The Strongest Team

Disclaimer: Naruto & High School DxD not mine

Author: Alfz

WARNING: Typo, OverPowered!Naru, Isekai!Theme, Godlike!Sasu, Godlike!Shika, Alive!MinaKushi, OOC, Doujutsu!Naru, Harem!Naru

"Bicara"

' Batin'

"Bicara Monster"

' Batin Monster'

Jutsu/Teknik

Pair:

Naruto x Rias x Akeno x Kuroka

Sasuke x Sona x Tsubaki

Shikamaru x Tomoe

Itachi x Serafall

Issei x Asia x Koneko x Le fay

Summary: Setelah berhasil memenangkan perang besar dunia shinobi ke-empat, Naruto harus menerima kenyataan pahit mengenai keadaannya. Tapi pada saat yang bersamaan Kami-sama memberikan dia kesempatan baru. Akankah dia menerimanya dan sekali lagi menjalankan tugas mulia ? Ataukah dia akan pasrah pada nasibnya ?

Chapter 3: First Trouble? Really?

TENG TENG TENG

Bel berbunyi dan sekarang sudah waktunya bagi para siswa kuoh academy untuk istirahat sejenak dari beban yang menghantui otak mereka saat belajar. Dan disinilah tokoh utama kita dikerumuni oleh para gadis yang penasaran akan dirinya yang mana membuat dirinya kesulitan.

"Ne ne Naruto-kun dimana rumahmu?" tanya salah satu siswi disampingnya.

"Naruto-kun apa kau sudah punya kekasih?" tanya siswi yang lain.

Dan author rasa jika trio mesum melihat hal ini mereka akan mengutuk Naruto sebisa mereka karena mendapat apa yang mereka idam-idamkan. Disisi lain Sasuke dan Shikamaru hanya menatap Naruto dengan pandangan iba walaupun secara teknis mereka berada pada kondisi yang sama tapi tidak separah dirinya.

'Semoga kau bisa melalui cobaan ini Naruto/Dobe.' batin mereka berdua.

"Gomen minna, tapi aku harus ke kantin sebelum terlambat dan akhirnya tidak memakan bekalku" balas nya dengan lembut mencoba untuk lepas dari para gadis tersebut.

Akhirnya dengan berat hati mereka pun membiarkan Naruto serta kedua sahabatnya untuk pergi ke kantin. Namun alih-alih ke kantin mereka bertiga malah pergi ke atap sekolah untuk menikmati bekal mereka, tapi saat mereka baru saja akan menikmati bekal mereka tiba-tiba Sasuke dan Shikamaru merasakan tekanan kekuatan yang tidak biasa, sedangkan Naruto dengan santainya memakan bekal yang disiapkan ibunya.

DEG

"Dobe apa kau menyadari sesuatu?" tanya Sasuke membuka percakapan diantara mereka.

"Hmm? Tentang apa?" jawab Naruto dengan polos atas pertanyaan sahabatnya itu, yang hanya dibalas gelengan oleh kedua sahabatnya.

"Tidak ada gunanya kau bertanya hal merepotkan seperti itu padanya Sasuke. Kau tau sendiri kan kalau si bodoh ini hanya pintar dalam pertarungan." Ujar Shikamaru yang kesal pada kebodohan si pirang.

"Hahh… Kurasa kau ada benarnya Shika, walaupun dia memiliki sharingan serta menjadi sedikit lebih pintar sayangnya itu hanya berlaku saat bertarung" balas Sasuke yang merasa sia-sia bertanya pada Naruto.

"HEI!! Asal kalian tau saja ya, aku ini jauh lebih pintar dari sebelumnya" seru Naruto kesal karena dianggap bodoh oleh mereka.

' Bukankah itu sama saja kau mengakui kalau sebelumnya kau memang bodoh?' batin keduanya.

TENG TENG TENG

"Ah sial sudah waktunya kembali ke kelas" seru si pirang frustasi.

"Memangnya kenapa kalau harus ke kelas dobe?" tanya Sasuke heran akan sikap sahabatnya

"Aku benci belajar, otak-ku tidak sanggup jika harus menghafal huruf-huruf aneh serta simbol-simbol yang berbeda dengan insou (segel tangan)" jawab si pirang kembali.

Shikamaru dan Sasuke yang mendengar itu pun hanya sweatdrop atas kelakuan si pirang kemudian membawanya (diseret) ke kelas yang membuat para siswa maupun guru yang melihatnya sweatdrop berjamaah.

