Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece. Saya cuman minjem karakter nya.
BAB VI.
Sebelum nya~
Kembali ke Going Merry, saat ini mereka sudah menjauh dari kota dan berkumpul. "Lihat cahaya itu!"
"Bukankah itu Mercusuar?" Nami mengangguk mendengar pertanyaan Usopp, "Lampu itu akan menunjukkan kita pintu jalan masuk ke Grandline." Jelas nya. Luffy yang duduk di paling depan tersenyum sambil memegang topi nya.
"Itu artinya, jika kita mengikuti lampu itu, kita akan sampai ke Grandline?" tanya Luffy.
Nami mengangguk, "Betul sekali!"
"Tapi bagaimana kita bisa berlayar dengan cuaca seperti ini?" Usopp dengan panik bertanya, dia berpelukan dengan tiang kapal. Naruto yang melihat itu terkekeh, begitu juga yang lainnya.
"Baiklah, sebelum kita melanjutkan petualangan kita, lebih baik kita mengucapkan impian kita terlebih dahulu."
"Aye-aye!"
"Tidak masalah! Ayo lakukan!"
Mereka berdiri melingkar mengelilingi tong, Sanji mengangkat satu kaki nya ke atas tong, "Aku ingin menemukan dimana All Blue berada!"
Kali ini Luffy yang melakukannya, "Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!"
"Aku akan menjadi Pendekar Pedang Terhebat di Dunia!" Zoro selanjutnya mengangkat kaki nya.
Nami dengan semangat mengangkat kaki nya, "Aku ingin menggambar Peta seluruh dunia!"
Usopp yang gugup mengangkat satu kaki nya, "A..Aku ingin menjadi ksatria lautan yang gagah berani!"
Mereka semua menatap Naruto yang belum mengucapkan mimpi nya, "Naruto, apa yang kau lakukan? Sebutkan mimpi mu dengan lantang! Kami akan membantu mu mencapai impian mu! Shishishi!" Naruto menatap nya dengan mata lebar sebelum tersenyum sedikit.
"Aku tidak yakin kalian bisa membantu ku dengan mimpi ku." Nsruto berkata menatap mereka semua.
"Jika tidak kita coba, tidak ada yang tau, bukan?" Ucap Luffy. Naruto tersenyum kepada mereka yang dibalas.
Naruto mengangkat kaki nya dan meletakkan nya di tong, "Kalau begitu, aku akan menjadi manusia terkuat di dunia, tidak peduli angkatan laut atau bajak laut yang lain, aku akan mengalahkan mereka dan menjadi yang terkuat!"
"Oy, bukankah itu terlalu ambisius." Zoro berkata membuat Naruto menatap nya kesal, "Lalu bagaimana dengan mu, bukankah kau sama saja!" Naruto yang tak mau kalah berdebat, mereka tertawa melihat nya sebelum melihat tong itu.
"BAIKLAH MINNA! AYO BERANGKAT KE GRANDLINE!" mereka mengangkat kaki mereka bersamaan.
"YO!" teriak mereka serempak.
Sekarang~
Sudah beberapa hari setelah mereka meninggalkan kota Loguetown dan kembali berlayar menuju Grandline. Mereka memang sedikit mengalami kesulitan sebelum nya setelah mereka secara tidak sengaja bertemu gadis kecil yang mengapung di lautan.
Karena tidak tega, mereka pun menyelamatkan nya dan meletakkan nya kedalam membiarkan nya beristirahat. Tak lama setelah itu, gadis kecil itu sadar dan memperkenalkan diri sebagai Apis, dia menceritakan masalah nya bahwa dia diculik oleh angkatan laut untuk alasan yang tidak diketahui.
Pada saat malam badai, dia berhasil kabur dan berakhir di laut. Gadis kecil itu berkata ingin pulang dan bertanya kepada mereka apakah mereka ingin mengantarkan nya. Mereka sepakat dan akhirnya mengantarkan nya.
Di tengah perjalanan mereka menemui rintangan dari angkatan laut yang mengejar hingga mereka berakhir di Calm Belt, sebuah lautan tenang yang tidak memiliki arus angin, sebuah rumah bagi monster laut berada.
Mereka panik dan menjadi lebih panik lagi setelah melihat banyak monster laut muncul, Naruto dengan gerakan cepat membuat jutsu Fuuton membuat hembusan angin menerbangkan mereka hingga ke jalur yang sebenarnya.
Dari sana, mereka berhasil mencapai pulau tempat gadis itu tinggal, itu merupakan pulau dengan bentuk kapal perang yang membuat mereka semua takjub. Mereka disambut oleh warga pulau itu dan membujuk mereka untuk masuk dan membiarkan mereka menjamu tamu yang telah menyelematkan gadis kecil itu.
Sudah lama mereka disana, Naruto merasakan perasaan aneh di atas gunung yang dia bicarakan dengan anggota yang lain. Mereka akhirnya memutuskan untuk menyelediki hal itu dan terkejut menemukan seekor naga dengan seorang gadis kecil yang mereka kenal, Apis.
Dia akhirnya menceritakan segala nya membuat Luffy memutuskan untuk membantu nya. Mereka melakukan petualangan kembali untuk menemukan rumah naga itu sampai akhirnya mereka sadar bahwa rumah naga itu berada di bawah air.
Sisa hari itu mereka habiskan di pulau itu sebelum akhir nya mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Grandline.
Kembali pada hari ini, saat ini mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Sanji dan Zoro yang sedang berada di atas tiang kapal terlihat menatap ke laut lepas sebelum Sanji berteriak kepada Nami.
"Nami-san! Aku ingin melapor! Ada awan hitam didepan sana, mungkin itu adalah badai." Nami yang berada dibawah terlihat memegang sebuah kertas peta. Naruto muncul dibelakang nya melihat juga.
"Kau memikirkan sesuatu Nami-chan?" Nami menoleh ke kiri melihat wajah tampan Naruto dari dekat. Wajah nya memerah sebelum mengalihkan pandangan nya kembali ke peta. Naruto terkekeh melihat wajah malu nya.
"T-Tidak, hanya saja aku berpikir kita sudah berada di jalur yang benar, seharusnya kita sudah bisa melihat Red Line." Kata nya gugup. Naruto mengangguk mengerti dan melihat Luffy naik ke tempat Sanji dan Zoro.
"Akhirnya sebentar lagi kita sampai di Grandline! Oy, Sanji! Ayo! Ayo! Ayo kita Grandline!" Luffy menampar punggung Sanji berulang dengan keras membuat nya menendang nya dari belakang.
"Hentikan!"
"Maaf..!"
Naruto tertawa dari bawah melihat kekonyolan kapten nya mengganggu Sanji, tawa nya semakin keras saat melihat Luffy beralih mengganggu Zoro.
"Si bodoh itu, aku tidak akan pernah bosan melihat kekonyolan nya itu! Hahaha!" dia tertawa disamping Nami.
Nami yang berada disampingnya hanya diam menatap serius peta itu, dia mengalihkan pandangan nya ke semua orang, "Semuanya segera masuk, kita akan mengadakan rapat!" kata Nami memberi perintah.
