah bernama Daddy 'The Father' dan perlombaan memasak Sanji.
Sudah lama dia tidak bersenang-senang dan ini membawa kenangan ke dalam diri nya. Dia mendongak ke atas saat merasakan sesuatu, "Angin nya sudah berubah, akan terjadi hujan sebentar lagi." Nami berkata membuat kedua laki-laki disana memandang nya.
"Hujan? Di cuaca yang cerah ini?" Usopp terdengar ragu, dia tidak melihat satu pun awan mendung dan disini Nami berkata akan hujan. "Apa kau yakin, Nami-san?" Sanji kali ini bertanya.
"Ya, aku yakin. Ayo, kita harus cepat sampai ke kapal." Mereka berdua mengangguk mengerti dan mulai berlari.
XxX
Kembali bersama Naruto, Luffy dan Zoro. Mereka saat ini berjalan bersama dengan santai, setelah mereka menghabiskan makanan mereka dan membayar, kini mereka sedang berusaha mencari anggota yang lainnya untuk berkumpul.
Hembusan angin kencang menerpa mereka membuat topi jerami di kepala Luffy terbang. "Tunggu, topi ku!" dia berlari mengejar nya meninggalkan Naruto dan Zoro yang mendesah melihat nya.
Mereka bertemu simpangan jalan dan terlihat bingung sebelum mereka saling memandang, "Sepertinya kita harus berpencar, kita tidak tau kemana Luffy pergi." Naruto mengangguk dan menunjuk jalan untuk nya.
"Kalau begitu aku ambil belokan ini, kau lurus kesana. Jika beruntung, kita bisa bertemu yang lainnya. Katakan kepada mereka untuk segera ke kapal, aku merasa badai akan datang." Zoro mengangguk dan mereka berpisah.
Ditempat Luffy sendiri, dia akhirnya berhasil mengambil topi nya kembali dan terkejut saat melihat tempat eksekusi berada didepan nya, "Ini...! Tempat eksekusi!" Luffy tersenyum senang sebelum berlari kesana, "Aku beruntung! Shishishi!" Luffy memanjat tempat eksekusi itu dan tersenyum saat melihat pemandangan dari atas sana.
"Sugeee! Jadi ini yang dilihat Raja Bajak Laut sebelum meninggal." Kata nya kagum.
XxX
"Tidak salah lagi, itu memang dia. Dia ada disana!" Beberapa orang berjubah terlihat berada di gang gelap, mereka sedang mengawasi seseorang. Tiba-tiba lebih banyak orang berjubah datang dan mereka segera berbaris menuju tempat eksekusi.
Kembali ke Luffy, dia yang masih menikmati pemandangan terkejut mendengar teriakan seseorang dibawah, "Hey, nak! Turunlah dari sana, tempat itu merupakan tempat bersejarah milik pemerintah dunia. Cepat turun atau aku akan menangkap mu!" pria tua yang berbicara tadi berteriak kesakitan saat terkena pukulan.
"Kau harus menunggu giliran mu, paman!" ucap seorang wanita dengan gada besar. Dia memiliki wanita cantik yang memiliki wajah halus. Dia memiliki rambut bergelombang yang ditutupi oleh topi koboi nya. Dia sendiri memakai atasan bikini dengan celana ketat Capri. Dia juga mengenakan mantel ungu untuk menutupi atasan nya dan sebuah jubah dengan motif love.
Dia adalah Alvida, bajak laut pertama yang Luffy kalahkan.
"Sudah lama sekali kan, Mugiwara no Luffy. Senang bertemu dengan mu." Luffy memandang nya bingung. "Apakah aku pernah bertemu dengan mu?" dia bertanya.
Wanita itu tersenyum kepada Luffy membuat orang-orang yang ada disana menatap nya dengan love dimata mereka. Dia mengelus perut nya yang mulus, "Aku masih mengingat nya." Katanya lembut.
"Kau memukul ku sangat keras saat itu, itu menyakitkan, kau tau." Sambung nya. Para warga disana menatap Luffy dengan pandangan membunuh membuat si empu gelisah.
"Aku menyukai laki-laki yang kuat, Luffy." Dia kembali berkata memandang ke atas. "Jadilah milikku, Luffy!" sambung nya tidak ada perdebatan. Luffy menatap wanita itu dengan aneh.
"Tidak mau! Kau ini siapa sih?" Luffy bertanya kencang, dia tidak mengenal nya dan wanita itu bersikeras menjadikan nya milik nya. Hei dia bukan makanan, kan?
