Chapter Sebelumnya :

.

.

TWUNG! TWUNG!

Sebelum Hinata selesai berbicara, terdengar suara serine memenuhi lorong membuat Naruto serta Hinata terkejut.

"Apa yang terjadi?!" gumam Naruto dengan Ekspresi penasaran.

["PERHATIAN! PERHATIAN! TERJADI KEADAAN DARURAT! KEPADA SELURUH PASUKAN UNTUK BERSIAP! DINDING NAGOYA TELAH RUNTUH! AKU ULANGI DINDING NAGOYA TELAH RUNTUH!"]

Naruto serta Hinata yang mendengar itu terkejut, ekspresi Naruto langsung berubah menjadi serius dan langsung menurunkan Hinata, "Hinata dengarkan aku!"

Sementara di sisi Team Naruto, mereka saat ini pergi ke lokasi Naruto namun saat akan mencapai lokasi tempat Naruto berada mereka hanya melihat Hinata yang berlari dengan pakaian Naruto menutupi tubuhnya.

"Hinata-chan!" panggil Kuroka serta Akeno lalu memeluk erat Hinata. "Hinata-san, dimana Naruto?" tanya Shikamaru tidak melihat keberadaan Naruto.

"Minna! Gawat! Naruto-kun... Naruto-kun...," panik Hinata sambil menangis sedu. "Ada apa dengan Naruto?!" tanya Sasuke dengan ekspresi khawatir.

"Dia... Dia pergi... Ke Dinding Nagoya sendirian!"

Beralih ke sisi Naruto, ia telah membawa kedua revolver miliknya serta sabit lipat di tangannya, saat semua pasukan lagi bersiap secara sembunyi-sembunyi Naruto mengambil satu senjata SCAR-L serta amunisinya, setelah semua siap Naruto pergi ke area jalur kendaraan dan saat melihat ada tentara yang membawa Motor sport, Naruto langsung menghentikannya dan mencuri motornya.

"HEI!" Teriak tentara itu kepada Naruto, namun Naruto terus menarik gas motornya keluar dari Kyoto menuju Nagoya

Sementara di depan dinding Nagoya, terlihat Zombie berukuran besar dengan tubuh warna hijau terus berjalan di ikuti banyak Zombie di bawahnya.

"Ini pasti ulahnya... Aku... Tidak akan memaafkannya?!" batin Naruto dengan ekspresi marah karena teringat kematian Issei dan orang yang membuat bencana ini adalah penyebabnya.

Dirinya yakin, orang itu saat ini juga yang menyebabkan dinding Nagoya hancur. Maka dari itu, dia... Akan membalaskan dendamnya atas kematian Issei

.

Chapter Saat Ini :

.

.

Markas Utama

.

"Apa?! Naruto pergi sendirian ke Nagoya?!" seru Sasuke sambil mengguncang bahu Hinata pelan, Sementara Hinata yang mendengar itu hanya diam sambil menganggukkan kepalanya, "dasar si bodoh itu?!" umpat Sasuke sambil mengertakkan giginya karena kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.

"Kita tidak bisa membiarkannya sendirian! Kita harus segera menyusulnya!" seru Sona dan di balas anggukkan yang lain. "Persetan dengan testnya! Mau kita lulus mau tidak lulus, kita harus menyusul Naruto-kun!" timpal Tsubaki.

"Baiklah! Semua siapkan semua senjata kalian dan bersiaplah!" seru Shikamaru memberitahu teman-temannya. "Tunggu! Biarkan aku ikut!" pintah Hinata namun di balas gelengan oleh Shikamaru.

"Tidak, Hinata! Kau tetaplah di sini bersamaku!" balas Shikamaru, namun Hinata menggelengkan kepalanya tidak mau. Sasuke yang melihat itu memukul tengkuk Hinata hingga membuatnya pingsan, "Sasuke! Apa yang kau lakukan?!" seru Sakura.

"Jika dia terus memaksa untuk ikut, itu akan membuang-buang waktu, jadi lebih baik dia tidak sadarkan diri," balas Sasuke dengan ekspresi kesal karena di situasi seperti ini mereka tidak bisa berlama-lama untuk berdebat.

"Sudah cukup! Semua bersiaplah! Sakura kau tetaplah di sini dan jaga Hinata!" ucap Shikamaru dan di balas anggukkan oleh Sakura. Semua team Naruto pun berlari ke tempat pelatihan untuk mengambil persenjataan mereka terkecuali Shikamaru yang pergi ke Garasi dan ia melihat Mobil Naruto serta Truk mereka.

.

.

Seluruh Tentara yang ada di sana juga bergerak secepat mungkin ke tempat pembagian Senjata dan bersiap-siap untuk berperang, beberapa tentara yang lain juga langsung berlari menyiapkan amunisi serta persenjataan berat dan memasukkannya ke pesawat Ark.

Shikaku yang ada di ruang monitor menggeram kesal ketika tidak percaya bahwa Dinding Nagoya berhasil di hancurkan membuat ribuan Zombie di Nagoya bergerak ke arah Osaka dan Kyoto, bahkan tanpa ada pemberitahuan dari pengawas di dinding Nagoya.

"Kuso! Apa yang sebenarnya terjadi."

"Shikaku!" Shikaku yang di panggil menoleh dan ia melihat Minato, beserta Cao Cao, Yoko, Lavinia, Alisa, dan Touka di belakangnya, "bagaimana ini bisa terjadi?"

"Aku juga tidak tahu, tidak ada pemberitahuan dari pengawas yang ada di Nagoya, tapi dari yang aku dengar dari laporan pengawas yang ada di Osaka kepada Inoichi, ada Zombie berukuran besar yang menghancurkan dinding Nagoya, bahkan Zombie itu terlihat berbeda dari Zombie lainnya, itulah katanya," balas Shikaku, saat mengawasi penilaian Team Naruto, tiba-tiba saja ia di panggil karena menerima pesan darurat dari Inoichi.

Ia pun langsung kemari dan melihat laporan tersebut, dan benar saja dinding Nagoya di hancurkan oleh sebuah Zombie berukuran besar dari yang lainnya.

Bahkan mereka tidak memiliki laporan mengenai kekuatan serta kelemahan Zombie tersebut karena ini pertama kalinya mereka melihat Zombie itu. "Tsk! Jika seperti ini kita membutuhkan bantuan Shikamaru!" gumam Shikaku, "dimana dia saat ini?".

"Aku tidak tahu, saat mendengar tanda peringatan kami langsung kemari!" balas Minato membuat Shikaku mendesis pelan. "Cao Cao-san, Alisa-san, Touka-san, Yoko-san, Lavinia-san, maafkan kami karena kegiatan kita harus di tunda, untuk saat ini kalian pergilah ke kamar kalian dan berlindung di sana, kalian adalah tamu VIP di sini... Keselamatan kalian di utamakan hingga hari perang utama."

"Apa yang kau bicarakan? Kami tidak bisa berlindung di sini selagi tentara yang lainnya berperang," balas Alisa tidak terima. "Itu benar, kita sudah membuat perjanjian untuk saling membantu, dan kami sudah di sini jadi kami juga akan membantu kalian," timpal Lavinia.

