Disclaimer: Final Fantasy XIV © Square Enix. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari karya ini.
di balik jutaan skandal
oleh revabhipraya
.
.
.
Low Danger dan Aurora adalah dua grup musik yang belakangan ini sedang tenar-tenarnya. Low Danger adalah band yang fokus menyanyikan lagu-lagu rok. Suara vokalisnya, Thancred, dibilang sebagai suara musik rok terbaik tahun ini. Sejak mereka debut tiga tahun yang lalu, Low Danger sudah mengeluarkan total tujuh album dan beberapa lagu tunggal. Tentu saja, demi menambah ketenaran mereka, mereka juga sering mengaransemen lagu-lagu lama dengan gaya mereka. Jelas, itu membuat penggemar mereka terus bertambah. Belum lagi ditambah dengan fakta bahwa seluruh anggotanya adalah laki-laki dengan visual yang bukan main. Tidak perlu ditanya, sebagian besar penggemarnya adalah perempuan.
Berbeda dengan Low Danger, Aurora memiliki aliran musik pop. Grup ini baru debut tahun lalu, tetapi sudah berhasil merilis lagu-lagu yang sering berada di peringkat satu tangga musik mingguan. Album mereka memang baru tiga, tetapi semuanya selalu jadi hits begitu rilis. Tidak lupa, jumlah anggota mereka yang cukup banyak (enam orang) dengan karisma masing-masing membuat grup mereka semakin mendapat perhatian publik. Tentu saja, visual setiap anggotanya juga tidak kalah menarik dengan Low Danger.
Lalu, apa yang membuat kedua grup musik ini dibahas secara bersamaan selain karena ketenarannya?
Jawabannya hanya ada satu: skandal. Kedua grup musik ini terus saja menciptakan skandal antar anggota yang membuat mereka harus klarifikasi berulang-ulang. Vokalis Low Danger, Thancred, tidak pernah bisa berhenti mengumbar kata-kata manis kepada Minfilia dan Lyse, pianis dan gitaris Aurora. Kedua gadis itu sudah berkali-kali menolak, tapi Thancred masih saja melancarkan keahliannya kepada kedua gadis itu. Tentu saja warganet jadi heboh. Sebagian mendukung usaha Thancred sehingga mereka meneror Minfilia dan Lyse untuk menerima pernyataan Thancred. Sebaliknya, mereka yang mendukung Minfilia dan Lyse justru meneror Thancred untuk berhenti. Rusuh. Rusuh sekali.
Tentu saja, skandal Thancred-Minfilia-Lyse bukanlah satu-satunya skandal di antara kedua grup musik tersebut. Skandal lainnya adalah kasus di antara Estinien, pemain bass Low Danger, dan Alisaie, pemain drum Aurora. Kebetulan, Alisaie adalah saudari kembar dari Alphinaud, vokalis Aurora, dan Estinien hanya mengenal si kembar yang laki-laki. Berhubung Alisaie selalu mengenakan pakaian semi-tomboy dengan rambut yang diikat sama persis dengan Alphinaud, jadilah setiap berpapasan, Estinien selalu mengira Alisaie adalah Alphinaud. Alisaie yang tidak terima, ditambah dengan jiwanya sebagai pemain drum, otomatis melancarkan pukulan bertubi-tubi ke pria yang lebih tua darinya itu. Berita kekerasan ini selalu, selalu , jadi tajuk utama di keesokan harinya.
Sudah dua skandal dibahas, tetapi siapa bilang skandalnya hanya dua? Skandal ketiga datang dari G'raha, gitaris Low Danger. Untungnya, skandal yang satu ini bisa dibilang skandal yang paling tidak merugikan pihak lain. Sebagai anggota paling muda di Low Danger, G'raha sering merasa bahwa kemampuannya tidak sebaik anggota yang lain, meskipun dia adalah satu-satunya gitaris. Begitu Aurora rilis, G'raha melihat langsung bagaimana Krile, gitaris Aurora, tampil, dan ia tahu kemampuannya tidak sebaik itu. Jadilah sejak saat itu, pemuda ini kerap mampir di gedung agensi Aurora dan meminta Krile untuk mengajarinya. Sialnya, usaha G'raha tidaklah mudah karena pemain bass Aurora, Papalymo, selalu menghalang-halanginya untuk menemui Krile. G'raha tidak tahu apa alasannya, tetapi ia juga bukan orang yang mudah menyerah. Jadilah perdebatan G'raha dan Papalymo juga kerap masuk berita.