Mereka menatap nya sebelum akhirnya menurut dan segera masuk. Mereka mengambil tempat duduk masing-masing dengan sebuah peta diletakkan di tengah meja.
"Lihat ini, aku telah mendengar gosip dan itu juga tertulis di peta ini. Jika benar, maka pintu masuk ke Grandline adalah gunung."
"Gunung?" beo Luffy.
"Itu artinya kita harus mendaki gunung? Apa kau gila?" Zoro menatap Nami menganggapnya gila. Naruto menatap mereka serius, "Aku tau ini kedengarannya gila, tapi ada sebuah kanal di dinding gunung itu yang akan menjadi jalan masuk kita." Naruto menjelaskan kepada mereka yang menatap nya penasaran.
"Tunggu kau pernah melewati Grandline sebelum nya, Naruto-kun?" Naruto mengangguk kepada mereka. "Ya, itu sudah lama, tapi aku menjamin ada sebuah jalan di antara gunung itu."
"Bahkan jika memang ada sebuah kanal disana, bagaimana kita bisa melalui nya? Tidak mungkin kapal bisa mendaki sebuah gunung." Kata Zoro masih skeptis.
"Tapi seperti itulah yang dikatakan peta ini, lagipula Naruto-kun juga sudah mengatakan nya." Nami berkata tidak mengalah, Sanji terlihat menatap Zoro dengan tajam.
"Ya, itu benar! Nami-san tidak mungkin melakukan kesalahan!" Zoro menopang dagu nya dengan tangan menatap Naruto.
"Kau sebelum nya mengatakan pernah ke Grandline, bukan? Bisa kau jelaskan?" Naruto menggaruk kepala nya.
"Aku tidak bisa mengatakan nya secara akurat, tapi sejauh yang kutau, masing-masing dari 4 lautan memiliki sebuah kanal dengan arus yang sangat kuat menuju gunung..."
Naruto menunjuk ke peta tepat di tengah pertemuan 4 arus yang berkumpul, "Disini, lebih dikenal sebagai Reverse Mountain merupakan puncak dari berkumpul nya 4 arus itu yang akan bertabrakan dengan Red Line dan mengalir turun menuju Grandline." Jelas Naruto panjang lebar.
Naruto menyilangkan tangan nya menatap mereka kembali, "Jika kita tidak berhasil masuk ke kanal itu, maka bisa dipastikan Going Merry akan menabrak Red Line dan hancur." Mereka terlihat terkejut mendengar nya.
Mereka menatap kembali ke peta itu mengamati nya dengan serius, "Kita harus berhati-hati, jangan melepaskan pandangan kalian dan awasi gunung besar disana, kalian mengerti?" Nami menatap mereka meminta konfirmasi.
"Aku mengerti, Jadi itu seperti sebuah Gunung misterius, bukan? Shishishi!" Nami menatap Luffy dengan lelah, sudah mengerti isi pikiran nya.
"Aku sudah menduga kau tidak akan mengerti apapun." Nami menatap mereka lagi masih ingin berbicara. "Sekarang kapal kita sudah memasuki jalur yang benar, jika kita bisa mempertahankan posisi kapal hingga Reverse Mountain, kita pasti akan berhasil melewati nya." Naruto tersenyum dan mengangguk, begitu juga Luffy yang mengangguk bodoh.
"Nami-san! Kau sangat jenius!" Sanji berputar dengan love dimata nya untuk Nami.
"Aku tidak pernah mendengar ada kapal yang berlayar ke gunung." Sanji menatap Zoro tersenyum, "Aku pernah mendengar nya! Banyak bajak laut yang ingin pergi ke Grandline mati sebelum mereka bisa memasuki nya. Sekarang aku mengerti mengapa Grandline merupakan laut yang berbahaya."
Naruto bersandar di kursi nya menatap mereka, "Sebenar nya ada satu jalur lagi untuk mencapai Grandline tanpa melalui ini semua, tapi aku tidak tau apakah kalian ingin melewati jalur itu atau tidak, itu sedikit berbahaya, Loh!"
Naruto menyeringai kepada Luffy, "Ingin mencoba melewati jalur itu, Luffy?" Luffy menatap Naruto dengan seringai cerah, "Tentu saja, ayo kita..." Nami meninju kepala Luffy dan Naruto kesal.
"Tidak dan tidak akan pernah, kami akan melewati Reverse Mountain saja."
"A..Aye!" mereka berdua serempak bergumam.
Beberapa jam kemudian~
"Sanji, gulung layar nya!" Nami yang memakai mantel sedang berpegang pada kapal, dia menatap serius gelombang laut yang mengamuk. Mereka baru saja memasuki badai yang tadi sempat mereka lihat.
"Baik, Nami-san! Oy, Luffy bantu aku!" Luffy naik pada tiang layar kapal dan menarik layar ke atas, mata nya menangkap objek besar didepan yang terhalang oleh awan kabut.
"Oy, Aku melihat gunung misterius itu!" seru Luffy dari atas tiang, wajah nya terlihat bersemangat menatap gunung itu. Mereka yang mendengar nya berlari untuk melihat nya.
"APA?! BE...BESAR SEKALI! AKU BAHKAN TIDAK BISA MELIHAT UJUNG NYA!" Teriak Usopp dengan mata melotot, yang lain juga tampak kagum melihat gunung besar itu.
"Pintu masuk ke Grandline!" Nami terkagum, Naruto melihat nya dan tersenyum, "Ya, disana lah tujuan kita." Nami tersenyum kepada Naruto, lelaki pirang itu kemudian berteriak kepada Luffy.
"Oy, Luffy! Bersiaplah, tujuan kita ada didepan sana!" Luffy tersenyum sumringah mendengar nya, "Jadi, itu Red Line ya?"
Mereka semua berteriak saat kapal melaju dengan cepat, Luffy yang sedang bergantung diatas tertarik naik turun, "Kendalikan kemudi nya! Kita akan bergerak sangat cepat!" Usopp dan Sanji berlari ke arah kemudi, "Serahkan kepada kami!"
"N-Nami! Dimana pintu masuk nya? Cepat cari atau kita akan tertabrak!" Teriak Luffy panik. Nami menatap kedepan fokus, mata nya menangkap retakan di tembok besar itu, "Nami-san! Berikan komando mu!" teriak Sanji dari dalam.
"Tetap kendalikan dalam posisi ini!"
"Kau yakin?!"
Nami mengangguk percaya diri, "Lakukan saja!"
Luffy mendarat disamping Nami, "Jadi, disana ya pintu masuk nya?" Luffy bertanya kepada Nami. Gadis itu mengangguk ke arah Luffy. "Seharus nya begitu!" kata nya membalas pertanyaan Luffy.
"Sulit dipercaya, air itu benar-benar naik ke gunung!" Zoro melihat dengan teropong nya kaget, Naruto menatap nya dengan datar, "Sudah kubilang, bukan?"
