Hai minna'san!

Aku bikin fanfic Shokugeki no Souma lagi nih, kali ini ada unsur yaoi gaes:v soalnya aku fujoshi hehe.

Ini scene dari Season ke-lima episode pertama.

Shokugeki no Souma milik Yuuto Tsukuda, Shun Saeki. Saya cuma pinjam karakternya.

Selamat membaca.


Tim Sepuluh Dewan Elit sedang bekerja keras untuk merenovasi rumah yang akan dijadikan kios mereka.

Souma berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan kayu yang sudah rusak dan saat dia berhasil melepaskannya dia malah ikut terlempar ke belakang.

Souma membiarkan dirinya tetap di tanah saat dia terengah-engah.

"Sedang berusaha, ya?"

Souma bangkit saat mendengar seseorang berbicara yang dia yakin pasti sedang bicara dengannya.

"Suzuki-sensei, ya?"

"Aku beli ramune satu, dong." Katanya sambil menunjukkan koin seratus yen.

"Kami masih belum buka." Hanya itu tanggapan dari Souma.

"Kenapa terlihat murung begitu?"

"Kalau tidak salah kau Yukihira Souma, sang kursi pertama dari Sepuluh Dewan Elit, 'kan?" Katanya.

"Itu benar."

Asahi mengulurkan tangannya "Sekali lagi, salam kenal, ya." "Aku gurumu, Suzuki."

"Salam kenal..." Souma menjabat tangannya namun malah ditarik kedepan dan membuat kedua wajah mereka menjadi sangat dekat.

"Yah, bukankah kau tampan?" Asahi menatap Souma dalam-dalam "Mata yang bagus."

"Hah?"

Sebelum Souma dapat melakukan apa-apa, Asahi menariknya lebih dekat dan meraup bibirnya.

!? Souma membelakkan matanya.

"Hmfh?!" Souma mencoba menarik dirinya dari ciuman paksa Asahi, namun Asahi memegangi belakang kepalanya dan memperdalam ciumannya.

"Hnhh!" Souma terus berusaha mendorongnya menjauh dengan tangan kirinya yang bebas, walaupun gagal.

Setelah beberapa saat akhirnya Asahi melepaskannya untuk mendapatkan oksigen. Souma terengah-engah.

"Wah, rasa bibirmu sangat enak." Asahi menyeringai padanya.

Souma memelototinya. "Apa-apaan kau ini?!" Souma berkata dengan marah sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Bagaimana dia tidak marah? Orang itu tiba-tiba datang berbasa-basi dan langsung menciumnya.

"Yah, aku tidak bisa menahan diri setelah melihat bibir manismu itu."

Souma menatapnya horror. "Apa kau sudah tidak waras?"

Asahi tertawa mendengarnya. "Kau memang lucu ya. Tapi, selamat berjuang. Jangan sampai gagal ya." Asahi meraih topinya yang jatuh "Aku menantikan ciuman selanjutnya."

"Tidak akan pernah!" Souma menatapnya jijik saat Asahi berjalan memunggunginya.

'Kenapa aku sangat sial...' 'Sepertinya orang itu memang tidak waras.'


Yaahh... ga nyangka sih beneran aku tulis. Ini yang aku harapkan pas liat scene Asahi tarik Souma, padahal wajah mereka udah deket banget, tinggal 'cup' nya doang.

Maaf kalo ada kesalahan dalam penulisannya, mohon review.

Semoga kalian suka. Bye bye