"Untung saja kami membawa persenjataan kami, jadi kalian tidak perlu khawatir," ucap Yoko tersenyum penuh semangat sambil mengadu tinjunya.

Shikaku yang mendengar itu terdiam beberapa saat lalu menatap serius ke arah mereka, "Kalau begitu, mohon bantuannya! Kalian semua pergilah ke tempat landasan dan temui Letnan Kakashi!"

"Siap!" balas Mereka lalu pergi secepat mungkin ke tempat Landasan di pandu oleh beberapa tentara.

.

.

Beralih ke Shikamaru, Ia mengecek mobil Naruto dan pintunya tidak terkunci serta ada kunci mobilnya di sana. "Dia tidak membawa mobilnya, jadi apa yang dia gunakan untuk pergi ke Nagoya?" batin Shikamaru keluar sambil mengambil Walkie Talkie yang ada di mobil Naruto.

Shikamaru pun pergi ke truk mereka dan mengambil Walkie Talkie yang ada di truk, tak berselang lama ia mendengar suara derap langkah kaki dan ia melihat teman-temannya berlari ke arahnya sambil membawa senjata mereka namun ada sesuatu yang mereka tidak bawa.

"Di mana Amunisi kalian?" tanya Shikamaru dan di balas gelengan pelan oleh Rias. "Kami tidak bisa mendapatkannya, jika kita mengambil amunisi kita harus pergi ke area landasan karena semua amunisi telah di pindahkan ke pesawat Ark," jawab Sasuke membuat Shikamaru mendecih kesal.

"Jika begitu kita harus ke sana lebih dahulu, Sasuke! Apa kau bisa membawa mobil Naruto?" desis Shikamaru lalu bertanya pada Sasuke. "Kau gila? Aku tidak pernah bisa mengendalikan Monster itu! Bahkan aku hampir kehilangan nyawa sebanyak 3 kali ketika mencoba mengendarainya," jawab Sasuke sambil menunjuk mobil Naruto dengan ekspresi horor.

"Tunggu! Jika kita bergabung dengan pasukan lainnya kita pasti tidak di izinkan, kalau kita pergi ke tempat Naruto kita harus membawa kendaraan bukan? Tapi kita tidak bisa pergi dengan mobil Naruto, begitu pun truk kita karena yang bisa mengendarainya Cuma Rossweisse-sensei, bagaimana ini?" tanya Irina ketika menyadari sesuatu, jika mereka pergi dengan Mobil Naruto tentu saja tidak akan muat dengan orang sebanyak mereka.

Itu pun tidak ada satu pun yang bisa mengendarai Mobil Naruto selain pemiliknya sendiri. Sementara Truk mereka, yang bisa mengendarainya cuma Rossweisse, tapi dia tidak ada di sini sekarang.

Shikamaru yang mendengar itu semakin frustasi, "Arrrghh! Bagaimana ini?!" seru Shikamaru, tak lama setelah itu datang sebuah mobil barracuda bernama Explorer dengan membawa sebuah Mobil Rover di belakangnya.

Pintu Mobil Explorer pun terbuka dan memperlihatkan Rossweisse di dalamnya, "Kalian! Cepat masuk!" seru Rossweisse membuat semuanya terkejut ketika melihat Rossweisse membawa mobil Explorer.

"Rossweisse-sensei?!"

"Sasuke-kun! Kau bisa membawa mobil itu bukan?!" tanya Rossweisse sambil melempar kunci mobil Rover kepada Sasuke.

"U-Um, kalau mobil-mobil seperti ini Aku bisa... Tapi bagaimana..."

"Akan aku jelaskan di jalan! Ayo cepat masuk!" potong Rossweisse, semua yang mendengar itu terdiam sesaat lalu langsung masuk ke dalam mobil Explorer serta Rover terkecuali Shikamaru yang masih di luar.

Rias yang baru saja memasuki mobil Explorer di belakang terkejut ketika melihat Shizuka juga ada di dalam mobil. "Halo, Minna! Lama tidak berjumpa!" seru Shizuka sambil tersenyum senang.

"Shizuka-sensei!"

Sasuke melepaskan tali pengait yang di ikat pada Mobil Rover lalu menaikinya bersama Xenovia di sampingnya, dan di bagian belakang di naiki oleh Chouji, Arthuria, Tsubaki dan Sona.

Sementara mobil Explorer yang di naiki oleh Rossweisse di naiki oleh Kuroka, Akeno, Rias, Ino serta Irina. "Shikamaru! Ayo masuk!" ucap Rossweisse, namun Shikamaru hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku akan di sini membantu Markas membuat Strategi, kalian pergilah dan susul Naruto!" ucap Shikamaru sambil memberikan Walkie Talkie kepada Akeno serta Sasuke.

"Baiklah!" ucap Sasuke lalu langsung memasukkan gigi mobilnya mendahului mobil Rossweisse di belakangnya. Setelah kepergian mereka, Shikamaru langsung berlari menuju ruang kendali untuk membantu ayahnya.

.

.

.

Area Landing

.

Di Arena Landing dengan terdapat 10 pesawat ARK yang tengah menampung pasukan, terlihat Kakashi serta teman-temannya memberi perintah kepada Seluruh Pasukan untuk masuk ke pesawat Ark.

"Kakashi-san!" Kakashi yang di panggil menoleh ke sumber suara dan ia melihat Cao Cao, Alisa, Touka, Yoko serta Lavinia datang dengan pakaian tentara mereka serta membawa senjata.

"Kalian...," gumam Kakashi menatap mereka satu persatu. "Kami telah mendapat izin dari Shikaku-san untuk membantu kalian, beri kami perintah... Letnan Kakashi!" ucap Touka membuat Kakashi terdiam sesaat.

"Bagaimana, Kakashi-senpai?" tanya Yamato sambil meminta pendapat seniornya. Kakashi mendengar itu masih terdiam beberapa menit lalu ia melihat ke arah Sairaorg, "Sairaorg! Kau pergilah ke Ark 4 bersama Lavinia-san, Gabriel, Jeanne... Kalian pergi bersama Yoko-san ke Ark 2, Asuma! Kurenai! Kalian pergilah ke Ark 7 bersama Touka-san! Lalu Rin kau pergilah ke Ark 1 bersama Alisa-san! Sementara Yamato! Obito! Guy! Kalian ikut aku bersama Cao Cao-san!"

"Siap!"

"Baik!"

"Dimengerti!"

.

.

.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Dunia Modern, dimana Dunia sudah maju dengan teknologi canggih yang membantu peradaban manusia, namun karena saking canggihnya, para ilmuwan nekat membuat sesuatu yang berbahaya, namun saat melakukan tes terjadi kesalahan besar. Sesuatu yang berbahaya itu menyebar dengan cepat membuat panik orang-orang dan mereka harus melarikan diri untuk bertahan hidup, akankah peradaban manusia musnah sepenuhnya?

This Is The End the World?

Pair :

Naruto x ...

Sasuke x Sakura

Issei ( Dead )

Shikamaru x ...

Genre : Alternative Universe, Adventure, Fantasy, Friendship, Family, Horror, Tragedy, Mystery, Humor, Sci-Fi, Future.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, AU, Multichap, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Smart!Shikamaru, Smart!Sasuke.