"Kita harus tetap dalam posisi ini, jika tidak kita akan hancur berkeping-keping." Kata Naruto kepada mereka. Mereka mengangguk mengerti, Sanji dan Usopp terlihat berusaha keras menjaga posisi kapal.
"Kita berbelok! Sanji, Usopp arahkan ke kanan! Kanan!" teriak Luffy mengarahkan, Sanji dan Usopp mengangguk, "Ke kanan, ya? Baiklah!" mereka menekan ke arah kanan dengan kekuatan penuh. Kendali kayu itu terlihat tidak kuat sebelum akhirnya patah membuat semua orang disana terkejut.
Mereka melihat kapal kembali berbelok ke kiri, Luffy yang melihat itu berlari, "Gomu-Gomu no.. Fusen!" Luffy melompat ke bagian samping kapal dan tubuh nya membesar seketika menahan agar kapal tidak menabrak.
Mereka semua berteriak senang saat kapal akhirnya berhasil kembali ke jalur, "Luffy pegang tangan ku!" Zoro berteriak kepada Luffy yang disambut. Dia terjatuh dengan kepala tertancap di kapal.
"Berhasil! Dengan begini kita hanya perlu lurus hingga ke puncak!" Nami dengan mantel nya yang dibuang bersorak, dia tanpa sadar memeluk seseorang. Mata nya mengerjap sesaat dan melihat orang yang dipeluk nya.
Dia mundur selangkah dengan gugup menatap ke arah lain, Naruto, orang yang dipeluk Nami terlihat tersenyum sebelum melingkari pinggang nya. "Tidak perlu malu, kau terlihat sangat senang jadi aku tidak masalah jika kamu peluk." Kata Naruto lembut, Nami yang mendengar nya tersenyum dengan wajah merah membiarkan tangan laki-laki itu di pinggang nya.
Luffy yang akhirnya berhasil melepaskan diri berlari ke arah teman-teman nya dan melihat kedepan dengan senang. Dia bersorak bersama Usopp dan Sanji. Mereka yang sedang senang tidak menyadari ada siluet seseorang dibelakang mereka.
"Kalian manusia sialan!" mereka melihat ke arah samping dan terkejut melihat orang yang mereka lawan saat di pulau kapal perang berada di kapal mereka.
"Itu orang yang tadi.."
"Dia masih hidup?"
Pria itu berteriak kesal kepada mereka, "Diam kalian! Karena kalian aku gagal mendapatkan Ryukotsu! Sebagai ganti nya aku akan mengambil kepala kalian berdua yang seharga 100 juta berry!" seru nya menatap Naruto dan Luffy.
"Bagaimana ini? Jika dia menggunakan Kamaitachi nya disini, bisa-bisa kapal ini akan hancur." Usopp menatap Sanji dengan ketakutan. Zoro menggertakkan gigi nya melihat itu.
"Kita tidak memiliki tempat lain selain disini!" ucap Zoro. Pria dengan rambut aneh itu terlihat menyeringai, "Mengerikan, bukan? Kalian tidak akan bisa kabur lagi dari ku!"
Nami mendapat ide saat itu juga, dia menunjuk ke arah bawah, "Lihat, ada Ryukotsu!" pria itu mengalihkan pandangannya kebawah. Nami yang melihat nya menyeringai, dia berlari kearah pria itu dan menendang kaki nya membuat pria itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke air.
"Bye, bye!" para anggota kru memukul lengan nya pelan dengan keringat didahi mereka, "Oh, begitu ya caranya."
"Pengganggu nya sudah pergi, jadi kita bisa bersenang-senang lagi." Nami berjalan lagi ke arah Naruto yang tersenyum pada nya. Naruto terlihat terkejut saat dia mengambil tangannya dan menaruh nya kembali ke pinggang nya.
Nami yang malu tidak menatap Naruto mengacuhkan nya, dia menatap ke puncak gunung. "Lihat! Kita sudah melewati awan nya! SUGEE!" Luffy berteriak kesetanan, dia saat ini sedang duduk di kepala kapal.
"Bersiaplah! Akan ada sedikit guncangan!" Naruto memperingatkan sebelum akhirnya kapal terbang ke langit dan terjatuh kembali menuruni gunung. "Aku melihat nya! Lautan terbesar di dunia! Grandline!" mereka semua tersenyum mendengarnya.
"TEPAT DIDEPAN KITA! ONE PIECE TELAH MENANTI!" Teriak nya senang.
Mereka kembali melewati awan dan kabut awan mulai muncul, Zoro melihat sekeliling nya saat dia mendengar sesuatu, "Apa kalian mendengar sesuatu?"
"Apa? Mendengar apa?" Nami bertanya tidak menatap Zoro, pria berambut hijau melihat sekeliling, "Aku mendengar suara, tidakkah kalian mendengar nya?"
"Mungkin itu suara awan, sangat wajar jika kau mendengar suara." Nami beralasan, Naruto yang berada disamping nya terlihat berpikir, seperti nya dia sedikit melupakan sesuatu.
Usopp menggunakan kacamata super nya melihat hal aneh didepan nya, "Apa itu?" dia bergumam.
Sanji yang naik melalui jaring berteriak pada mereka, "Nami-san! Aku melihat sebuah gunung didepan sana!" Nami melebarkan matanya.
"Apa..?! Tidak mungkin ada sebuah gunung didepan!" Nami balas berteriak kebelakang. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Naruto yang membeku.
"Naruto-kun?! Kau mengetahui sesuatu?" Nami bertanya keras ke arah Naruto, "Jangan-jangan itu..."
"Ada apa, Naruto-kun?!"
"Te...Teman-teman! Maaf aku lupa mengatakan ini, itu bukan sebuah gunung, yang didepan kita adalah Laboon..!" mereka menatap nya penasaran, "Apa itu Laboon?" tanya Nami kepada Naruto.
Awan terakhir menghilang dari sana menampakkan dengan jelas apa yang menghalangi kapal. Mata mereka melotot melihat seekor paus yang sangat besar menghalangi jalan keluar mereka.
"Itu dia Laboon! Dia seekor paus!"
"APA?!" mereka berteriak serempak. Mereka menatap Naruto dengan pandangan membunuh, "KENAPA TIDAK MENGATAKAN NYA SEJAK AWAL, KAU BAJINGAN!" Sanji berteriak marah ke arah Naruto yang terlihat gugup.
"Hahaha aku lupa! Lagipula sudah lama aku tidak ke Grandline, aku kira dia sudah lama pergi." Naruto beralasan sambil tertawa, Nami menjitak kepala nya membuat si pirang terjatuh.
"Ma...Maafkan aku!"
"Astaga! Apa yang paus itu lakukan disana?!" Usopp berseru ketakutan, dia berlarian kesana kemari, "Kita akan mati! Kita akan mati! Kita akan mati!" Nami juga terlihat menangis dan menatap ke depan ketakutan.
"Tunggu, jika itu paus sungguhan, lalu dimana matanya?!" Zoro bertanya bingung, mereka juga terlihat kebingungan sebelum akhirnya Zoro menunjuk jalur yang bisa dilalui kapal.