"Kau masih tidak mengingat nya?" Alvida sedikit kesal sekarang, derap langkah kaki membuat nya mengalihkan pandangannya. "Nyonya, kami adalah satuan polisi, kami akan menangkap mu karena sudah memukul petinggi polisi. Dan kau..!" polisi itu menunjuk Luffy.
"Turun dari sana sekarang, atau kami akan membawa mu juga!" kata nya keras. Mereka menodongkan senjata nya ke wanita itu.
"Apa kau yakin ingin menangkap ku, sayang?" mata para polisi itu berubah menjadi love dan tiba-tiba mereka terlempar terkena bom yang dilemparkan. Pecahan dari air mancur yang ada disana meluncur ke arah Alvida.
Mereka terkejut melihat pecahan batu itu seperti tergelincir dan terlempar ke arah yang lain. "Itu sangat berbahaya, sayang ku." Dia berkata kepada pria berjubah.
"Itu tidak masalah, lagipula dengan buah Sube-sube mu itu, serangan apapun tidak akan bisa menyentuh mu sayangku Alvida!" kata pria berjubah itu.
"Apa? Alvida?! Dimana dia?" teriak nya terkejut. Alvida berteriak dibawah sana kepada Luffy, "Dia itu aku, bodoh!" Luffy menatap nya dengan pandangan bodoh.
"Kau bodoh ya! Kau sama sekali tidak mirip dengan nya!" seru nya keras. Alvida tersenyum mendengar itu dan melepas jubah nya.
"Tentu saja, setelah aku memakan buah iblis, aku sekarang sudah berubah. Aku memakan buah Sube-sube yang membuat semua serangan tidak akan bisa menyakitiku dan akan membuat ku tetap cantik." Dia menjelaskan dengan pesona nya, Luffy terlihat tidak acuh.
"Untuk menemukan mu, aku harus bekerja sama dengan pria di belakang ku ini." Dia menunjuk pria itu yang mulai terkekeh hinggs tertawa keras. Dia membuka jubah nya memperlihatkan diri nya ke seluruh kota.
"Akhirnya di perkenalkan juga! Sekarang lihatlah, pria yang hebat telah kembali!" teriak nya berpose. Dia adalah seorang pria dengan penampilan seperti badut diwajah nya, memakai baju belang merah putih bergaris dengan celana hijau dan selempang hijau tersampir di pinggang nya.
Dia juga memakai jubah seperti kapten bajak laut berwarna orange dengan topi bajak laut yang serasi dan memakai sarung tangan dan sepatu sederhana.
Dia adalah Buggy The Clown.
"Mugiwara, sejak kau melempar ku, aku selalu ingin membalas perbuatan mu kepada ku dan teman-teman ku. Kami sudah melalui perjalanan yang menyenangkan sekaligus menyedihkan dan aku menamai nya dengan petualangan besar Buggy." Luffy menatap nya tidak mengerti sambil berusaha mengingat siapa dia.
"APA KAU TIDAK INGIN MENGATAKAN SESUATU?!" Buggy berteriak ke langit marah, Luffy memukul tangan nya, "Ah, nama mu siapa ya? Boggy? Tidak, Buggie? Salah juga, Buhii?" Luffy seperti nya berusaha berpikir sebelum dia mengangguk.
"Benar juga, kau Bouffon!" Buggy menatap nya dengan datar sebelum akhirnya berteriak lagi, "APA KAU BERCANDA? MAU SAMPAI KAU MENGHINA KU, BRENGSEK!" Teriak nya.
Orang-orang disana terlihat mundur selangkah saat mendengar nama Buggy. Mereka tentu saja mengenali nama itu. Mereka semua segera berlari menjauh tidak ingin berada diantara pertempuran bajak laut.
Bawahan Buggy mengarahkan senjatanya ke arah warga, "Kalian semua berhenti berlari! Atau aku akan menunjukkan kekejaman ku kepada kalian semua!" Luffy yang melihat itu marah dan ingin menghajar badut itu.
Langkah nya terhenti saat dia terjebak di antara kayu yang menahan kepala dan tangan nya. Di atas nya duduk seorang pria yang menyeringai kepada nya.
"Senang bertemu dengan mu, Mugiwara! Bagaimana kabar Roronoa Zoro?" dia berbasa basi. "Bagus sekali, Cabaji!" Buggy tertawa saat melihat salah satu bawahan nya berhasil menahan Luffy.
"Saksikanlah, seluruh warga kota ini. Eksekusi didepan publik akan segera berlangsung!" teriak nya mengumumkan. "Sekarang kau tidak akan bisa lolos, Mugiwara no Luffy, aku akan mengeksekusi mu ditempat yang sama dengan Raja Bajak Laut! Gyahahahaha!" Luffy mencoba melepaskan diri dari borgol kayu itu, tidak mendengarkan sama sekali perkataan badut itu.