SKIP TIME

TENG TENG TENG

"Baiklah pelajaran kita hari ini sampai disini saja, jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang sensei berikan tadi." Ujar sang sensei yang selesai mengajar di kelas trio absurd (NaruSasuShika).

"Ha'i sensei!!" seru seluruh murid kelas 3-A dengan serempak.

Dapat dilihat kalau seluruh murid mulai membereskan perlengkapan mereka termasuk Naruto yang sangat bahagia karena akhirnya penderitaan nya hari ini telah berakhir.

"Hey dobe cepat sedikit kalau tidak mau kami tinggalkan" seru Sasuke mulai kesal pada sahabatnya yang masih berbahagia.

"Sudahlah tinggalkan saja dia, lagipula dia tidak mungkin lupa dimana rumahnya kan?" ujar Shikamaru mencoba menenangkan Sasuke walaupun dia sendiri agak kesal karena Naruto menunda waktu tidurnya.

"Baiklah kurasa kau ada benarnya. Kalau begitu ayo kita pulang lebih dulu" ucap Sasuke

Mereka berdua pun pergi lebih dulu meninggalkan Naruto sendiri yang masih berbahagia walau dianggap aneh oleh siswa-siswi yang melihatnya.

15 Minutes later

Naruto yang akhirnya selesai berbahagia menyadari ada yang aneh dengan sekitarnya, kemudian dia pun mengambil telepon genggam miliknya dari dalam sakunya dan mengecek jam.

"AH!!! SUDAH PUKUL 3 LEWAT ?!!" seru nya yang akhirnya menyadari kalau dia terlalu lama berada dikelasnya. Dia pun mengecek pesan yang dikirim oleh Sasuke padanya.

"Dobe, aku dan Shikamaru sudah pulang lebih dulu jadi kalau kau sudah selesai dengan acara anehmu lebih baik kau cepat pulang sebelum kau dimarahi kushina-baasan. PS: Shikamaru bilang jangan lakukan hal yang merepotkan."

"Sialan, tak kusangka mereka benar-benar akan meninggalkanku sendiri dasar tidak setia kawan." Ujarnya kesal

Naruto pun beranjak pergi dari kelasnya tapi dia tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan dia pergi membeli ramen cup di salah satu minimarket yang tidak jauh dari sekolahnya.

SKIP TIME

"Ah sial! Karena aku terlalu lama memilih ramen mana yang harus kubeli aku malah pulang terlalu larut ditambah lagi aku harus mengantri." Ucapnya kesal. Kesal? Ya kesal, bagaimana bisa dia tidak kesal jika dia malah pulang larut karena bingung memilih ramen cup serta harus mengantri di minimarket.

Sudah bisa dipastikan kalau dia akan diomeli habis-habisan oleh ibunya karena pulang larut, jika memang seperti itu dia hanya bisa berdoa agar dia masih bisa selamat untuk melihat matahari besok pagi.

Dalam perjalanan pulang dia melewati taman kuoh dengan santai walaupun dia masih agak kesal atas kejadian tadi. Tetapi saat memasuki taman dia merasakan perasaan aneh yang membuatnya waspada. Kemudian dia mulai mengamati keadaan disekitarnya sampai akhirnya dia menyadari kalau ada kouhai nya (adik kelas) yang sedang sekarat dimana dia tertusuk oleh sebuah tombak cahaya.

"Hmm? Bukankah itu hyodou? Si anggota trio mesum? Kenapa dia ada disini ? Dan siapa wanita itu?" tanyanya heran

"Baka-Gaki! Bocah itu sedang sekarat lebih baik kau cepat menolongnya sebelum terlambat. Dan mengenai wanita itu, sepertinya dia adalah Da-Tenshi seperti yang dijelaskan Kami-sama" ucap sosok rubah berekor sembilan dalam tubuhnya mencoba menjelaskan situasi saat ini.

"Baiklah aku mengerti Kurama" balas Naruto pada sosok rubah dalam tubuhnya yang bernama Kurama.

Naruto yang mulai mengerti akan situasi saat ini pun langsung melesat kearah Issei yang sedang sekarat serta si Da-Tenshi yang sedang tertawa seperti orang gila.

Swush! Duak! Arrrgghh!! Brak!

Sesampainya ditempat Issei, Naruto langsung menendang si Da-Tenshi tersebut dengan sangat keras hingga terpental lumayan jauh dari tempat awalnya.