"Kesana! Kita harus membawa kapal kesana sebelum kapal menabrak paus itu!" Zoro memberi instruksi.
"Tapi kemudi nya sudah rusak!" Zoro mengabaikan nya dan terus berlari ke tempat kemudi, "Dicoba dulu saja, kita tidak akan tau sebelum mencoba nya!" Sanji mengikuti dibelakang nya diikuti Usopp.
"Aku memiliki ide yang bagus!" Luffy berlari ke belakang membuat Naruto yang sudah pulih dari tinju cinta Nami menatap nya bingung, "Aku harap itu benar-benar bagus Luffy, jangan mengacaukan nya!" dia berteriak kepada nya sebelum membantu Zoro dan yang lain.
Itu seperti waktu melambat menurut Nami, dia melihat ke depan dengan air mata berlinang berdoa dalam hati agar mereka bisa selamat, di belakang Naruto dan yang lain nya terlihat berusaha mengendalikan jalur kapal agar tidak menabrak paus itu.
Waktu kembali berjalan normal saat Nami menatap terkejut pada tembakan meriam ke arah Paus. Tidak hanya Nami, Naruto dan yang lain nya juga melotot tak percaya melihat serangan meriam tersebut.
"Yosh! Seharusnya itu berhasil!" teriak Luffy dari ruang meriam. Kapal bergerak lambat hingga menghancurkan kepala kapal yang terbang meluncur ke geladak kapal. Luffy yang melihat itu melotot.
"TIDAK! KEPALA KURSI KESAYANGAN KU!" Luffy berteriak pilu.
Zoro menatap sekeliling merasakan kapal berhenti bergerak, "Apa yang terjadi? Ini berhenti?!" Zoro bertanya sendiri.
"Siapa peduli?! Ayo terus mendayung menjauh dari sini!" Sanji berseru dan mulai mendayung kapal menjauh. Mata mereka kembali melotot saat melihat si konyol Luffy meninju mata paus itu.
"DASAR BODOH, APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?!" Naruto dan yang lainnya berteriak bersamaan. Luffy tidak memperdulikan mereka, dia menarik lengan nya kebelakang seolah menantang.
"Apa?! Kau mau dipukul lagi, ya?!" Zoro dan Usopp menendang nya menjauh sambil melotot, "BERHENTI MELAKUKAN HAL ITU!"
Paus itu mulai terlihat marah dan menyedot kapal masuk ke mulut nya, Luffy yang melihat itu memanjangkan lengan nya ke gigi paus dan memanjat tubuh paus itu meninggalkan anggota kru nya tersedot.
Naruto yang melihat Luffy keluar melompat dan menempel di tubuh paus itu sebelum keluar mengikuti Luffy. Dia melihat bocah itu meninju dan menendang kepala dari paus itu dengan marah.
"Oy! Kembalikan teman-teman ku! Kembalikan! Kembalikan! Aku akan melakukan petualangan yang hebat bersama teman-teman ku yang berharga! Jangan menyelam sebelum kau mengeluarkan mereka! KONOYARO!" Naruto menangkap nya dan menatap mata nya.
"Tenang, Luffy! Mereka akan baik-baik saja." Luffy menatap Naruto dengan gembira, "Naruto! Kau berhasil keluar?! Bagaimana dengan yang lain?" Naruto tersenyum sedikit sebelum dia menunjuk pintu di dekat mereka.
"Aku berhasil keluar tepat waktu dan mengikuti mu, sayang nya aku tidak sempat menolong mereka. Tapi, kita akan menyelamatkan mereka Luffy, lihat! Disana ada pintu masuk." Luffy mengangguk bodoh.
"Kita akan masuk lewat sana dan mencoba menyelamatkan mereka. Ayo, masuk Sebelum kau tenggelam!" Luffy mengangguk mengerti dan mereka berlari dan membuka pintu itu.
Di dalam perut paus, mereka saat ini sedang memegang kepala mereka yang sedikit pusing. Mereka melihat ke sekeliling dengan bingung, Mereka sedikit tidak ingin mengakui bahwa mereka baru saja ditelan paus.
"U..Ugh! Apa yang baru saja terjadi?!" Nami bertanya dengan linglung, dia menatap mereka semua.
"Tu.. Tunggu! Apa kita berada didalam perut paus? Kita benar-benar ditelan?!" Usopp berlari ketakutan.
"Apakah ini mimpi? Aku tidak tau jika perut paus memiliki pemandangan seperti ini." Kata Sanji melihat sekitar. Ini lebih seperti mereka melihat langit yang cerah dengan ... Sebuah pulau?
"Ya, seperti nya ini mimpi." Kata Zoro pelan, dari bawah air sesuatu yang besar muncul mengejutkan mereka.
Usopp dan Nami berlari kebelakang ketakutan, "CUMI-CUMI RAKSASA!"
Zoro dan Sanji bersiap menghabisi nya tetapi dikejutkan saat beberapa senjata tajam muncul dari pulau kecil itu dan menusuk monster itu. "Sepertinya ada sesuatu di pulau itu." Kata Zoro tertarik.
Sanji mengambil rokok dari mulut nya, "Aku harap dia seorang manusia.."
"Aku sudah tidak tahan lagi, aku ingin pulang saja!" Nami yang berlinang air mata lesu tak berdaya, Usopp tak berbeda jauh dengan nya, "Andai saja ada Naruto dan Luffy disini, pasti mereka bisa melakukan sesuatu.." Balas nya membuat Nami menatap terkejut Usopp.
"Benar juga, dimana Naruto-kun dan Luffy?" dia bertanya kaget.
Disuatu tempat disebuah lorong, Naruto dan Luffy menatap heran sekitar nya, "Apa-apaan ini? Kenapa ada sebuah pintu dan lorong didalam paus?!" Luffy berseru, Naruto juga terlihat kaget walau tidak menunjukkan nya. "Ayo, Luffy terus bergerak, kita harus segera menemukan yang lainnya." Luffy mengangguk dan mereka mulai berlari.
Kembali ke tempat sebelum nya, dari rumah kecil itu muncul siluet seseorang dengan tali tambang di tangan nya, "Seorang manusia?!" Zoro terlihat kaget sedikit, "Apakah kakek tua itu yang sudah membunuh cumi-cumi raksasa itu?" Nami bertanya setelah dia kembali berdiri.
"Aku tidak tau apakah dia ingin memancing atau berniat menyelamatkan kita." Kata sanji. Mereka memperhatikan kakek tua itu yang berjalan memandang mereka semua.
Mereka saling beradu tatapan tanpa ada yang berniat berbicara. Tak lama kakek tua yang memandang mereka duduk di kursi santai dan membuka koran mengabaikan mereka.
"KATAKAN SESUATU, BRENGSEK!" Sanji berteriak dengan muka hiu yang diabaikan oleh kakek tua disana, dia terlihat sibuk membuka halaman demi halaman koran ditangannya.