Di kantor angkatan laut sendiri, Smoker juga terlihat terkejut mendengar laporan bawahan nya, "Kau yakin?! Mugiwara no Luffy ada di tempat eksekusi?!" prajurit itu terlihat yakin menatap Smoker, "Ya, Smoker-taichou. Kami melihat seorang pemuda yang sesuai deskripsi sedang ditahan di tempat eksekusi oleh Buggy The Clown, dan Kanabo no Alvida." Jelas nya kepada kapten berambut perak itu.
"Tidak peduli siapa mereka, aku akan mengalahkan mereka dan memenjarakan mereka, kau dengarkan aku!" dia berseru ke prajurit itu.
"Perintahkan Unit satu untuk pergi ke pelabuhan dan hancurkan seluruh kapal bajak laut, lalu suruh Unit kedua untuk mengepung tempat mereka saat ini dan sisa nya serahkan padaku, jangan bergerak sebelum mendapat aba-aba dari ku, kau mengerti?!" dia mengangguk hormat dan segera menjalani perintah nya.
"Smoker-taichou!" dari belakang nya terlihat gadis dengan pedang ditangan nya, dia Tashigi.
"Tashigi, kau ikut dengan ku!" gadis itu mengangguk mengerti dan mereka mulai pergi ke tempat eksekusi.
Beralih ke tempat lain, saat ini terlihat tiga orang sedang berjalan cepat. Mereka Nami, Usopp dan Sanji. "Cepatlah kalian, kita harus segera ke kapal dan mempersiapkan kapal, akan terjadi badai di kota ini." Nami berkata sambil menoleh ke belakang.
"Ya, aku juga merasakan hal yang sama. Udara disekitar terlihat sangat aneh sekarang." Sanji setuju dengan Nami, dari depan mereka muncul Zoro yang menggaruk kepala nya, "Minna! Akhirnya aku bertemu dengan kalian. Apa kalian melihat Luffy, seperti nya aku kehilangan nya." Dia berkata kepada mereka yang sama bingung nya dengan Zoro.
"Tidak, kami tidak. Dimana Naruto-kun? Bukannya dia bilang akan mengawasi Luffy?" Zoro menggelengkan kepala nya, "Kami berdua kehilangan dia, dan kami akhirnya berpisah untuk mencari nya."
Suara teriakan orang-orang membuat mereka mengalihkan pandangan mereka, "Seseorang akan dieksekusi! Bajak laut Buggy akan mengeksekusi Mugiwara no Luffy, ayo kita lihat kesana!" mereka berempat terkejut mendengar nya.
"Apa?! Luffy akan dieksekusi?" Usopp berteriak panik. Nami menghela napas nya lelah, "Si bodoh itu, selalu membuat masalah saja." Kata nya lelah.
"Naruto berkata kepada ku untuk menyuruh kalian ke kapal, dia merasakan bahwa kota ini akan terkena badai sebentar lagi. Naruto mungkin sudah berada di tempat Luffy sekarang, aku akan menyusul nya dan akan kembali ke kapal secepat mungkin." Nami dan Usopp mengangguk mengerti, Sanji melempar bagian ikan nya kepada Usopp dan segera berlari bersama Zoro.
"Usopp bawa itu ke kapal, ya!" dia berseru membuat Usopp menatap orang itu kesal. "Apa? Bagaimana aku bisa membawa ini sendiri?!"
"Berhentilah merengek seperti seorang gadis, pergilah sekarang!" teriak Sanji dari kejauhan.
"Usopp, ayo segera bergerak!" Nami mulai berlari ke arah sebalik nya meninggalkan Usopp yang terlihat kewalahan membawa ikan besar itu, "Hey, setidak nya bantu aku dengan ini!"
XxX
"Laki-laki dengan topi jerami itu, mereka serius ingin mengeksekusi nya?!" tanya nya sedikit panik, Smoker yang melihat nya menyipitkan mata nya, 'Dia tidak terlihat ketakutan sama sekali, kenapa dia...!'.
"Taichou, apa kita tidak akan menyerang nya?" tanya salah satu prajurit dengan senapan ditangan nya.
"Baka, kita disini saja." Dia berkata dengan cerutu di bibir nya, "Tapi apa yang akan kita lakukan dengan mereka?" Smoker menatap nya dengan mata yang dingin.