Alhasil? Manajer kedua grup ini stres berat.
.
Siang itu, pukul satu tepat, seluruh anggota Aurora tengah berkumpul di salah satu ruang rapat gedung agensi mereka. Sebenarnya, grup mereka sedang rehat. Album mereka yang terbaru rilis sebulan yang lalu, dan mereka sudah sepakat untuk istirahat selama dua atau tiga minggu setelah jadwal tampil mereka selama sebulan kemarin selesai. Rencananya, album mereka yang berikutnya akan mulai disiapkan setelah rehat ini selesai.
Tidak sampai satu menit kemudian, manajer Aurora, Y'shtola, membuka pintu dan memasuki ruangan. Ada tabloid di tangan kanannya, dan semua anggota tahu bahwa tabloid selalu berarti buruk. Para anggota saling lempar tatapan. Kira-kira siapa yang mengacau kali ini?
"Selamat siang, semuanya. Aku tidak akan berbasa-basi." Y'shtola duduk di satu-satunya kursi yang tersedia dan menyodorkan tabloid yang tadi ia bawa kepada pemain drumnya. "Alisaie, ada yang mau kaujelaskan terkait kasus ini? Untuk yang kesekian kalinya?"
Alisaie menggeram sebal. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada lalu menjawab, "Tidak ada. Seperti biasa, dia memanggilku Alphinaud lagi."
"Hanya itu?! Lagi?!" Alphinaud menatap saudara kembarnya tidak percaya. Sejujurnya, kalau saja Y'shtola tidak punya ingatan yang baik, mungkin ia akan berakhir sama seperti Estinien yang malang. "Tidak semua hal harus dihadapi dengan kekerasan, Alisaie."
"Uh, kau diam sajalah."
"Sudah, sudah." Y'shtola mengetuk meja beberapa kali untuk menarik perhatian si kembar. "Oke, karena memang kasus ini tampaknya tidak pernah punya ujung, bagaimana kalau kau berdandan sedikit berbeda dari Alphinaud?"
Alisaie mengernyitkan dahinya. "Bagaimana?"
"Gunakan pakaian yang bukan selera Alphinaud, dan ganti model rambutmu."
"Eh, tapi aku suka baju-baju dan model rambutku!"
"Kalau begitu, berilah sedikit toleransi kepada Estinien yang tidak bisa membedakan kalian." Sang manajer mengusap dahinya. "Ini sudah yang kedua kalinya bulan ini, Alisaie. Ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir, dan kelima kalinya dalam tiga bulan terakhir. Hal ini tidak hanya memengaruhi dirimu sendiri, tetapi juga grup musik kita."
Semua anggota terdiam, sadar bahwa ada kebenaran di dalam kata-kata Y'shtola. Namun, kalau Y'shtola boleh berkeluh kesah, sebenarnya ini bukan pertama kalinya ia menegur anggota Aurora. Lihat saja sudah berapa kali Alisaie dan Estinien hadir di halaman depan. Tampaknya teguran Y'shtola tidak mempan terhadap orang-orang ini.
Sang manajer mengedarkan pandangannya untuk mendapati bahwa Minfilia dan Lyse sedang sibuk berkutat dengan ponsel masing-masing. Y'shtola menghela napas. "Minfilia, Lyse, tolong fokus dulu."
"O-oh!" Lyse buru-buru meletakkan ponselnya di atas meja. "Maaf."
"Y'shtola, ada warganet yang berhasil menemukan akun rahasiaku," ucap Minfilia dengan wajah khawatir sambil meletakkan ponselnya di atas meja juga. "Dia … dia mengancam akan menyebarkan akun itu ke publik kalau aku tidak menjauhi Thancred, tetapi aku kan, memang tidak pernah berusaha mendekatinya."
"Astaga." Lagi-lagi, Y'shtola mengusap dahinya. Ia mengalihkan fokusnya kepada Lyse. "Bagaimana denganmu? Ada yang mengancam juga?"
"Tidak, tetapi ada satu orang yang sejak tadi terus-terusan mengirimiku pesan untuk menerima Thancred." Lyse menggelengkan kepalanya. "Boleh kutinju?"