"Kami akan membunuhmu, keparat! Aku akan menembak mu dengan meriam!" Usopp berteriak dari belakang. Kakek tua itu memandang tajam ke arah mereka, "Jangan lakukan itu, atau akan ada seseorang yang mati!"
Sanji menunjukkan seringai nya, "Lalu siapa seseorang itu?" tanya nya.
"Itu adalah aku!" dengan santai membuka koran nya lagi. "JANGAN BERCANDA KAU! SIALAN.."
"Yah, tidak perlu marah begitu." Zoro menepuk pundak nya, "Dia mempermainkan ku." Zoro mendorong nya kebelakang mengambil alih.
"Oi, Oji-san! Bisakah kau memberitahu kami dimana ini dan siapa anda?" kakek tua itu memandang tajam lagi kepada mereka, itu membuat mereka sedikit berkeringat.
"Bukankah tidak sopan bertanya kepada seseorang tanpa memperkenalkan diri dahulu." Zoro tidak berkutik mendengar nya sebelum berdehem sedikit. "Ah, itu masuk akal."
"Perkenalkan Namaku Roronoa..." "Namaku adalah Crocus, seorang penjaga gerbang mercusuar puncak kembar, umurku 71 tahun, bintangku gemini dan golongan darah ku AB."
"BISAKAH AKU MEMBUNUH NYA SEKARANG!" Zoro melihat kebelakang dengan amarah, Sanji yang melihat itu menahan nya, "Oy, jangan marah begitu."
"Jika kalian ingin tau, kalian sedang berada di pulau khusus buatanku, apakah kalian tidak sadar kalau kalian berada didalam perut paus?" dia bertanya kepada mereka.
Usopp melihat sekeliling nya lagi, "Be..Benarkah kita berada didalam perut paus? Tapi, ini tidak seperti kita ada didalam nya, bukan?" Nami memegang kedua pipi nya dengan keras. "Tunggu sebentar! Apa yang baru saja terjadi? Aku tidak ingin mati di cerna ikan paus!" seru nya keras.
Kakek yang bernama Crocus itu memandang mereka kembali dengan tajam membuat mereka gelisah, "Berhentilah melakukan itu!" mereka berseru kompak. "Kalian pandai membuat lelucon, bukan?"
"INI BUKAN LELUCON!" Teriak mereka serempak, Crocus menunjuk sebuah gerbang besar, "Jika kalian ingin keluar dari sini, kalian bisa melewati itu." Kata nya santai.
"KAMI BISA KELUAR?!" Mereka berteriak serempak lagi, Nami menatap pintu gerbang dengan awan disana heran, "Tunggu sebentar! Mengapa ada sebuah gerbang didalam perut ikan paus? Dan kenapa itu berada di langit?"
Usopp terlihat curiga sebelum dia melihat langit yang tampak aneh, "Tunggu sebentar! Perhatikan lebih teliti! Langit nya, awan nya dan juga burung camar itu. Itu semua cuman gambar belaka!" Teriak nya terkejut.
"Gambar yang bagus, bukan?" kakek tua itu bertanya dengan santai, "SEBENARNYA APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!" Usopp berteriak lucu, Zoro menahan bahu nya, "Oy, biarkan saja dia."
"Kita harus bagaimana?" Sanji bertanya ke yang lain, Zoro menatap Nami. "Nami, kita pergi dari sini, kita tinggalkan saja dia disini." Nami mengangguk pada nya, begitu juga yang lain. Tiba-tiba area mereka berguncang membuat kapal itu terombang ambing.
"Apa yang sedang terjadi?!" teriak Usopp panik.
"Dia mulai lagi.." Crocus bergumam sendiri. Nami menunjuk ke arah pulau milik kakek itu, "Lihat! Itu bukan sebuah pulau, itu adalah kapal yang terbuat dari besi." Mereka melihat nya sedikit terkejut, Usopp tersadar saat itu.
"Benar juga, kalau begitu air laut ini merupakan larutan asam lambung!" kata nya panik, Sanji melanjutkan perkataan Usopp, "Yang artinya, kita akan di cerna jika tidak segera keluar dari sini."
"Oi, Apa yang terjadi? Apa maksud mu dengan mulai lagi?!" Usopp bertanya dengan suara keras ke Crocus. Kakek tua itu berdiri dengan tajam ke laut yang sedang berguncang, "Paus ini, Laboon sedang memulai menabrakkan kepala nya ke Red Line lagi." Jelas nya.
Dari luar sendiri kita melihat saat ini paus itu sedang berenang cepat menghantamkan kepala nya ke tembok besar itu.
"APA?!" Zoro dan Sanji berteriak kaget, "Itu menjelaskan luka di kepala nya dan teriakannya," Usopp menatap Nami bingung, "Apa maksud mu?"
"Dia sedang kesakitan!" seru nya keras kepada mereka, "Jadi begitu, Kakek itu berada didalam perut ikan paus ini untuk membunuh nya, ya?" Usopp bertanya.
"Aku tidak peduli tentang itu, ayo segera pergi dari sini sebelum kita di cerna. Kita masih harus mencari Naruto dan Luffy!" dia memberi komando. Mereka berjalan ke belakang yang diikuti Sanji.
"Ya, ayo pergi dari sini, aku tidak tertarik dengan bisnis ikan paus ini dan aku tidak merasa harus menolong nya." Kata Sanji dengan tangan di saku celana.
Arus laut tiba-tiba meninggi membuat kru kewalahan, "Kenapa arus nya menjadi deras sekali?! Aku tidak yakin kita bisa keluar dari sini dengan mudah!" Usopp berkata panik.
"Sepertinya kita harus mendayung nya, cepat ambil dayung nya!" Zoro memerintahkan, Nami yang berada diatas terlihat memegang kayu didepannya memegang erat, dia melihat kakek tua itu melompat kedalam air.
"Oji-san itu melompat ke dalam air!" teriak Nami kepada semua orang.
"Hah? Apa dia berniat dicerna oleh paus ini?" di bawah air, terlihat Crocus yang berenang dengan banyak tengkorak disekitar nya.
Sementara itu, di balik gerbang sana terlihat dua orang berbeda gender, mereka terlihat membawa senjata di tangan mereka, "Sempurna! Seharus nya penyusupan kita sejauh ini berjalan dengan lancar bukan, Miss Wednesday?" tanya seorang pria.
Dia merupakan pria paruh baya yang memiliki rambut merah panjang dengan mahkota di atas nya, dia juga memiliki nomor 9 di kedua pipi nya. Ia memakai pakaian kerajaan berwarna hijau dengan syal merah.
Dia adalah Mr. 9, salah satu agen Baroque Works.
Gadis itu mengangguk pada nya, "Miss Wednesday, di balik pintu merupakan perut ikan paus ini, kakek tua itu pasti ada disana. Kita harus membunuh nya dan merebut paus ini." Kata pria itu dengan senjata ditangannya.
"Ya, Mr. 9, paus ini merupakan hewan yang sangat berbahaya bagi pulau ini." Kata gadis itu.