" Naruto " berbicara

" Naruto " batin

["Naruto."] bicara melalui walkie talkie

["Naruto."] balasan dari Walkie talkie.

.

Skillet – Back from the Dead

.

B-ba-b-b-b-ba-ba-back
B-ba-b-b-b-ba-ba-back

( Gambar memperlihatkan gambar beberapa huruf )

(Drum Sfx)

B-ba-b-b-b-ba-ba-back
B-ba-b-b-b-ba-ba-back

(Lalu muncul tulisan judul cerita This is The End the World?)

Cold and black inside this coffin

(Layar berubah di ganti dengan sosok Naruto yang tengah bersandar di luar mobilnya sambil melihat ke langit malam)

Cause you all try to keep me down

(Lalu Layar kembali di ganti dengan Shikamaru serta Issei yang tengah berkerja membuat sebuah alat dengan Sasuke yang mempersiapkan sebuah senjata tembak di samping mereka bersama Choiji.)

How it feels to be forgotten

(Layar berubah ke arah Shizuka serta Sakura dan Ino yang tengah mencoba membuat sebuah ramuan)
But you'll never forget me now

(Lalu layar berubah ke arah Akeno, Rias, Arthuria, Koneko, Kuroka, Sona, Tsubaki, Xenovia, Irina serta Hinata yang juga mempersiapkan senjata mereka masing-masing, lalu Arthuria menoleh ke arah lain)

Enemies clawing at my eyes, I

(Layar kembali berubah menjadi para Zombie dari berbagai jenis menyerang para Manusia)
Scratch and bleed, just to stay alive, yeah

(Gambar kembali berubah beberapa manusia yang mencoba melawan walau akhirnya mereka tetap mati)
The zombies come out at night

(Lalu layar kembali berubah dengan ribuan Zombie yang berjalan di seluruh kota)
They'll never catch me
They'll never catch me

(Layar kembali berganti dengan Naruto serta teman-temannya yang memasuki kendaraan mereka)
B-ba-b-b-b-ba-ba-back
B-ba-b-b-b-ba-ba-back

(Gambar pun berubah dengan gambar kendaraan mereka yang berjalan di kota mati)

Drum Sfx

(Gambar memperlihatkan Naruto yang memasukkan gigi Mobilnya)

Light it up, light it up, now I'm burning

(Layar kembali di ganti dengan Naruto yang memacu kendaraannya bersama Irina di sampingnya menembak para Zombie dari jendela di ikuti sebuah Truk yang di kendarai Rossweisse bersama Sasuke di sampingnya)
Feel the rush, feel the rush of adrenaline

(Gambar kembali di ganti dengan bagian belakang Truk di mana terdapat Shikamaru serta yang lainnya tengah menembak para Zombie yang mengikuti mereka)
We are young, we are strong, we will rise

(Layar kembali di ganti dengan Chouji yang mengaktifkan senjata berondong di belakang dan mulai menembak para Zombie dengan membabi buta.)

Cause I'm back, back, back from the dead tonight

(Lalu layar kembali di ganti dengan ledakan beruntun yang terjadi di belakang truk bersama dengan zombie besar mengejar mereka, lalu gambar berubah dengan Arthuria yang menembak Zombie tersebut dengan Sniper miliknya)

To the floor, to the floor, hit the red line.

(Layar kembali berubah menjadi Sasuke serta Kuroka, Koneko, Sona, Hinata, Ino dan Rias yang saling membelakangi menembak para Zombie yang mengepung mereka )

Flying high, flying high at the speed of light

(Layar kembali di ganti dengan Rossweisse mengendarai sebuah kendaraan berukuran sedang bersama Xenovia, Shikamaru, Akeno, Irina, Tsubaki dan Chouji yang duduk di belakang kendaraan sambil menembak para Zombie dengan senjata mereka.)

Full of love, full of light, full of fight

(Layar kembali di ganti dengan mobil Naruto yang menghindari berbagai ledakan di belakangnya)

Cause I'm back, back, back from the dead tonight

(Layar kembali dengan yang berbelok tajam dan memperlihatkan Naruto yang mengeluarkan pistolnya dan menembakkan sebuah peluru.)

.

.

Chapter 19 : Day 9 Survivor Part 2 : War Begining

.

.

Area Landing

.

Setelah seluruh pesawat Ark di penuhi pasukan, mereka pun lepas landas dan langsung bergerak ke Nagoya, sebagian pasukan yang tidak mendapat posisi di Ark bergerak melalu jalur darat dengan peralatan berat yang mereka punya untuk berjaga di dinding Osaka.

"Ayo! Ayo! Cepat! Kita harus berjaga di luar dinding Kyoto!" seru satu tentara memberi perintah kepada tentara lainnya. Tentara lain yang mendengar itu mempercepat langkah mereka menuju luar dinding Kyoto.

.

.

Ruang Komunikasi

.

Ke sisi Ruang Komunikasi, tampak seluruh tentara yang bertugas di sana bergerak cepat memberi kode kepada setiap pasukan serta memeriksa keadaan para tentara apakah mereka telah siap atau belum.

"Pesawat Ark telah berangkat!"

"Alat-alat berat juga sudah bergerak!"

"Amunisi ledak serta Pembekuan juga telah di bawa!"

"Dari Ribuan obat penawar kita hanya bisa mengirim separuhnya saja!"

"Harap semua Tentara untuk tidak gegabah karena persediaan keselamatan kita terbatas!"

"Bagaimana situasinya?" Shikaku, Inoichi serta Minato yang mendengar suara Kaisar Hiruzen melihat ke sumber suara dan terlihat Hiruzen mendatangi mereka dengan beberapa petinggi lainnya termasuk A yang duduk di kursi roda dengan beberapa pengawal.

"Kami sudah mengirim semua pasukan untuk mencegah para Zombie yang akan datang, masalahnya kami hanya belum bisa memastikan sudah sampai mana mereka menyebar," jawab Shikaku, tak lama setelah itu Shikamaru langsung datang dan langsung berdiri di samping ayahnya.

"Maaf atas keterlambatanku!" ucap Shikamaru langsung menghidupkan Laptop serta Chip Hologram miliknya. "Kau dari mana saja?" tanya Shikaku membuat Shikamaru menggelengkan kepalanya pelan sambil tetap fokus dengan alatnya.

"Tidak ada waktunya untuk menjelaskan, saat ini! Kalian semua bersiaplah! Sambungkan Komunikasi ke seluruh tentara!"

"Siap!"

Dengan gerakan cepat Shikamaru mengotak-atik hologramnya hingga terlihatlah peta daerah Nagoya dengan ribuan Titik merah yang bergerak menyebar, dan di antara titik merah tersebut terdapat titik merah yang cukup besar bergerak dengan pelan di antara ribuan Zombie.

"Itu... Pasti Zombie yang telah menghancurkan dinding Nagoya," gumam Shikaku, Shikamaru yang melihat itu langsung mengubah model petanya ke bentuk 3D dan terlihatlah Zombie bertubuh besar dengan badan sedikit gemuk berjalan pelan di antara Zombie.