"Yang memberi perintah disini adalah aku!" nada dingin yang dikeluarkan nya membuat mereka merinding, "Biarkan para bajak laut itu berbuat sesuka mereka, kita tidak perlu ikut campur." Kata nya kepada para bawahannya.
"Dengar, setelah kepala Mugiwara tertebas, kalian akan menangkap Buggy, Alvida dan para anak buah nya. Apakah kalian mengerti?"
Ditempat eksekusi, beberapa petir menyambar dilangit yang sudah mendung. Anak buah Buggy terlihat bersenang-senang dibawah sana merayakan kemenangan mereka.
Luffy terlihat senang dengan suasana dibawah sana, "Aku belum pernah melihat eksekusi sebelum nya, jadi seperti ini suasana sebelum eksekusi." Kata nya membuat Buggy menatap nya datar.
Buggy menginjak kayu Luffy, "Dasar bodoh, ini adalah eksekusi mu." Ucap Buggy kesal. Luffy melihat kedepan kosong sebelum menatap nya dengan mata melotot, "EH?! APA KAU GILA?"
"BRENGSEK, KAU MENGANGGAP KU GILA?!" Buggy ikut berteriak kepada nya marah, Luffy terlihat memberontak sambil berteriak.
"Sialan! Lepaskan aku! Lepaskan aku! Seseorang tolong selamatkan aku! Ahhh... Tidakkkkk!" mereka semua mendengar kan teriakan putus asa pemuda itu dengan miris. Tidak ada yang bisa mereka lakukan.
Kembali dengan Nami dan usopp, mereka saat ini sedang berlari ke arah kapal, apa yang diprediksi oleh Nami dan Naruto benar. Sekarang di atas langit sudah mendung dan angin mulai bertiup liar.
"Usopp, kita harus cepat ke kapal dan mempersiapkan nya, jika benar Luffy akan di eksekusi, pasti para angkatan laut itu sudah mengetahui nya dan akan bergerak ke pelabuhan dan mencoba Menghancurkan Going Merry, kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi." Nami menjelaskan membuat Usopp melotot.
"APA?! Tidak akan kubiarkan mereka Menghancurkan hadiah dari Kaya-chan. Tunggu apalagi Nami, ayo cepat ke kapal!" Usopp berlari sangat kencang meninggalkan Nami yang menatap nya dengan mulut terbuka lebar.
"Usopp! Bagaimana kau bisa secepat itu?!" Nami berseru bertanya-tanya.
XxX
"Maafkan aku, tolong lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi nya. Tolong lepaskan aku." Luffy bergumam lemas, tenaga nya habis setelah berteriak memberontak tadi.
"MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN ITU, DASAR BAKA!" Buggy berteriak lucu kepada Luffy, pedang nya berada di tangan sekarang.
Naruto yang sekarang menyembunyikan diri nya dengan jubah nya sedang berdiri dari kejauhan. Sebenarnya dia sudah tiba sejak Luffy ditahan oleh pria bernama Cabaji itu, tapi dia menahan diri untuk tidak muncul terlebih dahulu karena dia belum melihat satu pun angkatan laut disini.
Jadi, dia diam untuk melihat dimana angkatan laut, tidak mungkin mereka tidak tau tentang eksekusi ini, apalagi dengan harga bounty Luffy, seharus nya berita eksekusi nya menarik perhatian mereka.
Naruto menatap ke atas saat mendengar pria badut itu berteriak, "APA KAU MEMILIKI KATA-KATA TERAKHIR, MUGIWARA?!" Naruto memandang tertarik itu, dia ingin mendengar apa yang ingin Luffy katakan sebelum menyelamatkan nya.
"AKU AKAN MENJADI RAJA BAJAK LAUT!" Teriakan nya membuat semua orang disana menatap nya dengan bola mata yang melebar.
"Apa katanya?"
"Menjadi Raja Bajak Laut?"
"Apa dia sudah gila?!"
Riuh suara terdengar di sana mendengar pemuda topi jerami itu memproklamirkan diri. Bahkan angkatan laut yang saat ini sedang bersembunyi terkejut.
"Sekarang akhir mu, Mugiwara! Kau akan mati disini!" seru nya mengangkat pedang nya. Suara tawa seseorang mengalihkan pandangan semua orang, mereka melihat pria berjubah sedang tertawa keras.
"SIAPA KAU? BERANI NYA KAU MENGGANGGU PELAKSANAAN EKSEKUSI INI!" Buggy berteriak dari atas podium eksekusi. Naruto menghentikan tawa nya sebelum menyeringai.