"Jelas tidak." Y'shtola menghela napas panjang. Ia tidak pernah mengira respons publik terhadap masalah di antara kedua grup musik ini sudah jadi semakin parah. "Baiklah. Untuk sementara, Minfilia, nonaktifkan akun rahasiamu. Lyse, matikan notifikasi dari orang itu. Jangan diblok atau dilaporkan, itu akan membuatmu semakin repot karena orang itu bisa saja membuat akun baru."
Kedua gadis itu mengangguk cepat sambil mengambil ponsel mereka kembali. Kali ini, Y'shtola membiarkan keduanya karena urusan penting yang keduanya harus cepat-cepat atasi. Fokus sang wanita muda (yang merasa lebih tua ratusan tahun akibat masalah yang harus dihadapinya setiap hari) beralih ke dua orang terakhir di ruangan itu. "Papalymo, kudengar kau membuat keributan lagi di depan meja resepsionis pagi ini."
Papalymo mengangkat kedua bahunya. "Itu G'raha lagi."
Sang manajer mengerjapkan mata. "Serius? Ini masih soal Krile yang tidak mau mengajarkan G'raha?"
"Aku bukannya tidak mau, aku hanya tidak yakin bisa memenuhi ekspektasi anak itu, apalagi dia terlalu membesar-besarkan kemampuanku," sela Krile. "Sayangnya, dijelaskan seperti apa pun dia menolak paham, jadilah Papalymo harus turun tangan."
"Bukan salahku kalau dia tidak mau dengar," tambah Papalymo.
Y'shtola melipat kedua tangannya di depan dada. Dua kasus yang pertama tadi mungkin bisa sedikit diakali dari pihak grup musik mereka, tetapi kasus yang terakhir ini … mau tidak mau, Y'shtola harus langsung menghubungi manajer Low Danger.
"Baiklah, aku akan menghubungi manajer mereka lagi," ucap Y'shtola setelah diam selama beberapa detik. Ditatapnya satu-satu anggota grup Aurora yang, sebenarnya sangat ia sayangi, tetapi juga sangat membuatnya lelah. "Rapat kali ini dibubarkan. Terima kasih sudah datang. Kalian boleh kembali ke kegiatan kalian masing-masing."
Sang manajer berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar terlebih dulu. Namun, sebelum tangannya menekan engsel untuk membuka pintu, ia berbalik untuk melihat Alisaie, Alphinaud, Minfilia, Lyse, Papalymo, dan Krile. Dengan senyum pahit, Y'shtola berkata, "Dan tolong, jangan buat masalah lagi."
Akhirnya, ia keluar.
.
Di gedung lain yang lokasinya tidak begitu jauh dari gedung agensi Aurora, Low Danger juga sedang mengadakan rapat terkait dengan tajuk utama tabloid hari itu: Estinien yang lagi-lagi dipukuli Alisaie. Thancred duduk di salah satu kursi dengan santai seolah ia adalah satu-satunya orang tidak bersalah di ruangan itu, G'raha duduk tegang karena tahu akan dimarahi, sementara Estinien hanya duduk sambil menyilangkan tangan di depan dada. Manajer mereka, Urianger, jelas sekali kelihatan pusing meskipun wajahnya tetap datar.
"Estinien, apa masalahnya masih sama dengan dulu?" tanya Urianger sambil menunjuk tajuk utama tabloid hari itu.
"Ya." Estinien mendecak. "Aku tidak mengerti kenapa gadis itu begitu terobsesi."
"... itu bukan obsesi, Estinien. Dia marah karena kau hanya mengingat saudara kembarnya, bukan dia. Cobalah mengingat mereka baik-baik."
"Bagaimana aku bisa membedakan mereka kalau mereka sebegitu miripnya?!"
"Mungkin kau bisa mulai dengan tidak menyapanya, Bung," sahut Thancred santai. Kini, posisi duduknya berubah dratis, dan jelas jadi jauh lebih menyebalkan. Kakinya diangkat ke atas meja, sementara tangannya sibuk memainkan ponsel. "Kalau kau tidak sebut namanya, dia tidak akan memarahimu karena salah nama."
Urianger menghela napas. "Thancred, turunkan kakimu, dan jangan kira kau tidak sedang berada dalam masalah."
Untungnya, Thancred menurut. "Masalah apa? Aku sudah berhenti mengganggu Minfilia dan Lyse selama tiga hari, kok!"