Perawakan Zombie itu memiliki Rambut Jambrik Orange dengan kulit pucat, gigi mulut yang sedikit terbuka memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.

"Zombie macam apa itu?" gumam Yasaka ketika melihat Zombie tersebut. "Sepertinya itu Mutant baru yang di ciptakan oleh Orochimaru," balas Shikamaru, tak berselang lama Azazel datang ke tempat tersebut dengan nafas terengah-engah.

"Kuso! Bagaimana situasinya?" tanya Azazel sambil mengatur nafasnya. "Kita baru saja akan memulainya," jawab Minato. Shikamaru lalu memeriksa keadaan para pasukan mereka di mana 10 pesawat Ark bergerak beriringan, dan di belakang mereka terdapat puluhan pesawat jet serta helikopter tempur, dan di bagian darat terlihat ribuan tentara bergerak ke luar diding Kyoto serta pertengahan jarak dari dinding Kyoto yaitu daerah Nara untuk mencegah para Zombie.

"Beritahu untuk pesawat Ark mengirim setidaknya 3 pesawat Drone ke titik Zombie besar itu! Kita harus mencari tahu data Zombie itu terlebih dahulu! Titik koordinat telah aku berikan!"

"Dimengerti!"

.

.

Naruto Side

.

.

Naruto yang masih di jalan kota Kyoto menuju Nagoya terus melaju di kota yang telah sepi tersebut. Ia yang mendengar suara pesawat menoleh dan dirinya melihat 3 pesawat Drone terbang melewatinya.

Melihat itu Naruto langsung menarik gas Motornya semakin kuat melesat menyusuri jalan kota Kyoto menuju Nagoya.

.

.

Team Naruto Side

.

Di sisi Team Naruto, mereka saat ini juga bergerak lebih dahulu ke kota Nagoya menyusul Naruto yang telah jauh di depan, Sasuke fokus mengendarai mobilnya menyusuri jalan kota Kyoto begitu juga dengan Rossweisse.

Akeno yang duduk di samping Rossweisse melirik gurunya tersebut penasaran, bagaimana dia bisa datang tepat waktu saat mereka membutuhkannya, selain itu bagaimana bisa dia mendapatkan Mobil Explorer serta Rover.

"Sensei... Bisa kau jelaskan kenapa kau bisa datang tepat waktu saat kami membutuhkanmu? Ke mana saja kau selama ini? Lalu bagaimana bisa kau mendapatkan dua mobil ini dengan mudah serta dari mana kau tahu kalau Naruto pergi ke Nagoya? " tanya Akeno serius.

Rossweisse yang mendengar itu terdiam beberapa saat, "Bukankah sudah jelas? Aku membantu Shizuka-chan membuat ramuan anti-virus. Kenapa aku bisa datang tepat waktu karena aku sempat melihat Naruto pergi, kabar kalian ikut berperang juga sudah tersebar luas maka dari itu kalian pasti membutuhkanku dan Shizuka-chan. Maka dari itu aku mencuri dua mobil ini saat para tentara lagi sibuk bersiap-siap."

Akeno yang mendengar itu terdiam, dirinya masih cukup tidak percaya dengan cerita Rossweisse karena bisa kebetulan seperti itu, tapi dirinya memilih berdiam dan akan mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya setelah menyelesaikan masalah di Nagoya serta membantu Naruto.

.

.

.

Chaos Side

.

Beralih ke sisi bencana di Nagoya, Zombie Mutant berukuran besar yang mendengar suara pesawat menoleh ke udara dan ia bisa melihat 3 Drone terbang ke arahnya.

Melihat itu, Zombie Mutant besar menyeringai senang, ["Khahahaha! Sepertinya mereka sudah bergerak ya?"] ucap Zombie itu sambil tertawa senang, suara tawanya juga masuk ke kontak suara Drone hingga di dengar oleh markas utama.

Mereka yang mendengar Zombie Mutant itu berbicara tentu terkejut karena dia berbeda dari Zombie lainnya, "Dia bisa berbicara?" gumam Minato tidak percaya. "Walau dia Zombie, dia masih memiliki akal Sehat?" gumam Azazel sambil mengelus dagunya.

Shikamaru yang melihat itu terdiam beberapa saat lalu fokus kembali, "Katakan kendalikan Drone untuk mengalihkannya serta buat dia menyerang drone untuk melihat kemampuannya, serta kirimkan dua pesawat tempur untuk menyerangnya, dengan begitu kita bisa mempersiapkan rencana untuk membunuhnya!"

"Dimengerti!"

Setelah itu tiga Drone yang terbang beriringan berpencar memutari Zombie Mutant besar tersebut untuk mengganggunya serta mengumpulkan data Zombie tersebut.

.

.

.

Naruto yang melihat persimpangan langsung berbelok ke arah kiri menuju prefecture Shiga, Naruto yang mendengar suara pesawat tempur melihat ke arah langit-langit dan ia bisa melihat dua pesawat Jet tempur melesat dengan cepat di atasnya

"Sepertinya Shikamaru sudah bergerak ya," gumam Naruto lalu ia menoleh ke depan kembali hingga beberapa kilometer Naruto berbelok menuju daerah Koka yang ada di Prefecture Shiga.

Setelah beberapa kilometer kembali, ia melihat sebuah helicopter hancur menutup jalannya menghentikan motornya sesaat, ia bisa melihat dua mayat tentara yang mati mengenaskan di dalam helikopter tersebut.

Melihat itu Naruto memperkirakan bahwa mereka telah jatuh saat bencana terjadi, ia pun lalu turun dari motornya dan mencoba mengecek apakah ada sesuatu yang selamat di dalam helikopter tersebut, begitu melihat bagian dalam, di sana juga terdapat beberapa mayat tentara yang mati mengenaskan.

Terdiam beberapa saat, Naruto langsung mengambil persenjataan yang bisa di gunakan serta amunisinya, dan ia mendapatkan setidaknya dua senjata tambahan berupa M416, Sniper AWM, beberapa Amunisi, Grenade, Flashbang dan Smoke Grenade.

Setelah membawa semua senjata tersebut bersama sebuah tas besar, Naruto menaiki motornya dan langsung menembak helikopter hancur tersebut dengan peluru ledak membuatnya meledak serta beberapa puing yang menutup jalannya terpental.

"Kalian bisa beristirahat dengan tenang sekarang," gumam Naruto dengan ekspresi tenang, namun di dalam hatinya dia penuh dengan amarah yang besar.

.

.

Other Side

.

Beralih ke sisi Zombie Mutant besar berdiri diam sementara ribuan Zombie Mutant lain dan Zombie biasa lainnya di bawahnya berjalan menuju Kyoto. Zombie Mutant tersebut memandang tiga Drone yang memutarinya, salah satu Drone pun langsung menukik tajam ke arah Zombie Mutant dan menembakkan beberapa peluru ke arahnya.

Zombie Mutant yang terkena tembakan hanya biasa saja, ia langsung menangkap salah satu Drone yang menembaknya dan meremasnya hingga hancur.

Blaar! Blaar!