"Maaf, Buggy tapi aku tidak bisa membiarkan mu mengeksekusi nya." Naruto berkata dengan santai. Mereka semua yang berada disana tidak bisa melihat wajah nya yang tertutup.
"DAN MENGAPA BEGITU, KAU ORANG ASING YANG ANEH?" Naruto tersenyum mendengar nya, "Kenapa kau bertanya? Tentu saja, dia berkata akan menjadi Raja Bajak Laut kan? Kalau begitu, jadilah!" Naruto menghirup udara menahan nya didada nya.
"DIA AKAN MENJADI RAJA BAJAK LAUT, DAN AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN DIA MATI SEBELUM DIA MENCAPAI TUJUAN NYA!" teriakan nya membuat mereka semua terkejut lagi.
Dari belakang Naruto muncul Sanji dan Zoro, mereka menatap Naruto dengan seringai mereka sendiri, "Kau benar-benar tau cara mengambil perhatian orang bukan, Naruto?" Zoro bertanya berjalan kesamping nya. Sanji mengikuti di sebelah Naruto.
"Bukan kau saja yang tidak akan membiarkan dia mati, bukan begitu Marimo?" Zoro memegang pedang di pinggang nya.
"Apa yang dikatakan oleh koki mesum ini benar, kami tidak akan membiarkan nya mati semudah itu, aku dan kapten bodoh itu sudah berjanji untuk mewujudkan impian kami bersama!"
Luffy yang melihat mereka tersenyum senang dan berteriak, "ZORO! SANJI! KAU KAH ITU NARUTO? KALIAN DATANG?!" Naruto menepuk kepala nya sebelum membuka penutup kepala nya, "Si baka itu, dia tidak mengenaliku? Dia pasti bercanda." Naruto menggerutu membuat Zoro dan Sanji menyeringai.
"A...Apa dia baru saja mengatakan Naruto?"
"Tu...Tunggu! Ma...Maksudmu Uzumaki Naruto?!"
"B...Bu..ronan dengan bounty 70 juta berry?! Dia ada disini?!"
"K...Kau datang!" Buggy melebarkan mata nya terkejut melihat Naruto, tangan nya bergetar melihat pria itu. Buggy menguatkan tangannya dan mengangkat pedang nya, "Tapi itu sudah terlambat! Aku akan mengakhiri nya sekarang!"
Zoro dan Sanji yang melihat itu berlari kedepan mencoba menggagalkan eksekusi. Mereka dihadang oleh anak buah Buggy yang membuat mereka kesal, Naruto diam dengan poni menutupi mata nya.
Mereka dikejutkan dengan teriakan Luffy, "Naruto! Zoro! Sanji! Nami! Usopp! Maaf." Luffy tersenyum ke arah mereka dengan lebar.
"Aku akan mati!" petir menggelegar di langit, mereka semua menatap bocah itu dengan mata melebar, bahkan Smoker juga menatap nya terkejut, 'Dia... Tersenyum...!'
"MATI! MUGIWARA!" Buggy berteriak dengan pedang di atas.
"Kau terlalu lambat, Buggy..." Buggy menoleh ke belakang nya melihat Naruto berada di belakang nya mengudara, dia melihat jari nya membentuk jentikan yang diarahkan ke jidat nya.
Tik!
Suara jentikan pelan itu berubah menjadi bunyi benturan keras saat Buggy terlempar ke bawah menghancurkan panggung eksekusi. Mereka menatap tempat yang hancur itu dengan pandangan horor.
Belum pernah mereka melihat seorang manusia biasa bisa melempar orang hanya dengan jentikan jari nya, bahkan mereka tidak perlu memikirkan bagaimana kerusakan yang akan terjadi jika itu menjadi pukulan. Hari itu hujan turun membasahi bumi.
"Aku masih tidak terbiasa dengan jentikan jari itu, apakah itu Chakra?" Zoro yang baru saja menebas bajak laut terakhir bertanya kepada Naruto. Sanji juga muncul di samping nya penasaran.
"Ya, itu Chakra. Sekarang mari kita pergi dari sini sebelum para angkatan laut datang." Naruto membersihkan debu di jubah nya sambil membantu Luffy, bocah itu sendiri sedang tertawa senang.
"Hahahaha! Aku kira aku akan mati! Terima kasih Naruto sudah menyelematkan ku!" Naruto mengangguk kepadanya. "Berterima kasih nanti, kita harus pergi sekarang juga." Mereka mengangguk dan mulai berlari.
"Cepat ke kapal, jika kita terjebak di tengah badai ini, kita tidak akan bisa ke Grandline!" seru Sanji membuat Luffy panik. "Kalau begitu ayo kembali ke kapal dan berlayar ke Grandline!"