"Yare-yare sepertinya kau dalam masalah yang lumayan merepotkan ya? Kouhai-kun?" ucapnya pada Issei yang tergeletak ditanah.

"Enggghh Namikaze-senpai" ujar Issei mencoba berbicara.

"Istirahatlah biar aku yang mengurus nona ga-" ucapan Naruto tiba-tiba dipotong oleh si Da-Tenshi

"SIALAN!! KAU PIKIR KAU ITU SIAPA HAH?! BERANI SEKALI MENENDANG KU RAYNARE-SAMA SANG PELAYAN NOMOR SATU KOKABIEL-SAMA?! DASAR MANUSIA TIDAK TAHU DIRI?!" seru si Da-Tenshi yang bernama Raynare tersebut sambil menyingkirkan debu dan bebatuan yang menindihnya

Srak! Brak!

" Bisakah kau diam sedikit? Aku sedang berbicara dengan kouhai ku disini" ucap Naruto dengan suara berat karena dia membocorkan sedikit chakra Kurama dikarenakan kesal ucapannya dipotong.

Raynare yang merasakan intensitas chakra Kurama pun menggigil hebat bahkan kedua sosok yang mengawasi Naruto dan Issei pun merinding karena tekanan chakra tersebut. Tapi karena kesombongannya Raynare mencoba memberanikan diri untuk menghadapi Naruto walau dia tahu mustahil dia bisa menang.

"D-Dasar MANUSIA RENDAHAN?! MATILAH KAU ?!" seru Raynare dengan lantang sambil menciptakan sebuah lightspear berukuran besar.

Sring! Wush!

Raynare pun melemparkan Lightspear berukuran besar tersebut kearah Naruto yang hanya melihat hal itu dengan pandangan datar.

Siungg! Stab!

Dengan mudah Naruto menghindari lightspear tersebut dan menangkapnya dengan tangan kosong sambil menatap Raynare dengan pandangan datar yang membuat Raynare serta kedua sosok yang mengawasinya terkejut.

"M-Mustahil! K-Kau?! Siapa kau sebenarnya?! Tidak ada manusia yang bisa menangkap lightspear dengan tangan kosong seperti itu ?!" Raynare mulai ketakutan melihat kekuatan Naruto yang bahkan bisa menangkap lightspear miliknya hanya dengan tangan kosong.

"Hmm? Kau bertanya siapa aku? Bukannya kau sudah menjawab hal ini sebelumnya? Aku hanyalah manusia rendahan oh nona Da-Tenshi yang hebat, tapi kurasa sudah waktunya bagiku untuk mengakhiri permainan ini karena semakin lama aku disini maka semakin lama pula aku akan diomeli dirumah nanti." Naruto pun menjawab pertanyaan dari Raynare dengan datar lalu bersiap mengakhiri pertarungan.

Siungg! Wush! Jleb!

Lightspear yang berada ditangan Naruto langsung dilemparkannya kembali ke arah Raynare dengan mengalirkan sedikit chakranya kedalam lightspear tersebut yang membuatnya melesat sangat cepat dan langsung menusuk sayap kiri Raynare yang tidak bisa menghindar.

"AARRGGHHHH" Raynare berteriak karena rasa sakit yang berada pada sayapnya. Saat melihat ada kesempatan Raynare pun mencoba untuk kabur dari tempat tersebut tapi sayang Naruto menyadari apa yang coba dia lakukan.

"Jangan kira kau bisa pergi dari tempat ini dengan selamat" ujarnya dingin, dia pun menciptakan sebuah rasengan ditangannya dan bersiap menghabisi Raynare

Sringg! Siungg!

Oodama Rasengan!

Sraakkk!

"AAARRRGGGHHH!!"

Naruto pun langsung menggunakan sunshin dan berpindah tepat di belakang Raynare dan langsung menghantamkan rasengan tersebut kepada Raynare.

Siuunggg! Braaakkk!

Raynare yang terkena rasengan langsung melesat menghantam tanah dan membuat retakan besar di taman. Beberapa saat setelah terkena hantaman rasengan tubuh Raynare mulai mengurai menjadi cahaya hingga akhirnya lenyap tak bersisa, Naruto yang melihat itu langsung menuju ketempat Issei kembali dan mencoba menyelamatkannya.

Tap! Tap! Tap!