Setelah menghancurkan Drone di tangannya, ia merasakan serangan rudal di punggungnya membuatnya menoleh ke arah belakang dan ia bisa melihat dua Drone melintasinya.

["Serangan pertama berhasil mengenai target! Bersiap melakukan serangan selanjutnya!"]

Dua pesawat Jet yang di kirim pun berputar balik, melihat itu Zombie Mutant melempar bangkai Drone ke salah satu pesawat jet, ["Fox 09! Menghindar?!"] seru salah satu jet, pesawat Jet yang menjadi sasaran mutant zombie dengan cepat menukik membuat lemparan Drone tersebut mengenai satu gedung.

["Berhati-hati Fox 09!"]

["Jangan lengah! Fox 11!"]

["Khahahaha! Boleh juga kau!"] seru Zombie Mutant dengan ekspresi senang, [" Tapi...,"] gantungnya lalu menghancurkan salah satu gedung tinggi dengan membelahnya menjadi dua bagian lalu mengangkat bagian atas gedung yang dia hancurkan.

["Apa kau bisa menghindari ini!"] serunya sambil melempar gedung tersebut, pesawat jet yang menjadi sasaran serangan tersebut terkejut dan tidak bisa menghindar membuat pesawat jet tersebut hancur.

["Fox 09 jatuh?! Aku ulangi Fox 09 jatuh?!"] seru pilot pesawat jet yang lain selamat dari serangan Zombie Mutant, ["Kheh! Dasar sialan?!"] geram pilot Fox 11 lalu memacu pesawat jetnya dengan cepat lalu melakukan lock pada Zombie Mutant.

Twust! Blaar

Salah satu rudal melesat ke arah Zombie Mutant, namun Zombie tersebut menahan rudal tersebut dengan tangannya hingga membuat telapak tangannya hancur.

Swush! Blaaar!

Begitu tangan Zombie tersebut terkena serangan rudal, secara tiba-tiba kepala Zombie Mutant tersebut keluar dari balik ledakan dan menggigit pesawat tempur Fox 11 hingga meledak.

Blam!

Dari balik ledakan tampak rahang dari Zombie Mutant jatuh ke bawah akibat meledaknya pesawat yang dia gigit. Begitu asap ledakan dari pesawat yang dia gigit menghilang, terlihat Zombie Mutant tersebut hanya memiliki mulut bagian atas.

Semua yang di markas melihat tindakan bodoh dari pilot pesawat tempur tadi hanya bisa terdiam, namun mereka sedikit mengapresiasi kematiannya karena membuat rahang bawah Zombie tersebut lepas.

Namun itu tidak berlangsung lama ketika mereka semua harus di kejutkan ketika bagian bawah Zombie Mutant tiba-tiba membentuk rahang baru, serta luka ledakan yang ada di punggungnya juga memulih sendirinya.

"Dia... Punya kemampuan Regenerasi," gumam Shikaku melihat kemampuan Zombie Mutant dari Drone. "Jika dia punya kemampuan seperti itu... Ini akan sulit karena kita harus menyerangnya secara beruntun, belum lagi kita harus mengurus Zombie lainnya," gumam Shikamaru sambil mengelus dagunya lalu melihat ke arah layar petanya di mana Para Zombie mulai mendekat secara perlahan.

"perintahkan Tarik kembali Drone ke daerah titik perang, kita akan pioritaskan para Zombie lainnya terlebih dahulu, untuk Zombie berukuran besar kita bisa urus nanti setelah mengurus Zombie-zombie yang lain," perintah Shikaku dan di balas anggukan oleh beberapa tentara yang langsung menghubungi pesawat Ark yang mengendalikan Drone.

.

.

Naruto squad side

.

.

Kembali beralih ke team Naruto, mereka terus mengejar Naruto yang telah lebih dulu, dalam perjalanan mereka bersiap dengan segala kemungkinan yang ada di depan mereka, hingga beberapa menit mereka bisa mendengar suara ledakan yang cukup keras tak jauh dari mereka.

"Kau mendengar itu?" tanya Xenovia sambil melihat sekitarnya mencoba mencari tahu dari mana sumber suara tersebut. Yang lain juga bisa mendengar suara ledakan tersebut namun mereka tidak bisa menemukan titiknya hingga beberapa menit perjalanan mereka keluar dari daerah bangunan-bangunan tinggi membuat mereka bisa melihat sebuah asap hitam melambung tinggi cukup jauh dari posisi mereka

"Sumbernya dari sana."

Sasuke yang melihat itu menambah kecepatan mobilnya mencari asap hitam tersebut di ikuti, Rosseweisse di belakangnya.

Butuh puluhan menit perjalanan, mereka pun berhenti ketika melihat helikopter yang terbakar di depan mereka akibat di ledakan oleh Naruto.

Sasuke yang melihat itu keluar dari mobil sambil melihat sekitarnya, dia yakin bahwa Naruto lah yang meledakkannya, karena daerah sekitar mereka tidak ada yang terbakar selain helikopter di depan mereka.

"OI! NARUTO! DI MANA KAU?!" teriak Sasuke sambil melihat sekitarnya namun tidak ada jawaban dari Naruto sama sekali, "JANGAN MAIN-MAIN NARUTO! BERITAHU KAMI KEBERADAANMU!" teriak Sasuke kembali namun tidak ada balasan sama sekali kembali.

"Sial?!" teriak Sasuke menendang salah satu pintu mobil yang terparkir di pinggir jalan hingga penyok, sementara yang lain yang masih di dalam mobil melihat Sasuke tampak kesal hanya bisa terdiam, mereka tahu bahwa Sasuke mengawatirkan sahabatnya dan tidak ingin terjadi apa-apa padanya.

Arthuria secara tiba-tiba turun dari mobil Rover dan mendekati Sasuke, "Oi, Uchiha-san," panggil Arthuria membuatnya menoleh ke arahnya dengan ekspresi kesal.

"Hah?"

Plak!

Dengan keras Arthuria menampar Sasuke dengan ekspresi seriusnya, sementara Sasuke dan yang lain terkejut ketika Arthuria menampar Sasuke.

"Apa kau tidak bisa menenangkan dirimu! Kita saat ini dalam situasi perang!" ujar Arthuria, "aku tahu kau khawatir terhadap Naruto-kun, tapi kau harusnya tahu bahwa Naruto pasti baik-baik saja karena kau serta Shikamaru yang paling tahu kemampuannya!"

"Dia pasti sudah pergi ke daerah lain setelah meledakkan helikopter ini, untuk sekarang ayo kita cari jalur lain dan meminta Shikamaru untuk mencarikan keberadaan Naruto," ucap Arthuria mengajak Sasuke untuk kembali mencari Naruto.

Sasuke yang mendengar itu terdiam, apa yang di katakan Arthuria ada benarnya, dia membiarkan emosi menguasainya karena takut terjadi apa-apa terhadap Naruto. Kematian Issei masih sedikit menghantuinya, maka dari itu dia tidak ingin terjadi hal yang sama terhadap Naruto.

"Kau benar... Aku lupa soal itu," gumam Sasuke lalu mengambil walkie Talkie nya mencoba menghubungi Shikamaru, "Shikamaru! Kau mendengarku?!" tanya Sasuke, namun tidak ada jawaban sama sekali dari Shikamaru. Mereka hanya mendengar suara frekuensi tidak stabil dari walkie Talkie.