Suasana pertarungan berubah saat angkatan laut muncul, Naruto dan yang lainnya berhasil meninggalkan pertempuran dan melaju ke pelabuhan. Para anak buah Buggy, Alvida dan Buggy sendiri berhasil ditangkap.
Kembali pada mereka berempat, saat ini mereka sedang berlari menghindari kejaran angkatan laut, di depan mereka, seorang gadis berdiri dengan kepala tertunduk, Naruto dan Zoro yang mengenali itu mengerutkan kening.
"Jadi, itu kalian! Roronoa Zoro dan Uzumaki Naruto, kalian berdua telah menipu ku!" Sanji melotot kepada mereka berdua saat mendengar nya. "Apa?! Kalian menipu gadis cantik itu!" Mereka berdua mengabaikan nya.
"Maaf saja, tapi kau tidak pernah menanyakan namaku dan Naruto, jadi kami tidak menipu mu." Kata Zoro maju, dia memegang pedang ditangannya.
"Kau berbohong, aku bahkan sudah menanyakan nama mu saat itu dan kalian berdua pergi." Naruto yang kali ini maju, dia mencoba membantah nya, "Tidak, kau memang tidak menanyakan nama kami lebih awal, saat kau bertanya kami sedang memiliki urusan yang perlu diselesaikan." Naruto beralasan.
"Lagipula, kami sudah berjanji bahwa kau akan mengetahui nama kami nanti saat kita bertemu lagi, dan seperti nya ini pertemuan yang terlalu cepat." Naruto berkata melanjutkan.
"Berhenti bicara! Aku tidak akan mempercayai ucapan kalian lagi!" Tashigi kemudian menatap Zoro, "Aku tidak akan membiarkan mu memakai pedang-pedang itu untuk kejahatan! Aku akan mengambil Meitou, Wado Ichimonji dan Yubashiri dari tangan mu!"
Zoro menyeringai mendengar nya sebelum akhirnya menarik pedang nya dan mereka berdua bentrok, "Kalian pergilah, aku akan mengurus ini disini dengan cepat!" Luffy mengangkat bahu nya dan tersenyum sebelum berlari kembali.
"Oy, Marimo! Aku akan membunuhmu jika kau melukai gadis itu, kau mengerti!" Naruto menarik kerah Sanji menyudahi sumpah serapah nya. Prajurit yang lain melihat itu tidak tinggal diam dan mengejar mereka, meninggalkan Zoro dan Tashigi disana yang bertarung.
Tak begitu jauh, dari depan mereka muncul lagi satu orang pria bertubuh besar dengan sepeda motor. Dia menatap tiga pemuda disana dengan tatapan tajam, "Monkey D. Luffy, Uzumaki Naruto! Aku tidak akan membiarkan buronan seperti kalian pergi ke Grandline!" Dia berkata dengan dingin.
"Mugiwara, aku sudah mengatakan nya kepada mu. Kau harus mengalahkan ku dulu jika ingin pergi ke Grandline." Luffy tersenyum mengingat itu.
"Begitu, ya? Aku ingat sekarang." Naruto menatap nya bingung, "Ingat apa? Apa yang kau bicarakan?" Naruto bertanya kepada nya.
"Naruto! Sanji! Kalian pergilah duluan, aku akan menyusul kalian nanti." Luffy berkata membuat Naruto dan Sanji menatap nya, "Kau yakin? Aku bisa menggantikan mu bertarung dengan nya." Dia mengangguk kepada Naruto.
Naruto mendesah sebelum dia berkata kepada Sanji, "Kalau begitu aku akan menghalangi para prajurit itu, Sanji pergilah duluan, katakan kepada Nami untuk menjalankan kapal." Sanji menatap mata Naruto sebelum akhirnya mendesah pasrah.
"Baiklah kalian! Cepat selesaikan agar kita semua bisa pergi ke Grandline!" Naruto dan Luffy tersenyum dan memberi nya jempol.
Sanji berlari kembali meninggalkan mereka berdua dibelakang. "Baiklah, sekarang waktu nya pemukulan." Naruto meninju sebelah tangan nya dan berlari ke arah pasukan itu meninggalkan Luffy dan Smoker.
Naruto memukul satu orang paling depan saat dia akhirnya sampai, Naruto meliukkan badan nya ke kiri menghindari pedang prajurit itu sebelum menendang nya, bertahan dalam posisi itu, Naruto melompat dan berhasil melakukan sapuan setelah memutar badan nya membuat banyak dari mereka terjatuh.
