tubuhnya besar, matanya menyenangkan, senyumnya tampan. oh, kupikir aku harus hidup selamanya dengan orang ini.


Baekhyun menyeruput milkshake strawberrynya tanpa minat. Cukup jengah dengan pembicaraan orang–orang seputar dengan topik yang sama: mahasiswa pindahan.

Mungkin lebih tepatnya kakak tingkat yang kembali ke kampus lamanya. Karena secara harfiah pria yang digadang–gadang sebagai pangeran kampus itu lebih lama berada di kampus ini daripada dirinya.

Tapi ayolah, apa orang–orang ini tidak bosan membicarakan hal yang sudah sangat biasa seperti itu?

—maksudnya, penerimaan dan pindahan mahasiswa tampan atau cantik itu sudah sangat biasa sekali di Yeongshik. Jadi kenapa harus seheboh ini sih?

Baekhyun memang belum melihat secara langsung seberapa tampannya kakak tingkat itu. Tapi pasti tidak akan lebih tampan dari mantan terbarunya, Jeffrey Jung kan?

Kembali menyeruput milkshakenya sembari memindai dan menanggapi beberapa kerlingan godaan dari mahasiswa teknik.

Oh jangan heran kenapa Baekhyun berada di kafetaria fakultas teknik sedang jaraknya luar biasa jauh dari fakultasnya.

Cuci mata dan menatapi para pejantan tangguh fakultas teknik adalah kebiasaan rutinnya. Dan tunggu saja pasti sebentar lagi para teman–teman gilanya juga akan ikut bergabung.

"Hey carrier sombong, aku bertaruh kau akan menyesal jika melihat Kak Chanyeol secara langsung. Dan kalau saat itu tiba, jangan harap aku, Junmyeon dan Rose akan membantumu." gerutuan Kyungsoo terdengar langsung begitu sampai di mejanya.

Membuat Baekhyun memutar matanya malas dan mencibir mengenai masalah itu lagi.

Bertaruhlah Kyungsoo sesukanya. Karena dirinya tidak akan kagum atau pun jatuh hati pada kakak tingkat pindahan itu.

"Mm–hm, berkatalah sesukamu Do Kyungsoo karena bahkan kakak itu tidak memenuhi kriteria idealku." ucapnya sombong seakan dia sulit jatuh cinta.

Rose dan Junmyeon diam tidak menggubris perdebatan tidak penting mereka, lebih memilih memesan menu makan siang. "Rose, aku melihat Jennie dari fakultas bisnis management menjemput Kak Jisoo di jembatan fisiologi." mulai Junmyeon mengalihkan topik.

Baekhyun selaku adik kandung dari Jisoo hanya terdiam tidak memberi tanggapan. Merasa bersalah pada Rose karena tidak bisa menahan kakaknya untuk tidak menerima ajakan kencan Jennie.

Mungkin inilah alasan dibalik wajah memurung Rose yang tidak bersemangat. Berbeda dari hari biasanya, gadis itu terlihat seperti niat tidak niat pergi ke kampus.

"Dia bahkan tidak sudi membalas pesanku."

"Apa? Bagaimana bisa Kak Jisoo menghiraukan dirimu? Maksudku, semua orang baik dari farmasi maupun di luar farmasi bergantian mengirim surat cinta padamu tapi dia tidak membalas pesanmu." Kyungsoo berapi–api.

"Itu sangat terlihat mirip dengan adiknya." Junmyeon menyipit menatap Baekhyun.

"Mm–hm. Seperti sifat bawaan lahir."

"Hey berhenti menghakimi kami berdua! Pertama: bukan inginnya kami tidak membalas pesan tapi kau tahu, terkadang ada beberapa orang yang menyalah artikan maksud kami." Baekhyun memulai pembelaan.

"Kedua: Rose maafkan aku. Aku sudah sebisa mungkin mengatakan pada Kak Jisoo kalau si Jennie itu buaya betina dari fakultas bisnis. Bahkan kemarin dia baru putus dari Irene tapi sudah berani mengajak kakakku jalan. Kau tahu kan? Kadang Kak Jisoo sangat keras kepala dan menyebalkan."