Dia merupakan gadis cantik dengan rambut biru yang diikat ekor kuda ke atas, memakai kaos ketat yang menampilkan bentuk dada nya, memakai celana pendek putih dengan Ikat pinggang, dan jas berwarna hijau.
Dia adalah Miss Wednesday, rekan Mr. 9 dan salah satu agen Baroque Works.
"Pada aba-aba ku, yaitu 3-2-1 baby lalu buka pintu nya, jangan terlambat." Mereka saling memandang. "Oke, mengerti Mr. 9." Mereka mendengar teriakan seseorang dibelakang membuat mereka menoleh.
Mereka berteriak ketakutan saat melihat dua orang jatuh ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Tabrakan tak terelakkan membuat mereka menobrak pintu dan terbang ke laut yang penuh dengan asam lambung.
"Tidak! Miss Wednesday, kita akan terjatuh di lautan penuh asam lambung!" orang yang di panggil nya tidak mengatakan apapun karena dia sibuk berteriak ketakutan.
"Yo, Minna! Akhirnya kami menemukan kalian berdua! Naruto, lihat kesana!" Teriak nya kepada Naruto masih melayang, kru yang lain terlihat menatap mereka dengan terperangah.
"Aku tau itu, baka! Lihat ke depan mu, kita akan masuk kedalam asam paus ini!" Naruto balas berteriak, Luffy melihat kedepannya dan berteriak lucu.
Mereka berakhir masuk kedalam air, Naruto yang melihat itu berenang ke arah Luffy yang tenggelam dan membawa nya ke kapal, kedua orang yang mereka tabrak juga sudah mulai berenang ke atas.
"Akhirnya kita menemukan Naruto dan Luffy. Apa sebaik nya kita membantu nya ke sana?" Zoro menyilangkan lengan nya menatap air, "Tidak perlu, ada Naruto disana. Dia tidak memakan buah iblis manapun, jadi seharusnya dia bisa berenang." Mereka terlihat setuju sebelum menunjuk dua orang asing yang baru muncul, dibelakang nya Naruto juga muncul memegang Luffy.
"Bagaimana dengan mereka? Apakah kita harus membantu nya?" Usopp kembali bertanya, dia menatap Zoro meminta konfirmasi. "Biarkan mereka naik, jika mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan, kita buang saja mereka ke laut."
Mereka semua mengangguk mengerti dan menurunkan tangga yang diambil oleh Naruto dan Luffy, diikuti oleh dua orang itu.
"Hey, kakek tua itu sudah pergi." Nami berkata melihat tempat keluar Naruto dan Luffy.
Zoro melihat itu sebelum mengalihkan pandangannya lagi ke Naruto dan Luffy, "Biarkan saja, kita tidak memiliki urusan dengan nya. Sekarang yang perlu kita lakukan mencari jalan keluar."
XxX
Tak lama setelah mereka membantu Naruto dan Luffy naik kapal, bersama dua orang asing itu, mereka merasakan gelombang air mulai tenang, "Sudah berhenti! Paus nya sudah berhenti!" Nami berkata kepada mereka, dia juga melihat ke bawah dan melihat air sudah tenang.
"Seperti nya begitu," Kata Zoro menaiki tangga kapal, dia berbalik ke arah dua orang asing, "Selain itu, kami sudah menyelamatkan kalian berdua, siapa kalian?" Zoro bertanya kepada dua orang itu, Sanji terlihat berjongkok di samping gadis itu dengan tanda cinta di matanya. Luffy sedang duduk dibelakang kedua orang asing itu bersama Naruto.
"Mr. 9, sepertinya mereka semua adalah bajak laut." Bisik gadis itu kepada pria rekan nya, "Aku tau itu, Miss Wednesday. Tapi, seperti nya kita bisa menjelaskan nya kepada mereka." Kata nya membalas bisikan nya.
"Kenapa dua orang penjahat itu masih hidup? Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan kalian berdua menyentuh nya!" Seru Crocus, mata nya menatap tajam kedua orang itu.
Mereka semua menatap nya, "Siapa kakek tua itu?" Luffy bertanya kepada mereka, Naruto sendiri hanya diam melihat kakek tua itu.
Kedua orang asing itu bangun dari duduk nya, mereka mengangkat senjata nya, "Mau seperti apapun kau mengatakan nya, kami tidak akan menyerah." Gadis itu berbicara, pria disamping nya juga menimpali.
"Membunuh paus ini merupakan misi kami! Kami tidak akan membiarkan kau mengganggu perburuan ikan paus ini!" mereka berdua mengarahkan senjata mereka ke langit buatan. "Kami akan membuat lubang dari dalam perut nya! Tembak, baby!" Mr. 9 memberi perintah.
"Roger!" Dua tembakan dilesakkan memuntahkan dua bola meriam. Crocus yang melihat itu tidak tinggal diam, dia melompat ke arah dua tembakan itu menghalangi nya.
Mereka semua memandang terkejut melihat meriam itu meledak mengenai kakek itu, "Kakek itu menahan meriam nya?!" Usopp berseru kaget.
"Jangan-jangan dia ingin melindungi paus ini?" Sanji juga terlihat terkejut, yang lainnya hanya diam terkejut menonton semua itu. Gadis itu mulai tertawa melihat nya, "Hahaha! Itu percuma saja, hentikan perlawanan mu yang sia-sia!" gadis itu mulai tertawa, tangannya menutup mulut nya menahan tawa nya.
"Jika kau ingin melindungi nya, kau harus berusaha lebih keras lagi. Paus ini akan menjadi makanan bagi kota kami! Hahahaha!" mereka berdua tertawa senang. Kakek tua itu terlihat kesakitan didalam air.
Luffy yang melihat nya memukul kepala mereka dengan keras, "Luffy..."
"Aku tidak tau, aku hanya ingin memukul nya saja." Luffy dengan cemberut berkata. Mereka akhirnya mengikat kedua orang itu dan membantu kakek tua itu. Kini mereka berada di kapal besi milik kakek itu.
"Kau membantuku, tapi kenapa?" Crocus bertanya, "Aku tidak membantumu, aku hanya ingin memukul nya saja." Kata Luffy dengan bosan. Nami menatap kakek itu penasaran, "Ngomong-ngomong apa masalah nya dengan mereka? Dan apa yang kau lakukan didalam paus ini?"
"Mereka adalah 2 orang jahat dari kota sebelah. Mereka ingin membunuh Laboon dan mengambil daging nya untuk dibawa ke kota mereka. Dengan ini, setidak nya mereka bisa bertahan hingga 2 sampai 3 tahun." Jelas nya.
"Laboon? Itu nama paus itu kan? Kami juga mendengar nya dari Naruto-kun tadi." Nami menatap Naruto dan kakek itu bolak balik. Crocus menatap pemuda itu dalam diam, memiliki pikiran nya sendiri.
Dia akhirnya kembali buka suara, "Ya, itu adalah namanya. Dia adalah paus yang berasal dari pulau paus di West Blue dan merupakan spesies paus terbesar. Aku tidak akan membiarkan nya dijadikan makanan."