Dia menggelengkan kepala nya kesamping menghindari sebuah peluru, menatap pelaku yang melakukan itu, Naruto berlari Zig zag sambil memukul beberapa prajurit yang menghalangi jalan nya. Naruto mengambil momen dengan berjalan di tembok rumah dan melakukan salto membuat nya terjatuh meninggalkan retakan ditanah. Aksi pemukulan itu hanya bertahan selama 5 menit, meninggalkan Naruto sendirian yang berdiri di antara prajurit yang tumbang.
Naruto sedikit mendecih melihat nya, dia bahkan tidak menggunakan pedang nya dan mereka semua sudah jatuh, dia tidak tau seberapa bagus kualitas prajurit angkatan laut ini. Apakah mereka semua selemah ini?.
Naruto menggelengkan kepala nya mengusir pemikiran itu, dia mengalihkan pandangannya menatap Luffy yang saat ini terjebak ditanah dengan Smoker diatas mengambil pedang nya.
Naruto yang melihat itu terkejut dan ingin membantu, tidak sebelum seorang pria berjubah datang dan menahan pedang nya.
Naruto yang melihat itu terkejut dan terdiam di tempat nya.
"Siapa? Siapa itu?" Luffy berontak dibawah sambil bertanya, Smoker menatap pria itu, "Pemerintah dunia sangat menginginkan kepala mu itu."
Petir menggelegar menampakkan wajah nya yang memiliki tato disebelah wajah nya, "Dunia memang sangat menantikan jawaban dari kami." Jawab pria itu. Dari langit tiba-tiba angin kencang muncul dan bergerak liar. Mereka semua terlempar tertiup angin.
Setelah beberapa saat, angin kencang itu mereda meninggalkan kehancuran disekitar nya. Zoro mengangkat badan nya yang terjatuh dan melihat sekitar, "Apa yang baru saja terjadi?" tanya nya kepada yang lain.
Sanji, Usopp yang turun dari kapal, Naruto dan Luffy bangkit dan berdiri disekitar Zoro. Mereka mendengar teriakan Nami dari kejauhan, "Luffy! Naruto-kun!"
"Nami!" teriak Luffy melambai, Sanji mendekati nya, "Kita harus kesana sebelum kapal terseret arus laut." Luffy menyeringai sebelum berlari kebelakang.
"Serahkan padaku!" dia berseru, Naruto merasakan firasat buruk. "Oy, apa kau yakin itu ide yang bagus?"
"Gomu-Gomu no Rocket!" mereka semua berteriak saat Luffy melontarkan diri nya bersama anggota kru nya ke kapal. Mereka menabrak layar dan terjatuh di geladak kapal.
"Minna!" Nami berseru senang melihat mereka berhasil ke kapal.
Di kota saat ini terlihat para prajurit angkatan laut berdiri melihat ke laut. Mereka menatap ke atas atap melihat pria berjubah yang sudah menyelamatkan Luffy, "Pergilah..! Jika cara ini yang kau pilih..."
"Mengapa kau membantu bocah itu berlayar? Dragon?!" pria berjubah yang sekarang bernama menyeringai, "Tidak ada alasan untuk menghentikan para anak-anak muda itu untuk berlayar." Jawaban ambigu membuat mereka bingung.
Smoker menatap pria itu lama sebelum menatap bawahan nya, "Carikan aku kapal! Aku tidak akan membiarkan mereka lepas dari genggaman ku. Aku akan ke Grandline..!" mereka terkejut mendengar keputusan nya.
"Tapi, Smoker-taichou, kota ini merupakan wilayah kekuasaan mu! Jika kau pergi, maka..." Smoker menatap nya prajurit yang berbicara itu dengan dingin, "Aku tidak menerima perintah dari mu! Lagipula tidak perlu memberitahu markas besar bahwa aku pergi." Kata nya membuat mereka meneguk ludah mereka.
"Smoker-taichou! Aku akan ikut dengan mu! Aku tidak bisa membiarkan Roronoa Zoro lolos setelah dia melakukan ini kepada ku!" Smoker menatap gadis yang marah itu.
Tidak jauh dari pelabuhan, sebuah kapal keluar dari sana meninggalkan kota, didalam kapal kita bisa melihat Buggy dan kru nya bersama Alvida, "Bagaimana bisa tiba-tiba muncul badai disana? Apakah itu takdir untuk membiarkan orang-orang meninggalkan kota itu?" mereka semua terdiam mendengar pertanyaan kapten mereka yang tidak bisa mereka jawab.