"Persis dirimu." celetuk Kyungsoo tepat sasaran.

"Oh Tuhan, pembicaraan ini awalnya tentang Kak Jisoo tapi mengapa aku yang terseret?" Baekhyun melayangkan protes tidak terima atas ucapan Kyungsoo yang selalu menyudutkannya.

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Sifat kalian berdua benar–benar mirip."

"Hey Do Kyungsoo! Bagaimana bisa kau—" perkataan Baekhyun terpotong. Sekilas terlihat seperti dia sedang kerasukan tapi jika kalian berada di tempat sekarang, semua orang tahu dia sedang terpesona.

Terjerat pada 10 detik pertama sejak mereka melakukan kontak mata tanpa sengaja. Melahirkan getaran pada diri Baekhyun yang menurutnya tidak pernah dia rasakan pada mantan–mantan pacarnya.

"Sudah kukatakan dia akan suka pada kakak itu." ucap Junmyeon maklum saat kalimat Baekhyun berhenti di tengah–tengah dan berganti menatap sesosok makhluk tampan di seberang meja mereka.

"B... B... BEE!" gertak Rose saat carrier cantik itu tidak bergeming bahkan hanya untuk berkedip.

"Itu... dia?"

Kyungsoo mengangguk, mengangkat alisnya mengejek. "Kalau dia yang kau maksud kakak tingkat pindahan dari departemen arsitektur, maka ya. Dia orangnya."

Baekhyun meremas jemarinya yang saling bertautan. "Ku rasa, pandanganku terhadap ketampanan dan kegagahan pria sudah salah selama ini." mulainya dramatis.

Junmyeon, Rose dan Kyungsoo hanya bisa mendengarkan sembari memakan makan siang mereka. "Kak Chanyeol... adalah definisi yang sesungguhnya." mata cantiknya sesekali mencuri lirik, lalu setelahnya pipi seputih susu itu akan memerah merona.

"Bisa tolong aku mendekatinya?" ucapnya memohon. Melahirkan tatapan aneh ketiga orang di sana.

Seakan Baekhyun lupa kalau dia bisa mendapatkan hati siapapun dengan mudah tanpa usaha. Seakan dia merasa tidak mampu mendapatkan pria tampan yang duduk di seberang mejanya.

• • •

"Hey Yeol,"

"Hm?"

"Itu Byun Baekhyun. Primadona Yeongshik, orang–orang menyebutnya malaikat yang jatuh dari langit."

Chanyeol mendengus kecil. Bukankah sebutan itu sangat berlebihan? "Tapi sebenarnya sebutan itu tidak selaras dengan reputasinya."

"Apa maksudmu?"

"Baekhyun... alasan para mantannya mencoba berbalikan dengannya dan kenapa para dominan mendekatinya karena dia sangat hebat di ranjang. Benar–benar meninggalkan kesan mendalam."

Chanyeol terkekeh sumbang. "Memang kau pernah merasakannya?"

Sehun memelotot tidak terima. "Hey sialan, aku ini sudah punya pacar. Untuk apa aku mendambakan seks dengannya?"

"Aku hanya bertanya." balasnya kalem. Tapi diam–diam juga mencuri pandang tertarik pada pria cantik nan mungil di seberang mejanya.

Bukan karena dia hebat di ranjang, tapi karena Chanyeol rasa submisif itu menyimpan cerita yang sama menyakitkannya seperti dirinya.

geez, maafkan aku guys krn baru sempat mempublish part 2 skrg. kuharap kalian gak keberatan klau alurnya ku cptin. wktku sangat sedikit dan mgkn into you akan sulit dilanjutkan dlm jangka wkt yg sering. tapi aku akan berusaha yg terbaik, jdi krn itu tolong promosikan cerita ini pada sesama tmn cbist kalian atau base kalian, lol.

thankies for reading :3