"Hyodou?! Bertahanlah sebentar aku akan menyelamatkan mu" ucapnya sambil mengalirkan chakra Kurama untuk menyembuhkan luka Issei.

"I-Itu… T-Tidak perlu… S-Senpai… K-Kurasa ini… A-Adalah akhir… Ku… T-Terima kasih karena… S-Sudah mencoba… M-Menyelamatkan… Ku… S-Sayonara… N-Namikaze… S-Senpai…" ucap Issei dengan terengah-engah hingga akhirnya dia meninggal dihadapan Naruto.

"Kuso! Jangan mati sekarang baka! Kau kira aku bisa menghadap pada keluargamu nantinya hah!" seru Naruto yang mulai frustasi

Tiba-tiba selembaran disaku Issei bersinar dan tak lama kemudian muncul lingkaran sihir disamping jasad Issei yang mengeluarkan kedua sosok yang sejak tadi mengawasi pertarungan Naruto dan Raynare.

"Sepertinya kita terlambat Akeno" ujar salah satu sosok yang merupakan seorang gadis berambut merah.

"Ya kurasa kau benar Rias-Buchou" balas sosok lainnya yang diketahui seorang gadis berambut hitam bernama Akeno kepada si gadis berambut merah bernama Rias.

Ya keduanya adalah Rias Gremory dan Akeno Himejima si Two Great Onee-sama yang merupakan murid dari kuoh academy sekaligus teman sekelas Naruto dan kedua sahabatnya.

"Jadi sosok yang mengawasi ku daritadi adalah kau? Gremory-san?" ucap Naruto datar yang membuat mereka tidak nyaman.

"Ha'i itu benar Namikaze-kun, kami berdua lah yang mengawasi pertarungan mu sejak tadi" balas Rias menjawab pertanyaan Naruto.

"Jika memang benar begitu kenapa kau tidak menolong nya sejak tadi? Dan malah menonton pertarungan ku yang mengakibatkan Hyodou meregang nyawa? Berdasarkan apa yang kurasakan dari kalian berdua, aku bisa mengatakan kalau kalian berdua bukan manusia" Ucap Naruto dingin pada keduanya yang membuat mereka semakin tidak nyaman.

"M-Maafkan aku kalau begitu Namikaze-kun tapi kau tenang saja Hyodou-kun belum meninggal sepenuhnya. Aku bisa membangkitkannya kembali menjadi pelayanku" balas Rias yang mulai gugup yang membuat Naruto bingung.

' Membangkitkan? Apa maksudnya menggunakan jutsu seperti edo-tensei?' batin Naruto yang bingung.

"Membangkitkannya kembali menjadi pelayanmu? Apa maksudmu? Apa kau berniat menggunakan teknik aneh dan mengganggu alur kehidupan?" Tanya Naruto yang mulai merasa kesal yang membuat Rias serta Akeno khawatir.

"B-Bukan seperti itu Namikaze-kun aku tidak mengubah alur kehidupan, aku hanya menghidupkan Hyodou-kun kembali karena dia belumlah layak untuk mati" jawab Rias yang mulai takut akan perubahan sikap Naruto.

"Dengan kau mencoba menghidupkannya saja itu sudah melanggar alur kehidupan. Tidakkah kau sadar jika itu bisa mengakibatkan berbagai masalah pada alur kehidupan ini? Aku tidak akan membiarkan siapa pun mencoba merusak alur kehidupan di dunia ini!" seru Naruto yang kehabisan kesabarannya.

"Maaf kalau begitu Namikaze tapi kau terlalu berbahaya untuk dibiarkan hidup, sayonara" Rias pun membuat bola yang tercipta dari Horobi no Chikara (Power of Destruction) ditangannya dan menembakannya pada Naruto.

Siungg! Sraakk!

Bola tersebut langsung menghantam tempat Naruto berdiri dan menghapus apapun yang ada di jalurnya, hingga hanya kepulan debu yang tersisa.

"Apa dia sudah tiada Rias?" tanya Akeno pada Rias selaku pemilik bola penghancur tadi.

"Aku juga tidak yakin Akeno, mengingat dia bahkan bisa menangkap lightspear dengan tangan kosong seperti itu berarti dia bukan lawan yang bisa diremehkan" balas Rias menjelaskan pada Akeno.

"Ya kau benar Gremory. Butuh lebih dari bola penghancur tersebut untuk bisa menghabisi ku" terdengar suara datar Naruto dari balik kepulan debu tadi.