"Sekarang kita akan kemana?" Alvida bertanya kepada Buggy yang menyeringai, "Tentu saja, Grandline. Bukankah bocah itu juga pergi kesana? Kita akan menyusul nya dan membunuh topi jerami dan Uzumaki Naruto!" Mereka terkejut mendengar nya, mereka belum pernah ke Grandline sebelum nya.
Kembali ke Going Merry, saat ini mereka sudah menjauh dari kota dan berkumpul. "Lihat cahaya itu!"
"Bukankah itu Mercusuar?" Nami mengangguk mendengar pertanyaan Usopp, "Lampu itu akan menunjukkan kita pintu jalan masuk ke Grandline." Jelas nya. Luffy yang duduk di paling depan tersenyum sambil memegang topi nya.
"Itu artinya, jika kita mengikuti lampu itu, kita akan sampai ke Grandline?" tanya Luffy.
Nami mengangguk, "Betul sekali!"
"Tapi bagaimana kita bisa berlayar dengan cuaca seperti ini?" Usopp dengan panik bertanya, dia berpelukan dengan tiang kapal. Naruto yang melihat itu terkekeh, begitu juga yang lainnya.
"Baiklah, sebelum kita melanjutkan petualangan kita, lebih baik kita mengucapkan impian kita terlebih dahulu."
"Aye-aye!"
"Tidak masalah! Ayo lakukan!"
Mereka berdiri melingkar mengelilingi tong, Sanji mengangkat satu kaki nya ke atas tong, "Aku ingin menemukan dimana All Blue berada!"
Kali ini Luffy yang melakukannya, "Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!"
"Aku akan menjadi Pendekar Pedang Terhebat di Dunia!" Zoro selanjutnya mengangkat kaki nya.
Nami dengan semangat mengangkat kaki nya, "Aku ingin menggambar Peta seluruh dunia!"
Usopp yang gugup mengangkat satu kaki nya, "A..Aku ingin menjadi ksatria lautan yang gagah berani!"
Mereka semua menatap Naruto yang belum mengucapkan mimpi nya, "Naruto, apa yang kau lakukan? Sebutkan mimpi mu dengan lantang! Kami akan membantu mu mencapai impian mu! Shishishi!" Naruto menatap nya dengan mata lebar sebelum tersenyum sedikit.
"Aku tidak yakin kalian bisa membantu ku dengan mimpi ku." Nsruto berkata menatap mereka semua.
"Jika tidak kita coba, tidak ada yang tau, bukan?" Ucap Luffy. Naruto tersenyum kepada mereka yang dibalas.
Naruto mengangkat kaki nya dan meletakkan nya di tong, "Kalau begitu, aku akan menjadi manusia terkuat di dunia, tidak peduli angkatan laut atau bajak laut yang lain, aku akan mengalahkan mereka dan menjadi yang terkuat!"
"Oy, bukankah itu terlalu ambisius." Zoro berkata membuat Naruto menatap nya kesal, "Lalu bagaimana dengan mu, bukankah kau sama saja!" Naruto yang tak mau kalah berdebat, mereka tertawa melihat nya sebelum melihat tong itu.
"BAIKLAH MINNA! AYO BERANGKAT KE GRANDLINE!" mereka mengangkat kaki mereka bersamaan.
"YO!" teriak mereka serempak.
XxX
To be continued~
XxX
A/N: Terima kasih telah membaca cerita ini, dan beri tahu saya jika ada kesalahan.
Halo gaes ketemu lagi sama saya di update an terbaru chapter fanfic ini, saya harap kalian menyukai ini dan menikmati nya. Jangan lupa untuk me Review update terbaru ini, saya akan senang menerima masukan ataupun yang hal lain. Jangan lupa untuk Follow dan Favorit fic ini agar kalian tidak ketinggalan update an terbaru. Lanjut.
Tidak banyak yang ingin saya sampaikan kecuali bahwa saya memutuskan untuk mengambil libur selama seminggu, jadi minggu depan tidak akan ada update chapter terbaru.
Saya akan mulai update fic ini kembali pada tanggal 3 april hari Minggu. Yah, sebenarnya ada alasan mengapa saya melakukan ini. Saya ingin menambah stok chapter fic ini karena itu sudah menipis, jadi selama liburan ini, saya akan tetap menulis tapi tidak akan mengupdate cerita.
Alasan lain adalah saya ingin melakukan hal yang sama seperti Oda-sensei yang senang mengambil libur.
Sepertinya hanya itu yang ingin saya sampaikan, terima kasih atas perhatian kalian semua yang mau membaca A/N ini, Enjoy it gaes.
Bye.