"Shikamaru?" tanya Sasuke kembali namun sama sekali tidak ada jawaban, "sial... dia tidak bisa di hubungi."

Mereka yang tidak tahu harus berbuat apa, seketika teralihkan ketika mendengar suara pesawat, Arthuria yang mendengar itu serta melihat situasinya tidak bagus mulai memutar otaknya untuk membuat pergerakan.

"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan sampai beberapa kilometer dari sini, kemungkinan kita bisa menemukan Naruto di sana. Jika tidak maka kita sampai di sana saja dan bersiap untuk berperang, akan lebih baik kita tidak begitu jauh dari pasukan lainnya untuk mendapat bantuan... Aku juga yakin Naruto-kun memikirkan hal sama sepertiku," ujar Arthuria memberikan usulan.

"Kenapa kau yakin bahwa para pasukan akan melakukan penyerangan di sekitar sini?" tanya Sasuke membuat Arthuria menghembuskan nafas pelan. "Itu karena Daerah sekitar sini banyak pegunungan, para Zombie juga akan melewati pegunungan itu untuk sampai ke sini dan menuju Kyoto, dan para Zombie akan di untungkan jika kita berperang di sana, jadi akan lebih kita melakukan penyerangan di daerah yang rata, selain itu aku juga yakin markas utama akan mengorbankan daerah ini untuk membunuh para Zombie yang akan kemari," jawab Arthuria panjang lebar.

Dirinya sebenarnya juga tidak begitu yakin dengan apa yang dia katakan, tapi mengingat Cuma daerah ini saja yang menjadi jalur utama mereka menuju Kyoto, para Zombie pasti akan mendatangi mereka dan untuk mencegah pergerakan mereka yang bisa dia duga-duga para Pasukan akan menghancurkan sebagian besar bangunan agar para Zombie tidak bisa melewati reruntuhan bangunan yang telah hancur.

Sasuke yang mendengar itu terdiam sambil melihat sekitarnya, dirinya juga tidak tahu harus apa, memiliki ide pun tidak. Jadi yang bisa dia lakukan adalah mengikuti saran dari Arthuria, tapi yang membuatnya tidak tenang adalah mencari Naruto di daerah yang cukup luas Di Prefeture Shiga, mungkin terlihat kecil tapi luasnya membuatnya pusing..

"Baiklah... Ayo kita coba cari Naruto kembali," ajak Sasuke cepat-cepat naik ke mobil di ikuti Arthuria, setelah perbincangan itu Mereka melanjutkan perjalanan.

.

.

Other Place

.

.

Beralih ke para Pasukan yang telah mendekati Prefecture Shiga, pesawat Ark yang berbaris mulai membuka pintu kabin Bawah dan menurunkan Alat-alat berat berupa Tank tempur jarak jauh [Mjlonir] di daerah Prefecture Shiga di dekat danau di ikuti puluhan tentara di Q satu Mjlonir turun.

Setelah beberapa meter pesawat Ark kembali menurunkan alat berat berupa Tank Destroyer, Octopus, Thor, serta Type 90 di ikuti puluhan pasukan di setiap alat berat.

Setelah menurunkan semuanya, pesawat Ark berputar balik untuk mencari posisi tempur. Para pasukan yang sudah mendarat diikuti persenjataan berat mereka, langsung bersiap-siap sesegera mungkin serta mencari posisi berdasarkan arahan markas.

["Disini Kakashi melapor, Pasukan dari Ark 6 telah mencapai titik tempur dan siap menerima perintah,"] ucap Kakashi melapor melalui alat komunikasi yang menempel di telinganya, Obito, Guy, Yamato serta Cao-Cao yang di sampingnya menyiapkan senjata mereka.

["Disini Sairaorg dari pesawat Ark 4! Kami juga telah mencapai titik tempur, menunggu perintah selanjutnya!"] di sisi Lain Sairaorg yang telah mencapai kota bersama Laviana.

["Pasukan Ark 7 juga telah di posisi, menunggu perintah selanjutnya!"] ucap Asuma memberikan laporannya, Touka yang ada di samping Kurenai menyiapkan senjatanya sambil dengan ekspresi tenang namun tangannya bergerak dengan cepat.

["Di sini Jeanne dari Ark 2! Kami juga telah di posisi!"] ucap Jeanne memberikan laporannya, Gabriel yang ada di sampingnya masih bersiap sambil melepaskan parasutnya, Yoko yang tak jauh dari mereka menyiapkan Snipernya penuh semangat.

["Di sini Rin dari Ark 1, semua sudah siap,"] ucap Rin yang di atas bangunan bersama Alisa yang di sampingnya sambil melihat serius ke depan.

.

.

Markas Utama Side

.

.

"Semua pasukan yang di antar menggunakan Ark telah mencapai posisi yang di tentukan!"

"Pasukan darat masih dalam perjalanan, butuh 30 menit lagi hingga sampai tujuan!"

"30 menit kah," gumam Shikamaru sambil melihat peta bagian Prefecture Shiga bagian Hino, Yasu, Omihachiman, Higashiomi, Toyosato dan Taga telah di ratusan pasukan, sementara sebagiannya pasukan yang melakukan perjalanan di darat tengah dalam perjalanan dan baru sampai di Kusatsu.

"Kalau begitu, Inoichi! semua pasukan yang telah sampai titik utama untuk bersiap, perintahkan mereka untuk seperempat pasukan berada di bangunan sekitar mereka dan seperempat nya lagi di jalanan!"

"Perintahkan mereka juga untuk menggunakan mobil-mobil terbengkalai untuk menjadi penahan para Zombie, jika para Zombie sudah terkumpul banyak kita bisa menggunakan Mobil-mobil itu untuk jadi bom," ujar Shikaku memerintahkan temannya untuk menyampaikan perintahnya.

"Baiklah!" balas Inoichi lalu memerintahkan bawahannya untuk menyampaikan perintah tersebut. "Saat mereka sudah mencapai titik tertentu, kita bisa menggunakan Mjlonir serta pesawat tempur untuk menyerang dari jauh serta mengurangi jumlah mereka, dengan begitu pasukan Darat juga akan unggul," ucap Shikamaru mengusulkan dan di balas anggukan setuju oleh Shikaku.

"Aku setuju dengan itu."

Para pemimpin yang melihat mereka membuat rencana hanya bisa diam dan menyaksikan layar besar di hadapan mereka di mana teman-teman mereka, pasukan mereka bersiap untuk berperang melawan ribuan Zombie yang berbahaya.

"Semoga kalian kembali dengan selamat," gumam Pemimpin tua berharap untuk keselamatan mereka. "Lindungi mereka, Kami-sama," gumam Yasaka memanjatkan doa kepada Tuhan untuk perlindungan mereka.

.

.

Team Naruto side.

.

.

Beralih ke team Naruto, setelah berkeliling cukup lama mereka masih tidak bisa menemukan keberadaan Naruto di mana pun atau pun tanda satu pun. Mau meminta bantuan Shikamaru juga tidak bisa karena sinyalnya yang terlalu jauh serta Shikamaru berada di dalam bangunan yang ada di bawah gunung.