"T-Tidak mungkin! Aku mengenai nya dengan telak dan dia bahkan tidak tergores sedikitpun!" seru Rias yang terkejut akan keadaan Naruto yang masih baik-baik saja.

Sringg!

Raikou!

Braakk!

Terdengar seruan dari Akeno yang mencoba menyerang Naruto dengan petirnya yang dengan mudah dihindari oleh Naruto dengan sunshin miliknya.

"Ara? Apakah aku meleset? Fufufu buchou sebaiknya kau cepat menghidupkan Hyodou-kun biar aku yang menangani ini" ucap Akeno pada Rias sambil terus menyerang Naruto dengan petirnya yang terus dihindari Naruto.

"Apa kau berpikir kalau aku akan membiarkan kalian begitu saja?" tanya Naruto datar

"Kumohon mengertilah keadaan kami Namikaze?! Kami harus melakukan ini! Hyodou belum pantas mati?!" seru Rias frustasi

Naruto yang mendengar itu hanya diam dan memikirkan kembali perkataan dari Rias dan melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 11.30 malam.

"Cih! Baiklah untuk kali ini aku akan melepaskan kalian tapi ingat ini baik-baik! Manusia tidak selamanya lemah!" setelah mengakhiri perkataannya, Naruto pun beranjak pergi dari tempat itu dan menuju kerumahnya.

SKIP TIME

Dalam perjalanan pulang Naruto terus memikirkan nasib dari Issei setelah dibangkitkan oleh Rias menjadi pelayannya atau dalam pandangan Naruto sebagai budak dari Rias.

' Bagaimana keadaan Hyodou sekarang? Apakah dia akan menerima kenyataan kalau dia telah menjadi iblis?' batinnya.

Sesampainya dirumah Naruto langsung masuk sambil mengucapkan salam. Sayangnya dia lupa kalau Ibunya sudah hidup kembali dan dia pulang terlalu larut di hari pertamanya serta mendapatkan terlalu banyak masalah.

"Tadaima" ujar nya santai tanpa menyadari ada seseorang yang sedang menunggunya dengan kesal.

" Okaeri Na-ru-to" terdengar suara menakutkan dari Kushina yang merupakan ibu dari Naruto yang mana saat ini dalam mode habanero nya.

Glek!

"K-K-Kaa-chan" ujar Naruto ketakutan karena melihat ibunya sedang kesal, dan semua kekesalan itu ditujukan pada dirinya seorang.

Grep!

Naruto langsung terkejut ternyata bukan memarahinya ibunya malah memeluknya dengan erat.

"K-Kaa-chan ada apa?" tanya nya heran

"Baka! Kau membuat Kaa-chan khawatir karena tidak pulang dari sekolah! Kaa-chan pikir ada hal buruk yang menimpamu?!" seru Kushina sambil meneteskan airmata.

"Maa maa… Yang penting Naruto sekarang sudah pulang kan? Hora lebih baik kau hangatkan makanan nya agar dia bisa makan malam" sambung Minato yang berada di belakang Kushina.

"Wakatta, kalau begitu sochi lebih baik kau segera mandi dan Kaa-chan akan siapkan makanan untukmu" ujar Kushina yang sudah tenang

"Ha'i" balas Naruto.

Setelah itu Naruto pun pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua dan langsung mandi. Selesai mandi dia langsung turun kembali untuk makan malam yang sudah disiapkan ibunya untuk dirinya.

"Naruto kau makan malamlah setelah itu jangan lupa merapikan piring bekas makan mu itu" ujar Minato pada Naruto mengingatkan nya.

"Baik Tou-chan aku mengerti" balas Naruto pada ayahnya.

"Kalau begitu kami akan pergi tidur kasihan ibumu yang menahan kantuknya sedari tadi" ujar Minato

"Hm oyasumi Tou-chan" balasnya

"Oyasumi Naruto/Sochi" ujar kedua orang tuanya.

Naruto pun makan malam dengan nikmat walau hanya sendiri. Setelah selesai makan dia pun merapikan piring bekasnya seperti yang dikatakan oleh ayahnya tadi lalu langsung kembali ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.

SKIP TIME

Keesokan paginya Naruto bangun dengan sendiri tidak seperti kemarin dimana ibunya harus membangunkannya dengan lembut (ancaman) lebih dulu. Setelah merapikan tempat tidurnya Naruto langsung mandi dan memakai seragam sekolahnya lalu turun kebawah untuk sarapan.