"Dia memiliki alasan mengapa selalu menabrakan dirinya ke Red Line, menghadap ke Reverse Mountain dan berteriak." Mereka menatap nya dengan bingung, "Alasan?"
"Dia adalah paus yang memiliki hati layak nya manusia," kakek itu diam sebentar sebelum menghela napas nya, "Dia telah menunggu kedatangan sekelompok bajak laut..."
"...Selama 50 tahun.."
Mereka terkejut mendengar nya sebelum akhirnya Crocus menceritakan masa lalu Laboon. Bagaimana dia mengikuti bajak laut dari West Blue sampai sini, sampai akhirnya dia membuat janji dengan kapten bajak laut itu untuk bertemu lagi yang sayang nya hingga saat ini janji tersebut belum terpenuhi.
Selama mereka mendengar cerita, mereka juga sedang diantar keluar dari paus itu. Kakek itu bercerita bahwa dia merupakan seorang dokter dan memiliki klinik di mercusuar. Dia juga berkata bahwa dia pernah menjadi dokter kapal yang membuat Luffy menawari nya menjadi dokter kapal nya, Crocus menolak nya mengatakan bahwa dia sudah tua dan tidak bisa melakukan apapun lagi.
Mereka berhasil keluar dan saat ini kapal mereka berdampingan dengan Laboon. Kedua orang asing yang sudah sadar terlihat kabur yang hanya disadari oleh Naruto.
"Betapa malang nya paus ini, kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya kepada nya? Aku yakin dia bisa mengerti bahasa manusia." Nami berkata kepada Crocus.
Crocus menghela napas nya pelan, "Aku sudah mengatakan kepada nya, tapi dia tidak mempercayai ku." Katanya pelan menatap Laboon, "Jika dia tidak yakin, pasti dia akan mempercayai ku." Sambung nya sambil berdiri.
"Mungkin dia sudah memiliki ikatan yang kuat dengan bajak laut itu, dia ingin pulang ke West Blue bersama mereka, dia sangat yakin kepada teman-teman nya dan akan menunggu mereka hingga berapa lama pun." Dia mengakhiri penjelasan nya.
"Kau sudah mengetahui bahwa mereka tidak akan datang, kan?" Sanji bertanya kepada Crocus, "Lalu kenapa masih mendukung nya? Lagipula ini juga bukan urusanmu, kan?" Sanji menghembuskan asap rokok nya.
Crocus menunjuk ke luka-luka diatas kepala Laboon, "Kau lihat luka-luka itu? Bagaimana mungkin aku meninggalkan dia dengan luka seperti itu, dia akan mati." Kata nya keras, "Kami sudah memiliki hubungan selama 50 tahun ini, aku tidak bisa membiarkan nya mati begitu saja." Lanjutnya.
Luffy melompat dari duduk nya dan berlari ke atas tubuh Laboon, dia memegang tiang kapal yang baru saja dia hancurkan, Naruto menyeringai melihat itu. "Heh, ini akan menjadi menarik." Dia tidak menyadari pandangan seseorang yang di arahkan kepada nya.
"Apa yang ingin dilakukan si bodoh itu?" Zoro bertanya sambil melipat tangan nya, Sanji menaruh rokok nya ditangan menatap ke atas, "Bukankah itu tiang kapal kita?" dia bertanya kepada mereka.
"Apa maksud mu dengan tiang kapal?" Usopp melotot saat melihat nya, "DASAR BODOH, APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN TIANG KAPAL ITU, HAH?!" mereka berteriak lucu.
Mereka melotot lagi saat melihat dia menancapkan tiang itu dikepala paus itu, paus itu terlihat berteriak kesakitan sebelum akhirnya melempar nya. Mereka diam mengamati saat Luffy bertarung dengan paus itu.
"Kita imbang!" seru Luffy yang sedang terduduk, paus itu berhenti bergerak dan menatap Luffy dengan mata melebar. Luffy bangun dan mengambil topi nya, "Bagaimana? Aku sangat kuat, bukan?" dia tersenyum lebar kepada paus itu.
"Paus, kau memang sangat kuat! Kau ingin mengalahkan ku, kan? Mungkin teman mu sudah mati, tapi saat ini aku adalah rival mu, suatu saat nanti kita akan bertarung lagi dan membuktikan siapa yang paling kuat diantara kita!" Luffy berseru membuat paus itu tertegun, teman-teman nya juga tersenyum melihat interaksi kedua nya.
"Setelah aku selesai menaklukkan Grandline! Aku akan kembali dan melanjutkan pertarungan kita, kau mengerti?!" Paus itu melompat dengan senang, air mata nya mengalir di mata nya yang besar. Luffy tertawa senang melihat nya.
"Hahaha! Aku tau dia akan melakukan nya!" Naruto tertawa melihat nya, merasa cukup senang dengan tontonan yang diberikan.
Setelah pertarungan itu, Luffy mengecat bagian luka paus itu, menutupi nya dengan logo bajak laut nya. Bocah itu tertawa senang melihat hasil karya yang menurut nya sangat luar biasa. Saat Luffy sedang mengecat Laboon, yang lain sedang melakukan kesibukan masing-masing.
Usopp sedang memperbaiki kapal yang dibantu oleh Naruto, Sanji yang sedang memasak, Nami yang sedang melihat kompas dan Zoro yang ... Tertidur? Bajingan sialan.
"UWAHHH...!" Mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah teriakan yang berasal dari Nami. Mereka mendatangi nya, "Ada apa Nami-san?! Kalau kau sangat menantikan makanan, maka aku sudah membawakan nya untuk mu!" Sanji dengan cinta di mata nya datang dengan banyak makanan.
"Lihat, kompas nya sudah rusak! Bagaimana kita akan melanjutkan perjalanan jika ini rusak!" seru nya panik, Usopp yang tidak membantu juga ikut berteriak. Luffy terlihat mengabaikan nya saat dia melihat makanan.
"Kalian pergi ke Grandline tanpa memiliki pengetahuan apapun sama saja dengan menyerahkan nyawa kalian secara Cuma-Cuma." Mereka memandang ke arah Crocus bingung.
Dia mulai menjelaskan bahwa medan magnet di Grandline itu sangat unik dan kompas biasa tidak akan berpengaruh di Grandline, dia mulai menjelaskan sebuah kompas unik yang bernama Log pose yang bisa merekam medan magnet sebuah pulau dan menjelaskan penggunaannya.
"Maksudmu benda seperti ini?" Luffy yang masih memakan makanan nya menunjukkan sebuah bola aneh, Crocus mengangguk sedikit bingung dari mana dia mendapatkan nya, "Ya, itu adalah Log pose."
Nami meninju Luffy dengan kesal, "Kenapa kau tidak bilang bahwa kau memiliki nya!" seru nya kesal, Luffy mengusap kepala nya yang sakit, "Aku menemukan nya secara tidak sengaja, aku tidak tau itu apa sebelumnya." Luffy membela diri.