"Tiga hari?" Urianger menggelengkan kepalanya, pasrah. "Agensi menerima telepon tadi pagi dari seseorang yang mengancam akan mengirimkan tikus mati ke kantor kita jika kau masih terus saja melakukan itu. Jadi, jelas tidak mungkin tiga hari."
"... baiklah, tiga jam."
Urianger menepuk pelan dahinya. Memang repot kalau punya anggota yang sulit diatur.
"Sepertinya … aku juga menyebabkan keributan lagi tadi pagi," ungkap G'raha, anggota yang paling jujur, ulet, dan tekun, tetapi juga paling polos dan pantang menyerah. Lihat saja betapa ia tidak pernah berhenti berusaha meminta Krile mengajarinya. "Tadi pagi … aku pergi ke agensi Aurora lagi."
"Astaga." Lagi, Urianger menggelengkan kepalanya. "Bagaimana kalau aku mencari tahu guru yang mengajari Krile, lalu kita panggil dia untuk mengajarimu?"
G'raha cengar-cengir malu. "Tapi, aku ingin melihat langsung saat Krile bermain gitar."
Hancur sudah hidup Urianger.
Masih pusing dengan urusan yang berbelit-belit ini, tahu-tahu Urianger mendengar bunyi notifikasi ponselnya. Pria itu mengernyitkan dahi, bingung melihat nama Y'shtola, manajer Aurora yang memang sekali ia hubungi akibat hubungan buruk anggota-anggota mereka, muncul di layar. Diambilnya ponsel itu dan diperiksanya pesan dari Y'shtola. Wanita itu mengajak bertemu rupanya, dan sepertinya penting.
"Pertemuan kali ini kita akhiri dulu," ujar Urianger tiba-tiba. Ditatapnya satu-satu para anggota Low Danger sebelum mengucap dengan penuh harap, "Tolong, jangan buat masalah lagi."
Setelah itu, ditinggalkannya ruang pertemuan untuk menemui Y'shtola.
.
Tidak jauh dari gedung agensi Aurora dan juga Low Danger, ada sebuah kafe yang biasa dijadikan Y'shtola dan Urianger tempat untuk bertemu dan berdiskusi. Keduanya sepakat untuk tidak berdiskusi di salah satu gedung agensi karena ada kemungkinan bahwa anggota grup musik mereka akan menguping. Selain itu, jarak yang harus ditempuh Y'shtola dari agensinya ke kafe ini serta jarak yang harus ditempuh Urianger dari agensinya ke kafe ini kurang lebih sama. Jadilah, jarak tempuh itu adil untuk keduanya.
Begitu Urianger tiba di sana, dilihat Y'shtola sudah duduk di meja langganan mereka. Cepat-cepat pria itu mengambil barang-barangnya dan melangkah masuk. Ada seorang pelayan yang hendak mengantarkannya ke meja lain, tetapi pria itu menyanggah dengan cepat dengan mengatakan bahwa ia sudah berjanji untuk bertemu dengan seseorang.
Urianger mengernyitkan dahi begitu melihat meja Y'shtola telah diisi dengan sepiring fish and chips serta segelas penuh minuman berwarna merah yang Urianger tidak yakin apa. Diliriknya arloji yang menunjukkan pukul dua siang. Memangnya wanita itu belum makan? Ah, tetapi Urianger memutuskan untuk tidak bertanya. Ditariknya salah satu kursi sambil disapanya Y'shtola, "Halo."
"Oh! Hai! Maaf, aku tidak melihatmu datang," balas Y'shtola dengan senyum geli, menertawakan keterkejutannya sendiri. "Silakan duduk. Apa ada yang mau kaupesan? Aku tidak sempat makan siang karena mengurus kasus Alisaie dan Estinien."
Ah, terjawab sudah rasa penasaran Urianger. Pria itu duduk lalu membalas, "Mungkin aku akan pesan minum."
Y'shtola mengangguk sambil kembali fokus pada makanannya. Sementara itu, Urianger memanggil seorang pelayan dan meminta segelas teh hangat. Cuaca memang sedang panas, tapi pendingin udara di dalam kafe ini terlalu dingin. Ia tidak sanggup.
Sambil menunggu minuman Urianger diantar, keduanya hanya diam. Tabloid yang jadi masalah utama hari itu sudah ada di atas meja, tetapi belum ada yang mulai membahasnya. Barulah begitu teh hangat Urianger sudah di atas meja, Y'shtola angkat bicara.