"Naruto kenapa semalam kau pulang larut?" Tanya Minato pada anaknya

"Gomen Tou-chan semalam aku terjebak dalam masalah yang sedikit merepotkan" jawab Naruto

"Souka? Maa kalau seperti itu Tou-chan tidak bisa memarahimu tapi ingat sebisa mungkin hindarilah masalah yang tidak penting. Ingat kita ini keluarga Shinobi walaupun ini bukan di Konoha tapi seorang shinobi yang baik adalah shinobi yang mengikuti aturan dan tidak pernah meninggalkan rekannya" Ujar Minato

"Hm wakatta! Kalau begitu aku pergi ke sekolah Tou-chan, Kaa-chan! Ittekimasu!" seru nya sambil pergi keluar rumah

"Itterashai~" balas mereka

Setelah keluar rumah Naruto pergi ke sekolah Bersama kedua sahabatnya yang ternyata sudah menunggunya di depan rumah. Dalam perjalanan ke sekolah mereka berbincang-bincang seperti biasanya.

SKIP TIME

Sesampainya di sekolah ketiga shinobi kita langsung menuju ke kelas mereka dan bersiap untuk mengikuti pelajaran. Ya walaupun Shikamaru yang tertidur harus ditutupi dengan genjutsu milik Sasuke tapi setidaknya mereka mengikuti pelajaran mereka, namun tidak terlalu menyenangkan bagi Naruto, bukan karena mata pelajarannya tapi karena dia sedang ditatap oleh Rias yang ada disampingnya dengan intens.

Jika kalian pikir hanya Rias yang menatap Naruto kalian salah karena Akeno yang berada barisan belakang juga menatap Naruto dengan intens yang membuatnya semakin tidak nyaman.

SKIP TIME

TENG TENG TENG

"Baiklah minna-san sekian saja pelajaran kita untuk hari ini sampai jumpa pertemuan berikutnya" ujar sensei yang telah selesai mengajar dan langsung keluar kelas diikuti oleh beberapa murid yang ingin makan maupun bersantai diluar kelas.

"Namikaze-kun ikutlah ke klub dengan ku?" ujar Rias pada Naruto yang ada disampingnya

"Gomen tapi aku punya urusan yang harus diselesaikan" balas Naruto datar

"Ufufufu sayangnya kau tidak punya pilihan lain Namikaze-kun" ujar Akeno yang datang dari belakang.

Naruto pun dengan terpaksa ikut ke ruangan klub Bersama Rias dan Akeno, sedangkan Sasuke dan Shikamaru yang melihat itu hanya saling menatap lalu mengendikkan bahu mereka.

KLUB ORC

Saat ini Naruto yang dibawa oleh Rias dan Akeno hanya menatap bangunan klub yang terlihat menyeramkan baginya.

"Oi-oi-oi ini bukan wisata rumah hantu kan?" tanya nya sedikit was-was

"Hmm? Apa kau takut?" balas Rias menggoda Naruto

"Jangan bercanda! Mana mungkin aku takut!" seru Naruto

"Terserah kau saja, ayo kita masuk" balas Rias.

Begitu masuk kedalam Naruto dibuat terkejut karena ternyata tempat ini tidak menakutkan seperti yang dipikirkannya melainkan tempat ini terlihat mewah dengan gaya eropa. Naruto pun langsung duduk di sofa yang mana salah satunya ditempati oleh Issei.

"Heh?! Namikaze-senpai?!" seru Issei yang terkejut akan kehadiran Naruto

"Yo Ero-kouhai! Sepertinya kau sudah sehat" balas Naruto.

Sedangkan Kiba hanya tersenyum melihat interaksi keduanya, berbeda dengan Koneko yang mengendus Naruto dan Issei.

"Hmm? Ada apa neko-chan?" ujar Naruto santai yang membuat semua nya kecuali Issei terkejut

"Senpai berbau seperti Kitsune (Rubah) dan Gama (Kodok/Katak) sedangkan Ero-senpai berbau seperti kadal" ucap Koneko datar yang sebelumnya terkejut dan sekarang malah membuat orang-orang atau bisa dikatakan iblis yang ada diruangan itu (kecuali Issei tentu saja) terkejut.

"Souka? Maa kalau begitu atas kehebatanmu ini hadiah untukmu" ucap Naruto sambil memberikan keripik yang kebetulan dia bawa.