"Sial!" umpat Sasuke memukul cap mobilnya cukup keras, "di mana kau sebenarnya Dobe."

Arthuria yang mendengar itu terdiam sesaat lalu melihat ke arah Akeno serta Kuroka yang melihat ke arah di mana para Zombie akan datang dengan ekspresi risau, ia tahu bahwa mereka sangat mengkhawatirkan keadaan Naruto, dirinya juga sebenarnya mengkhawatirkannya tapi dirinya tahu Naruto tidak mungkin mengambil tindakan gegabah.

Walau baru mengenalnya beberapa harus melihat kelakuannya sudah cukup untuknya untuk berpikir demikian. Ia pun mendekati mereka berdua lalu menepuk pundak Kuroka dan Akeno membuat mereka menoleh ke arahnya.

"Aku tahu kalian mengkhawatirkannya, tapi percayalah dia akan baik-baik saja," ucap Arthuria membuat mereka terdiam lalu saling memandang satu sama lain, "ayo kita bersiap, sebentar lagi para Zombie akan berdatangan kita harus membantu pasukan lainnya, mungkin saja Naruto ada di antara mereka," ajak Arthuria berjalan lebih dahulu ke tempat senjatanya lalu di ikuti Akeno serta Kuroka.

"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Sona sambil membawa senjatanya bersama Tsubaki di sampingnya. "sepertinya kita tidak punya pilihan lain ya?" tanya Tsubaki memastikan.

Arthuria yang mendengar itu terdiam sesaat lalu melihat ke arah yang lainnya di mana mereka memasang wajah risau. "Ya... Kita tidak punya pilihan lain," jawab Arthuria lalu memasang wajah seriusnya.

"Kalian dengar... Saat ini fokuskan diri kalian untuk melawan Zombie-zombie yang akan datang, aku tahu kalian risau dengan keadaan Naruto serta kalian pasti ragu dengan kemampuan kalian apakah bisa membunuh para Zombie yang akan datang."

"Tapi kalian sendirilah yang bertekad untuk ikut dan membantu Naruto untuk berperang, maka dari itu tunjukkan tekad kalian itu serta hasil latihan kalian yang telah di ajarkan oleh Naruto," ucap Arthuria panjang lebar.

Semua yang mendengar itu terdiam beberapa saat lalu mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas mereka sambil menyiapkan senjata mereka.

'Naruto-kun/Naru-kun, aku harap kau baik-baik saja,' batin Kuroka serta Akeno dengan ekspresi serius. Tak berselang lama, muncul beberapa ratusan pasukan ke tempat mereka, salah satu tentara yang melihat mereka mendekati mereka sambil menyiapkan senjata mereka.

"Angkat tangan kalian! Siapa kalian?!" tanya tentara tersebut sambil mengancam team Naruto di ikuti tentara lainnya. "Jangan khawatir, kami adalah rekan kalian," jawab Arthuria sambil mengangkat tangannya untuk membuktikan bahwa mereka bukan lah musuh.

"Tunggu, mereka adalah team khusus yang di buat oleh Tenno-sama langsung," ucap salah satu tentara yang tahu tentang Sasuke dan yang lainnya lalu meminta tentara lainnya menurunkan senjata mereka.

"Kalian... Teman pemuda rambut kuning itu bukan?" tanya Tentara yang mengenal mereka dan di balas anggukan oleh Sasuke. "Itu benar... Kami di sini untuk membantu kalian," jawab Sasuke dengan ekspresi datarnya.

"Namaku Genkima, salah satu pemimpin pasukan ini, kami di perintahkan oleh markas pusat untuk berjaga di sini," jawab tentara tersebut memperkenalkan dirinya lalu melihat Sasuke dan yang lainnya namun dia tidak melihat keberadaan Naruto, "lalu di mana teman kalian itu?"

"Sebenarnya dia telah berangkat lebih dahulu begitu alarm bahaya di markas berbunyi dan kami menyusulnya, namun kami tidak menemukan jejaknya dan akhirnya kami berakhir di sini dan berniat mencarinya, namun kami tidak bisa menemukannya, kami berniat bertanya dengan teman kami yang membantu di markas utama, tapi alak komunikasi kami tidak bisa menangkap sinyalnya," jawab Arthuria menjelaskan kejadian sesungguhnya.

"Begitu ya, kalau begitu...," jeda Genkima memanggil salah satu pasukan untuk memberikan alat komunikasi khusus mereka, setelah mendapatkannya ia memberikannya pada Sasuke dan teman-temannya, "gunakanlah ini, tanyakan teman kalian keberadaan teman kalian itu."

Sasuke yang mendengar itu mengangguk dan langsung mengenakan alat komunikasi tersebut begitu juga yang lainnya. "Kami akan bersiap-siap lebih dulu, jika sudah dan kalian mendapat perintah dari markas utama kami akan membantu kalian sebisa mungkin," ucap Genkima lalu mengajak pasukannya untuk bersiap di titik yang di tentukan.

Sasuke langsung mengaktifkan alat komunikasinya dan mencoba berkomunikasi dengan Shikamaru, ["Tes... Tes... Melapor pada markas utama,"] ucap Sasuke. ["Di sini markas Utama... Identifikasi kan diri anda."]

["Tunggu... Suara ini... Sasuke?"]

Sasuke yang mendengar suara Shikamaru langsung berbicara kembali, ["Benar, ini kami Shikamaru, yang terpenting bisakah kau melacak Naruto? Kami sudah mencarinya ke mana-mana dan mencoba memanggilmu berkali-kali tetapi Walkie Talkie kami tidak bisa menangkap sinyal ke tempatmu,"] pinta Sasuke membuat Shikamaru yang mendengar itu mendecih, sementara semua yang mendengar itu saling memandang satu sama lain.

"Naruto...," gumam Minato menatap khawatir layar besar di depan mereka.

.

.

Naruto Side

.

.

Sementara di sisi Naruto, saat ini ia tengah duduk di dalam sebuah bangunan Motel berukuran sedang sambil memakan sebuah camilan, dan di sampingnya terdapat persenjataannya yang dia bawa dari markas utama dan menemukannya dari mayat tentara saat perjalanan ke tempat ini.

Alasan dia duduk di sana karena ketika mengingat peta Jepang serta melihat jalur yang akan di lewati para Zombie, daerah yang dia tempati saat ini adalah jalur utama mereka, maka dari itu dia akan berusaha menghadang setidaknya beberapa Zombie dari jauh dengan Snipernya.

Sambil memakan camilannya, dia melihat keluar jendela untuk memastikan kondisi di luar apakah para Zombie sudah mendekat atau belum, karena belum melihat para Zombie.

Teringat sebentar lagi ia akan melawan para Zombie, dirinya teringat dengan teman-temannya 'Apakah... Mereka akan baik-baik saja ya,' batin Naruto terdiam beberapa saat lalu menggelengkan kepalanya, 'Tidak... Mereka pasti baik-baik saja, mereka juga pasti bersama yang lainnya,' batin Naruto kembali berpikir positif.