Naruto yang melihat itu menyeringai senang, "Yah, sebenarnya jika hanya itu yang kita khawatirkan, maka aku juga punya satu." Nami memandang nya dengan kesal, Naruto yang melihat nya menatap nya malu, "Hahaha! Itu bukan berarti aku tidak ingin memberitahu mu, aku ingin menjelaskan nya pada saat kita selesai menuruni Reverse Mountain, tapi sesuatu terjadi dan aku melupakan itu." Naruto nyengir.
Nami menghela napas nya pelan sebelum tersenyum ke arah nya, "Baiklah, aku memaafkan mu." Naruto bernapas lega sebelum dia mengalihkan pandangannya pada Sanji dan Luffy, "Beraninya kau menghabiskan ini semua! Aku memasakkan ini semua untuk Nami-san! BAKAYARO!" Sanji menendang nya hingga terlempar melewati Nami.
Log pose yang berada di tangan Nami tiba-tiba hancur membuat gadis itu menatap nya kosong. Aura disekitar nya berubah seketika membawa perasaan yang tidak enak untuk Naruto. 'Uh, Aku mendoakan keselamatan mu Luffy, Sanji!' pikir nya sambil bergetar, tidak ada sesuatu yang menakutkan selain kemarahan seorang perempuan.
"Sanji! Luffy!.." dia memanggil mereka yang menatap nya bingung, lebih tepat nya cinta untuk Sanji. "Ya, Nami-swan?!" dia menendang mereka hingga tercebur ke laut. Naruto yang melihat nya berkeringat.
Mereka diselamatkan oleh paus, termasuk dua orang asing yang tadi melarikan diri. Mereka bersujud kepada yang lainnya, "Tolong beri kami tumpangan sampai ke Whiskey Peak!" mereka memohon.
"Whiskey Peak? Nama pulau yang sangat aneh." Luffy berkomentar, "Mengapa kami harus mengantar kalian setelah apa yang sudah kalian lakukan?" mereka terdiam sebelum si perempuan menjawab.
"Kami tidak akan melakukan nya lagi, kami hanya menjalankan sebuah misi. Kami berjanji tidak akan mengganggu paus ini lagi. Tapi, tolong berikan kami tumpangan." Naruto sedikit simpatik melihat nya sebelum akhirnya bertanya.
"Dimana kapal kalian?" tanya nya.
"Kapal kami sudah rusak saat menjalankan misi." Jawab si pria.
"Tapi apa kalian yakin ingin ikut dengan kami? Kami baru saja merusak Log pose nya sehingga kita tidak bisa berlayar." Nami bermain-main dengan mereka. Mereka melotot kepada nya menyumpahi nya karena merusak Log pose mereka.
"Oh, tapi kami memiliki Log pose cadangan disini." Nami memegang tangan Naruto menarik nya ke atas. Mereka bersujud lagi dan memohon lagi membuat Nami terkikik. Naruto yang melihat nya terdiam dengan keringat menetes.
"Bagaimana Luffy? Kau ingin membantu mereka?" Naruto akhirnya buka suara dan bertanya kepada Luffy, dia melihat laki-laki itu mengangguk kepadanya, "Ya, biarkan mereka naik." Crocus menatap Luffy dengan tajam.
"Kalian tidak perlu membantu nya, mereka orang jahat." Luffy menggeleng padanya, "Tidak, mereka orang yang baik, aku yakin itu." Crocus menghela napas nya, "Kau tau, jalur yang kau lalui itu sangat sulit, Lho." Luffy tersenyum kepada nya meyakinkan.
"Tidak masalah, tidak peduli sesulit apapun itu, kami pasti bisa melewati nya." Crocus tersenyum melihat nya sebelum akhirnya mengangguk mengerti.
"Kedua orang asing itu berdiri dan menatap Luffy, "Siapa kau sebenarnya?" si pria bertanya kepada Luffy. Dia menjawab nya dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, "Aku adalah seseorang yang akan menjadi Raja Bajak Laut!" seru nya keras membuat kedua orang itu tertawa dalam diam, menganggap impiannya sangat bodoh.
Menjelang malam, saat itu langit terlihat sangat indah dengan warna orange nya. Mereka sedang menunggu Log pose yang sedang merekam medan magnet pulau yang akan mereka tuju, "Sepertinya semua sudah siap? Bagaimana dengan Log pose nya? Apakah sudah menuju Whiskey Peak?" tanya Crocus kepada Nami.
Nami mengangguk menatap Log pose, "Ya, ini mengarah langsung ke sana." Jawab nya. Mereka mulai menaiki kapal dan bersiap berangkat. "Yosh! Terima kasih Oji-san sudah membantu! Paus, aku akan kembali lagi nanti!" Luffy memberi salam perpisahan.
Crocus mengangguk kepada nya, "Yosh, Minna! Kita akan menuju Whiskey Peak! Maju dengan kecepatan penuh!" seru nya memberi perintah.
"YA!" Mereka berteriak serempak, Paus dibelakang nya juga ikut berteriak. Crocus melambai disamping Laboon, dia merasa bernostalgia melihat kelompok pemuda itu.
"Sepertinya mereka lah Bajak Laut yang kau tunggu-tunggu, kan Roger?" dia melihat pemuda pirang disana terakhir kali nya, diam tidak bersuara.
XxX
To be continued~
XxX
A/N: Terima kasih telah membaca cerita ini, dan beri tahu saya jika ada kesalahan.
Yo, gaes saya kembali lagi setelah akhirnya berlibur selama seminggu. Bagaimana kabar kalian? Apakah masih ada yang menanti fic ini? Hehehe. Saya kembali dengan chapter terbaru kali ini dan berharap semoga ini dapat memuaskan kalian. Klik tombol Favorit dan Follow Cerita ini agar kalian tidak ketinggalan update an terbaru nya.
Oh, dan jangan lupa meninggalkan komentar kalian di kolom review, semua kritik dan saran kalian akan sangat bermanfaat untuk saya, thanks you.
Oh ya, saya juga ingin mengucapkan kepada seluruh umat muslim selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan hari pertama ini, semoga selalu menjadi berkah bagi kita semua!
Lalu, Sebenarnya saya saat ini sedang bingung apakah Naruto perlu mempelajari Haki atau tidak? Saya selalu memikirkan ini selama mengetik dan saya merasa jika Naruto memiliki Haki terlalu berlebihan. Saya merasa Sage Mode dan mode yang lainnya sudah sangat cocok dan tidak perlu ditambahkan haki lagi.
Bagaimana menurut kalian? Apakah Naruto perlu memiliki Haki atau tidak? Setidaknya semua saran yang masuk dari kalian bisa saya pikirkan dan mungkin bisa sangat membantu. Saya benar-benar berharap kalian bisa membantu saya dengan ini gaes!
Mungkin hanya segitu saja untuk kali ini, saya benar-benar sangat berharap dengan masukan kalian, setidaknya itu bisa membantu saya untuk tidak membuat keputusan yang sangat fatal.
Oke gaes, terimakasih atas perhatian kalian, sampai jumpa di next chapter.
See you and enjoy.
Bye.