"Maaf, lagi-lagi Alisaie memukuli Estinien." Y'shtola menghela napas panjang tanda lelah. "Ini sudah yang kedua kalinya bulan ini. Aku sudah memintanya untuk mengganti penampilan, tetapi dia menolak."
"Itu bukan hanya salah Alisaie. Aku juga sudah bilang pada Estinien untuk mengingat ciri fisik si kembar baik-baik, tetapi sepertinya ia tidak sanggup."
"Aku tidak akan menyalahkannya, si kembar memang mirip sekali," kekeh Y'shtola pelan. Namun, wajahnya berubah kusut lagi tidak sampai sedetik setelahnya. "Selain itu, ada masalah lain juga. Minfilia dan Lyse kembali diteror massa, tetapi kali ini, Minfilia diancam akan disebarluaskan akun rahasianya jika ia masih mendekati Thancred, sementara Lyse dipaksa menerima Thancred."
"... astaga, ini sudah kelewatan." Urianger geleng-geleng kepala. "Pagi ini, agensi kami ditelepon orang tak dikenal yang katanya akan mengirimkan tikus mati kalau Thancred masih saja berulah."
Mata Y'shtola melebar. "Itu tidak boleh terjadi."
"Sama sekali tidak, tetapi Thancred tampaknya tidak peduli dengan keadaan sekitar." Si pria diam sejenak. "Aku akan coba bicara lagi dengannya."
Y'shtola mengangguk. Untuk kasus yang satu itu, memang tidak ada yang bisa ia lakukan selain membiarkan Urianger bicara pada Thancred. Namun, kalau Thancred masih saja keras kepala, tidak akan ada yang berubah.
"Oh ya, aku juga harus minta maaf soal keributan yang G'raha sebabkan pagi ini." Urianger menundukkan kepalanya. "Kira-kira, apa kautahu siapa yang mengajari Krile main gitar? Aku ingin mencoba menghubungi orang itu dan memperkenalkannya kepada G'raha."
"Setahuku, ia diajari oleh ayahnya, tetapi nanti akan kutanyakan." Sang manajer wanita menyesap minumannya. "Aku juga minta maaf karena Papalymo sepertinya … tidak begitu bersahabat."
"Lagi-lagi aku tidak menyalahkannya." Urianger manggut-manggut. "Y'shtola, kita sudah sama-sama tahu."
Y'shtola tertawa canggung. "Apa yang harus kita lakukan, Urianger?"
"Sejujurnya, aku sudah tidak punya ide." Tiba-tiba, Urianger mengernyitkan dahi. "Omong-omong, Y'shtola, ada krim yang menempel di atas mulutmu."
"Oh?" Wanita itu cepat-cepat mengambil secarik tisu dan mengarahkannya ke atas mulutnya sendiri. "Di sebelah mana? Di sini?"
"Bukan, agak ke kanan. Uh … terlalu banyak ke kanan. Ke kiri sedikit? Agak ke atas?"
Y'shtola tergelak pelan. "Tunjuk saja langsung, nanti aku yang bersihkan."
Urianger tersenyum lega sebelum mengangkat telunjuknya untuk mengarahkan Y'shtola. "Baiklah."
.
Tanpa diketahui kedua manajer itu, sebenarnya ada dua pasang mata yang memerhatikan gerak-gerik mereka dari luar kafe. Kalau saja kedua manajer itu menoleh sedikit, mungkin mereka akan sadar bahwa mereka sedang dimata-matai oleh Minfilia dan Lyse. Tentu saja kedua wanita muda ini tidak bisa mendengar percakapan Y'shtola dan Urianger, tetapi itu bukan berarti mereka tidak punya asumsi sendiri.
"Sebenarnya, kenapa kita harus memata-matai mereka?" tanya Lyse heran. Memang sih, dirinya penasaran juga, tetapi Minfilia yang mulai membuatnya penasaran. "Mereka ketemu hanya untuk urusan pekerjaan, kok. Lihat, Y'shtola saja bawa tabloid."
"Kalau mereka hanya bertemu untuk urusan pekerjaan, kenapa sering sekali? Selain itu, kenapa harus bertemu langsung? Urusan kita ini lewat telepon atau pesan tertulis juga bisa," bantah Minfilia. Matanya masih tidak lepas mengawasi kedua manajer tersebut. "Pasti ada sesuatu, dan ya, yang kumaksud itu mereka pasti setidaknya berpacaran, tetapi diam-diam."
