War Machine

"Ibiki Morino, katakan padaku bagaimana status benda itu?"

Tanya Sakagawa Hirohito pada Jenderal Ibiki yang baru saja sampai di ruangan kepresidenan Konohagakure.

"Sejauh ini pembangunan masih sesuai dengan rencana, 2 tahun benda itu akan selesai di bangun"

"Bagus"

"Apa ada yang menggangu anda, Presiden?"

"Tidak ada, aku hanya sedikit khawatir"

"Tentang?"

"... Seperti yang kau ketahui, perang dunia Shinobi 3 memberikan dampak buruk pada militer kita. Salah satunya, kita sangat lemah di bidang angkatan laut..."

Sakagawa terdiam sejenak sambil mengingat kembali kejadian itu.

Perang yang terjadi 18 tahun lalu menunjukkan dunia bahwa angkatan laut sangatlah krusial dalam pertempuran.

Mizugakure yang di dominasi oleh kawasan laut memiliki keunggulan di pertempuran angkatan laut dengan kapal mereka.

"Ibiki, bagaimana pendapatmu tentang kapal itu?"

"Maksud anda tentang, benda itu?"

...

"Jika saya bisa jujur, benda itu terlalu banyak memakan anggaran untuk sekali buat. Saya tidak tahu bagaimana efektifnya dalam pertempuran tapi saya juga tidak bisa katakan kalau benda itu akan tidak berguna sama sekali"

"Baik, aku mengerti pendapatmu. Kalau begitu kau bisa pergi"

"Terima kasih, Mr. Presiden"

Seperginya Ibiki dari ruangan, Sakagawa Hirohito kembali melihat detail cetak biru akan proyek yang sedang di kerjakan.

'Sudah saatnya desa ini kembali menjadi nomor satu di dunia ini"

-0-

Di tempat pembangunan jembatan, seorang remaja dengan rambut pirang duduk di bawah pohon sambil menatap proses pembangunan jembatan di kejauhan.

'Hah... bosan' Karena tak ada yang ia lakukan sama sekali, sekarang ia tenggelam dalam kebosanan.

Kakashi yang selesai menginterogasinya tentang bagaimana dia bisa tahu taktik kepolisian Konohagakure, sekarang dia di biarkan sendirian disini dengan satu pesan

"Sebaiknya kau tetap disini dan awasi pembangunan tempat ini"

Kakashi dan dua lainnya pergi entah kemana dan sekarang dia sudah bosan.

Tanpa dia sadari sesuatu di balik bayangan memperhatikannya dari kejauhan.

Sementara itu, Kakashi bersama dengan Sakura Haruno dan Satsuke Uchiha mulai bergerak kearah lain.

"Kalian berdua, tetap awasi tempat ini. Jangan biarkan siapapun pergi dari sini"

Perintah Kakashi pada keduanya ketika mereka sampai di sebuah mansion besar.

"Baik"

Jawab keduanya, mendengar jawaban positif, Kakashi mulai bergerak masuk ke mansion dengan penuh kehati-hatian.

Sakura mengawasi pintu masuk bagian depan dan Satsuke mengawasi bagian belakang. Kakashi yang masuk melewati jendela mulai bergerak menuju tempat dimana Gatou berada.

'Kuharap aku bisa menemukan informasi lebih lengkap tentang desa ini'

Pikirnya saat mulai bergerak perlahan menyusuri mansion besar ini.

'Aneh'

Dia mulai merasakan perasaan aneh ketika tak merasakan aura kehidupan di manapun.

Seolah-olah ini adalah rumah hantu yang telah lama di tinggalkan.

'Apa mereka meninggalkan tempat ini?'

Pikirnya saat melihat sekeliling yang hening, sunyi dari tanda-tanda kehidupan.

Saat dia sampai ke pintu yang menuju area bawah tanah, Kakashi dengan penuh kehati-hatian mulai membuka pintu dan bergerak secara perlahan menyusuri tangga yang membawanya ke ruangan labirin.

"Hrgm!"

Matanya membelak ketika dia menyalakan api obor ketika kegelapan mulai terasa sangat mengganggu namun tak dia sangka ketika pemandangan yang ia lihat di depan matanya membuatnya ingin memuntahkan apa yang ia makan hari ini.

"I...ini"

Syok adalah kata yang tepat akan apa yang ia lihat saat ini.

Di depan matanya tumpukan mayat menumpuk bagaikan bukit, aroma membusuk bahkan mulai menyengat hidungnya dari tumpukan tubuh yang kaku itu.

'Siapa yang melakukan ini?'