Koneko melihat keripik dengan mata berbinar walaupun wajahnya tetap datar yang mengingatkan Naruto pada sahabatnya yang entah ada dimana.

CHANGE SCENE

"HACCCHIII"

Sementara itu Sasuke yang sedang memakan bekal bersama dengan Shikamaru di atap bersin dengan tiba-tiba yang mengejutkan Shikamaru.

"Oi-oi-oi Daijobuka Sasuke? Kalau kau sedang flu sebaiknya pulang saja" tanya Shikamaru

"Aku baik-baik saja hanya saja sepertinya ada yang sedang membicarakan ku saat ini" balas Sasuke melanjutkan memakan bekalnya.

CHANGE SCENE

Kembali ke ruangan ORC yang mana saat ini Rias sedang menjelaskan situasi Issei saat ini, sedangkan Naruto hanya meminum teh yang di sajikan oleh Akeno dengan santai bersama Koneko disampingnya yang sedang makan keripik pemberiannya.

SKIP TIME

Setelah selesai menjelaskan kepada Issei, Rias pun berbalik dan menghadap Naruto yang tertidur dengan Koneko yang masih memakan keripiknya, yang membuat Rias naik pitam karena penjelasannya tidak di dengarkan oleh keduanya.

"DENGARKAN AKU KINPATSU-YAROU?!" seru Rias yang sedang marah

"Etto Buchou gomen, tapi aku juga pirang" ucap Kiba menciptakan keheningan sejenak.

"…"

"B-Buchou?" ucap anggota ORC kecuali Koneko yang masih sibuk dengan keripik nya

Sementara yang dimaksud hanya diam dengan wajah memerah yang senada dengan rambutnya. Sedangkan Naruto hanya meminum teh nya dengan santai seolah tidak terpengaruh.

"Rias-Buchou baka" ucap Koneko santai dengan nada datar kesukaannya

Sontak perkataan yang keluar dari loli-neko tersebut membuat Rias tertohok dan pundung di salah satu sudut ruangan dengan aura suram yang luar biasa.

"Bahkan Koneko menganggap ku bodoh" ucap Rias dengan aura suram

"Yare-yare aku sebenarnya dibawa kesini untuk apa? Kuharap bukan untuk menonton drama kalian, karena jujur ini hanya membuang-buang waktuku" ujar Naruto menyadarkan seisi ruangan.

"Ehem, maaf soal itu. Baiklah tujuan sebenarnya kami membawa mu karena ada yang ingin kami tanyakan padamu" ucap Rias yang sudah mulai mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.

"Hmm? Baiklah mengenai apa?" balas Naruto

"Siapa kau sebenarnya, Namikaze Naruto?" tanya Rias menciptakan keheningan kembali diruangan tersebut

"Hah~ Yare-yare…"

To Be Continued

A/N : YEHHEHEI!!! Welcome back with me in this stupid story. Eh kok malah sama kek chap sebelumnya?! Ok ganti deh…

wkwkwkwkwk

Yo Wassap dude! Do y'all miss me? Keknya ga ada yang rindu ama gw ya? [Bacot thor!] Okok maap btw gw baru nyadar kalo ternyata cerita gaje kek gini bakalan ada yang baca loh! Gw kira gaada yang suka… Uhh bikin semangat tapi gaada kuota bikin patah semangat cuk.

Oh ya ini chap mungkin agak mainstream jadi kalo kalian pada liat gaya atau alur yang sama kayak beberapa fic lain, mohon maaf tapi gw gaada maksud buat copas karya siapapun disini. Gw juga sadar diri kalau cerita ini ga menarik bahkan mainstream banget tapi ya mau gimana lagi? Gw baru belajar bikin fic kek gini bwang.

Gw sih ga masalah mau fic ini lu flame kek, ga review kek tapi seenggaknya kasih like napa bang?! Jangan jadi silent reader doang lah! Kasian author-author pemula kek gw karyanya ga dihargain

Njir niatnya A/N cuma 150 word malah kebablasan lagi. Oh ya hampir lupa! Gw minta maaf banget kalo lama update soalnya kuota gw habis jadi agak ribet juga mana belajar daring lagi. So… Next chap mungkin lebih lama tapi bakal gw usahain biar cepet kelar. Ok gw rasa itu dulu dari gw, stay safe and keep healthy bro

SEE Y'ALL NEXT CHAP