"Bukannya … mereka sering bertemu karena grup kita sering buat masalah, ya?"
"Bagaimana kalau itu hanya jadi alasan?"
"Uhh … masalahnya kan, sungguhan?"
Minfilia menghela napas pelan. "Sudahlah, Lyse, kamu ikut lihat saja."
Tepat saat keduanya kembali fokus kepada sepasang manajer itu, tahu-tahu mereka melihat tangan Urianger mampir di wajah Y'shtola, dan tentu saja kedua wanita muda itu otomatis terkejut. Ternyata dugaan Minfilia benar?!
Sayangnya, momen itu hanya terjadi sebentar karena setelahnya, Y'shtola kembali menunjuk ke arah tabloid yang jadi masalah hari itu. Kedua manajer itu tampak profesional lagi, dan tentu saja itu membuat Minfilia gemas.
"Mereka terlalu sibuk mengurus permasalahan grup, jadi mereka tidak punya waktu yang cukup untuk berpacaran." Minfilia tertegun sejenak sebelum menatap Lyse di sampingnya. "Lyse, sepertinya aku punya ide yang sangat brilian."
Lyse mengerjap. "Apa itu?"
"Akan kujelaskan, tetapi kita akan butuh bantuan Low Danger." Minfilia manggut-manggut sambil menopang dagu. "Kira-kira, Thancred bisa diajak bekerja sama tidak, ya?"
.
Dua minggu telah berlalu sejak pertemuan Y'shtola dan Urianger di kafe yang dimata-matai oleh Minfilia dan Lyse. Anehnya, selama dua minggu itu, sama sekali tidak ada masalah baru di antara kedua grup. Tentu saja Y'shtola dan Urianger bersyukur, tetapi bohong namanya kalau mereka tidak curiga. Pasalnya, sudah beberapa bulan terakhir ini para anggota grup selalu membantah teguran manajer mereka, lantas kenapa sekarang berubah?
Meski sedang tidak ada masalah, Y'shtola dan Urianger masih saling mengirim pesan untuk mengabari satu sama lain mengenai anggota grup mereka. Belakangan ini, anehnya, Alisaie jadi jauh lebih tenang. Gadis itu masih tidak mau mengubah gaya berpakaiannya memang, tetapi ia tidak keberatan jika Estinien salah memanggil namanya lagi. Sebenarnya, Estinien justru mulai bisa membedakan si kembar, entah bagaimana caranya. Selain itu, Thancred juga sudah berhenti mengirimi pesan gombal kepada Minfilia dan Lyse. Justru para penggemarnya jadi bingung mengapa idola mereka itu mendadak berubah jadi tenang. Terakhir, G'raha juga sudah berhenti mendatangi gedung agensi Aurora, jadi tidak ada lagi keributan antara G'raha dan Papalymo.
Malam itu, malam tenangnya yang keempat belas, Y'shtola baru saja tiba di apartemennya. Tahu-tahu, tepat setelah ia melepas sepatu dan meletakkan tasnya di sofa, ponselnya berdering tanda telepon masuk. Di layarnya tertera nama Urianger, si manajer yang sudah tidak ditemuinya selama dua minggu. Khawatir ada masalah baru, buru-buru wanita itu menerima teleponnya. "Halo? Urianger? Ada apa?"
" Y'shtola, apa kau masih sibuk? "
"Tidak, aku baru sampai rumah ― apartemen." Wanita itu mengangkat alisnya. "Ada apa? Apa grup kita dapat masalah baru…?"
" Oh, bukan, bukan itu. " Ada jeda sejenak seolah pria itu ragu. " Apa aku boleh mampir? "
Y'shtola mengangkat kedua alisnya. Ia memang tidak menyangka kalau pertanyaan itu yang akan keluar dari mulut Urianger, tetapi ia lebih tidak menyangka bahwa dirinya tidak keberatan untuk menjawab iya. "Tentu. Akan kukirim lokasinya lewat pesan."
" Terima kasih. Aku akan bawa sedikit makanan. "
Si wanita tergelak pelan. "Baiklah."
Setelah mengirimkan alamatnya kepada Urianger, Y'shtola memanfaatkan waktu untuk membersihkan apartemennya sebentar. Ruangan itu memang tidak pernah terlalu kotor. Bukan karena sang wanita rutin membersihkan apartemennya, tetapi karena ia jarang berada di apartemen terlalu lama. Meski begitu, tetap saja ada area-area berdebu yang harus ia benahi.