Pikirnya sambil mengamati tumpukan mayat itu.

'Kekejaman ini sangat gila'

Ekspresi kematian dari setiap satu tubuh yang telah membusuk itu mulai membuatnya risih.

'Gatou, aku yakin siapapun yang melakukan ini bukanlah orang sembarangan'

Dia menemukan mayat Gatou yang tercincang, bukan hanya Gatou saja yang dalam kondisi mengerikan. Beberapa mayat juga terlihat terbunuh dalam kondisi yang sama mengerikannya.

'Tak pandang bulu, tak kenal ampun. Sepertinya aku tahu metode pembunuhan ini, tapi siapa'

Kakashi teringat akan sesuatu yang tak bisa ia ingat dengan jelas.

Laki-laki dan perempuan, penjahat hingga para pembantu perempuan. Semuanya tertumpuk dalam satu tumpukan mayat yang telah membusuk.

'Sungguh mengerikan'

Tak tahan dengan pemandangan ini, Kakashi mulai bergegas pergi dari tempat ini. Satu-satunya harapan adalah menemukan informasi yang mungkin bisa menjelaskan keadaan ini.

Namun ia tak menemukan apapun di dalam mansion ini bahkan ruangan harta tempat dimana Gatou menyimpan harta hasil korupsinya pun ikut hilang.

'Jika ini perbuatan bandit, sangat tidak mungkin mereka melakukan aksi sesempurna ini'

Tak ada satu jejak petunjuk apapun yang ia temukan, tak ada jejak darah yang di tinggalkan maupun satu bukti yang tersisa. Aksi ini seolah-olah dilakukan oleh professional

Melihat tak ada petunjuk yang ia temukan, Kakashi mulai menatap seisi mansion besar ini sambil berpikir tentang apa yang ia harus jelaskan kepada Sakagawa Hirohito.

-0-

"Silahkan coba ini, nak"

"Buka mulutmu lebar-lebar, aah~"

'Kenapa bisa begini jadinya?'

Di depannya dua orang mengarahkan makanan ke mulutnya dengan senyuman. Dua orang yang dia maksud adalah Zabuza mantan Shinobi Leader Seven Swordsman of the Mist dan muridnya yang bernama Haku.

"Hr... Jangan melamun!~"

Tingkah imut Haku membuatnya berpikir tentang selera seksual yang ia miliki.

Haku adalah laki-laki dengan wajah perempuan yang sangat cantik.

"Nak, kau terlalu banyak melamun, sudah cepat makan kalau tidak kau tak akan bisa tumbuh besar!"

Kali ini Zabuza yang ikut memprotesnya.

"Hmmm... Kalian tak perlu seperti itu, aku sudah cukup besar untuk makan sendiri"

Naruto memprotes keduanya yang masih bersikap terlalu protektif.

Yah ini juga kesalahannya yang menceritakan situasinya yang menjadi yatim-piatu sejak lahir, membuat keduanya iba pada Naruto.

Yang membuatnya terjebak dalam situasi aneh ini, jelas adalah kesalahannya sendiri.

-0-

Hari berlalu dengan cepat dan kontrak kerja tim ini juga akan berakhir hari ini juga.

Namun jauh di Barat laut dari mereka berada, 7 manusia dengan pakaian taktikal hijau terlihat tengah mengawasi sesuatu.

"Sepertinya mereka bersiap untuk sesuatu"

Ucap Itachi Uchiha ketika melihat melalui teropong dimana dia melihat, setidaknya ada dua ribu pasukan Sunagakure yang mempersiapkan sesuatu.

Tujuh Ranger yang di kirim oleh Presiden Sakagawa Hirohito terdiri dari, Leader Itachi Uchiha, second in command Yukihira Nara, Akimiya Sarutobi, Medic Saren Sasaki, Yuuki Hyuuga, Seijou Senju, Narukawa Senju.

Ketujuh dari mereka memiliki tugas untuk mengawasi potensi invasi dari pasukan Sunagakure, tepat dua hari mereka mengawasi, Sunagakure sepertinya sedang mempersiapkan logistik untuk penyerangan.

Walau ini masih bersifat asumsi semata namun tindakan mempersiapkan militer di perbatasan adalah tindakan yang sangat menyinggung bagi negara tetangganya.

Dan ini bisa diartikan sebagai tindakan ofensif.

Dibawah perjanjian perdamaian antar negara Shinobi, negara yang diperlakukan seperti itu memiliki hak untuk membela dirinya sendiri.

'Tujuh melawan dua ribu pasukan bersenjata lengkap, ini akan merepotkan'

Ranger memang di tugaskan untuk siap mati kapanpun mereka di panggil.