Naruto pun kembali fokus melihat keluar jendela, dan ia melihat ratusan Zombie mulai terlihat keluar dari balik gunung daerah Nagoya dan berjatuhan ke bawah karena curamnya pegunungan, namun para mutant Zombie berhasil melewati curamnya gunung.

Naruto yang melihat itu menyiapkan senjatanya, namun seketika dia melebarkan matanya ketika melihat ada Zombie berukuran besar berjalan melewati gunung daerah Nagoya dan seketika gunung tersebut hancur karena beratnya Zombie tersebut.

Naruto yang melihat itu meneguk ludahnya sambil mengertakkan giginya karena yang mereka hadapi bukan zombie biasa, "Oi!-Oi! Kau pasti bercanda bukan?" gumam Naruto dengan ekspresi kesal serta tidak percaya, "Jika begini...," gantung Naruto kembali terpikirkan oleh teman-temannya, secara tak sengaja kakinya menendang tas berisi persenjataannya yang membuatnya melihat ke arah tasnya, dia yang melihat itu terdiam beberapa saat lalu langsung mengambil nafas dalam-dalam dan memasang ekspresi seriusnya.

"Tidak... Aku tidak boleh panik sekarang... Masih ada yang bisa aku lakukan untuk membantu yang lainnya," balas Naruto sambil bersiap.

Cklek!

.

.

Markas Utama

On Same Time.

.

.

Di waktu yang sama, Shikamaru secepat mungkin mencari keberadaan Naruto di Prefecture Shiga, alat Shikamaru pun dengan cepat mencari keberadaan Naruto melalui data DNA, X-Ray Building, serta rekaman-rekaman CCTV yang masih aktif di sana hingga beberapa menit ia menemukan keberadaan Naruto, dan jaraknya sangat jauh dari Sasuke dan yang lainnya

"Aku berhasil menemukannya, jaraknya sangat jauh dari posisi kalian, Sasuke!" ujar Shikamaru, dan tak lama setelah itu ia mendapat tanda peringatan, dengan cepat ia melebarkan petanya dan ia melihat Ribuan Zombie berjalan menuju tempat Naruto.

"Oi!-Oi! Apa yang dia lakukan?!" gumam Azazel ketika melihat posisi Naruto yang terbilang bodoh. "Perintahkan Pasukan Udara melakukan bombandir di tempat tersebut untuk memberi Naruto waktu untuk melarikan diri!" perintah Minato.

.

.

Prefecture Shiga

.

.

Kembali beralih ke Prefecture Shiga tepatnya para Zombie berserta Mutant Zombie, mereka telah melewati pegunungan yang ada di antara Prefecture Nagoya serta Prefecture Shiga, terus berjalan menuju Kyoto untuk melakukan Invasi.

Zombie Mutant besar yang bisa melihat Kyoto dari jauh Menyeringai senang, ["Khuhuhu, sebentar lagi semuanya akan berak..."]

BLAAAAR!

["ARRRRGHHHHHH!"]

Seketika kaki Zombie Mutant tersebut mengalami ledakan yang membuatnya oleng ke depan, agar dirinya tidak terjatuh dia langsung menggunakan tangannya untuk menahan tubuhnya jatuh sepenuhnya.

["KHEH! APA-APAAN IT..."]

BLAAAAR!

Perkataannya kembali terhenti ketika secara tiba-tiba sebagian kepalanya mengalami ledakan yang membuatnya kembali berteriak kesakitan.

.

.

Markas Utama yang melihat Zombie Mutant jatuh melalui drone yang mengawas dari atas terkejut, apa lagi sebagian kepala serta kakinya hancur karena ledakan tak terduga.

"Bagaimana bisa?" tanya Shikaku tidak percaya. "Itu dari Naruto...," jawab Shikamaru yang tahu itu perbuatan siapa.

Sementara Naruto yang telah memberikan dua serangan tersebut langsung keluar dari motel yang dia tempat lalu pergi ke titik lain sambil menaiki motornya.

Zombie Mutant besar yang tengah bergenerasi memandang perkotaan kecil yang tak jauh darinya, menggeram marah ia mengambil tanah serta bebatuan di bawahnya lalu melemparnya ke perkotaan tersebut.

Naruto yang melihat dari spion motornya menambah kecepatan motornya, karena kuatnya lemparan Zombie tersebut serangan Zombie tersebut hampir mengenai Naruto namun untungnya dia masih selamat karena menambah kecepatan motornya.

'Dia... Punya tenaga yang sangat kuat,' batin Naruto terus menambah kecepatan motornya mencari titik aman agar tidak terkena serangan seperti itu kembali.

Setelah luka yang dia alami pulih, Zombie Mutant itu menggeram marah, ["JANGAN PIKIR KALIAN BISA LARI SETELAH APA YANG KALIAN PERBUAT!"] teriaknya lalu berlari menuju perkotaan di mana Naruto berada.

Naruto yang berhenti di salah satu belakang bangunan menghentikan motornya lalu turun dan mengintip dari balik bangunan dan ia melihat Zombie Mutant tersebut berlari cepat ke tempatnya.

'Dia bisa berbicara dan bergenerasi, bagus... Satu lagi Zombie mengesalkan,' batin Naruto lalu mengeker Zombie besar tersebut dengan Snipernya, setelah beberapa detik Naruto menembakkan senjatanya lalu melakukan pergantian peluru cepat dan kembali menembak namun dengan sasaran yang berbeda.

Wush! Blaaar!

Zombie Mutant yang berlari seketika terkena tembak di bagian tangan kiri dan seketika meledak membuat tangan kirinya putus, Zombie Mutant itu langsung melompat tinggi membuat tembakan ke dua Naruto meleset.

Naruto yang melihat itu tentu terkejut dan langsung berlari menjauh secepat mungkin karena panik, tak lama setelah itu Zombie itu mendarat tak jauh darinya membuat hempasan angin yang kuat hingga membuatnya terpental dan menabrak mobil, namun untungnya punggungnya terlindungi oleh tas yang dia bawa.

Bangun dari posisi jatuhnya, Naruto memandang tak percaya ketika Zombie Mutant tersebut telah di hadapannya, Zombie Mutant tersebut yang tahu keberadaan Naruto menyeringai mengerikan.

["Khuhuhu kau ke-ta-hu-an,"] ucapnya Zombie Mutant tersebut, sementara Naruto hanya terdiam sambil menyiapkan senjatanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Note : YO! MINNA-SAN! BAGAIMANA KABAR KALIAN?!

Hohohoho! Aku harap kalian semua sehat semua ya, sudah lama tidak membuat fanfic karena kesibukan saya, dan jujur saja... Cerita ini saya cicil selama dari terakhir update sampai sekarang, dan sekarang baru bisa update karena ada waktu serta mood yang besar lah. Jadi maaf ya jika membuat kalian menunggu lama.

Btw bagimana cerita kali ini menurut kalian? Aku harap kalian cukup puas dengan cerita saya ini, saya usahakan akan mencoba mengupdate cerita saya yang lainnya jadi mohon maaf jika lama ya karena kesibukan saya.

Ok, itu saja dari saya, sampai ke temu lagi, bye bye.

FI. God-Harem Out