Tidak lama berselang, ia mendengar bunyi bel tanda ada seseorang di depan pintu apartemennya. Meski sudah menduga bahwa itu adalah Urianger, tetap saja lubang intip di pintu ia gunakan terlebih dulu. Untungnya, memang pria itulah yang ada di balik pintu, tetapi lebih baik waspada, bukan?
"Masuklah," ujar Y'shtola sambil membuka pintu apartemennya agar si pria bisa masuk. "Apartemenku tidak besar, dan mungkin tidak nyaman, tapi anggap saja rumah sendiri."
"Terima kasih." Urianger mengangguk pelan sambil menunjukkan sekantong makanan yang dibawanya. "Aku beli ramen."
Y'shtola tersenyum kecil. "Kebetulan, aku belum makan malam."
Keduanya berjalan ke dapur Y'shtola dan membuka bungkus ramen mereka di sana. Sambil makan, keduanya mengobrol mengenai banyak hal yang, uniknya, tidak berhubungan dengan skandal-skandal antara grup musik Low Danger dan Aurora sama sekali. Namun, jelas tidak mungkin kalau pembicaraan mereka tidak mengarah ke sana.
"Menurutmu, perubahan drastis grup kita ini aneh atau tidak?" tanya Y'shtola ragu. "Rasanya seperti ada sesuatu, tapi aku tidak tahu apa dan kalau aku bertanya, aku khawatir akan membuat mereka menimbulkan masalah lagi."
"Sepertinya memang ada sesuatu," sahut Urianger diiringi anggukan. "Aku bisa tanya G'raha."
"Kau yakin? Bukankah itu sama saja kondisinya denganku?"
"Tidak." Urianger meraih ponselnya. "G'raha tidak pandai menyimpan rahasia."
"Ah."
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Urianger segera menghubungi nomor ponsel G'raha. Keduanya sudah sempat khawatir kalau pemuda itu tidak akan menjawab karena sudah malam, tetapi rupanya telepon Urianger diterima. " Halo? Ada apa, Urianger? "
"G'raha." Urianger memasang wajah serius, meski G'raha tidak dapat melihatnya, diiringi dengan intonasi yang tidak kalah serius. "Aku sudah tahu apa yang terjadi di antara Low Danger dan Aurora. Jadi, kalau kau tidak mau cerita, rapat besok tidak akan menyenangkan."
Ada hening sejenak di ujung telepon, tanda bahwa G'raha belum menjawab ucapan Urianger. Di depan Urianger, Y'shtola berusaha menahan agar tawanya tidak keluar ― ia juga bisa mendengar percakapan itu karena Urianger mengaktifkan pengeras suara. Ia baru tahu kalau Urianger ternyata bisa jadi menyeramkan di hadapan anggota-anggotanya sendiri.
Urianger memanggil si pemuda lagi. "G'raha?"
" A-ah, i-iya! Baiklah, aku akan mengaku! " Jelas, G'raha terdengar panik. " Aurora yang merencanakan ini! Minfilia dan Lyse kebetulan melihat kau dan manajer Aurora bermesraan di kafe dua minggu lalu, tetapi terganggu oleh skandal-skandal yang kami buat. Jadi, melalui Thancred, mereka mengajak kami berdamai supaya kalian bisa berpacaran dengan damai! "
Kini, giliran Urianger yang terngaga. Tidak hanya Urianger, sebenarnya, tetapi juga wanita yang duduk di hadapannya. Wajah keduanya sama-sama memerah, tentu saja malu. Spontan Y'shtola merebut ponsel Urianger dan bertanya, "Jadi kalian pikir kami berpacaran?"
" I-iya! Sebentar, kalian sedang bersama? Selarut ini? "
Urianger dan Y'shtola saling tatap, dan Urianger buru-buru merebut ponselnya kembali untuk mengakhiri hubungan telepon tersebut. Meski terkejut dengan alasannya, setidaknya kini kedua manajer ini tahu alasan di balik kedamaian kedua grup mereka.
Yah, meski sekarang keduanya justru jadi canggung ― dan belum sadar kalau yang dilihat Minfilia dan Lyse itu benar .
.
.
.
FIN
A/N.
KEBALAAN SCIONS MAAFKAN YA RUSUH DI AWAL KE AKHIRNYA DAKU SUDAH LELAH ;-; tapi semoga menghibur XD