Dan salah satunya adalah misi seperti ini.

"Kapten, apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Saren Sasaki, wanita berusia 26 tahun yang lulus di kesatuan Ranger sebagai Medic terbaik di kelasnya bertanya pada Itachi yang masih mengawasi pihak Sunagakure.

"Untuk saat ini kita awasi, Saren, lakukan laporan pada Jenderal Ibiki. Katakan juga kita mungkin akan membutuhkan unit long Bowman"

"Afirmatif"

-0-

Konohagakure, Pusat Militer SOCOM (Special Operation Command) ruangan Jenderal Ibiki Morino.

"Jenderal, kita mendapat telegram dari pasukan Ranger"

"Berikan padaku, kau boleh pergi"

"Terima kasih, saya permisi"

Ibiki membaca laporan yang telah masuk ke ruangan kerjanya, ini adalah laporan yang ke 9 dari tim Ranger, kali ini laporan sepertinya akurat dengan apa yang di prediksikan oleh tim intelijen.

Terhitung dua ribu pasukan Sunagakure lengkap dengan unit artileri jarak jauh telah disiapkan oleh pihak Sunagakure. Dari kalkulasi jarak dan bagaimana Medan yang akan mereka tempuh, sepertinya mereka merencanakan penyerangan ke negara api dalam waktu kurang dari tiga bulan dari sekarang.

Itulah isi laporan dari Itachi yang tertulis di telegram ini.

Itachi juga meminta unit long Bowman untuk siaga di sekitaran perbatasan untuk siaga perang.

Sekarang, permasalahannya adalah bagaimana meyakinkan dewan perwakilan akan situasi ini.

Unit militer utama di kendalikan penuh oleh dewan perwakilan, jadi laporan ini harus sampai ke meja mereka terlebih dahulu barulah keputusannya bisa di buat oleh mereka.

'Ini akan merepotkan'

-0-

Di jalanan desa, seorang gadis dengan rambut panjang terlihat sedang gugup menunggu sesuatu.

"Booo"

"Eep!"

Dia kaget luar biasa ketika sesuatu mengejutkannya dari belakang, ketika dia melihat siapa pelakunya, Rin Nohara disambut seringai geli oleh pria berseragam militer perwira resmi dengan pangkat Jounin Satu.

"Mou... Jangan buat aku kaget, Obi-chan!"

Protesnya pada laki-laki yang jahil itu. Obito hanya tertawa geli ketika melihat reaksi marah dari Rin Nohara

"Maaf, maaf, hehehe... Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama"

"Fu"

Dengan imutnya Rin Nohara membalikkan wajahnya dengan ekspresi marah. Melihatnya bertingkah seperti itu, Obito hanya bisa memohon pada Rin agar tak marah padanya.

Keduanya adalah pasangan yang telah mencintai satu sama lain sejak mereka berusia 12 tahun.

Melihat usaha Obito yang membujuk Rin agar memaafkannya sepertinya berhasil,

"Mou, sekali lagi kau seperti itu, aku akan marah"

"M.. maafkan aku!"

Obito menunduk dengan penuh penyesalan ketika melihat tangan terlipat di dada dengan ekspresi marah dari Rin.

Keduanya melanjutkan apa yang mereka rencanakan hari ini, dan itu adalah kencan.

Di tengah kencan mereka, Tim Kakashi mulai terlihat memasuki gerbang utama dengan raut wajah kelelahan terlihat di wajah tim. Yah semuanya kecuali Kakashi yang masih sibuk dengan dunia kecilnya yaitu buku light novel yang tengah asik dia baca.

"Baiklah,kalian sebaiknya pulang dan beristirahat. Besok kita akan latihan lagi"

Instruksi Kakashi pada ketiganya. Mereka hanya menjawab dengan mengangguk dan bubar sesaat setelah selesai mendengar apa yang Kakashi katakan.

-0-

Aku lelah, itulah yang ku katakan sejak awal kami sampai di desa. 3 hari menjalankan tugas perdana kami, aku sekarang lelah secara mental.

Mengingat Shiraishi Nee membuat semangatku kembali seketika, aku berlari menuju rumah yang aku rindukan.

Disana aku tahu jika ada yang menungguku pulang, dan tepat saat aku sampai di rumah.

"Naru~ Selamat datang"

Sambutan hangat dari Shiraishi menyembuhkan rasa lelahku.

"Aku pulang"

Jawabku dengan senyuman padanya

-0-

Mungkin chapter ini terlalu singkat, terima kasih telah mengikuti kisah ini.